0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Pembelajaran Berbasis Praktik di Pendidikan

Dokumen ini membahas tentang pembelajaran berbasis praktik, yang merupakan pendekatan penting dalam pendidikan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan nyata di dunia kerja. Metode praktik langsung dianggap efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa melalui pengalaman nyata. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tujuan, jenis metode, langkah-langkah penerapan, serta kelebihan dan kelemahan dari metode praktik langsung dalam pembelajaran.

Diunggah oleh

fahuwa01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Pembelajaran Berbasis Praktik di Pendidikan

Dokumen ini membahas tentang pembelajaran berbasis praktik, yang merupakan pendekatan penting dalam pendidikan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan nyata di dunia kerja. Metode praktik langsung dianggap efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa melalui pengalaman nyata. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tujuan, jenis metode, langkah-langkah penerapan, serta kelebihan dan kelemahan dari metode praktik langsung dalam pembelajaran.

Diunggah oleh

fahuwa01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KERANGKA TEORETIK

A. Tinjauan Teori Tentang Pembelajaran Berbasis Praktik

1. Pengertian Pembelajaran Berbasis Praktik

Secara etimologis kata pembelajaran berasal dari kata dasar belajar

yang merupakan turunan dari kata ajar dengan imbuhan be dan –ar. Dengan

demikian pembelajaran mencerminkan proses aktif untuk memperoleh dan

mengembangkan ilmu atau keterampilan melalui pengalaman, studi, atau

penelitan.1 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemahaman adalah

proses, cara, perbuatan memahami atau memahamkan. 2 Instruction atau

pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses

belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun

sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses

belajar.

Menurut Trianto, pembelajaran adalah aspek kegiatan yang kompleks

dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya. Secara sederhana, pembelajaran

dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjtan antara pengembangan

dan pengalaman hidup. Pada hakikatnya, Trianto mengungkapkan bahwa

pembelajaran merupakan usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan

1
Pusat Bahasa Departemen Pendidi11!kan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2008), 147.
2
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai
Pustaka, 2003), hal. 811
peserta didiknya (mengarahkan interaksi peserta didik dengan sumber belajar

lain) dengan maksud agar tujuannya dapat tercapai.3

Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa pembelajaran adalah

proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu

lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik

agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan

kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta

didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta

didik agar dapat belajar dengan baik.4

Secara etimologis, kata praktik berasal dari bahasa Yunani praktikos,

yang berarti "berkaitan dengan tindakan" atau "siap untuk bertindak”. Ini

menunjukkan bahwa praktik merujuk pada tindakan nyata yang dilakukan

berdasarkan pengetahuan atau keterampilan tertentu. Dalam ranah pendidikan

maupun dunia kerja, penerapan praktik memiliki peran sangat penting dalam

menguji kebenaran suatu teori. Metode pembelajaran berbasis praktik

membuat proses belajar menjadi lebih optimal karena peserta didik secara

langsung mengaplikasikan teori yang telah mereka pelajari. Melalui kegiatan

praktik, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga

memperoleh pemahaman mendalam melalui pengalaman nyata. Hal ini dapat

3
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif- Progresif (Jakarta: Kencana, 2009),
hlm. 19.
4
Dr. Ahdar Djamaluddin, [Link]., [Link]., [Link].I & Dr. Wardana, [Link].I, Belajar dan
Pembelajaran (Yokyakarta : Kaffah Learning Center, 2019), 13.
memperkuat ingatan, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan

rasa percaya diri dalam menerapkan ilmu di berbagai situasi praktis.5

Metode praktik langsung adalah metode yang dilakukan oleh guru

dengan cara melakukan praktik secara langsung sesuai dengan materi yang

akan disampaikan kepada anak-anak. Dengan penggunaan metode praktik

langsung siswa akan lebih mengaplikasikan materi yang disampaikan oleh

guru. Disamping itu siswa juga mampu membuktikan dan mempercayai

sebuah teori setelah ia melakukan praktik.6 Praktik langsung merupakan

pengalaman pendidikan yang melibatkan anak secara aktif dalam manipulasi

objek untuk menambah pengetahuan atau pengalaman. Kegiatan praktik

langsung adalah kegiatan menggunakan objek, berupa makhluk hidup maupun

benda mati, yang tersedia secara langsung untuk penelitian.

Dari penjelasan diatas dapat dijelaskan bahwa metode praktik

langsung ialah pembelajaran yang memberikan kesempatan pada anak

secara langsung untuk memahami suatu teori serta mengeksplor

kemampuannya sendiri. pemahaman konsep tentang metode praktik

langsung dapat meningkatkan daya pikir anak sehingga mereka dapat

memahami materi dengan baik. Pemahaman konsep ini dapat diketahui

dari perilaku anak yang mampu memahami materi dengan baik dan mereka

bisa aktif serta mengingat daya fikir dengan baik. Dengan begitu anak dapat

6
Munthe, Z, Strategi Pembelajaran Aktif. (Yogyakarta: Pustaka Insan Madanis, 2008), 251
memiliki kemampuan untuk menjelaskan materi sesuai dengan konsep dan

teorinya.

