0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan73 halaman

Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran

Dokumen ini membahas pentingnya metode pembelajaran yang tepat, khususnya metode demonstrasi, untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SDN 010 Sesayap. Penelitian ini mengidentifikasi masalah rendahnya hasil belajar siswa akibat kurangnya keaktifan dan penggunaan model pembelajaran yang sesuai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV.

Diunggah oleh

marwah densi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan73 halaman

Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran

Dokumen ini membahas pentingnya metode pembelajaran yang tepat, khususnya metode demonstrasi, untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SDN 010 Sesayap. Penelitian ini mengidentifikasi masalah rendahnya hasil belajar siswa akibat kurangnya keaktifan dan penggunaan model pembelajaran yang sesuai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV.

Diunggah oleh

marwah densi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembelajaran merupakan proses aktif peserta didik yang

mengembangkan potensi dirinya. Peserta didik dilibatkan ke dalam

pengalaman yang difasilitasi oleh guru sehingga pelajar mendapatkan

pengalaman yang melibatkan pikiran dan emosi yang terjalin dalam kegiatan

yang menyenangkan dan menantang serta mendorong prakarsa siswa.

Peranan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan sangat menentukan.

Faktor guru memegang peranan utama karena guru merupakan figur kunci

bagi keberhasilan pembelajaran untuk peningkatan mutu pendidikan, sebab

guru berhadapan langsung dengan siswa di sekolah. Oleh karena itu, figur

guru sangat strategis dalam menjalani peristiwa pembelajaran di kelas. Dalam

konteks ini, guru perlu mengikuti perubahan-perubahan paradigma

pembelajaran yang sedang terjadi.

Sistem pembelajaran tidak lepas dari komponen-komponen seperti

siswa, tujuan, metode, media, strategi pembelajaran, evaluasi, dan umpan

balik. Seluruh komponen itu sangat erat kaitannya dalam menunjang

keberhasilan belajar. Metode yang merupakan salah satu komponen,

merupakan proses atau prosedur yang digunakan oleh guru untuk mencapai

kompetensi atau tujuan belajar. Hingga saat ini metode-metode yang

ditawarkan dalam kegiatan pembelajaran terus mengalami perkembangan.


2

Pemilihan metode yang tepat akan membantu guru dan siswa mencapai

tujuan belajar yang diinginkan.

Berdasarkan hasil observasi awal, data yang diperoleh peneliti dari

guru kelas IV SDN 010 Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, diperoleh

databahwahasil belajar klasikal siswa kelas IV tahun 2014/2015 adalah 60%

sebanyak 12 orang yang tuntas dan sebanyak 8 (40%) orang yang tidak

tuntas. Pencapain tersebut masih kurang dari kriteria yang telah ditentukan,

yaitu 75%. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa siswa

yaitu: (1) dalam proses pembelajaran tidak menggunakan model

pembelajaran yang tepat untuk merangsang stimulus siswa, (2) kurangnya

keaktifan siswa terhadap materi yang diajarkan, (3) penilaian guru hanya

pada pencapaian hasil bukan pada pencapaian proses.

Tidak semua materi pembelajaran dapat diterima oleh semua siswa

dengan mudah. Hal ini disebabkan antara lain: (1) Tingkat perkembangan

berpikir yang berbeda. Perkembangan berpikir dimulai dari kongkrit menuju

abstrak materi yang dipelajari akan lebih jelas dan mudah dipahami siswa

dengan melihat langsung atau melalui alat/benda tiruan yang ditunjukkan

(diperagakan/didemonstrasikan) guru, (2) Sifat bahan yang dipelajari tidak

semua sama. Ada pelajaran yang menuntut diperagakan atau dipertunjukkan,

perlu demonstrasi, seperti hal–hal yang baru diperkenalkan pada siswa, alat–

alat baru apalagi yang rumit dan kompleks, (3) Tipe belajar individu yang

berbeda yaitu visual, auditif, motorik, dan campuran.


3

Kendala tersebut dapat diatasi apabila guru dapat merangsang

stimulus siswa dengan menerapkan metode demonstrasi. Menurut Sudirman

(1991: 133) metode demonstrasi/peragaan sebagai metode mengajar

merupakan cara mengajar yang mana guru atau ahli memperlihatkan kepada

seluruh siswa suatu benda asli, benda tiruan, atau suatu proses. Guru

menyajikan materi pembelajaran dengan memperagakan dan

mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu

yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk

tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang harus

didemonstrasikan. Dengan metode demonstrasi, siswa dapat mengamati

dengan seksama apa yang terjadi, bagaimana proses, bahan apa saja yang

diperlukan, serta bagaimana hasilnya.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi identifikasi masalah

pada penelitian ini adalah:

1. Dalam proses pembelajaran tidak menggunakan model pembelajaran

yang tepat untuk merangsang stimulus siswa.

2. Kurangnya keaktifan siswa terhadap materi yang diajarkan

3. Penilaian guru hanya pada pencapaian hasil bukan pada pencapaian

proses

Sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang sesuai dan menarik

minat siswa dalam pembelajaran yaitu metode demonstrasi.


4

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah

pada penelitian ini adalah:”Bagaimanapenerapan metode demonstrasi dapat

meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN 010 Sesayap?”

D. Tujuan Penelitian

Mengacu pada rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil

belajar IPA siswa kelas IV di SDN 010 Sesayap.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan

praktis.

1) Manfaat teoritis yang diharapkan dari penelitian adalah:

a. Bagi siswa, penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk

meningkat hasil belajar.

b. Bagi guru, penelitian ini dapat dijadikan acuan belajar dan

mengevaluasi diri terhadap kemampuan yang dimilikinya.

c. Bagi sekolah, Memberikan sumbangan pemikiran berupa inovasi

dan model pembelajaran

d. Bagi peneliti, memberikan informasi dan masukan bagi penelitian

selanjutnya
5

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Belajar

Menurut Hamalik (2003: 15) belajar adalah berusaha atau berlatih

supaya mendapat suatu kepandaian. Sedangkan menurut Yulaelawati (2004:

106) menyatakan bahwa belajar merupakan proses penerimaan informasi

kepada peserta didik. Menurut Arysad (2008:1) belajar adalah suatu proses

yang kompleks yang terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Proses

belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan

lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana

saja. Trianto (2010: 34) menyatakan bahwabelajar merupakan perubahan

individu dalam kebiasaan pengetahuan dan sikap. Seseorang mengalami

proses belajar kalau ada perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dalam

menguasai ilmu pengetahuan. Belajar merupakan “suatu proses” guru melihat

apa yang terjadi selama murid menjalani pengalaman edukatif untuk

mencapai suatu tujuan.

