ABSTRAK
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU
HAMIL DI PUSKESMAS MPUNDA TAHUN 2021
Ardina1, Nur Islamyati2,
Program Studi D III Kebidanan Harapan Bunda Bima
LATAR BELAKANG Sampai saat ini tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia masih
merupakan masalah yang menjadi prioritas di bidang kesehatan. Disamping menunjukkan
derajat kesehatan masyarakat juga menggambarkan kualitas pelayanan kesehatan. Penyebab
langsung kematian ibu salah satunya adalah anemia. Di Puskesmas Mpunda menunjukan
bahwa anemia pada ibu hamil pada tahun 2018 sebanyak 56 kasus. Pada tahun 2019
mengalami peningkatan sebanyak 122 kasus. Sedangkan pada tahun 2020 mengalami
peningkatan sebanyak 156 kasus.
TUJUAN PENELITIAN Untuk mengidentifikasi Gambaran Pengetahuan Ibu dengan
Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Di Puskesmas Mpunda Tahun 2021.
METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan
pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah semua ibu hamil dengan Anemia sebanyak 156
responden. Sampel sebanyak 39 orang dan menggunakan rumus Arikunto dengan tehnik
pengambilan sampel yaitu simple random sampling.
HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Mpunda Kota Bima
Tahun 2021 sebagian besar pengetahuan kurang yaitu sebanyak 25 (64,1%). Hasil penelitian
ini dapat disimpulkan kurangnya pengetahuan ibu mempengaruhi anemia pada ibu hamil.
Kata Kunci : Pengetahuaa, anemia, ibu hamil.
LATAR BELAKANG
Sampai saat ini tingginya angka kematian ibu di Indonesia masih merupakan masalah
yang menjadi prioritas di bidang kesehatan. Di samping menunjukkan derajat kesehatan
masyarakat juga menggambarkan kualitas pelayanan kesehatan. Penyebab langsung
kematian ibu salah satunya adalah anemia. Dalam era pembangunan di Indonesia seperti
sekarang ini, dimana mutu sumber daya manusia merupakan keadaan yang sangat
diprioritaskan maka masalah anemia perlu mendapat penanganan yang serius (Purwandari, A,
dkk, 2020).
Anemia adalah gejala kekurangan (defisiensi) sel darah merah karena kadar
haemoglobin yang rendah. Kekurangan sel darah merah akan membahayakan tubuh, sebab
sel darah merah berfungsi sebagai sarana transportasi zat gizi dan oksigen yang diperlukan
pada proses fisiologis dan biokimia dalam setiap jaringan tubuh. Anemia masih merupakan
salah satu masalah gizi yang prevalensinya paling tinggi dibandingkan dengan masalah
kurang gizi lainnya (Soetjiningsih, 2019).
Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada remaja dan ibu hamil. Anemia
pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi, menurut World Health Organization
(WHO) 2018, prevalensi anemia di dunia sebesar 26,2% dengan jumlah kejadian pada
perempuan sebesar 49,1% (Kemenkes RI, 2018).
Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 anemia pada ibu
hamil sebanyak 48,9%. Di Negara berkembang, satu dari dua ibu hamil diperkirakan anemia.
Anemia menjadi masalah kesehatan berat jika prevalensinya lebih dari 40% dalam suatu
wilayah.
Berdasarkan laporan data NTB tahun 2018 jumlah penderita anemia pada tahun 2016
sebanyak 29 orang, meningkat di tahun 2017 menjadi30 orang, dan mengalami peningkatan
kembali pada tahun 2018 menjadi 34 orang (Laporan Dinas Kesehatan NTB, 2018).
Dinas Kesehatan Kota Bima menunjukan bahwa anemia pada ibu hamil pada tahun
2018 sebanyak 283 kasus. Pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebanyak 320 kasus.
Sedangkan pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 463 kasus (Dikes Kota Bima,
2020).
Di Puskesmas Mpunda menunjukan bahwa anemia pada ibu hamil pada tahun 2018
sebanyak 56 kasus. Pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebanyak 122 kasus. Sedangkan
pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 156 kasus (Puskesmas Mpunda, 2020).
