0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

AI dalam Publikasi Ilmiah: Analisis Bibliometrik

Dokumen ini membahas pengaruh Artificial Intelligence (AI) dalam penerbitan artikel ilmiah, mencakup manfaat seperti efisiensi waktu dan peningkatan kualitas tulisan, serta tantangan etika terkait plagiarisme dan keaslian. AI telah mengubah proses publikasi ilmiah dengan menawarkan alat bantu dalam penulisan dan analisis, namun tetap memerlukan pengawasan manusia untuk menjaga integritas akademik. Penelitian ini juga menyoroti perlunya kebijakan yang lebih ketat dalam penggunaan AI di dunia akademik.

Diunggah oleh

cikicikienak3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

AI dalam Publikasi Ilmiah: Analisis Bibliometrik

Dokumen ini membahas pengaruh Artificial Intelligence (AI) dalam penerbitan artikel ilmiah, mencakup manfaat seperti efisiensi waktu dan peningkatan kualitas tulisan, serta tantangan etika terkait plagiarisme dan keaslian. AI telah mengubah proses publikasi ilmiah dengan menawarkan alat bantu dalam penulisan dan analisis, namun tetap memerlukan pengawasan manusia untuk menjaga integritas akademik. Penelitian ini juga menyoroti perlunya kebijakan yang lebih ketat dalam penggunaan AI di dunia akademik.

Diunggah oleh

cikicikienak3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISI BIBLIOMETRIK PENGARUH ARTIFICIAL INTELLEGENCE DALAM

PENERBITAN ARTIKEL ILMIAH

INTRODUCTION

Problem

Perkembangan era digital telah banyak mengubah aspek kehidupan manusia saat ini
termasuk dalam dunia akademik dan publikasi ilmiah. Era digital mampu melahirkan sebuah
tekonologi baru pada beberapa tahun terakhir ini, tekonologi tersebut Adalah Artificial
Intellegence yang mampu mengubah pemahaman mengenai komunikasi ilmiah (Razack et
al., 2021). Kotsis (2025) di akhir tahun 2022 telah memunculkan AI Generatif khususnya
dengan Large Lenguage Models seperti ChatGPT yang telah mengalami pertumbuhan
eksponensial dalam komunitas ilmiah sehingga terciptanya pandangan baru bagi peneliti
dalam Menyusun, mengedit, dan mempublikasikan artikel ilmiah mereka. Buitrago-ciro et. al.
(2025) menayatakan kecerdasan buatan dalam penerbitan ilmiah bukan lagi menjadi sebuah
konsep yang futuristic melainkan telah menjadi realita yang pada saat ini dihadapi oleh editor
jurnal, reviewer, hingga instansi akademik yang ada diseluruh dunia. Artificial Intellegence
saat ini digunakan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan proses publikasi ilmiah
seperti mencari referensi, kepenulisan artikel, penerjemahan, deteksi plagiarism, dan proses
peer review (Lund et al., 2023).

Topic

Artificial intelligence merupakan cabang ilmu komputer yang focus pada


pengembangan sebuah sistem yang mampu melakukan berbagai tugas-tugas yang biasya
membutuhkan kecerdasan buatan (Septi Rahayu, 2023). Generative AI Adalah teknologi
canggih dalam ilmu komputer yang menggunakan Mechine Learning yang meniru
kemampuan kognitif manusia. Sistem ini membuat Keputusan berdasarkan algoritma, data
yang diterima, dan menghasilkan konten baru dalam format seperti teks, gambar, video,
ataupun audio. Artificiail intelligence saat ini telah mengubah lanskap komunikasi dan
publikasi ilmiah dengan menawarkan bantuan berupa tools dalam melakukan berbagai proses
yang dapat membantu seorang peneliti dalam membuat publikasi ilmiah seperti membantu
dalam menulis, Menyusun, menerjemahkan, menganalasisi, mensintesiskan, dan
mengevaluasi sebuah artikel ilmiah dalam berbagai tahap sebuah penelitian (Buitrago-Ciro et
al., 2025; Marín-González & Carbonell-Garbey, 2024; Švab et al., 2023). Dengan begitu AI
dapat menjadi sebuah alat bantu yang menjadi pendukung dalam sebuah publikasi ilmiah bagi
peneliti dalam melakukan penyusunan sebuah artikel ilmiah untuk meningkatkan kinerja bagi
seorang peneliti.