Seluru proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan

kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian

tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang

dialami oleh siswa sebagai anak didik. Yulaelawati, (2004:107) mnyatakan

bahwa para penganut teori kognitif memfokuskan belajar sebagai suatu

proses berpikir di balik perubahan tingkah laku.


6

Perubahan yang diamati pada tingkah laku peserta didik menunjukkan

hal yang terjadi pada pikirannya. Pikiran peserta didik dalam memproses

informasi menyerupai sebuah komputer yang dianalogikan input diolah

(diproses) dalam benak peserta didik kemudian dikeluarkan dalam bentuk

output seperta tampak pada Gambar 2.1 berikut:

OUTPUT
INPUT PROSES (hasil belajar)
(pengetahuan) (diolah melalui
belajar)

Gambar 2.1 Pemrosesan Informasi dalam Belajar

B. Hasil Belajar

Menurut Sanjaya (2010:58) sistem pembelajaran merupakan suatu

proses yang mengandalkan serangkaian perbuatan guru dan siswa atas

hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk

mencapai tujuan tertentu sehingga proses tersebut terkandung multiperan dari

guru. Dalam mengelola pembelajaran, digunakan materi dan bernbagai media

dan metode, sumber, dan berbagai faktor pendukung. Guru harus melakukan

aktivitas strategi yang meliputi: pemberian penjelasan, pendemonstrasian,

mendefinisikan, membandingkan, memotivasi, membimbing, mendisiplinkan,

bertanya, dan memberikan penguatan.

Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah

pelaksanaan proses belajar-mengajar. Menurut Trianto (2010:20) efesiensi

dan kefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik adalah

segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar dengan
7

baik dan memperoleh hasil belajar yang baik pula. Suatu pembelajaran dapat

dikatakan efektif apabila memenuhi persyaratan utama kefektifan pengajaran,

yaitu:

1. Presentasi waktu belajar siswa yang tinggi dicurahkan terhadap KBM.

2. Rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi di antara siswa.

3. Ketetapan antara kandungan mteri ajaran dengan kemampuan siswa

(orientasi keberhasilan belajar) diutamakan.

4. Mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif.

Dalam mengelola pembelajaran, digunakan materi dan bernbagai

media dan metode, sumber, dan berbagai faktor pendukung. Guru harus

melakukan aktivitas strategi yang meliputi: pemberian penjelasan,

pendemonstrasian, mendefinisikan, membandingkan, memotivasi,

membimbing, mendisiplinkan, bertanya, dan memberikan penguatan.

Keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah

pelaksanaan proses belajar-mengajar. Trianto (2010:20) menyatakan bahwa

efesiensi dan kefektifan mengajar dalam proses interaksi belajar yang baik

adalah segala daya upaya guru untuk membantu para siswa agar bisa belajar

dengan baik dan memperoleh hasil belajar yang baik pula.

Dari pendapat beberapa ahli dapat diambil kesimpulan bahwa hasil

belajar adalah hasil dari proses belajar mengajar antara lain berupa

keterampilan interaktif merupakan kemampuan seseorang untuk berinteraksi

dengan orang lain, keterampilan ini mengandung unsur sikap yang menuntun
8

orang agar dapat menerapkan pengetahuan dasar dan keterampilan fisiknya

pada situasi tertentu

C. Metode Pembelajaran Demonstrasi

Menurut Sudirman (1991: 133) metode demonstrasi adalah cara

penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa

suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik

sebenarnya maupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.

Menurut Trianto (2010: 102) metode pembelajaran demonstrasiadalah model

mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian

atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada peserta

didik.

Menurut Sagala (2006: 210) metode demonstrasi lebih sesuai untuk

mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan,

suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Dengan metode demonstrasi

peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala

benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-

kesimpulan yang diharapkan.

Metode ini baik digunakan untuk mendapat gambaran yang lebih jelas

tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, membuat

sesuatu, proses bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakan,

komponen-komponen yang membentuk suatu, membandingkan sesuatu cara

dengan cara yang lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu

pembelajaran kooperatif.
9

MenurutSudirman (1991: 134) langkah-langkah metode pembelajaran

demonstrasi adalah:

1. Merumuskan dengan jelas kecakapan atau keterampilan apa yang

diperoleh setelah demonstrasi dilakukan.

2. Tentukan peralatan yang digunakan, kemudian dicoba dahulu agar

pelaksanaan demonstrasi tidak mengalami kegagalan.

3. Menetapkan prosedur yang dilakukan, dan sebelum demonstrasi

dilakukan perlu diadakan percobaan terlabih dahulu.

4. Menentukan lama pelaksanaan demonstrasi.

5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar

pada saat maupun sesudah demonstrasi.

6. Meminta kepada siswa untuk mencatat hal-hal yang dianggap perlu.

7. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa.

D. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Demonstrasi

Menurut Sagala (2006: 213) kelebihan metode pembelajaran demonstrasi

adalah:

1. Perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap penting

oleh guru sehingg hal yang penting itu dapat diamati secara teliti. Di

samping itu, perhatian siswa pun lebih mudah dipusatkan kepada proses

belajar mengajar dan tidak kepada yang lainya.

2. Dapat membimbing siswa ke arahberpikir yang sama dalam satu saluran

pikiran yang sama.


10

3. Ekonmis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu

yang panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi dengan waktu

yang pendek.

4. Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya

membaca atau mendengarkan, karena murid mendapatkan gambaan yang

jelas dari hasil pengamatannya.

5. Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan

keterangan-keterangan yang banyak

6. Beberapa persoalan yang menimbulkan petanyaan atau keraguan dapat

diperjelas waktu proses demonstrasi.

Sedangkan kelemahan metode pembelajaran demonstrasi adalah:

1. Derajat visibilitasnya kurang, peserta didik tidak dapat melihat atau

mengamati keseluruhan benda atau peristiwa yang didemonstrasikan

kadang-kadang terjadiperubahan yang tidak terkontrol.

2. Untuk mengadakan demonstrasi digunakan ala-alat yang khusus,

kadang-kadang alat itu susah didapat. Demonstrasi merupakan metode

yang tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati

secara seksama.

3. Dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang didemonstrasikan

diperlukan pemusatan perhatian. Dalam hal ini banyak diabaikan leh

peserta didik.

4. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di kelas.


11

5. Memerlukan banyak waku sedangkan hasilnya kadang-kadang sangat

minimum.

6. Kadang-kadang hal yang didemonstrasikan di kelas akan berbeda jika

proses itu didemonstrasikan dalam situasi nyata atau sebenarnya.

