0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan11 halaman

Program Gerakan Literasi Sekolah 2024

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di UPT SD Negeri Sadah bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi membaca dan menulis di kalangan siswa melalui berbagai kegiatan yang terstruktur. Program ini mencakup tiga tahap: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran, dengan fokus pada kegiatan membaca yang menyenangkan dan ramah anak. GLS diharapkan dapat membentuk siswa yang literat dan mampu bersaing di tingkat global.

Diunggah oleh

nenenghasanah81
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan11 halaman

Program Gerakan Literasi Sekolah 2024

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di UPT SD Negeri Sadah bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi membaca dan menulis di kalangan siswa melalui berbagai kegiatan yang terstruktur. Program ini mencakup tiga tahap: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran, dengan fokus pada kegiatan membaca yang menyenangkan dan ramah anak. GLS diharapkan dapat membentuk siswa yang literat dan mampu bersaing di tingkat global.

Diunggah oleh

nenenghasanah81
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)


UPT SD NEGERI SADAH

KECAMATAN CIRUAS
KABUPATENS SERANG
TAHUNPELAJARAN 2024/2025
HALAMAN PENGESAHAN

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)


pada UPT SDN SADAH
Tahun Pelajaran 2024/2025
disusun sebagai pedoman pelaksanaan Literasi Sekolah

Ditetapkan di : Serang
Tanggal : Juli 2024

Mengetahui:
Ketua Komite Kepala UPT SD Negeri Sadah

JUPRAN LUDA SOFIAH


NIP :197002072008012006
PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH

A. PENDAHULUAN
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir
menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.
Literasi merupakan keterampilan penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan
bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam
diri peserta didik memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam
kehidupan bermasyarakat. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang
dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi
pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca. Keterampilan
membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting
bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap
pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi [Link]
memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi peserta
didik. Sayangnya, sampai saat ini prestasi literasi membaca peserta didik di Indonesia masih
rendah, berada di bawah rata-rata skor internasional. Dari laporkan hasil studi yang
dilakukan Central Connecticut State University di New Britain, diperoleh informasi bahwa
kemampuan literasi Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei
(Jakarta Post, 2016).
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing bangsa dalam
persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa pembiasaan wajib baca sangat
penting diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, karena wajib baca mempunyai tujuan yang
sangat luas dan mendasar yakni : a) membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa
cinta membaca; c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah
pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f ) meningkatkan kreativitas; g)
meningkatkan kemampuan literasi tinggi.
B. TUJUAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan:
1. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah,
2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat,
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak
agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan,
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan
dan mewadahi berbagai strategi membaca
C. PELAKSANAAN GLS DI UPTSDN SADAH
Pelaksanaan GLS di UPT SD Negri Sadah Tengah mempertimbangkan tiga tahap
literasi, yakni (1) pembiasaan (belum ada tagihan), (2) pengembangan (ada tagihan
nonakademik), dan (3) pembelajaran (ada tagihan akademik).

1. Tahap Pembiasaan
a) Membaca lima belas menit setiap hari pada jam ke-07.15
Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta didik.
1) Guru memandu peserta didik untuk membaca selama lima belas menit.
2) Guru dan peserta didik membaca selama lima belas menit.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk gemar membaca.

b) Mengelola sudut baca.


Sudut baca ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku. Berikut ini
salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola sudut baca.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
c) Satu Peserta Dididk Didik Satu Buku (1 tahun sekali)
Program ini bertujuan untuk menambah jumlah koleksi buku di perpustakaan sekolah.
1) Peserta didik diminta membawa satu buku.
2) Peserta didik membaca buku yang dimiliki.
3) Setelah dibaca, buku itu disumbangkan pada perpustakaan sekolah.
4) Peserta didik dapat meminjam buku yang lain di sekolah.
5) Sekolah memiliki koleksi buku lebih banyak.
d) Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah
Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan kegemaran
membaca
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap guru
mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik satu kelas
untuk berkunjung ke perpustakaan.
e) Membacakan cerita.
Program ini bertujuan memotivasi peserta didik membaca lebih banyak lagi
1) Guru memilih buku/cerita yang bermanfaat dan menarik untuk dibacakan di depan
peserta didik. Picture
2) Guru membacakan cerita dengan ekspresi dan penghayatan yang tepat.
3) Tanya jawab dengan peserta didik tentang cerita yang telah dibacakan.
4) Pada tahap berikutnya, peserta didik secara bergiliran diminta membaca cerita menarik
lain di hadapan teman sekelas.
5) Diadadakan lomba membaca cerita bagi peserta didik setiap tahun.