Penyebab anemia pada ibu hamil seperti banyak berpantangan makanan tertentu selagi
hamil dapat memperburuk keadaan anemia gizi besi, biasanya ibu hamil enggan makan
daging, ikan, hati atau pangan hewani lainnya dengan alasan yang tidak rasional. Selain
karena adanya pantangan terhadap makanan hewani faktor ekonomi merupakan penyebab
pola konsumsi masyarakat kurang baik, tidak semua masyarakat dapat mengkonsumsi lauk
hewani dalam setiap kali makan. Padahal pangan hewani merupakan sumber zat besi yang
tinggi absorsinya (Proverawati dkk, 2019).
Penyebab lain anemia pada ibu hamil seperti kurangnya pengetahuan ibu hamil
mengenai asupan bergizi selama kehamilan, pendidikan ibu yang terbilang rendah, paritas
disebabkan terlalu sering hamil dapat menguras cadangan zat gizi tubuh ibu, sedangkan umur
ibu terlalu muda/tua <20 tahun dan >35 tahun (Waryana, 2019).
Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah nasional karena mencerminkan
nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besar terhadap
kualitas sumber daya manusia. Anemia pada ibu hamil disebut “potensial danger to
mother and child”(potensial membahayakan ibu dan anak). Oleh karena itu anemia
memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan
(Proverawati dkk, 2019).
Dampak yang diakibatkan oleh adanya anemia pada ibu hamil adalah berbagai macam
komplikasi terhadap ibu, berupa gangguan saat kehamilan (kenaikan berat badan gestasi yang
tidak adekuat, abortus, prematuritas); gangguan saat persalinan (atonia uteri, partus lama,
perdarahan); maupun gangguan saat masa nifas (rentan terhadap infeksi dan stress akibat
penurunan daya tahan tubuh, produksi ASI rendah); hingga yang paling parah adalah
kematian ibu. Sementara itu, akibat yang ditimbulkan anemia pada ibu hamil pada janin
adalah imaturitas, prematuritas, berat badan lahir rendah, maupun malnutrisi ataupun
malformasi pada bayi yang dilahirkan (Marmi, 2019).
Upaya pemerintah untuk mengurangi angka kejadian anemia dalam kehamilan yaitu
dengan menjalankan program Pelayanan Antenatal Terpadu yang didalamnya termasuk
pelayanan konseling masalah gizi selama kehamilan, pemeriksaan kadar hemoglobin minimal
1 kali pada trimester 1 dan 1 kali pada trimester 3 dan pemberian tablet Fe dan asam folat
minimal 90 tablet selama kehamilan (Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,
2020).
Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
Gambaran Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Di Puskesmas Mpunda
Tahun 2020.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif. Desain yang digunakan adalah dengan
menggunakan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang dilakukan Obserbvasi
atau pengamatan data sekaligus pada suatu saat bersamaan. Subjek penelitian hanya di
obserbvasi sekali saja dan pengukuran yang dilakukan terhadap status atau variabel subyek
pada saat pemeriksaan.
Populasi adalah semua ibu hamil dengan Anemia sebanyak 156 responden. Sampel
sebanyak 39 orang dan menggunakan rumus Arikunto dengan tehnik pengambilan sampel
yaitu simple random sampling.
HASIL PENELITIAN
1. Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Ibu
Pengetahuan Ibu Jumlah (n) Persentase (%)
Kurang 25 64,1%
Cukup 10 25,7%
Baik 4 10,2%
Total 39 100%
Berdasarkan tabel 4.1 karakteristik responden berdasarkan pengetahuan ibu yang
terbanyak adalah kurang yaitu sebanyak 25 responden (64,1%).
PEMBAHASAN
1. Pengetahuan Ibu
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari 46 ibu hamil dengan anemia terlihat
bahwa sebagian besar pengetahuan responden yaitu kurang 25 (64,1%), cukup 10 (25,7%)
dan pengetahuan baik yaitu 4 (10,2%).
