0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan177 halaman

Pengaruh Keyakinan Matematika pada Prestasi

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh mathematical beliefs terhadap prestasi belajar matematika siswa SMA, dengan fokus pada siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 86 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari mathematical beliefs terhadap prestasi belajar, meskipun hanya menjelaskan 7,2% variasi prestasi, sementara 92,8% dijelaskan oleh faktor lain. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi sederhana.

Diunggah oleh

Gloria Stefani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan177 halaman

Pengaruh Keyakinan Matematika pada Prestasi

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh mathematical beliefs terhadap prestasi belajar matematika siswa SMA, dengan fokus pada siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 86 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari mathematical beliefs terhadap prestasi belajar, meskipun hanya menjelaskan 7,2% variasi prestasi, sementara 92,8% dijelaskan oleh faktor lain. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi sederhana.

Diunggah oleh

Gloria Stefani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH MATHEMATICAL BELIEFS TERHADAP

PRESTASI BELAJAR MATEMAIKA SISWA

Skripsi
Disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ([Link].)

Oleh

Nama : Idham Khaliq

NIM : 2014830035

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2018
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
Skripsi Agustus 2018
Idham Khaliq (2014830035)
PENGARUH MATHEMATICAL BELIEFS TERHADAP PRESTASI
BELAJAR MATEMATIKA SISWA
xv + 78 hal., 18 tabel, 1 gambar, 24 lampiran

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya mathematical beliefs siswa,


membuat siswa merasa takut dan kurang percaya diri dalam mengikuti
proses pembelajaran matematika sehingga siswa tidak mampu untuk
mengekspresikan gagasannya secara optimal meskipun mempuyai
kemampuan matematika yang baik. Oleh karena itu, perlu kegiatan untuk
memperoleh asumsi terkait pengaruh mathematical beliefs terhadap
prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh mathematical beliefs terhadap prestasi belajar
matematika siswa SMA. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode
survey dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah
siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 SMA Negeri 86 Jakarta yang dipilih
menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data tentang
mathematical beliefs dilakukan dengan manggunakan instrumen
kuesioner (angket) dan prestasi belajar siswa diperoleh dari nilai raport
siswa pada semester genap tahun ajaran 2017/2018. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan teknik korelasi dan regresi sederhana untuk
mengetahui besar pengaruh mathematical beliefs terhadap prestasi
belajar matematika siswa dengan bantuan microsoft excel 2013 dan
aplikasi SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan mathematical beliefs terhadap prestasi
belajar matematika siswa SMA Negeri 86 Jakarta. Koefisien determinasi
yang diperoleh sebesar 7,2%, ini berarti bahwa variasi prestasi belajar
matematika yang dapat dijelaskan oleh mathematical beliefs siswa hanya
sebesar 7,2% sedangkan 92,8% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar
mathematical beliefs baik itu seperti motivasi belajar, metode
pembelajaran yang diberikan guru, persepsi siswa dan variabel lain.
Kata Kunci: Mathematical Beliefs ,Prestasi Belajar, Matematika
Daftar Pustaka 24 (2008-2017)

i
ii
iii
iv
v
vi
‫‪MOTTO‬‬

‫”إِذِاِصِدِقِِالِعِِزمِِ ِوضِحِِالسِبِيِلِ“‬

‫‪vii‬‬
PERSEMBAHAN

.
KATA PENGANTAR

ِِ ‫هِٱل َز ِح‬
ِ ‫يم‬ َِ ِ‫بِ ۡس ِِم‬
ِِ ‫ٱّللِِٱلز َۡح َٰم‬

viii
Alhamdulillah, dengan segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT,
karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Shalawat
serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Besar
Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta kepada umatnya yang selalu
melaksanakan ajarannya.
Skripsi ini sengaja penulis ajukan sebagai syarat dalam memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan ([Link]) pada Program Studi Pendidikan
Matematika Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam penyusunan
skripsi ini tentu masih banyak kekurangan dan kelemahannya, untuk itu
penulis ingin menyampaikan permohonan kritik dan saran dalam rangka
penyempurnaan skripsi ini. Penyusunan skripsi ini tidak mungkin dapat
terselesaikan tanpa bantuan dari pihak, maka dalam kesempatan yang
baik ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini, terutama kepada:
1. Bapak Dr. Iswan [Link]. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Muhammadiyah Jakarta, yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis untuk mengikuti studi di fakultas ini.
2. Ibu Rahmita Nurul Muthmainnah, [Link], [Link]. Ketua Program Studi
Pendidikan Matematika yang telah memberikan dorongan dan arahan
kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dengan tepat waktu.
3. Ibu Ismah, [Link]. Dosen Pembimbing Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Jakarta yang telah memberikan
bimbingan dan mengarahkan penulis dengan penuh kesabaran,
kecermatan dan totalitas kepada penulis.
4. Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Matematika dan Staff yang
telah memberikan kemudahan kepada penulis dalam menyelesaikan
studi.

ix
xii
DAFTAR ISI

ABSTRAK ............................................................................................... . i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... ....... ii
PERSETUJUAN PANITIA UJIAN SKRIPSI ........................................... . iii
LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................... .. iv
FAKTA INTEGRITAS .............................................................................. v
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ......................................... vi
PERSEMBAHAN ..................................................................................... vii
MOTTO .................................................................................................... viii
KATA PENGANTAR ............................................................................... ix
DAFTAR ISI ............................................................................................. xi
DAFTAR TABEL ..................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xiv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah .. ........................................................... 6
C. Batasan Masalah ........ ........................................................ 6
D. Perumusan Masalah ............................................................ 6
E. Tujuan Penelitian ................................................................ 7
F. Manfaat Penelitian .. ............................................................ 7

xiii
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori ........................................................................ 9
B. Kerangka Berpikir ........ ....................................................... 28
C. Hipotesis Penelitian ...................................... ...................... 30
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat, dan Waktu Penelitian ............................................. 31
B. Metode Penelitian ................................................................ 32
C. Variabel dan Definisi Operasional ........................................ 33
D. Populasi dan Sampel ........................................................... 35
E. Kisi-kisi dan Instrumen penelitian ........................................ 37
F. Teknik Pengumpulan Data ................................................... 39
G. Teknik Analisa Data ............................................................. 45
Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data .................................................................... 55
B. Hasil Analisis Data .............................................................. 63
C. Interpretasi Hasil penelitian ................................................ 71
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ......................................................................... 74
B. Saran ............................................................................ 74
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 76
LAMPIRAN ............................................................................................ 79

xiii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Indikator Mathematical Beliefs Siswa dalam Matematika....... 27


Tabel 3.1. Jadwal Kegiatan Penelitian .................................................... 32
Tabel 3.2. Indikator dan Kisi-Kisi Instrumen Mathematical Belief............ 37
Tabel 3.3. Bentuk Skor Skala Likert ........................................................ 42
Tabel 3.4. Klasifikasi Koefisien Reliabilitas ............................................. 45
Tabel 3.5. Tabel Penolong ..................................................................... 47
Tabel 3.6. Tabel Penolong untuk Mencari Nilai Konstanta a dan b......... 49
Tabel 3.7. Uji Linear Dan Signifikansi ..................................................... 52
Tabel 4.1. Data Statistik Dasar Variabel ................................................. 58
Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas Instrumen .................................................. 60
Tabel 4.3. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ............................................... 62
Tabel 4.4. Tabel Uji Normalitas ............................................................... 64
Tabel 4.5. Data Hasil Pengolahan Variabel X dan Y................................ 65
Tabel 4.6. Output SPSS Coefficientsa...................................................... 66
Tabel 4.7. Output SPSS ANOVA Table ................................................... 67
Tabel 4.4. Output SPSS ANOVAB............................................................ 68
Tabel 4.9. Uji Linearitas dan Signifikansi ................................................. 69
Tabel 4.10 Output SPSS Model Summary ............................................... 70

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kisi-kisi Kuesioner Mathematical Belief sebelum Uji Validasi 79


Lampiran 2 Kuesioner Mathematical Beliefs ................................................ 81
Lampiran 3 Lembar Validasi Ahli ................................................................... 84
Lampiran 4 Lembar Validasi Ahli ................................................................... 89
Lampiran 5 Hasil Uji Validasi Instrumen ....................................................... 94
Lampiran 6 Perhitungan uji validitas instrumen .......................................... 95
Lampiran 7 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen .................................................. 96
Lampiran 8 Perhitungan Uji Reliabilitas Instrumen ..................................... 97
Lampiran 9 Kisi-kisi Kuesioner mathematical belief setelah Uji Validasi ... 98
Lampiran 10 Kuesioner mathematical belief setelah uji validasi dan
reliabilitas ..................................................................................... 100
Lampiran 11 Perhitungan Statistik Kusioner Mathematical Belief Siswa 102
Lampiran 12 Perhitungan Statistik Hasil Belajar Matematika ................... 104
Lampiran 13 Perhitungan Uji Normalitas Kuesioner Persepsi Siswa ..... 106
Lampiran 14 Perhitungan Uji Normalitas Hasil Belajar Siswa ................. 108
Lampiran 15 Analisis Regresi ..................................................................... 110
Lampiran 16 Nilai Rapot Kelas XI 1 ............................................................ 121
Lampiran 17 Nilai Rapot Kelas XI 2 ........................................................... 122
Lampiran 18 Lembar Uji Referensi.............................................................. 123
Lampiran 19 Harga Kritik Korelasi Product Moment Person .................... 134
Lampiran 20 Harga Kritik untuk t ................................................................ 135
Lampiran 21 Harga Kritik ........................................................................ 136

