Pelatihan Dasar Mesin Diesel PT Intraco
Pelatihan Dasar Mesin Diesel PT Intraco
[Link]
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Deskripsi Modul
Judul
Basic Engine Diesel
Training
Training Basic Mechanic Course yang dikelola oleh Departemen Technical Training Center
Division PT. Intraco Penta, Tbk
Tujuan Modul
Peserta training dapat memahami prinsip kerja engine diesel dan dapat melakukan
assembly dan disassembly komponen engine diesel sesuai manual book
Prasyarat pelatihan
Peserta telah mengikuti training dan memahami safety dan machine familiriazation
Kapasitas Peserta
Modul ini digunakan untuk pelatihan dengan kapasitas peserta 15 – 20 orang
Durasi
Lama waktu pelatihan 4 hari selama 8 jam per hari
Fasilitas pendukung
Materi ini disusun dengan acuan Engine Volvo D12C sebagai model contoh yang akan
diuraikan, dan materi yang terdapat pada Service manual atau materi training produk-
produk yang diageni oleh PT. Intraco Penta, Tbk.
Kriteria kelulusan
Peserta dapat dinyatakan telah lulus dalam training Basic Engine Diesel, bila kehadiran
peserta diatas 90% dan dalam pelatihan mendapatkan nilai rata-rata akhir (post test dan
praktek) diatas 75 point. Kelulusan peserta dapat dijadikan standar penilaian prestasi
kerja peserta yang berlaku di lingkungan PT. Intraco Penta, Tbk 2
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Pengantar
Materi Basic Hydraulic merupakan materi yang menjadi salah satu dasar bagi orang yang
berkecimpung dalam dunia Alat berat, karena hydraulic menjadi komponen yang penting dalam
menggerakkan fungsi attachment dan system mekanik dalam suatu unit alat berat. Materi yang
telah disusun ini merupakan panduan dan pegangan bagi mekanik yang akan menangani hidraulik
dalam pekerjaannya.
Penjelasan yang diberikan dalam materi ini disusun secara ringkas dan disertakan
dengan ilustrasi yang dapat membantu pemahaman peserta training. Peserta dapat memberikan
pertanyaan bila ada hal hal yang belum jelas dan dimengerti kepada Instruktur PT. Intraco Penta,
Tbk.
Dalam setiap kegiatan belajar instruktur berperan untuk:
Memberikan arahan dan membimbing peserta untuk mencapai tujuan training yang telah
ditentukan di setiap pokok pembahasan modul ini.
Membantu peserta dalam memahami konsep serta pembahasan baik teori maupun
praktik.
Membantu peserta untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang
diperlukan untuk menambah dan memperkaya wawasan peserta training yang terkait
dengan materi dalam modul ini.
Memberikan motivasi dan semangat peserta untuk menindaklanjuti hasil belajar yang
didapatkan setelah training ini berjalan.
Sedangkan untuk memperoleh hasil Training secara maksimal dalam mempelajari
materi modul ini, maka kepada peserta diharapkan untuk:
Bacalah modul yang telah disusun ini secara seksama dan pahami pokok-pokok materi
yang menjadi penekanan dalam kesimpulan setiap materinya. Bila menemukan hal yang
kurang jelas atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut kepada instruktur yang
menyampaikan materi training ini.
Latihlah pemahaman anda dengan pengerjaan soal yang diberikan dalam materi training
ini sebagai bahan anda dalam menghadapi pre test dan post test dalam proses training
yang berlangsung.
Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar
sebelumnya atau bertanyalah kepada instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran
ini.
Berikan umpan balik anda kepada penyusun modul ini bila menemukan kekurangan
dalam materi training yang telah diberikan, sebagai bahan untuk penyempurnaan modul
training ini di masa yang akan datang.
Materi yang kami susun ini masih jauh dari kesempurnaan maka segala masukan untuk
penyempurnaan modul ini di masa yang akan datang akan sangat kami harapkan, atas perhatian
dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
Jakarta, 27 Agustus 2012
Program Developer Technical Training Center
PT. Intraco Penta
3
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Materi 1
Sejarah Dan Perkembangan Engine Diesel
Setelah mendapatkan materi ini, peserta mampu untuk menyebutkan serta menjelaskan
sejarah penemuan engine dan perkembangan engine diesel
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
1.2 PERKEMBANGAN ENGINE DIESEL
Engine untuk alat berat pertama kali digunakan pada truck dan tractor
seperti yang tampak di bawah ini dibuat oleh Daimler-Benz pada tahun 1923.
Engine diesel yang pertama kali diluncurkan oleh volvo truck pada tahun
1946 mempunyai 6 silinder dan menghasilkan 71 Kilowatt (96 Horse Power) yang
diberi nama VDA (Volvo Diesel engine type A). Beberapa dekade selanjutnya sekitar
1933 volvo truck membuat desain engine yang sama dengan diesel engine. Engine
tersebut diberi nama Hessemen Engine dan berbahan bakar yang sama dengan
diesel engine tetapi menggunakan electrical ignition system. Engine Hessemen ini
sering disebut sebagai “semi-diesel’ engine. Volvo construction equipment
meluncurkan diesel engine tersebut pada tahun 1954, volvo penta meluncurkan
engine diesel pada tahun 1958 yang diberi nama MD1.
Generasi terdahulu telah bekerja keras mengembangkan engine diesel agar
lebih baik lagi dan hasilnya dapat kita lihat sperti pada engine VDA hampir sama
dengan engine pada umumnya saat ini. Hal sederhana dalam membandingkan
engine dapat dilihat dari tenaganya, contohnya engine VDA yang mempunyai
volume displacement 6,12 liter dan menghasilkan 71 Kw. Untuk engine saat ini
engine dibuat lebih kecil tetapi dengan menggunakan turbocharger dan intercoolar
menghasilkan tenaga lebih dari 150 Kw.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Materi 2
Klasifikasi Engine
Objective-Setelah mendapatkan materi ini, peserta mampu mengidentifikasi,
membedakan dan menjelaskan klasifiksai engine
Engine adalah suatu alat untuk merubah energi panas (heat energy) menjadi
energi gerak (mechanical energy) melalui proses pembakaran (combustion process).
Combustion engine (motor bakar) dapat dibedakan menjadi internal combustion
engine (motor bakar pembakaran dalam) dan external combustion engine (motor
bakar pembakaran dalam).
ENGINE
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
2.2 TIPE-TIPE ENGINE
2. V-type engine
Tipe engine yang dua baris membentuk sudut
satu sama lain.
Desain ini banyak digunakan pada engine-
engine besar, ukuran silinder banyak menjadi
kompak. Bobot lebih ringan, output tenaga
lebih besar, dapat dicapai titik optimumnya di
putaran lebih rendah. Lebih halus Gambar 9. V- engine
Kerugian mesin V perawatannya relative sulit,
biaya tinggi, dan membutuhkan mekanik ahli
dan trampil.
3. W-type engine
Tipe dengan sebaris silinder diantara silinder
baris kiri dan kanannya.
Konstruksi rumit, jumlah komponen berlipat- Gambar 10. W- engine
lipat dan digunakan untuk mesin-mesin
silinder ekstra banyak.
Keuntungan dari mesin berkonfigurasi ini
adalah ringkas, meskipun jumlah silindernya
banyak, tapi dimensinya cukup kompak.
Centre of Gravity membantu kestabilan
mobilnya.
berlawanan.
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Membutuhkan ruang yang relatif lebih
rendah. Output Tenaga lebih besar karena
gerak piston ke samping
1. Diesel Engine
Udara yang terhisap ke dalam ruang bakar dikompresi sehingga mencapai
tekanan dan temperatur yang tinggi. Bahan bakar (fuel) diinjeksikan dan
dikabutkan ke dalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran. Umumnya diesel
engine mempunyai compression ratio 13:1 sampai 20:1.
Keuntungan Diesel Engine :
1. Biaya pengoperasian lebih ekonomis, karena harga bahan bakar lebih murah.
2. Thermal efficiency tinggi (motor bensin adalah 20-30% dan motor diesel adalah
30–35%).
3. Bahaya kebakaran lebih rendah karena titik nyala (flashing point) fuel relative
lebih tinggi.
4. Tidak membutuhkan sistem penyalaan (ignition device) dan carburator.
5. Dapat menghasilkan tenaga yang besar pada putaran rendah.
Kerugian Diesel Engine :
1. Output horse power lebih tinggi.
2. Getaran selama operasi lebih besar dan suara lebih berisik (noise) lebih besar.
3. Start lebih sulit.
4. Biaya pembuatan (manufacturing) lebih tinggi.
8
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
2. Gasoline Engine
Karburator sebagai tempat pencampuran udara dan bahan bakar.
Campuran udara dan bahan bakar dihisap ke dalam ruang bakar dan
dikompresikan hingga mencapai tekanan dan temperatur tertentu. Pada akhir
langkah kompresi, busi memercikkan api sehingga terjadi pembakaran. Motor
bensin mempunyai compression ratio 8:1 sampai 11:1.
9
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
2.4 PRINSIP ENGINE 2 LANGKAH DAN 4 LANGKAH
Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah
(TMB). Intake valve terbuka dan exhaust valve tertutup, udara murni masuk
ke dalam silinder melalui intake valve.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
3. Langkah Kerja (power stroke)
Pada langkah ini, intake valve dan exhaust valve masih dalam
keadaan tertutup, partikel-partikel bahan bakar yang disemprotkan oleh
nozzle akan bercampur dengan udara yang mempunyai tekanan dan suhu
tinggi, sehingga terjadilah pembakaran yang menghasilkan power/tenaga.
Akibat dari pembakaran tersebut, tekanan naik menjadi 80-110 kg/cm2 dan
temperatur naik menjadi 600-900 0C.
Kesimpulan : Empat kali langkah piston atau dua kali putaran crank shaft,
menghasilkan satu kali pembakaran.
11
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Prinsip Kerja Engine 2 Langkah
1. Langkah piston ke atas ( Upward stroke )
Piston bergerak ke atas dari TMB menuju TMA,
campuran udara dan bahan bakar masih
mengalir ke dalam silinder melalui saluran (
scavenging passage ). Sebaliknya gas hasil
pembakaran secara terus menerus dikeluarkan
sampai lubang exhaust tertutup. Saat lubang
exhaust ditutup oleh gerakan piston yang
menuju TMA, campuran udara dan bahan
bakarditekan, sehingga tekanan dan
temperaturnya naik. Pada saat itu, lubang
intake terbuka pada akhir langkah kompresi
sehingga udara segar terhisap masuk ke dalam
Gambar 17. Upward stroke
crank case.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
1. Intake & Exhaust stroke
Saluran udara masuk terbuka, Exhaust valve membuka, Udara bersih
ditiupkan masuk, Gas bekas terdorong keluar
2. Compression stroke
Exhaust valve menutup, Piston bergerak naik, Saluran udara masuk tertutup,
Udara dimampatkan timbul panas, Beberapa derajat sebelum TMA Bahan
bakar, disemprotkanPembakaran mulai terjadi
3. Power/ Stroke
Exhaust valve & saluran udara masuk tertutup, Pembakaran total / ledakan
terjadiPiston didorong turun, Tenaga disalurkan melalui Conrod ke crankshaft.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
ruang bakar akan menghasilkan panas kompresi (heat
compression) yang tinggi (kurang lebih berkisar 1000 oF).
Beberapa derajat sebelum piston mencapai titik mati atas
bahan bakar solar di-injeksikan melalui nozle ke dalam
ruang bakar, penginjeksiannya harus menggunakan
tekanan yang tinggi sehingga solar yang di semprotkan ke
dalam ruang bakar berubah menjadi butiran-butiran cairan
solar yang sangat halus seperti [Link] saat solar
disemprotkan maka campuran antara solar dan udara di
dalam ruang bakar mulai terbakar akibat terkena panas
yang dihasilkan oleh heat compression.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Tabel Keuntungan dan Kerugian 4 Stroke dan 2 Stroke
Tipe Engine Keuntungan Kerugian
4 Stroke 1. Efisiensi kompresi lebih baik Ukuran dan berat lebih besar dan
2. Pembakaran lebih sempurna, Harga lebih mahal.
sehingga lebih ramah lingkungan
3. Umur komponen lebih panjang
4. Pemakaian bahan bakar lebih
hemat
5. Gas buang lebih bersih
6. Tidak berisik
7. Tidak perlu tenaga terbuang
untuk blower
8. Penggunaan fuel lebih ekonomis,
karena bahan bakar terbakar
lebih sempurna.
9. Tekanan kompresi lebih tinggi.
10. Efisiensi engine (ratio fuel
comsumption per output) lebih
tinggi.
