Pembangunan Rumah Potong Hewan RPH 2022
Pembangunan Rumah Potong Hewan RPH 2022
(TERM OF REFERENCE)
A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
2. Gambaran Umum
C. Strategi Pencapaian
1. Metode Pelaksanaan
a. Waktu Pelaksanaan
b. Personil
c. Peralatan
F. Penutup
2
A. LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
Undang-undang Nomo 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Rumah
Pemotongan Hewan mengamanatkan bahwa setiap Kabupaten/Kota Harus mempunyai RPH yang
memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan Menteri Pertanian. Pelaksanaan dari Undang-
undang tersebut adalah keluarnya Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 13 Tahun 2010 tentang
Persyaratan Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia dan unit penanganan daging (meat cutting
plan). Beberapa hal yang diatur dalam tersebut dalam Keputusan Menteri Pertanian antara lain
hal-hal sebagai berikut :
1. Setiap hewan potong yang akan dipotong harus sehat dan telah diperiksa kesehatannya oleh
petugas pemeriksa yang berwenang. Pemotongan hewan harus dilaksanakan di rumah
pemotongan hewan atau tempat pemotongan hewan lainnya yang ditunjuk oleh pejabat yang
berwenang. Penyembelihan hewan potong secara darurat dapat dilaksanakan diluar RPH
tetapi harus dengan mendapat izin terlebih dahulu dari Bupati yang bersangkutan atau
pejabat yang ditunjuknya. Syarat-syarat pelaksanaan pemotongan dimana pemotongan harus
memenuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri.
2. Berkenaan dengan hal tersebut diatas, untuk dapat menghasilkan daging yang aman, sehat,
utuh dan halal (ASUH) maka proses produksi daging RPH harus memenuhi persyaratan
teknis baik fisik (bangunan dan peralatan) sumber daya manusia serta prosedur teknis
pelaksanaannya. Sementara berdasarkan evaluasi dan pemantauan sebagian besar kondisi
RPH di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan dan tidak memenuhi persyaratan teknis,
oleh karenanya perlu penataan RPH melalui upaya realokasi, renovasi ataupun rehabilitasi
RPH.
3. Guna efektivitasnya pelaksanaan kegiatan maka disusunlah Spesifikasi teknis ini sebagai
acuan terutama untuk pembangunan yang pembangunan yang memenuhi persyaratan
minimal teknis higenis-sanitasi RPH
2. Gambaran Umum
Rumah Potong Hewan (RPH) adalah suatu bangunan atau kompleks bangunan dengan desain dan
syarat tertentu yang digunakan sebagai tempat pemotongan hewan untuk menghasilkan daging
bagi konsumsi masyarakat umum. Ada tiga kewajiban yang harus dipenuhi RPH dalam
menjalankan kegiatannya, yaitu persyaratan teknis, mutu pelayanan dan dampak lingkungan.
Selain tiga hal diatas persyaratan lain yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut+
3
1 persyaratan fisik, sumberdaya manusia dan prosedur pemotongan ternak;
2 indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap pelayanan;
3 kualitas daging;
4 penggunaan air bersih; dan
5 mutu air limbah.
Evaluasi persyaratan fisik dan SDM mengacu pada Permentan Nomor 13 Tahun 2010 sedangkan
evaluasi prosedur pemotongan ternak mengacu pada SK Mentan Nomor 431 Tahun 1992.
Penentuan nilai IKM menggunakan kuisioner mengacu pada Permentan Nomor 78 Tahun 2013.
Warna dan pH daging (n=15) diukur pada M. longissimus dorsi dan perhitungan TPC (n=5) diambil
dari daging permukaan tubuh. Pengambilan contoh air bersih dan air limbah dilakukan berdasarkan
SNI. Seluruh data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan terhadap
peraturan dan/atau standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persyaratan fisik
RPH termasuk kategori tidak sesuai (TS) karena lokasi, sarana/prasarana pendukung, bangunan
utama, kandang penampung dan istirahat ternak, kandang penampung ternak ruminansia betina
produktif, kamar mandi dan WC, peralatan dan higiene-sanitasi tidak memenuhi persyaratan, dan
beberapa fasilitas tidak tersedia seperti area penurunan ternak, kandang isolasi, area pemuatan
karkas dan/atau daging, kantor, kantin dan mushola, ruang istirahat karyawan dan locker,
insinerator, sarana penanganan limbah dan rumah jaga. Persyaratan SDM termasuk kategori
kurang sesuai (KS) karena tidak adanya Dokter Hewan pelaksana dan penanggungjawab teknis
serta keurmaster dan juru sembelih halal belum memenuhi persyaratan. Prosedur pemotongan
ternak termasuk kategori sesuai (S) karena penerimaan dan penampungan ternak, pemeriksaan
ante-mortem, proses penyembelihan, pengulitan, pengeluaran jeroan dan pemeriksaan post-
mortem ternak telah memenuhi persyaratan, namun masih perlu perbaikan pada persiapan
sebelum penyembelihan dan pembelahan karkas. Kinerja pelayanan RPH sangat baik dengan nilai
IKM = 84.70; kualitas daging secara fisik normal (pH = 5.67 dan warna = 5.07) sedangkan secara
mikrobiologi (TPC= 8.87 x 106 cfu/g) melebihi ambang batas; kualitas dan kuantitas air bersih
memenuhi syarat; dan mutu air limbah (BOD = 2 905 mg/L, COD = 19 000 mg/L dan TSS = 510
mg/L) melampaui baku mutu.