Lampiran 22 Harga Kritik untuk F ................................................................ 137


Lampiran 23 Dokumentasi .......................................................................... 141
Lampiran 24 Riwayat Hidup Penulis ........................................................... 145

xv
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Langkah-langkah Problem Based Learning .......................... 21


Tabel 2.2. Langkah-langkah Problem Based Learning .......................... 22
Tabel 3.1. Jadwal Penelitian .................................................................. 44
Tabel 3.2. Desain Penelitian .................................................................. 46
Tabel 3.3. Interpretasi Koefisien Reliabilitas .......................................... 57
Tabel 3.4. Kriteria Persentase Skor ....................................................... 67
Tabel 4.1. Hasil Uji Validitas .................................................................. 70
Tabel 4.2. Data Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa
Kelas Eksperimen Berdasarkan Indikator ............................. 72
Tabel 4.3. Data Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa
Kelas Kontrol Berdasarkan Indikator .................................... 74
Tabel 4.4. Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
Siswa Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol ........................ 75
Tabel 4.5. Perbandingan Berdasarkan Indikator .................................... 76
Tabel 4.6. Hasil Lembar Observasi Guru ............................................... 78
Tabel 4.7. Hasil Perhitungan Uji Normalitas Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol ................................................................................... 81
Tabel 4.8. Hasil Perhitungan Uji Homogenitas ...................................... 82
Tabel 4.9. Hasil Pengujian Hipotesis dengan Uji-t ................................. 83
Tabel 4.10. Hasil Analisis Lembar Observasi Guru ................................ 92

xvi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir............................................................... 30

xvii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu aspek dalam kehidupan

yang memegang peranan yang sangat penting. Suatu negara dapat

mencapai sebuah kemajuan baik dalam bidang SDM (sumber daya

manusia), ekonomi, politik dan teknologi jika dalam suatu negara

tersebut mempunyai kualitas pendidikan yang baik. Pendidikan juga

merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap insan

sebagai salah satu modal agar dapat berhasil dan meraih

kesuksesan dalam kehidupannya . Dalam Alqur’an Allah SWT telah

berfirman:

ِ ِ....ِِ‫ىاِ ۡٱل ِع ۡلمِِدر َٰجت‬


ْ ‫ىاِ ِمى هكمۡ ِوِٱلَ ِذيهِِأهوته‬
ْ ‫ٱّللهِٱلَ ِذيهِِءامىه‬
َِ ِ‫ ي ۡزف ِع‬....
ِ
Artinya:

....Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di

antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa

derajat..... ([Link] Mujadalah [58]: 11).

Dari ayat di atas jelas bahwa kedudukan orang yang berilmu

atau berpendidikan mempunyai kedudukan yang berbeda disisi Allah

SWT dimana Allah AWT akan mengangkat derajat yang beriman dan

mempunyai ilmu pengetahuan.

1
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003

disebutkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan

terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses

pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan

negara. Di Indonesia, kurikulum pendidikan dasar dan menengah

wajib memuat beberapa pelajaran, salah satunya adalah

matematika.

Matematika sebagai suatu disiplin ilmu yang secara jelas

mengandalkan proses berpikir dipandang sangat baik untuk

diajarkan pada peserta didik. Didalamnya terkandung berbagai

aspek yang secara substansial menuntun murid untuk berpikir logis

menurut pola dan aturan yang telah tersusun secara baku. Sehingga

seringkali tujuan utama dari mengajarkan matematika tidak lain untuk

membiasakan agar peserta didik mampu berpikir logis, kritis dan

sistematis. Kompetensi lain yang diharapkan dimiliki oleh peserta

didik yaitu memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan

pada matematika serta rasa percaya pada daya dan kegunaan

matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. Kompetensi

tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan

memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk

1
bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan

kompetitif.

Namun realitanya proses pembelajaran matematika saat ini

belum menekankan pada pengembangan daya nalar, logika dan

pemahaman terhadap konsep-konsep matematika. Selain itu, proses

belajar mengajar hampir selalu berlangsung dengan metode

ceramah yang mekanistik, dengan guru menjadi pusat dari seluruh

kegiatan di kelas. Siswa mendengarkan, meniru atau mencontoh

dengan persis cara yang diberikan guru tanpa inisiatif. Siswa tidak

dibiarkan atau didorong mengoptimalkan potensi dirinya.

Pembelajaran matematika dianggap hanya menekankan faktor

kognitif saja, padahal pengembangan sikap sebagai bagian dari

kecakapan hidup (Sejati, 2015: 883).

Kenyataannya saat ini masih banyak siswa yang kurang

percaya diri dan masih beranggapan bahwa matematika merupakan

pelajaran yang sulit untuk dipahami karena memiliki banyak rumus

dan perhitungan yang rumit. Hal ini disebabkan karena kurangnya

mathematical belief siswa sehingga siswa selalu mengeluh dan

merasa kesulitan dalam proses pembelajaran matematika.

Mathematical belief sendiri merupakan kepercayaan diri siswa

terhadap pelajaran matematika. Kurangnya mathematical belief

siswa membuat siswa tidak mampu untuk mengekspresikan

gagasannya secara optimal sehingga dapat mempengaruhi prestasi

2
siswa pada pembelajaran matematika. Di dalam Al Qur’an juga

dijelaskan bagaimana belief (percaya diri) harus dimiliki oleh setiap

orang beriman di muka bumi ini. Seperti pada ayat berikut ini:

ِ ِ٩٣١ِ‫ىاِوأوته همِ ۡٱۡل ۡعل ۡىنِِإِنِ هكىتهمِ ُّم ۡؤ ِمىِيه‬


ْ ‫ىاِولِت ۡحزوه‬
ْ ‫ولِِت ِهىه‬

Artinya:

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu

bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi

(derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. ([Link]

Imran

[3]: 139)

Ayat ini menjelaskan bahwa kita umat manusia tidak boleh

bersikap lemah dan bersedih hati melainkan harus mempunyai

belief (percaya diri) untuk menghadapi berbagai persoalan

diantaranya dalam peroses belajar mengajar.

Pada proses pembelajaran guru memiliki peran penting

dalam mengaktualisasikan ilmu penegetahuan kepada siswa

sehingga siswa dapat mengerti dan memahami materi yang

disampaikan guru. Pada proses pembelajaran banyak hal yang

harus diperhatikan oleh guru agar dapat menunjang prestasi

matematika siswa diantaranya matematical belief siswa. Namun

kenyataan saat ini banyak guru yang kurang memperhatikan

mathematical beliefs siswa yang merupakan penunjang utama

siswa dalam meraih prestasi dalam pembelajaran matematika.

3
Penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini,

diantaranya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Wulan Izzatul

Himmah (2017: 56) dengan judul Analisis Belief Matematik Siswa

Tingkat SMP. Hasil penelitian ini mennjukkan bahwa belief

matematik memiliki pengaruh terhadap kemampuan pemecahan

masalah derajat asosiasi yang substansial.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Siti Suminarti Fasikhah

dan Siti Fatimah (2013: 152) yang berjudul Self-regulated

learning (SRL) dalam meningkatkan prestasi Akademik pada

mahasiswa. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa,

pelatihan SRL berpengaruh secara signifikan terhadap

peningkatan prestasi akademik pada mahasiswa.

Begitupula penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Arie

Firmansyah (2017: 66) yang berjudul Peran Kemampuan Awal

Matematika dan Belief Matematika terhadap Hasil Belajar. Hasil

penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh

signifikan belief matematika terhadap hasil belajar pada mata

kuliah pembelajaran matematika SMA.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti tertarik

untuk melakukan penelitian yang berjudul pengaruh

mathematical belief terhadap prestasi belajar matematika siswa .

4
B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan dari latar belakang yang telah dijelaskan maka

identifikasi masalah dari penelitian ini adalah:

1. Kurangnya mathematical beliefs siswa terhadap pembelajaran

matematika.

2. Guru masih cenderung kurang memperhatikan mathematical

beliefs siswa pada saat pembelajaran.

C. Batasan Masalah

Agar penelitian yang dilakukan ini tidak terlalu meluas dan lebih

terarahkan maka peneliti membatasi penelitian ini pada:

1. Pengaruh mathematical belief siswa terhadap perestasi belajar

matematika siswa

2. Materi yang yang diberikan pada penelitian ini adalah trigometri

3. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 86 Jakarta tahun

ajaran 2017/2018 semester genap

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah

dipaparkan di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini

adalah: apakah mathematical beliefs siswa berpengaruh terhadap

prestasi belajar matematika siswa

5
E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas

maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh

mathematical beliefs siswa terhadap prestasi belajar matematika

siswa.