Benefits

Guerrero Solís et al. (2025) menyatakan bahwa AI mengurangi waktu yang


dibutuhkan untuk tinjauan literatur sebesar 52% dan mempercepat penulisan akademik
sebesar 60%. AI secara signifikan mempengaruhi penerbitan ilmiah dan mempercepat
publikasi ilmiah dengan meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kualitas dari sebuah
kepenulisan artikel ilmiah, secara keseluruhan dapat membantu dalam memeriksa plagiarism
hingga membantu dalam paraphrase serta memberikan rekomendasi akses literatur melalui
platform dan juga mampu memberikan akses jurnal dengan akses terbuka (Carobene et al.,
2023; Munir, 2025). Selain itu juga Marín-González & Carbonell-Garbey (2024)
mengatakan bahwa kecerdesan buatan atau Arftificial intelligence sangat memberikan
pengaruh yang signifikan dalam membantu tugas- tugas seperti analisis data, pembuatan
konten, dan meninjau dokumen. Algoritma yang canggih dapat membantu dalam proses
penggunaan Bahasa yang canggih sehingga memungkinkan AI untuk mengambil Keputusan
dan belajar dari informasi dengan cepat sehingga dapat mempercepat pekerjaan daripada cara
tradisional yang memakan waktu lebih lama lagi bagi seorang peneliti.

Keburukan/non-benefit dari sintesis

Dalam penerbitan artikel ilmiah dengan mengguanakan bantuan Artificial Intelligence


(AI) tentu memunculkan tantangan seperti masalah etika terkait hak cipta, keaslian, dan
relevansi informasi yang dikaitkan serta integrasi AI dapat memberikan kekhawatiran terkait
kualitas, keandalan, dan kepemilikan karya akademik (Oliveira et al., 2025; Bhangu, 2025).
Selain itu Guerrero Solís et al. (2025) melaporkan bahwa pengguanaan AI dalam penerbitan
ilmiah Adalah dapat menimbulkan algoritma yang bias yang bisa menyebabkan
ketidakseimbangan dengan hasil penelitian hingga risiko kelebihan publikasi dalam artikel
yang dihasilkan AI. Selanjutnya, integrasi ini mampu menimbulkan masalah etika
penggunaan AI terkait keaslian, plagiarism, keaslian komunikasi ilmiah sehingga manusia
tetap diperlukan dalam melakukan penilaian untuk menjaga integritas dalam sebuah
penerbitan ilmiah karena ini menjadi sebuah permasalaham utama (Carobene et al., 2023;
Munir, 2025).
Literatur terdahulu dan gap (Penulis, tujuan, Lokasi, temuan utama) & masukkan dialektika
topik kita

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan dan penerbitan karya ilmiah telah
dikaji dari berbagai sudut pandang. Yuswanto (2024) melalui studi literatur menemukan
bahwa pemanfaatan ChatGPT dalam publikasi jurnal di Indonesia dapat mengurangi waktu
penulisan hingga sekitar 40% dan meningkatkan kualitas naskah hingga 18%, terutama dalam
pencarian literatur, penyusunan abstrak, dan penyuntingan bahasa, namun menimbulkan
kekhawatiran terkait plagiarisme, orisinalitas, dan integritas akademik. Saepuloh &
Subandriyo (2025) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui survei dan
eksperimen terhadap 200 mahasiswa dan peneliti dari berbagai universitas menunjukkan
bahwa AI dapat memangkas waktu penyelesaian artikel ilmiah hingga 50% serta
meningkatkan kepuasan pengguna, tetapi hanya sekitar 30% universitas yang memiliki
kebijakan khusus penggunaan AI sehingga membuka celah etis.

Regmi & Vaishya (2025) melalui narrative review menyimpulkan bahwa AI efektif untuk
tugas administratif dalam penerbitan ilmiah seperti deteksi plagiarisme, pemeriksaan format
dan bahasa, validasi statistik, integritas gambar, dan pencocokan reviewer namun tidak
mampu menilai kebaruan konsep maupun memberikan pertimbangan etis sehingga tetap
memerlukan keahlian manusia. Emmanuel (2025) juga melalui tinjauan literatur menegaskan
bahwa AI meningkatkan kualitas, efisiensi, dan transparansi proses penerbitan ilmiah
(misalnya lewat alat deteksi plagiarisme, perbaikan bahasa, dan audit gambar), tetapi
berpotensi memperkuat bias algoritmik dan ketidakadilan bagi peneliti non-Anglophone dan
dari Global Selatan. Wen (2023) melalui komentar kritis menunjukkan bahwa ChatGPT dapat
meningkatkan produktivitas dan kualitas penyuntingan naskah, namun rentan menghasilkan
hallucination berupa informasi dan referensi fiktif sehingga beberapa jurnal ternama, seperti
keluarga jurnal Science dan konferensi ICML, melarang AI dicantumkan sebagai penulis.

