1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran merupakan proses aktif peserta didik yang
mengembangkan potensi dirinya. Peserta didik dilibatkan ke dalam
pengalaman yang difasilitasi oleh guru sehingga pelajar mendapatkan
pengalaman yang melibatkan pikiran dan emosi yang terjalin dalam kegiatan
yang menyenangkan dan menantang serta mendorong prakarsa siswa.
Peranan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan sangat menentukan.
Faktor guru memegang peranan utama karena guru merupakan figur kunci
bagi keberhasilan pembelajaran untuk peningkatan mutu pendidikan, sebab
guru berhadapan langsung dengan siswa di sekolah. Oleh karena itu, figur
guru sangat strategis dalam menjalani peristiwa pembelajaran di kelas. Dalam
konteks ini, guru perlu mengikuti perubahan-perubahan paradigma
pembelajaran yang sedang terjadi.
Sistem pembelajaran tidak lepas dari komponen-komponen seperti
siswa, tujuan, metode, media, strategi pembelajaran, evaluasi, dan umpan
balik. Seluruh komponen itu sangat erat kaitannya dalam menunjang
keberhasilan belajar. Metode yang merupakan salah satu komponen,
merupakan proses atau prosedur yang digunakan oleh guru untuk mencapai
kompetensi atau tujuan belajar. Hingga saat ini metode-metode yang
ditawarkan dalam kegiatan pembelajaran terus mengalami perkembangan.
2
Pemilihan metode yang tepat akan membantu guru dan siswa mencapai
tujuan belajar yang diinginkan.
Berdasarkan hasil observasi awal, data yang diperoleh peneliti dari
guru kelas IV SDN 010 Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, diperoleh
databahwahasil belajar klasikal siswa kelas IV tahun 2014/2015 adalah 60%
sebanyak 12 orang yang tuntas dan sebanyak 8 (40%) orang yang tidak
tuntas. Pencapain tersebut masih kurang dari kriteria yang telah ditentukan,
yaitu 75%. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa siswa
yaitu: (1) dalam proses pembelajaran tidak menggunakan model
pembelajaran yang tepat untuk merangsang stimulus siswa, (2) kurangnya
keaktifan siswa terhadap materi yang diajarkan, (3) penilaian guru hanya
pada pencapaian hasil bukan pada pencapaian proses.
Tidak semua materi pembelajaran dapat diterima oleh semua siswa
dengan mudah. Hal ini disebabkan antara lain: (1) Tingkat perkembangan
berpikir yang berbeda. Perkembangan berpikir dimulai dari kongkrit menuju
abstrak materi yang dipelajari akan lebih jelas dan mudah dipahami siswa
dengan melihat langsung atau melalui alat/benda tiruan yang ditunjukkan
(diperagakan/didemonstrasikan) guru, (2) Sifat bahan yang dipelajari tidak
semua sama. Ada pelajaran yang menuntut diperagakan atau dipertunjukkan,
perlu demonstrasi, seperti hal–hal yang baru diperkenalkan pada siswa, alat–
alat baru apalagi yang rumit dan kompleks, (3) Tipe belajar individu yang
berbeda yaitu visual, auditif, motorik, dan campuran.
3
Kendala tersebut dapat diatasi apabila guru dapat merangsang
stimulus siswa dengan menerapkan metode demonstrasi. Menurut Sudirman
(1991: 133) metode demonstrasi/peragaan sebagai metode mengajar
merupakan cara mengajar yang mana guru atau ahli memperlihatkan kepada
seluruh siswa suatu benda asli, benda tiruan, atau suatu proses. Guru
menyajikan materi pembelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu
yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk
tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang harus
didemonstrasikan. Dengan metode demonstrasi, siswa dapat mengamati
dengan seksama apa yang terjadi, bagaimana proses, bahan apa saja yang
diperlukan, serta bagaimana hasilnya.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi identifikasi masalah
pada penelitian ini adalah:
1. Dalam proses pembelajaran tidak menggunakan model pembelajaran
yang tepat untuk merangsang stimulus siswa.
2. Kurangnya keaktifan siswa terhadap materi yang diajarkan
3. Penilaian guru hanya pada pencapaian hasil bukan pada pencapaian
proses
Sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang sesuai dan menarik
minat siswa dalam pembelajaran yaitu metode demonstrasi.
4
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah
pada penelitian ini adalah:”Bagaimanapenerapan metode demonstrasi dapat
meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN 010 Sesayap?”
D. Tujuan Penelitian
Mengacu pada rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil
belajar IPA siswa kelas IV di SDN 010 Sesayap.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan
praktis.
1) Manfaat teoritis yang diharapkan dari penelitian adalah:
a. Bagi siswa, penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk
meningkat hasil belajar.
b. Bagi guru, penelitian ini dapat dijadikan acuan belajar dan
mengevaluasi diri terhadap kemampuan yang dimilikinya.
c. Bagi sekolah, Memberikan sumbangan pemikiran berupa inovasi
dan model pembelajaran
d. Bagi peneliti, memberikan informasi dan masukan bagi penelitian
selanjutnya
5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Belajar
Menurut Hamalik (2003: 15) belajar adalah berusaha atau berlatih
supaya mendapat suatu kepandaian. Sedangkan menurut Yulaelawati (2004:
106) menyatakan bahwa belajar merupakan proses penerimaan informasi
kepada peserta didik. Menurut Arysad (2008:1) belajar adalah suatu proses
yang kompleks yang terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Proses
belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan
lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana
saja. Trianto (2010: 34) menyatakan bahwabelajar merupakan perubahan
individu dalam kebiasaan pengetahuan dan sikap. Seseorang mengalami
proses belajar kalau ada perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dalam
menguasai ilmu pengetahuan. Belajar merupakan “suatu proses” guru melihat
apa yang terjadi selama murid menjalani pengalaman edukatif untuk
mencapai suatu tujuan.
Seluru proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan
kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian
tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang
dialami oleh siswa sebagai anak didik. Yulaelawati, (2004:107) mnyatakan
bahwa para penganut teori kognitif memfokuskan belajar sebagai suatu
proses berpikir di balik perubahan tingkah laku.
