Rencana Keselamatan Konstruksi Gudang Polri
Rencana Keselamatan Konstruksi Gudang Polri
DAFTAR ISI
Ttd.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 - Luka Tertimpa Material Luka Berat/Meninggal Terlampir (B.3) - Gunakan Pembatas area 1 2 2 Sedang Gunakan Pembatas Area 1 1 1 Kecil
Pekerjaan Struktur
- Luka Tersengat Listrik Luka Berat - Menyiapkan APD 1 4 4 Berat Pastikan Petugas K3 Dilokasi 1 1 1 Kecil
- kecelakaan saat mobilisasi Luka Berat - Menyediakan kotak P3K 1 3 3 Berat Periksa Kelengkapan APD 1 1 1 Kecil
- Kejatuhan Material Luka Berat/Meninggal - Menyediakan Pelindung di Ketinggian 1 2 2 Berat Periksa Kelengkapan APK 1 1 1 Kecil
2 Pekerjaan Rangka dan Atap - Tertimbun Longsoran Luka Berat/Meninggal Terlampir (B.3) - Gunakan Pembatas area 1 2 2 Sedang Gunakan Pembatas Area 1 1 1 Kecil
Galian Tanah - Menyiapkan APD Pastikan Petugas K3 Dilokasi 1 1 1 Kecil
- Kejatuhan Material Luka Berat - Menyediakan kotak P3K 1 1 1 Ringan Periksa Kelengkapan APD 1 1 1 Kecil
- Menyediakan Pelindung di Ketinggian Periksa Kelengkapan APK 1 1 1 Kecil
3 - Terjatuh Luka Berat/Meninggal Terlampir (B.3) - Gunakan Pembatas area 1 6 6 Berat Gunakan Pembatas Area 1 1 1 Kecil
Pekerjaan rangka dan Dinding - Tertusuk Besi Luka Berat - Menyiapkan APD 1 3 3 Berat Pastikan Petugas K3 Dilokasi 1 1 1 Kecil
- Terkena Baja dan Spandek Luka Berat/Meninggal - Menyediakan kotak P3K 1 3 3 Berat Periksa Kelengkapan APD 1 1 1 Kecil
- Kejatuhan Material Luka Berat/Meninggal - Menyediakan Pelindung di Ketinggian 1 2 2 Sedang Periksa Kelengkapan APK 1 1 1 Kecil
Luka Berat/Meninggal - Menyediakan Pelindung di Ketinggian 1 2 2 Sedang Periksa Kelengkapan APK 1 1 1 Kecil
4 Pekerjaan Pengecatan - Terjatuh dari Ketinggian Luka Berat/Meninggal Terlampir (B.3) - Gunakan Pembatas area 1 6 6 Berat Gunakan Pembatas Area 1 1 1 Kecil
- Kejatuhan Material Luka Berat - Menyiapkan APD 1 4 4 Berat Pastikan Petugas K3 Dilokasi 1 1 1 Kecil
- Menyediakan kotak P3K Periksa Kelengkapan APD 1 1 1 Kecil
- Menyediakan Pelindung di Ketinggian Periksa Kelengkapan APK 1 1 1 Kecil
5 Pekerjaan Electrikal - Terjatuh dari Ketinggian Luka Berat/Meninggal Terlampir (B.3) - Gunakan Pembatas area 1 4 4 Berat Gunakan Pembatas Area 1 1 1 Kecil
- Luka Tersengat Listrik Luka Berat - Menyiapkan APD Pastikan Petugas K3 Dilokasi 1 1 1 Kecil
- Menyediakan kotak P3K Periksa Kelengkapan APD 1 1 1 Kecil
- Menyediakan Pelindung di Ketinggian Periksa Kelengkapan APK 1 1 1 Kecil
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
B.2.1. Sasaran
1. Sasaran Umum:
Nihil Kecelakaan Kerja yang fatal (Zero Fatal Accidents) pada pekerjaan konstruksi.
2. Sasaran Khusus:
Sasaran khusus adalah sasaran rinci dari setiap pengendalian risiko yang disusun guna
tercapainya Sasaran Umum, contoh sebagaimana Tabel [Link] Sasaran dan Program
K3.
B.2.2. Program K3
Program K3 meliputi sumber daya, jangka waktu, indikator pencapaian, monitoring, dan
penanggung jawab, contoh sebagaimana Tabel 2. Penyusunan Sasaran dan Program K3.
