Rencana Peningkatan Mutu MI Nagarakasih
Rencana Peningkatan Mutu MI Nagarakasih
(RKJM)
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Akan tetapi kondisi yang ada yang dialami oleh MI Nagarakasih 1 hingga saat ini
belum dapat memenuhi dari apa yang disyaratkan oleh ketentua PP 19 tahun 2007. Dari
kedelapan standar baru sebagian yang dapat terpenuhi. Setiap standar masih ada bagian-
bagian yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat mencapai standar
[Link] dari kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada di sekolah
kami maka kami susun program kegiatan/kerja untuk dapat mencapai kondidi yang
diharapkan dalam jangka waktu tertentu yaitu selama empat tahun . Program kerja 4
tahunan ini kami namakan dengan Rencana Peningkatan Mutu
Rencana Peningkatan Mutu ini sebagai acuan Pendidikan di satuan pendidikan dan
sebagai dasar untuk melaksanakan proses pendidikan serta untuk meningkatkan mutu
pendidikan dalam usaha mencerdaskan anak bangsa di MI Nagarakasih 1 pada khususnya
dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. Rencana Kerja Sekolah ini
diharapkan dapat menjadi pedoman dan tuntunan arah langkah bagi seluruh sumber daya
manusia di Sekolah Dasar Negeri Kalikutuk dalam mengembangkan berbagai kegiatan
pembelajaran yang lebih operasional serta mampu mewujudkan keunggulan sekolah
secara akademik maupun non akademik.
B. Landasan Hukum
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah MI Nagarakasih 1 ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan
yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
a. Menjamin agar perubahan atau tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai
dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko kecil.
b. Tersedianya panduan bagi sekolah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi dari
pemerintah maupun dari nonpemerintah.
E. Kerangka Pemikiran
Rencana Peningkatan Mutu Sekolah merupakan rencana yang disusun untuk kerja
selama 4 (empat ) tahun. RPMS ini meliputi pelaksanaan 8 standar yaitu standat isi, SKL,
proses, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan, penilaian ,
pembiayaan.
Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu Sekolah (RPMS) sesuai amanat dari Peraturan
Menteri Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan gambaran tujuan yang akan dicapai oleh satuan
pendidikan dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin
dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. RPMS sebagai
salah satu proses dan prosedur pengelolaan sekolah untuk menentukan tindakan masa depan
yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan ketersediaan sumber daya.
Selain dari pada itu RPMS merupakan dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa
depan untuk mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan.
Materi dasar penyusunan RPMS adalah hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) berkaitan dengan 8
(delapan) standar pendidikan yang telah ditetapkan acuannya dalam Peraturan Pemerintah RI
No 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 2 ayat (1) yaitu meliputi:
standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan serta
standar penilaian. Dari delapan standar tersebut jika belum memenuhi angka minimal maka
sekolah harus memprioritaskan rencana kerja pada aspek-aspek yang belum memenuhi SNP.
MI Nagarakasih 1 pada awal didirikan masih jauh dari standar yang diatur dalam Standar
Nasional Pendidikan (SNP) maupun Standar Pelayanan Minimal (SPM).
B. Kondisi Sekarang
Analisis kondisi saat ini menggambarkan tingkat ketercapaian pelaksanaan program dengan
segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Keberhasilan saat ini akan menjadi pedoman dan
petunjuk waktu yang akan datang , sedangkan kekurangan merupakan kesenjangan antara harapan
dan kenyatan yang ada sehingga perlu direfleksi aktor ketidak berhasilan dan menjadikan progran
bagi waktu/tahun berikutnya. Berikut secara lengkap digambarkan analisis kondisi saat ini yang
meliputi 8standar nasional pendidikan .
Berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah (EDS) di MI Nagarakasih 1 Jika dibandingkan dengan
SNP maka kondisi saat ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Berdasarkan gambar 2.1 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar isi
masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,77 poin. Aspek-aspek yang
perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu pada aspek layanan bimbingan dan konseling,
struktur kurikulum dan pengembangan kurikulum.