Sedangkan yang disebut dengan pembelajaran berbasis praktik adalah

pendekatan yang paling relevan dalam menyiapkan peserta didik untuk

menghadapi tantangan nyata di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini menekankan bahwa belajar tidak cukup hanya dengan

memahami teori, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam konteks

nyata. Dalam dunia yang terus berkembang, terutama di era revolusi industri,

kemampuan kognitif saja tidak lagi cukup; keterampilan praktis, berpikir kritis,

dan problem solving menjadi sangat penting.

2. Tujuan Pembelajaran Berbasis Praktik

Pembelajaran Berbasis Praktik adalah salah satu cara yang

ditempuh dalam mencapai tujuan pembelajaran dimana

seorang pendidik diharapkan menciptakan kondisi yang baik,

yang memungkinkan setiap peserta didik dapat

mengembangkan kreatifitasnya dengan efektif. Dalam

meningkatkan pemahaman ibadah, maka diperlukan teknik

dan metode yang mampu mengembangkan kemampuan

memahami ibadah yaitu dengan cara menerapkan

pembelajaran berbasis praktik.


Tujuan pembelajaran berbasis praktik yaitu agar siswa terampil

melakukan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Aspek psikomotor

dalam pengajaran agama dapat dibuat dengan mudah, yaitu menyebut bagian-

bagian pelajaran agama yang menyangkut keterampilan melakukan, seperti

keterampilan berwudlu‟, keterampilan melakukan gerakan shalat dan

keterampilan memandikan jenazah.7

Metode praktik langsung atau drill method adalah metode yang

membuat siswa aktif, Metode ini dikenal sebagai metode yang mengajarkan

latihan-latihan kepada siswanya. Tujuan dari metode ini adalah membuat anak

aktif.8 Metode praktik Langsung dipilih karena sesuai dengan karakter siswa

yang hiperaktif. Jika siswa hanya mendengarkan materi atau menyimak

pelajaran, pasti siswa tersebut tidak mampu menyelesaikan pelajaran dengan

baik.9

3. Macam-macam Pembelajaran Berbasis Praktik

Belajar di masa sekarang tidak cukup hanya memahami teori. Siswa

juga perlu mendapat pengalaman langsung dan keterampilan praktik. Hal ini

penting karena dunia kerja menuntut kemampuan berpikir kritis, kerja sama,

dan keterampilan teknis. Pembelajaran berbasis praktik menjadi solusi untuk

7
Ahmad Tafsir, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya,
1990), 91.
8
Wati Istanti, "keefektifan Metode Praktik Langsung dan Metode Audio Lingual dalam
Pembelajaran BIPA Aspek Berbicara bagi Pemelajar BIPA 4 UNNES", Jurnal pendidikan bahasa dan
sastra Indonesia, Vol. 8 No. 2 (2019).21.
9
Setioko, Wahyu, dkk. Ruang belajar Kumpulan Metode Belajar Kreatif dan Penjuru
Nusantara. (Jakarta: PT Gramedia pustaka utama, 2015). 120.
menghubungkan pelajaran di kelas dengan situasi nyata. Dengan cara ini,

siswa bisa lebih mudah menerapkan apa yang telah mereka pelajari.

Selanjutnya, kita akan membahas berbagai jenis pembelajaran berbasis praktik

yang bisa diterapkan dalam pendidikan.

a. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi melibatkan guru dalam memperagakan suatu

proses atau keterampilan di depan siswa. Tujuannya adalah agar siswa

dapat memahami langkah-langkah secara konkret sebelum mencoba

sendiri. Menurut Djamarah, metode ini efektif untuk materi yang

memerlukan pemahaman prosedural dan visualisasi langsung.10

b. Metode Praktik Langsung

Metode ini melibatkan siswa dalam melakukan aktivitas atau tugas

secara langsung sesuai dengan materi yang dipelajari. Menurut Munthe,

praktik langsung memungkinkan siswa mengaplikasikan teori ke dalam

tindakan nyata, sehingga meningkatkan pemahaman dan keterampilan.11

c. Metode Simulasi

Simulasi adalah metode pembelajaran yang meniru situasi nyata

dalam lingkungan yang terkendali. Menurut Sanjaya, simulasi membantu

10
Djamarah, Syaiful Bahri & Zain, Aswan. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka
Cipta, 2002). 120
11
Munthe, B. Desain Pembelajaran(Yogyakarta : Pustaka Insan Madani, 2008). 45
siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pengambilan

keputusan dalam konteks yang menyerupai dunia nyata.12

d. Metode Role Playing (Bermain Peran)