F. Manfaat penelitian

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan beberapa

manfaat, yaitu untuk:

1. Manfaat Teoritis

a. Untuk pengembangan keilmuan dibidang matematika

b. Sumber referensi bacaan

c. Sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya

d. Sebagai masukan akan pentingnya mathematical belief

terhadap prestasi siswa.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi peneliti

Menambah wawasan peneliti mengenai mathematical

belief.

b. Bagi siswa

Untuk membimbing siswa agar lebih percaya diri dalam

mengikuti pembelajaran matematika.

6
c. Bagi guru

Sebagai sumber data dan bahan pertimbangan bagi guru

guna perbaikan dan pengembangan mathematical beliefs

sehingga dapat menoptimalkan prestasi siswa dalam PBM

(Peroses Belajar Mengajar).

d. Bagi sekolah

Agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan

pertimbangan untuk lebih memperhatikan lagi mathematical

beliefs siswa

7
DAFTAR PUSTAKA

Endah Octaningrum Wahani Sejati. 2015. “Mengembangkan Kepercayaan

Diri Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student

Teams Achievement Divisions (STAD) dalam Pendekatan

Penemuan Terbimbing”. Seminar Nasional Matematika Dan

Pendidikan Matematika UNY 883

Fasikhah, S.S. dan Fatimah, S. Self-regulated learning (srl) dalam

meningkatkan prestasi Akademik pada mahasiswa. Jurnal psikologi

ilmiah terapan. 01(01): ISSN: 2301-8267.

Alqur’an dan terjemahannya. 2008. Departemen Agama RI. Bandung:

Diponegoro. H.543

Naskah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diakses dari

[Link], pada tanggal 13 April 2017.

8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian teori

1. Prestasi Belajar Matematika

a. Matematika

Matematika merupakan ilmu pasti yang menuntut

pemahaman dan ketentuan berlatih. Matematika

mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang

dapat berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram,

grafik atau tabel (Siagian, 2013: 125). Hal ini karena objek yang

dipelajari dalam matematika merupakan benda abstrak atau

khayal seperti angka-angka atau simbol-simbol.

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada

pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah

dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan matematika diajarkan di

taman kanak-kanak secara informal (Susanto, 2013: 183). Uno

dalam Khaliq (2017: 24) juga mengungkapkan bahwa

matematika merupakan suatu bidang ilmu yang merupakan alat

pikir, komunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan

praktis, yang unsur-unsur logika dan intuisi, analisa dan

konstruksi, generalitas dan individualitas serta mempunyai cita-

cita antara lain aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis.

9
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) dalam

Hardini (2012: 159) menyatakan bahwa matematika merupakan

ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi

modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan

memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat dibidang

teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini didasari oleh

perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar,

analisis, teori peluang, serta matematika diskrit. Penguasaan

ilmu matematika sejak dini sangat diperlukan untuk menunjang

pesatnya perkembangan teknologi modern di masa yang akan

datang.

Maka dari itu, mata pelajaran matematika perlu diberikan

pada semua peserta didik disemua jenjang pendidikan mulai

dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan

kemampuan berpikir logis, analitis, kritis, sistematis, dan kreatif

serta kemampuan kerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan

agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh,

mengelola, dan memanfaatkan, informasi untuk bertahan hidup

pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif

(Hardini, 2012: 159).

Berdasarkan beberapa teori diatas dapat disimpulkan

bahwa matematika merupakan ilmu universal yang dipelajari

10
pada setiap jenjang pendidikan yang didalamnya dipelajari

tentang benda-benda abstrak atau khayal seperti angka-angka

atau simbol-simbol.

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik

memiliki kemampuan sebagai berikut (Hardini, 2012: 160)

1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan

antara konsep dan mengaplikasikan konsep algoritma,

secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan

masalah.

2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan

manipulasi matematika dalam membuat generalisasi,

menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan

pernyataan matematika.

3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan

memahami masalah, merancang model matematika,

menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang

diperoleh.

4) Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel,

diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau

masalah.

5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam

kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan

11
minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan

percaya diri dalam pemecahan masalah.

b. Belajar

Pada saat proses pembelajaran berlangsung, anak adalah

subjek dan sebagai objek dari kegiatan pembelajaran. Karena

itu, inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar

anak didik dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran. Tujuan

pengajaran tentu saja akan tercapai jika anak didik berusaha

secara aktif untuk mencapainya. Keaktifan anak didik di sini

tidak hanya dituntut dari segi fisik, tetapi juga dari segi

kejiwaan. Bila fisik anak saja yang aktif, maka kemungkinan

besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Ini sama halnya anak

didik tidak belajar, karena anak didik tidak merasakan

perubahan di dalam dirinya. Sebagaimana yang di ungkapkan

oleh Djamarah (2015: 38) yang menyatakan bahwa belajar

pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri

seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar.

Walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan

termasuk kategori belajar, seperti perubahan fisik, mabuk, gila,

dan sebagainya.

Belajar adalah suatu perilaku. Artinya bahwa seseorang

yang mengalami proses belajar akan mengalami perubahan

perilaku, yaitu dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak

12
bisa menjadi bisa dan dari ragu-ragu menjadi yakin.

Keberhasilan dalam pembelajaran dapat diperlihatkan oleh

siswa melalui sikap dan perilaku atas apa yang diajarkan di

sekolah (Hendriana, 2013: 59). Karena begitu pentingnya

membangun kemampuan percaya diri pada perkembangan

siswa sebagai sumber energi (kekuatan) diri anak untuk dapat

mengaktualisasikan diri siswa secara utuh, maka siswa

membutuhkan bantuan guru. Sifat percaya diri tidak hanya

harus dimiliki oleh orang dewasa, tetapi anak-anak juga

memerlukannya dalam perkembangannya menjadi dewasa.

Sifat percaya diri sulit dikatakan secara nyata, tetapi

kemungkinan besar orang yang percaya diri akan bisa

menerima dirinya sendiri, siap menerima tantangan dalam arti

mau mencoba sesuatu yang baru walaupun ia sadar bahwa

kemungkinan salah pasti ada.

Menurut Oemar dalam Septiana (2016: 168) belajar

adalah pengalaman yang bersifat sebagai sumber pengetahuan

dan keterampilan, bersifat pendidikan, pengalaman yang

mendidik dan bersifat kontinu dan interaktif. Slameto dalam

Septiana (2016: 168) juga mengatakan belajar merupakan

serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu

perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu

dalam interaksi dengan lingkungannya menyangkut kognitif,

13
afektif, dan psikomotorik. Susanto (2013: 4) menyatakan bahwa

belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang

dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu

konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru sehingga

memungkinkan seseorang terjadinya perubahan prilaku yang

relatif tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun, dalam

bertindak.

Dari beberapa teori di atas dapat disimpulkan bahwa

belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan seseorang

secara sadar guna mendapatkan pengetahuan yang diikuti

dengan adanya perubahan yang dialami baik dari segi kognitif,

afektif, dan psikomotorik.

c. Prestasi Belajar Matematika

Belajar yang dilaksanakan oleh siswa diharapkan dapat

mengembangkan prestasi belajar siswa tersebut, karena

prestasi merupakan tolak ukur pencapaian aspek-aspek yang

bersifat kongnitif, afektif dan psikomotorik (Siagian, 2013: 124).

Prestasi belajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar,

karena belajar merupakan suatu proses, sedangkan prestasi

belajar adalah hasil dari proses mengajar tersebut (Septiana,

2016: 168).

14
Winkel dalam Septiana (2016: 168) menyatakan prestasi

belajar sebagai bukti keberhasilan yang dicapai, proses belajar

yang dialami siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam

bidang pengetahuan atau pemahaman keterampilan dan sikap-

sikap. Prestasi belajar adalah hasil seluruh kegiatan yang

menjadi bukti dari proses pengalaman dan mengajar yang

bersifat tetap atau permanen. Prestasi belajar juga merupakan

hasil dari serangkaian proses belajar yang dapat dinilai dengan

angka (Septiana, 2016: 168). Prestasi yang ingin dicapai oleh

siswa pada hasil matematika merupakan pengetahuan tentang

matematika (Siagian, 2013: 125).

Berdasarkan beberapa teori yang telah dikemukakan

dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa

merupakan hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti proses

pembelajaran matematika dilihat dengan adanya perubahan-

perubahan yang dialami siswa baik dari segi kognitf, afektif, dan

psikomotorik.

Menurut Sudjana dalam Septiana (2016: 168) aspek

prestasi belajar terdiri dari tiga aspek :

1) Kognitif, mencakup pengenalan baru atau mengingat

kembali (menghafal), memahami, mengaplikasikan,

menganalisis, dan kemampuan mengevaluasi.

15
2) Afektif, berhubungan dengan pembangkitan minat,

sikap/emosi, penghormatan/ kepatuhan terhadap nilai atau

norma.