2 Stroke 1. Bentuk lebih compact, lebih 1. Pembakaran tidak sempurna.
ringan/HP Karena tidak menggunakan
2. Percepatannya lebih cepat mekanisme valve maka gas
3. Biaya awalnya rendah hasil pembakaran tidak
4. Ukuran dan berat lebih kecil terbuang seluruhnya dan
5. Dapat menghasilkan tenaga yang menyebabkan pembakaran
lebih besar tidak sempurna
6. Harga lebih rendah karena tidak 2. Penggunaan fuel tidak
menggunakan valve dan struktur ekonomis karena sebagian
yang lebih sederhana campuran bahan bakar dan
7. Putaran lebih halus karena udara ikut keluar bersama
ukuran flywheel lebih kecil dengan gas buang (saat proses
exhaust)
3. Tidak dapat menaikkan tekanan
kompresi karena waktu untuk
langkah intake singkat sehingga
jumlah campuran yang masuk
sedikit
4. Efisiensi engine (ratio fuel
comsumption per output) lebih
rendah dibandingkan engine 4
langkah
5. Crank case harus rapat tidak
15
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Materi 3
Prinsip Kerja Engine Diesel
Setelah mendapatkan materi ini, peserta mampu untuk menjelaskan prinsip kerja dari
engine diesel
Ada tiga faktor yang diperlukan untuk menghasilkan suatu pembakaran dalam
cylinder diperlukan,
1. Panas.
2. Bahan bakar.
3. Zat asam (oksigen atau O 2) yang diperoleh dari udara.
campuran udara dan bahan bakar tersebut dinyalakan oleh percikan bunga api
listrik. Banyak engine bensin model baru saat ini yang menggunakan injeksi bahan
Page
bakar, namun tetap membutuhkan percikan bunga api listrik, karena udara yang
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
terkompresi tidak mencapai suhu ‘penyalaan sendiri’( karena tekanan kompresi yang
rendah).
Pada motor diesel, Panas yang diperlukan untuk pembakaran diperoleh dari
panas kompresi +/- 1000 0F/538 0C, sehingga motor diesel tidak perlu dilengkapi
dengan busi (spark plug) untuk penyalaan.
Tingginya panas yang dihasilkan dari kompresi ditentukan oleh:
1. Kerapatan inlet & exhaust valve pada kedudukannya.
2. Kerapatan dari piston & piston ring dengan linernya.
3. Perbandingan kompresi yaitu perbandingan volume ruang bakar pada waktu
piston berada pada TMB (BDC) dan pada waktu berada di TMA (TDC).
4. Suhu udara yang akan dimampatkan.
[Link] dan bahan bakar masuk ke dalam silnder dan dikompresikan ntuk
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
menghasilkan [Link] yang dihasilkan oleh kompresi akan menyalakan
bahan bakar. Perbandingan kompresi pada engine diesel jauh lebih besar dibanding
engine bensin.
Kecepatan atau RPM, pada engine diesel diatur oleh jumlah bahan bakar
yang diinjeksikan, Karena membutuhkan tekanan yang tinggi, dibutuhkan kerapatan
yang tinggi pada engine. Tekanan yang tinggi menghasilkan sejumlah besar
ketegangan mekanis pada engine. Tingkat kompresi yang tinggi juga berarti
pengoptimalisasian bahan bakar yang tinggi. Akibatnya, engine diesel memiliki
efisiensi yang lebih tinggi dibanding engine bensin.
Pergerakan piston yang diubah menjadi gerak putar dengan bantuan
connecting rod dan crankshaft. Gaya yang mendesak piston melalui proses
pembakaran yang kemudian ditransfer ke crankshaft. Dan gaya yang ditransfer itulah
yang digunakan untuk mendorong kendaraan.
Tenaga engine kemudian ditransfer dari crankshaft melalui transmisi dan
drive shaft menuju roda [Link] dan transmisi bersama-sama sering
dihubungkan sebagai single unit yang dikenal sebagai “drive line” nya kendaraan.
torque converter, power transmission dan menuju axle untuk memutar roda-roda.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Saat crankshaft berputar, camshaft (6) akan ikut berputar dengan bantuan timing
gear (7). Camshaft kemudian menekan valve lifter (8) dan push rod (9) hingga
rocker arm (10) membuka exhaust valve (katup buang)(11). Gas buang hasil
pembakaran kemudian disalurkan dari silinder melalui exhaust valve. Saat piston
bergerak turun kembali, katup buang menutup, saat berikutnya mekanisme katup
akan membuka inlet valve hingga memungkinkan udara segar kembali masuk ke
dalam silinder.
19
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Materi 4
Perhitungan Engine Diesel
Setelah mendapatkan materi ini, peserta mampu untuk menjelaskan piston displacement,
perbandingan kompresi, firing order dan table sequence
TDC = Top Dead Center /titik mati atas, posisi paling atas dari gerakan piston.
BDC = Bottom Dead Center/titik mati bawah, posisi paling bawah dari gerakan
piston.
BA = Bore Area, luas penampang permukaan diameter liner
S = Stroke, panjang langkah piston dari titik mati atas ke titik mati bawah
TV = Total Volume, volume total ruang bakar yaitu volume langkah + volume
kompresi
CV = Compresson Volume, volume ruangan yang berada diatas piston pada saat
piston mencapai titik mati atas
( ) ( )
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Compression ratio : Total volume (BDC)/compression volume (TDC).
( ) ( )
( )
Latihan 1
Data sebuah engine diesel, ada 6 silinder dengan masing-masing diameter silinder 144
mm dan langkah toraknya 165 mm, dan volume ruang bakarnya 1 liter.
a. Berapakah volume total displacement silindernya (dalam liter)?
b. Berapakah perbandingan rationya ?
Jawab :
( ) ( )
( ) ( )
( )
Firing Order adalah urutan pembakaran yang terjadi pada engine yang
mempunyai jumlah silinder lebih dari 1 ( satu ). Dalam engine enam silinder, engine
Page
Volvo seperti D1, D16F dan sebagainya, Firing ordernya (Ignition Order) adalah 1-5-3-
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6-2-4, dengan penghitungan silinder satu adalah yang terjauh dari flywheel. Putaran
engine arahnya berlawanan dengan arah jarum jam, jika dilihat dari flywheel.
Contoh : Engine dengan 6 silinder, mempunyai firing order ( F.O ) = 1-5-3-6-2-
4, maka proses pembakaran dimulai dari silinder 1, dilanjutkan silinder 5, Silinder 3,
silinder 6, silinder 2 dan silinder 4. Tujuannya adalah untuk meratakan hasil power,
agar gaya yang ditimbulkan oleh piston seimbang (balance). Pada saat kompresi,
maupun pembakaran, tidak menimbulkan puntiran pada getaran yang [Link]
order tersebut dua putaran penuh crankshaft untuk semua silinder lengkap dalam
satu langkah kerja.
Tabel Squence Adalah suatu tabel yang menyatakan urutan langkah dan
urutan pembakaran yang terjadi pada engine, baik engine dengan satu silinder atau
[Link] engine Volvo seperti D1, D16F dan sebagainya, Firing ordernya (Ignition
Order) adalah 1-5-3-6-2-4, dengan penghitungan silinder satu yang terjauh dari
flywheel. Putaran engine arahnya berlawanan dengan arah jarum jam, jika dilihat
dari flywheel.
22
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
4.5 ENGINE PERFORMANCE CURVE
Keterangan:
TR = TorqueRise HC = HorsepowerCurve
Hp = HorsePower PT = Peak Torque
TC = TorqueCurve RT = Rated Torque
Torque rise adalah penambahan torque yang terjadi pada saat engine lugged yaitu
dimana rpm engine turun dari rpm operasi. Dalam hal ini kenaikan torque akan
terjadi sampai pada penurunan RPM tertentu tercapai, setelah itu torque akan
turun dengan cepat. Pada saat torque mencapai harga tertinggi itulah disebut
Peak Torque.
Horsepower: Horsepower adalah satuan tenaga yang dihasilkan oleh engine per
satuan waktu atau kemampuan melakukan kerja.
23
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Force/gaya adalah dorongan atau tarikan yang menggerakkan, menghentikan
atau merubah gerakan suatu benda. Daya ditimbulkan oleh pembakaran pada saat
langkah kerja. Semakin besar gaya yang ditimbulkan semakin besar pula tenaga
yang dihasilkan. Tekanan adalah ukuran gaya yang terjadi setiap satuan luas.
Sewaktu siklus empat langkah berjalan maka tekanan terjadi di atas piston pada
saat langkah kompresi dan langkah tenaga. Crankshaft membuat torque menjadi
gaya di flywhell, torque converter atau bagian mekanis lainnya untuk berputar.
Torque menentukan kemampuan mengalami pembebebanan, torque juga
merupakan ukuran kapasitas pembebanan dari engine.
24
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Materi 5
Dampak Lingkungan dan Emisi Kendaraan Engine Diesel
Setelah mendapatkan materi ini, peserta dapat menyebutkan dampak lingkungan dan
standar emisi kendaraan engine Diesel
Polusi udara adalah salah satu jenis penyebab utama masalah kesehatan dan
lingkungan dunia global, khususnya bagi perkotaan dan area-area padat. Emisi
dihasilkan utamanya dari pembakaran bahan bakar fosil dan biologi serta diproduksi
utamanya melalui industri, produksi energi, transportasi dan perumahan.
Polusi udara paling penting itu terdiri dari:
1. Sulfur Oksida (SOx) dari kandungan sulfur dalam fuel, emisi engine
2. Carbon Monoksida (CO) dari pembakaran yang tidak efisien
3. Carbon Dioksida (CO2) dari pembakaran penyebab green house gas (gas rumah
kaca)
4. Bahan-bahan partikel dari emisi diesel engine
5. Nitrogen oksida (NOx) dari emisi diesel engine
6. Hidrokarbon (HC) dari pembakaran yang tidak efisien
2. Hydrocarbon (HC)
Sebagian besar kendaraan dan engine digerakkan melalui hidrokarbon
yang menjadi dasar dari bahan bakar seperti bensin dan solar. Hasil polusi
hidrokarbon ketika tidak terbakar atau sebagian bahan bakar yang dibakar
diemisi dari engine sebagai exhaust dan juga ketika fuel menguap langsung ke
atmosfer. HC bisa berbentuk gas, partikel yang kecil, atau tetesan, yang datang
dari sebagian besar jenis industri dan proses alam. Dalam daerah urban
perkotaan tertentu, banyak berasal dari mobil, bus, truk, kendaraan konstruksi
dan kapal boat. Hidrokarbon didalamnya banyak senyawa racun (toxic) yang
menyebabkan kanker dan berefek kesehatan yang merugikan.
25
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
isu lingkungan yang berbeda. Ini termasuk bentuk ozon tropospheric ozone dan
pengasaman tanah dan air. Nitrogen oksida juga menimbulkan penyakit ketika
dihirup dan bila dalam konsenstrasi tinggi yang menyebabkan kerusakan sistem
pernafasan. Dalam daerah dengan kendaraan bermotornya banyak, seperti di
kota besar, jumlah nitrogen dioksida yang dibuang ke atmosfer sangat signifikan.
Gambar 31. Prosentase jumlah polusi udara yang dihasilkan dari emisi gas buang
Nitrogen oksida dibentuk selama seluruh pembakaran saat udara itu ada.
Efisiensi tertinggi diesel engine yang diterima melalui tekanan tinggi, suhu tinggi
dan kelebihan udara selama pembakaran, demikian pula ketika jangkauan suhu
pembakaran yang tinggi cukup untuk membuat berbagai macam nitrogen oksida.
Bagaimanapun juga, pengembangan dalam teknologi engine memberikan arahan
untuk mengurangi secara drastis kandungan emisi NOx dari diesel engine.
modern. Kualitas bahan bakar yang baik dengan kandungan sulfur yang rendah
mengurangi bentuk partikel dan oksida sulfur dan jga sebagai syarat dari bentuk
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
tertentu seperti komponen exhaust after treatment, misalnya filter partikel
(penyaring partikel)
27
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Materi 6
Komponen Engine
Setelah mendapatkan materi ini, peserta dapat menyebutkan komponen-komonen yang
terdapat di engine serta fungsinya
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
saluran coolant, udara, valve train dan komponen
sistem bahan bakar.
Cylinder head ada yang terdirii dari beberapa
bagian, ada pula yang cylinder head satu utuh
untuk semua cylinder seperti Pada engine Volvo
D6E untuk EC210B, Cylinder Head dibuat dari besi
cor. Didalamnya terdapat jalur pemasukan udara
(Air induction) masuk secara vertikal (A) dan
exhaustnya (B) secara horizontal. Valve Inlet dan
exhaust diperbesar untuk mengoptimalkan jalur
pertukaran udara dan proses pembakaran.