7. Agar demonstrasi mendapaptkan hasil yang baik diperlukan ketekitian

dan kesabaran.

E. Tinjauan Materi Pembelajaran Stuktur Tumbuhan dan Fungsinya

Menurut Haryanto (2006:34) struktur tumbuhan terdiri dari:

1. Akar

Akar pada umumnya terletak di dalam [Link] akar yang

mempunyai sifat dan tugas khusus. Jenis-jenis akar terbagi menjadi:

a) Akar gantung

Akar ini tumbuh dari bagian batang tumbuhan di atas tanah.

b) Akar pelekat

Akar ini tumbuh di sepanjang batang.

`c) Akar tunjang

Akar ini tumbuh dari bagian bawah akar ke segala arah.

d) Akar napas

Akar napas tumbuh tegak lurus ke atas sehingga muncul dari

permukaan tanah atau air.


12

2. Batang

Batang adalah bagian tumbuhan yang amat [Link] dapat di

umpamakan sebagai sumbu tumbuh-tumbuhan. Adapun jenis batang

yaitu :

a) Batang basah, memiliki batang yang lunak dan berair.

b) Batang berkayu, mempunyai kambium,kambium adalah bagian di

dalam batang yang hanya dimiliki tumbuhan batang berkayu.

c) Batang rumput, mempunyai ruas-ruas yang nyata sering

berongga,misalnya tanaman padi dan rumput-rumputan.

3. Daun

Pratama (2007: 68) menyatakan bahwa daun adalah bagian dari tubuh

tumbuhan. Bagian ini sangat penting karena merupakan dapur bagi

tumbuhan. Daun merupakan tempat terjadinya peristiwa pembuatan

makanan. Daun berwarna hijau kerena mengandung zat hijau karena

mengandung zat hijau daun atau klorofil. Jenis-jenis daun berdasarkan

jumlah helai tiap tangkainya, daun dibedakan menjadi daun majemuk

dan daun tunggal. Pada tumbuhan berdaun tunggal, pada setiap

tangkainya hanya terdapat satu helai daun, contohnya: daun papaya,

daun pisang, dan daun jambu. Pada daun majemuk pada setiap tangkai

daun terdapat lebih dari satu helai daun, contohnya pada daun

belimbing, daun petai cina, dan daun putri malu. Daun terdiri atas

beberapa bagian, seperti: tangkai daun, helai daun, dan tulang daun.
13

4. Bunga

Bunga adalah alat reproduksi alat seksual pada tumbuhan berbunga.

Bunga sempurna memiliki lima bagian yaitu tangkai, dasar bunga,

kelopak, mahkota, benang sari dan putik.

F. Kerangka Berpikir

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan hasil kegiatan manusia

berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang terorganisasi secara logis

sistematis tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui

serangkaian proses ilmiah seperti: pengamatan, penyelidikan, penyusunan

hipotesis (dugaan sementara) yang diikuti pengujian gagasan. Pembelajaran

yang masih terjadi di SDN 010 Sesayap Hilirguru masih menggunakan

metode ceramah dan konvensional yang mengakibatkan siswa merasa jenuh

dalam pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi rendah.

Salah satu cara yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA adalah

penggunaan metode [Link] demonstrasi/peragaan sebagai

metode mengajar merupakan cara mengajar yang mana guru atau ahli

memperlihatkan kepada seluruh siswa suatu benda asli, benda tiruan, atau

suatu proses. Guru menyajikan materi pembelajaran dengan memperagakan

dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda

tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam

bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang

harus didemonstrasikan. Dengan metode demonstrasi, siswa dapat mengamati

dengan seksama apa yang terjadi, bagaimana proses, bahan apa saja yang
14

diperlukan, serta bagaimana hasilnya Secara skematis kerangka berpikir dapat

dilihat pada Gambar 2.2 berikut:

Hasil Belajar IPA


Rendah

Penyebab Masalah

Aspek Siswa: Aspek Guru


1. Dalam proses 1. Penilaian guru hanya pada
pembelajaran tidak pencapaian hasil bukan pada
menggunakan model pencapaian proses
pembelajaran yang tepat
untuk merangsang stimulus
siswa.
2. Kurangnya keaktifan
siswa terhadap materi yang
diajarkan

Pemecahan Masalah

Metode Demonstrasi

Gambar 2.2 Bagan Kerangka Berpikir

G. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan masalah, tinjuan pustaka, dan kerangka berpikir yang

telah dipaparkan, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut: “Hasil belajar

IPA melalui penerapan metode demonstrasi di kelas IV SDN 010 Sesayap

dapat meningkat.
15

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan

dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini direncanakan dalam

beberapa siklus, masing-masing siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan.

Evaluasi dilakukan setelah proses belajar mengajar tiap siklus. Siklus

selanjutnya merupakan penguatan pada materi yang belum dicapai siswa dari

hasil evaluasi dari siklus sebelumnya. Setiap siklus terdiri dari tahap

perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian direncanakan pada semester I bulan Agustus tahun

pembelajaran 2015/2016 di kelas IV SDN 010 Sesayap.

C. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 010 Sesayap

yang berjumlah 12 orang dengan jumlah siswa perempuan sebanyak 7 orang

dan siswa laki-laki sebanyak 5orang.

D. Desain Penelitian

Penelitian ini direncanakan terdiri dari dua siklus. Tiap siklus

dilaksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan

refleksi dari dua kali pertemuan dan jika di siklus kedua belum menampakkan
16

hasil yang diinginkan oleh peneliti maka akan dilakukan pada siklus

selanjutnya.
Perencanaan

Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan

Observasi

Perencanaan

Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan

Observasi

Siklus Selanjutnya

Gambar 3.1 Siklus PTK Menurut Kemmis dan Taggart dalam


Arikunto, (2010 : 137)

Berdasarkan alur PTK model Kemmisdan Taggart, maka prosedur

pelaksanaan PTK meliputi; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3)

observasi dan (4) refleksi dalam setiap siklus, setiap siklus dilaksanakan

sesuai dengan perubahan yang dicapai. Rincian prosedur tindakan tiap siklus

adalah sebagai berikut:

1. Siklus I

Sebelum diadakan penelitian terlebih dahulu dilakukan langkah-

langkah sebagai berikut:


17

a. Tahap Perencanaan Tindakan

1) Membuat silabus dan skenario pembelajaran untuk pelaksanaan

tindakan dan langkah-langkah yang menekankan metode demontrasi.

2) Membuat lembar kerja siswa.

3) Membuat alat evaluasi untuk dikerjakan di kelas.