3) Psikomotor, pengajaran yang bersifat keterampilan atau

yang menunjukan gerak (skill). Keterampilan tangan

menunjukkan pada tingkat keahlian seseorang dalam suatu

tugas atau kumpulan tugas tertentu.

Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil

interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dalam

diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal)

(Ahmadi, 2013:138)

1) Faktor internal

a) Faktor jasmaniah (fisiologi) baik yang bersifat bawaan

maupun yang diperoleh. Yang termasuk faktor ini

misalnya penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan

sebagainya. Menurut Thaib (2013: 388) menyatakan

bahwa faktor fisiologis berhubungan dengan kesehatan

dan pancaindra.

(1) Faktor kesehatan

Untuk dapat menempuh studi yang baik siswa

perlu memperhatikan dan memelihara kesehatan

tubuhnya. Keadaan fisik yang lemah dapat menjadi

penghalang bagi siswa dalam menyelesaikan

16
program studinya. Dalam upaya memelihara

kesehatan fisiknya, siswa perlu memperhatikan pola

makan dan pola tidur, untuk memperlancar

metabolisme dalam tubuhnya. Selain itu, juga untuk

memelihara kesehatan bahkan juga dapat

meningkatkan ketangkasan fisik dibutuhkan olahraga

yang teratur.

(2) Faktor pancaindra

Berfungsinya pancaindera merupakan

syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan

baik. Dalam sistem pendidikan dewasa ini di

antara pancaindera itu yang paling memegang

peranan dalam belajar adalah mata dan telinga.

Hal ini penting, karena sebagian besar hal-hal

yang dipelajari oleh manusia dipelajari melalui

penglihatan dan pendengaran. Dengan

demikian, seorang anak yang memiliki cacat

fisik atau bahkan cacat mental akan

menghambat dirinya didalam menangkap

pelajaran, sehingga pada akhirnya akan

mempengaruhi prestasi belajarnya di sekolah.

17
b) Faktor psikologis, menurut Thaib (2013: 389) ada

banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi

belajar, diantaranya:

(1) Intelegensi

Pada umumnya, prestasi belajar yang

ditampilkan siswa mempunyai kaitan yang erat

dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki siswa.

Menurut Binet dalam Thaib (2013: 389) hakikat

inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan

dan mempertahankan suatu tujuan, untuk

mengadakan suatu penyesuaian dalam rangka

mencapai tujuan itu dan untuk menilai keadaan diri

secara kritis dan objektif. Taraf inteligensi ini sangat

mempengaruhi prestasi belajar seorang siswa, di

mana siswa yang memiliki taraf inteligensi tinggi

mempunyai peluang lebih besar untuk mencapai

prestasi belajar yang lebih tinggi. Sebaliknya, siswa

yang memiliki taraf inteligensi yang rendah

diperkirakan juga akan memiliki prestasi belajar yang

rendah. Namun bukanlah suatu yang tidak mungkin

jika siswa dengan taraf inteligensi rendah memiliki

prestasi belajar yang tinggi, juga sebaliknya .

(2) Sikap

18
Sikap yang pasif, rendah diri dan kurang

percaya diri dapat merupakan faktor yang

menghambat siswa dalam menampilkan prestasi

belajarnya. Menurut Wirawan dalam Thaib (2013:

389) sikap adalah kesiapan seseorang untuk

bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu.

Sikap siswa yang positif terhadap mata pelajaran di

sekolah merupakan langkah awal yang baik dalam

proses belajar mengajar di sekolah.

(3) Motivasi

Motivasi belajar adalah pendorong

seseorang untuk belajar. Motivasi timbul karena

adanya keinginan atau kebutuhan-kebutuhan

dalam diri seseorang. Seseorang berhasil

dalam belajar karena ia ingin belajar (Thaib,

2013: 389). Sedangkan menurut Winkle dalam

Thaib (2013: 390) motivasi belajar adalah

keseluruhan daya penggerak di dalam diri

siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang

menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar

dan yang memberikan arah pada kegiatan

belajar itu; maka tujuan yang dikehendaki oleh

siswa tercapai. Motivasi belajar merupakan

19
faktor psikis yang bersifat non intelektual.

Peranannya yang khas ialah dalam hal gairah

atau semangat belajar, siswa yang termotivasi

kuat akan mempunyai banyak energi untuk

melakukan kegiatan belajar.

2) Faktor eksternal

a) Faktor sosial yang terdiri atas (Thaib, 2013: 390):

(1) Lingkungan keluarga

(a) Sosial ekonomi keluarga

Dengan sosial ekonomi yang memadai,

seseorang lebih berkesempatan

mendapatkan fasilitas belajar yang lebih

baik, mulai dari buku, alat tulis hingga

pemilihan sekolah

(b) Pendidikan orang tua

Orang tua yang telah menempuh

jenjang pendidikan tinggi cenderung lebih

memperhatikan dan memahami pentingnya

pendidikan bagi anak-anaknya,

dibandingkan dengan yang mempunyai

jenjang pendidikan yang lebih rendah.

20
(c) Perhatian orang tua dan suasana hubungan

antara anggota keluarga

Dukungan dari keluarga merupakan

suatu pemacu semangat berpretasi bagi

seseorang. Dukungan dalam hal ini bisa

secara langsung, berupa pujian atau

nasihat; maupun secara tidak langsung,

seperti hubugan keluarga yang harmonis.

(2) Lingkungan sekolah

(a) Sarana dan prasaran

Kelengkapan fasilitas sekolah, seperti

papan tulis, OHP akan membantu kelancaran

proses belajar mengajar di sekolah; selain bentuk

ruangan, sirkulasi udara dan lingkungan sekitar

sekolah juga dapat mempengaruhi proses belajar

mengajar

(b) Kompetensi guru dan siswa

Kualitas guru dan siswa sangat penting

dalam meraih prestasi, kelengkapan sarana dan

prasarana tanpa disertai kinerja yang baik dari

para penggunanya akan sia-sia belaka. Bila

seorang siswa merasa kebutuhannya untuk

21
berprestasi dengan baik di sekolah terpenuhi,

misalnya dengan tersedianya fasilitas dan tenaga

pendidik yang berkualitas, yang dapat memenuhi

rasa ingintahunya, hubungan dengan guru dan

teman-temannya berlangsung harmonis, maka

siswa akan memperoleh iklim belajar yang

menyenangkan. Dengan demikian, ia akan

terdorong untuk terus-menerus meningkatkan

prestasi belajarnya.

(c) Kurikulum dan metode mengajar

Hal ini meliputi materi dan bagaimana cara

memberikan materi tersebut kepada siswa.

Metrode pembelajaran yang lebih interaktif

sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat

dan peran serta siswa dalam kegiatan

pembelajaran. Sarlito dalam Thaib (2013: 391)

menyatakan bahwa faktor yang paling penting

adalah faktor guru. Jika guru mengajar dengan

arif bijaksana, tegas, memiliki disiplin tinggi,

luwes dan mampu membuat siswa menjadi

senang akan pelajaran, maka prestasi belajar

siswa akan cenderung tinggi, palingtidak siswa

tersebut tidak bosan dalam mengikuti pelajaran.

22
(3) Lingkungan masyarakat

(a) Sosial budaya

Pandangan masyarakat tentang


pentingnya pendidikan akan mempengaruhi
kesungguhan pendidik dan peserta didik.
Masyarakat yang masih memandang
rendah pendidikan akan enggan
mengirimkan anaknya ke sekolah dan
cenderung memandang rendah pekerjaan
guru/pengajar.

(b) Partisipasi terhadap pendidikan

Bila semua pihak telah berpartisipasi


dan mendukung kegiatan pendidikan, mulai
dari pemerintah (berupa kebijakan dan
anggaran) sampai pada masyarakat bawah,
setiap orang akan lebih menghargai dan
berusaha memajukan pendidikan dan ilmu
pengetahuan.

Pada penelitian ini peneliti melihat prestasi siswa melalui

nilai rapor siswa pada akhir semester sesuai dengan pendapat

Thaib (2013: 387) yang menyatakan bahwa prestasi belajar

merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa

berupa suatu kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik

di sekolah pada jangka waktu tertentu yang dicatat pada setiap

akhir semester di dalam bukti laporan yang disebut rapor.

23
2. Mathematical Beliefs

Kata belief berasal dari bahasa inggris yang artinya

kepercayaan atau keyakinan. Belief, dalam kamus oxford,

diartikan sebagai (Isharyadi dan Deswita, 2017: 2):

1) Penerimaan bahwa sesuatu ada atau benar, terutama yang

tanpa bukti,

2) Perasaan yang kuat tentang keberadaan sesuatu,

3) Percaya bahwa sesuatu itu baik atau benar.

Dalam bahasa sehari-hari, istilah “keyakinan” atau belief

sering disamaartikan dengan istilah sikap (attitude), disposisi

(disposition), pendapat (opinion), filsafat (philosopy), atau nilai

(value). OECD (Organisation for Economic Co-operation and

Development) dalam Isharyadi (2017: 2) menyatakan Beliefs

siswa menggambarkan keyakinan subjektif siswa, hal ini dilihat

dari seberapa baik siswa melakukan matematika dalam

kehidupannya dan bagaimana peran individu dalam

mengembangkan keterampilan dan kompetensi matematika.