Untuk coolant thermostat housingnya juga
diletakkan secara langsung ke dalam cylinder head
(A) dan diletakkan pada bagian sisi depan kanan. Gambar 33. Cylinder head
Masing-masing silinder dipisahkan jalur inlet pada
satu sisi dan jalur exhaustnya disisi yang lain, yang
disebut sebagai “Crossflow” (B).Jalur fuel untuk
unit injektornya pun dibor langsung secara
longitudinal melalui cylinder head dan memiliki
alur untuk seal ring di masing masing unit
injektornya(C). Disana juga ada plug (penutup)
untuk melakukan pengukuran tekanan oli pada
mekanisme rocker arm(D). Dan ada pula jalur
Gambar 34. Thermostat housing
pelumasan (E) untuk camshaft dan rocker arm
yang dibor di tengah cylinder head bagian kiri.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
pada kepala silinder tanpa merusak lapisan seal
karetnya.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Pada engine D16F ADT A40F,Liner : Engine
dipasangkan dengan liner tipe basah (wet liner)
yang bisa digantikan.
Cooling jacket : Tipe cylinder dengan wet liner,
mempunyai pendinginan yang lebih baik dan
bersirkulasi.
Main bearing : sebagai tempat crankshaft yang
dtopang dengan tujuah main bearing.
Oil duct (saluran oli) : disana ada dua pelumasan
utama yang dilubangi secara longitudinal dalam
dinding blok, pada masing-masing sisi.
Gambar 39. Letak Stiffening Frame
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 42. Sleeve tipe basah dan kering Gambar 43. Jenis-jenis Sleeve
Wet liner mempunyai o-ring untuk menyekat water jacket dan menjaga
kebocoran air pendingin (Gambar 7, kiri). Air pendingin untuk mendinginkan liner
disekat oleh leher/flange di bagian atas dan O-ring pada bagian bawah liner. Ring
seal liner harus mampu menyekat dengan baik, tahan terhadap oil dan air serta
tahan terhadap perubahan temperatur dan tekanan. 32
pendingin pada block. Liner band pada liner digunakan sebagai penyekat bagian
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
atas liner. Engine block yang kaku dan keras ini memungkinkan seal-seal ini tetap
duduk untuk memberikan penyekatan yang baik.
6.9 PISTON
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 46. Ilustrasi belahan Piston
Pada bagian dalam piston dan di bawah crown terdapat rongga (1) dan pada
beberapa piston terdapat lubang oli dibagian bawah piston crown (2).
Cerukan dan titik di bagian atas piston didesain untuk menimbulkan pusaran
udara dan untuk memudahkan pencampurannya dengan bahan bakar untuk
mendapatkan pembakaran yang lebih baik.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 48. Bagian-bagian pada piston
Piston dihubungkan dengan connecting rod melalui pin piston untuk mentransfer
tenaga. Ketebalan sisi dalam piston ditambah untuk menambah kekuatan pada sisi
samping sebagai tempat kedudukanpin piston. Cross section dari piston dibuat
dalam bentuk elliptical. Arah pin piston diameternya lebihkecil dibanding dengan
diameter yang tegak lurus dengan pin piston dengan tujuan pada saatkenaikan
temperatur piston ( 300º - 350 ºC pada top piston dan lebih kurang 150 ºC pada
35
bagian tengah piston ), cross section yang berbentuk elliptical akan tercapai
menjadi bulat (berdiameter sama ). Kepala piston yang kepalanya lebih kecil akan
Page
menjadi sama besar akibat pemuaian dan perbedaan temperatur antara atas dan
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
bawah piston. Oleh sebab itu bila mengukur diameter piston,arah dan posisinya
disesuaikan dengan spesifikasi pada maintenance standard.
Radiasi Panas pada Piston
Jika piston mengalami overheat akan mengakibatkan pemuaian yang berlebihan
pada piston,terjadi carbonization oil pelumas, melekatnya permukaan yang
bergesekan, keretakan atau terbakar padakepala piston. Panas yang diterima
piston harus secepatnya dilepaskan. Bentuk piston dirancang untuk meningkatkan
kekuatan dan kemudahan penyebaran panas. Bentuk dari cross section piston
disebut thermal flow type dirancang sebagai penghantar panas dan pelumasan.
Untuk mencegah kebocoran, penempatan celah pada ujung setiap ring ini tidak
boleh disusun sebaris. Ke-3 ring piston dirancang untuk memberikan kompresi
yang sempurna dan pengaturan oli sambil mengurangi gesekan dan panas yang
ditimbulkan. Hasilnya, meningkatnya usia pakai piston, ring dan liner serta
mengurangi biaya perawatan sebelum [Link] piston terbuat dari nodular
iron agar kekuatan dan ketahanannya terjaga. Oil dan intermediate ring dilapisi
chrome, sedangkan top ring dilapisi dengan plasma. Kedua jenis lapisan ini
memberikan ketahanan terhadap keausan dan lecet (scuff) yang baik sekali.
Piston ring terbuat dari baja khusus dan paduan, yang membuatnya mengepres
ke dinding silinder.
36
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 51. Ring Piston
Desain ring piston dengan cara memperkecil bergetarnya ring di dalam groove
selama piston bergerak reciprocating, tahan gesek, dan dapat mencegahnya
masuknya benda asing melalui ring ke dalam [Link] ring sering menerima
temperatur dan tekanan tinggi, beban gesek yang tinggi dan hentakan yang
disebabkan gerakan reciprocating dari piston. Untuk mengatasi kondisi yang
demikian piston ring dibuat dari special cast iron yang memiliki ketahanan
terhadap panas dan tahan gesek, dan dilapisi dengan chrome platina pada
lingkaran luarnya.
Setiap piston memiliki dua ring piston atau lebih yang terletak pada groove
piston. Ring piston memiliki 3 fungsi utama:
Menahan tekanan gas [Link]
Dimensicylinder dan mencegah kebocoran
Ring piston
kompresi.
Mengatur pelumasan untuk dinding cylinderdan menyebarkan cukup
pelumasan menuju dinding silinder untuk alasan sealing dan pelumasan untuk
mengendalikan konsumsi oli dan menjaga ketebalan oilfilm pada dinding
cylinder.
Mendinginkan piston dengan memindahkan panas yang dihasilkan pada saat
pembakaran dan mengendalikan suhu piston melalui perannya dalam heat
transfer dari piston ke dinding silinder dan lebih jauh lagi berarti sebagai
pendingin yang mentransfer panas dari piston ke cylinder liner.
Menyekat ruang bakar dan sealing (menutup) clearance diantara piston dan
silinder, serta menahan tekanan gas silinder dan meminimalkan blow-by
(udara yang keluar akibat tekanan berlebih dari crankcase)
37
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Masing-masing piston mempunyai dua ring kompresi dan ring untuk oil scrapper
(pengumpul) yang diletakkan di alur ring piston. Ring kompresi bagian atas
mempunyai sebuah bentuk trapesium yang bersilangan (tipe keystone). Ring
kompresi bagian bawah mempunyai bentuk kotak. Oil scraper ring di bagian
paling bawah mempunyai spring di dalamnya.
Gambar 53. Bentuk-bentuk belahan ring piston Gambar 54. Ring kompressi bagian atas
Ring kompresi bagian paling atas, bentuknya yang seperti key-stone
memfasilitasi tekanan gas dari ruang pembakaran masuk kebelakang ring, yang
meningkatkan dorongan radial yang ditahan oleh dinding silinder.\
Ring kompresi yang kedua, didesain untuk menjaga tekanan kompresi ring
dilengkapi dengan sebuah ridge (punggung) internal. Punggung ini menyebabkan
ring untuk menghasilkan putaran (twist) dalam alurnya sehingga itu
membersihkan (distribusi) oli saat piston itu bergerak ke bawah.
Oil scraper ring (ring bawah), yang menjaga sejumlah oli dalam dinding silinder
didalam batas yang [Link] piston pindah ke bawah, ring membersihkan
dari kelebihan oli kemudian diarahkan kembali ke penampungan.
Oil scraper ring, mengikis oli yang membasahi dinding silindermencegah oli
masuk ke dalam ruang pembakaran, yang bila terjadi dapat menimbulkan
kerusakan berupa timbulnya jelaga akibat terbakarnya oli, untuk mencegah oli
masuk ke dalam ruang bakar dan ikut terbakar, mengatur oil film pada dinding
cylinder saat piston bergerak naik turun untuk meminimalkan keausan pada
liner, piston dan ring. Oil control ring memiliki expander spring yang membantu
38
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 56. Tipe-tipe ring piston
yang disebabkan inertiadari piston danconnecting rod pada putaran tinggi. untuk
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
memenuhi kebutuhan diatas, connecting rod dibuat darispecial baja tempa dan
mempunyai kekuatan special dalam batas kelelahan material. Saat
memasangconnecting rod hati–hati jangan sampai terdapat guratan (cacat)
khusus pada daerah melintang ataudaerah lekukan connecting rod, karena
connecting rod selalu bekerja berat, beban yang berulangulangdan konsentrasi
stress menyebabkan connecting rod mudah rusak.
Bagian-bagian pada connecting rod terdiri dari:
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 59. Bearing Connecting Rod
Bearing connecting rod bagian atas terpasang pada connecting rod dan disebut
upper half shell. Setengah bagian lainnya terpasang pada cap dan disebut lower
half shell. Normalnya upper half shell menahan beban lebih besar. Locating lug
merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari bearing shell dan digunakan
untuk memastikan bearing duduk dengan benar pada connecting rod ataupun
cap.
Bagian ujung atas dari connecting rod dipasangkan pada piston menggunakan
wrist pin (pen pergelangan). Bagian ujung bawah dipasangkan pada crankshaft
menggunakan bearing cap.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 61. Connecting Rod
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Masing-masing bagian connecting rod ditandai dengan angka yang distempel pada
bagian partisi big-endnya untuk memastikan agar tidak tertukar dalam
pemasangan. Connecting rod ditempa dan ada belahan pada sisi keduanya (Big
End) menggunakan metode Breaking. Rod dan cap nya dikencangkan bersama
melalui empat baut, 4xM12. Permukaan partisi harus ditangani dengan hati-hati,
agar tidak merusak ketepatan [Link] membersihkan permukaan,
menggunakan udara compressor.
Connecting rod ditempa dari baja paduan tinggi, material yang merupakan tahan
pada kondisi ekstrim, sehingga connecting rod keduannya menjadi kuat dan
[Link] rod ditempa dalam sebuah bentuk profil I. ini membuatnya
lebih ringan tetapi kuat dan cukup tahan terhadap tekanan yang berubaha-ubah
dibawah dorongan yang besar hasil combustion.
Piston mendapatkan panas yang sangat tinggi ketika engine dibawah beban yang
besar dan disana ada batasan jumlah panas yang ring piston dapat hilangkan.
Pada engine Volvo, disana terdapat pelumasan yang mendinginkan piston. Piston
cooling khusus mengalir dalam cylinder block mengarahlan oli menuju piston
cooling nozzle, satu untuk masing-masing silinder. Dari nozzle, sebuah oil jet
disemprotkan dibawah piston.
Bagian small end dihubungkan ke piston melalui gudgeon pin, yang
pemasangannya dengan bushing bronze yang ditekan kedalam small end
connecting rod. Bagian Top end (small end) mempunyai sebuah bushing yang
diditekan kedalam gudgeon pin, yang dilumasi melalui sebuah lubang yang dibor
melalui rodnya. Bagian lower end connecting rod adalah mengarahkan jalan
crankshaft bearing journal dengan crankshaft bearing.
Untuk mengurangi gesekan dari journal dari connecting rod, crankshaft dan wrist
pin, dipasangkan sliding bearing (bantalan geser) diantara bidang kontak.
Sliding bearing ini dibaut dari bahan babbitt. Babbitt merupakan campuran
tembaga dengan timah (atau timah-kuningan). Sangat penting untuk menjaga
agar permukaan kontaknya selalu mendapatkan pelumasan saat engine bekerja
untuk mencegah keausan. Hal ini dimungkinkan dengan memberikan tekanan
pada oli yang masuk ke dalam lubang di dalam bearing. Pada bagian atas dari
connecting rod terdapat bushing (1). Bearing di bagian bawah connecting rod
terdiri dari dua keping (2).