6
Perubahan yang diamati pada tingkah laku peserta didik menunjukkan
hal yang terjadi pada pikirannya. Pikiran peserta didik dalam memproses
informasi menyerupai sebuah komputer yang dianalogikan input diolah
(diproses) dalam benak peserta didik kemudian dikeluarkan dalam bentuk
output seperta tampak pada Gambar 2.1 berikut:
OUTPUT
INPUT PROSES (hasil belajar)
(pengetahuan) (diolah melalui
belajar)
Gambar 2.1 Pemrosesan Informasi dalam Belajar
B. Hasil Belajar
Menurut Sanjaya (2010:58) sistem pembelajaran merupakan suatu
proses yang mengandalkan serangkaian perbuatan guru dan siswa atas
hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk
mencapai tujuan tertentu sehingga proses tersebut terkandung multiperan dari
guru. Dalam mengelola pembelajaran, digunakan materi dan bernbagai media
dan metode, sumber, dan berbagai faktor pendukung. Guru harus melakukan
aktivitas strategi yang meliputi: pemberian penjelasan, pendemonstrasian,
mendefinisikan, membandingkan, memotivasi, membimbing, mendisiplinkan,
bertanya, dan memberikan penguatan.
Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah
pelaksanaan proses belajar-mengajar. Menurut Trianto (2010:20) efesiensi
dan kefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik adalah
segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar dengan
7
baik dan memperoleh hasil belajar yang baik pula. Suatu pembelajaran dapat
dikatakan efektif apabila memenuhi persyaratan utama kefektifan pengajaran,
yaitu:
1. Presentasi waktu belajar siswa yang tinggi dicurahkan terhadap KBM.
2. Rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi di antara siswa.
3. Ketetapan antara kandungan mteri ajaran dengan kemampuan siswa
(orientasi keberhasilan belajar) diutamakan.
4. Mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif.
Dalam mengelola pembelajaran, digunakan materi dan bernbagai
media dan metode, sumber, dan berbagai faktor pendukung. Guru harus
melakukan aktivitas strategi yang meliputi: pemberian penjelasan,
pendemonstrasian, mendefinisikan, membandingkan, memotivasi,
membimbing, mendisiplinkan, bertanya, dan memberikan penguatan.
Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah
pelaksanaan proses belajar-mengajar. Trianto (2010:20) menyatakan bahwa
efesiensi dan kefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik
adalah segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar
dengan baik dan memperoleh hasil belajar yang baik pula.
Dari pendapat beberapa ahli dapat diambil kesimpulan bahwa hasil
belajar adalah hasil dari proses belajar mengajar antara lain berupa
keterampilan interaktif merupakan kemampuan seseorang untuk berinteraksi
dengan orang lain, keterampilan ini mengandung unsur sikap yang menuntun
8
orang agar dapat menerapkan pengetahuan dasar dan keterampilan fisiknya
pada situasi tertentu
C. Metode Pembelajaran Demonstrasi
Menurut Sudirman (1991: 133) metode demonstrasi adalah cara
penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa
suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik
sebenarnya maupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.
Menurut Trianto (2010: 102) metode pembelajaran demonstrasiadalah model
mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian
atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada peserta
didik.
Menurut Sagala (2006: 210) metode demonstrasi lebih sesuai untuk
mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan,
suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Dengan metode demonstrasi
peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala
benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-
kesimpulan yang diharapkan.
Metode ini baik digunakan untuk mendapat gambaran yang lebih jelas
tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, membuat
sesuatu, proses bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakan,
komponen-komponen yang membentuk suatu, membandingkan sesuatu cara
dengan cara yang lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu
pembelajaran kooperatif.
9
MenurutSudirman (1991: 134) langkah-langkah metode pembelajaran
demonstrasi adalah:
1. Merumuskan dengan jelas kecakapan atau keterampilan apa yang
diperoleh setelah demonstrasi dilakukan.
2. Tentukan peralatan yang digunakan, kemudian dicoba dahulu agar
pelaksanaan demonstrasi tidak mengalami kegagalan.
3. Menetapkan prosedur yang dilakukan, dan sebelum demonstrasi
dilakukan perlu diadakan percobaan terlabih dahulu.
4. Menentukan lama pelaksanaan demonstrasi.
5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar
pada saat maupun sesudah demonstrasi.
6. Meminta kepada siswa untuk mencatat hal-hal yang dianggap perlu.
7. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa.
D. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Demonstrasi
Menurut Sagala (2006: 213) kelebihan metode pembelajaran demonstrasi
adalah:
1. Perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap penting
oleh guru sehingg hal yang penting itu dapat diamati secara teliti. Di
samping itu, perhatian siswa pun lebih mudah dipusatkan kepada proses
belajar mengajar dan tidak kepada yang lainya.
2. Dapat membimbing siswa ke arahberpikir yang sama dalam satu saluran
pikiran yang sama.
10
3. Ekonmis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu
yang panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi dengan waktu
yang pendek.
4. Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya
membaca atau mendengarkan, karena murid mendapatkan gambaan yang
jelas dari hasil pengamatannya.
5. Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan
keterangan-keterangan yang banyak
6. Beberapa persoalan yang menimbulkan petanyaan atau keraguan dapat
diperjelas waktu proses demonstrasi.
Sedangkan kelemahan metode pembelajaran demonstrasi adalah:
1. Derajat visibilitasnya kurang, peserta didik tidak dapat melihat atau
mengamati keseluruhan benda atau peristiwa yang didemonstrasikan
kadang-kadang terjadiperubahan yang tidak terkontrol.
2. Untuk mengadakan demonstrasi digunakan ala-alat yang khusus,
kadang-kadang alat itu susah didapat. Demonstrasi merupakan metode
yang tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati
secara seksama.
3. Dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang didemonstrasikan
diperlukan pemusatan perhatian. Dalam hal ini banyak diabaikan leh
peserta didik.
4. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di kelas.
11
5. Memerlukan banyak waku sedangkan hasilnya kadang-kadang sangat
minimum.
6. Kadang-kadang hal yang didemonstrasikan di kelas akan berbeda jika
proses itu didemonstrasikan dalam situasi nyata atau sebenarnya.
7. Agar demonstrasi mendapaptkan hasil yang baik diperlukan ketekitian
dan kesabaran.
E. Tinjauan Materi Pembelajaran Stuktur Tumbuhan dan Fungsinya
Menurut Haryanto (2006:34) struktur tumbuhan terdiri dari:
1. Akar
Akar pada umumnya terletak di dalam [Link] akar yang
mempunyai sifat dan tugas khusus. Jenis-jenis akar terbagi menjadi:
a) Akar gantung
Akar ini tumbuh dari bagian batang tumbuhan di atas tanah.
b) Akar pelekat
Akar ini tumbuh di sepanjang batang.