Berdasarkan kinerja siswa yang diperoleh sebelumnya, beliefs

siswa mempengaruhi bagaimana fungsi siswa ketika berhadapan

dengan masalah matematika, dan bagaimana siswa memilih dan

memutuskan sesuatu dalam hidupnya.

24
Belief merupakan elemen kepribadian yang krusial. Belief

merupakan keyakinan diri terhadap kemampuan sendiri untuk

menampilkan tingkah laku yang akan mengarahkannya kepada

hasil yang diharapkan. Belief yang dimaksud bukan faktor psikis

yang mengontrol tingkah laku, namun merujuk kepada struktur

kognisi yang memberikan mekanisme rujukan yang merancang

fungsi-fungsi persepsi, evaluasi, dan regulasi tingkah laku.

Kloosterman dalam Firmansyah (2014:58) mengatakan bahwa

belief matematika memiliki pengaruh yang penting bagi perilaku

manusia.

Mathematical beliefs sangat penting dalam proses

pembelajaran matematika, karena dengan memiliki mathematical

beliefs siswa dapat memiliki kemampuan diri untuk mengevaluasi

dirinya sendiri serta dapat mengerjakan tugas matematika.

Sejalan dengan itu Mc Leod dalam Firmansyah (2014: 59)

menyatakan bahwa “belief have strong relationship to both

affective and cognitive processes that are important in

mathematics education”. Berarti bahwa keyakinan, sikap, dan nilai

tampaknya terhubung secara logis, maksudnya adalah belief

matematika merupakan suatu kesatuan dengan sikap dan nilai.

Semuanya terhubung dan tidak bisa dipisahkan, saling inheren

bukan suatu paradoks dan saling bertentangan, mereka selaras

dalam keadaan saling meningkatkan kualitas masing-masing.

25
Menurut Firmansyah (2017: 60) Belief matematika siswa

dipengaruhi oleh individu tersebut dan lingkungannya, terutama

lingkungan dalam pembelajaran matematika, tetapi setiap siswa

sebelumnya telah memiliki modal pengetahuan ini karena timbul

begitu saja dalam diri. Pada situasi ini komunikasi matematik

dapat berperan positif bagi perkembangan belief siswa, dimana

perannya sebagai penghantar aktif perasaan antar individu dalam

interaksi sosial.

DeBellis & Goldin dalam Himmah (2017: 50) menyatakan

bahwa representasi dari domain afektif dapat dibedakan dalam

subdomain tertentu yaitu: emosi, sikap, keyakinan (belief), nilai,

etika, dan moral. Aspek-aspek tersebut diyakini terdapat kaitan

terhadap prestasi siswa. Dalam lingkungan belajar, beliefs siswa

dapat memberikan ide-ide dalam belajar sehingga siswa dapat

berprestasi. Dalam proses belajar, beliefs siswa tentang sifat

matematika dan faktor-faktor yang berhubungan dengan

pembelajaran matematika adalah dua komponen yang selalu

menjadi perhatian pendidik matematika. Beliefs matematik siswa

secara bertahap berkembang sejak siswa mulai belajar

matematika, dan memiliki pengaruh besar pada kegiatan

pembelajaran matematika serta prestasi siswa (Jin Et Al dalam

Himmah, 2017: 50).

26
Berdasarkan uraian teori-teori di atas, maka mathematical

beliefs adalah keyakinan (dorongan) seseorang dalam mengawali

proses kognitifnya dalam kegiatan pembelajaran matematika yang

mencakup beliefs siswa terhadap matematika sebagai mata

pelajaran dan beliefs siswa terhadap pengajaran matematika.

Pada penelitian ini, keyakinan matematis (mathematical

beliefs) siswa yang akan diteliti mencakup 4 aspek belief, yaitu

keyakinan siswa terhadap karakteristik matematika, keyakinan

siswa terhadap kemampuan diri sendiri, keyakinan siswa terhadap

proses pembelajaran, dan keyakinan siswa terhadap kegunaan

matematika adapun indikator belief berdasarkan empat aspek

tersebut dikembangkan sebagai berikut:

Tabel 2.1. Indikator Mathematical Beliefs Siswa Dalam


Matematika

Aspek Indikator

1. Siswa memiliki keyakinan mengenai


matematika sebagai mata pelajaran
Keyakinan
tentang
2. Siswa memiliki keyakinan mengenai
pendidikan
pembelajaran matematika dan pemecahan
matematika
masalah

3. Siswa memiliki keyakinan tentang pengajaran


matematika secara umum

Keyakinan 4. Siswa memiliki keyakinan mengenai self


tentang diri efficacy (self efficacy beliefs) terhadap
sendiri matematika

27
5. Siswa memiliki keyakinan mengenai kontrol
(control beliefs) terhadap matematika

6. Siswa memiliki keyakinan mengenai harga


tugas (task-value beliefs) terhadap matematika

7. Siswa memiliki keyakinan mengenai orientasi -


tujuan (goal- orientation beliefs) terhadap
matematika

8. Siswa memiliki keyakinan tentang norma sosial


Keyakinan dalam pembelajaran matematika di kelas, yaitu
tentang mengenaiperan dan fungsi guru serta peran
konteks dan fungsi siswa
sosial
9. Siswa memiliki keyakinan tentang norma sosial
matematik di dalam kelas

Sumber : Himmah (2017: 52)

B. Kerangka Berpikir

Matematika merupakan suatu pelajaran yang terdapat disetiap

jejang pendidikan yang menekankan pada kemampuan untuk berpikir

logis menurut pola dan aturan yang telah tersusun secara baku.

Sehingga seringkali tujuan utama dari mengajarkan matematika tidak

lain untuk membiasakan agar peserta didik mampu berpikir logis, kritis

dan sistematis selain itu siswa juga dituntut dapat memiliki rasa ingin

tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta rasa

percaya pada daya dan kegunaan matematika. Namun,

28
Kenyataannya saat ini masih banyak siswa yang kurang percaya diri

dan masih beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran

yang sulit untuk dipahami karena mamiliki banyak rumus dan

perhitungan yang rumit. Hal ini disebabkan karena kurangnya

mathematical belief siswa sehingga siswa selalu mengeluh dan

merasa kesulitan dalam proses pembelajaran matematika.

Mathematical beliefs sendiri merupakan keyakinan/kepercayaan

diri siswa terhadap pelajaran matematika. Mathematical beliefs

sangatlah dibutuhkan dalam proses pembelajaran matematika, karena

dengan memiliki mathematical beliefs, siswa dapat memiliki keyakinan

yang tinggi terhadap matematika dan kemampuan diri untuk

mengevaluasi dirinya sendiri serta dapat mengerjakan tugas

matematika dengan dorongan dari dalam dirinya sendiri. Kurangnya

mathematical beliefs siswa membuat siswa merasa takut dan kurang

percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran matematika

sehingga siswa tidak mampu untuk mengekspresikan gagasannya

secara optimal, sehingga terdapat indikasi mathematical beliefs yang

dimiliki siswa yang dapat mempengaruhui prestasi belajar siswa

khususnya dalam mata pelajaran matematika. Oleh karena itu, perlu

kegiatan untuk memperoleh asumsi terkait pengaruh mathematical

beliefs terhadap prestasi belajar siswa.

29
1. Kurangnya mathematical beliefs siswa terhadap

pembelajaran matematika.

2. Guru masih cenderung kurang memperhatikan

mathematical beliefs siswa pada saat

pembelajaran.

hubungan
Mthematica Prestasi
l beliefs belajar
matematika

Mathematical Beliefs berpengaruh


terhadap prestasi belajar matematika
siswa

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

30
C. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kajian dan kerangka berfikir maka hipotesis dalam

penelitian ini adalah terdapat pengaruh mathematical beliefs terhadap

prestasi belajar matematika siswa.

31
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan widodo supriyono. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta:

Rineka Cipta

Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan zain. 2015. Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta: Rineka Cipta

Firmansyah, Muhammad Arie. 2017. “Peran Kemampuan Awal

Matematika dan Belief Matematika terhadap Hasil Belajar”. Jurnal

Pendidikan Matematika 1(1): 55-68

Hardini, isriani dan Dewi Puspitasari. 2012. Strategi Pembelajaran

Terpadu. Yogyakarta: Familia

Hendriana, Heris. 2013. “Membangun Kepercayaan Diri Siswa Melalui

Pembelajaran Matematika Humanis”. Prosiding Seminar Nasional

Matematika dan Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 1:

13.

Septiana, Anisa. 2016. “Hubungan Gaya Belajar Dan Persepsi Siswa

Tentang Metode Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar

Matematika Pada Siswa-Siswi Kelas Xi Sma Negeri 1 Sangatta

Utara Kutai Timur. eJournal Psikologi”. Vol. 4. ISSN 2477-2674.