Rahayu et al., (2024) melalui literature review dengan analisis bibliometrik terhadap 15
artikel menyimpulkan bahwa AI banyak dimanfaatkan untuk penyusunan draf, judul, abstrak,
serta tinjauan pustaka dan mampu meningkatkan efisiensi serta akurasi bahasa, tetapi berisiko
memicu sitasi fiktif, ketergantungan berlebihan, dan berkurangnya latihan berpikir kritis.
Diantama (2023) melalui studi literatur mengenai pemanfaatan AI, khususnya ChatGPT,
dalam dunia pendidikan menemukan bahwa AI dapat meningkatkan motivasi belajar,
keterampilan abad ke-21, dan mengurangi beban administratif guru, namun menuntut literasi
digital dan etika agar tidak menggeser peran pedagogis.

Dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia, Ali et al., (2023) menggunakan pendekatan
concurrent embedded mixed-method melalui angket elektronik, wawancara, dan analisis
dokumen terhadap 173 mahasiswa di Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan
menemukan bahwa mahasiswa memanfaatkan AI untuk menghemat waktu dan tenaga dalam
mengerjakan tugas, namun terdapat potensi academic misconduct seperti plagiarisme,
kecurangan, dan ketergantungan berlebihan pada AI. Nabila et al., (2025) dengan metode
deskriptif kuantitatif pada 60 mahasiswa di Universitas Singaperbangsa Karawang
menunjukkan bahwa penggunaan AI berkontribusi signifikan pada variasi gaya penulisan,
pengayaan kosakata, akurasi tata bahasa, dan kelogisan argumen, tetapi berpotensi
mengurangi kemampuan berpikir kritis apabila digunakan secara pasif.

Pada ranah pengembangan kapasitas penulisan, Jenita et al., (2023) melalui kegiatan
pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan daring kepada 25 dosen, mahasiswa, dan
guru dari berbagai institusi melaporkan bahwa pemanfaatan AI dalam menyusun artikel
ilmiah terindeks SINTA meningkatkan pemahaman teknis dan motivasi peserta, dengan
penekanan pada etika dan transparansi penggunaan. Sakinah et al., (2024) dalam studi
literatur menemukan bahwa AI berdampak positif pada digitalisasi dan kinerja sumber daya
manusia melalui peningkatan efisiensi operasional dan produktivitas, namun menghadirkan
tantangan etika data, privasi, bias algoritmik, serta risiko pengurangan pekerjaan manusia.

Pada level industri, Ermaya et al., (2025) melalui penelitian kuantitatif kausal pada 30
perusahaan penerbitan buku di Kota Bandung menemukan bahwa penggunaan AI
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, terutama dalam pengurangan
waktu dan biaya operasional serta dukungan eksplorasi pasar baru. Di tingkat ekosistem
penerbitan ilmiah global, Huzaifa et al., (n.d.) dengan metode kualitatif melalui 20
wawancara semi-terstruktur dengan editor, reviewer, penulis, dan teknolog penerbitan dari
berbagai institusi di Pakistan menemukan bahwa AI mempercepat alur kerja editorial hingga
sekitar 40% namun memunculkan kekhawatiran mengenai sifat black box, bias, dan
ketidaksetaraan akses antara institusi besar dan kecil. Sementara itu, Xu et al., (2024)
mengembangkan Spider Matrix, sebuah platform evaluasi multidimensi berbasis AI terhadap
lebih dari 2,5 juta artikel ilmiah, yang mampu menilai orisinalitas, metodologi, dan dampak
tanpa bergantung pada metrik jurnal tradisional serta menghasilkan rekomendasi ide inovatif,
dengan penilaian yang dikalibrasi melalui reviewer manusia.

Berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan buatan banyak dimanfaatkan


untuk mempercepat penulisan, memperbaiki kualitas bahasa, dan membantu proses editorial
dalam publikasi ilmiah. Namun, sebagian besar masih melihat AI sebatas alat teknis bagi
penulis dan pengelola jurnal, belum banyak yang mengulas dampaknya terhadap keaslian
tulisan, cara menyusun argumen, dan kejujuran akademik.

Penelitian yang secara khusus membahas benturan antara percepatan penulisan artikel,
lemahnya kebijakan kampus atau lembaga, dan potensi penyalahgunaan AI di Indonesia juga
masih terbatas. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini tidak hanya fokus pada manfaat
teknis AI, tetapi juga pada aspek etis dan integritas akademik, sehingga diharapkan dapat
memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai peran AI dalam proses penulisan dan
penerbitan artikel ilmiah di Indonesia.