`c) Akar tunjang
Akar ini tumbuh dari bagian bawah akar ke segala arah.
d) Akar napas
Akar napas tumbuh tegak lurus ke atas sehingga muncul dari
permukaan tanah atau air.
12
2. Batang
Batang adalah bagian tumbuhan yang amat [Link] dapat di
umpamakan sebagai sumbu tumbuh-tumbuhan. Adapun jenis batang
yaitu :
a) Batang basah, memiliki batang yang lunak dan berair.
b) Batang berkayu, mempunyai kambium,kambium adalah bagian di
dalam batang yang hanya dimiliki tumbuhan batang berkayu.
c) Batang rumput, mempunyai ruas-ruas yang nyata sering
berongga,misalnya tanaman padi dan rumput-rumputan.
3. Daun
Pratama (2007: 68) menyatakan bahwa daun adalah bagian dari tubuh
tumbuhan. Bagian ini sangat penting karena merupakan dapur bagi
tumbuhan. Daun merupakan tempat terjadinya peristiwa pembuatan
makanan. Daun berwarna hijau kerena mengandung zat hijau karena
mengandung zat hijau daun atau klorofil. Jenis-jenis daun berdasarkan
jumlah helai tiap tangkainya, daun dibedakan menjadi daun majemuk
dan daun tunggal. Pada tumbuhan berdaun tunggal, pada setiap
tangkainya hanya terdapat satu helai daun, contohnya: daun papaya,
daun pisang, dan daun jambu. Pada daun majemuk pada setiap tangkai
daun terdapat lebih dari satu helai daun, contohnya pada daun
belimbing, daun petai cina, dan daun putri malu. Daun terdiri atas
beberapa bagian, seperti: tangkai daun, helai daun, dan tulang daun.
13
4. Bunga
Bunga adalah alat reproduksi alat seksual pada tumbuhan berbunga.
Bunga sempurna memiliki lima bagian yaitu tangkai, dasar bunga,
kelopak, mahkota, benang sari dan putik.
F. Kerangka Berpikir
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan hasil kegiatan manusia
berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi secara logis
sistematis tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui
serangkaian proses ilmiah seperti: pengamatan, penyelidikan, penyusunan
hipotesis (dugaan sementara) yang diikuti pengujian gagasan. Pembelajaran
yang masih terjadi di SDN 010 Sesayap Hilirguru masih menggunakan
metode ceramah dan konvensional yang mengakibatkan siswa merasa jenuh
dalam pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi rendah.
Salah satu cara yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA adalah
penggunaan metode [Link] demonstrasi/peragaan sebagai
metode mengajar merupakan cara mengajar yang mana guru atau ahli
memperlihatkan kepada seluruh siswa suatu benda asli, benda tiruan, atau
suatu proses. Guru menyajikan materi pembelajaran dengan memperagakan
dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda
tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam
bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang
harus didemonstrasikan. Dengan metode demonstrasi, siswa dapat mengamati
dengan seksama apa yang terjadi, bagaimana proses, bahan apa saja yang
14
diperlukan, serta bagaimana hasilnya Secara skematis kerangka berpikir dapat
dilihat pada Gambar 2.2 berikut:
Hasil Belajar IPA
Rendah
Penyebab Masalah
Aspek Siswa: Aspek Guru
1. Dalam proses 1. Penilaian guru hanya pada
pembelajaran tidak pencapaian hasil bukan pada
menggunakan model pencapaian proses
pembelajaran yang tepat
untuk merangsang stimulus
siswa.
2. Kurangnya keaktifan
siswa terhadap materi yang
diajarkan
Pemecahan Masalah
Metode Demonstrasi
Gambar 2.2 Bagan Kerangka Berpikir
G. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan masalah, tinjuan pustaka, dan kerangka berpikir yang
telah dipaparkan, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut: “Hasil belajar
IPA melalui penerapan metode demonstrasi di kelas IV SDN 010 Sesayap
dapat meningkat.
15
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan
dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini direncanakan dalam
beberapa siklus, masing-masing siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan.
Evaluasi dilakukan setelah proses belajar mengajar tiap siklus. Siklus
selanjutnya merupakan penguatan pada materi yang belum dicapai siswa dari
hasil evaluasi dari siklus sebelumnya. Setiap siklus terdiri dari tahap
perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian direncanakan pada semester I bulan Agustus tahun
pembelajaran 2015/2016 di kelas IV SDN 010 Sesayap.
C. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 010 Sesayap
yang berjumlah 12 orang dengan jumlah siswa perempuan sebanyak 7 orang
dan siswa laki-laki sebanyak 5orang.
D. Desain Penelitian
Penelitian ini direncanakan terdiri dari dua siklus. Tiap siklus
dilaksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan
refleksi dari dua kali pertemuan dan jika di siklus kedua belum menampakkan
16
hasil yang diinginkan oleh peneliti maka akan dilakukan pada siklus
selanjutnya.
Perencanaan
Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan
Observasi
Perencanaan
Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan
Observasi
Siklus Selanjutnya
Gambar 3.1 Siklus PTK Menurut Kemmis dan Taggart dalam
Arikunto, (2010 : 137)
Berdasarkan alur PTK model Kemmisdan Taggart, maka prosedur
pelaksanaan PTK meliputi; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3)
observasi dan (4) refleksi dalam setiap siklus, setiap siklus dilaksanakan
sesuai dengan perubahan yang dicapai. Rincian prosedur tindakan tiap siklus
adalah sebagai berikut:
1. Siklus I
Sebelum diadakan penelitian terlebih dahulu dilakukan langkah-
langkah sebagai berikut:
17
a. Tahap Perencanaan Tindakan
1) Membuat silabus dan skenario pembelajaran untuk pelaksanaan
tindakan dan langkah-langkah yang menekankan metode demontrasi.
2) Membuat lembar kerja siswa.
3) Membuat alat evaluasi untuk dikerjakan di kelas.
4) Membuat lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa dalam
pembelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan.
1) Pelaksanaan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.
2) Melakukan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi, kemudian
memberikan kesempatan setiap kelompok untuk mempresentasikan
hasil diskusi yang dilakukan serta kelompok lain menanggapi.