Siagian, Roida Eva Flora. 2013. “Pengaruh Minat dan Kebiasaan Belajar

Siswa Terrhadap Prestasi Belajar Matematika”. Jurnal Formatif 2(2):

122-131. ISSN 2088-351X

32
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Thaib, Eva Nauli. 2013. “Hubungan Antara Prestasi Belajar dengan

Kecerdasan Emosional”. Jurnal ilmiah DIDAKTIKA 13(02): 384-399

Isharyadi, ratri dan Hera Deswita. 2017. Pengaruh Mathematical Beliefs

Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA. PYTHAGORAS

6(1): 1-10

Himmah, Wulan Izzatul. 2017. Analisis Belief Matematik Siswa Tingkat

SMP. Journal of Medives 1 (1): 49-58

Khaliq, Idham. 2017. Upaya meningkatkan daya berpikir kritis siswa

dengan menggunakan metode socrates kontekstual. Jurnal fibonaci

3(1). 53-64

Endah Octaningrum Wahani Sejati. 2015. “Mengembangkan Kepercayaan

Diri Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student

Teams Achievement Divisions (STAD) dalam Pendekatan

Penemuan Terbimbing”. Seminar Nasional Matematika Dan

Pendidikan Matematika UNY 883

Fasikhah, S.S. dan Fatimah, S. Self-regulated learning (srl) dalam

meningkatkan prestasi Akademik pada mahasiswa. Jurnal psikologi

ilmiah terapan. 01(01): ISSN: 2301-8267.

Alqur’an dan terjemahannya. 2008. Departemen Agama RI. Bandung:

Diponegoro. H.543

33
Naskah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diakses dari

[Link], pada tanggal 13 April 2017.

34
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMA Negeri 86

Jakarta yang beralamat di Jalan Bintaro Permai IV No. 36, Bintaro,

Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada siswa kelas XI semester

genap tahun pelajaran 2017-2018.

Pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan atas beberapa

pertimbangan yaitu

a. Belum ada penelitian yang sama yang dilakukan pada sekolah

tersebut.

b. Data yang diperlukan oleh peneliti untuk menjawab masalah

ini memungkinkan diperoleh di sekolah tersebut.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan selama enam bulan, dimulai pada bulan

Februari 2018 sampai Agustus 2018. Jadwal pelaksanaan

penelitian disajikan pada tabel berikut:

35
Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Penelitian
Waktu Pelaksanaan
Bentuk
No Agu
kegiatan Februari Maret April Mei Juni Juli
stus
Penentuan
1 Topik 
Judul
Studi
2 Pendahulu 
an
Penyusuna
3  
n proposal
Perijinan
4 dan subjek 
penelitian
Penyusuna
5 n 
instrumen
Uji coba
6 
instrumen
Pengumpul
7  
an data
Pengelolaa
8 
n data
Penyusuna
9  
n laporan
Penyempu
10 rnaan 
laporan
Penggand
11 aan 
laporan
12 Ujian 

B. Metode Penelitian

Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian

survei (Survei Research). Penelitian survei adalah penelitian dengan

tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap

variabel yang diteliti (Siregar, 2013: 4). Kerlingger dalam Riduwan

36
(2015: 49) menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan pada

populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data

dari sampel yang diambil populasi tersebut, sehingga ditemukan

kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan antar variabel

sosiologis maupun psikologis.

Menurut Kerlingger dalam Siregar (2013: 4) karakteristik

penelitian survei sebagai berikut:

1. Objek penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun

kecil. Tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang

diambil dari populasi tersebut, sehingga dapat ditemukan kejadian

relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel,

sosiologis maupun psikologis.

2. Penelitian survei pada umumnya dilakukan untuk mengambil

suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam.

3. Metode survei ini tidak memerlukan kelompok kontrol seperti

halnya pada metode eksperimen.

C. Variabel dan Operasional Variabel

1. Variabel

Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu

yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,

kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2015: 60). Variabel

37
yang di gunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas

dan variabel terikat.

a. Variabel bebas (yang mempengaruhi), yaitu Mathematical

beliefs siswa. Mathematical beliefs siswa disimbolkan dengan

X.

b. Variabel terikat (yang dipengaruhi), yaitu prestasi belajar

siswa. Prestasi belajar siswa disimbolkan dengan Y.

2. Definisi Operasional Variabel

a. Mathematical beliefs siswa

Mathematical beliefs adalah keyakinan (dorongan)

seseorang dalam mengawali proses kognitifnya dalam kegiatan

pembelajaran matematika yang mencakup beliefs siswa

terhadap matematika sebagai mata pelajaran dan beliefs siswa

terhadap pengajaran matematika.

b. Prestasi belajar matematika

Prestasi belajar matematika siswa merupakan hasil yang

dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajaran

matematika dilihat dengan adanya perubahan-perubahan yang

dialami siswa baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

38
D. Populasi dan Sampel

1. Populasi Penelitian

Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita

dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Jadi,

populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya. Kalau

setiap manusia memberikan suatu data, maka banyaknya atau

ukuran populasi akan sama dengan banyaknya manusia

(Margono, 2010: 118). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh

siswa kelas XI SMA Negri 86 Jakarta sebanyak 215, dengan

pertimbangan bahwa secara psikologis siswa kelas XI berada

dalam masa remaja yang selalu mencari kebenaran yang hakiki.

Siswa kelas XI juga telah memiliki pengalaman belajar yang lebih

dan pergaulan di lingkungan sekolah sehingga memungkinkan

siswa tidak merasa canggung lagi dalam peroses pembelajaran

sehingga mathematical beliefs siswa dapat diteliti secara optimal.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh

yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu (Margono,

2010: 121). Pada penelitian ini sampel yang dipilih adalah siswa

kelas XI sebayak 69 orang yang diambil dengan menggunakan

teknik cluster random sampling.

39
3. Teknik Sampling

Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan

sampel (Sugiyono, 2015: 118). Sedangkan menurut Margono

(2013: 125) menyatakan bahwa teknik sampling adalah cara untuk

menetukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel

yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan

memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh

sampel yang representatif.

Pada penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah

teknik cluster random sampling, yang mana pada teknik ini semua

individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-

sama diberikan kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi

anggota sampel. Penentuan sampel penelitian dengan cara

membuat undian dari seluruh populasi yang telah ditentukan yaitu

kelas XI (sebelas) yang terdiri dari 6 kelas untuk menentukan 2

kelas yang menjadi sampel penelitian. Dalam pengundian sampel,

peneliti dibantu oleh guru mata pelajaran matematika untuk

menentukan sampel yang akan digunakan pada penelitian agar

tidak bersifat subjektif. Setelah diundi, peneliti mendapatkan 2

kelas untuk di jadikan sampel penelitian yaitu kelas X IPA 1 dan XI

IPA 2 yaitu sebanyak 69 siswa.

40
E. Kisi-kisi Instrumen Penelitian

1. Kuesioner (Angket)

Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan kuesioner atau

angket untuk mengukur bagaimana mathematical beliefs siswa

terhadap mata pelajaran matematika dengan mengajukan

berbagai pernyataan. Instrumen pernyataan di buat berdasarkan

indikator-indikator mathematical beliefs siswa terhadap mata

pelajaran matematika. Kisi-kisi instrumen pernyataannya berkaitan

dengan indikator mathematical beliefs yang sudah dijelaskan di

bab 2.

Tabel 3.2. Indikator dan Kisi-kisi Instrumen Mathematical


Beliefs Siswa

No. Item
Aspek Indikator Jumlah
(+) (-)
10. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai
matematika 1,8 5,23 4
sebagai mata
pelajaran
Keyakinan 11. Siswa memiliki
tentang keyakinan
pendidikan mengenai
24,26 2,25 4
matematika pembelajaran
matematika dan
pemecahan
12. Siswa memiliki
keyakinan
tentang
3,9 6,27 4
pengajaran
matematika
secara umum

41
13. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai self
4,10 21,22
efficacy (self
4
efficacy beliefs)
terhadap
matematika
14. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai kontrol
7,11 12,29 4
(control beliefs)
Keyakinan terhadap
tentang diri matematika
sendiri 15. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai harga
13,29 14,30 4
tugas (task-value
beliefs) terhadap
matematika
16. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai
orientasi - tujuan 34,36 19,35 4
(goal- orientation
beliefs) terhadap
matematika
17. Siswa memiliki
keyakinan
tentang norma
sosial dalam
pembelajaran
4
Keyakinan matematika di
18,20 17,33
tentang kelas, yaitu
konteks mengenai peran
sosial dan fungsi guru
serta peran dan
fungsi siswa
18. Siswa memiliki
keyakinan tentang
16,32
norma sosial 15 4
,31
matematik di
dalam kelas
Jumlah 19 17 36

42
F. Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi

Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke

objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.

Apabila objek penelitian bersifat dan tindakan manusia, fenomena

alam (kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar), proses kerja dan

penggunaan responden kecil (Riduwan, 2015: 76). Sedangkan

menurut Sukmadinata (2011: 220) observasi merupakan suatu

teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan

pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.