4) Membuat lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa dalam

pembelajaran.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan.

1) Pelaksanaan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.

2) Melakukan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi, kemudian

memberikan kesempatan setiap kelompok untuk mempresentasikan

hasil diskusi yang dilakukan serta kelompok lain menanggapi.

3) Mengevaluasi dan menganalisis tanggapan siswa serta mendiskusikan

dengan guru-guru untuk tindakan selanjutnya.

c. Tahap Observasi

Selama pelaksanaan tindakan, dilakukan observasi dengan menggunakan

lembar observasi. Adapun hal-hal yang diamati selama berlangsungnya

kegiatan observasi adalah sebagai berikut:

1) Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan proses belajar mengajar.

2) Jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan, tanggapan, komentar,

saran, kritik atau memberi jawaban secara tertulis baik pada

pembelajaran.
18

3) Keberanian siswa untuk tampil menjawab soal di depan kelas yang

diberikan oleh guru.

4) Jumlah siswa yang memperoleh peningkatan nilai sebelumnya.

5) Jumlah siswa yang meningalkan kelas dengan alasan tertentu.

d. Tahap Refleksi

Pada tahap ini hasil yang diperoleh pada observasi dan evaluasi

dikumpulkan dan dianalisis. Dari hasil tersebut penulis melakukan refleksi

untuk mengetahui perkembangan siswa dengan pelaksanaan pembelajaran

menggunakan metode demonstrasi serta dapat menemukan solusi apabila

mengalami hambatan dalam proses pembelajaran.

2. Siklus II

Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II relatif sama dengan

perencanaan dan pelaksanaan dalam siklus I dengan mengadakan beberapa

perbaikan atau penambahan sesuai dengan kenyataan yang ditemukan di

lapangan berdasarkan hasil observasi, refleksi dari siswa dan refleksi dari

guru tehadap mata pelajaran IPA.

a. Tahap Perencanaan Tindakan

1) Membuat silabus dan skenario pembelajaran untuk pelaksanaan

tindakan dan langkah-langkah yang menekankan metode

demonstrasi.

2) Membuat lembar kerja siswa.

3) Membuat alat evaluasi untuk dikerjakan di kelas.


19

4) Membuat lembar observasi untuk mengetahui keaktifan siswa

dalam pembelajaran.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan.

1) Pelaksanaan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.

2) Melakukan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi,

kemudian memberikan kesempatan setiap kelompok untuk

mempresentasikan hasil eksperimen yang dilakukan serta kelompok

lain menanggapi.

3) Mengevaluasi dan menganalisis tanggapan siswa serta

mendiskusikan dengan guru-guru untuk tindakan selanjutnya.

c. Tahap Observasi

Selama pelaksanaan tindakan, dilakukan observasi dengan

menggunakan lembar observasi. Adapun hal-hal yang diamati selama

berlangsungnya kegiatan observasi adalah sebagai berikut:

1) Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan proses belajar mengajar.

2) Jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan, tanggapan, komentar,

saran, kritik atau memberi jawaban secara tertulis baik pada

pembelajaran.

3) Keberanian siswa untuk tampil menjawab soal didepan kelas yang

diberikan oleh guru.

4) Jumlah siswa yang memperoleh peningkatan nilai

5) Jumlah siswa yang meningalkan kelas dengan alasan tertentu.


20

d. Tahap Refleksi

Pada tahap ini hasil yang diperoleh pada observasi dan evaluasi

dikumpulkan dan dianalisis. Dari hasil tersebut penulis melakukan

refleksi untuk mengetahui perkembangan siswa dengan pelaksanaan

pembelajaran menggunakan metode demonstrasi serta dapat

menemukan solusi apabila mengalami hambatan dalam proses

pembelajaran.

E. Instrumen Penelitian

Keberhasilan siswa pada pembelajaran IPA materi struktur dan fungsi

tumbuhan menggunakan metode demonstrasi diukur dengan menggunakan

instrumenhasil belajar yaitu:

1. Lembar observasi (untuk guru dan siswa). Lembar observasi untuk

guru digunakan untuk melihat penguasaan dan kesediaan guru dalam

proses belajar mengajar dan lembar observasi siswa untu melihat

keaktifan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung setiap

siklus

2. Tes. Tes digunakan untuk pengambilan data hasil belajar berbentuk

soal pilihan ganda yang berjumlah 10 soal.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkandata penelitian ini

adalah observasi dan tes instrumen.


21

1. Observasi (non tes) dilakukan terhadap aktivitas guru dan aktivitas

siswa selama proses tindakan berlangsung. Tujuan penggunaan

teknik ini adalah untuk memperoleh data untuk mengamati kegiatan

siswa dan guru dalam proses pembelajaran.

2. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar pada aspek kognitif siswa

terhadap materi struktur dan fungsi tumbuhan menggunakan metode

demonstrasi.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Tes hasil belajar

a. Ketuntasan individu

Ketuntasan individu dihitung menggunakan persamaan berikut;

Jumlah perolehan
Nilai = ______________ X 100
Maksimal

Sudjana (2010: 89)

b. Ketuntasan klasikal

Ketuntasan klasikal dihitung menggunakan persamaan berikut:

Jumlah siswa yang tuntas


Ketuntasan klasikal = _____________________ X 100%
Jumlah siswa

Sudjana (2010: 90)


22

Tabel 3.1 Penilaian Hasil Belajar Secara Klasikal

No Rentang Nilai Klasifikasi


1 85-100 sangat tinggi
2 70-84 tinggi
3 55-69 sedang
4 40-54 rendah
5 0-39 sangat rendah
Sumber: di adaptasi dari Yusnarti (2013: 44)

2. Lembar observasi

a. Aktivitas siswa dianalisis menggunakan persamaan berikut:

Jumlah siswa
Nilai = ___________________ X 100%
Jumlah keseluruhan siswa

Sudjana (2010: 91)


Tabel 3.2 PresentasiAktivitas Siswa

No Rentang Nilai Klasifikasi


1 85-100 Baik Sekali
2 70-84 Baik
3 55-69 Cukup
4 40-54 Kurang
5 0-39 Kurang Sekali
Sumber: di adaptasi dari Nasution (2002: 6)

b. Aktivitas guru dianalisis menggunakan persamaan berikut:

Skor yang diperoleh siswa


Nilai = ___________________ X 100%
Skor maksimal

Sudjana (2010: 92)


23

Tabel 3.3PresentasiAktivitas Siswa dan Guru

No Rentang Nilai Klasifikasi


1 85-100 Baik Sekali
2 70-84 Baik
3 55-69 Cukup
4 40-54 Kurang
5 0-39 Kurang Sekali
Sumber: di adaptasi dari Nasution (2002: 6)

H. Kriteria Keberhasilan Tindakan

Indikator keberhasilan penelitian adalah apabila hasil belajar dan

seluruh siswa sudah menunjukkan peningkatan. Penelitian ini dihentikan

apabila 75% siswa telah memenuhi nilai KKM yang ditetapkan yaitu 65.
24

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Peelitian Suatu pendekatan Praktik.