Penelitian ini sejalan dengan Helsika Juniliyanti (2019) dari 15 orang ibu hamil
yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 11 orang (23.9%), pengetahuan cukup
sebanyak 3 orang (6.5%) dan pengetahuan baik sebanyak 1 orang (2,2%). Dari 31 orang
ibu yang tidak anemia yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 7 orang (15,2%),
pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (10,9%), pengetahuan baik sebanyak 19 orang
(41,3%). Berdasarkan nilai p-value danChi Square diperoleh hasil bahwa ada hubungan
pengetahuan tentang anemia dalam kehamilan dengan kejadian anemia dalam kehamilan
(p=0,001; X²=13.679).
Sejalan dengan penelitian Lindung Purbadewi dan Yuliana Noor Setiawati Ulvie
(2019), dengan judul penelitian Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan
Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Induk Moyudan Kabupaten Sleman
Kota Yogyakarta yang menyatakan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan anemia
dalam kehamilan. Demikian pula hasil penelitian Erna Kusuma Wati dan Setiyowati
Rahardjo (2020), dengan judul penelitian “Hubungan Pengetahuan, Sikap,dan Perilaku
mengenai Zat Besi Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Jatilawang
Kabupaten Banyumas yang menyatakan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan
kejadian anemia dalam kehamilan.
Pengetahuan adalah hasil tahu setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap
objek tertentu. Penginderaan ini melalui panca indera manusia yaitu penglihatan,
pendengaran, penciuman, rasa dan raba (Notoadmodjo, 2020). Pengetahuan melandasi
sikap seseorang. Menurut Notoatmojo (2020) bahwa dasar dari seseorang akan bertindak
adalah pengetahuan. Pengetahuan merupakan hasil tahu yang terjadi setelah orang
melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui
panca indera manusia yang terdiri dari indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa
dan raba. Sebagian diperoleh melalui penglihatan dan pendengaran. Pengetahuan
merupakan domain yang sangat penting dalam terbentuknya tindakan seseorang
(Notoatmodjo, 2020).
Pengetahuan atau kognitif adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk
tindakan seseorang (overtbehavior). Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai
intensitas atau tingkatan yang berbeda (Notoadmodjo, 2020). Pengetahuan dipengaruhi
oleh beberapa hal yaitu pendidikan, pekerjaan, umur, pengalaman, kebudayaan dan
informasi. Hal ini juga berlaku dalam kejadian anemia dalam kehamilan. Seorang ibu
hamil harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami tentang anemia dalam
kehamilan. Sebagai penunjang seorang ibu juga harus memiliki pengetahuan umum
mengenai kesehatan dan tumbuh kembang janinnya. Dengan pengetahuan yang cukup
nantinya ibu bisa memahami tentang anemia dalam kehamilan.
Semakin baik pengetahuan ibu hamil tentang anemia, maka ibu tidak akan
mengalami anemia. Menurut Azwar (2019), hal tersebut karena pengetahuan seseorang
tentang sesuatu hal akan mempengaruhi perilakunya. Perilaku pencegahan anemia dalam
kehamilan tergantung dari pemahaman individu tentang suatu hal tersebut, sehingga akan
mendorong individu melakukan perilaku tertentu pada saat dibutuhkan.
Pengetahuan dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, pengalaman melahirkan
sebelumnya. Menurut Sulistina (2020) bahwa pendidikan mempengaruhi proses belajar,
semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah orang tersebut menerima
informasi. Pada hasil penelitian diketahui bahwa sebagian pendidikan ibu hamil adalah
SMU, hal berarti pendidikan ibu hamil masih dalam dalam kategori pendidikan menengah
sehingga mempengaruhi pengetahuan dan sikap yang dimilikinya.