2. Tahap Pengembangan
a. Mengelola sudut baca
Mengelola sudut baca dapat dilakukan lagi di tahap pengembangan dengan menambahkan
beberapa langkah. Berikut ini salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola
sudut baca dalam tahap pengembangan.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ketua Kelas / Wakil Ketua Kelas bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
5) Peserta didik membuat resume hasil bacaan.
6) Peserta didik mengumpulkan hasil serume di meja uru.
7) Guru kelas memeriksa resume sebulan sekali.
8) Peserta didik membuat perayaan hasil membaca, misalnya menceritakan hasil bacaan di
kelas.
b. Lima Belas Menit Wajib Baca (seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik gemar...
1) membaca buku yang disukai,
2) membuat resume,
3) mengisi jurnal membaca,
4) menceritakan isi buku.

c. Kuis Membaca Pagi


Program ini membiasakan peserta didik dengan kegiatan membaca pada pagi hari. Medianya berupa
papan yang dilengkapi kotak-kotak kecil sebanyak jumlah mata pelajaran di sekolah. Kotak-kotak ini untuk
menempatkan kertas-kertas kuis di tiap mata pelajaran. Berikut ini panduan pelaksanaan Kuis Membaca
Pagi
1) Tiap peserta didik diminta untuk mencari teks (tidak lebih dari satu halaman) yang kemudian ditempel
di kertas karton. Teks tersebut dilengkapi dengan soal yang dibuat oleh peserta didik sendiri.
2) Tiap peserta didik diberi kode untuk menandai teks tersebut. Seluruh teks dari peserta didik
ditempatkan di kotak yang telah disiapkan di kelas.
3) Siapkan juga kartu pantau yang berisi tentang nomor urut, tanggal mengerjakan, identitas peserta
didik, kode teks dan soal yang dikerjakan!
4) Sepakati hari untuk melaksanakan program ini, misal tiap Senin dan Kamis!
5) Pada hari yang telah disepakati, seluruh peserta didik memilih kartu soal dan teks sesuai urutan
daftar hadir kelas. Kegiatan dilaksanakan pagi hari sebelum jam pelajaran dimulai. Peserta didik bisa
mengambil lebih dari 1 teks dan soal untuk dikerjakan bila waktunya masih mungkin.
6) Usai membaca teks dan mengerjakan soal, peserta didik mengisi kartu pantau.

d. Duta Literasi
Duta literasi merupakan peserta didik terpilih yang bertugas untuk mengembangkan program literasi di
sekolah. Beberapa kegiatan duta literasi dapat dilakukan, antara lain:
1) Wali kelas mengadakan seleksi duta literasi.
2) Wali kelas memilih tiga duta literasi .
3) Duta literasi dilatih dan dibekali keterampilan membaca dan menulis.
4) Duta literasi wajib menjadi teladan membaca dan menulis.
5) Duta literasi bertugas memotivasi peserta didik lainnya agar gemar membaca.
6) Duta literasi bertugas mengelola sudut baca.
7) Duta literasi bertugas mengelola majalah dinding (mading) kelas. Kartu Mandiri Kartu mandiri berguna
untuk memonitor target buku bacaan peserta didik.
8) Kartu mandiri berisi catatan buku yang sudah dibaca peserta didik.
9) Peserta didik bersama guru menentukan target minimal buku, misalnya minimal 25 buku.
f. Klub Pecinta Buku
Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik membaca buku baru dan
membagi hasil bacaan pada teman. Kegiatan dalam klub pecinta buku dapat
dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku,
2) membuat ringkasan/resensi buku,
3) menceritakan isi buku,
4) mendiskusikan isi buku.
g. Tantangan Membaca
Tantangan membaca tidak dilaksanakan pada tahap pembiasaan, tapi dapat
dilaksanakan setelah sekolah masuk dalam tahap pengembangan. Program ini
menantang peserta didik untuk meningkatkan kegemaran membaca. Berikut ini
alternatif langkah-langkah kegiatan yang dapat dilakukan:
1) mendaftar program tantangan membaca,
2) memilih judul buku untuk tantangan membaca,
3) meringkas buku, tidak lebih dari dua ratus kata,
t4) melaporkan rencana daftar bacaan peserta didik dan hasil membacanya pada panitia,
5) melaksanakan tantangan membaca,
6) memberikan sertifikat pada peserta didik yang berhasil.
h. Penghargaan Membaca
Penghargaan ini bertujuan meningkatkan motivasi membaca peserta didik. Kegiatan
penghargaan membaca yang dapat dilakukan antara lain:
1) memilih pembaca buku terbanyak dalam tiga bulan,
2) memberikan penghargaan dan hadiah buku pada waktu upacara sekolah.
f) Menyusun Portofolio Membaca
Program ini bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan membaca peserta didik. Portofolio
hasil membaca dapat berupa dokumen bukti fisik
1) hasil membaca misalnya ringkasan buku-buku yang telah dibaca atau jurnal membaca, laporan
tugas membaca peserta didik, dan hasil membaca kreatif peserta didik. Berikut langkah-
langkahnya.
2) Guru meminta semua produk hasil membaca peserta didik untuk dikumpulkan.
3) Peserta didik menyiapkan bahan-bahan untuk membuat portofolio (lembar kerja, folder, dan
map dokumen).
4) Peserta didik menyusun portofolio berdasarkan bentuk dan isi produk.
5) Tentukan isi portofolio (semua karya peserta didik atau hasil laporan membaca)
6) Bentuk portofolio meliputi identitas peserta didik, daftar isi protofolio atau garis besar
portofolio dan kumpulan karya-karya.
7) Setiap hari peserta didik mengerjakan portofolio (misalnya lima belas menit setiap sore).
8) Portofolio yang telah disusun, kemudian disimpan atau digantung berjajar di kelas secara
berurutan.
9) Guru memantau dan menilai portofolio yang telah disusun peserta didik.