3) Mengevaluasi dan menganalisis tanggapan siswa serta mendiskusikan
dengan guru-guru untuk tindakan selanjutnya.
c. Tahap Observasi
Selama pelaksanaan tindakan, dilakukan observasi dengan menggunakan
lembar observasi. Adapun hal-hal yang diamati selama berlangsungnya
kegiatan observasi adalah sebagai berikut:
1) Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan proses belajar mengajar.
2) Jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan, tanggapan, komentar,
saran, kritik atau memberi jawaban secara tertulis baik pada
pembelajaran.
18
3) Keberanian siswa untuk tampil menjawab soal di depan kelas yang
diberikan oleh guru.
4) Jumlah siswa yang memperoleh peningkatan nilai sebelumnya.
5) Jumlah siswa yang meningalkan kelas dengan alasan tertentu.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap ini hasil yang diperoleh pada observasi dan evaluasi
dikumpulkan dan dianalisis. Dari hasil tersebut penulis melakukan refleksi
untuk mengetahui perkembangan siswa dengan pelaksanaan pembelajaran
menggunakan metode demonstrasi serta dapat menemukan solusi apabila
mengalami hambatan dalam proses pembelajaran.
2. Siklus II
Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II relatif sama dengan
perencanaan dan pelaksanaan dalam siklus I dengan mengadakan beberapa
perbaikan atau penambahan sesuai dengan kenyataan yang ditemukan di
lapangan berdasarkan hasil observasi, refleksi dari siswa dan refleksi dari
guru tehadap mata pelajaran IPA.
a. Tahap Perencanaan Tindakan
1) Membuat silabus dan skenario pembelajaran untuk pelaksanaan
tindakan dan langkah-langkah yang menekankan metode
demonstrasi.
2) Membuat lembar kerja siswa.
3) Membuat alat evaluasi untuk dikerjakan di kelas.
19
4) Membuat lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa
dalam pembelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan.
1) Pelaksanaan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.
2) Melakukan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi,
kemudian memberikan kesempatan setiap kelompok untuk
mempresentasikan hasil eksperimen yang dilakukan serta kelompok
lain menanggapi.
3) Mengevaluasi dan menganalisis tanggapan siswa serta
mendiskusikan dengan guru-guru untuk tindakan selanjutnya.
c. Tahap Observasi
Selama pelaksanaan tindakan, dilakukan observasi dengan
menggunakan lembar observasi. Adapun hal-hal yang diamati selama
berlangsungnya kegiatan observasi adalah sebagai berikut:
1) Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan proses belajar mengajar.
2) Jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan, tanggapan, komentar,
saran, kritik atau memberi jawaban secara tertulis baik pada
pembelajaran.
3) Keberanian siswa untuk tampil menjawab soal didepan kelas yang
diberikan oleh guru.
4) Jumlah siswa yang memperoleh peningkatan nilai
5) Jumlah siswa yang meningalkan kelas dengan alasan tertentu.
20
d. Tahap Refleksi
Pada tahap ini hasil yang diperoleh pada observasi dan evaluasi
dikumpulkan dan dianalisis. Dari hasil tersebut penulis melakukan
refleksi untuk mengetahui perkembangan siswa dengan pelaksanaan
pembelajaran menggunakan metode demonstrasi serta dapat
menemukan solusi apabila mengalami hambatan dalam proses
pembelajaran.
E. Instrumen Penelitian
Keberhasilan siswa pada pembelajaran IPA materi struktur dan fungsi
tumbuhan menggunakan metode demonstrasi diukur dengan menggunakan
instrumenhasil belajar yaitu:
1. Lembar observasi (untuk guru dan siswa). Lembar observasi untuk
guru digunakan untuk melihat penguasaan dan kesediaan guru dalam
proses belajar mengajar dan lembar observasi siswa untu melihat
keaktifan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung setiap
siklus
2. Tes. Tes digunakan untuk pengambilan data hasil belajar berbentuk
soal pilihan ganda yang berjumlah 10 soal.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkandata penelitian ini
adalah observasi dan tes instrumen.
21
1. Observasi (non tes) dilakukan terhadap aktivitas guru dan aktivitas
siswa selama proses tindakan berlangsung. Tujuan penggunaan
teknik ini adalah untuk memperoleh data untuk mengamati kegiatan
siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
2. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar pada aspek kognitif siswa
terhadap materi struktur dan fungsi tumbuhan menggunakan metode
demonstrasi.
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Tes hasil belajar
a. Ketuntasan individu
Ketuntasan individu dihitung menggunakan persamaan berikut;
Jumlah perolehan
Nilai = ______________ X 100
Maksimal
Sudjana (2010: 89)
b. Ketuntasan klasikal
Ketuntasan klasikal dihitung menggunakan persamaan berikut:
Jumlah siswa yang tuntas
Ketuntasan klasikal = _____________________ X 100%
Jumlah siswa
Sudjana (2010: 90)
22
Tabel 3.1 Penilaian Hasil Belajar Secara Klasikal
No Rentang Nilai Klasifikasi
1 85-100 sangat tinggi
2 70-84 tinggi
3 55-69 sedang
4 40-54 rendah
5 0-39 sangat rendah
Sumber: di adaptasi dari Yusnarti (2013: 44)
2. Lembar observasi
a. Aktivitas siswa dianalisis menggunakan persamaan berikut:
Jumlah siswa
Nilai = ___________________ X 100%
Jumlah keseluruhan siswa
Sudjana (2010: 91)
Tabel 3.2 PresentasiAktivitas Siswa
No Rentang Nilai Klasifikasi
1 85-100 Baik Sekali
2 70-84 Baik
3 55-69 Cukup
4 40-54 Kurang
5 0-39 Kurang Sekali
Sumber: di adaptasi dari Nasution (2002: 6)
b. Aktivitas guru dianalisis menggunakan persamaan berikut:
Skor yang diperoleh siswa
Nilai = ___________________ X 100%
Skor maksimal
Sudjana (2010: 92)
23
Tabel 3.3PresentasiAktivitas Siswa dan Guru
No Rentang Nilai Klasifikasi
1 85-100 Baik Sekali
2 70-84 Baik
3 55-69 Cukup
4 40-54 Kurang
5 0-39 Kurang Sekali
Sumber: di adaptasi dari Nasution (2002: 6)
H. Kriteria Keberhasilan Tindakan
Indikator keberhasilan penelitian adalah apabila hasil belajar dan
seluruh siswa sudah menunjukkan peningkatan. Penelitian ini dihentikan
apabila 75% siswa telah memenuhi nilai KKM yang ditetapkan yaitu 65.