Ibu hamil yang memiliki pengetahuan yang kurang akan cenderung mengabaikan
kesehatan dan pada akhirnya akan memiliki tindakan yang akan membahayakan bagi
dirinya sendiri. Kurangnya pengetahuan dapat diperparah dengan kurangnya informasi
karena adanya anggapan atau persepsi yang salah tentang anemia dalam kehamilan dan
hal-hal yang menyertainya. Informasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2020). Informasi dapat menstimulus seseorang,
sumber informasi dapat diperoleh dari media cetak (surat kabar, leaflet, poster), media
elektronik (televisi, radio, video), keluarga, dan sumber informasi lainnya (Sariyati,
2019). Setelah seseorang memperoleh pengetahuan dari berbagai sumber informasi maka
akan menimbulkan sikap dan perilaku (Notoatmodjo, 2020).
Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap
objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya).
Pengindraan menghasilkan pengetahuan yang dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan
presepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui mata
dan telinga (Notoatmodjo, 2020). Berdasarkan Penelitian tersebut Puskesmas Mpunda
harus memberikan KIE tentang meningkatkan Pengetahuan ibu mengenai Anemia pada
kegiatan posyandu, penyuluhan dan saat ibu memeriksakan dirinya.
KESIMPULAN
1. Berdasarkan hasil penelitian Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil
Di Puskesmas Mpunda Tahun 2021 sebagian besar memiliki pengetahuan kurang.
SARAN
1. Bagi Peneliti
Diharapkan peneliti semakin memahami pentingnya Anemia bagi ibu sehingga
kedepannya dapat melakukan penyuluhan dan memberikan KIE yang baik ditunjang oleh
pengetahuan yang baik.
2. Bagi Masyarakat
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi masyarakat untuk
meningkatkan penggalakan program Anemia melalui pendidikan kesehatan maupun
penyuluhan tentang pentingnya Anemia pada ibu hamil.
3. Bagi Institusi Kesehatan
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi institusi pelayanan
kesehatan untuk meningkatkan penggalakan program Anemia baik melalui pendidikan
kesehatan maupun penyuluhan pada masyarakat tentang pentingnya Anemia.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar S. 2019. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Erna Kusuma Wati dan Setiyowati Rahardjo. (2020). Hubungan Suplementasi Tablet Fe
dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hail Trimester III di Puskesmas Air Dinging Kota
Padang, Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian,
Institut Pertanian Bogor. Skripsi FP IPB, Bogor.
Junliyanti, H. (2019). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang anemia dengan kejadian
anemia dalam kehamilan di wilayah kerja puskesmas kandai kota kendari tahun 2019.
Skripsi. Politeknik Kesehatan Kendari. Kendari.
Kemenkes RI. 2018. Data dan Informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia 2018.
Lindung Purba dewi Dan Yuliana Noor Setiawati Ulvie. 2019. Hubungan Tingkat
Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas
Induk Moyu dan Kabupaten Sleman Kota Yogyakarta Diakses Tanggal 09 Juli 2019.
Marmi. (2019). Panduan Lengkap Manajemen Laktasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Notoatmodjo, S. 2020. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta :Rineka Cipta.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
2020.
Profil Kesehatan Dikes NTB tahun 2018
Profil Kesehatan Dinkes Kota Bima NTB tahun 2020
Profil Puskesmas Mpunda Kota Bima NTB. 20220
Proverawati. 2019. Buku ajar Gizi Untuk Kebidanan. Yogyakarta: Maha Medika.
Purwandari, A, dkk. 2020. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia. Jurnal
Ilmiah Bidan. 2020; 4(1): 62-68.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Kementerian RI tahun 2018. [Link]
download/infoterkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%[Link] – Diakses
Agustus 2018.
Sariyati. (2019).. Pengaruh pendidikan terhadap anemia pada ibu hamil di kabupaten
pemalang.
Soetjiningsih. 2019. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta :Sagung Seto.
Sulistina. (2020). Hubungan Pendidikan Dan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Anemia Pada
Ibu Hamil Di BPS T Yohan Way Halim Bandar Lampung Tahun 2020, Jurnal
Kesehatan Holistik Vol 10, No 1. Diakses Juni 2020.
Waryana. Gizi Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rahima; 2019.
World Health Organization (WHO). 2018. Noncommunicable Diseases in the South-East
Asia Region. Diunduhdari [Link] PDS_DOCS/[Link]?ua=1 16
November 2018.