g) Membaca Berhadiah Buku


Pemberian buku sebagai hadiah dilakukan untuk lebih mendorong peserta didik gemar membaca.
Program ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut
1) Guru bekerja sama dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk menyediakan catatan kunjungan
peserta didik ke perpustakaan.
2) Guru menyosialisasikan kepada seluruh peserta didik tentang program Pembaca Terbaik yang
akan dilaksanakan setiap bulan.
3) Peserta didik akan berkompetisi membaca di perpustakaan sebanyak-banyaknya setiap saat.
Kunjungan peserta didik ke perpustakaan sekolah dapat dilakukan ketika jam istirahat atau waktu
senggang.
4) Setiap bulan, guru akan memilih pembaca terbaik di sekolah kemudian diberi hadiah buku dan
tercatat di papan Pembaca Terbaik Bulan Ini.
5) Pembaca terbaik dipilih berdasarkan frekuensi kunjungan peserta didik ke perpustakaan, jumlah
buku yang dipinjam, dan jenis buku-buku yang dibaca serta dipinjam peserta didik.
6) Jika sudah berjalan satu tahun, guru atau sekolah akan memilih pembaca terbaik selama satu
tahun.
7) Pemilihan Pembaca Terbaik dapat dilakukan pada setiap jenjang.
h) Pos Baca Pos
Baca sekolah merupakan tempat bacaan dan membaca di area sekolah yang lebih luas, seperti lorong-
lorong sekolah, taman sekolah, kantin, dan sebagainya. Bahan yang dipajang di Pos Baca dapat lebih
bervariasi dan seluruh warga sekolah baik peserta didik, guru, kepala sekolah bisa berpartisipasi
menunjukkan karyanya melalui Pos Baca tersebut. Berikut cara yang dapat ditempuh untuk
mengembangkan Pos Baca.
1) Guru dan peserta didik membuat pos baca di sekolah.
2) Guru memberikan tugas kepada setiap kelas untuk secara bergiliran menyediakan dan mengganti
bahan-bahan bacaan pada pos baca secara rutin.
3) Pada tahap awal perlu dikondisikan oleh guru atau kepala sekolah untuk membaca dan memberikan
laporan hasil bacaan pada Pos Baca.
4) Peserta didik diminta membaca buku di Pos Baca dan memajang karyanya di Pos Baca.
3. Tahap Pembelajaran
a. Membaca Buku Cerita (lima belas menit, seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan membaca buku cerita dapat
dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku cerita,
2) membuat ringkasan isi cerita,
3) membuat bahan presentasi,
4) menceritakan kembali pada teman atau kelompok

b. Mading Kelas (terbit seminggu sekali)


Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan membaca karya secara
berkala. Berikut ini beberapa kegiatan dalam majalah dinding (mading) kelas.
1) membuat mading kelas,
2) menulis berita,
3) mempublikasikan berita di mading.

c. Diorama Cerita
Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan dalam diorama
cerita, antara lain:
1) peserta didik berkelompok 2–3 peserta didik,
2) membaca buku cerita,
3) mendiskusikannya dalam kelompok,
4) membuat diorama cerita,
5) peserta didik bercerita di depan teman dengan bantuan diorama cerita. .
d. Wajib membaca
Kegiatan ini sudah dikenalkan pada tahap pembiasaan. Dalam tahap pembelajaran, ada tambahan
langkah terkait dengan tagihan akademik. Berikut ini alternatif langkah yang dapat dilakukan.
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap guru mata
pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik satu kelas untuk
berkunjung ke perpustakaan.
3) Guru memberikan tugas untuk membaca buku yang berkaitan topik pembelajaran, membuat resume,
dan berdiskusi.
e. Klub Literasi (Jangka panjang)
Peserta didik yang tergabung dalam klub ini melakukan berbagai aktivitas literasi, di antaranya sebagai
berikut. ,
1) pelatihan menulis,
2) membaca cepat
3) memnceritakan Kembali
4) Mendongeng ,
5) kontes membaca lainnya

D. Kesimpulan
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan
berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat
sepanjang hayat melalui pelibatan public. Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah
kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya.
Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik
dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi [Link]
memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik.
Keberhasilan Program ini sangat tergantung dari komitmen seluruh warga besar SD Negri Sadah dan
pihak terkait secara kolaboratif.
Oleh karena itu diharapkan semua pihak terkait dapat ikut secara proaktif berperan dalam kegiatan ini
sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Anda mungkin juga menyukai