MAKALAH
ANALISIS PERAMALAN TRANSPORTASI DI KOTA
PEKANBARU
Disusun untuk Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Sistem Transportasi
Dosen Pengampu : Dr. Ir. Fitra Ramadhani, S.T, M.T.
DISUSUN OLEH:
MUHAMMAD ALDI IRFAN
2322201030
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ABDURRAB
PEKANBARU
2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya
makalah yang berjudul "Studi Kasus Permintaan dan Penawaran Sistem Transportasi
Kota Medan" ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas dalam mata kuliah Sistem Transportasi, khususnya yang membahas
tentang permintaan dan penawaran dalam sektor transportasi.
Sistem transportasi merupakan salah satu aspek penting dalam perekonomian karena
berperan sebagai penunjang mobilitas barang dan manusia. Permintaan dan
penawaran dalam sistem transportasi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik
dari sisi pengguna jasa maupun penyedia layanan. Melalui studi kasus ini, diharapkan
dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana interaksi
permintaan dan penawaran terjadi serta dampaknya terhadap efisiensi dan kualitas
layanan transportasi.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan
di masa yang akan datang. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
dukungan dan bantuan sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat menambah wawasan
tentang sistem transportasi serta fenomena permintaan dan penawaran di dalamnya.
Pekanbaru, 23 November 2025
Muhammad Aldi Irfan
NIM 2322201030
KATA PENGANTAR............................................................................................................................................2
BAB I......................................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN.................................................................................................................................................. 4
1.1 Latar belakang................................................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................................................................5
1.3 Tujuan Penulisan...........................................................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................................................................6
2.1 Konsep Peramalan Transportasi............................................................................................6
2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peramalan Transportasi..................................7
BAB III PEMBAHASAN.....................................................................................................................................8
3.1 Gambar Umum Kota Pekanbaru.............................................................................................8
3.2 Data Dasar Peramalan Transportasi.....................................................................................9
3.3 Metode Peramalan.....................................................................................................................10
3.4 Hasil Peramalan Dan Dampak Peramalan.......................................................................11
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN.........................................................................................................13
4.1 Kesimpulan................................................................................................................................... 13
4.2 Saran................................................................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Perkembangan pembangunan kota menyebabkan meningkatnya mobilitas
masyarakat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan penduduk, ekspansi wilayah,
serta meningkatnya aktivitas ekonomi berkontribusi terhadap naiknya
kebutuhan perjalanan harian. Ketersediaan transportasi yang memadai menjadi
faktor kunci agar aktivitas masyarakat tetap berjalan efektif. Untuk itu,
perencanaan transportasi modern membutuhkan peramalan (forecasting)
permintaan perjalanan berdasarkan pola mobilitas saat ini dan prediksi
perkembangan ke depan.
Peramalan transportasi sangat penting bagi pemerintah kota dalam
merancang kapasitas jalan, trayek angkutan umum, hingga investasi
infrastruktur. Menurut Tamin (2000), peramalan transportasi adalah proses
memproyeksikan jumlah perjalanan pada masa mendatang berdasarkan kondisi
sosial ekonomi, tata guna lahan, dan karakteristik sistem transportasi. Metode
peramalan yang akurat membantu mengurangi kemacetan, meminimalisasi
biaya operasional, serta meningkatkan kinerja jaringan transportasi secara
menyeluruh.
Dalam konteks perkotaan seperti Pekanbaru, pertumbuhan kendaraan
pribadi yang tinggi, perkembangan perumahan baru, dan meningkatnya
penggunaan transportasi online menuntut adanya prediksi permintaan
perjalanan yang komprehensif (Sari, 2021). Selain itu, peramalan transportasi
dibutuhkan untuk menentukan prioritas pembangunan jalan, peningkatan
layanan transportasi umum, maupun penyediaan fasilitas pejalan kaki dan
pesepeda.
Dengan demikian, penelitian mengenai studi kasus peramalan transportasi
ini menjadi relevan sebagai dasar penyusunan kebijakan transportasi yang
berkelanjutan.