Metode ini melibatkan siswa dalam memainkan peran tertentu

untuk memahami perspektif dan emosi orang lain. Menurut Hamalik, role

playing efektif untuk mengembangkan empati, komunikasi, dan

pemahaman sosial.13

e. Metode Eksperimen

Metode eksperimen memungkinkan siswa untuk melakukan

percobaan guna menguji hipotesis atau memahami konsep ilmiah. Menurut

Sudjana, eksperimen meningkatkan keterampilan berpikir ilmiah dan

pemahaman konsep melalui pengalaman langsung.14

f. Metode Magang atau Praktik Kerja Lapangan

Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar

dalam lingkungan kerja nyata. Menurut Sutrisno, magang membantu siswa

mengembangkan keterampilan profesional dan memahami aplikasi teori

dalam praktik.15

12
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2006), 204.
13
Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), 30.
14
Sudjana, N. Metoda Statistika. (Bandung: Tarsito, 2005 ). 249–250.
15
Sutrisno, Edy. Manajemen Sumber Daya Manusia. (Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2009). 221
Penelitian ini menerapkan metode praktik langsung karena dinilai

lebih mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa

dibandingkan metode lainnya.

4. Langkah-langkah Penerapan Metode Praktik Langsung

Langkah-langkah dalam menggunakan metode praktik langsung

disusun secara terstruktur guna memastikan peserta didik tidak hanya

memahami materi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya. Setiap tahap

dirancang untuk mendorong siswa belajar secara aktif melalui keterlibatan

langsung dalam kegiatan praktik. Berikut adalah tahapan-tahapan yang

diterapkan dalam metode praktik langsung.

a. Langkah persiapan

1. Siapkan alat alat yang tepat untuk melakukan praktik

2. Jelaskan kepada murid gambaran umum praktik dan kaitannya

dengan topik yang sedang dipelajari , tujuan yang dicapai serta apa

yang diharapkan kepada murid.

b. Langkah Pelaksanaan

1. Instruksi kan kepada murid untuk melaksanakan langkah demi

langkah yang telah dijelaskan tadi.

2. Murid mulai melakukan praktik langsung

3. Ingatkan murid yang kurang serius agar fokus pada saat praktik

sedang berlangsung
4. Jika waktu masih tersedia, ulangi lagi sampai murid memahami

materi.

c. Langkah Evaluasi dan Penutup

1. Murid menanyakan hal yang belum dipahami tentang praktik tadi.

2. Guru memberikan kesimpulan dan memberikan tes evaluasi kepada

murid.16

5. Kelebihan dan Kelemahan Metode Praktik Langsung

Kelebihan dan kekurangan metode praktik langsung menurut Ilyas Al

Hamdulilah.

a. Kelebihan Metode Praktik Langsung

1. Siswa diberikan masalah sendiri dan diselesaikan sendiri.

2. Anak akan memiliki keterampilan yang tinggi karena telah

melaksanakan metode praktik langsung dalam pembelajaran.

3. Anak akan betul-betul memahami pemahaman materi.

4. Ranah psikomotor anak akan meningkat karena mereka telah mengalami

pembelajaran dengan praktik sehingga mereka sudah menghafal materi

dengan baik karena telah mengalami pembelajaran dan mendapatkan

pengalaman sendiri.

b. Kelemahan Metode Praktik Langsung

16
Gintings, Abdurokhman. Esensi Belajar dan Pembelajaran. (Jakarta : Erlangga, 2010).
63-64.
1. Guru menyiapkan materi dan bahan bahan yang digunakan untuk

kegiatan praktik langsung.

2. Memerlukan guru yang pandai dalam memandu siswa melakukan

praktik secara langsung.

3. Siswa akan mendapatkan hasil belajar yang belum maksimal

dikarenakan mereka tidak percaya diri dan tidak berani.