TABEL B.2. RENCANA TINDAKAN (SASARAN KHUSUS DAN PROGRAM
KHUSUS)
Teknis
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
Sasaran Program
Pengendalian Risiko (Sesuai
No
Kolom Tabel 6 IBPRP)
Uraian Tolok Ukur Uraian Kegiatan Sumber Daya Jadwal pelaksanaan Bentuk Monitoring Indikator Pencapaian Penanggung Jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
C.2 Kompetensi
a. Daftar Personil
Memuat daftar personil yang ikut dalam Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.
Kebutuhan Personil disesuaikan dengan ketentuan yang sebagai berikut:
1. Ahli K3 Konstruksi/ Petugas Keselamatan Konstruksi:
a. Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi memiliki setifikat:
• Ahli Utama K3 Konstruksi Untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan
ketentuan batang tubuh;ngk
• Ahli Madya K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan
ketentuan batang tubuh;
• Ahli Muda K3 Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan
ketentuan batang tubuh;
• Petugas Keselamatan Konstruksi untuk Pelaksanaan Pekeerjaan
Konstruksi risiko kecil.
b. Jumlah Anggota Unit Keselamatan Konstruksi berdasarkan tingkat risiko
Keselamatan Konstruksi sesuai dengan daftar yang diminta
2. Petugas Medis
Dibutuhkan petugas medis untuk pekerjaan konstruksi yang memilik risiko besar
dan akses terebatas menuju fasilitas kesehatan.
3. Petugas P3K bersertifikat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Petugas peran kebakaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.
5. Pemberi aba-aba (flagman)
Setiap melakukan pekerjaan pengangkatan atau pekerjaan yang berhubungan
dengan lalu lintas dibutuhkan 1 orang personil pemberi aba-aba (flagman)
6. Petugas Keamanan (security) sesuai dengan kebutuhan pengendalian risiko
keamanan.
7. Supervisor perancah/ Teknisi perancah (scafolder)
8. Tukang las (welder)
Memiliki sertifikat tukang las (welder) berdasarkan jenis pekerjaan.
9. Juru Ikat (Rigger)
Setiap melakukan pekerjaan pengangkatan dibutuhkan 1 orang personil Juru Ikat
(Rigger) bersertifikat
10. Operator
Terdapat bukti Surat Izin Operator (SIO) berdasarkan peralatan yang dioperasiksn
11. Kepala tukang (mandor)
Terdapat bukti serttifikat kepala tukang (mandor) sesuai jenis pekerjaan dan
kebutuhan.
C.3 Kepedulian
a. [Link] dan/ atau pertunjuk kerja peningkatan kepedulian Keselamatan Konstruksi
Memuat perosedur dan/ atau petunjuk kerja Peningkatan kepedulian Keselamatan
Kostruksi berdasarkan tingkat risikoyang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi dan Ahli Teknik Terkait. Prosedur dan/ atau petunjuk kerja
peningkatan kepedulian Keselamatan Konstruksi sekurang-kurangnya berisi:
a. Terdapat jadwal pelatihan dan sosialisasi SMKK kepada para pekerja yang
ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi.
b. Terdapat Komitmen untuk mencegah perilaku tidak selamat dalam rangka
pencegahan kecelakaan.
c. Terdapat program pembinaan budaya Keselamatan Konstruksi yang
ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi untuk seluruh tingkatan termasuk pekerja.
b. Analisis kebutuhan pelatihan dan sosisalisasi SMKK
Memuat analisis kebutuhan pelatihan dan sosialisasi SMKK.
c. Pelatihan
Memuat jenis pelatihan yang akan dilaksanakan selama pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.
C.4 Komunikasi
Program komunikasi disampaikan secara lisan sekurang-kurangnya melalui safety talk
yang terdiri dari safety morning, toolbox meeting/ safety briefing, HSE meeting, safety
induction, dan secara tertulis melalui sarana spanduk, rambu, banner, billboard, sticker,
pamflet, majalah dinding, papan pengumumman, dll.
a. Prosedur dan/ atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi (safety
induction) Memuat prosedur dan/ atau petunjuk kerja Induksi Keselamatan
Konstruksi (safety induction) Yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Induksi
Keselamatan Konstruksi (contruction safety induction) dilakukan untuk pekerja
baru/ pekerja yang dipindah tugaskan, tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait
pada pelaksanaan pekerjaan yang akan masuk kedalam area Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi.
• Untuk pekerja baru/ pekerja yang dipindah tugaskan dijelaskan mengenai
komitmen dan kebijakan keselamatan konstruksi, risiko dan bahaya yang dihadapi
dalam melakukan pekerjaan, pengendalian risiko yang dapat dilakukan serta
prrogram penerapan SMKK pada Pelaksanaan Pekerja Konstruksi.