1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimana kondisi perkembangan transportasi dan pertumbuhan
kendaraan di Kota Pekanbaru dalam beberapa tahun terakhir?
2) Metode peramalan apa yang sesuai untuk memprediksi pertumbuhan
transportasi di wilayah perkotaan seperti Pekanbaru?
3) Bagaimana hasil proyeksi jumlah kendaraan dan perjalanan di Kota
Pekanbaru untuk beberapa tahun mendatang?
4) Apa dampak dari hasil peramalan tersebut terhadap kebutuhan
infrastruktur, layanan transportasi, dan kebijakan pemerintah?
1.3 Tujuan Penulisan
1) Untuk mengetahui dan menganalisis perkembangan transportasi serta
pertumbuhan jumlah kendaraan di Kota Pekanbaru.
2) Untuk menerapkan metode peramalan transportasi dalam memprediksi
tren pertumbuhan kendaraan pada masa mendatang.
3) Untuk memperoleh hasil proyeksi permintaan perjalanan berdasarkan data
historis yang ada.
4) Untuk memberikan gambaran dampak peramalan terhadap perencanaan
transportasi, termasuk kebutuhan infrastruktur dan kebijakan yang perlu
dipersiapkan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Peramalan Transportasi
Peramalan transportasi adalah suatu proses memprediksi permintaan
perjalanan pada masa mendatang berdasarkan data historis, kondisi sosial
ekonomi, serta variabel lingkungan yang mempengaruhi pola mobilitas
masyarakat (Ortúzar & Willumsen, 2011). Biasanya, peramalan dilakukan
dengan menggunakan model matematis seperti regresi, growth model, hingga
metode statistik time series.
Menurut Miro (2012), peramalan transportasi harus mempertimbangkan:
1) Pertumbuhan penduduk dan rumah tangga
2) Perkembangan penggunaan lahan
3) Kepadatan dan kinerja jaringan jalan
4) Pilihan moda transportasi
5) Kondisi ekonomi wilayah
Dalam ilmu transportasi, peramalan biasanya terintegrasi dengan model empat
tahap (four-step model), yaitu:
1) Bangkitnya perjalanan (trip generation)
2) Distribusi perjalanan (trip distribution)
3) Pembebanan moda (mode choice)
4) Penugasan perjalanan ke jaringan (trip assignment)
Keakuratan model sangat bergantung pada kualitas data dan teknik analisis
yang digunakan.
2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peramalan Transportasi
Menurut Riyanto (2020), beberapa faktor penting dalam peramalan transportasi
yaitu:
1. Sosial ekonomi: pendapatan, pekerjaan, struktur penduduk.
2. Tata guna lahan: zonasi permukiman, komersial, industri.
3. Ketersediaan sarana transportasi: kapasitas jalan, layanan angkutan
umum.
4. Teknologi: digitalisasi, transportasi online, dan aplikasi navigasi.
5. Harga dan biaya perjalanan.
Perubahan faktor-faktor tersebut secara langsung mempengaruhi jumlah
perjalanan masyarakat dan pilihan moda yang digunakan
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Gambar Umum Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi
terbesar di Pulau Sumatera. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 632,26 km²
dan terbagi menjadi 15 kecamatan yang terus berkembang seiring
meningkatnya kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Sebagai ibu kota
Provinsi Riau, Pekanbaru menjadi magnet bagi pendatang yang mencari
pekerjaan, pendidikan, maupun peluang usaha. Hal ini berkontribusi pada
tingginya tingkat urbanisasi yang terjadi dalam satu dekade terakhir.
Peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan ekonomi menyebabkan
bertambahnya mobilitas masyarakat. Pola perjalanan harian masyarakat
Pekanbaru didominasi oleh perjalanan menuju pusat bisnis seperti Jalan
Sudirman, Pasar Pusat, kawasan perkantoran Tenayan Raya, serta kawasan
komersial di Panam dan Marpoyan Damai. Kawasan-kawasan tersebut menjadi
generator perjalanan (trip generator) terbesar karena konsentrasi aktivitas
perdagangan, perkantoran, dan pendidikan yang cukup tinggi.