4. Memerlukan waktu yang panjang.

5. Kesalahan praktik terletak pada kesimpulan pembelajaran.

Setiap metode pembelajaran mempunyai kelebihan dan

kekurangan tersendiri jadi, setiap guru harus mampu menyesuaikan

kebutuhan dan karakteristik anak didiknya agar pembelajaran dapat

tercapai secara optimal. Oleh sebab itu guru dalam memilih dan

menetapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa.17

B. Tinjauan Teori Tentang Pemahaman Ibadah

1. Pengertian Pemahaman Ibadah

Pemahaman dapat diartikan menguasai sesuatu dengan pikiran. Karena itu

belajar berarti harus mengerti maksud dan implikasinya, sehingga

menyebabkan pembelajar dapat memahami suatu situasi. Pemahaman itu tidak

sekedar tahu, tetapi juga menghendaki agar pembelajar dapat memanfaatkan

bahan-bahan yang telah dipahami. Kalau sudah demikian, belajar akan bersifat

17
Ibid., 44.
mendasar. Kemudian perlu juga ditegaskan bahwa pemahaman bersifat

dinamis dan kreatif.18

Menurut Winkel dan Mukhtar dalam buku Sudaryono, mengatakan

bahwa pemahaman adalah kemampuan seseorang untuk menangkap makna

dan arti dari bahan yang dipelajari, yang dinyatakan dengan menguraikan isi

pokok dari suatu bacaan atau mengubah data yang disajikan dalam bentuk

tertentu ke bentuk yang lain.19 Sementara Benjamin S. Bloom dalam buku

Anas Sudijono, mengatakan bahwa pemahaman (Comprehension) adalah

kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu

itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengerti

tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi.20

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwasanya

pemahaman disini dapat diartikan sebagai kemampuan siswa untuk dapat

memahami atau menguasai suatu bahan materi ajar dalam suatu pembelajaran.

Pemahaman bukan hanya sekedar tahu, tetapi juga menginginkan siswa yang

belajar dapat memanfaatkan atau mengaplikasikan apa yang telah

dipahaminya. Apabila siswa tersebut memahami apa yang telah dipelajarinya,

maka siswa tersebut akan siap untuk menjawab pertanyaan yang diberikan

pada saat belajar.

18
Abdul Haling, Belajar dan Pembelajaran, (Makassar: Badan Penerbit UNM, 2006), hal:7
19
Sudaryono, Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: CV. Graha Ilmu, 2012),
hal: 44
20
Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009),
hal: 50
Ibadah secara etimologis berasal dari bahasa arab yaitu (– ‫َعَبَد – َيْعُبُد‬

‫ )ِع َباَدًة‬yang artinya melayani patuh, tunduk. Sedangkan menurut terminologis

ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai allah azza

wa jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang dzhahir maupun yang

bathin.21 Ibadah sendiri secara umum dapat dipahami sebagai wujud

penghambaan diri seorang makhluk kepada Sang Khaliq. Penghambaan itu

lebih didasari pada perasaan syukur atas semua nikmat yang telah dikaruniakan

oleh Allah padanya serta untuk memperoleh keridhaannya dengan

menjalankan titahnya sebagai Rabbul ‘Alamin.

Beberapa pendapat mengenai pengertian Ibadah adalah sebagai

berikut:

1. Ulama tauhid mengertikan Ibadah dengan beberapa pengertian, yaitu:

a. Ibadah dapat diartikan sebagai tujuan kehidupan manusia, sebagai

bentuk dan cara manusia berterima kasih kepada pencipta, sebagaimana

terdapat dalam surat Az-zariyat ayat 56:

‫وما خلقت الجن واالنس االليعبدون‬

Artinya: “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia

melainkan agar mereka berIbadah kepada-ku.” (Q.S. Az-zariyat:56).22

21
Amin Syukur. Pengantar Studi Islam.( Semarang : CV. Bima Sakti, 2003), 80.
22
Anonim, Qur’an Hafalan Mudah,( Cordoba, Bandung 2019), Hal .523
b. Ibadah diartikan sebagai bentuk mengesakan Allah, dan tidak ada

sesuatu yang menyerupai-nya, sehingga hanya kepada Allah berIbadah,

sebagaimana terdapat dalam surat An-Nahl ayat 36:

‫ولقد بعثنا في كل امة رسوال ان اعبدوالل واجتنبوا الطغوت فمنهم من‬

‫هدى الل ومنهم منحقت عليه الضللة فسيروافى االرض فانظرواكيف كان‬

‫عقبة المكذب‬

Artinya:“dan sungguh, kami telah mengutus rasul untuk setiap umat

(untuk menyerukan), ‘sembahlah Allah, dan jauhilah thaghut itu,

kemudian diantara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada

pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu dibumi dan

perhatikanlah bagaimana kesudahan sorang yang mendustakan

(rasulrasul) (Q.S. An-Nahl : 36). 23

Semua bentuk objek yang disembah manusia selain Allah,

merupakan thaghut, jalan setan yang mengajak ke dalam siksa api

neraka. Mengesakan Allah artinya mengagungkan dan meyakini

ketunggalan-nya serta menghinakan diri kita dan menundukan jiwa

kepadanya. Dengan demikian, Ibadah adalah tauhid, artinya

mengesakan Allah, Tuhan yang disembah , ketauhidan pada zat sifat dan

af ‘al-nya.

c. Ibadah diartikan sebagai upayah menjauhkan diri dari perbuatan syirik,

sebagaimana firman Allah SWT. dalam surat Al-Isra’ ayat 23:


23
Anonim, Qur’an Hafalan Mudah,( Cordoba, Bandung 2019), Hal .271
23 ):‫وقضى ربك االتعبدوآاال اياه وبالوالدين احسنا (اإلسراء‬

Artinya:”dan Tuhanmu telah memerintakan agar kamu jangan

menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibuk bapak.”

