0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Prinsip dan Faktor Goal Setting Efektif

Goal setting adalah proses penentuan tujuan yang penting untuk motivasi dan kinerja individu, seperti yang dijelaskan oleh teori Edwin Locke. Prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timely) membantu dalam merumuskan tujuan yang efektif, sementara faktor-faktor seperti penerimaan, spesifikasi, tantangan, pemantauan kinerja, dan umpan balik mempengaruhi keberhasilan goal setting. Rancangan goal setting melibatkan kegiatan yang membantu individu dalam menetapkan dan mencapai tujuan jangka pendek dan panjang.

Diunggah oleh

Tiara Tiara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Prinsip dan Faktor Goal Setting Efektif

Goal setting adalah proses penentuan tujuan yang penting untuk motivasi dan kinerja individu, seperti yang dijelaskan oleh teori Edwin Locke. Prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Timely) membantu dalam merumuskan tujuan yang efektif, sementara faktor-faktor seperti penerimaan, spesifikasi, tantangan, pemantauan kinerja, dan umpan balik mempengaruhi keberhasilan goal setting. Rancangan goal setting melibatkan kegiatan yang membantu individu dalam menetapkan dan mencapai tujuan jangka pendek dan panjang.

Diunggah oleh

Tiara Tiara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Definisi Goal Setting

Goal Setting berasal dari dua suku kata yaitu goal yang artinya tujuan dan setting
artinya penentuan, sehingga jika diartikan secara umum goal setting merupakan
penentuan tujuan. Goal setting theory dikemukakan oleh Edwin Locke (1968). teori ini
menegaskan bahwa adanya hubungan antara goal setting dan kinerja atau prestasi. Teori
tersebut juga menyatakan bahwa seseorang tidak akan termotivasi apabila ia tidak
memiliki tujuan dari apa yang dilakukannya. Locke (2001) menyatakan bahwa goal
setting adalah sebuah teori kognitif dengan dasar pemikiran bahwasannya setiap
individu memiliki suatu keinginan untuk mencapai hasil yang spesifik ataupun tujuan
yang diharapkannya dapat tercapat. Locke dkk (1981) mengatakan kembali bahwa
goal setting akan menjadi pendorong untuk memperbesar usahanya yang dilakukan
setiap individu sehingga dengan adanya tujuan individu akan bekerja lebih keras dari
pada tanpa adanya tujuan. Sedangkan Weinberg (2004) mengatakan bahwa goal setting
merupakan suatu kemampuan individu untuk merancang atau menetapkan suatu tujuan
yang akan dicapainya.

Dengan demikian goal setting ini akan membuat seseorang mampu mengatur,
memberi energi dan mengarahkan perilaku yang dibutuhkan. Di samping itu, goal
setting dapat menjadi motivator sehingga segala upaya akan dikerahkan agar tujuan
dapat terwujud.
Prinsip Goal Setting

Menurut George T. Doran prinsip goal setting sebagai berikut SMART yakni Specific,

Measurable, Achievable, Relevant, Timely .

1. Jelas (specific)

Saat mempunyai target atau rencana, maka perlu menetapkan target yang spesifik.
Jadi buat target yang detail, jelas. Artinya target yang dibuat secara khusus, bukan
target yang dapat ditentukan secara umum. Goals yang spesifik disertai dengan cara
dan strategi pencapaian tujuan, goal specific akan mampu menjawab pertanyaan
kapan, apa, mengapa, dimana.

2. Terukur (measurable)

Agar target dapat dipantau maka harus ada patokan ukuran dengan cara menentukan
kriteria tujuan yang dapat diukur perkembangan pencapaiannya. Goal yang diukur
harus sesuai dengan batas kemampuan dan mempunyai kriteria yang kongkrit untuk
mengukur pencapaian goals.

3. Achievable

Membuat langkah-langkah untuk dapat mencapai sasaran (Achievable) sesuai


kemampuan, sehingga individu lebih termotivasi untuk mencapainya. Goals yang
achievable akan membantu individu menemukan strategi untuk membuatnya lebih
dekat dengan pencapaian tujuannya.

4. Relevant

Tujuan perlu sesuai dan berdampak terhadap target yang sudah dibuat. Goal harus
realistis sesuai dengan keadaan individu dan sesuai dengan tujuan jangka panjang,
serta selaras dengan komunitas, pendidikan.

5. Time based

Target harus harus memiliki deadline atau batas waktu karena dengan memiliki batas
waktu (Time based) yang ditentukan biasanya akan membuat seseorang lebih terpacu
dan semangat untuk mengejar target tersebut lebih cepat sehingga akan timbul
kepuasan ketika dapat meraih
Faktor Goal setting

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan goal setting dikatakan oleh


Newstrom (2007) yakni sebagai berikut :

1. Acceptance.

Acceptance maksudnya ialah penerimaan terhadap target yang telah ditetapkan


oleh seseorang. Penerimaan ini terjadi berdasarkan adanya kemauan untuk menerima
target yang telat ditetapkan. Semakin kuat penerimaan yang dilakukan oleh
seseorang maka akan semakin kuat komitmen seseorang untuk mencapai target
tersebut

2. Specificity

Dengan adanya goals yang spesifik maka akan membuat seseorang lebih efektif
menjalankannya dibandingkan dengan goals yang subjektif atau tidak ada goal. jika
targetnya spesifik maka akan lebih jelas targetnya. kejelasan target akan membuat
seseorang lebih fokus

3. Challenger

Maksudnya ialah tantangan untuk mencapai target yang akan dicapai. Dengan
adanya tantangan maka akan mendorong individu untuk bekerja lebih keras untuk
dapat mencapai target tersebut. Namun tantangan yang harus diberikan harus sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki setiap individu tercapai.

4. Performance monitoring

Maksudnya ialah pemantauan atau pengamatan kinerja. Pemantauan kinerja ini


berpengaruh sebagai pembanding target yang telah dicapai dengan usaha yang telah
dilakukan. Semakin sering seseorang melakukan pengamatan kinerja, maka
seseorang dapat mengetahui apakah sudah cukup atau masih kurang upaya yang telah
dilakukan

5. Feedback

Umpan balik ini merupakan penilaian mengenai hasil yang terkait dengan target
yang telah dilakukan oleh setiap individu. Dengan adanya umpan balik maka goals
akan menjadi lebih efektif daripada tidak ada umpan balik. umpan balik ini akan
dapat mempengaruhi motivasi seseorang untuk melakukan usaha yang lebih baik.
Rancangan Goal Setting

Tujuan Sasaran Kegiatan Bahan

Melatih 1. Atlet dapat 1. Atlet diminta untuk Ruangan


Goal mengetahui merenungkan Alat Tuis
Setting goals jangka goalsnya
pendek dan 2. Atlet diminta
jangka panjang menuliskan goals
2. Atlet dapat jangka pendek dan
menuliskan jangka panjangnya
goals dengan di buku
spesifik masing-masing
3. Atlet mampu 3. Memberikan
menentukan feedback ke atlet
langkah-langka terkait goals setting
h untuk yang telah
mencapai goals ditulisnya
tersebut 4. Atlet diminta untuk
menuliskan
langkah-langkah
dan proses untuk
mencapai goals
atau target

Anda mungkin juga menyukai