43
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 63. Trust Bearing
Pada engine Volvo, Gudgeon pin adalah bagian mekanisme crankshaft yang
dilakukan untuk beban dan tarikan yang berlebih. Gudgeon pin dibuat dari
material berkualitas tinggi, paling banyak biasanya baja mangan chrome dan
paduan baja chrome molybdenum. Gudgeon pin bentuknya turbular dalam
bentuk yang mengurangi berat. Gudgeon pin mengarahkan connecting rod dan
piston, menyambungkan connecting rod dan piston, memberikan floating fit
(keadaan mengambang) yang mebuat keduanya mudah bergerak. Gudgeon pin
dicegah dari perpindahan menuju dinding silinder melalui locking ring yang
dimasukkan ke dalam alur piston pada masing-masing gudgeon pin.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.15 CRANKSHAFT
Connecting rod bearing journal menentukan posisi piston dan kapan piston
tersebut berada pada posisi titik mati atas (top dead center). Beberapa
connecting rod bearing journal mempunyai lightening hole (lubang peringan)
45
connecting rod journal bearing. Saluran-saluran ini tertutup pada salah satu
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
ujungnya menggunakan cup plug atau set screw. Counterweight digunakan
untuk membantu menyeimbangkan crankshaft dan mengurangi vibrasi (getaran)
saat engine [Link] dapat menjadi satu dengan crankshaft
ataupun terpisah dan diikat dengan baut dengan crankshaft.
Permukaan main thrust bearing terletak pada satu dari main bearing
[Link] crankshaft pada sisi-sisi main bearing journal mempunyai
permukaan yang lebar yang membatasi pergerakan maju dan mundur
crankshaft, yang disebut end play.
Terdapat dua bagian pada setiap main bearing yang disebut shell (Gambar 20).
Shell bagian bawah terpasang pada main bearing cap dan shell bagian atas
terpasang pada main bearing bore pada block. Shell bagian atas mempunyai
lubang dan alur oli sehingga oli mengalir terus pada main bearing journal.
Gambar 69. Main bearing shell Gambar 70. Main bearing bore
Main bearing dan connecting rod atau biasa disebut dengan metal bearing
terpasang dengan paspada masing-masing main journal dan crank pin journal.
Bearing adalah yang mendukung langsungpada bagian yang bergesekan dari
crankshaft dan selalu menerima tekanan pada permukaannya dangesekan
dengan kecepatan [Link] harus tetap kedudukannya bearing juga
harus memilikikekuatan yang besar dan dapat menyesuaikan.
Pada metal bearing terdapat oil groove yang tujuannya untuk membawa oli ke
seluruh permukaanbearing dan membuat pergerakan atau gesekan menjadi
lembut. Selain itu, oil groove juga sebagai penampung oli pada saat engine mati
untuk menjaga persentuhan yang baik pada permukaan shaft. Untuk menjaga
46
kehalusan crankshaft bearing harus dibuat lebih lunak tetapi kuat dan
permukaan dapat menyesuaikan, dengan demikian bearing dibuat dari material
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
yang berbeda untuk memenuhi persyaratan diatas dan bearing ada yang
mempunyai lebih dari dua jenis material.
Crank Shaft didesain dengan posisi crank berbeda satu sama lain agar tercipta
perubahan gerak bolak balik menjadi gerak berputar. Sebagai contoh crankshaft
yang mempunyai 6 cylinder mempunyai sudut 1200. Membentuk pola piston 1 dan
6 berputar bersama, piston 2 dan 5 berputar bersama, piston 3 dan 4 berputar
bersama.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 73. Balancing Cuts
Vibration damper jenis viscous atau rubber dipasangkan pada bagian depan
crankshaft. Mengingat torsional vibration berbeda pada setiap rancangan
engine, vibration damper dibuat disesuaikan dengan karakter masing-masing
engine.
Ada dua jenis vibration damper yaitu:
1. Rubber damper menggunakan karet untuk menyerap vibrasi
2. Viscous damper menggunakan oli berat dan free-floating steel ring untuk
48
menyerap vibrasi.
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 75. Rubber Dumper Gambar 76. Viscous Dumper
Rubber damper terbuat dari inner iron-alloy steel flange yang memiliki dudukan
dan outer cast-iron weight assembly (inertial mass). Flange bagian dalam diikat
dengan pemberat bagian luar menggunakan campuran karet. Viscous damper
mempunyai dua rumah (housing). Pemberat (inertial mass) dan cairan sejenis
grease terdapat pada kedua housing yang dilas menjadi satu. Lebar celah antara
housing dan pemberat adalah sekitar 0,010 in (0,25 mm). Celah inilah yang diisi
dengan viscous fluid atau cairan kental. Viscous damper harus ditangani dengan
[Link] penyok maka harus diganti.
Ketika crankshaft berputar, detak torsi yang dihasilkan di dalam crankshaft melalui
langkah power pada piston. Oli silicon dengan viskositas tinggi memperlembut
pergerakan antara putaran crankshaft dan setiap putaran dari berat inersia, yang
mengurangi tensi [Link] ini harus ditangani dengan perhatian
baik-baik.
49
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.17 FLYWHEEL
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.18 TIMING GEAR
Timing gear dapat diartikan sebagai gigi penghubung untuk mentransfer putaran
crankshaft keperlengkapan engine yang membutuhkan tenaga [Link]
mendapatkan operasi kerja engine yang tepat, dibutuhkan sejumlah sistem
seperti pendinginan, pelumasan, injeksi bahan bakar dan lain-lain. Semua sistem
tersebut memperoleh tenaga dari [Link] gear dan injection pump driving
gear menentukan valve timing dan injection timing.
Seluruh engine Volvo menggunakan gigi helik yang bertujuan agar mereka
berputar dengan lebih tenang dan lebih sedikit mengalami keausan, serta
mengurangi kehilangan gesekan saat engine drop. Semua gigi berbentuk helical
untuk mengurangi keausan dan mengurangi kebisingan kerja. Timing-gear
mendapatkan pelumasan dari sistem pelumasan engine.
Pada umumnya terdapat dua konfigurasi valve dan camshaft pada engine diesel,
51
yang yang terpasang di cylinder block (engine block mounted) dan overhead
camshaft design. Semua unit Volvo construction menggunakan model engine
Page
block mounted.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 81. Valve Mechanism
Gambar di atas menunjukkan engine yang mempunyai system empat valve dan
sebuah single overhead camshaft. Disana dua inlet dan dua exhaust valves per
silinder, yang diaktivasi dalam sepasang floating type yoke (yoke tanpa guide-
pin) dan ditutup oleh gaya balik spring. Camshaft yang dikeraskan secara induksi
(induction hardened) dan mempunyai tiga cam lobes per silinder. Dalam
penambahan, selain untuk inlet dan exhaust juga cam lobes untuk unit injektor.
Rocker arm yang dipasang pada rocker arm shaft ditekan dalam bushing. Rocker
arm yang bertemu dengan camshaft yang terjadi melalui roller menuju valve
stem yoke dengan sebuah ball socket.
6.20 CAMSHAFT
Camshaft terbuat dari alloy steel khusus yang ditempa dan dikeraskan agar
handal dan tahan lama. Camshaft gear dipanaskan dan di press pada saat
pemasangannya. Seluruh camshaft memiliki bearing journal dan lobe untuk
setiap atau sepasang valve dan fuel injector. Camshaft mengatur proses buka
dan tutup intake dan exhaust valve dan pada beberapa aplikasi, juga mengatur
fuel injector. Komponen ini dinamakan camshaft karena lobe-nya berbentuk
telur atau cam. Saat camshaft berputar, cam akan bergerak naik-turun, menekan
cam follower dan komponen valve train untuk membuka dan menutup valve
engine. Pada saat cam diatas, valve akan membuka penuh.
52
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 82. Bagian-bagian Lobe
Bentuk ramp menentukan seberapa cepat valve membuka atau menutup dan
bentuk nose menentukan berapa lama valve bertahan dalam posisi membuka.
washer. Camshaft terpasang di dalam cylinder block dan didukung oleh bushing
yang duduk pada [Link] bearing dipasang diantara cam gear dan journal
Page
pada piston nomor satu untuk melicinkangerakan shaft bila ada beban axial.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Untuk lubrikasinya, Oil dari pump dialirkan dengan tekanan melalui cylinder
block atau main gallery kemudian masuk kecam shaft melalui lubang bushing
journal. Bila mengganti bushing harus meluruskan kembali lubangyang ada pada
cylinder block dengan lubang yang ada di bushing.
Camshaft ditempatkan di cylinder head dan dilengkapi pengubah putaran dari
crankshaft ke camshaft (gear). Type dari camshaft yang putaran camnya
dihubungkan ke valve melalui tappet, pushrod dan rocker arm, akan terjadi
inertia pada mecahnisme perantara dan membuat valve sulitmengikuti
kecepatan putar cam. Untuk menjamin berhasilnya kerja valve pada putaran
tinggi dengancara mengecilkan jarak antara cam dengan valve atau dengan cara
menempatakan camshaft padacylinder head (type OHC/Over head Cam) dan
menempatkan camshaft diatas cylinder block (typeHC/High Cam). Pada
umumnya pada kendaraan sport memakai type OHC dan DOHC
(DoubleOverhead Cam) yang dihubungkan dengan rantai atau belt sebagai
penggeraknya.
Valve lifter dan push rod meneruskan gerakan lobe camshaft ke rocker arm
(penumbuk katup). Bagian bawah dari valve lifter dibuat dari bahan yang yang
sangat kuat agar tahan keausan akibat gesekan dengan camshaft. Valve lifter
tertentu memiliki roller untuk lebih mengurangi gesekan dan keausan.
Push rod dibuat kokoh dari bahan logam bulat panjang yang ringan dengan
bagian ujungnya dikeraskan. Bagian bawah dari push rod dibuat membulat agar
terpasang tepat pada valve lifter. Di bagian atasnya berceruk, untuk pemasangan
bagian yang membulat dari rocker arm. Dengan cara seperti ini rocker arm
tetap pada tempatnya.
Rocker arm, yang terpasang pada rocker arm shaft, menekan valve-valve ke arah
bawah saat melakukan gerakan membuka. Valve spring dipasangkan diantara
rocker arm dan cylinder head yang berguna untuk menutup valve kembali.
Adjuster screw (sekrup penyetel ) di bagian belakang rocker arm digunakan
untuk menyetel celah valve.
Rocker arm terpasang pada rocker arm shaft dan dihubungkan dengan push rod
yang menggerakan valve intake dan exhaust. Pergerakan vertikal dari push rod
mengikuti gerak putar camshaft dan ditransfer melalui rocker arm ke valve stem
dengan arah yang berlawanan Kerenggangan antara rocker arm dan valve stem
dirancang untuk mengatasi pemuaian dari mekanisme penggerak.
Penyetelan valve clearance dilakukan dengan mengendorkan lock nut dan
memasukkan feeler gauge antara rocker arm dan valve stem dengan ketebalan
sesuai ukuranstandard kemudian putar screw bolt untuk menyesuaikan
54
lubang pada cylinder dan rocker arm bracket kemudianmasuk ke rocker arm
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
shaft dan melumasi seluruh rocker arm. Lubang oil yang terdapat padarocker
arm untuk melumasi rocker arm shaft ke valve stem, valve guide dan bushing
6.23 VALVE
Valve dipasang pada cylinder head. Karena merupakan bagian dari ruang bakar,
valve harus memberikan penyekatan yang baik selama engine bekerja. Valve
55
terbuat dari baja paduan khusus untuk dapat beroperasi pada suhu yang tinggi
selama pembakaran. Valve terbuka dan tertutup secara teratur untuk
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
keluar. Pergerakan valve dari putaran camshaft yang dirubah menjadi gerakan
vertical melalui push rod ditransfer melalui rocker arm dan diterusakan ke valve.
Valve juga sebagai permukaan ruang bakar yang selalu menerima beban panas
yang tinggi oleh karena itu dibuat dari material yang tahan gesek dan tahan panas.
Untuk memungkinkan terjadinya gerakan naik-turun yang lancar, valve meluncur
pada valve guide.
Valve guide sebagai penuntun pergerakan valve secara sliding antara permukaan
stem dan valve guide dengan gerakan vertikal dan juga sebagai pengontrol
pelumasan pada valve stem. Dengan demikian dibutuhkan celah yang tepat antara
stem dan guide, sehingga tidak terjadi kebocoran udara dan oli ke dalam air intake
dan exhaust gas. Valve guide dan valve dibuat dari bahan yang tahan [Link]
bergerak naik dan turun di dalam valve guide) yang berada didalam cylinder head.
Valve guide menjaga pergerakan valve tetap lurus dan membantu menyerap
panas dari valve. Valve stem memanjang keluar dari guide di bagian atas cylinder
head.
Valve seat/insert adalah suatu ring yang tahan terhadap panas dan benturan.