• Untuk tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait dijelaskan mengenai peraturan
Keselamatan Konstruksi yang berlaku dilokasi pekerjaan, prosedur evakuasi dalam
keadaan darurat, dan menjelaskan area-area yang berbahaya.
b. Prosedur dan/ atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety morning)
Memuat prosedur dan/ atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari (safety morning)
yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan kepala
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Pertemuan pagi hari (safety morning) diikuti oleh
seluruh pekerja setiap pagi sebelum peekrjaan dimulai untuk menyampaikan
masalah-masalah tentan Keselamatan Konstruksi secara umum pada pelaksanaan
konstruksi hari itu.
c. Prosedur dan/ atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox meeting)
Memuat prosedur dan/ atau petunjuk kerja pertemuan kelompok kerja (toolbox
meeting) yang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
Pertemuan kelompok kerja (toolbox meeting) diikuti oleh kelompok pekerja
sebelum pekerjaan dimulai untuk menyampaikan masalah-masalah tentang
Keselamatan Konstruksi secara khusus pada pelaksanaan konstruksi yang akan
dilakukan.
d. Prosedur dan/ atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi (construction
safety meeting)
Memuat prosedur dan/ atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi
(construction safety meeting) yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Rapat
Keselamatan Konstruksi (contruction safety meeting) dipimpin oleh Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi dan/ atau Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
dan diikuti oeleh seluruh Kepala Unit Kerja.
e. Prosedur dan/ atau petunjuk kerja penerapan informasi bahaya-bahaya
Memuat prosedur dan/ atau petunjuk kerja penerapan inforrmasi bahaya-bahaya
sesuai tingkat risiko atas pekerjaan yang dilaksanakan dan ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksidan Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi.
f. Jadwal Program Komunikasi
Memuat jadwal Program komunikasi sekurang-kurangnya sesuai dengan
ketentuan pada poin a – poin e.
a. Seluruh pekerjaan harus memiliki inforrmasi terkait dengan pengendalian pekerjaan baik
berupa prosedur, petunjuk kerja, petunjuk teknis operasi, dan lain-lain yang
terdokumentasi.
b. Memuat prosedur dan/ atau petunjuk kerja pengendalian dokumen atas semua
dokumen yang dimiliki dan ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
TABEL 3. JADWAL PROGRAM KOMUNIKASI
1 2 3 4
Setiap hari sebelum dan selama
1 Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction) Ahli K3 / Petugas K3
bekerja
Ahli K3 / Petugas K3 / Pelaksana
2 Pertemuan pagi hari (safety morning) Setiap hari sebelum bekerja
Lapangan
Setiap minggu berjalan pada hari
3 Pertemuan Kelompok Kerja (toolbox meeting) Ahli K3 / Petugas K3
Senin
Rapat Keselamatan Konstruksi (construction safety Ahli K3 / Petugas K3 / Pelaksana
4 Setiap Bulan Berjalan
meeting) Lapangan
Ttd.
√ Helm/ Safety Helmet √ Rompi Keselamatan/ Safety Vest Pelindung Wajah/ Face Shield
√ Sepatu/ Safety Shoes √ Pelindung di Ketinggian/ Full Body Harness Penutup Telinga/ Ear Mufs
√ Sarung Tangun/ Safety Gloves Kacamata Pengaman/ Safety Glases Penyumbat Telinga/ Ear Plug
√ Masker Pernafasan/ Respiratory Baju kerja Las/ Appron Lain-lain/ Others .....
1. Persiapan - Tangan/ kaki tergores - Pemeriksaan/ validasi alat Pengawas pekerja + HSE
- Cidera ringan, menengah, - Lakukan inspeksi kelaikan alat sebelum digunakan
Berat; - Periksa semua perleengkapan keselamatan sesuai
standar yang ditetapkan
- Periksa kompetensi dan kesehatan pekerja
2. Penyiapan Bahan - Cidera ringan - Letak penetapan posisi peralatan Pengawas pekerja
- Terjatuh, Tertusuk benda tajam - Cara melakukan pemasangan menggunakan alat
bantu yang baik.
