“Melorotnya Traveling Block Pada Saat Pekerjaan RIH (Run In Hole)
DP 2 7/8” x 176 joints + DC 4 3/4'' x 4 joints + TCB 6 1/8'' Rig NREM-04
Sumur BNG-34 Adera Field”
Jumat, 10 Februari 2023
Fatality Incident
1. TUJUAN
• Sebagai pembelajaran dari setiap insiden dan perlu diyakinkan untuk sampai
ke tingkat pelaksana di lapangan sehingga para Pekerja / Mitra Kerja di
lapangan lebih waspada terhadap risiko yang dihadapinya.
• Sebagai acuan tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di
lokasi / unit lain.
• Mendorong para pekerja mengenali risiko sejenis di
area kerjanya.
2. SASARAN
Ditujukan kepada semua Pekerja / Mitra
Kerja PHE (Subholding Upstream) agar
pekerjaan dilaksanakan secara aman.
3. DESKRIPSI KEJADIAN
WHAT (Apa insiden yang terjadi?)
Melorotnya Traveling Block Pada Saat Pekerjaan RIH (Run In Hole) DP 2 7/8” x 176 joints + DC 4
3/4'' x 4 joints + TCB 6 1/8'' Rig NREM-04 Sumur BNG-34 Adera Field
WHO (Siapa yang menjadi korban - jika ada?)
Sdr. E (38 tahun), Floorman Shift Pagi, Laki-laki, PT NREM, Kontraktor (IP 1)
Sdr. R (33 tahun), Floorman Shift Pagi, Laki-laki, PT NREM, Kontraktor (IP 2)
HOW (Bagaimana insiden tersebut terjadi - jika sudah diketahui?)
• Pukul 05:00-10:00 WIB Lanjut masuk rangkaian 6-1/8" bit + BHA dari kedalaman 3558.29 ftkb (110 joints DP)
sampai kedalaman 4998.35 ftKB (146 joints DP), sumur flowing.
• Pukul 10:00-11:00 WIB Sirkulasi buang influx gas, kondisikan mud sebagai mitigasi flowing
• Pukul 11:00-11.30 WIB Observasi dinamik, monitor volume mud tank stabil
• Pukul 11:30-12.00 WIB Stop pompa, observasi static, well static
• Pukul 12:00-12:47 WIB Lanjut masuk rangkaian 6-1/8"bit dari kedalaman 4998.35 sampai dengan 5596.37 (175
joint)
• Pukul 12.47 WIB Lanjut masuk joint ke 176 DP, travelling block turun 15 feet selanjutnya tiba-tiba string
rangkaian melorot sehingga travelling block jatuh ke meja dan mengenai seorang floorman (Sdr. E) yang
mengakibatkan fatality. Seorang Floorman lainnya (Sdr. R) menghindar dan melompat dari Floor dengan
ketinggian 5 (lima)
• Stop operasi Rig
4. TINDAKAN PENANGANAN CEPAT
PENANGANAN INSIDEN:
• IP 1 Sdr. E dilakukan medical evacuation ke RS Tanah Abang dan dinyatakan Dead on Arrival (DOA)
• IP 2 Sdr. R dilakukan medical evacuation ke RS Bunda
• Mengamankan sumur dengan menutup BOP (pipe ram), memasang valve 2” di string
PENANGANAN LANJUTAN:
• Melakukan pendampingan kekeluargaan dengan keluarga IP 1 (Meninggal Dunia)
• IP 2 telah dilakukan rontgen mengalami fracture femur sinistra (patah tulang paha sebelah kiri) dan
direncanakan tindakan ORIF (Open Reduction Internal Fixation) Pukul 10.00 WIB tanggal 11 Februari
2023 dengan Dokter Ortopedi
4. DOKUMENTASI KEJADIAN
2 1
2
Keterangan:
1. Toolpusher di Driller Console
2. IP (Floorman-1) di WPF
3. IP (Floorman-2) di WPF
Travelling Block posisi rebah di WPF setelah melorot
Joint mechanical system brake lever
15 CLSR SUBHOLDING UPSTREAM
13. Ground Disturbance 14. Hot Work 15. Management of Change
1. TOOLS & EQUIPMENT
ALAT BISA DIGANTI, KAMU TIDAK
Pastikan peralatan dan perlengkapan layak pakai, terawat, dan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan
Do’s Dont’s
• Jangan menonaktifkan sistem pengaman
• Mengikuti prosedur pengunaan peralatan. peralatan.
• Menggunakan peralatan yang
layak/sesuai/bersertifikat/tagging, dan dicoba • Jangan membuka pelindung/cover.
fungsinya. • Jangan menggunakan peralatan listrik di area
• Pastikan peralatan diinspeksi secara berkala. yang basah.