Kegiatan tersebut bisa berkenaan dengan cara guru mengajar,

siswa belajar, kepala sekolah yang sedang mengadakan

pengarahan, personil yang sedang mengadakan rapat, dll.

Pada penelitian ini teknik observasi digunakan untuk

membantu peneliti mengumpulkan data dan informasi yang

dibutuhkan peneliti sebelum melakukan penelitian.

2. Kuesioner (Angket)

Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada

orang lain yang bersedia memberikan respon (responden) sesuai

dengan permintaan pengguna. Tujuan penyebaran angket ialah

mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan

43
responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan

jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian

daftar pertanyaan. Disamping itu responden mengetahui informasi

tertentu yang diminta (Riduwan, 2015: 71).

Siregar (2013: 21) menyatakan bahwa kuesioner adalah

suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinan analisis

mempelajari sikap-sikap, keyakinan, prilaku, dan karakteristik

beberapa orang dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh

sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.

Ada beberapa jenis kuesioner yang dapat digunakan dalam

proses pengumpulan data, yaitu: (Siregar, 2013: 21)

a. Kuesioner tertutup merupakan pertanyaan-

pertanyaan/pernyataan yang diberikan kepada responden

sudah dalam bentuk pilihan ganda. Jadi kuesioner jenis ini

responden tidak diberi kesempatan untuk mengeluarkan

pendapat.

b. Kuesioner Terbuka merupakan angket atau pertanyaan-

pertanyaan/pernyataan yang diberikan kepada responden

untuk memberikan keleluasaan kepada responden untuk

memberikan pendapat sesuai dengan keinginan mereka.

Petunjuk-petunjuk yang harus diikuti saat memilih bahasa

dalam peroses pembuatan kuesioner sebagai berikut: (Siregar,

2013: 22)

44
a. Gunakan bahasa atau kata-kata yang sederhana agar dapat

dipahami oleh responden.

b. Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik

c. Pertanyaan harus singkat

d. Dalam pemilihan kata-kata, hindari pemilihan kata-kata yang

bermakna ganda

e. Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat (maksudnya

orang-orang yang mampu merespon). Jangan berasumsi

mereka tahu banyak.

f. Pastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis

cukup akurat sebelum menggunakannya.

Pada penelitian kali ini, kuesioner ditunjukkan untuk

mengumpulkan data mathematical beliefs siswa terhadap mata

pelajaran matematika kelas XI. Kuesioner (angket) yang

digunakan tertutup, artinya angket yang disajikan dalam bentuk

sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih

satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan

memberikan tanda silang ( ) atau tanda checklist (√) (Riduwan,

2015: 72).

Skala yang digunakan adalah skala likert. Skala Likert

digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi

seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala

sosial. Dalam penelitian gejala sosial ini telah ditetapkan secara

45
spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel

penelitian (Riduwan, 2015: 87).

Skala Likert memiliki dua bentuk penyataan, yaitu

pernyataan positif dan pernyataan negatif. Pernyataan positif

diberi skor 5,4,3,2,dan 1 sedangkan bentuk pernyataan negatif

diberi skor 1,2,3,4, dan 5. Bentuk jawaban skala Likert terdiri

dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat

tidak setuju (Siregar, 2014:25).

Tabel 3.3. Bentuk Skor Skala Likert


Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
Sangat Setuju (SS) = 5 Sangat Setuju (SS) = 1
Setuju (S) = 4 Setuju (S) = 2
Ragu-ragu (RR) = 3 Ragu-ragu (RR) = 3
Tidak Setuju (TS) = 2 Tidak Setuju (TS) = 4
Sangat Tidak Setuju (STS) = Sangat Tidak Setuju (STS) =
1 5
Sumber: (Siregar, 2014: 26)

Pernyataan instrumen non tes bentuk kuesioner (angket)

terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji realibilitas untuk

mengetahui apakah instrumen tersebut valid dan reliabilitas.

a. Uji Validitas

Arikunto dalam Riduwan (2015: 97) menjelaskan

bahwa yang dimaksud dengan validitas adalah suatu

ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau

kesahihan suatu alat ukur. Jika instrumen dikatakan valid

berarti menunjukkan alat ukur yang digunakan untuk

mendapatkan data itu valid sehingga berarti instrumen

46
tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang

hendak diukur (Sugiyono dalam Riduwan, 2015: 97).

Teknik yang digunakan adalah Korelasi Pearson

Product Momen, karena Korelasi Pearson Product Momen

sangat popular dan sering dipakai oleh para peneliti.

Rumus Korelasi Pearson Product Momen:

∑ ∑ ∑
𝑟xy = √{ ∑ ∑ }{ ∑ ∑ }

Keterangan:

𝑟xy : Koefisien korelasi antara variabel X dan

variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan

: Jumlah responden

: Skor variabel (jawaban responden)

: Skor total dari variabel (jawaban

responden)

Distribusi Pearson Product Momen untuk dan

derajat kebebasan ( , dengan kaidah keputusan:

1) Jika rhitung > rtabel berarti valid, sebaliknya

2) Jika rhitung < rtabel berarti tidak valid.

b. Uji Reliabilitas

Teknik pengukuran reliabilitas yang digunakan adalah

teknik Alpha Cronbach, yang mana instrumen dikatakan

47
reliabel jika r11 > 0,6. Rumus yang digunakan sebagai berikut

(Riduwan, 2015: 115):


𝑟 ( ). /

Keterangan:

𝑟 Nilai reliabilitas

∑ Jumlah varians skor tiap-tiap item

Varians total

Jumlah Item

Menentukan nilai varians total:


Keterangan:

Varians skor tiap-tiap item

∑ Jumlah kuadrat item

∑ Jumlah item dikuadratkan

Jumlah responden

Menurut Guilford dalam Sundayana (2014: 70)

koefisien reliabilitas yang dihasilkan, selanjutnya

interpretasikan dengan menggunakan kriteria berikut ini:

48
Tabel 3.4 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas
Koefisien Reliabilitas (r) Interpretasi
𝑟 Sangat Rendah
𝑟 Rendah
𝑟 Sedang/Cukup
𝑟 Tinggi
𝑟 Sangat Tinggi

2. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data

dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik

dokumen tertulis, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik

(Sukmadinata, 2011: 221).

Dokumentasi ditunjukan untuk memperoleh data langsung dari

tempat penelitian, berupa foto-foto, bertujuan untuk mendukung

hasil wawancara, kuesioner yang dilakukan peneliti di sekolah

tentang identifikasi siswa antara lain seperti biodata siswa, jumlah

siswa, daftar nilai yang berkaitan dengan hasil belajar serta foto

kegiatan observasi. Selain itu, teknik dokumentasi juga digunakan

peneliti untuk memperoleh data prestasi belajar siswa pada mata

pelajaran matematika yang didapatkan dari guru matematikanya

langsung.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh

responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis

data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis

49
responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh

responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti,

melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan

(Sugiyono, 2015: 207).

1. Uji Prasyarat

Pengujian persyaratan analisis dilakukan apabila peneliti

menggunakan analisis parametik, maka harus dilakukan pengujian

persyaratan analisis terhadap asumsi-asumsinya seperti

homogenitas untuk uji perbedaan (komparatif), normalitas dan

lineritas untuk uji korelasi dan regresi (Riduwan, 2015: 119).

Pada penelitian ini uji persyaratan yang digunakan adalah uji

normalitas data. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui

apakah sampel penelitian ini berasal dari populasi normal atau

tidak. Uji normalitas yang digunakan adalah uji chi-kuadrat.

Langkah-langkah uji chi-kuadrat (Riduwan, 2015: 121)

a. Merumuskan hipotesis statistika

H0 : Data berasal dari populasi berdistribusi normal

H1 : Data berasal dari distribusi tidak normal

b. Mengurutkan data dari nilai yang terendah ke nilai yang

tertinggi atau sebaliknya.

c. Mencari nilai rentangnya (R), dengan rumus:

R = nilai tertinggi – nilai terendah

d. Mencari banyaknya kelas (BK), dengan rumus Sturgess:

50
Keterangan:

BK = jumlah kelas interval

n = banyaknya data observasi

e. Mencari nilai panjang kelas (i)

Keterangan:

i = panjang kelas interval


R = rentang yaitu selisih nilai data terbesar dan nilai
data terkecil
f. Membuat tabulasi dengan tabel penolong

Tabel 3.5 Tabel Penolong


Nilai
Kelas frekuensi
No tengah x1 [Link] f.xi2
interval (f)
(x)
1
n
Jumlah ∑ ∑
Sumber: Riduwan (2015: 122)

g. Mencari rata-rata (mean)


̅

h. Mencari simpangan baku

∑ (∑ )

i. Membuat daftar frekuensi dengan cara:

51
1) Menentukan batas kelas, yaitu angka skor kiri kelas interval
pertama dikurangi 0,5 dan kemudian angka skor kanan
kelas interval ditambah 0,5.
2) Mencari nilai Z–score untuk batas kelas interval dengan
rumus:
̅

Keterangan :
: Bilangan Baku
̅ : Rata-rata
: Simpangan baku
3) Mencari luas 0 – Z dari Tabel Kurva Normal dari 0 – Z
dengan menggunakan angka-angka untuk batas kelas.
4) Mencari luas tiap kelas interval dengan jalan
mengurangkan angka-angka 0 – Z, yaitu angka baris
pertama dikurangi baris kedua, angka baris kedua dikurangi
baris ketiga, dan begitu seterusnya. Kecuali untuk angka
yang berbeda pada baris paling tengah ditambahkan
dengan angka pada baris berikutnya.
5) Mencari frekuensi yang diharapkan (fe) dengan cara
mengalikan luas tiap kelas interval dengan jumlah
responden.
j. Mencari chi-kuadrat hitung ( )

k. Membandingkan dengan

Kriteria pengujian:
Jika, , maka distribusi data tidak normal.

