0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan11 halaman

Analisis Uji T untuk Hemoglobin dan Obat

Dokumen ini menjelaskan beberapa analisis statistik menggunakan uji t, termasuk uji satu sampel, uji dua sampel independen, dan uji t berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa terapi zat besi tidak mengembalikan kadar hemoglobin ke level normal, sementara perbedaan penurunan tekanan darah antara dua obat tidak signifikan. Selain itu, program edukasi meningkatkan kepatuhan pasien secara signifikan, sedangkan kadar vitamin C tablet tidak berbeda dari standar pabrik.

Diunggah oleh

erajes05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan11 halaman

Analisis Uji T untuk Hemoglobin dan Obat

Dokumen ini menjelaskan beberapa analisis statistik menggunakan uji t, termasuk uji satu sampel, uji dua sampel independen, dan uji t berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa terapi zat besi tidak mengembalikan kadar hemoglobin ke level normal, sementara perbedaan penurunan tekanan darah antara dua obat tidak signifikan. Selain itu, program edukasi meningkatkan kepatuhan pasien secara signifikan, sedangkan kadar vitamin C tablet tidak berbeda dari standar pabrik.

Diunggah oleh

erajes05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Diketahui: n = 25, x́=12 , 6g/dL, s=0 , 9g/dL, nilai populasi μ0=13g/dL.

H 0 : μ=13 (rata-rata Hb setelah terapi = 13 g/dL)


H 1 : μ ≠ 13(rata-rata Hb berbeda dari 13 g/dL — uji dua arah)
2. Jenis uji
Uji-t satu sampel (one-sample t-test), two-tailed.
3. Hitung t

 Standard error: SE=s / √ n=0 , 9/ √ 25=0 , 9/5=0 , 18.

 Selisih rata-rata: x́−μ0 =12 ,6−13=−0 , 4 .

x́−μ0 −0 , 4
 Statistik t: t= = ≈−2,222 .
SE 0 , 18
Jadi t ≈ −2.22.
4. Perbandingan dengan tabel / keputusan

 Derajat kebebasan: df =n−1=24 .

 Pada α =0 , 05 (dua arah), nilai kritis t 0.025 ,24 ≈± 2,064 .

 Karena ∣t ∣=2, 22>2,064 , tolak H 0.

5. p-value (pendekatan numerik)


p-value dua arah ≈ 0,036 (≈ 0,03595). Karena p < 0,05, konsisten dengan
keputusan tolak H₀.
6. Interpretasi dalam konteks penelitian
Terdapat bukti statistik pada taraf signifikansi 5% bahwa rata-rata kadar
hemoglobin pasien anemia setelah terapi zat besi berbeda dari nilai normal
populasi 13 g/dL. Nilai rata-rata sampel (12,6 g/dL) berada di bawah 13,
sehingga arah perbedaannya menunjukkan bahwa setelah terapi, rata-rata Hb
pada sampel ini lebih rendah daripada nilai normal populasi. Dengan kata lain,
data menunjukkan bahwa terapi belum mengembalikan Hb ke tingkat normal
(pada level signifikansi ini).

Diketahui: Obat A: n₁ = 12, x̄₁ = 10,2 mmHg, s₁ = 3,1.


Obat B: n₂ = 10, x̄₂ = 7,8 mmHg, s₂ = 2,4.
1) Hipotesis
H₀: obat A = obat B (tidak ada perbedaan penurunan sistolik antara Obat A dan
Obat B).
H₁: obat A ≠ obat B (ada perbedaan).
2) Jenis uji dan alasan
Gunakan independent two-sample t-test (Welch) — karena sampel
independen, ukuran kecil, dan varians tidak diasumsikan sama (lebih aman
memakai Welch).
3) Hitungan (langkah demi langkah)
 Varians: s₁² = 3,1² = 9,61; s₂² = 2,4² = 5,76.
 Komponen SE: s₁²/n₁ = 9,61/12 = 0,8008333… ; s₂²/n₂ = 5,76/10 = 0,576.
 Jumlah = 0,8008333 + 0,576 = 1,3768333.

 Standard error: SE= √ 1,3768333 ≈ 1,1733854.

 Selisih rata-rata: x̄₁ − x̄₂ = 10,2 − 7,8 = 2,4.