3. Penempatan Material - Luka tertimpa material - Penggunaan apd sesuai dengan jenis pekerjaan, Pengawas pekerja, pemberi
- Tersengat listrik menggunakan rambu peringatan brikade dan kerja, HSE
- Kecelakaan saat mobilisasi menyiapkan Kotak P3K
- Memastikan pekerjaan Pasangan sesuai gambar dan
kondisi yang laik
- Pemasangan rambu-rambu kerja
Nama Pekerja : ……………………………………..[Isi Nama Pekerja]
Nama Paket Pekerjaan : Pekerjaan Galian Tanah
Tanggal Pekerjaan : ……………. s/d ……………………
√ Helm/ Safety Helmet √ Rompi Keselamatan/ Safety Vest Pelindung Wajah/ Face Shield
√ Sepatu/ Safety Shoes √ Pelindung di Ketinggian/ Full Body Harness Penutup Telinga/ Ear Mufs
√ Sarung Tangun/ Safety Gloves Kacamata Pengaman/ Safety Glases Penyumbat Telinga/ Ear Plug
√ Masker Pernafasan/ Respiratory Baju kerja Las/ Appron Lain-lain/ Others .....
1. Persiapan - Tangan/ kaki tergores - Pemeriksaan/ validasi alat Pengawas pekerja + HSE
- Cidera ringan, menengah, - Lakukan inspeksi kelaikan alat sebelum digunakan
Berat; - Periksa semua perleengkapan keselamatan sesuai
standar yang ditetapkan
- Periksa kompetensi dan kesehatan pekerja
2. Pengukuran, dan Penyiapan - Cidera ringan - Letak penetapan posisi peralatan Pengawas pekerja
Bahan - Terjatuh - Cara melakukan pemasangan menggunakan alat
bantu yang baik.
3. Pekerjaan Galian Tanah - Tertimbun longsoran galian - Penggunaan apd sesuai dengan jenis pekerjaan, Pengawas pekerja, pemberi
tanah menggunakan rambu peringatan brikade dan kerja, HSE
- Terjatuh kedalam lubang galian menyiapkan Kotak P3K
- Memastikan pekerjaan Pasangan sesuai gambar dan
kondisi yang laik
- Pemasangan rambu-rambu kerja
eknis
Nama Pekerja : ……………………………………..[Isi Nama Pekerja]
Nama Paket Pekerjaan : Pekerjaan Beton
Tanggal Pekerjaan : ……………. s/d ……………………
√ Helm/ Safety Helmet √ Rompi Keselamatan/ Safety Vest Pelindung Wajah/ Face Shield
√ Sepatu/ Safety Shoes √ Pelindung di Ketinggian/ Full Body Harness Penutup Telinga/ Ear Mufs
√ Sarung Tangun/ Safety Gloves Kacamata Pengaman/ Safety Glases Penyumbat Telinga/ Ear Plug
√ Masker Pernafasan/ Respiratory Baju kerja Las/ Appron Lain-lain/ Others .....
1. Persiapan - Tangan/ kaki tergores - Pemeriksaan/ validasi alat Pengawas pekerja + HSE
- Cidera ringan, menengah, - Lakukan inspeksi kelaikan alat sebelum digunakan
Berat; - Periksa semua perleengkapan keselamatan sesuai
standar yang ditetapkan
- Periksa kompetensi dan kesehatan pekerja
2. Pengukuran, dan Penyiapan - Cidera ringan - Letak penetapan posisi peralatan Pengawas pekerja
Bahan - Terjatuh - Cara melakukan pemasangan menggunakan alat
bantu yang baik.
3. Pengecoran Beton - Terjatuh dari Ketinggian - Penggunaan apd sesuai dengan jenis pekerjaan, Pengawas pekerja, pemberi
- Tertusuk Besi menggunakan rambu peringatan brikade dan kerja, HSE
- Terkena adukan semen menyiapkan Kotak P3K
- Terkena alat potong besi - Memastikan pekerjaan Pasangan sesuai gambar dan
- Terjepit saat perakitan besi kondisi yang laik
- Pemasangan rambu-rambu kerja
eknis
Nama Pekerja : ……………………………………..[Isi Nama Pekerja]
Nama Paket Pekerjaan : Pekerjaan Baja
Tanggal Pekerjaan : ……………. s/d ……………………
√ Helm/ Safety Helmet √ Rompi Keselamatan/ Safety Vest Pelindung Wajah/ Face Shield
√ Sepatu/ Safety Shoes √ Pelindung di Ketinggian/ Full Body Harness Penutup Telinga/ Ear Mufs
√ Sarung Tangun/ Safety Gloves Kacamata Pengaman/ Safety Glases Penyumbat Telinga/ Ear Plug
√ Masker Pernafasan/ Respiratory Baju kerja Las/ Appron Lain-lain/ Others .....