Valve insert dipasang diantara permukaan valve yang bersentuhan dengan
cylinder head. Permukaan valve yang bersentuhan dengan cylinder head selalu
menerima benturan dan gas panas yang tinggi sehingga valve seat harus tahan
panas, kuat dan tidak mudah aus terutama pada bagian exhaust valve. Bila terjadi
kerusakan pada valve insert dapat diganti tanpa mengganti cylinder head.
Valve spring mengangkat valve hingga merapat pada valve seat saat valve sedang
menutup. Valvespring juga bekerja mengembalikan rocker arm, push rod dan
tappet ke posisi normal dengan cepat. Push rod dan tappet selama operasi
menimbulkan inertia yang menyebabkan valve memberikan gaya balik pada saat
engine putaran tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan.
56
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 88. Posisi valve pada silinder
a. Two valve type cylinder head dan four valve type cylinder head
Two valve cylinder head, hanya mempunyai satu intake valve dan satu exhaust
valve. Untuk four valve type cylinder head mempunyai dua intake valve dan
dua exhaust valve. Dalam langkah pemasukan, udara segar harus masuk
sebanyak mungkin dalam waktu tertentu untuk memperbaiki campuran udara
dengan bahan bakar yang diinjeksikan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut
intake dan exhaust valve dibuat besar. Four valve type lebih efektif digunakan
jika tempat valve yang sempit atau ruangan tidak cukup. Four valve type
strukturnya yang lebih rumit, tetapi jumlah udara yang dimasukkan lebih
banyak.
b. Sectional type dan solid type
Solid type cylinder head bila satu cylinder head digunakan untuk menutupi
seluruh bagian atas cylinder block, sedangkan sectional cylinder head jika satu
cylinder head hanya menutupi satu atau lebih bagian atas dari cylinder block
(atau cylinder head yang terpisah). Sectional type cylinder head mempunyai
efek lebih kecil internal stress atau thermal stress dan mudah dalam
pemasangan, oleh karena itu sectional type cylinder head cocok dipasang pada
engine yangbertekanan besar. Sectional type cylinder head juga dapat
digunakan engine yang berbeda jumlah cylinder tetapi ukuran head yang sama.
Sedangkan engine kecil cukup dipasang cylinder head solid type.
57
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.24 UNIT INJECTOR
Unit injecktor diletakkan secara vertikal di tengah masing masing silinder, diantara
empat valve. Clamp Unit injector diletakkan dengan clamp. Pada injector sleeves
terdapat sleeve diantara bagian bawah injector dan cylinder head. Di bagian
bawah sleeve yang diperbesar dengan sebuah drift (arah) dan di bagian atasnya
terdapat bagian seal O-ring. Injector sleeves dibuat dari baja Stainless steel, dan
desain terbaru, dengan bentuk dasar kerucut terbalik terhadap unit injektornya.
Sleeve (dan alat untuk mencocokkannya) harus mutlak tidak bisa ditukar dengan
jenis lainnya. O-ring yang baru harus terpasang pada sleeve dan injektor ketika
dirakir ke dalam engine. O-ring harus dilumasi sebelum diassembling untuk
menghindari kerusakan.
Tipe cylinder head tipe Cross Flow masing-masing silinder mempunyai sebuah
pembatas jalur inlet pada satu sisi cylinder head dan pembatas jalur exhaust di sisi
yang lain. Inlet manifold terbuat dari aluminium pressure die cast, satu buah
desain open box, dan dilokasikan pada sisi lengan kiri cylinder head. Exhaust
manifold dibuat dari besi tuang tahan panas, paduan SiMo. Yang dibuat dalam tiga
bagian yang dicover dua exhaust por masing-masing. Diantara cylinder head dan
pinggiran manifold ada gasket graphite-coated yang digunakan untuk mencegah
kebocoran exhaust.
58
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.26 FUEL FEED CHANNEL
Fuel channel untuk unit injector dalam bentuk lubang longitudinal melewati
cylinder head, dan disekitarnya dilakukan proses pemesinan membentuk Ring
shaped recess di sekeliling masing-masing unit injektor.
59
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 92. Engine Equipment
60
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.28 CYLINDER BLOCK EQUIPMENT
61
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.29 CYLINDER LINER & PISTON
62
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 96. Valve Mechanics Equipment
63
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.32 CAMSHAFT & EQUIPMENT
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.34 OIL SUMP EQUIPMENT
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
6.35 ENGINE MOUNTING EQUIPMENT
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Materi 7
Air Induction System
Setelah mendapatkan materi ini, peserta dapat menjelaskan tentang sistem
pemasukan udara pada engine diesel
Air induction system adalah sistem pada engine diesel yang berfungsi
untuk memperoleh udara yang mencukupi untuk proses pembakaran seluruh
bahan bakar di dalam silinder, sehingga dapat menghasilkan tenaga yang
maximum seperti yang diharapkan.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 103. Sirkulasi Intercooler
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Di dalam intercooler terdapat pula heating element yang dengan
bantuan energi listrik berguna untuk memanaskan udara masuk saat start
dingin.
olehTurbocharger/Blower.
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
c. Turbocharger & Aftercooler/Inercooler ( TA ), dimana pemasukan udara ke
dalam silinder dibantu oleh Turbocharger dan selanjutnya didinginkan oleh
Aftercooler.
1. Pre-cleaner/strainer
3. Main Filter
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
a. Dapat memperluas permukaan saringan, sehingga akan memperbanyak
udara bersih yang akan masuk ke dalam silinder.
b. Memperpanjang umur filter, karena kemungkinan tersumbatnya akan
lebih lama.
Untuk mendapatkan pemasukan udara yang lebih bersih, biasanya pada
engine-engine tertentu, filternya dilengkapi dengan Elemen Kedua
(Secondary Filter) yang disebut sebagai Safety Elemen. Safety Elemen
bentuknya ada 2 macam, yaitu: Lingkaran (Circle) dan Rata (Panel)
4. Turbocharger
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 111. Schematic Air Flow Diagram Gambar 112. Compressor Rotor
5. Intake Manifold
6. Aftercooler / Intercooler
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
melalui turbocharger yang bekerjanya karena gas buang sehingga
menjadi sangat panas. Pada Aftercooler/Intercooler udara didinginkan
dengan media air pendingin dari radiator atau dengan udara dari kipas
radiator.
8. Muffler
9. Waste Gate
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
pada sisi intake manifold. Wastegate yang terdapat pada turbocharger
berfungsi untuk membatasi boost pressure pada sisi intake manifold disaat
engine mendapat beban maksimum maupun beban minimum maupun pada
engine rpm rendah. Tekanan pada sisi intake manifold dibatasi dengan cara
membuka atau menutup valve wastegate.
Bila tekanan udara pada sisi intake manifold naik, maka tekanan
udara tersebut digunakan untuk mendorong diafragma lalu akan
mendorong actuator dan seterusnya mendorong valve wastegateterbuka,
sehingga tenaga gas buang tidak seluruhnya digunakan untuk memutar
turbin. Sebagian dari gas buang langsung keluar, sedangkan sebagian lagi
digunakan untuk memutar turbin sehingga kecepatan turbin dapat
terkontrol, akibatnya turbin udara pada sisi intake terkontrol juga.
Bila valve wastegate tertutup, maka seluruh gas buang digunakan
untuk memutar turbin, sehingga tekanan udara pada sisi intake akan naik,
akibatnya berat udara persatuan volumenya akan naik pula dan tenaga
engine akan bertambah juga, maka kecepatan turbin dan tekanan udara
pada intake manifold tidak terkontrol yang dapat merusak daya tahan dari
engine. Rusaknya wastegate dapat mengurangi daya tahan suatu engine
akibat dari naiknya tekanan didalam cylinder dan terjadinya panas yang
berlebihan yang diakibatkan tekanan pada intake manifold maupun exhaust
yang tidak benar, sehingga emission yang terjadi tidak ramah lingkungan. 74
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
10. Smoke Limiter/ Air Fuel Ratio Control.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.2.6 Exhaust Brake atau Engine Brake
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 120. Engine Brake
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.2 COOLING SYSTEM
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Ada 2 jenis Water cooling system:
1. Pressurized cooling system( sistem bertekanan )
2. Non Pressurized cooling system( sirkulasi alami )
Umumnya engine - engine menggunakan pressurized cooling
system, karena mempunyai keuntungan-keuntungan :
1. Titik didih air dalam engine naik, sehingga selama beroperasi air tidak
mendidih, sehingga terjadinya gelembung udara dapat dihindari, hal ini
akan:
a. Mencegah cavitasi pada pompa
b. Meratakan pendinginan sehingga dapat mencegah keretakan.
c. Aman dioperasikan pada dataran yang tinggi ( tekanan udara yang lebih
rendah ).
d. Memperkecil terjadinya penguapan , sehingga level air tidak cepat
berkurang/penambahan air relatif kecil/jarang.
2. Memaksa gelembung udara yang terjadi untuk naik ke permukaan air.
3. Memaksa air untuk masuk ke semua celah-celah sempit yang memerlukan
pendinginan.
kecil lainnya dibagi ke bagian bawah liner melalui lubang (B) dari liner cooling
Page
jaket, dan coolant mengalir menuju jalur (C) di atas cylinder head
mendinginkan area panas disekitar pintu exhaust dan injector dan akhirnya
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
menuju thermostat. Thermostat merupakan tempat coolant untuk keluar dari
engine. Kompresor udara mendinginkan coolant melalui jalur eksternal yang
terpisah.
Coolant dipompa dari pompa coolant (1) ke atas menuju oil cooler (3),
yang dibaut dengan oil cooler cover. Dari sana, kemudian coolant dijalankan
menuju cylinder liner luar bagian bawah cooling jaket melalui lubang (2),
kemudian sebagian besarnya melewati lubang (4) di sisi atas cooling jaket
cylinder liner. Dari sana, coolant menuju cylinder head melalui jalur channel
(5). Cylinder head mempunyai sebuah dinding pembagi horizontal yang
memberikan dorongan coolant melewati daerah paling panas untuk efisiensi
transfer panas. Coolant kemudian mengalir menuju thermostat (6), yang
mengembalikan coolant menuju pompa melewati radiator atau melalui pipa
bypass (7). Jalur yang diambil oleh coolant tergantung pada suhu coolant. Air
Compressor (8) didinginkan melalui sebuah pipa eksternal dan kembali
mengalir diarahkan ke suction side pompa.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 125. Diagram Sistem Pendinginan
1. Radiator
Radiator merupakan bagian yang dapat meradiasikan/melepas
panas yang dibawa oleh air pendingin dari mantel Pendingin dan bagian-
bagiannya ke udara luar. Pada radiator terdapat bagian-bagian penting:
a. Filler Cap
Filler cap merupakan tutup radiator yang dilengkapi dengan
Relief Valve dan Vacum Valve yang berfungsi untuk menghindari
kevakuman dan membuat sistem pendinginan agar selalu bertekanan .
Dan diatas kedua katup tersebut juga terdapat lubang/saluran
pembuangan yang berfungsi untuk membuang kelebihan air /expansi
selama engine beroperasi. 81
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
b. Radiator Core/Tube
Radiator merupakan pipa-pipa yang terbuat dari tembaga/plat
besi yang memecahkan/membagi-bagi aliran air pendingin dari radiator
bak atas untuk proses pendinginan ke radiator bak bawah. Bentuk core
umumnya berupa pipa pipih/oval agar permukaan pendinginan lebih
baik.
c. Radiator Fin
Radiator fin merupakan kisi-kisi tipis di luar core yang disusun
dengan berbagai bentuk pada posisi melintang untuk penyerapan panas
yang baik , sehingga dapat mempercepat proses [Link]
engine-engine yang baru untuk mempermudah service, radiator corenya
dibagi dalam modul atau bagian-bagian atau block-block.
2. Radiator Fan
Radiator fan merupakan kipas udara yang difungsikan untuk
mempercepat proses peradiasian/pembuangan panas ke udara. Dalam hal
ini proses pendinginan dilakukan menggunakan udara yang mengalir
dengan arah tiupan angin seperti pada blower atau dengan arah menghisap
(suction), tergantung kebutuhan. Arah tiupan dan kecepatan angin juga
akan menentukan efektifitas proses pendinginan.
Mekanisme putaran dari radiator fan dapat diperoleh dari:
a. Drive Pulley dari Crankshaft engine melaluicouple fan belt (TaliKipas)
b. Hydraulic motor
c. Electric Motor
82
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 128. Electric Gambar 129. Hydraulic
3. Water Pump
Water pump merupakan pompa centrifugal ( non positif
displacement ) yang digunakan untuk memompa/mensirkulasikan air
keseluruh sistem pendinginan engine. Water pump diputar oleh belt melalui
pully atau drive gear dari engine.
a. Water pump dengan penggerak pully
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Coolant pump pada eninge D16F pada ADT A40F seperti pada
gambar; Coolant pump mempunyai sebuah casing alumunium (1), yang
berisi sebuah impeller plastic (2), shaft seal (3), bearing (4) dan pulley (5).