 Statistik t:

2,4
t= ≈ 2,0454.
1,1733854
 Derajat kebebasan:

df ≈ ¿ ¿
 p-value (dua arah) ≈ 0,0543.
4) Keputusan (α = 0.05)
Nilai kritis t dua arah untuk df≈20 adalah ≈ ±2,086. Karena |t| = 2,045 < 2,086
dan p ≈ 0,0543 > 0,05, gagal tolak H₀ pada taraf 5%.
5) Interpretasi dalam konteks terapi hipertensi
Rata-rata penurunan sistolik pada sampel untuk Obat A (10,2 mmHg) tampak
lebih besar daripada Obat B (7,8 mmHg) — selisih 2,4 mmHg — namun
perbedaan ini tidak mencapai signifikan statistik pada α = 0,05 (p ≈
0,054). Dengan kata lain, berdasarkan data dan ukuran sampel saat ini kita
tidak dapat menyatakan ada perbedaan yang pasti antara kedua obat pada
tingkat signifikansi 5%.
p ≈ 0,054 cukup mendekati 0,05 (borderline); dengan sampel lebih besar atau
desain yang lebih kuat perbedaan tersebut mungkin menjadi signifikan. Juga
pertimbangkan apakah selisih 2,4 mmHg bermakna secara klinis — itu keputusan
medis/klinis terpisah dari signifikansi statistik. Mau saya hitung juga interval
kepercayaan 95% untuk selisih rata-rata?
. Menyusun Hipotesis
 Hipotesis nol (H0): Tidak ada perbedaan rata-rata kepatuhan sebelum dan
sesudah edukasi (μ_d = 0).
 Hipotesis alternatif (H1): Ada perbedaan rata-rata kepatuhan sebelum dan
sesudah edukasi (μ_d ≠ 0).
2. Menentukan Jenis Uji
Digunakan paired t-test (uji t berpasangan) karena:
 Data diambil dari subjek yang sama (pasien yang diukur sebelum dan
sesudah intervensi).
 Tujuannya membandingkan rata-rata dua pengukuran berpasangan.
3. Menghitung Selisih (d) dan Statistik Dasar
 Hitung selisih tiap pasien: d = skor sesudah - skor sebelum.
 Daftar selisih: 8, 9, 2, 7, 7, 9, 4, 6.

 Hitung rata-rata selisih (d́ ):

∑ d i 8+9+ 2+ 7+7+ 9+ 4 +6
d́= = =6.5
n 8
 Hitung simpangan baku selisih (s):

s= √ ∑ ¿ ¿ ¿
Dengan data di atas, didapat simpangan baku 2,45.
4. Menghitung t Hitung
Pakai rumus t berpasangan:


t=
s/√n
dengan:

 d́=¿ rata-rata selisih


 s=¿ simpangan baku selisih
 n=¿ jumlah pasangan data
Masukkan angka:

6 ,5
t= =7 , 51
2 , 45/ √ 8
5. Menentukan t Kritis dan p-value

 Derajat bebas df =n−1=7

 Untuk α=0,05 (dua sisi), t kritis ≈ 2,36.


 p-value diperoleh dari distribusi t, hasilnya 0,00014.
 Karena t hitung > t kritis dan p-value < 0,05, maka H0 ditolak.
 Artinya, program edukasi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan
pasien.
 "Terdapat peningkatan signifikan rata-rata skor kepatuhan pasien diabetes
setelah edukasi (mean difference: 6,5; t(7)=7,51; p=0,00014). Program
edukasi terbukti secara statistik meningkatkan kepatuhan terhadap
pengobatan."
Setiap langkah di atas harus diikuti berurutan dan transparan agar analisis valid
secara ilmiah dan dapat direplikasi oleh peneliti lain
Jenis Uji, Hipotesis, dan Langkah
 Jenis Uji: Uji t berpasangan (paired t-test), sebab dibandingkan dua
sediaan pada subjek yang sama.
 Hipotesis:
 H0: Tidak ada perbedaan kadar obat antara tablet dan sirup (rata-
rata selisih = 0).
 H1: Ada perbedaan kadar obat antara tablet dan sirup (rata-rata
selisih ≠ 0).
 Langkah Perhitungan:
1. Hitung selisih kadar setiap pasien: selisih = sirup - tablet.

2. Diperoleh selisih tiap pasien: 0.3, 0.2, 0.4, 0.3, 0.2, 0.4.

3. Hitung rata-rata selisih (d́ ): 0.3 µg/mL.

4. Hitung simpangan baku selisih: 0.089.

5. Hitung nilai t hitung:

0.30
t= ≈8.22
.089/ √ 6
6. Derajat bebas = 5, t kritis (dua sisi, α=0.05) = 2.57.

7. p-value = 0.00043.