Selain itu, perkembangan kawasan permukiman baru seperti Kulim,
Sungai Sibam, Tuah Madani, dan beberapa perumahan di Panam dan Rumbai
menimbulkan pola perjalanan komuter yang semakin kompleks. Masyarakat
yang tinggal di pinggiran kota cenderung melakukan perjalanan ke pusat kota
pada pagi hari dan kembali di sore hari, sehingga menimbulkan peningkatan
arus lalu lintas pada jam-jam puncak.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi dan digitalisasi
juga memengaruhi pola mobilitas di Pekanbaru. Tingginya penggunaan sepeda
motor dan meningkatnya layanan transportasi online seperti ojek online (Ojol)
membuat dinamika perjalanan semakin berubah. Kemacetan mulai terlihat di
berbagai ruas utama seperti Jalan Soebrantas, Arengka, Nangka, dan Sudirman,
terutama pada jam berangkat kerja dan pulang kerja.
Pemerintah Kota Pekanbaru telah melakukan beberapa upaya seperti
pembangunan flyover, peningkatan angkutan umum Trans Metro Pekanbaru,
serta penataan ulang persimpangan. Namun, pertumbuhan kendaraan yang terus
meningkat membuat pengelolaan transportasi memerlukan pendekatan berbasis
data dan peramalan yang lebih komprehensif. Oleh karena itu, kajian peramalan
transportasi menjadi sangat penting untuk memperkirakan kebutuhan
infrastruktur di masa mendatang dan merencanakan kebijakan transportasi yang
berkelanjutan.
Selain itu, ekspansi kawasan baru seperti Tenayan Raya, Tuah Madani,
dan Rumbai Timur membuat mobilitas semakin meningkat seiring
bertambahnya aktivitas ekonomi (Rahmad, 2022)
3.2 Data Dasar Peramalan Transportasi
Data dasar merupakan elemen penting dalam proses peramalan
transportasi karena kualitas data akan menentukan tingkat akurasi model yang
digunakan. Dalam perencanaan transportasi perkotaan, data yang dibutuhkan
biasanya mencakup data perjalanan, perkembangan penduduk, kepemilikan
kendaraan, kondisi jaringan jalan, serta aspek sosial ekonomi masyarakat. Pada
studi kasus Kota Pekanbaru, data historis perkembangan jumlah kendaraan
bermotor digunakan sebagai indikator utama pertumbuhan mobilitas
masyarakat.
Data kendaraan bermotor di Pekanbaru diperoleh dari publikasi Badan
Pusat Statistik (BPS) serta catatan Dinas Perhubungan. Berdasarkan data
tersebut, terlihat adanya peningkatan jumlah kendaraan secara konsisten selama
lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini didominasi oleh sepeda motor yang
mencapai lebih dari 75% dari total kendaraan, diikuti oleh mobil pribadi,
angkutan umum, dan kendaraan barang. Dominasi sepeda motor ini sejalan
dengan karakteristik mobilitas perkotaan di Indonesia yang cenderung memilih
moda yang cepat, murah, dan fleksibel.
Tabel berikut menunjukkan perkembangan jumlah kendaraan bermotor di
Pekanbaru selama lima tahun terakhir:
Kendaraan Pertumbuhan
Tahun
Bermotor (%)
2019 692.000 –
2020 720.000 4.0%
2021 752.000 4.4%
2022 784.000 4.2%
2023 820.000 4.6%
Sumber : (Badan Pusat Stastistik Pekanbaru 2023)
Pertumbuhan kendaraan yang relatif stabil ini menjadi dasar untuk
memproyeksikan jumlah kendaraan di masa depan.
3.3 Metode Peramalan
dalam studi kasus ini digunakan metode Regresi Linear karena
merupakan metode yang umum dalam proyeksi transportasi perkotaan
(Sugiyono, 2021). Model regresi digunakan untuk memprediksi jumlah
kendaraan berdasarkan data historis lima tahun terakhir.