Jakarta: PT Rineke Cipta.

Arsyad, Azhar. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hamalik, Oemar. 2003. Prinsip-prinsip Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haryanto. 2006. Pembelajaran IPA SAINS. Jakarta: Erlangga.

Isroyani, Sophia. 2009. Manfaat Media Pembelajaran Berbasis Hutan


Mangrove dan TIK untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Siswa
Kelas 3 SDN. 28 Selumit Pantai, Tarakan. Skripsi. Tarakan.
Universitas Borneo Tarakan

Nasution, Noehi. 2002. Penilaian Aktivitas dan Hasil Belajar. Jogjakarta:


Pustaka pelajar.

Pratama, Teguh. 2007. Mengenal Makhluk Hidup. Bandung: PT Graha


Bandung Kencana

Sagala, Herman. 2006. Model-model Pembelajaran Interaktif. Jakarta: Bumi


Aksara.

Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar proses


Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenanda Media.

Sudirman. 1991. Model-Model Pembelajaran Efektif. Jakarta: Bumi Persada.

Sudjana,nana. 2010 penilaian hasil pproses belajar mengajar. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta.

Yulaelawati, Ella. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran Filosofi Teori dan


Aplikasi. Pakar Raya: Jakarta.

Yusnarti, Mulya. 2013. Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Masalah


Siswa Melalui Strategi Belajar MURDER di Kelas IV B SDN 006
Tarakan. Skripsi. Tarakan: Universitas Borneo Tarakan.
25

Lampiran 1 Nilai Matapelajaran Siswa Kelas IV tahun 2014/2015

PEMERINTAH KABUPATEN TANA TIDUNG


DINAS PENDIDIKAN
SDN No. 010 SESAYAP
Alamat : Jln. Jumbun RT. 02 Desa Sebawang
Nama
No Siswa Matapelajaran
Bahasa
PKN Indonesia IPA IPS Matematika
KKM KKM KKM KKM KKM
70 70 65 70 65
1 ST 75 70 60 50 50
2 NL 75 70 65 40 60
3 MO 70 65 70 40 60
4 SI 65 70 65 60 50
5 KK 65 75 60 65 55
6 SK 75 75 50 70 45
7 AD 70 70 55 60 45
8 AR 70 80 65 60 50
9 DD 80 75 80 50 65
10 IM 80 75 75 70 70
11 IR 65 70 65 40 65
12 TU 80 90 80 70 80
13 MK 65 70 75 60 60
14 MO 75 80 75 70 75
15 PL 70 70 70 70 70
16 NM 70 80 70 60 70
17 MS 80 80 85 80 80
18 AR 80 70 80 75 70
19 HK 65 65 65 50 65
20 SB 60 65 60 55 60
Jumlah 1435 1465 1370 1195 1245
Rata-rata 71,75 73,25 68,5 59,7 62,2

Sesayap, Juni 2015

Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Guru

Nora Iriani, [Link] Joni


NIP 197404082001122007
26

Untuk silabus
27
28
29
30
31
32
33
34

Lampiran 3 RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SIKLUS I, Pertemuan 1

Sekolah : SDN 010 Sesayap Hilir


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : IV / I
Pertemuan Ke- : 1 dan 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi:
1. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan
fungsinya

B. Kompetensi Dasar
2.1 Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan
fungsinya

C. Indikator
2.1.1 mendeskripsikan struktur akar pada tumbuhan
2.1.2 Menjelaskan hubungan struktur akar dengan fungsinya

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat Mendeskripsikan jenis akar serabut dan akar tunggang
2. Siswa dapat Mendeskripsikan akar gantung, akar tunjang dan akar
napas.
3. Siswa dapat Mendeskripsikan kegunaan akar

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat


dan perhatian (respect), Tekun (diligence), Tanggung jawab
(responsibility) dan Ketelitian (carefulness)

E. Metode Pembelajaran: Demonstrasi

F. Materi pembelajaran
Struktur dan Fungsi bagian tumbuhan
1. Akar
2. Struktur akar
3. Kegunaan akar

G. Media Belajar
35

Tumbuhan kecil
Baskom dan air secukupnya

H. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


1. Pendahuluan (5 menit)
Apersepsi dan Motivasi :
a. Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang
diharapkan
b. Merumuskan keterampilan yang diperoleh setelah
pelaksanaan demokrasi
c. Menentukan peralatan yang akan digunakan

2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
a. Memperlihatkan kepada siswa akar tunggang dan
memberikan contoh tanamannya mangga, jeruk,
kacang-kacangan menggunakan metode demonstri
b. Menjelaskan akar serabut dan memberikan contoh
tanamannya dengan memperagakan di depan siswa
c. Memperagakan akar-akar yang memiliki tugas
khusus
d. Menjelaskan kegunaan akar bagi tumbuhan
menggunakan metode demonstrasi
e. Menjelaskan cara memperkokoh tumbuhan
menggunakan metode demonstrasi

Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
f. Memahami peta konsep tentang bagian tumbuhan
g. Melakukan kegiatan
5 menit
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
h. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
i. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan

3. KegiatanPenutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Mengulang kembali isi materi pembelajaran
36

mengenai akar tumbuhan

4. Pekerjaan Rumah
Menggambar akar berdasarkan untuk jenis akar yang
lain

Materi:
Akar

Akar pada umumnya terletak di dalam [Link] akar yang

mempunyai sifat dan tugas khusus. Jenis-jenis akar terbagi menjadi:

a) Akar gantung

Akar ini tumbuh dari bagian batang tumbuhan di atas tanah.

b) Akar pelekat

Akar ini tumbuh di sepanjang batang.

`c) Akar tunjang

Akar ini tumbuh dari bagian bawah akar ke segala arah.

d) Akar napas

Akar napas tumbuh tegak lurus ke atas sehingga muncul dari

permukaan tanah atau air.