(Q.S. Al-Isra’:23).24

d. Ibadah artinya membedakan kehidupan ilahiah dengan penganut Agama

selain Islam dan dengan orang-orang musyrik, sebagaimana disebutkan

dalam surat Al-Kafirun ayat 3 sebagai berikut:

‫وآلانتم عبدون مااعبد‬

Artinya:“Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.”

(Q.S. Al-Kafirun:3)

2. Ulama` akhlak menurut Hasbi Ash- Hidieqie mengertikan Ibadah sebagai

berikut.

a. Melaksanakan semua perintah Allah dalam peraktik Ibadah jasmani dan

rohani dengan berpegang teguh pada syari ‘at Islam yang benar. Ibadah

dalam arti taat sepenuh jiwa dan raga.

‫العمل بالطاعا ت البد نية والقيام بالشرائع‬

Artinya:“mengerjakan dengan penuh ketaatan jasmani dan

menegakan (amalanamalan) dengan syari ‘at.”

Dalam perspektif ilmu akhlak, Ibadah merupakan potret moralitas hamba

Allah yang tunduk dan patuh kepada semua perintah-nya dengan

24
Ibid. Hal .284
melaksanakan Ibadah jasmanilah yang dibenarkan oleh syari ‘at.

Misalnya, perintah mendirikan shalat maka pelaksanan shalat harus

mengikuti petunjuk Al-Quran dan As-Sunnah, mulai dari takbiratul ihram

sampai dengan mengucapkan salam terakhir.

b. Ibadah diartikan sebagi pencarian harta duniawi yang halal.

‫تسعة منها فى طلب الحالل‬,‫العادة عشرةأجراء‬

Artinya: “Ibadah itu sepuluh suku. Sembilan suku darinya terletak

dalam mencari harta yang halal.” (Riwyat As-Suyuthi)

3. Ulama tasawuf mengertikan Ibadah sebagai berikut.

a. ketundukan mutlak kepada Allah dan menjauhkan diri dari tundukan

pada hawa nafsu.

‫فعل المكلف على خال ف هوى نفسه تعظيمالربه‬

Artinya: “perbuatan mukalaf yang bertentangan degan hawa

nafsunya untuk mengagumkan kepada Tuhannya.”

b. Ibadah diartikan perbuatan yang menepati janji, menjaga perbuatan

yang melewati batas syari ‘at Allah, dan bersabar menghadapi

musibah.

c. BerIbadah berarti mengharap keridaan Allah mengharapkan pahala-

nya dan menghindarkan diri dari siksa-nya .


d. Ibadah diartikan sebagai upaya mewujudkan kemuliaan rohani yang

diciptakan dalam kadaan suci.

e. Ibadah dalam arti menjalankan kewajiban karena Allah berhak

disembah, tanpa ada pamrih sedikitpun.25

4. Pengertian menurut fuqaha.

Para fuqaha mengartikan Ibadah sebagai berikut.

a. Ketaatan hamba Allah yang mukallaf yang dikerjakan mencapai

keridaan Allah dan mengharapkan pahala-nya di akhirat.

b. Ibadah ialah melaksanakan segala hak Allah. Pekataan “ta’abbud”

diambil dari perkataan “abbudiyah” (menghambakan diri). Semua

bentuk ketaatan yang bersifat demikian (yakni dikejakan semata-mata

karena mencari keridaan Allah dan merupakan pekerjaan hati yang yang

bersifat rahasia dinamakan Ibadah.

Perbedaan definisi-definisi di atas seketika dapat dimengerti karena

belatar belakang pada kedisiplinan ilmu mereka. Hal ini bukan berarti pula

perbedaan yang berseberangan, perbedaan itu justru dapat dilihat pada

persamaan mereka yang terfokus pada diri manusia yang melakukan kebaikan.

Dengan pengetian-pengetian di atas, dapat disimpulkan bahwa makna

Ibadah adalah ketundukan manusia kepada Allah yang dilaksanakan atas dasar

keimanan yang kuat dengan melaksanakan semua perintahnya dan

meninggalkan larangan dengan tujuan mengharapkan keridaan Allah, pahala


25
Abu Hashr as-Sarraj. Al-Luma’ ( Risalah Gusti: 2002) Hal 39
surga, dan ampunannya. Beribadah kepada Allah harus diaksanakan

dengan ikhlas , dan ikhlas merupakan pekerjaan hati yang bersifat rahasia.