• Gunakan APD yang sesuai. • Jangan mencolok / mencabut colokan dengan
• Hentikan pekerjaan bila dirasa tidak aman. tangan yang basah.
• Selesai bekerja, bersihkan dan kembalikan • Jangan menarik kabel Ketika akan menaikkan
peralatan ke tempatnya. atau menurunkan peralatan.
• Pengoperasian peralatan hanya oleh orang yang
kompeten dan ditunjuk. • Jangan memodifikasi peralatan.
• Matikan peralatan dan letakkan di tempat aman. • Jangan menggunakan peralatan di luar
peruntukannya.
• Jangan memakai pakaian dan perhiasan yang
longgar Ketika mengoperasikan peralatan.
6. LIFTING OPERATION
PATUHI LIFTING PLAN, HINDARI LINE OF FIRE!
Pastikan operasi pengangkatan terencana, terawasi dan dilaksanakan oleh personil yang berkompeten.
Do’s Dont’s
▪ Pastikan operator dan rigger memiliki kompetensi dan sertifikasi
alat angkat angkut yang masih berlaku.
▪ Memastikan kajian risiko dan lifting plan (crane & aksesorisnya) ▪ Jangan Bekerja tanpa memiliki kompetensi dan sertifikasi alat
telah disiapkan, disahkan dan dikomunikasikan sebelum operasi angkat angkut.
pengangkatan. ▪ Jangan Berada di line of fire.
▪ Memastikan clear zone area (line of fire) Lifting operation ▪ Jangan Bekerja tanpa melakukan kajian risiko dan ijin kerja
teridentifikasi dan terpasang barikade. yang disahkan.
▪ Mematuhi prosedur, kajian risiko, SIKA & dapat persetujuan dari ▪ Jangan Bekerja tanpa lifting plan yang disepakati dan
Pengawas Pekerjaan. dikomunikasikan.
▪ Memastikan peralatan lifting dan aksesorisnya serta peralatan ▪ Jangan Bekerja dengan alat angkat yang belum diinspeksi
pendukung keselamatan (support safety equipment) sesuai standar sesuai standar.
dan telah diinspeksi sebelum digunakan. ▪ Jangan Bekerja ketika cuaca buruk.
▪ Menghentikan pekerjaan jika kondisi tidak aman.
▪ Melakukan pengamanan lokasi dan menghentikan aktivitas
pekerjaan.
▪ Melakukan pertolongan dan/atau mendampingi korban.
▪ Melakukan kontak emergency dan meminta pertolongan medis
serta melaporkan kepada pengawas.
▪ Melakukan pertolongan pertama jika sudah terlatih sebagai First
Aider
▪ Membantu tim Medevac jika dibutuhkan.
11. ASSET INTEGRITY
PANTAU DAN LAPORKAN YANG TIDAK LAYAK!
Pastikan fasilitas telah dilakukan inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan sesuai dengan prosedur dan
peraturan.
Do’s Dont’s
• Pastikan fasilitas yang dioperasikan memenuhi standar dan
layak digunakan. • Jangan Mengoperasikan fasilitas yang tidak standar, tidak
• Operasikan fasilitas sesuai manual/prosedur operasi. layak pakai, melebihi dari kapasitas alat.
• Laporkan setiap penyimpangan • Jangan Memakai spare part yang tidak sesuai standar.
tekanan/aliran/suhu/suara/getaran/bau. • Jangan Memodifikasi fasilitas tanpa rekomendasi dari ahli dan
• Pastikan pemeriksaan dan pengetesan fasilitas telah dilakukan pabrikan.
oleh personil yang kompeten.
• Laporkan setiap kondisi fasilitas yang menyimpang
(cacat/retakan/kerusakan) untuk perbaikan.
• Pastikan peralatan/fasilitas yang kondisinya tidak layak/belum
diinspeksi/akan diperbaiki sudah ditandai dan diketahui pekerja
di sekitarnya.
LESSON LEARN
• Pada pekerjaan serupa yang mungkin akan dilaksanakan oleh dan di area kerja SHU, pastikan
area kerja terutama area line of fire telah dibatasi dan diberi peringatan menggunakan
barikade/rambu
• Sebisa mungkin selalu aware dengan lingkungan sekitar terutama saat berada di area
pekerjaan. Pastikan untuk berada di posisi aman dan tidak memasuki area line of fire
SELALU WASPADA SAAT DEKAT/BERADA DI AREA PEKERJAAN
APA YANG KITA BISA
PELAJARI DARI INSIDEN
INI?
TERIMA KASIH