Sesayap , Mei 2015

Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Peneliti

Nora Iriani, [Link] Joni


NIP 197404082001122007
37

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SIKLUS I, Pertemuan 2

Sekolah : SDN 010 Sesayap


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : IV / I
Pertemuan Ke- : 3 dan 4
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi :
2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan
fungsinya

B. Kompetensi Dasar
2.2 Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan
fungsinya

C. Indikator
2.2.1 mendeskripsikan struktur batang pada tanaman
2.2.2 Menjelaskan hubungan struktur batang dengan fungsinya

D. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat Mendeskripsikan penggolongan batang:
- batang basah
- batang berkayu
- batang rumput
2. Siswa dapat Mendeskripsikan penggunaan batang

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat


dan perhatian (respect), Tekun (diligence), Tanggung jawab
(responsibility ) dan Ketelitian (carefulness)

E. Metode Pembelajaran: Demonstrasi

F. Materi pembelajaran
Batang
1. Jenis batang
2. Kegunaan batang

G. Media Belajar
Tumbuhan pacar cina
Pisau, gelas, air
Pewarna makan
38

H. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
a) Siswa dapat menjelaskan hubungan antara struktur batang
tumbuhan dengan fungsinya
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
b) Memperagakan bagian tumbuhan menggunakan metode
demonstrasi
c) Memperagakan batang tumbuhan sepertibatang basah,
batang berkayu batang rumput menggunakan metode
demonstrasi 5 menit
d) Menyebutkan tanaman yang memiliki batang basah,
batang berkayu dan batang rumput menggunakan metode
demonstrasi
e) Menyebutkan beberapa kegunaan batang

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
f) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
g) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan

3. KegiatanPenutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
h) Mengulang kegunaan batang dan jenis batang

Materi:

Batang

Batang adalah bagian tumbuhan yang amat [Link] dapat di

umpamakan sebagai sumbu tumbuh-tumbuhan. Adapun jenis batang

yaitu :

a) Batang basah, memiliki batang yang lunak dan berair.


39

b) Batang berkayu, mempunyai kambium,kambium adalah bagian

di dalam batang yang hanya dimiliki tumbuhan batang berkayu.

c) Batang rumput, mempunyai ruas-ruas yang nyata sering

berongga, misalnya tanaman padi dan rumput-rumputan.

Sesayap , Mei 2015

Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Peneliti

Nora Iriani, [Link] Joni


NIP 197404082001122007
40

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SIKLUS II, Pertemuan 1

Sekolah : SDN 010 Sesayap


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : IV / I
Pertemuan Ke- : 1 dan 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi :
2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan
fungsinya
B. Kompetensi Dasar
2.3 Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan
fungsinya
C. Indikator
2.3.1 mendeskripsikan struktur daun pada tanaman
2.3.2 Menyebutkan hubungan struktur daun dengan fungsinya

D. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat Mendeskripsikan daun pada tumbuhan
2. Siswa dapat Mengambarkan berbagai jenis daun pada kertas gambar
3. Siswa dapat Menjelaskan bahwa bentuk daun dipengaruhi oleh
susunan tulang daun
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat
dan perhatian ( respect ), Tekun (diligence) , Tanggung jawab
(responsibility) Dan Ketelitian (carefulness)

E. Metode Pembelajaran: Demonstrasi

F. Materi pembelajaran
Daun
1. Bentuk daun
2. Kegunaan daun

G. Media Belajar
Berbagai daun
Kertas gambar dan alat tulis

H. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
41

Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang


diharapkan
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
a) Siswa dapat menjelaskan hubungan antara struktur
daun tumbuhan dengan fungsinya
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
b) Memperagakan tentang bagian tumbuhan
c) Memperagakan tentang daun melalui pengamatan
langsung menggunakan metode demonstrasi
d) Mengelompokan tulang daun
e) Mendeskripsikan kegunaan daun menggunakan
metode demonstrasi
f) Menyebutkan beberapa kegunaan batang melalui
kegiatan menggunakan metode demonstrasi

Konfirmasi
5 menit
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
g) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
h) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan

3. KegiatanPenutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
i) Mengulang kegunaan daun.
j) Melakukan pekerjaan rumah

Materi:

Daun

Pratama (2007:68) menyatakan bahwa daun adalah bagian dari tubuh

tumbuhan. Bagian ini sangat penting karena merupakan dapur bagi

tumbuhan. Daun merupakan tempat terjadinya peristiwa pembuatan

makanan. Daun berwarna hijau kerena mengandung zat hijau karena

mengandung zat hijau daun atau klorofil. Jenis-jenis daun berdasarkan


42

jumlah helai tiap tangkainya, daun dibedakan menjadi daun majemuk

dan daun tunggal. Pada tumbuhan berdaun tunggal, pada setiap

tangkainya hanya terdapat satu helai daun, contohnya: daun papaya,

daun pisang, dan daun jambu. Pada daun majemuk pada setiap tangkai

daun terdapat lebih dari satu helai daun, contohnya pada daun

belimbing, daun petai cina, dan daun putri malu. Daun terdiri atas

beberapa bagian, seperti: tangkai daun, helai daun, dan tulang daun.

Sesayap , Mei 2015

Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Peneliti

Nora Iriani, [Link] Joni


NIP 197404082001122007
43

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SIKLUS II, Pertemuan 2

Sekolah : SDN 010 Sesayap


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : IV / I
Pertemuan Ke- : 1 dan 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

A. Standar Kompetensi :
2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan
fungsinya.
B. Kompetensi Dasar
2.4 Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya
C. Indikator
2.4.1 mendeskripsikan struktur bunga pada tanaman
2.4.2 Menyebutkan hubungan struktur bunga dengan fungsinya

D. Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat Mendeskripsikan bagian-bagian yang dimiliki bunga
sempurna seperti :
- tangkai - mahkota
- dasar - benang
bunga sari
- kelopak - putik

2. Siswa dapat Mendeskripsikan kegunaan bunga sebagai :


- Hiasan tumbuhan
- Tempat berlangsungnya perkembangbiakan tumbuhan
3. Siswa dapat mendeskripsikan buah sebagai pelindung dari biji
yang merupakan bakal tumbuhan baru

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline), Rasa hormat


dan perhatian ( respect ), Tekun (diligence) , Tanggung jawab
(responsibility) dan Ketelitian ( carefulness)

E. Metode pembelajaran: Demonstrasi

F. Materi pembelajaran
Bagian Lain Tumbuhan (bunga)

G. Media Belajar
Kembang sepatu
44

Kertas gambar dan alat tulis


H. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5menit)
a) Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
b) Siswa dapat Menjelaskan hubungan antara bunga dengan fungsinya
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
c) Memperagakan peta konsep tentang bagian tumbuhan
d) Memperagakan tentang bunga dan bagiannya menggunakan metode
demonstrasi
e) Mengklasifikasikanbagian bunga menggunakan metode demonstrasi
f) Menjelaskan kegunaan bunga menggunakan metode demonstrasi

Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru: 5 menit
e) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
f) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

3. KegiatanPenutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
g) Mengulang kegunaan bunga.

Materi
1. Bunga

Bunga adalah alat reproduksi alat seksual pada tumbuhan berbunga.