3. Tujuan Pemahaman Ibadah

Ibadah adalah aspek utama dalam kehidupan Muslim yang tidak hanya

berupa ritual, tetapi juga memiliki tujuan mendalam untuk mendekatkan diri

kepada Allah. Memahami tujuannya dengan baik penting agar ibadah

memberi dampak positif dan keberkahan dalam hidup. Adapun tujuan-tujuan

utama dalam pemahaman ibadah.

a. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT (Taqarrub ilallah)

Pemahaman terhadap ibadah membuat seseorang menyadari bahwa

ibadah adalah inti dari penciptaan manusia. Ibadah bukan sekadar kegiatan

ritual, tetapi merupakan manifestasi ketaatan dan pengakuan terhadap

keesaan Allah. Tanpa pemahaman, ibadah bisa menjadi formalitas yang

kosong dari makna. Dengan memahami tujuan ibadah, seorang hamba akan

melakukannya dengan hati yang tunduk dan penuh kesadaran spiritual.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56,

bahwa manusia dan jin diciptakan tidak lain untuk beribadah kepada-Nya.

b. Menumbuhkan Kesadaran Moral dan Etika

Ibadah yang dipahami maknanya akan memberikan dampak positif

terhadap perilaku dan akhlak seseorang. Salat, misalnya, bukan hanya

kewajiban, tetapi sarana pembinaan diri. Orang yang memahami salat akan

berusaha menjauhi perbuatan keji dan mungkar, karena ia sadar bahwa


salat adalah benteng moral. Begitu juga zakat yang mengajarkan empati,

serta puasa yang menanamkan nilai kejujuran dan kesabaran.

c. Menghindari Kesalahan dalam Praktik Ibadah

Kesalahan dalam pelaksanaan ibadah bisa terjadi jika tidak ada

pemahaman yang benar. Banyak praktik ibadah yang tidak sah atau bahkan

menyimpang dari ajaran Islam karena dilakukan tanpa ilmu. Oleh karena

itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami tata cara, syarat, dan

rukun ibadah dari sumber yang shahih, agar amal ibadahnya diterima oleh

Allah SWT.

d. Membangun Keikhlasan dan Khusyuk

Keikhlasan adalah syarat utama diterimanya ibadah. Dengan

memahami tujuan dan hikmah ibadah, seseorang akan beribadah karena

Allah semata, bukan karena paksaan atau kebiasaan. Hal ini juga akan

menumbuhkan kekhusyukan dalam hati, karena ibadah yang disadari

maknanya akan menggugah perasaan dan menjauhkan dari kepura-puraan

(riya).

e. Menjadikan Ibadah sebagai Sarana Transformasi Sosial

Ibadah tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada

masyarakat. Zakat membantu pemerataan ekonomi, salat berjamaah

membangun solidaritas, dan haji menyatukan umat Islam dari berbagai

belahan dunia. Dengan pemahaman ini, ibadah akan dipandang sebagai


sarana untuk memperbaiki kondisi sosial dan memperkuat ukhuwah

Islamiyah.

f. Menjadi Jalan Menuju Kedamaian dan Kebahagiaan Hidup

Ibadah yang dipahami dan dijalankan dengan kesadaran penuh akan

membawa ketenangan batin. Koneksi spiritual yang kuat dengan Allah

menjadi sumber kedamaian yang tidak tergoyahkan oleh kondisi dunia.

Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa orang yang religius cenderung

lebih bahagia, optimis, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

4. Macam-macam Ibadah

Ibadah dalam Islam mencakup lebih dari sekadar ritual, melibatkan

seluruh aspek kehidupan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. Dengan

pemahaman yang tepat, kita dapat menjalankan amalan dengan benar dan

semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Penting untuk memahami berbagai

jenis pemahaman ibadah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Ibadah Mahdhah

Ibadah mahdhah atau ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja

yang telah ditetapkan Allah akan tingkat, tata cara dan perincian-

perinciannya. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah, adalah :

Wudhu,Tayammum, hadats, Shalat, Shiyam ( Puasa ), Haji, dan Umrah.

Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip:

a. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al-

Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh
ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya. Haram kita melakukan

ibadah ini selama tidak ada perintah.

b. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. Salah satu tujuan

diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh:

Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan

izin Allah (QS. 64)

Dan apa saja yang dibawakan Rasul kepada kamu maka ambillah,

dan apa yang dilarang, maka tinggalkanlah ( QS. 59: 7).

c. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadah bentuk ini

bukan ukuran logika, karena bukan wilayah akal, melainkan wilayah

wahyu, akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang

disebuthikmah tasyri’. Shalat, adzan, tilawatul Quran, dan ibadah

mahdhah lainnya, keabsahannnya bukan ditentukan oleh mengerti atau

tidak, melainkan ditentukan apakah sesuai dengan ketentuan syari’at,

atau tidak. Atas dasar ini, maka ditetapkan oleh syarat dan rukun yang

ketat.

d. Azasnya “taat”, yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah

ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa

yang diperintahkan Allah kepadanya, semata-mata untuk kepentingan

dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah, dan salah satu misi utama

diutus Rasul adalah untuk dipatuhi.