Interpretasi Bioavailabilitas
 Karena t hitung (8,22) > t kritis (2,57) dan p-value (0,00043) < 0,05, dapat
disimpulkan kadar obat plasma dari sirup secara signifikan lebih tinggi
dibandingkan tablet pada pasien yang sama.
 Dalam konteks bioavailabilitas, sirup menunjukkan absorbsi obat yang
lebih baik, sehingga potensi efek terapeutik bisa lebih optimal dibanding
tablet pada dosis yang sama
Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif
 Hipotesis Nol (H₀):
Tidak ada perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan antara metode
konseling tatap muka dan online.
μ1=μ2 atau μ1−μ2 =0
 Hipotesis Alternatif (H₁):
Ada perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan antara kedua metode.
μ1 ≠ μ2 (uji dua arah)

2. Jenis Uji dan Alasan Pemilihan


 Jenis Uji: Independent samples t-test (uji t dua sampel independen)
 Alasan:
o Membandingkan mean dari dua kelompok independen (tatap
muka vs online).
o Ukuran sampel kecil (n₁ = n₂ = 15), populasi SD tidak diketahui,
diasumsikan data berdistribusi normal atau mendekati normal.
o Asumsi homogenitas varians bisa diuji, tapi di sini langsung
diberikan df = 28 (artinya menggunakan pooled variance), jadi
menggunakan t-test pooled.
3. Menghitung t hitung
Diketahui:

 n₁ = 15, X́ 1 =82, s1=6

 n₂ = 15, X́ 2 =79, s2=5

 df = 28 (berarti equal variance assumed)


Rumus pooled variance:
2 2
2 (n1−1)s 1+(n2−1)s 2 2 (15−1)⋅ 62 +(15−1)⋅52 2 14 ⋅36 +14 ⋅25
s p= s p= s p=
n1+ n2−2 15+15−2 28
2 504 +350 854
s p= = =30.5 s p= √ 30.5 ≈ 5.5227
28 28
Rumus t hitung:

X́ 1− X́ 2 82−79 3

√ √
t= t= t= 2
sp
√ 1 1
+
n1 n2 √
5.5227 ⋅
1 1
+
15 15
5.5227 ⋅
2
15
15
≈ √ 0.13333 ≈ 0.36515

3 3
t= 5.5227 ⋅0.36515 ≈ 2.016t ≈ ≈1.488
5.5227 ⋅0.36515 2.016
Jadi, t hitung ≈ 1.488

4. Keputusan Uji Statistik


Df = 28, α = 0.05, uji dua arah → lihat tabel t:
Nilai kritis t tabel ≈ ±2.048

Karena ∣t hitung ∣=1.488< 2.048, maka gagal tolak H₀.

5. Kesimpulan
Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara metode konseling
tatap muka dan online dalam meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi pada
tingkat signifikansi 5%.

1. H₀: μ₁ = μ₂; H₁: μ₁ ≠ μ₂


2. Uji t independen karena membandingkan mean 2 kelompok independen
dengan n kecil dan varians populasi tidak diketahui.
3. t hitung ≈ 1.488
4. Tidak signifikan, berarti tidak cukup bukti untuk menyatakan ada
perbedaan efek antara kedua metode.
Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif
 Hipotesis Nol (H₀):
Kadar vitamin C tablet sama dengan standar pabrik.
μ=100 mg/tablet
 Hipotesis Alternatif (H₁):
Kadar vitamin C tablet berbeda dari standar pabrik.
μ ≠100 mg/tablet (uji dua arah)

2. Jenis Uji dan Alasan Pemilihan


 Jenis Uji: One-sample t-test (uji t satu sampel)
 Alasan:
o Membandingkan mean sampel dengan suatu nilai populasi tetap
(100 mg).
o Simpangan baku populasi tidak diketahui, hanya simpangan baku
sampel yang diketahui ( s=5).

o Ukuran sampel kecil (n=10).

3. Menghitung t hitung
Diketahui:
 n=10
 x́=96.5
 s=5
 μ0=100
Rumus:

x́−μ0 96.5−100 −3.5 −3.5


t= t= t= 5/3.1623 ≈ 1.5811t ≈ ≈−2.214
s/√n 5/ √ 10 5/3.1623 1.5811

Jadi, t hitung ≈ -2.214

4. Membandingkan dengan t tabel

 Derajat bebas (df) = n−1=10−1=9

 Tingkat signifikansi α =0.05 (dua arah)

 Nilai kritis t tabel dari tabel t: ± 2.262

Karena ∣t hitung ∣=2.214 <2.262, maka gagal tolak H₀.

5. Kesimpulan
Tidak ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa kadar vitamin C tablet
berbeda secara signifikan dari standar pabrik (100 mg) pada tingkat signifikansi
5%.

Jawaban akhir:
1. H₀: μ = 100 mg; H₁: μ ≠ 100 mg
2. One-sample t-test karena membandingkan mean sampel dengan nilai
populasi tetap dan SD populasi tidak diketahui.
3. t hitung ≈ -2.214, t tabel (df=9, α=0.05 dua arah) = ±2.262
4. Tidak signifikan, artinya kadar vitamin C tidak berbeda secara statistik
dari standar 100 mg.

Anda mungkin juga menyukai