Bunga sempurna memiliki lima bagian yaitu tangkai, dasar bunga,

kelopak, mahkota, benang sari dan putik.

Sesayap , Mei 2015


Mengetahui,
Kepala SDN 010 Sesayap Peneliti

Nora Iriani, [Link] Joni


NIP 19740408200112200
45

Untuk Kisi-kisi Soal


46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58

Lampiran 6 Lembar Kerja Siswa

LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS I

Instruksi:
Kelompok 1 Daun
2 Batang
3 Bunga
4 Akar

Nama kelompok…………
Nilai………………

Alat dan Bahan


1. Berbagai jenis daun, batang, bunga, dan akar

2. Buku (kertas) gambar

Cara kerja
1. Amati bentuk daun,batang, akar dan bunga dari berbagai jenis

tumbuhan.

2. Gambarlah paling sedikit 5 daun, batang, akar dan bunga. Pilihlah

daun,batang, akar dan bunga yang bentuknya berbeda.

3. Kelompok daun,batang, akar dan bunga yang bentuknya hampir sama

menurut hasil pengamatanmu.

4. Peragakan daun tersebut berdasarkan jenis-jenis daun, batang, akar

dan bunga.

Pertanyaaan
1. Adakah kesamaan dari berbagai daun,batang, akar dan bunga?

2. Adakah perbedaan dari berbagai daun,batang, akar dan bun


59

LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II

Nama kelompok…………
Nilai………………

1. Tabel bentuk susunan tulang daun

No Bentuk Susunan Tulang Daun


Nama
Menyirip Menjari Melengkung Sejajar
Tumbuhan

1. - - -

2.

3.

4.

5.

2. Gambarlah kelopak bunga lalu tulislah bagian-bagian bunga

tersebut!
60

Lampiran 7 Lembar Observasi Siswa


LEMBAR PENGAMATAN SISWA
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
SIKLUS I, Pertemuan 1

Petunjuk :
1. Isilah kolom jumlah dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan
sesuaidengan aktifitas.
2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek (√)
3. Jumlah siswa kelas IV ada 25orang

Jumlah Skala Penilaian


No. Keaktifan Siswa
Siswa % A B C D E
Kehadiran dalam kegiatan
1.
pembelajaran
Selalu bertanya dalam proses
2.
pembelajaran
Siswa yang mau menjawab
3.
pertanyaan tentang materi

4 Aktif berdiskusi

5 Mempresentasikan

Keterangan :
A : Baik Sekali (85% - 100%)
B : Baik (70% - 84%)
C : Cukup (55% - 69%)
D : Kurang (40% - 54%)
E : Kurang sekali (0 - 39%)
(Noehi Nasution : 2002, 6.11)
61

LEMBAR PENGAMATAN SISWA


KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
SIKLUS I, Pertemuan 2

Petunjuk :
1. Isilah kolom jumlah dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan
sesuaidengan aktifitas.
2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek (√)
3. Jumlah siswa kelas IV ada 25 orang

Jumlah Skala Penilaian


No. Keaktifan Siswa
Siswa % A B C D E
Kehadiran dalam kegiatan
1.
pembelajaran
Selalu bertanya dalam proses
2.
pembelajaran
Siswa yang mau menjawab
3.
pertanyaan tentang materi
Aktif memperhatikan
4
demonstrasi

5 Aktif mempresentasikan

Keterangan :

A : Baik Sekali (85% - 100%)


B : Baik (70% - 84%)
C : Cukup (55% - 69%)
D : Kurang (40% - 54%)
E : Kurang sekali (0 - 39%)
(Noehi Nasution : 2002, 6.11)
62

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


SIKLUS II, Pertemuan 1

Petunjuk :
1. Isilah kolom jumlah dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan
sesuaidengan aktifitas.
2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek (√)
3. Jumlah siswa kelas IV ada 25 orang

Jumlah Skala Penilaian


No. Keaktifan Siswa
Siswa % A B C D E
Kehadiran dalam kegiatan
1.
pembelajaran
Selalu bertanya dalam proses
2.
pembelajaran
Siswa yang mau menjawab
3.
pertanyaan tentang materi
Aktif memperhatikan
4
demonstrasi

5 Mempresentasikan

Keterangan :
A : Baik Sekali (85% - 100%)
B : Baik (70% - 84%)
C : Cukup (55% - 69%)
D : Kurang (40% - 54%)
E : Kurang sekali (0 - 39%)
(Noehi Nasution : 2002, 6.11)
63

LEMBAR PENGAMATAN SISWA


KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
SIKLUS II, Pertemuan 2

Petunjuk :
1. Isilah kolom jumlah dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan
sesuaidengan aktifitas.
2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek (√)
3. Jumlah siswa kelas IV ada 25 orang

Jumlah Skala Penilaian


No. Keaktifan Siswa
Siswa % A B C D E
Kehadiran dalam kegiatan
1.
pembelajaran
Selalu bertanya dalam proses
2.
pembelajaran
Siswa yang mau menjawab
3.
pertanyaan tentang materi
Aktif memperhatikan
4
demonstrasi

5 Aktif mempresentasikan

Keterangan :

A : Baik Sekali (85% - 100%)


B : Baik (70% - 84%)
C : Cukup (55% - 69%)
D : Kurang (40% - 54%)
E : Kurang sekali (0 - 39%)
(Noehi Nasution : 2002, 6.11)
64

Lampiran 8 Lembar Observasi Guru

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU


SIKLUS I

Petunjuk : Pusatkan perhatian anda pada prilaku guru dan siswa di dalam
kelas.
Tulislah hasil pengamatan anda dengan tanda cek (√) pada
setiap indikator sesuai dengan skala penilaian sebagai berikut :
Nilai 85% – 100 % = SB (Sangat Baik)
Nilai 70% – 84 % = B ( Baik)
Nilai 55 %– 69 % = S ( Sedang )
Nilai 40% – 54% = TB (Tidak Baik )
Nilai 0% –44 % = STB (Sangat Tidak Baik)
(Noehi Nasution : 2002, 6.12)
Skala Penilaian
No Kemampuan
Indikator SB B S TB STB
. Guru
5 4 3 2 1
 Melaksanakan pembelajaran
sesuai kurikulum
 Menguasai materi pelajaran
organisasi di sekolah dan
Menguasai
masyarakat
1 metode
 Menggunakan metode yang
mengajar
sesuai dengan materi
 Menyusun evaluasi sesuai
dengan pedoman penyusunan
soal
1. Model pembelajaran sesuai
dengan pokok bahasan
2. Model pembelajaran
meningkatkan motivasi siswa
3. Model pembelajaran
meningkatkan efektifitas dan
Menggunakan efesiensi
2 metode 4. Model pembelajaran
demonstrasi membantu mempermudah
pemahaman siswa terhadap
materi
5. Model pembelajaran
meningkatkan hasil belajar
siswa
65