1. Persiapan - Tangan/ kaki tergores - Pemeriksaan/ validasi alat Pengawas pekerja + HSE
- Cidera ringan, menengah, - Lakukan inspeksi kelaikan alat sebelum digunakan
Berat; - Periksa semua perleengkapan keselamatan sesuai
- Terjepit Baja standar yang ditetapkan
- Periksa kompetensi dan kesehatan pekerja
2. Pengukuran, dan Penyiapan - Cidera ringan - Letak penetapan posisi peralatan Pengawas pekerja
Bahan - Tersengat Listrik - Cara melakukan pemasangan menggunakan alat
- Terjatuh bantu yang baik.
- Terjepit Baja
3. Pemasangan Baja - Terjatuh dari Ketinggian - Penggunaan apd sesuai dengan jenis pekerjaan, Pengawas pekerja, pemberi
- Kesetrum Listrk / Tersengat menggunakan rambu peringatan brikade dan kerja, HSE
Listrik menyiapkan Kotak P3K
- Terkena peralatan kerja - Memastikan pekerjaan Pasangan sesuai gambar dan
- Terjepit Baja kondisi yang laik
- Pemasangan rambu-rambu kerja
eknis
Nama Pekerja : ……………………………………..[Isi Nama Pekerja]
Nama Paket Pekerjaan : Pekerjaan Dinding Spandek
Tanggal Pekerjaan : ……………. s/d ……………………
√ Helm/ Safety Helmet √ Rompi Keselamatan/ Safety Vest Pelindung Wajah/ Face Shield
√ Sepatu/ Safety Shoes √ Pelindung di Ketinggian/ Full Body Harness Penutup Telinga/ Ear Mufs
√ Sarung Tangun/ Safety Gloves Kacamata Pengaman/ Safety Glases Penyumbat Telinga/ Ear Plug
√ Masker Pernafasan/ Respiratory Baju kerja Las/ Appron Lain-lain/ Others .....
1. Persiapan - Tangan/ kaki tergores - Pemeriksaan/ validasi alat Pengawas pekerja + HSE
- Cidera ringan, menengah, - Lakukan inspeksi kelaikan alat sebelum digunakan
Berat; - Periksa semua perleengkapan keselamatan sesuai
standar yang ditetapkan
- Periksa kompetensi dan kesehatan pekerja
2. Pengukuran, dan Penyiapan - Cidera ringan - Letak penetapan posisi peralatan Pengawas pekerja
Bahan - Tersengat Listrik - Cara melakukan pemasangan menggunakan alat
bantu yang baik.
3. Pemasanga Dinding - Terjatuh dari Ketinggian - Penggunaan apd sesuai dengan jenis pekerjaan, Pengawas pekerja, pemberi
- Kesetrum Listrk / Tersengat menggunakan rambu peringatan brikade dan kerja, HSE
Listrik menyiapkan Kotak P3K
- Terkena peralatan kerja - Memastikan pekerjaan Pasangan sesuai gambar dan
- Terjepit Material kondisi yang laik
- Pemasangan rambu-rambu kerja
nis
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan evaluasi
E.1.1 Inspeksi dan Audit
a. Inspeksi
➢ Prosedur dan/ atau petunjuk kerja inspeksi
Memuat prosedur dan/ atau petunjuk kerja inspeksi yang ditandatangani oleh
ahli teknik terkait atau Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Wakil
Manajemen.
➢ Lembaga Periksa
Memuat format lembar periksa lingkup pekerjaan, pesawat angkat & angkut (alat
berat), perkakas, bahan/ material, lingkungan, kesehatan, keamanan dan lain-lain.
Lembar periksa ditandatangani pada satu priode waktu tertentu (harian,
mingguan, bulanan). Inspeksi terdiri dari berbagai macam bentuk lembar periksa
sekurang – kurangnya mencakup:
- Lingkup pekerjaan ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
- Pesawat angkat & angkut (alat berat) ditandatangani oleh ahli teknik terkait,
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Perkakas ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
- Bahan/ material ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
- Lingkungan (housekeeping, pencemaran, hygine) di tandatangani oleh ahli
teknik terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Kesehatan ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
- Keamanan/ security di tandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung
Jawab Keselamatan Konstruksi.
c. Audit
Memuat Prosedur dan/ atau petunjuk kerja audit internal yang ditandatangani oleh
ahli terkait atau Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Wakil Manajemen.
Audit internal dilakuakn dan ditetapkan secara berkala oleh Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dengan Melibatkan auditor independen. Audit internal dilakukan
sekurang – kurang nya 1 kali dalam 1 Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dan/ atau
untuk pekerjaan Konstruksi Tahun jamak mengikuti peraturan perundangan yang
berlaku.
Bulan Ke
No. Kegiatan PIC
01 02 03 04
Ttd.