Tujuan, manfaat, pertanyaan penelitian (Untuk pertanyaan itu judul kita tambahin
“bagaimana”)
DAFTAR PUSTAKA

Ali, N., Hayati, M., Faiza, R., Khaerah, A., Raya, P., & Ali, N. (2023). Indonesian Journal of
Islamic Religious Education ( INJIRE ) Artificial Intelligence ( AI ) dalam pendidikan Islam :
trends , persepsi , dan potensi pelanggaran akademik di kalangan mahasiswa. 1(1).

Buitrago-ciro, J. (2025). ¿ Cómo está transformando la inteligencia artificial la


comunicación científica ? Desafíos , oportunidades y el papel de los actores involucrados :
una revisión de alcance. 39, 111–150.

Diantama, S. (2023). PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELEGENT ( AI ) DALAM DUNIA.


1(1), 8–14.

Emmanuel, C. (2025). Impact of Artificial Intelligence ( AI ) on the Quality , Efficiency , and


Transparency of the Scholarly Publishing Process. Trends in Scholary Publishing, 9438, 15–
21. [Link] Received:

Ermaya, K. S., Ermaya, L. H. N., Umara, Y. U., & Farras, N. El. (2025). Pengaruh
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Terhadap Kinerja. Jurnal Ilmiah Manajemen, 16(1),
291–300. [Link]

Huzaifa, M., Salih, B., Information, A., Lahore, A., & Court, H. (n.d.). AI-Enhanced
Scholarly Communication: Transforming Peer Review, Knowledge Dissemination, and
Academic Publishing Workflows in the Digital Era.

Jenita, Saputra, A. M. A., Salwa, Wijayanto, G., Asri, H., & Novandalina, A. (2023).
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENYUSUN ARTIKEL
ILMIAH TERINDEKS SINTA. Communnity Development Journal, 4(5), 10292–10299.

Kotsis, K. T. (2025). Redefining Scientific Authorship in the Age of AI: Challenges for
Editors and Institutions. European Journal of Innovative Studies and Sustainability, 1(5), 23–
33. [Link]

Lund, B. D., Wang, T., Mannuru, N. R., Nie, B., Shimray, S., & Wang, Z. (2023). ChatGPT
and a new academic reality: Artificial Intelligence-written research papers and the ethics of
the large language models in scholarly publishing. Journal of the Association for Information
Science and Technology, 74(5), 570–581. [Link]

Nabila, I., Salsabilah, L. Z., & Arsinda, F. R. (2025). Pengaruh Penggunaan Artificial
Intelligence ( AI ) dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa dan Kepenulisan
Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang Pendahuluan. 5(2), 660–670.

Rahayu, S., Diklat, B., & Ambon, K. (2024). Pemanfaatan Artificial Intelligence ( AI ) dalam
Penulisan Artikel Ilmiah.

Razack, H. I. A., Mathew, S. T., Saad, F. F. A., & Alqahtani, S. A. (2021). Artificial
intelligence-assisted tools for redefining the communication landscape of the scholarly world.
Science Editing, 8(2), 134–144. [Link]

Regmi, A., & Vaishya, R. (2025). Artificial Intelligence in Scholarly Publishing: Enhancing
Editorial Efficiency While Preserving Human Expertise. Journal of Medical Sciences, 3(10),
1–10. [Link]

Saepuloh, D., & Subandriyo, J. (2025). Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Penulisan
Karya Ilmiah: Peluang, Tantangan, dan Implikasi Etis: Utilization of Artificial Intelligence in
Scientific Writing:Opportunities, Challenges, and Ethical Implications. Publishing Letters,
2(1), 11–14. [Link]
[Link]/publetter/article/download/46/23

Sakinah, R., Kuswinarno, M., & Madura, U. T. (2024). DAMPAK KECERDASAN BUATAN
TERHADAP DIGITALISASI DAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA : PELUANG DAN
DAMPAK KECERDASAN BUATAN TERHADAP DIGITALISASI DAN KINERJA SUMBER
DAYA MANUSIA : PELUANG DAN. 2(9).

Septi Rahayu. (2023). Pemanfaatan artificial intelligence ( Ai ) dalam penulisan artikel


ilmiah. Communnity Development Journal, 4(4), 9318–9322.

Wen, J. (2023). The future of ChatGPT in academic research and publishing : A commentary
for clinical and translational medicine. February, 2–4. [Link]

Xu, Y., Ye, S., Liu, R., Shao, L., & Zhu, X. (2024). Spider Matrix : Towards Research Paper
Evaluation and Innovation for Everyone.

Yuswanto, A. (2024). Pengaruh Teknologi Ai Chatgpt Terhadap Publikasi Jurnal Di


Indonesia: Studi Literatur. Jurnal Ismetek ISSN, 18(2), 2986–2973.

Anda mungkin juga menyukai