2. Standar Proses
3. Standar Kelulusan
Berdasarkan gambar 2.3 pemenuhan standar kelulusan masih sangat jauh dari
harapan untuk dapat memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 0,90 poin. Semua aspek perlu
peningkatan untuk memenuhi SNP , karena yang baru memenuhi SNP baru satu aspek
berprestasi
Berdasarkan gambar 2.4 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar iPTK
masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,46 poin. Aspek-aspek yang
perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu guru
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian
Tantangan sekolah merupakan kesenjangan kondisi nyata sebagai hasil EDS dengan
kondisi yang diharapkan. Tantangan utama diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai
hasil EDS dengan SNP. Berdasarkan hasil Evaluasi Diri Sekolah yang telah dilakukan maka ada
beberapa tantangan yang dihadapi yaitu:
1. Standar Isi
2. Standar Proses
a. Penyusunan RPP oleh guru dikembangkan dengan tidak hanya mengacu pada silabus
saja akan tetapi juga berorientasi pada kondisi sekolah dan peserta didik.
b. Optimalisasi pemanfaatan lingkungan sekolah dan perpustakaan sebagai sumber
belajar oleh segenap warga sekolah
c. Peningkatan pengelolaan kelas dengan baik, berkualitas dan menyenangkan sehingga
anak didik lebih bahagia dalam belajar dan mencapai ketuntasan minimal mulai dari
kelas 1 sampai dengan kelas 6.
Tabel II.1
3. Perpustakaan Fasilitas
5. Mushala Fasilitas
9. sirkulasi 1 Bangunan
6. Standar Pengelolaan
a. Mengembangkan visi, misi serta tujuan sekolah dengan mekanisme yang akuntabel
serta sesuai dengan SNP kemudian mengimplementasikannya dalam seluruh kegiatan
pendidikan di sekolah
b. Melakukan kemitraan dengan pihak-pihak terkait yang dapat mendorong cepatnya
proses pendidikan yang berkualitas, seperti departemen-departemen, instansi
pemerintah, penegak hukum, lembaga sosial dan swadaya masyarakat, serta
perusahaan- perusahaan yang komitmen dengan pendidikan
c. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bersahabat di tengah pemukiman
penduduk yang heterogen dan majemuk
d. Melaksanakan pelayanan mutu pendidikan serta evaluasi PTK minimal setahun sekali
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian
Hasil evaluasi diri ecara detail dan rinci upaya dan rekomendasi yang diperoleh dari hasil EDS
untukmasing-masing standar adalah sebagai berikut:
Kebugaran Jasmani Pelaksanaan senam pasi sebelum KBM setiap hari Selasa dan Kamis
serta hidup sehat agar ditingkatkan dan dikembangkan
Mengekspesikan seni Mengekspresikan seni budaya pada even-even sekolah yag sesuai
dan budaya pada saat rapat pleno, tutup tahun, kegiatan pentas seni lainnya
Berkomunikasi secara Membiasakan berbahasa yang sopan santun dan lemah lembut
efektif dan santun kepada siapapun
Siap melanjutkan Penjelasan dan bimbingan kelanjutan studi pada siswa dan orang tua
pendidikan ke jenjang
berikutnya
Biasa hidup bersih sehat Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat
dan bugar
Kegiatan senam pagi secara efektif
Percaya diri dan Mengerjakan PR di rumah , tidak ada siswa yang tidak mengerjakan
bertanggung jawab pR ketika diberi tugas oleh guru
Kompetensi Guru Perlu peningkatan komptensi guru melalui diklat dan seminar
Semua guru sudah S1, hanya 1 guru yang D2 dan 2 tahun lagi akan
pensiun
Tempat bermain/olah Tempat bermain ada,aman hanya masih perlu perindang agar tidak
raga terlalu panas
Gudang Terlalu sempit dan tidak muat menanpung kearsipan yang ada di
sekolah, sehingga perlu adanya pembuatan gudang yang memadai
Ruang UKS Administarsi cukup lengkap namun perlu sarana dipan dan alat-alat
serta obat-obatan ringan
Ruang tempat Sudah sesuai standar ukurannya namun kelengkapan adaministrasi dan
beribadah sarana pendukung yang tidak lengkap
Ruang guru Ruang guru masih belum ada almari dan rak untuk guru perlu kiranya
diusahakan mebelair untuk guru-guru . perlu juga penataan ruang guru
yang menjadikan para guru nyaman menempati ruang tersebut
Ruang Pimpinan Ruang pimpinan ukuran memenuhi standar namun sarana parasaran
Ruang Perpustakan Gedung perpustakan mengalami rusak berat dari segi tanah, dinding,
lantai .Penyampaian laporan tingkat kerusakan kepada dinas
pendidikan
Ruang kelas Ada 6 ruang kelas tetapi mebelair meja kursi murid semua ruang kelas
rusak .