Rumus Ibadah Mahdhah adalah = ”KA + SS” (Karena Allah + Sesuai

Syariat).26

2. Ibadah Ghairu Mahdah

Ibadah ghairu mahdhah atau umum ialah segala amalan yang diizinkan

oleh Allah. misalnya ibadaha ghairu mahdhah ialah belajar, dzikir, dakwah,

tolong menolong dan lain sebagainya. Prinsip-prinsip dalam ibadah ini ada

empat, antara lain:

a. Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang.

Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini

boleh diselenggarakan. Selama tidak diharamkan oleh Allah, maka

boleh melakukan ibadah ini.

b. Tatalaksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul, karenanya

dalam ibadah bentuk ini tidak dikenal istilah “bid’ah” , atau jika ada

yang menyebut nya, segala hal yang tidak dikerjakan rasul bid’ah, maka

bid’ahnya disebut bid’ah hasanah, sedangkan dalam ibadah mahdhah

disebut bid’ah dhalalah.

c. Bersifat rasional, ibadah bentuk ini baik-buruknya, atau untung-ruginya,

manfaat atau madharatnya, dapat ditentukan oleh akal atau logika.

Sehingga jika menurut logika sehat, buruk, merugikan, dan madharat,

maka tidak boleh dilaksanakan.

26
Sahriyanshah, Ibadah dan Akhlak, (Yogyakarta : IAIN ANTASARI PRESS, 2014), 1-2.
d. Azasnya “Manfaat”, selama itu bermanfaat, maka selama itu boleh

dilakukan.

Rumus Ibadah Ghairu Mahdhah = ”BB + KA” (Berbuat Baik + Karena

Allah).27

5. Bentuk-bentuk Ibadah

Penelitian ini fokus pada tiga bentuk ibadah utama yang dianggap

paling penting dalam praktik keagamaan. Tujuannya adalah untuk

menganalisis dampaknya terhadap kehidupan spiritual dan sosial umat

Muslim. Ketiga bentuk ibadah tersebut sebagai berikut:

a. Shalat

Shalat menurut bahasa berasal dari bahasa arab yaitu As-sholah,

yang berarti doa.28 Sedangkan menurut istilah, para ahli fiqh

mendefinisikan shalat adalah serangakaian ucapan dan kegiatan yang

diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan

ketentuan dan syarat-syarat tertentu.29

b. Puasa

Puasa menurut bahasa arab adalah menahan dari segala sesuatu,

seperti makan, minum, nafsu, menahan bicara yang tidak bermanfaat dan

sebagainya. Menurut istilah yaitu “menahan diri dari segala sesuatu yang

27
Sahriyanshah, Ibadah dan Akhlak, (Yogyakarta : IAIN ANTASARI PRESS, 2014), 2-3.
28
Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, Fiqh Ibadah
(Thaharah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji), Penerjemah: Kamran As’at Irsyady, dkk, (Jakarta: Bumi
Aksara,2013), 145.
29
Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2002), 53.
membatalkannya, dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat

dan beberapa syarat.30

Syarat-syarat sahnya puasa terdapat empat perkara yaitu beragama

Islam, berakal, suci dari haid dan nifas, serta waktu diperbolehkannya

puasa. Dalam berpuasa juga terdapat rukun yang harus dijalankan dan

tidak boleh ditinggalkan, rukun puasa itu sendiri meliputi niat dan

menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, baik berupa

syahwat perut dan kemaluan dari terbit fajar hingga terbenamnya

matahari.31

Berdasarkan hukumnya puasa dibagi menjadi 4, yaitu: (a) Puasa

wajib meliputi, puasa di bulan Ramadhan, puasa kafarat, dan puasa nadzar.

(b) Puasa sunah, antara lain: puasa senin dan kamis, enam hari pada bulan

Syawal, 10 Muharram dan tiap tanggal tiga belas, empat belas dan

limabelas Qomariah. (c) Puasa makruh, yaitu puasa dalam keadaan

sakit dan puasa sunnat pada hari Jum‟at atau hari Sabtu saja. (d) Puasa

haram, puasa yang dilakukan terus-menerus, puasa hari tasyrik dan

puasanya wanita yang sedang haid dan nifas.32

c. Tadarus Al-Qur`an

30
Sulaiman Rasid, Fiqih Islam, (Bandung:Sinar Baru Algesindo,2012), 220.
31
Wahbah az-Zuhaili, Fiqih Islam Wa Adillatuhu 3, terj. Abdul Hayyie al- Kattani,
dkk( Depok:Gema Insani, 2011), 20-66.
32
Katolani, Ibadah Ritual dalam Menanamkan Akhlak Remaja, Inject, Interdisciplinary
Journal of Communication, Vol. 1, No. 2, Desember 2016:127-144.
Tadarus menurut kamus bahasa Arab adalah bentuk masdar dari

kata darosa yang artinya belajar. Tadarus berdasarkan wazan tafa’ala

menjadi tadarrosa. Kata kerja (fi’il) yang mengikuti wazan ini diantaranya

mempunyai makna lilmusyarakah (saling), dimana subyek (fa’il) dan

obyek (maf‟ul) secara aktif melakukan perbuatan secara bersamaan,

sehingga maknanya adalah saling mempelajari atau belajar bersama.