Skala Penilaian
No Kemampuan
Indikator SB B S TB STB
. Guru
5 4 3 2 1
1. Menata siswa/kelas untuk
Mengorganisir menumbuhkan suasana
kelas/siswa dan menyenangkan
3
membangun 2 Memberikan penghargaan
suasana kelas berupa pujian terhadap siswa
yang menjawab dengan benar

Pedoman Penilaian (Noehi Nasution : 2002, 6.12) :

Skor Sangat Setuju (SB) adalah 4


Skor Setuju (B) adalah 3
Skor Tidak Setuju (TB) adalah 2
Skor Sangat Tidak Setuju (STB) adalah 1
Skor tertinggi diharapkan 60
Nilai akhir = ( Jumlah skor perolehanx 100)
Skor maksimal

Sesayap , 2015
Observer,

Muhammad Said
NIP 196910182006041001
66

LEMBAR PENGAMATAN GURU


KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS II
Petunjuk : Pusatkan perhatian anda pada prilaku guru dan siswa di dalam
kelas.
Tulislah hasil pengamatan anda dengan tanda cek (√) pada
setiap indikator sesuai dengan skala penilaian sebagai berikut :
Nilai 85% – 100 % = SB (Sangat Baik)
Nilai 70% – 84 % = B ( Baik )
Nilai 55 %– 69 % = S ( Sedang )
Nilai 40% – 54% = TB (Tidak Baik)
Nilai 0% –44 % = STB (Sangat Tidak Baik)
(Noehi Nasution : 2002, 6.12)
Skala Penilaian
No Kemampuan
Indikator SB B S TB STB
. Guru
5 4 3 2 1
1. Melaksanakan pembelajaran
sesuai kurikulum
2 Menguasai materi pelajaran
organisasi di sekolah dan
Menguasai
masyarakat
1 metode
3 Menggunakan metode yang
mengajar
sesuai dengan materi
4 Menyusun evaluasi sesuai
dengan pedoman penyusunan
soal
1. Model pembelajaran sesuai
dengan pokok bahasan
2 Model pembelajaran
meningkatkan motivasi siswa
3 Model pembelaran
Menggunakan meningkatkan efektifitas dan
2 metode efesiensi
demonstrasi 4 Model pembelajaran membantu
mempermudah pemahaman
siswa terhadap materi
5 Model pembelajaran
meningkatkan hasil belajar siswa

3 Mengorganisir 1. Menata siswa/kelas untuk


kelas/siswa menumbuhkan suasana
dan menyenangkan
membangun 2 Memberikan penghargaan
suasana kelas berupa pujian terhadap siswa yang
67

Skala Penilaian
No Kemampuan
Indikator SB B S TB STB
. Guru
5 4 3 2 1
menjawab dengan benar

Pedoman Penilaian (Noehi Nasution : 2002, 6.12) :

Skor Sangat Setuju (SB) adalah 4


Skor Setuju (B) adalah 3
Skor Tidak Setuju (TB) adalah 2
Skor Sangat Tidak Setuju (STB) adalah 1
Skor tertinggi diharapkan 60

Nilai akhir = ( Jumlah skor perolehanx 100)


Skor maksimal

Sesayap , 2015
Observer,

Muhammad Said
NIP 196910182006041001
68

Lampiran 10 Lembar Validasi Soal


LEMBAR VALIDASI ISI SOAL SIKLUS I
NILAI VALIDITAS
NO. SOAL
2 1 0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Skor 0
Skor 1
Skor 2
Tidak Relevan
Relevan
Keterangan :
Nilai 0 : jika indikator instrumen tidak sesuai dengan butir soal dan
instrumen tidak komunikatif.
Nilai 1 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal tetapi instrumen
tidak komunikatif atau sebaliknya.
Nilai 2 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal dan instrumen
komunikatif.
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat validitas tes / butir soal
∑ Skor 2
dalam penelitian adalah : V = ∑ Soal x 100%
Sesayap, Mei 2015
Validator
69

LEMBAR VALIDASI ISI SOAL SIKLUS I


NILAI VALIDITAS
NO. SOAL
2 1 0
1
2
3
4
70

5
6
7
8
9
10
Skor 0

Skor 1

Skor 2

Tidak Relevan

Relevan
Keterangan :
Nilai 0 : jika indikator instrumen tidak sesuai dengan butir soal dan
instrumen tidak komunikatif.
Nilai 1 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal tetapi instrumen
tidak komunikatif atau sebaliknya.
Nilai 2 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal dan instrumen
komunikatif.
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat validitas tes / butir soal
∑ Skor 2
dalam penelitian adalah : V = ∑ Soal x 100%
Sesayap, Maret 2015
Validator
LEMBAR VALIDASI ISI SOAL SIKLUS II
NILAI VALIDITAS
NO. SOAL
2 1 0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
71

10
Skor 0

Skor 1

Skor 2

Tidak Relevan

Relevan
Keterangan :
Nilai 0 : jika indikator instrumen tidak sesuai dengan butir soal dan
instrumen tidak komunikatif.
Nilai 1 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal tetapi instrumen
tidak komunikatif atau sebaliknya.
Nilai 2 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal dan instrumen
komunikatif.
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat validitas tes / butir soal
∑ Skor 2
dalam penelitian adalah : V = ∑ Soal
x 100%.
Sesayap, Mei 2015
Validator
LEMBAR VALIDASI ISI SOAL SIKLUS II
NILAI VALIDITAS
NO. SOAL
2 1 0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Skor 0

Skor 1
72

Skor 2

Tidak Relevan

Relevan
Keterangan :
Nilai 0 : jika indikator instrumen tidak sesuai dengan butir soal dan
instrumen tidak komunikatif.
Nilai 1 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal tetapi instrumen
tidak komunikatif atau sebaliknya.
Nilai 2 : jika indikator instrumen sesuai dengan butir soal dan instrumen
komunikatif.
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat validitas tes / butir soal
∑ Skor 2
dalam penelitian adalah : V = ∑ Soal x 100%
Sesayap, Mei 2015
Validator
73

Anda mungkin juga menyukai