Lahan Kondisi lahan wilayah SD Kalikutuk berada pada tempat yang datar ,
sehingga memudahkan penataan ruang dan bangunan, Juga berada di
tengah-tengan masyarakat yang mendukung tercapainya standar
jumlah siswa , meskipun juga masih akan ditingkatkan pencapaian
standar siswa setiap rombel.
Kepala sekolah menerapkan Peningkatan pemanfaatan sumber daya yang ada secara
kepemimpinan yang efektif maksimal untuk mencapai tujuan
Partisipasi Warga sekolah Peningkatan partisipasi warga sekolah guru karyawan siswa ,
masyarakat, wali murid, komite sekolah. Pemerintah desa
dan semua instansi yang terkait sebagai stake holder sekolah
secara maksimal untuk mencapai tujuan
Sekolah menjalin kemitraan Peningkatan jalinan kerjasama dengan mobil hijau, KLH
dengan lembaga lain danKP4 KP, untuk mempersiapkan sekolah adiwiyata
Program peningkatan mutu Melaksanakan program peningkatan mutu secara efektif dan
sekolah efisien
Sekolah menyediakan akses Akses laporan pengelolaan keuangan dilakukan setiaap ada
laporan pengelolaan keuangan pertemuan apa saja, rapotan, rapat komite, rapat pleno,
sekolah secara transparan dan secara lisan dan berkala .
akuntabel
Laporan tertulis baru disampaikan pada dinas pendidikan.
Sosialisasi visi, misi, dan tujuan Sosialisasi visi misi dan tujuan sekolah kepada warga
sekolah sekolah/ stake holder sekolah
Cakupan dan Mekanisme Melaksanakan penyusunan visi misi dan tujuan sekolah
Penetapan Visi, Misi dan Tujuan sesuai dengan mekanisme yang sudah ditetapkan.
Sekolah
Besaran Standar Biaya Operasi Menetapkan dan mengalokasikan besaran Standar Biaya Operasi
Nonpersonalia Nonpersonalia
RAPBS dan RAKS disusun Meningkatkan kerjasama komite dalam rangka penyusunan
bersama-sama dengan Komite RAPBS dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang
Sekolah dan tua siswa
mempertimbangkan
kemampuan ekonomi orang
tua siswa
Penilaian oleh pendidik Peningkatan kemampuan guru dalam menyusun melaksanakan dan
menindaklanjuti hasil penilaian peserta didik sehingga penilaian
bermakna bagi siswa dan guru itu sendiri
Teknik-teknik penilaian Mengembangkan teknik-teknik penilaian pada guru baik tes mapun
nontes. Tertulis maupun non tertulis ( unjuk kerja, lisan,
performance/praktek dll ) disesuaikan dengan karanteristik
materi/KD yang akan disusun perangkat penilaiannya.
A. Visi Sekolah
B. Misi Sekolah
1. Menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar yang aktif, kreatif dan inovatif untuk
mencapai daya serap dan ketuntasan belajar yang tinggi
2. Mengoptimalkan bimbingan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan siswa
3. Menumbuhkembangkan penghayatan serta pengamalan ajaran agama untuk
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta memiliki budi pekerti luhur.
4. Mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan lokal dan global
5. Menumbuhkembangkan minat dan budaya membaca
6. Tetap mengupayakan, mempertahankan keunggulan lokal dan global
(Komputer/TI dan Bahasa Inggris)
7. Membekali ketrampilan hidup di dalam masyarakat sesuai dengan kemampuan
dan potensi yang ada.
8. Mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat
9. Mempersiapkan diri menjadi sekolah berwawasan lingkungan
10. Mengoptimalkan kegiatan ektrakurikuler
11. Meningkatkan pembinaan tim olahraga (sepak bola, bulutangkis dan tenis meja),
12. Meningkatkan pembinaan lomba mata pelajaran / olimpiade MIPA
B. TUJUAN SEKOLAH
MI Nagarakasih 1 dalam tahun 2018/2025
13. Memiliki akhlak yang mulia, dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran
dan kegiatan pembiasaan
14. Memiliki dasar keterampilan dan kesenian sebagai bekal untuk hidup mandiri
C. Sasaran Sekolah
Berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi, dapat dirumuskan sasaran sekolah sebagai berikut:
1. Pada tahun 2016 rata-rata nilai UN siswa adalan 26,00 dan mulai tahun pelajaran
2018/2025 diadakan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5 (lima)
2. Pada tahun 2017 dapat menambah ruang kelas baru, perbaikan ruuang perpustakaan
3. Pada tahun 2025 melengkapi sarana kantin, gudang di sekolah
4. Tahun pelajaran 2018/2025 sudah terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, OOSN, PKP, dan
lomba keagamaan
5. Tahun 2025 membentuk dan melaksanakan tim pelaksana sekolah adiwiyata dan KMDM
(Kecil Menanam Dewasa Memanen )
6. Pada tahun 2014 nilai akreditasi adalah B dengan peningkatan nilai/skor
7. Tahun 2025 mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan ( sekolah adiwiyata)
8. Pada tahun 2025 sudah terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana
9. Prosentase siswa kelas 6 yang lancar membaca Al Quran dan rutinitas menjalankan shalat
lima waktu sebagai berikut:
a) tahun 2016 sebanyak 50%
b) tahun 2017 sebanyak 65 %
Untuk mencapai sasaran sekolah maka diperlukan identifikasi fungsi-fungsi dari setiap sasaran
sebagaimana tertuang dalam tabel berikut:
Tabel III.1
NO SASARAN FUNGSI-FUNGSI
1. Nilai rata-rata nilai UN siswa pada tahun 2016 adalah Pendidik, Peserta didik, Kurikulum,
26,25 dan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5 Sarana Prasarana, Pembiayaan
2. Menambah ruang kelas baru, dan fasilitas ruang lain danPenyelenggara Sekolah,
laboratorium Pemerintah
E. Analisis SWOT
Setiap fungsi yang terdapat dalam setiap sasaran kemudian dianalisis lebih lanjut
tingkat kesiapannya dengan mengacu pada kriteria ideal yaitu Standar Nasional Pendidikan,
naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan. selain itu dapat juga
dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum. Bila hasil analisis ternyata
Berdasarkan fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka dapat diperoleh analisis
SWOT sebagai berikut:
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Nilai rata-rata nilai UN siswa pada TP 2025-2026 adalah 26,25 dan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru kelas 4, 5 dan 6 memiliki Guru kelas 4, 5, 6 memiliki 50% Guru kelas 4, 5 dan 6 sudah
kompetensi dalam bidang pelajaran sertifikat kompetensi bersertifikat kompetensi dan
yang di UN-kan berpengalaman dalam bimbingan
Eksternal: belajar
Dinas memfasilitasi Ada pelatihan bedah kisi-kisi UN
Pelatihan sukses UN oleh Dinas pembekalan sukses UN untuk dan pembekalan sukses UN oleh
Pendidikan dan bedah kisi-kisi UN bagi Guru Dikdas
guru kelas 6
Peserta didik Internal:
Siswa bersemangat, patuh, aktif dan Siswa aktif dan mau Siswa bersemangat, aktif, patuh
bekerja sama dalam belajar bekerjasama dalam belajar dan mau bekerjasama dalam
Eksternal: belajar
Pengetatan ketuntasan minimal dan Materi kurikulum relevan KTSP sekolah sudah
Tersedianya perpustakaan, ruang Sekolah dilengkapi ruang Ruang kelas masih kurang,
kelas dan laboratorium yang cukup kelas yang sesuai dengan perpustakaan belum memenuhi
untuk mendukung pembelajaran rasio siswa, perpustakaan, standar, dan belum ada
student active learning laboratorium laboratorium serta tempat
Eksternal: bermain/berolahraga
Tersedianya anggaran sekolah yang Sekolah menyusun RKA-M Sekolah menyusun RKA-M
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Menambah ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Penyelenggara Internal:
Sekolah
Tersedianya perpustakaan, ruang kelas Sekolah dilengkapi ruang Ruang kelas masih kurang,
dan laboratorium yang cukup untuk kelas yang sesuai dengan perpustakaan belum memenuhi
mendukung pembelajaran student active rasio siswa, perpustakaan, standar, dan belum ada
learning laboratorium yang nyaman laboratorium serta tempat
Eksternal: bermain/berolahraga