4
B. PENERIMA MANFAAT
Manfaat dari Pelaksanaan pekerjaan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan
masyarakat Kabupaten Muara Enim serta bernilai positif terhadap kondisi Politik, Sosial Ekonomi,
Kebudayaan dan Kesehatan. Manfaat lainnya yaitu:
1. Merupakan Realisasi Jaminan Pemerintah Daerah terhadap ketersediaan Fasilitas dasar untuk
mendukung peningkatan kesejahteraan;
2. Menjamin Kesehatan dan kebersihan daging hewan yang akan didistribusikan ke masyarakat;
3. Meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana;
4. Mendukung peningkatan produksi dan daya saing sektor riil;
5. Meningkatkan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS);
5
C. STARTEGI PENCAPAIAN KELUARAN
1. Metode Pelaksanaan
Adapun proses persiapan dan pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH)
ini diperlukan dasar hukum, metode dan tahapan pelaksanaan pembangunan, yaitu :
- Berdasarkan hasil survey, pengukuran, pengamatan, perhitungan analisa dan evaluasi pada lokasi
kegiatan;
- Berdasarkan gambar – gambar kerja dan design teknis dari konsultan perencana;
- Pembangunan yang sesuai dengan standar konstruksi;
- Melakukan pengawasan kualitas dan kuantitas pekerjaan;
- Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan;
- Penyusunan laporan realisasi dan kemajuan pelaksanaan pekerjaan
2. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan pekerjaan ini adalah sesuai dengan yang sudah tersusun dalam Bilt of
Quantity (BQ) dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) atau Spesifikasi Teknik.
6
D. KURUN WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN
b. Tenaga Ahli
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dengan ruang lingkup pekerjaan yang ada maka akan
membutuhkan beberapa orang tenaga ahli yang terorganisir di bawah pimpinan seorang Site
manager.
Tenaga Ahli yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini yaitu :
Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing tenaga ahli adalah sebagai berikut :
1. Site Manager
Site Manager adalah S-1 Teknik Sipil, SKA Ahli Teknik Bangunan Gedung Madya sebanyak 1
(satu) orang, Pengalaman Kerja Minimal 5 (lima) tahun mempunyai tugas/tanggung jawab
untuk:
a) Bertangung jawab untuk keseluruhan terhadap manajemen proyek:
b) Bertanggung jawab kepada pemberi tugas, dan semua wewenang mengenai hal-hal
yang berhubungan dengan Pekerjaan Pelaksanaan, serta melaporkan kemajuan
pekerjaan yang dilaksanakan;
c) Bertanggung jawab untuk pengumpulan data dan informasi yang diperlukan,penentuan
kebutuhan pekerjaan pelaksanaan, organisasi personil, dan penyampaian serta
7
pembahasan laporan untuk mendapatkan persetujuan pemberi tugas dan Konsultan
Pengawas;
d) Mengorganisir personil dan manajemen tim tenaga, staf penunjang dalam setiap aktivitas
pekerjaan;
e) Bertanggung jawab dalam penyusunan semua laporan pekerjaan pelaksanaan;
f) Bertanggung jawab penuh atas penyelesaian pekerjaan.