Bearing shaft dilumasi secara permanen kombinasi dengan roller bearing.
Antara shaft seal dam bearing, ada ruang ventilasi (6) dengan sebuah tell-tell
hole (7) yang dapat menunjukkan adanya kebocoran coolant atau oli. Bagian
belakang dari pump housing (8) dibaut pada cylinder block.
4. By pass tube/line
By pass tube adalah pipa/saluran yang mengalirkan air dari water
pump ke engine untuk selanjutnya dikembalikan ke pompa tanpa melalui
radiator pada saat engine masih dingin, sehingga dapat mempercepat
proses pemanasan engine untuk mencapai suhu kerja engine.
radiator.
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 133. Cara kerja Thermostat
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 135. Cara kerja Thermostat
atau tidak bergerak, komponen radiator dan cooling fan dapat diganti
dengan sistem heat exchanger dimana air pendingin engine didinginkan
Page
dengan menggunakan media air dari luar (tanpa radiator), yaitu berupa
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
cooling tower atau memanfaatkan air sungai atau air laut seperti pada
engine-engine marine.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.2.5 Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Cooling System
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Oli harus mempunyai kekentalan/viskositas tertentu.
Viskositas oli stabil terhadap perubahan temperatur ( Viscosity Index ).
Oli tidak berbusa.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.3.2 Jalur Aliran Oli Pelumas
90
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Sistem pelumasan dilengkapi 4 buah
valve, yaitu :
a. Relief valve, yang berfungsi
membatasi tekanan maksimum sistem
pelumasan.
b. oil cooler by-pass valve, yang
berfungsi memby-pass oil cooler saat
suhu engine masih rendah.
c. oil filter by-pass valve, yang berguna
untuk memby-pass full flow filter saat
filter tersumbat karena kotoran.
d. Piston cooling valve, yang berguna
untuk memasok oli untuk pendinginan Gambar 140. Sistem Pelumasan
piston saat RPM engine di atas 1400
RPM.
Oli dihisap melalui strainer (1) melalui saluran plastic (2) dari
penampungan (Sump) ke pompa oli (3), akan dipompakan ke oli melewati
pipa bertekanan menuju jalur ke dalam cylinder block. Valve pengurang
tekanan (pressure reduction valve) (A), digabungkan dalam oil pump, dijaga
pada tekanan oli yang ditetapkan. Di baut dalam sisi engine blok, secara
langsung setelah reduction valve (A), adalah safety valve (B) untuk melindungi
oil pump, filter dan oil cooler dari kelebihana tekanan ketika viskositas oli
masih tinggi selama start dingin.
Jika oli sudah panas (sekitar 1040 C), valve thermostat menutup dan
91
oli akan mengalir menuju oil cooler (5), kemudian melewati filter housing
yang terpasang di engine (6), pada pengendali filter housing untuk
Page
penyaringan. Jika oli masih dingin, itu akan diarahkan oleh thermostat valve
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
(C) yang terbuka menuju filter, tidak melalui oil cooler lagi. Ini akan
mempercapat tahapan pemanasan engine. Setelah disaring melalui full flow
filter (7), oli melewati sebuah saluran penghubung menuju jalur main gallery
pelumasan (8) di dalam cylinder block untuk penyaluran ke seluruh bagian
pelumasan engine dan juga turbin (8) untuk mengendalikan pembatas
ventilasi crankcase.
Oil pump (1) digerakkan oleh timing gear, menghisap oli dari oil pan
(2). Oli kemudian mengalir melalui strainer (3) yang berada pada oil pan dan
pompa, dan kemudian dipompakan melewati relief valve (4). Oli yang
kembali ke oil pan melalui oil cooler (5) untuk didinginkan. Saat engine
distart, oli masih dingin, oli tidak akan mengalir oil cooler melainkan langsung
melalui bypass valve (6) untuk mempercepat proses pemanasan engine untuk
mencapai suhu kerjanya.
Saat tekanan oli mencapai harga tertentu, piston cooling valve (9)
membuka dan mengalirkan oli ke piston cooling jet (10). Oli mengalir dari
filter menuju jalur utama oli (11) yang dibuat sepanjang cylinder block. Dari
jalur tersebut oli didistribusikan lewat lubang-lubang menuju camshaft
bearing (12), main bearing (13) dan ke crankshaft. Sebagian oli dipompakan
menuju rocker arm shaft (16). Akibatnya, mekanisme valve terlumasi.
Sebelum mencapai turbocharger (17), oli mengalir melewati pipa external /
external pipe (18) yang terhubung dengan cylinder block.
Turbocharger membutuhkan banyak oli karena unit turbin
beroperasi dengan kecepatan yang sangat tinggi, lebih dari 85.000 RPM. Fuel
injection pump dan air compressor mendapatkan pelumasan dari pipa
eksternal pula. Karena salah satu dari timing gear (19) terhubung dengan
saluran sistem pelumasan, oli juga didistribusikan padanya dengan
semburan (splashing).
1. Oil strainer
Sebelum mencapai oil pump, oli harus melalui strainer terlebih
dahulu yang terdapat di bagian bawah oil pan. Dari strainer , oli lewat
saluran pemasukan menuju pompa.
92
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
2. Oil Tank / Oil Pan / Karter
Oil tank merupakan tempat penampungan engine oil dan
pendinginan oil sementara, selama oil masih berada di Karter dan belum
dialirkan ke sistem. Karter diletakkan pada bagian paling bawah dari block
engine. Periode penggantian engine oil tergantung dari kapasitas volume
engine oil dan lamanya waktu pengoperasian engine.
Pada oil tank dilengkapi dengan Drain/Tapping Valve yang
berfungsi untuk membuang oli secara berkala sesuai dengan periode
penggantiannya. Deepstick/Dipstick yang berfungsi untuk mengukur level
oil yang dilakukan pada saat engine tidak beroperasi.
3. Oil Pump
Oil pump adalah pompa yang berfungsi mensuplai oli ke
bagian-bagian engine yang memerlukan Pelumasan. Biasanya digunakan
jenis Gear atau Gearotor Pump, yang diletakkan pada Bagian bawah
engine ( di dalam Karter ) dan pada bagian hisapnya dipasang saringan
kasar( Strainer ) untuk menghindari benda-benda kasar masuk ke dalam
sistem. Pada beberapa engine, oil pumnya mempunyai 2 pasang gear (
Double Pump ), dimana sepasang pump untuk main pump dan yang
satunya sebagai scavenging pump yang berfungsi untuk selalu mensuplai
oil agar tetap Stand By di saluran hisap Main Pump.
pompa oli. Untuk menangkap partikel kotoran yang lebih halus, sistem
pelumasan dilengkapi dengan tiga filter, tergantung pada tipe engine. Oil
Page
filter terdiri dari cartridge (wadah) filter yang dapat diganti (replaceable)
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
yang berisi lipatan kertas. Semua oli dari pompa harus melewati filter-
filter tersebut untuk dibersihkan sebelum memasuki engine kembali. Bila
terjadi penyumbatan pada oil filter, oli yang belum disaring dapat menuju
ke engine melalui by-pass valve. By-pass valve ini terletak pada bracket
dari filter.
Gambar 145. Prinsip kerja Bypass Oil Filter Gambar 146. Prinsip kerja Full Flow Oil Filter
5. Oil Cooler
Oil cooler merupakan pendingin oil yang didalamnya
94
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
sistem pendinginan engine. Oli bersirkulasi di sekitar inti dan
memindahkan panas ke [Link] cooler menyerap 10 – 15% panas
engine.
6. Jet Spray
Jet spray merupakan jet yang berfungsi menyemprotkan
aliran oil secara langsung ke masing-masing piston untuk
pendingin/pelumasan piston, ring piston dan linernya pada putaran
tertentu atau saat tekanan oli sangat tinggi, misalnya di atas putaran 1000
RPM. Untuk setiap silinder mempunyai satu unit Jet Spray. Piston akan
menjadi sangat panas saat engine bekerja, dimana pada engine tertentu
membutuhkan pendinginan tambahan. dimana piston-cooling valve pada
engine block terbuka. Oli dipaksa keluar dari lubang di engine block
melalui cooling jet, pada tiap-tiap piston. Oli disemprotkan pada bagian
bawah piston.
mendeteksi berapa nilai tekanan oil disaat sistem bekerja. Ada pula
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
engine yang menggunakan Oil Filter Differential Pressure Gauge untuk
mendeteksi filter Block dengan memanfaatkan nilai pressure aliran oil saat
sebelum dan sesudah melewati oil filter.
8. Oil pump dan cooler
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 150. Sistem pelumasan dengan Centrifugal Oil Separator
Cara Kerja:
Oil Separator terpasang secara By Pass pada filter utama, dimana oli
dari pompa setelah melewati saringan utama kira-kira 10 % dari jumlah
tersebut akan terambil masuk ke dalam rotor centrifugal oil separator untuk
proses pemisahan oli dengan kotoran, ini akan menyebabkan rotor berputar
secara dinamis kira-kira 3000 s/d 8000 rpm karena tekanan dari pompa.
Sesudah bersirkulasi di dalam rotor untuk mengendapkan kotoran-kotoran,
oli terus dialirkan ke tangki oli ( sump ). Dengan menggunakan sambungan T
pada saluran pemasukan udara, maka akan meningkatkan pengosongan /
kevakuman oli yang menuju ke tangki, sehingga oli akan menjadi lebih cepat
untuk kembali ke tangki.
Pada sambungan T saluran pemasukan udara pada saluran masuk
penunjang saringan dipasang Non Return Valve, dengan tujuan untuk
mencegah oli kembali naik ke atas sewaktu terjadi kevakuman. Aliran udara di
97
dalam pipa tersebut sangat kecil kira-kira 0,05 % dari keseluruhan aliran oli
engine. Sedangkan non return valve bekerjanya diatur oleh tekanan dari
Page
turbocharger.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.3.5. Beberapa Istilah Yang Terdapat Dalam Lubrication System
1. Viscosity
Viscosity adalah sifat fisik oil yang berkaitan dengan nilai
kekentalannya, ditentukan dengan nilai SAE ( Society OF Automotif
Engineer ), dimana semakin tinggi nila SAE maka akan semakin besar
nilai kekentalannya.
2. Viscosity Index
Viscosity index adalah nilai kestabilan kekentalan oil terhadap
perubahan temperatur.
3. Sulfuric Acid
Sulfuric acid adalah Asam Sulfat yang terbentuk karena
pembakaran asam belerang yang terkandung. dalam bahan bakar
diesel/solar, asam ini mempunyai sifat korosif yang dapat membuat
keausan komponen engine lebih cepat.
4. Alkali
Alkali adalah zat yang dicampur ke dalam oil untuk
menetralisir sifat asam ( Acid), sehingga keausan komponen karena asam
dapat dicegah/diperkecil.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.4 SISTEM BAHAN BAKAR ENGINE DIESEL
Bahan bakar dihisap dari fuel supply pump dari tangki. Bahan bakar
itu kemudian dihisap melalui pre-filter dengan water trap (pemisah air dan
bahan bakar) melalui jalur pendinginan untuk ECU (Engine Control Unit) dan
bersama-sama kembali mengalir dari injektor menuju sisi suction (sisi hisap).
Dari sana fuel kemudian didorong melalui main filter dan kemudinan menuju
99
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Unit injektor ditempatkan di cylinder head, satu untuk masing-
masing cylinder. Dalam unit injektor, elemen pompa dan injektor dirakit
dalam kesatuan dan ditempatkan di sisi dalam bodi injektor. Injektor secara
elektronik dikendalikan dan dialirkan sampai mencapai kurang lebih 2000 bar
tekanan injeksinya dan mempunyai kemampuan kendali yang sangat tinggi
terhadap waktu penginjeksian dan jumlah bahan bakarnya.
Fuel dihisap oleh feed pump (1) melalui sebuah strainer (2) di dalam
combined tank unit, naik menuju cooling loop (10), yang mendinginkan
engine control unit (6), dan kemudian menuju fuel filter housing (3). Di fuel
filter, bahan bakar melewati non-return valve (11) untuk hand pump pada
jalan menuju pre-filter (4) dengan water separator dan melewati cup (13).
Setelah penyaringan, bahan bakar diarahkan ke sisi hisap pompa.