24
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Peelitian Suatu pendekatan Praktik.
Jakarta: PT Rineke Cipta.
Arsyad, Azhar. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hamalik, Oemar. 2003. Prinsip-prinsip Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Haryanto. 2006. Pembelajaran IPA SAINS. Jakarta: Erlangga.
Isroyani, Sophia. 2009. Manfaat Media Pembelajaran Berbasis Hutan
Mangrove dan TIK untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Siswa
Kelas 3 SDN. 28 Selumit Pantai, Tarakan. Skripsi. Tarakan.
Universitas Borneo Tarakan
Nasution, Noehi. 2002. Penilaian Aktivitas dan Hasil Belajar. Jogjakarta:
Pustaka pelajar.
Pratama, Teguh. 2007. Mengenal Makhluk Hidup. Bandung: PT Graha
Bandung Kencana
Sagala, Herman. 2006. Model-model Pembelajaran Interaktif. Jakarta: Bumi
Aksara.
Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenanda Media.
Sudirman. 1991. Model-Model Pembelajaran Efektif. Jakarta: Bumi Persada.
Sudjana,nana. 2010 penilaian hasil pproses belajar mengajar. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta.
Yulaelawati, Ella. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran Filosofi Teori dan
Aplikasi. Pakar Raya: Jakarta.
Yusnarti, Mulya. 2013. Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Masalah
Siswa Melalui Strategi Belajar MURDER di Kelas IV B SDN 006
Tarakan. Skripsi. Tarakan: Universitas Borneo Tarakan.
25
Lampiran 1 Nilai Matapelajaran Siswa Kelas IV tahun 2014/2015
PEMERINTAH KABUPATEN TANA TIDUNG
DINAS PENDIDIKAN
SDN No. 010 SESAYAP
Alamat : Jln. Jumbun RT. 02 Desa Sebawang
Nama
No Siswa Matapelajaran
Bahasa
PKN Indonesia IPA IPS Matematika
KKM KKM KKM KKM KKM
70 70 65 70 65
1 ST 75 70 60 50 50
2 NL 75 70 65 40 60
3 MO 70 65 70 40 60
4 SI 65 70 65 60 50
5 KK 65 75 60 65 55
6 SK 75 75 50 70 45
7 AD 70 70 55 60 45
8 AR 70 80 65 60 50
9 DD 80 75 80 50 65
10 IM 80 75 75 70 70
11 IR 65 70 65 40 65
12 TU 80 90 80 70 80
13 MK 65 70 75 60 60
14 MO 75 80 75 70 75
15 PL 70 70 70 70 70
16 NM 70 80 70 60 70
17 MS 80 80 85 80 80
18 AR 80 70 80 75 70
19 HK 65 65 65 50 65
20 SB 60 65 60 55 60
Jumlah 1435 1465 1370 1195 1245
Rata-rata 71,75 73,25 68,5 59,7 62,2
Sesayap, Juni 2015
Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Guru
Nora Iriani, [Link] Joni
NIP 197404082001122007
26
Untuk silabus
27
28
29
30
31
32
33
34
Lampiran 3 RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I, Pertemuan 1
Sekolah : SDN 010 Sesayap Hilir
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : IV / I
Pertemuan Ke- : 1 dan 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
A. Standar Kompetensi:
1. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan
fungsinya
B. Kompetensi Dasar
2.1 Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan
fungsinya
C. Indikator
2.1.1 mendeskripsikan struktur akar pada tumbuhan
2.1.2 Menjelaskan hubungan struktur akar dengan fungsinya
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat Mendeskripsikan jenis akar serabut dan akar tunggang
2. Siswa dapat Mendeskripsikan akar gantung, akar tunjang dan akar
napas.
3. Siswa dapat Mendeskripsikan kegunaan akar
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat
dan perhatian (respect), Tekun (diligence), Tanggung jawab
(responsibility) dan Ketelitian (carefulness)
E. Metode Pembelajaran: Demonstrasi
F. Materi pembelajaran
Struktur dan Fungsi bagian tumbuhan
1. Akar
2. Struktur akar
3. Kegunaan akar
G. Media Belajar
35
Tumbuhan kecil
Baskom dan air secukupnya
H. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa
1. Pendahuluan (5 menit)
Apersepsi dan Motivasi :
a. Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang
diharapkan
b. Merumuskan keterampilan yang diperoleh setelah
pelaksanaan demokrasi
c. Menentukan peralatan yang akan digunakan
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
a. Memperlihatkan kepada siswa akar tunggang dan
memberikan contoh tanamannya mangga, jeruk,
kacang-kacangan menggunakan metode demonstri
b. Menjelaskan akar serabut dan memberikan contoh
tanamannya dengan memperagakan di depan siswa
c. Memperagakan akar-akar yang memiliki tugas
khusus
d. Menjelaskan kegunaan akar bagi tumbuhan
menggunakan metode demonstrasi
e. Menjelaskan cara memperkokoh tumbuhan
menggunakan metode demonstrasi
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
f. Memahami peta konsep tentang bagian tumbuhan
g. Melakukan kegiatan
5 menit
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
h. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
i. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
3. KegiatanPenutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Mengulang kembali isi materi pembelajaran
36
mengenai akar tumbuhan
4. Pekerjaan Rumah
Menggambar akar berdasarkan untuk jenis akar yang
lain
Materi:
Akar
Akar pada umumnya terletak di dalam [Link] akar yang
mempunyai sifat dan tugas khusus. Jenis-jenis akar terbagi menjadi:
a) Akar gantung
Akar ini tumbuh dari bagian batang tumbuhan di atas tanah.
b) Akar pelekat
Akar ini tumbuh di sepanjang batang.
`c) Akar tunjang
Akar ini tumbuh dari bagian bawah akar ke segala arah.
d) Akar napas
Akar napas tumbuh tegak lurus ke atas sehingga muncul dari
permukaan tanah atau air.