2. Pelaksana Lapangan
Pelaksana Lapangan adalah Sarjana Strta 1 Teknik Sipil, memiliki SKA Ahli Teknik
Gedung Muda sebanyak 1 (satu) orang, pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun
mempunyai pengetahuan dan berpengalaman luas dalam pekerjaan pelaksanaan
kontruksi. bertugas dalam disiplin keilmuannya masing-masing untuk:
a) Melaksanakan pekerjaan secara umum, terutama dilapangan dalam bidang
Pengelasan, koordinasi dan inspeksi kegiatan pembangunan agar pelaksanaan
teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus
sampai dengan penyerahan pekerjaan kedua;
b) Memperhatikan kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas bahan atau komponen
bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pelaksanaan pekerjaan di
lapangan;
c) Bertanggung jawab terhadap kemajuan pekerjaan dan mengambil tindakan yang
tepat dan cepat agar batas waktu seperti yang tercantum dalam dokumen kontrak
dipenuhi;
d) Melaporkan setiap perubahan apabilah terjadi perubahan terhadap dokumen
pelaksanaan, berupa pengurangan dan penambahan biaya akibat perubahan
pekerjaan apabila dipandang perlu untuk dilakukannya perubahan dan harus
disampaikan kepada Konsultan Pengawas dan disampaikan kepada Pejabat
Pembuat Komitmen untuk mendapat persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran.
4. Surveyor
Surveyor adalah D3 Sipil Memiliki pengalaman menimel 2 (dua) tahun sebanyak 1
(satu) orang, mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk :
8
a) Membantu Kegiatan survey dan pengukuran diantaranya pengukuran topografi
lapangan dan melakukan penyusunan dan penggambaran data- data lapangan;
b) Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah dilakukan sehingga dapat
meminimalisir kesalahan dan melakukan tindak koreksi dan pencegahannya;
c) Mengawasi survei lapangan untuk memastikan pengukuran dilaksanakan dengan akurat
serta telah mewakili kuantitas untuk pembayaran sertifikat bulanan untuk pembayaran
terakhir;
d) Mengawasi survei lapangan untuk memastikan pengukuran dilaksanakan dengan
prosedur yang benar dan menjamin data yang diperoleh akurat sesuai dengan kondisi
lapangan untuk keperluan peninjauan desain atau detail desain;
e) Mengawasi pelaksanaan staking out, penetapan elevasi sesuai dengan gambar rencana;
f) Melakukan pelaksanaan survei lapangan dan penyelidikan serta pengukuran tempat-
tempat lokasi yang akan dikerjakan.
g) Melaporkan dan bertanggung jawab hasil pekerjaan ke Site Manager.
5. Manajer Keuangan
Manajer Keuangan adalah S-1 Ekonomi, sebanyak 1 (satu) orang, pengalaman kerja minimal
2 (dua) tahun mempunyai pengetahuan dan berpengalaman luas dalam memanajemen
keuangan proyek. mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk :
a) Memimpin semua aktifitas dalam bidang Administrasi Keuangan dan Umum;
b) Mencatat dan menata semua karyawan yang di Proyek;
c) Membantu Site Manager untuk mencatat transaksi keuangan di Proyek;
d) Bertanggung jawab penuh semua aktifitas administrasi keuangan dan umum;
e) Bertangung jawab penuh atas kelangsungan semua aktifitas karyawan di proyek;
f) Bertangung jawab penuh terhadap bukti dan pencatatan transaksi keuangan
diproyek;
g) Memberikan masukan kepada, Site Manager tentang kondisi keuangan di
proyek;
6. Drafter
Drafter adalah Diploma III sipil sebanyak 1 (satu) orang, berpengalaman minimal 2
(dua) tahun mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk :
7. Logistik
Logistik adalah Diploma III sebanyak 1 (satu) orang, pengalaman kerja minimal 2
(tdua) tahun mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk :
a) Mencari dan mensurvey data jumlah material beserta harga bahan dari beberapa
supplier atau toko material bangunan sebagai data untuk memilih harga bahan termurah
dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan;
b) Melakukan pembelian barang atau alat ke supplier atau toko bahan bangunan dengan
melaksanakan seleksi sebelumnya sehingga bisa mendapatkan harga material termurah
pada supplier terpilih;
c) Menyediakan dan mengatur tempat penyimpanan material yang sudah didatangkan ke
area proyek sehingga dapat tertata rapi dan terkontrol dengan baik jumlah pendatangan
dan pemakainya;
d) Membuat label keterangan pada barang yang disimpan untuk menghidari kesalahan
pengunaan akibat tertukar dengan barang lain;
9
e) Melakukan pencatatan keluar masuknya barang serta bertanggung jawab atas
pendatangan dan ketersedian material yang dibutuhnkan dalam pelaksanaan
pembangunan;
f) Mengelola persedian barang dalam jumlah yang cukup pada waktu material tersebut
diperlukan dengan biaya termurah serta memenuhi persyaratan mutu spesifikasi bahan
dalam kontrak konstruksi;
g) Membuat dan menyusun laporan material sesuai dengan format yang sudah menjadi
standar perusahaan;
h) Membuat berita acara mengenai penerimaan atau penolakan material setelah
melalui control kualitas bahan oleh quality control;
i) Menyusun macam-macam laporan logistik yang diminta oleh perusahaan;
j) Berkoordinasi dengan pelaksanan lapangan dan bagian teknik proyek mengenai
jumlah dan schedule pendatangan bahan yang dibutuhkan pada masing-masing
pelaksanaan pembangunan.