100
Feed pump (1) dipompakan untuk mengisi bahan bakar menuju main
filter (5) naik ke jalur injektor longitudinal (9) di dalam cylinder head. Dari
jalur ini, unit injektor (8) mengisi melalui jalur berbentuk ring di sekeliling
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
menjaga kecukupan mengisi tekanan ke injektor. Pengembalian fuel dari
cylinder head (9) mengalir kembali ke sisi hisap pompa. Disana ada dua valve
yang ditempatkan di dalam feed pump. Safety valve (14) menjadikan bahan
bakar bersikulasi di dalam pompa ketika tekanan menjadi terlalu tinggi,
contoh ketika fuel filter mengalami kebuntuan. Non-return valve (15)
membuka ketika hand pump (12) dipakai, sehingga fuel dapat diby-pass fuel
pump selama manual bleeding, ketika engine mati. Hand pump (12) yang
ditempatkan pada fuel filter housing dan hanya digunakan untuk mengalirkan
ke sistem dalam hal bahan bakar mengalami darurat.
Pada cylinder head terdapat air bleed valve (16) . Valve ini bersama-
sama dengan valve (20) mensirkulasikan sistem secara otomatis, ketika
engine start. Banyak udara dalam sistem yang mengalir, bersama dengan
sejumlah kecil fuel, kembali ke tanki (2) melalui pipa alir yang terhubung ke
dua valve ini. Ketika filter dibuka, katup valve (18 dan 19) akan menutup
otomatis untuk mencegah bahan bakar terjatuh ketika fuel filter akan dilepas.
Setelah pergantian filter, sistem akan dialiri otomatis melalui valve (18, 19
dan 20), hanya menjalankan engine pada idle kira-kira satu menit.
Terdapat sensor tekanan bahan bakar (21) di dalam fuel filter
housing yang mengukur feed pressure setelah main fuel filter. Kode error
ditunjukkan pada instrument panel jika feed pressure jatuh terlalu rendah.
Plugged outlet (22) di dalam fuel filter housing digunakan untuk mengukur
feed pressure secara manual. Sensor Air dalam bahan bakar (23) yang
diletakkan di dalam water separator cup (13) mengirim sinyal ke driver jika
disana ada air dalam sistem. Cup ini secara manual didrain melalui plug (25).
Sebagai pilihan, disana juga ada sebuah fuel heater (26) yang tersedia, itu
untuk dipasang di dalam water separator cup (13).
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 153. Fuel Tank
b. Drain Valve
c. Stand Pipe
d. Baffle
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
2. Primary Fuel Filter/Water Separator
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 156. Sedimen filter Gambar 157. Filter separator
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
4. Fuel Priming Pump
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Dengan menggunakan hand priming pump, kita dapat membuang
udara yang masuk dalam sistem bahan bakar bersamaan dengan mengisi
bahan bakar kembali ke jalur-jalurnya, dengan membuka air venting screw
pada bracket dari fuel flter.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Bahan bakar harus benar-benar bersih sebelum memasuki fuel
pump, karena kotoran dapat merusak fuel pump dan injector dan dapat
menyebabkan masalah/gangguan pada operasi engine, bahkan kerusakan
besar pada engine. Filter-filter yang digunakan disebut spin-on filter yang
berisi kertas yang berlipat-lipat.
6. Pressure Relief Valve
Pressure relief valve merupakan valve yang berfungsi membatasi
tekanan bahan bakar di dalam sistem dan akan mengembalikan kelebihan
flow bahan bakar yang disuplay oleh Transfer Pump untuk dikembalikan ke
tangki.
7. Bleeding Valve
Bleeding valve merupakan valve untuk membuang udara yang
terperangkap di dalam sistem agar engine mudah dihidupkan.
8. Fuel Return Line/Overflow Line
Overflow line adalah saluran pengembalian kelebihan bahan bakar
ke tangki.
9. Fuel Pressure Gauge
Fuel pressure gauge adalah alat untuk mengukur tekanan flow
bahan bakar, yang dipasang setelah bahan bahan bakar melewati filter,
sehingga secara tidak langsung juga dapat digunakan untuk mendeteksi
filter block.
10. Fuel Injection Pump
Fuel injection pump merupakan komponen yang berfungsi untuk
mendistribusikan fuel dengan tekanan tinggi ke dalam masing-masing
silinder melalui Injector sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan waktu
yang tepat ( Injection Timing ) serta urutan pembakaran (Firing Order).
Bahan bakar yang telah bersih kemudian dikirim ke fuel injection pump.
Kebanyakan unit alat berat menggunakan pompa model in-line ( rotary
pump hanya digunakan pada engine ukuran kecil ).
107
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Control rod mengendalikan jumlah bahan bakar yang akan dikirim
ke injector untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Saat operator
menginjak accelerator pedal (pedal gas), control rod akan bekerja
mengubah-ubah jumlah bahan bakar yang dikirim. Pengendalian
pemompaan ini dipengaruhi oleh preset timing (dari posisi timing gear),
pressure udara di dalam intake manifold (smoke limiter), RPM engine
(injection timing advancer), suhu start (cold start device) dan beban engine
(mechanical governor). Injection pump digerakkan oleh engine melalui
timing gear assembly dan diperantarai oleh injection timing advancer. Tipe
yang digunakan di engine Volvo adalah in-line dimana jumlah plunger sama
dengan jumlah silinder engine.
Dilihat dari segi pengaturan konsumsi bahan bakarnnya, Injection
Pump terbagi atas:
a. Scroll Type
Scroll type merupakan bentuk pengaturan jumlah konsumsi
bahan bakar yang akan diinjeksikan ke dalam silinder ditentukan oleh
posisi Rack. Gerakan yang diberikan tergantung dari jenis Helix Plunger
yang digunakan.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 168. Control rod or rack used to control fuel delivery
b. Sleeve Metering
Sleeve metering merupakan bentuk pengaturan jumlah
konsumsi bahan bakar yang akan diinjeksikan ke dalam silinder
ditentukan oleh posisi sleeve.
109
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Bagian dalam dari fuel injection pump terdiri
dari : (1) injection pump camshaft (2) tappet dan
roller, (3) plunger dan barrel, (4) return spring, (5)
control rod, (6) pressure valve, dan pressure valve
spring (7).
Plunger bergerak naik turun di dalam barrel
oleh dorongan dari camshaft melalui perantaraan
tappet dan roller untuk mengurangi gesekan dan
memperhalus gerakan. Untuk mengembalikan
plunger ke posisi TMB, digunakan return spring.
Plunger duduk pada plunger holder yang salah satu
bagiannya dikaitkan dengan control rod. Gerakan
control rod secara translasional menyebabkan
plunger holder berputar secara aksial, sambil
bergerak naik-turun, yang dapat mengubah posisi
control groove relatif terhadap delivery hole.
Barrel bertindak sebagai silinder dimana
terdapat lubang pemasukan solar (delivery hole) yang
mendapat pasokan dari delivery chamber–fuel feed
pump. Barrel dapat disetel perkaitannya dengan
injection pump housing untuk mengatur jumlah
bahan bakar secara [Link] valve berfungsi
Gambar 171. Bagian Fuel
untuk memungkinkan solar mengalir menuju injektor
Injection Pump
dengan suatu tekanan dan mencegah solar dari pipa
tekanan tinggi terhisap kembali oleh plunger. Valve
tersebut segera menutup aliran begitu tekanan solar
drop.
1. Plunger
Plunger bertindak sebagai pompa yang menginjeksikan fuel,
dengan gerakan turun untuk hisap dan gerakan naik untuk
penginjeksian, serta gerakan berputar untuk menentukan jumlah yang
akan dikonsumsikan ke dalam silinder.
110
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 173. Helix Plunger
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 175. Pergerakkan plunger dalam barrel
2. Rack/Sleeve
Rack/sleeve merupakan komponen yang posisinya menentukan
jumlah konsumsi fuel yang akan diinjeksikan ke dalam silinder, sesuai
dengan gerakan:
a. Rack : Bergerak ke kiri atau kanan untuk menentukan posisi plunger
saat diperlu- kan perubahan konsumsi fuel yang akan diinjeksikan.
112
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
b.
c.
d.
e. Gambar 177 Injection pump with Gambar 178. Sleeve Matering fuel pump
control rack and gear segment
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 180. Delivery valve
5. Cam Shaft
Camshaft merupakan komponen yang mendorong masing-
masing Plunger melalui Tapet melawan spring mendorong Plunger
bergerak naik untuk melakukan pemompaan fuel sesuai dengan waktu
yang tepat ( Injection Timing ) serta urutan pembakaran (Firing Order )
yang ditunjukkan oleh konstruksi dari Cam Shaft itu sendiri. Camshaft
diputar oleh Drive GearEngine.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.4.5 Fungsi dan Cara Kerja Governor
Keterangan gambar :
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Posisi rack/sleeve yang menentukan jumlah konsumsi bahan bakar
yang akan diinjeksikan ke dalam silinder diatur oleh keseimbangan gaya
antara governor spring dan flyweight, dengan ketentuan:
1. Apabila gaya spring lebih besar dari gaya flyweight (GS> GF), maka
Rack/Sleeve akan bergerak pada posisi menambah fuel, sehingga putaran
engine menjadi naik.
2. Apabila Gaya Spring sama dengan Gaya Flyweight (GS = GF), maka
Rack/Sleeve akan diam tetap pada posisinya, sehingga putaran engine
menjadi tetap.
3. Apabila Gaya Spring lebih kecil dari Gaya Flyweight (GS < GF), maka
Rack/Sleeve akan bergerak pada posisi mengurangi fuel, sehingga
putaran engine menjadi menurun.
Perbedaan antara Gaya Spring dan Gaya Flyweight akan terjadi apabila:
a. Terjadi pengaturan Gaya Spring/Putaran engine oleh operator (putaran
naik/turun).
b. Penambahan/pengurangan beban, sehingga menurunkan/menaikkan
putaran engine yang mengakibatkan terjadinya perubahan Gaya pada
Flyweight.
tercapai).
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 185. Saat engine hidup tanpa beban
117
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
3. Saat beban dilepaskan dari engine
Saat beban dilepaskan dari engine, dengan pasokan solar yang
lebih banyak, RPM engine meningkat (hingga 2200 RPM) dan berdampak
pula pada RPM camshaft. Centrifugal weight mengembang berlebihan
melawan spring dan menyebabkan sprung governor sleeve tertarik kembali
ke kiri dan menggerakkan control rod bergerak ke kanan untuk mengurangi
pasokan solar. Hal ini terjadi untuk menurunkan kembali RPM engine
kembali ke 2000 RPM hingga kesetimbangan terjadi.
118
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
2. Hydraulic Governor
Hydraulic governor adalah governor yang bekerja secara full hidrolis,
melalui out put linkage untuk mengatur Rack/Sleeve.
4. Pneumatic Governor
Adalah Governor yang bekerja secara pneumatic untuk mengatur
119
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 191. Pneumatic Governor Control
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 193. Pneumatic Governor
5. Electronic Governor
Adalah Governor yang bekerja secara elektronik untuk mengatur
Rack/Sleeve, dilengkapi dengan actuator yang bekerja secara Electro Hydra
Mechanical.
Bagian-bagian dari Governor:
a. Drive Gear/Magnetic Pick Up
Adalah komponen yang dapat mendeteksi/mengetahui kecepatan putaran
engine.
b. Flyweight
Adalah komponen yang berfungsi merubah gaya putar engine (Gaya
Sentrifugal) menjadi gaya Translasi.
c. Governor Spring
Adalah spring yang berfungsi membalance/mengimbangi gaya translasi
Flyweight, sehingga didapatkan posisi-posisi tertentu yang stabil sesuai
dengan putaran engine.
d. Lever
Adalah bagian yang dihubungkan secara mekanis dengan pedal throttle
untuk mengatur speed (menambah/mengurangi) putaran/power engine.
e. Output Linkage
Adalah bagian yang dihubungkan dengan mekanisme perubah jumlah
konsumsi fuel pada Injection Pump (Rack/Sleeve).
121
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.4.7 Mekanisme Kerja Governor Kecepatan Variabel
terletak pada bagian atas dari tntion lever. Konstruksi governor tersebut
sedemikian rupa dan dapat mengatur pada semua tingkat kecepatan mesin dengan
menggunakan semua spring yang telah disebutkan di atas.
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
1. Saat Engine Dihidupkan
Untuk memenuhi syarat yang diperlukan saat mesin akan dihidupkan,
bahan bakar sebanyak yang diperlukan untuk menghidupkan mesin harus
terpenuhi. Bila pedal gas ditekan sewaktu mesin dalam keadaan putaran
terendah, starting lever akan berpisah dengan tention lever akibat gaya pegas
starting spring dan akan bergerak mendorong governor sleeve. Control sleeve
tersebut akan digerakan ke kanan ke arah jumlah injeksi maksimum oleh starting
lever dan berputar pada poros M2. Oleh sebab itu dengan menginjak pedal gas
sedikit saja mesin sudah dapat distart.