Sesayap , Mei 2015
Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Peneliti
Nora Iriani, [Link] Joni
NIP 197404082001122007
37
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I, Pertemuan 2
Sekolah : SDN 010 Sesayap
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : IV / I
Pertemuan Ke- : 3 dan 4
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
A. Standar Kompetensi :
2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan
fungsinya
B. Kompetensi Dasar
2.2 Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan
fungsinya
C. Indikator
2.2.1 mendeskripsikan struktur batang pada tanaman
2.2.2 Menjelaskan hubungan struktur batang dengan fungsinya
D. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat Mendeskripsikan penggolongan batang:
- batang basah
- batang berkayu
- batang rumput
2. Siswa dapat Mendeskripsikan penggunaan batang
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat
dan perhatian (respect), Tekun (diligence), Tanggung jawab
(responsibility ) dan Ketelitian (carefulness)
E. Metode Pembelajaran: Demonstrasi
F. Materi pembelajaran
Batang
1. Jenis batang
2. Kegunaan batang
G. Media Belajar
Tumbuhan pacar cina
Pisau, gelas, air
Pewarna makan
38
H. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
a) Siswa dapat menjelaskan hubungan antara struktur batang
tumbuhan dengan fungsinya
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
b) Memperagakan bagian tumbuhan menggunakan metode
demonstrasi
c) Memperagakan batang tumbuhan sepertibatang basah,
batang berkayu batang rumput menggunakan metode
demonstrasi 5 menit
d) Menyebutkan tanaman yang memiliki batang basah,
batang berkayu dan batang rumput menggunakan metode
demonstrasi
e) Menyebutkan beberapa kegunaan batang
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
f) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
g) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
3. KegiatanPenutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
h) Mengulang kegunaan batang dan jenis batang
Materi:
Batang
Batang adalah bagian tumbuhan yang amat [Link] dapat di
umpamakan sebagai sumbu tumbuh-tumbuhan. Adapun jenis batang
yaitu :
a) Batang basah, memiliki batang yang lunak dan berair.
39
b) Batang berkayu, mempunyai kambium,kambium adalah bagian
di dalam batang yang hanya dimiliki tumbuhan batang berkayu.
c) Batang rumput, mempunyai ruas-ruas yang nyata sering
berongga, misalnya tanaman padi dan rumput-rumputan.
Sesayap , Mei 2015
Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Peneliti
Nora Iriani, [Link] Joni
NIP 197404082001122007
40
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II, Pertemuan 1
Sekolah : SDN 010 Sesayap
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : IV / I
Pertemuan Ke- : 1 dan 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
A. Standar Kompetensi :
2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan
fungsinya
B. Kompetensi Dasar
2.3 Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan
fungsinya
C. Indikator
2.3.1 mendeskripsikan struktur daun pada tanaman
2.3.2 Menyebutkan hubungan struktur daun dengan fungsinya
D. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat Mendeskripsikan daun pada tumbuhan
2. Siswa dapat Mengambarkan berbagai jenis daun pada kertas gambar
3. Siswa dapat Menjelaskan bahwa bentuk daun dipengaruhi oleh
susunan tulang daun
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat
dan perhatian ( respect ), Tekun (diligence) , Tanggung jawab
(responsibility) Dan Ketelitian (carefulness)
E. Metode Pembelajaran: Demonstrasi
F. Materi pembelajaran
Daun
1. Bentuk daun
2. Kegunaan daun
G. Media Belajar
Berbagai daun
Kertas gambar dan alat tulis
H. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
41
Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang
diharapkan
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
a) Siswa dapat menjelaskan hubungan antara struktur
daun tumbuhan dengan fungsinya
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
b) Memperagakan tentang bagian tumbuhan
c) Memperagakan tentang daun melalui pengamatan
langsung menggunakan metode demonstrasi
d) Mengelompokan tulang daun
e) Mendeskripsikan kegunaan daun menggunakan
metode demonstrasi
f) Menyebutkan beberapa kegunaan batang melalui
kegiatan menggunakan metode demonstrasi
Konfirmasi
5 menit
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
g) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
h) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
3. KegiatanPenutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
i) Mengulang kegunaan daun.
j) Melakukan pekerjaan rumah
Materi:
Daun
Pratama (2007:68) menyatakan bahwa daun adalah bagian dari tubuh
tumbuhan. Bagian ini sangat penting karena merupakan dapur bagi
tumbuhan. Daun merupakan tempat terjadinya peristiwa pembuatan
makanan. Daun berwarna hijau kerena mengandung zat hijau karena
mengandung zat hijau daun atau klorofil. Jenis-jenis daun berdasarkan
42
jumlah helai tiap tangkainya, daun dibedakan menjadi daun majemuk
dan daun tunggal. Pada tumbuhan berdaun tunggal, pada setiap
tangkainya hanya terdapat satu helai daun, contohnya: daun papaya,
daun pisang, dan daun jambu. Pada daun majemuk pada setiap tangkai
daun terdapat lebih dari satu helai daun, contohnya pada daun
belimbing, daun petai cina, dan daun putri malu. Daun terdiri atas
beberapa bagian, seperti: tangkai daun, helai daun, dan tulang daun.
Sesayap , Mei 2015
Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Peneliti
Nora Iriani, [Link] Joni
NIP 197404082001122007
43
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II, Pertemuan 2
Sekolah : SDN 010 Sesayap
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : IV / I
Pertemuan Ke- : 1 dan 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
A. Standar Kompetensi :
2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan
fungsinya.
B. Kompetensi Dasar
2.4 Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya
C. Indikator
2.4.1 mendeskripsikan struktur bunga pada tanaman
2.4.2 Menyebutkan hubungan struktur bunga dengan fungsinya
D. Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat Mendeskripsikan bagian-bagian yang dimiliki bunga
sempurna seperti :
- tangkai - mahkota
- dasar - benang
bunga sari
- kelopak - putik
2. Siswa dapat Mendeskripsikan kegunaan bunga sebagai :
- Hiasan tumbuhan
- Tempat berlangsungnya perkembangbiakan tumbuhan
3. Siswa dapat mendeskripsikan buah sebagai pelindung dari biji
yang merupakan bakal tumbuhan baru
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat
dan perhatian ( respect ), Tekun (diligence) , Tanggung jawab
(responsibility) dan Ketelitian ( carefulness)
E. Metode pembelajaran: Demonstrasi
F. Materi pembelajaran
Bagian Lain Tumbuhan (bunga)
G. Media Belajar
Kembang sepatu
44
Kertas gambar dan alat tulis
H. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5menit)
a) Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
b) Siswa dapat Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
c) Memperagakan peta konsep tentang bagian tumbuhan
d) Memperagakan tentang bunga dan bagiannya menggunakan metode
demonstrasi
e) Mengklasifikasikanbagian bunga menggunakan metode demonstrasi
f) Menjelaskan kegunaan bunga menggunakan metode demonstrasi
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru: 5 menit
e) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
f) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
3. KegiatanPenutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
g) Mengulang kegunaan bunga.