8. Adminstrasi Laporan
Adminstrasi adalah SMK/SMU Akutansi/Ekonomi sebanyak 1 (satu) orang,
mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk :
c. Peralatan
Daftar Perlatan Utama minimal yang harus mendukung kegiatan ini sebagai berikut :
NO JENIS PERALATAN JUMLAH KAPASITAS
1 Mobil Pickup 1 Unit 1000 CC
2 Concrate Mixer 1 Unit 0,3 m3
3 Concrete Vibrator 1 Unit -
4 Stamper 1 Unit -
5 Ganset 1 Unit 2000 W
10
d. Tahapan & Waktu Pelaksanaan
2. Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan atau BG 009 KBLI 41019 dengan Kualifikasi Usaha
kecil serta disyaratkan sub bidang klasifikasi/layanan BG-009 Jasa Pelaksana Untuk
Konstruksi Gedung Lainnya
3. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban pelaporan perpajakan tahun pajak 2022.
6. Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan (apabila ada perubahan).
g. Pesyaratan lainnya
Mematuhi pembayaran dan tidak menuntut apabila dikemudian hari terjadi refocusing baik
berupa pemangkasan anggaran atau anggaran dibatalkan .
11
E. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
1.
Peserta menyampaikan Rencana Keselamatan Konstruksi sesuai tabel jenis pekerjaan dan identifikasi
bahayanya.
12
8. Pekerjaan pas. Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area Kerja,
Dinding dan Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Bekerja dengan memakai
plesteran alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang standar APD dan Berhati-
Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek hati dalam bekerja
Terhirup Material Konstruksi
9. Pekerjaan Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area
Kusen, Pintu, Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Kerja, Bekerja dengan
Jendela Dan alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang memakai standar APD
Ventilasi Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek dan Berhati-hati dalam
Terhirup Material Konstruksi bekerja
10. Pekerjaan Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area
Tangga Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Kerja, Bekerja dengan
alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang memakai standar APD
Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek dan Berhati-hati dalam
Terhirup Material Konstruksi bekerja
11. Pekerjaan Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area
Penutup Lantai Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Kerja, Bekerja dengan
Dan Dinding alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang memakai standar APD
Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek dan Berhati-hati dalam
Terhirup Material Konstruksi bekerja
12. Pekerjaan Atap Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area
Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Kerja, Bekerja dengan
alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang memakai standar APD
Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek dan Berhati-hati dalam
Terhirup Material Konstruksi bekerja
13. Pekerjaan Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area
Instalasi Listrik Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Kerja, Bekerja dengan
alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang memakai standar APD
Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek dan Berhati-hati dalam
Terhirup Material Konstruksi bekerja
14. Pekerjaan Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area
Plafond Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Kerja, Bekerja dengan
alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang memakai standar APD
Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek dan Berhati-hati dalam
Terhirup Material Konstruksi bekerja
15. Pekerjaan Cat Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area
Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Kerja, Bekerja dengan
alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang memakai standar APD
Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek dan Berhati-hati dalam
Terhirup Material Konstruksi bekerja
16. Pekerjan Lain- Kecelakaan pada saat Permenaker Pasang Patok Area
lain Bekerja, Terjatuh, Tertimpa 01/1980 dan Aturan Kerja, Bekerja dengan
alat kerja, Terkena Benda lainnya tenntang memakai standar APD
Tajam. Mata terkena Debu, SMK3/K3 Proyek dan Berhati-hati dalam
Terhirup Material Konstruksi bekerja
13
F. PENUTUP
Kerangka Acuan Kerja ini menjadi pedoman secara umum bagi penyedia jasa konstruksi dalam
melaksanakan pekerjaan. Hal-hal teknis yang dibutuhkan hendaknya dipersiapkan secara matang agar
hasil pekerjaan dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan serta kualitas dan kuantitas sesuai
dengan yang telah ditetapkan.
14