Istilah ini biasa diartikan dan digunakan dengan pengertian khusus, yaitu

membaca al-Qur’an semata-mata untuk ibadah kepada Allah dan

memperdalam pemahaman terhadap ajaran al-Qur’an.33

6. Implementasi Ibadah dalam Kehidupan Manusia

Islam adalah sebuah agama yang lengkap dan paripurna. Ia

mencakup segala aspek kehidupan mulai dari do`a bangun tidur di pagi hari

sampai tata cara dan adab tidur pada malam hari. Dari ide tentang penciptaan

manusia hingga hukum dan filosofi pemerintahan dan hubungan antar negara.

Bahkan, islam berkembangdalam perbandingan yang lurus dengan logika dan

ilmu pengetahuan. Maka sepantasnya seseorang yang mengaku sebagai umat

islam yang baik juga adalah seorang ideologis dan berilmu karena islam tidak

bisa diterapkan tanpa ilmu. Baik dalam aspek ibada, sama-sama tidak bisa

diterapkan tanpa ilmu pengetahuan. Karenanya, islam selalu memilki

rasionalisasi atas segala ajarannya dan selalu bisa dihadapkan dengan oposisi

biner baik dalam bentuk agama lain ataupun ilmu pengetahuan sekuler.
33
Ahsin W. al- Hafidz, Kamus Ilmu Al-Qur’an, (Jakarta: Amzah, 2008), 280.
Ibadah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT kepada manusia tidak

hanya mengenai ibadah kepadanya dengan selalu beramal kepada Allah SWT.

menaati perintah dan menjauhi larangannya. Manusia ditetapkan oleh Allah

SWT. sebagai makhluk paling mulia dan diutus ke muka bumi sebagai

pemimpin atau khalifah dan menjadi rahmatan lil `alamin. Manusia

merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa adanya manusia

lainnya. Untuk itu, Allah telah menetapkan amal-amal yang harus dikerjakan

manusia untuk manusia lainnya, dan memang sudah menjadi kodrat manusia

untuk selalu berbuat dan berakhlak baik kepada dirinya sendiri maupun

manusia lainnya. Contoh ibadah sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari,

bahkan pada saat kita menuanaikan ibadah yang bersifat hablum minallah,

seperti sholat. Pada saat kita memulai ibadah sholat, melakukan takbiratul

ikhram, kita melafalkan takbir “Allahu Akbar”, Allah Maha Besar, suatu

ucapan yang mengagungkan dan membesarkan nama Allah SWT. sehingga

hal ini termasuk ibadah hamblum Minallah. Sedangkan ketika mengakhiri

sholat kita mengucapkan salam “Assalamu`alaikum warahmatullah”, semoga

kedamaian di limpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari allah dan juga

barokah dari Allah untuk mu. Ucapan ini dapat di klasifikasikan sebagai

ucapan ibadah kepada sesama manusia karena salam tersebut ditujukan

keapada sesama muslim.

Allah SWT menetapkan ibadah ini sebagai wujud keharusan kepada

manusia agar memiliki kehidupan sosial terhadap manusia lainnya. Selain itu,
islam juga mengenal sistem ekonomi yang berlandaskan syari`at islam yang

mengharamkan riba` sehingga tidak membebani orang-orang yang kurang

mampu, sistem ekonomi ini dikenal dengan sebutan sistem ekomi syari`ah

atau sistem ekonomi muamalah. Contoh-contoh memperlihatkan bahwa

ibadah tak dapat dipisahkan dari keseharian umat manusia. Allah SWT. telah

menetapkan dan mengatur hubungan baik sesama manusia dan secara kodrati,

manusia memang memilki hasrat dan keinginan untuk berbuat baik diantara

mereka dan bersama-sama menuju suatu tujuan bersama.

Hal inilah yang kemudian mendasari terbentuknya masyarakat.

Secara sosial, manusia-manusia seabagai anggota masyarakat akan memilki

peranan, tugas, dan kewajibannya masing-masing bergantung kepada

kapasitas anggota masyarakat tersebut. Peranan perseorangan dalam

mewujudkan kewajibannya di dalam masyarakat merupakan cerminan amal

ibadah seseorang terhadap masyarakat atau manusia lainnya. Dengan kata

lain, dengan menunaikan kewajibannya di masyarakat, seseorang telah

beribadah.34

34
Yusuf Al-Qardhawi, Al-`Ibadah fi Al-Islam, (Beirut : Muassasah Al-Risalah, 1979), 32-
33.

Anda mungkin juga menyukai