Setelah mesin hidup, gaya sentrifugal dibangkitkan oleh flyweight,
governor sleeve akan menekan starting spring yang lemah gaya pegasnya dan
starting lever ditekan ke arah tention lever. Melalui gerakan ini, control sleeve
digerakan ke arah pengurangan bahan bakar, penginjeksian dikembalikan pada
batas sebanyak injeksi full-load dan pengiriman bahan bakar yang berlebihan
untuk menghidupkan mesin dihentikan. Pada saat tersebut, tention lever dan
starting lever akan bertemu pada titik A, bergerak bersama seperti satu
komponen.
maka gaya tarikan dari governor spring menjadi “O”. Selanjutnya flyweight akan
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
mulai membuka, menekan starting lever kea rah tention lever, maka idling spring
mulai ditekan akibatnya control sleeve akan bergerak kea rah pengurangan
bahan bakar dan berhenti bergerak setelah gaya sentrifugal flywheight dan gaya
pegas dari idling spring telah seimbang. Pada posisi tersebut maka putaran
mesin terendah yang stabil dapat tercapai.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 197. Governor Kecepatan Variabel
Kontrol Kecepatan Maksimum tanpa beban
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 198. Diagram of Complete Fuel System
126
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.4.8 PT. Pump
Gambar 199. PT (type G) vs Fuel pump cross section and fuel flow
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
128
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 202. Simplified Injector and Gambar 203. Fuel Injection Cycle of PT
Operating Mechanism Injector Cummin
129
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Pada engine ADT A40F, dengan engine D16F, unit injector ditempatkan di
tengah silinder antara empat valve dan diletakkan dengan sebuah yoke (B). Pada
bagian bawah injector dipisahkan dari cooling jaket dengan sebuah cooper sleeve
yang bentuknya melebar di bagian bawah dan ada seal dengan sebuah O ring pada
bagian atasnya. Ruang bentuk ring pada masing-masing injector dilindungi dengan
dua seal O ring.
1. Feed pump
2. Hand pump
3. Filter
4. Control unit (E-ECU)
5. Cooling circuit
6. Water trap
7. Tank fixture
8. Overflow valve
9. Unit injectors
10. Non-return valve
11. Overflow valve
12. Automatic air drain
13. Overflow valve
14. Air bleeder nipple
15. Air bleeder nipple
16. Drain nipple Gambar 206. Diagram Fuel system
Fuel dihisap oleh feed pump (1) dari tangki (7) menuju ke water trap yang
memisahkan fuel dengan air (6) dengan hand pump (19), melalui cooling circuit (5)
pada engine control unt (4), naik menuju overflow valve (8) dan dari sana, fuel
bersama-sama kembali melalui overflow valve mejuju sisi hisapan dari feed pump.
Pompa menekan fuel menuju filter housing, melalui non return valve (10) pada
hand pump (2) dan melalui filter (3) menuju saluran pada cylinder head.
Pada masing-masing injector terdapat alur berbentuk ring (9). Overflow
valve (8) menjaga pressure yang keluar dari injector tetap konstan. Terdapat tiga
valve pada feed pump. Pada reduction valve (11) mengatur fuel mengalir kembali
ke sisi hisapan ketika tekanan terlalu tinggi. Non return valve (13) membuka ketika
hand pum(2) digunakan. Dengan menggunakan valve (12) udara secara otomatis
udara keluar secara langsung menuju ke fuel tank. Terdapat tiga nipple yang
digunakan untuk membuang fuel pada fuel system yaitu pada cylinder head (14),
filter bracket (15) dan pada pree filter (17).
130
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.4.10 Injector Phase
a. Filling phase
Kondisi ini terjadi pada saat plunger
piston berada di atas. Fuel valve
terbuka karena tidak terdapat
tegangan listrik yang mengalir melalui
solenoid valve. Bahan bakar mengalir
dari feed channel melalui valve dan
menuju ke plunger cylinder.
b. Spill Phase
Ketika pump piston bergerak ke
bawah, ketika tidak ada tegangan yang
terjadi pada solenoid valve, fuel valve
terbuka dan fluel mengalir kembali ke
saluran feed channel
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Control Unit ini menentukan ukuran
pulse information yang diterima dari
sistem.
a. Smoke Limiter
Variasi tekanan pada turbocharger digunakan untuk mengatur smoke
limiter. Saat engine mendapat beban yang berat, ditandai dengan menurunnya
RPM, terdapat kemungkinan besar terjadi asap hitam. Ini disebabkan karena
sebagian bahan bakar tidak terbakar.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 212. Smoke limiter
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
b. Cold Start Device
Cold start device berguna untuk
memberikan pasokan solar yang lebih
banyak (over-injection) saat engine distart
dingin. Dengan menarik tuasnya ke arah
luar, control rod akan diposisikan pada over-
injection. Saat engine distart, RPM akan
langsung meninggi untuk memanaskan blok
engine terlebih dahulu. Untuk me-release
cold start device, cukup dengan mengubah
posisi throttle lever (menginjak pedal gas).
Gambar 215. Cold Start Device
Penggunaan cold start device hanya dalam
waktu singkat saja.
pembakaran maksimum, dan nilainya relatif tetap pada berbagai RPM engine.
Bila engine berputar pada 1400 RPM, satu putaran engine ditempuh dalam waktu:
60 : 1400 = 0,043 detik
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Dan 0,003 detik terjadi pada :
0,003/0,043 x 360 = 25 crankshaft
Agar tekanan pembakaran maksimum tetap terjadi di 10 sesudah TMA, maka
injeksi solar harus terjadi pada :
25 - 10 = 15 sebelum TMA
pasokan olinya bervariasi pada perubahan RPM engine. Bila hambatan aliran oli
tetap, maka pressure-nya akan meningkat saat RPM engine tinggi. Di dalam
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
engine lewat timing gear menuju injection pump camshaft. Piston tersebut
ditopang oleh spring.
Pada bagian luar dari piston, terdapat gigi-gigi melingkar atau helical
gear, yang berkait dengan housingnya. Piston berada diantara dua ruangan
(chamber) yang berisi oli yang bertekanan. Saat engine berputar pada low idle,
control weight berada pada posisi membuka aliran oli dari chamber kembali ke
karter oli engine, karena gaya centrifugal yang terbangkit masih relatif kecil.
Control sleeve masih membuka hubungan antar kedua chamber dan piston tetap
pada posisi rest-nya.
Saat RPM engine meningkat, gaya centrifugal meningkat dan
menyebabkan control weight menutup jalur pengembalian oli. Disamping itu pula
karena pasokan oli meningkat, pressure kemudian meningkat dan mendorong
control sleeve ke arah penyekatan kedua chamber. Saat berikutnya, terjadi
kenaikan pressure di chamber kanan dan mendorong piston ke kiri melawan
spring. Saat piston bergerak ke kiri, terjadi puntiran pada housingnya yang
terhubung dengan injection pump camshaft. Hal ini menyebabkan injection pump
camshaft berputar sedikit searah putaran timing gear hingga cam mendorong
plunger lebih awal.
136
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Beberapa Model Injection Timing Advancer
1. In-Line Pump
2. Distributor Pump
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 222. Distributor fuel injection pump for four cylinder engine
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
3. Electronic Injection Timing Control
139
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 226. Injection Timing Control Minimum Advance
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 228. Pemajuan Minimum
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.4.13 Heigh Pressure Fuel Line/Delivery Valve
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 232. Prinsip Kerja Injector
Injektor mengatomisasikan solar dari injection pump ke dalam ruang
bakar dengan pressure yang tinggi agar mudah bercampur dengan udara dan
mudah terbakar dengan sempurna. Dilengkapi dengan nozzle dimana terdapat
lubang pengabutan, yang selalu tertutup oleh ujung needle(2) dengan tekanan
spring (4) melalui pressure pin(7). Solar masuk dari bagian atas (5) dan akan
mengisi ruangan di dalam nozzle. Sebagian solar akan mengangkat needle
melawan spring. Bila pressure solar meningkat hingga harga tertentu, needle
mulai terangkat dan lubang pengabutan terbuka, memungkinkan sejumlah solar
keluar dengan pressure yang tinggi.
Solar yang mengangkat needle akan kembali ke tangki melalui lubang
pengeluaran (overflow port) Spray nozzle harus menyerap sejumlah panas dari
ruang bakar, untuk menghantarkan panas tersebut, injektor dipasangkan pada
sleeve (selubung ) terbuat dari tembaga. Sebagian bahan bakar yang disuplai ke
nozzle akan bocor dan melewati nozzle needle (jarum nosel) dan injector sleeve
untuk mendinginkan serta melumasi nozzle tersebut. Kelebihan bahan bakar
tersebut kemudian dikembalikan ke fuel tank melalui return line (jalur pipa
kembali).
Pengabutan yang dihasilkan oleh injector ditentukan oleh:
1. Tingginya tekanan bahan bakar/Valve Nozzle membuka.
2. Jumlah lubang Nozzle.
3. Arah, bentuk dan ukuran partikel yang disemprotkan.
Jenis-jenis Nozzle terbagiatas:
1. Capsul
Adalah Nozzle yang berbentuk pendek dan tidak dapat disetel.
2. Pencil
Adalah Nozzle yang berbentuk lebih panjang dan dapat disetel.
143
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 233. Tipe injector
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 235. Injector Assembly
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 237. Dismantled unit Injector
Assembly
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
7.4.15 Pemeriksaan dan Kalibrasi Injector
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 240. Nozzle holder tipe setelan dengan sekrup
Assembly
3. Pemeriksaan dan Penyetelan Tekanan Pembukaan Nozzle
a. Nozzle holder tipe setelan shim
1) Pasang nozzle dan unit holder pada penguji nozzle, dan pilih katup meter
tekanan dan gerakan tuas cepat-cepat untuk mengeluarkan udara.
2) Buka katup meter pengatur tekanan dan gerakan tuas penguji sekali
setiap detik dan periksa tekanan pembukaan, bila tekanan pembukaan
nozzle tidak sesuai dengan spesifikasi, buka nozzle dan unit holder dan
ganti shim dengan yang baru sbb:
Gunakan shim yang lebih tebal bila tekanan lebih rendah dari
spesifikasi.
Gunakan shim yang lebih tipis bila tekanan lebih besar dari
spesifikasi.
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
Gambar 241. Injector Tester
6. Pemeriksaan Kebocoran antara Jarum nozzle dan Barel ( rumah jarum nozzle )
tipe setelan shim dan sekrup.
a. Gerakkan tuas penguji nozzle 1 kali pada kondisi katup meter tekanan
terbuka sampai diperoleh nilai suatu tekanan.
b. Tahan tuas dan perhatikan nilai penurunan tekanan yang terjadi dari nilai
tekanan sebelumnya, maksimum waktu penurunan tekanan yang diizinkan
setiap 20 bar adalah harus lebih besar dari 2 detik.
a. Penggantian adalah hal yang biasa untuk mendapatkan nilai tekanan yang
stabil kembali, umumnya nilainya akan berkurang sebesar 10 % dari kalibrasi
Page
aslinya baik dengan suku cadang yang baru atau biasa, misalnya untuk
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812
sebuah spring yang baru pada kondisi terpasang pada injector, maka
tekanan yang diperoleh umumnya akan berkurang sebesar 10 % dari
tekanan semestinya, misalnya 255 bar menjadi 220 bar.
b. Apabila fungsi kerja engine normal baik kemampuannya maupun
temperaturnya, maka tidak perlu dilakukan pengkalibrasian pada injector,
kecuali jika engine telah terjadi keausan dan besar tekanan injector kurang
dari 10 %, maka injector tersebut perlu dikalibrasi atau diganti.
7.4.16 Istilah-istilah lain dan hal-hal yang Perlu diperhatikan dalam Fuel System:
1). Gunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan,
misalnya: Cetan Number (maximum/minimum), Pour Point (Titik Tuang),
Cloud Point ( Titik Kristalisasi ) dan Kadar Belerangnya.
2). Kuraslah Fuel Tank secara berkala/rutin.
3). Check terhadap kelainan suara engine/pincang, karena Nozzle tidak
bekerja normal.
4). Check tekanan bahan bakar, sebagai indikasi apakah Filter Block.
5). Ganti Fuel Filter/Elemen sesuai indicator secara berkala.
6). Isi bahan bakar pada waktu setelah selesai operasi, hal ini untuk
menghindari terjadinya pengembunan fuel di dalam tangkit
150
Page
Basic Mechanic Course / Basic Engine Diesel Training Center PT. Intraco Penta, Tbk
BMC-BED-01-10-0812