0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Analisis Kesalahan Pemberian Obat KNC

Diunggah oleh

diancahya688
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Analisis Kesalahan Pemberian Obat KNC

Diunggah oleh

diancahya688
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Laela Ramadhani (24050026)

Prodi : S1 Keperawatan

ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) / ANALISIS AKAR MASALAH

I. Analisis terhadap Kejadian Nyaris Cidera (KNC): Terjadinya kesalahan pemberian


obat yang menyebabkan terjadinya pasien koma
II. Tim RCA:
 Ketua: dr. Ellya (Ketua Tim Mutu)
 Anggota: dr. Diah (Penanggung jawab UKP)
 dr. Hany (Ketua tim manajemen risiko)
 drg. Sari (Ketua Tim PMKP)
 Elmy (Ka TU)
 Diana (Koordinator pelayanan obat)
III. Deskripsi singkat kejadian:
Ny. Ani Sutrisna, usia 65 tahun mengalami koma selama dua minggu dan terpaksa
dirawat di ICU sebuah rumah sakit akibat kesalahan mendapatkan obat gliklazid 80
mg yang diberikan tiga kali sehari dari Puskesmas X
IV. Faktor yang menjadi pencetus (trigger)
1. Banyaknya pasien yang berobat pada hari kamis saat ada acara pasaran di
kecamatan
2. Pada hari tersebut ada empat orang bernama Ani yang berobat ke Puskesmas X
3. Anak perempuan pasien berulang kali menanyakan kapan obat untuk ibunya
diberikan
4. Resep obat tidak dituliskan dengan menggunakan nama lengkap oleh dokter
5. Pelayanan obat tidak dilakukan oleh petugas farmasi, melainkan petugas
cleaning service yang belum pernah mendapat pelatihan penyediaan obat
6. Puskesmas X sedang dalam proses akreditasi sehingga belum semua kebijakan
maupun pedoman dan prosedur pelayanan telah disusun dan disahkan.
V. Kronologi kejadian
1. Pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2016, Ny. Ani yang telah mendapatkan rujukan
balik dari dokter spesialis THT berobat ke Puskesmas X diantar oleh anak
perempuannya. Ny. Ani diperiksa oleh dokter Slamet sesuai dengan rujukan balik
dari dokter spesialis tersebut dan diberikan resep obat prednisolone 5 mg tiga kali
sehari sehubungan dengan rhinitis alergi yang diderita Ny. Ani.
2. Dokter slamet menuliskan nama Ani. S pada resep obat yang diberikan kepada
Ny. Ani Sutrisna yang kebetulan juga ada pasien lain bernama Ny. Ani Saputra
yang pada resep obat tertulis nama Ani. S juga.
3. Pada pukul 12.15 WIB seorang petugas cleaning service yang bernama Retno
menyiapkan dan menyerahkan obat kepada Ny. Ani Sutrisna yang ternyata
tertukar dengan resep obat Ny. Ani Saputra
4. Ny. Ani Sutrisna dirawat di ICU RS dan mengalami koma selama 2 minggu
akibat kesalahan mendapatkan obat glikazid 80 mg yang diberikan tiga kali sehari
dari Puskesmas X
VI. Faktor-faktor yang terkait dengan kejadian: (Dikelompokkan seperti fish bone)
1. Faktor-faktor yang terkait langsung:
 Manusia :
a. Dokter Slamet tidak menuliskan dengan lengkap nama pasien pada
kertas resep
b. Pelayanan obat tidak dilakukan oleh petugas farmasi, melainkan
oleh petugas cleaning service yang bernama Retno belum pernah
mendapat pelatihan penyediaan obat
c. Petugas Apoteker tidak melakukan pengawasan kepada petugas
yang membantu melayani obat
 Lingkungan :
a. Terdapat empat orang pasien bernama Ani yang berobat ke
puskesmas pada hari tersebut
 Methode: Belum adanya SOP pelayanan obat dan SOP
penulisan resep
 Sarana: Format identitas pasien pada kertas resep tidak
lengkap
2. Faktor-faktor yang menunjang terjadinya kejadian:
a. Manusia:
1. Anak perempuan Ny. Ani berulang kali menanyakan kapan obat
untuk ibunya akan diberikan karena sedang terburu-buru untuk
bekerja.
b. Lingkungan :
1. Pada saat hari kejadian merupakan hari pasaran di Kecamatan X,
sehingga jumlah pasien yang berobat pada hari tersebut lebih
banyak dari hari biasa.
2. Pada saat kejadian juga terjadi insiden anak balita yang jatuh
terpleset di kamar mandi yang licin, sehingga petugas cleaning
service lain yang seharusnya juga membantu sedang
membersihkan kamar mandi.
 Methode : -
 Sarana :-
VII. Analisis akar masalah
VIII. Rencana Solusi
1. Membuat dan mensosialisasikan SOP pelayanan obat dan penulisan resep ke
petugas pelayanan medik
2. Melakukan pembinaan terhadap dokter Slamet mengenai SOP penulisan resep
3. Melakukan monitoring kepatuhan pelaksanaan SOP pelayanan obat dan SOP
penulisan resep
4. Mengajukan penambahan tenaga petugas pelayanan obat
5. Melakukan pelatihan penyediaan obat kepada tenaga pelayanan obat yang tidak
sesuai dengan kompetensinya
6. Melengkapi format identitas pasien pada resep obat di Puskesmas dengan umur
dan alamat pasien.
IX. Implementasi dan tindak lanjut
1. Penanggung jawab UKP dan koordinator pelayanan obat membuat pedoman dan
SOP pelayanan obat dan penulian resep
2. Kepala Puskesmas Melakukan pembinaan terhadap dokter Slamet mengenai SOP
penulisan resep
3. Tim mutu Melakukan monitoring kepatuhan pelaksanaan SOP pelayanan obat dan
SOP penulisan resep
4. Penanggung jawab UKP bersama tim mutu membuat surat pengajuan
penambahan tenaga pelayanan obat.
5. Penanggung jawab UKP bersama tim mutu membuat surat pengajuan pelatihan
tenaga pelayanan obat yang tidak sesuai dengan kompetensinya
6. Koordinator pelayanan obat membuat format identitas pasien pada resep yang
lebih lengkap yang meliputi nama, umur dan alamat pasien.
X. Rekomendasi dan Pelaporan:
a. Dr. Bagus (Kepala Puskesmas)
b. Dilaporkan oleh dr. Ellya (Ketua Tim Mutu)
c. Tanggal: 09 Juni 2016

Ketua Tim RCA Mengetahui, Kepala Puskemas

Anda mungkin juga menyukai