Materi
1. Bunga
Bunga adalah alat reproduksi alat seksual pada tumbuhan berbunga.
Bunga sempurna memiliki lima bagian yaitu tangkai, dasar bunga,
kelopak, mahkota, benang sari dan putik.
Sesayap , Mei 2015
Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Peneliti
Nora Iriani, [Link] Joni
NIP 19740408200112200
45
Untuk Kisi-kisi Soal
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
Lampiran 6 Lembar Kerja Siswa
LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS I
Instruksi:
Kelompok 1 Daun
2 Batang
3 Bunga
4 Akar
Nama kelompok…………
Nilai………………
Alat dan Bahan
1. Berbagai jenis daun, batang, bunga, dan akar
2. Buku (kertas) gambar
Cara kerja
1. Amati bentuk daun,batang, akar dan bunga dari berbagai jenis
tumbuhan.
2. Gambarlah paling sedikit 5 daun, batang, akar dan bunga. Pilihlah
daun,batang, akar dan bunga yang bentuknya berbeda.
3. Kelompok daun,batang, akar dan bunga yang bentuknya hampir sama
menurut hasil pengamatanmu.
4. Peragakan daun tersebut berdasarkan jenis-jenis daun, batang, akar
dan bunga.
Pertanyaaan
1. Adakah kesamaan dari berbagai daun,batang, akar dan bunga?
2. Adakah perbedaan dari berbagai daun,batang, akar dan bun
59
LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II
Nama kelompok…………
Nilai………………
1. Tabel bentuk susunan tulang daun
No Bentuk Susunan Tulang Daun
Nama
Menyirip Menjari Melengkung Sejajar
Tumbuhan
1. - - -
2.
3.
4.
5.
2. Gambarlah kelopak bunga lalu tulislah bagian-bagian bunga
tersebut!
60
Lampiran 7 Lembar Observasi Siswa
LEMBAR PENGAMATAN SISWA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
SIKLUS I, Pertemuan 1
Petunjuk :
1. Isilah kolom jumlah dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan
sesuaidengan aktifitas.
2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek (√)
3. Jumlah siswa kelas IV ada 25orang
Jumlah Skala Penilaian
No. Keaktifan Siswa
Siswa % A B C D E
Kehadiran dalam kegiatan
1.
pembelajaran
Selalu bertanya dalam proses
2.
pembelajaran
Siswa yang mau menjawab
3.
pertanyaan tentang materi
4 Aktif berdiskusi
5 Mempresentasikan
Keterangan :
A : Baik Sekali (85% - 100%)
B : Baik (70% - 84%)
C : Cukup (55% - 69%)
D : Kurang (40% - 54%)
E : Kurang sekali (0 - 39%)
(Noehi Nasution : 2002, 6.11)
61
LEMBAR PENGAMATAN SISWA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
SIKLUS I, Pertemuan 2
Petunjuk :
1. Isilah kolom jumlah dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan
sesuaidengan aktifitas.
2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek (√)
3. Jumlah siswa kelas IV ada 25 orang
Jumlah Skala Penilaian
No. Keaktifan Siswa
Siswa % A B C D E
Kehadiran dalam kegiatan
1.
pembelajaran
Selalu bertanya dalam proses
2.
pembelajaran
Siswa yang mau menjawab
3.
pertanyaan tentang materi
Aktif memperhatikan
4
demonstrasi
5 Aktif mempresentasikan
Keterangan :
A : Baik Sekali (85% - 100%)
B : Baik (70% - 84%)
C : Cukup (55% - 69%)
D : Kurang (40% - 54%)
E : Kurang sekali (0 - 39%)
(Noehi Nasution : 2002, 6.11)
62
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
SIKLUS II, Pertemuan 1
Petunjuk :
1. Isilah kolom jumlah dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan
sesuaidengan aktifitas.
2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek (√)
3. Jumlah siswa kelas IV ada 25 orang
Jumlah Skala Penilaian
No. Keaktifan Siswa
Siswa % A B C D E
Kehadiran dalam kegiatan
1.
pembelajaran
Selalu bertanya dalam proses
2.
pembelajaran
Siswa yang mau menjawab
3.
pertanyaan tentang materi
Aktif memperhatikan
4
demonstrasi
5 Mempresentasikan
Keterangan :
A : Baik Sekali (85% - 100%)
B : Baik (70% - 84%)
C : Cukup (55% - 69%)
D : Kurang (40% - 54%)
E : Kurang sekali (0 - 39%)
(Noehi Nasution : 2002, 6.11)
63
LEMBAR PENGAMATAN SISWA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
SIKLUS II, Pertemuan 2
Petunjuk :
1. Isilah kolom jumlah dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan
sesuaidengan aktifitas.
2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek (√)
3. Jumlah siswa kelas IV ada 25 orang
Jumlah Skala Penilaian
No. Keaktifan Siswa
Siswa % A B C D E
Kehadiran dalam kegiatan
1.
pembelajaran
Selalu bertanya dalam proses
2.
pembelajaran
Siswa yang mau menjawab
3.
pertanyaan tentang materi
Aktif memperhatikan
4
demonstrasi
5 Aktif mempresentasikan
Keterangan :
A : Baik Sekali (85% - 100%)
B : Baik (70% - 84%)
C : Cukup (55% - 69%)
D : Kurang (40% - 54%)
E : Kurang sekali (0 - 39%)
(Noehi Nasution : 2002, 6.11)
64
Lampiran 8 Lembar Observasi Guru
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU
SIKLUS I
Petunjuk : Pusatkan perhatian anda pada prilaku guru dan siswa di dalam
kelas.