mengajukan proposal pengadaan ruang tersedianya sarana dan Sudah mengajukan proposal
kelas baru, perpustakaan dan prasarana belajar yang pengadaan ruang kelas baru ke
laboratorium memungkinkan Pemda
berkembangnya potensi
peserta didik secara optimal
Pemerintah menyediakan
Tabel III.4
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Sarana Internal:
Prasarana
Tempat Ibadah terintegrasi dengan Tersedianya sarana ibadah Belum ada tempat ibadah yang
sekolah untuk menunjang belajar terintegrasi di lingkungan sekolah
Eksternal:
Fasilitas dan sarana ibadah alternatif di Ada kerjasama dengan Telah menjalin kerjasama dengan
sekitar sekolah pengelola tempat ibadah di pengelola tempat ibadah di sekitar
sekitar sekolah sekolah
Tabel III.5
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru Pembina Olempiade MIPA, Ada tim Guru Pembina Belum ada tim Guru Pembina
OOSN,PKP, dan lomba keagamaan kelompok Olimpiade MIPA, kelompok Olimpiade MIPA, PKP,
Eksternal: OOSN,PKP, dan lomba dan lomba keagamaan
keagamaan
Pelatihan kisi-kisi sukses olimpiade MIPA
serta banyaknya event lomba MIPA, Belum ada Pelatihan kisi-kisi
rebana dan keagamaan Ada Pelatihan kisi-kisi sukses sukses olimpiade MIPA serta
olimpiade MIPA serta belum banyaknya event lomba
banyaknya event lomba MIPA, OOSN,PKP, dan keagamaan
MIPA, OOSN,PKP,dan
keagamaan
Peserta Didik Internal:
Kelompok Olimpiade MIPA, OOSN,PKP, Setiap perlombaan MIPA, selalu berpartisipasi dalam lomba
dan lomba keagamaan rebana dan keagamaan MIPA, OOSN,PKP,dan keagamaan
Eksternal: selalu ikut serta
Orang tua siswa turut
Dukungan yang kuat dari orang tua siswa dukungan yang kuat dari orang tua
berperan serta
siswa dalam perlombaan
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru dan Kepala Sekolah menjalankan Dokumen administrasi guru Dokumen administrasi guru dan
tugas pokok dan fungsi serta menyusun dan kepala sekolah lengkap kepala sekolah belum lengkap dan
dokumen administrasi dan teratur teratur
Eksternal:
visitasi dan uji kompetensi pendidik serta Guru lulus visitasi dan uji
pendampingan kompetensi guru
Sebagian guru ada yang belum
lulus visitasi dan uji
kompetensi
Tenaga Internal:
Kependidikan
Kemampuan mengelola administrasi Tenaga administrasi Tenaga administrasi mempunyai
sekolah mempunyai kualifikasi kualifikasi pendidikan minimal
pendidikan minimal SMA/SMK dan mampu mengelola
SMA/SMK administrasi sekolah
Eksternal:
Tersedianya lulusan SMA/SMK Lulusan SMA/SMK yang siap Banyaknya lulusan SMA/SMK yang
kerja telah siap kerja
Tabel III.7
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog empat bahasa
TINGKAT
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
KESIAPAN
Kurikulum Internal:
Tim pelaksana dialog empat bahasa Sudah ada tim pelaksana belum ada tim pelaksana dialog 4
Eksternal: dialog 4 bahasa bahasa
tim pengembang kurikulum Yayasan membentuk tim yayasan belum membentuk tim
pengembang kurikulum pengembang kurikulum
sekolah
Eksternal:
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Peningkatan prosentase siswa lancar baca Al Quran dan ibadah lima waktu
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Kurikulum Internal:
Jumlah jam belajar Al Quran Minimal jumlah jam belajar Jam belajar Al Quran selama 30
Al Quran adalah 30 menit menit
berkembangnya metode pengajaran Al Menerapkan salah satu Sudah menerapkan salah satu
Quran metode pengajaran Al metode pengajaran Al Quran
Quran
Pendidik Internal:
Jumlah pengajar Al Quran Rasio pengajar Al Quran Rasio pengajar Al Quran 1:10
Eksternal: memenuhi kriteria 1:5
Tabel III.9
Analisis SWOT Untuk Sasaran: Pelatihan atau workshop riset sederhana dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta lomba riset tingkat sekolah
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Kurikulum Internal:
Intergrasi budaya penelitian dengan Pembelajaran di sekolah Budaya riset belum sepenuhnya
pelajaran mengajarkan bidaya riset dilakukan dalam kegiatan belajar
mengajar
Melakukan penelitian tindakan kelas Setiap guru pernah Belum ada guru yang melakukan
Eksternal: melakukan PTK PTK
Berdasarkan sasaran yang telah di tentukan dan analisis SWOT maka dapat diambil langkah solusi
sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan KKG lebih ke arah sukses UN dan dilakukan bedah kisi-kisi UN baik di
tingkat sekolah maupun kecamatan
2. Mengadakan bimbingan belajar intensif untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa
Indonesia dan IPA bagi kelas 5 dan 6
3. Memenuhi fasilitas sarana prasarana belajar di sekolah