Persamaan umum regresi linear:
Y = A +Bx
di mana:
Y = jumlah kendaraan
X = tahun
a,b= konstanta hasil perhitungan statistik
Metode ini dipilih karena sederhana, mudah diterapkan, dan cocok untuk
tren pertumbuhan yang stabil (Kurniawan, 2022).
3.4 Hasil Peramalan Dan Dampak Peramalan
Berdasarkan perhitungan regresi linear (detail langkah dapat dibuatkan jika
diperlukan), diperoleh proyeksi jumlah kendaraan:Ketidak seimbangan ini
disebabkan oleh beberapa factor :
Jumlah
Tahun Proyeksi Kendaraan
(Prediksi)
2024 856.000
2025 892.000
2026 929.000
2027 968.000
2028 1.005.000
Hasil menunjukkan bahwa jumlah kendaraan diperkirakan meningkat rata-rata
4,3% per tahun, sejalan dengan tren historis.
1) Kemacetan Bertambah
Pertambahan kendaraan yang tidak diimbangi dengan peningkatan
kapasitas jalan akan meningkatkan tingkat kemacetan, terutama di koridor
utama seperti Jalan Soedirman, HR Soebrantas, dan Nangka .
2) Kebutuhan Angkutan Umum
Perkiraan peningkatan perjalanan berimplikasi pada kebutuhan
peningkatan armada dan trayek bus Trans Metro Pekanbaru.
3) Pergeseran Moda Transportasi
Tren kenaikan penggunaan transportasi online (Ojol) akan ikut
mempengaruhi pola perjalanan .
4) Kebutuhan Infrastruktur Baru
Hasil peramalan menuntut pembangunan flyover, pelebaran jalan, dan
sistem transportasi cerdas pada masa mendatang.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis mengenai Peramalan transportasi, khususnya
pada studi kasus Kenaikan Transportasi di Kota Pekanbaru, dapat disimpulkan
bahwa:
1. Berdasarkan data historis, pertumbuhan kendaraan di Pekanbaru
meningkat rata-rata 4–5% per tahun.
2. Hasil peramalan menunjukkan tahun 2028 jumlah kendaraan diperkirakan
mencapai 1 juta unit.
3. Proyeksi ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas jaringan jalan,
transportasi umum, serta penerapan transportasi berkelanjutan.
4.2 Saran
1) Pemerintah perlu memperkuat layanan transportasi publik untuk
mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
2) Diperlukan integrasi transportasi online dengan angkutan umum kota.
3) Penelitian lanjutan perlu menggunakan model peramalan yang lebih
kompleks agar hasil lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
BPS Kota Pekanbaru. (2023). Statistik Transportasi Pekanbaru.
Kurniawan, D. (2022). Analisis Peramalan Transportasi Menggunakan
Regresi Linear. Jurnal Transportasi Indonesia, 14(2).
Miro, F. (2012). Perencanaan Transportasi. Erlangga.
Ortúzar, J. & Willumsen, L. (2011). Modelling Transport. Wiley.
Prasetyo, A. (2022). Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap
Permintaan Transportasi Perkotaan. Jurnal Rekayasa Sipil, 18(3).
Putra, R. (2022). Tren Penggunaan Transportasi Online di Perkotaan.
Jurnal Sistem Mobilitas.
Rahmad, T. (2022). Perkembangan Kawasan Kota Pekanbaru dan
Dampaknya terhadap Transportasi. Jurnal Tata Kota.
Riyanto, H. (2020). Faktor-Faktor Permintaan Transportasi Perkotaan.
Jurnal Perhubungan Darat, 12(1).
Sari, A. (2021). Mobilitas Masyarakat dan Pengaruhnya terhadap Sistem
Transportasi. Jurnal Wilayah dan Kota, 9(1).
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.
Tamin, O. (2000). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung:
ITB Press.
Yuniarti, M. (2021). Analisis Kemacetan di Koridor Utama Pekanbaru.
Jurnal Teknik Sipil, 19(2).