Tulislah hasil pengamatan anda dengan tanda cek (√) pada
setiap indikator sesuai dengan skala penilaian sebagai berikut :
Nilai 85% – 100 % = SB (Sangat Baik)
Nilai 70% – 84 % = B ( Baik)
Nilai 55 %– 69 % = S ( Sedang )
Nilai 40% – 54% = TB (Tidak Baik )
Nilai 0% –44 % = STB (Sangat Tidak Baik)
(Noehi Nasution : 2002, 6.12)
Skala Penilaian
No Kemampuan
Indikator SB B S TB STB
. Guru
5 4 3 2 1
Melaksanakan pembelajaran
sesuai kurikulum
Menguasai materi pelajaran
organisasi di sekolah dan
Menguasai
masyarakat
1 metode
Menggunakan metode yang
mengajar
sesuai dengan materi
Menyusun evaluasi sesuai
dengan pedoman penyusunan
soal
1. Model pembelajaran sesuai
dengan pokok bahasan
2. Model pembelajaran
meningkatkan motivasi siswa
3. Model pembelajaran
meningkatkan efektifitas dan
Menggunakan efesiensi
2 metode 4. Model pembelajaran
demonstrasi membantu mempermudah
pemahaman siswa terhadap
materi
5. Model pembelajaran
meningkatkan hasil belajar
siswa
65
Skala Penilaian
No Kemampuan
Indikator SB B S TB STB
. Guru
5 4 3 2 1
1. Menata siswa/kelas untuk
Mengorganisir menumbuhkan suasana
kelas/siswa dan menyenangkan
3
membangun 2 Memberikan penghargaan
suasana kelas berupa pujian terhadap siswa
yang menjawab dengan benar
Pedoman Penilaian (Noehi Nasution : 2002, 6.12) :
Skor Sangat Setuju (SB) adalah 4
Skor Setuju (B) adalah 3
Skor Tidak Setuju (TB) adalah 2
Skor Sangat Tidak Setuju (STB) adalah 1
Skor tertinggi diharapkan 60
Nilai akhir = ( Jumlah skor perolehanx 100)
Skor maksimal
Sesayap , 2015
Observer,
Muhammad Said
NIP 196910182006041001
66
LEMBAR PENGAMATAN GURU
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS II
Petunjuk : Pusatkan perhatian anda pada prilaku guru dan siswa di dalam
kelas.
Tulislah hasil pengamatan anda dengan tanda cek (√) pada
setiap indikator sesuai dengan skala penilaian sebagai berikut :
Nilai 85% – 100 % = SB (Sangat Baik)
Nilai 70% – 84 % = B ( Baik )
Nilai 55 %– 69 % = S ( Sedang )
Nilai 40% – 54% = TB (Tidak Baik)
Nilai 0% –44 % = STB (Sangat Tidak Baik)
(Noehi Nasution : 2002, 6.12)
Skala Penilaian
No Kemampuan
Indikator SB B S TB STB
. Guru
5 4 3 2 1
1. Melaksanakan pembelajaran
sesuai kurikulum
2 Menguasai materi pelajaran
organisasi di sekolah dan
Menguasai
masyarakat
1 metode
3 Menggunakan metode yang
mengajar
sesuai dengan materi
4 Menyusun evaluasi sesuai
dengan pedoman penyusunan
soal
1. Model pembelajaran sesuai
dengan pokok bahasan
2 Model pembelajaran
meningkatkan motivasi siswa
3 Model pembelaran
Menggunakan meningkatkan efektifitas dan
2 metode efesiensi
demonstrasi 4 Model pembelajaran membantu
mempermudah pemahaman
siswa terhadap materi
5 Model pembelajaran
meningkatkan hasil belajar siswa
3 Mengorganisir 1. Menata siswa/kelas untuk
kelas/siswa menumbuhkan suasana
dan menyenangkan
membangun 2 Memberikan penghargaan
suasana kelas berupa pujian terhadap siswa yang
67
Skala Penilaian
No Kemampuan
Indikator SB B S TB STB
. Guru
5 4 3 2 1
menjawab dengan benar
Pedoman Penilaian (Noehi Nasution : 2002, 6.12) :
Skor Sangat Setuju (SB) adalah 4
Skor Setuju (B) adalah 3
Skor Tidak Setuju (TB) adalah 2
Skor Sangat Tidak Setuju (STB) adalah 1
Skor tertinggi diharapkan 60
Nilai akhir = ( Jumlah skor perolehanx 100)
Skor maksimal
Sesayap , 2015
Observer,
Muhammad Said
NIP 196910182006041001
68
Lampiran 10 Lembar Validasi Soal
LEMBAR VALIDASI ISI SOAL SIKLUS I
NILAI VALIDITAS
NO. SOAL
2 1 0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Skor 0
Skor 1
Skor 2
Tidak Relevan
Relevan
Keterangan :
Nilai 0 : jika indikator instrumen tidak sesuai dengan butir soal dan
instrumen tidak komunikatif.
Nilai 1 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal tetapi instrumen
tidak komunikatif atau sebaliknya.
Nilai 2 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal dan instrumen
komunikatif.
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat validitas tes / butir soal
∑ Skor 2
dalam penelitian adalah : V = ∑ Soal x 100%
Sesayap, Mei 2015
Validator
69
LEMBAR VALIDASI ISI SOAL SIKLUS I
NILAI VALIDITAS
NO. SOAL
2 1 0
1
2
3
4
70
5
6
7
8
9
10
Skor 0
Skor 1
Skor 2
Tidak Relevan
Relevan
Keterangan :
Nilai 0 : jika indikator instrumen tidak sesuai dengan butir soal dan
instrumen tidak komunikatif.
Nilai 1 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal tetapi instrumen
tidak komunikatif atau sebaliknya.
Nilai 2 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal dan instrumen
komunikatif.
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat validitas tes / butir soal
∑ Skor 2
dalam penelitian adalah : V = ∑ Soal x 100%
Sesayap, Maret 2015
Validator
LEMBAR VALIDASI ISI SOAL SIKLUS II
NILAI VALIDITAS
NO. SOAL
2 1 0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
71
10
Skor 0
Skor 1
Skor 2
Tidak Relevan
Relevan
Keterangan :
Nilai 0 : jika indikator instrumen tidak sesuai dengan butir soal dan
instrumen tidak komunikatif.
Nilai 1 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal tetapi instrumen
tidak komunikatif atau sebaliknya.
Nilai 2 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal dan instrumen
komunikatif.
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat validitas tes / butir soal
∑ Skor 2
dalam penelitian adalah : V = ∑ Soal
x 100%.
Sesayap, Mei 2015
Validator
LEMBAR VALIDASI ISI SOAL SIKLUS II
NILAI VALIDITAS
NO. SOAL
2 1 0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Skor 0
Skor 1
72
Skor 2
Tidak Relevan
Relevan
Keterangan :
Nilai 0 : jika indikator instrumen tidak sesuai dengan butir soal dan
instrumen tidak komunikatif.
Nilai 1 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal tetapi instrumen
tidak komunikatif atau sebaliknya.
Nilai 2 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal dan instrumen
komunikatif.
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat validitas tes / butir soal
∑ Skor 2
dalam penelitian adalah : V = ∑ Soal x 100%
Sesayap, Mei 2015
Validator
73