4. Mengoptimalkan modal semangat belajar siswa dan peranserta orang tua siswa dalam
program sekolah melalui pertemuan setiap triwulan sekali
5. Pengembangan kurikulum sekolah dengan melibatkan lembaga atau pihak yang
dipandang professional dan legitimate dalam bidang pendidikan
6. Mengalokasikan biaya operasional sekolah (BOS) untuk peningkatan nilai kelulusan
siswa
7. Mengajukan bantuan kepada pemerintah dalam pengadaan ruang kelas baru,
laboratorium, perpustakaan dan sarana ibadah dan kelengkapan sarana/fasilitas
ruang
8. Menjalin kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga untuk dapat
menggunakan sarana ibadahnya dalam tempo sementara
9. Membentuk tim olimpiade MIPA, OOSN, PKP, kegiatan keagamaan beserta guru
pembimbingnya
10. Berusaha untuk berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta usia
sekolah dasar
11. Mengadakan pelatihan atau workshop sukses olimpiade MIPA
12. Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga pendidik dan kependidikan dalam
melaksanakan program kerja dan tugas pokok serta fungsinya
13. Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan tenaga pendidik dan
kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal
14. Mengadakan diklat yang mendukung kualifikasi guru baik dari Diknas maupun dari
sekolah sendiri serta mengajukan permohonan bimbingan persiapan akreditasi kepada
dinas
15. Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
C. Program 1: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
D. Program 2: Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog 4 bahasa serta
mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di
bidang pendidikan
E. Program 3: Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum
F. Program 4: Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
7. Sasaran 7: Peningkatan prosentase siswa khatam Al Quran
Rencana: Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dengan menambah
jumlah pengajar sesuai dengan kriteria minimal 1:5 dan optimalisasi peran madrasah
diniyah dalam menunjang peningkatan siswa yang khatam Al Quran
G. Program 1: Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dengan menambah jumlah
pengajar sesuai dengan kriteria minimal 1:5
H. Program 2: Optimalisasi peran madrasah diniyah dalam menunjang peningkatan siswa yang
khatam Al Quran
8. Sasaran 8: Pelatihan atau workshop riset sederhana dan PTK serta lomba riset tingkat
sekolah
Rencana: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk
siswa sekolah dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang
berkompeten; Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta
menfasilitasi diklat penelitian tindakan kelas bagi guru di lingkungan sekolah
Jadwal Kegiatan
c. Memanfaatkan lingkungan
sekitar sekolah sebagai
laboratorium penunjang Kepala Sekolah
pembelajaran
d. Mengusahakan bantuan
pengadaan tempat ibadah Kepala Sekolah
Tabel III.11
1. Pemerintah
2. Bantuan Masyarakat
4. Lain-Lain
4.1 Beasiswa
Sumber Pendanaan
Total Lain-
Pemerintah Masyarakat PAS
Program/Kegiatan Biaya Lain
(Rp.000)
APBD APBD Alumn Beass
BOS DAK Masy KS SB
Prov Kab i wa
1. Pengembangan
14.585
Kompetensi
Lulusan
2. Pengembangan 4.501,4
Kurikulum/KTSP
3. Pengembangan 21.242
pembelajaran
4. Pengembangan 17.900
sistem penilaian
5. Pengembangan
pendidik dan 111.706
tenaga
kependidikan
6. Pengembangan
25,257,
sarana dan
prasarana 4
sekolah
7. pengembangan
2.650
menejemen
sekolah
8. Pembinaan 18.649,
kesiswaan/ekstra 2
kurikuler
9. Pengembangan
Penggalian 48.309
Sumber Dana
Pendidikan
PENUTUP
Penyelenggaraan pendidikan yang beroirentasi pada mutu serta peningkatan kualitas SDM
peserta didik merupakan amanat dari Undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh satuan
pendidikan. Implementasi pedidikan yang bermutu membutuhkan perencanaan yang matang dan
sistematis serta memiliki perspektif ”esok harus lebih baik dari pada saat ini”.
Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu Sekolah yang ideal berdasarkan pedoman dan
ketentuan yang diatur dalam permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan
pendidikan dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan menjadi harapan bagi semua pihak. Disadari bahwa setiap sekolah
masing-masing memiliki kelebihan di satu sisi dan memiliki kekurangan di sisi lainnya. Oleh
karenanya kami terbuka untuk menerima kritik dan saran baik dari pihak internal maupun ekternal
dalam rangka menuju standarisasi yang lebih baik.
Kepala Madrasah,