Jika, , maka distribusi data normal.

52
2. Analisis Regresi Sederhana

Analisis regeresi sederhana mempelajari apakah antara dua

variabel atau lebih mempunyai pengaruh/hubungan atau tidak,

mengukur kekuatan pengaruhnya, dan membuat ramalan yang

didasarkan pada kuat lemahnya pengaruh/hubungan variabel

tersebut (Kadir, 2015: 176).

Regresi linear sederhana digunakan hanya untuk satu

variabel bebas (independent) dan satu variabel tak bebas

(dependent). Rumus regresi linear sederhana: (Siregar, 2013: 284)

Y = a + b.X

Dimana:

Y = Variabel Terikat.

X = Variabel bebas

a dan b = Konstanta

langkah membuat persamaan regresi linear sederhana

(Siregar, 2013: 284):

a. Membuat tabel penolong

Tabel 3.6 Tabel Penolong untuk Mencari Nilai Konstanta a


dan b
Variabel Variabel
Data (n) XY X2
bebas (X) terikat (Y)
1 ... ... ... ...
2 ... ... ... ...
N ... ... ... ...
Jumlah ∑ = ∑ = ∑ = ∑ =2

53
Sumber: Siregar (2013: 284)

b. Mencari nilai konstanta b

Rumus:

∑ ∑ ∑
∑ ∑

c. Mencari nilai konstanta a

Rumus:

∑ ∑

d. Membuat persamaan regresi

Y = a + b.X

3. Uji Linearitas dan Signifikansi Regresi Y atas X

Pengujian lineritas dan signifikansi regresi Y atas X dilakukan

dengan langkah-langkah berikut (Kadir, 2015: 179).

1) Menghitung Jumlah Kuadrat (JK) beberapa sumber varians

JK(T) = ∑ Y2


JK(a) =

JK(b/a) = b∑ xy

JK(S) = JK(T) – JK(a) – JK(b/a)


JK(G) =∑ ,∑ -

54
2) Menentukan Derajat Bebas (db) beberapa sumber varians

db(T) =n

db(a) =1

db(S) =n–2

db(G) =n–k

db(Tc) =k–2

3) Menghitung Rata – rata Jumlah Kuadrat (RJK)

RJK(a) =

RJK(b/a) =

RJK(S) =

RJK(G) =

RJK(Tc) =

4) Menentukan berkaitan dengan linearitas dan signifikansi

regresi

5) Uji Linearitas Regresi Y atas X

: Y = α + βX (regresi linear)

: Y ≠ α + βX (regresi tak linear)

(Tc) =

diterima jika (Tc) < , yang berarti persamaan

regresi Y atas X berbentuk garis linear.

55
6) Uji Signifikansi Regresi Y atas X

: β = 0 (regresi tak berarti)

: β ≠ 0 (regresi berarti)

(b/a) =

ditolak jika (b/a) > , yang berarti variabel X

berpengaruh terhadap Y dan bersifat linear.

7) Menyusun tabel Anova regresi

Tabel 3.7 Uji Linearitas dan Signifikansi


Sumber
db JK RJK
Varians
α=0
Total
Regresi (a)
Regresi (b/a)
sisa
Tuna Cocok
galat

Keterangan:

ns = non signifikan atau regresi linear

db = derajat bebas

JK = Jumlah Kuadrat

RJK = Rata – rata Jumlah kuadrat

56
Jika, < maka terdapat pengaruh dan pengaruhnya bersifat

linear.

4. Uji Koefisien Persamaan Regresi

Langkah-langkah perhitungan uji koefisien persamaan regresi

(Kadir, 2015: 181).

a. Menghitung galat baku taksiran (standar error)

b. Menghitung penduga untuk α dan β


c. Menghitung Statistik Uji-t

H0 : β ≤ 0

H1 : β > 0

Rumus menghitung uji-t (Kadir, 2013: 182):

5. Koefisien Korelasi dan Uji Signifikansi Koefisien Korelasi

1. Koefisien korelasi antara X dan Y


𝑟
√ ∑ ∑

57
2. Uji signifikansi koefisien korelasi X dan Y

H0 : ρ = 0

H1 : ρ ≠ 0

𝑟 √
√ 𝑟

Bandingkan dengan ttabel untuk = 0,05

3. Koefisien determinasi

Koefisien determinasi adalah koefisien yang

memperlihatkan besarnya variasi yang ditimbulkan oleh variabel

bebas (prediktor), dengan rumus (Kadir, 2013: 182):

Koefisien determinasi = 𝑟

58
Daftar pustaka

Kadir. 2015. Statistika terapan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka

Cipta

Riduwan, 2015. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan

Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Siregar, syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: kencana.

Sugiyono. 2015. Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

59
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi data

Deskripsi data hasil penelitian merupakan langkah yang tidak

bisa dipisahkan dengan kegiatan analisis data sebagai prasyarat

untuk memasuki tahap pembahasan dan pengambilan kesimpulan.

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2018 sampai

dengan 8 Mei 2018 di SMA Negeri 86 Jakarta yang beralamat di Jalan

Bintaro Permai IV No. 36, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

SMA Negeri 86 jakarta ini merupakan sekolah yang telah terakreditasi

“A” dengan niali akreditasi sebesar 97,00.

SMA 86 ini memiliki 44 tenaga pengajar yang mana 41 dari

jumlah pengajar telah berstatus PNS/CPNS. Sekolah ini memiliki 18

kelas yang terdiri dari kelas IPA dan IPS, dengan jumlah siswa

keseluruhan sebanyak 643 dengan jumlah siswa laki–laki sebanyak

293 dan perempuan sebanyak 351. Sekolah ini memiliki 18 ruang

kelas. SMA Negeri 86 ini juga didukung dengan adanya kegiatan

ekstrakurikuler berupa taekwondo, saman, futsal, basket, paskibra,

teater, tari tradisional, japanes club, modeling, paduan suara, rohis,

PMR, rohis, silat, bulu tangkis, KIR, cinematografi/fotografi, pramuka,

dan keputrian.

60
1. Visi misi sekolah

a. Visi SMA Negeri 86 Jakarta

Unggul dalam mutu, beriman, bertaqwa berwawasan

kebangsaan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,

serta mampu bersaing pada era globalisasi.

b. Misi SMA Negeri 86 Jakarta

1) Meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan terhadap

Tuhan yang Maha Esa melalui amaliah keagamaan serta

meningkatkan wawasan kebangsaan.

2) Meningkatkan prestasi akademik melalui proses

pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif,

menyenangkan, dan mencerdaskan.

3) Meningkatkan prestasi non-akademik melalui kreativitas

seni budaya, olahraga, religi dan organisasi.

4) Meningkatkan budi pekerti, rasa persaudaraan dan

toleransi dalam satu komunikasi multi kultur.

5) Meningkatkan rasa cinta terhadap lingkungan hidup sehat,

nyaman dan asri.

6) Meningkatkan potensi dari bakat yang dimiliki peserta

didik dalam berbagai bidang.

7) Meningkatkan nilai-nilai keterampilan khusus terutama

informasi teknologi dan bahasa asing

61
2. Motto sekolah

Mengedepankan proses pembelajaran yang

menyenangkan, mengasyikkan, menyejukkan, dan

mencerdaskan

3. Tujuan pendidikan SMA Negeri 86 Jakarta

a. Terbentuknya peserta didik yang memiliki ketaqwaan

terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan mampu mengamalkan

setiap keyakinannya dalam kehidupan sehari-hari.

b. Meningkatkan peserta didik yang mampu mengukur prestasi

akademik tinggi, memiliki pengetahuan yang memadai untuk

dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,

dan meningkatkan lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi

Negeri.

c. Meningkatnya prestasi non akademik peserta didik melalui

aktivitas seni budaya, teater, tari tradisional dan modern,

olahraga, bela diri pencak silat dan taekwondo, kegiatan

keagamaan, organisasi dan lainnya.

d. Terbentukya peserta didik yang disiplin, memiliki akhlak dan

budi pekerti terpuji, menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan

dan persaudaraan.

e. Terbentuknya watak dan perilaku peserta didik yang memiliki

budaya dan perilaku hidup bersih, sehat dan peduli terhadap

lingkungan hidup.

62
f. Terbentuknya peserta didik yang dapat mengembangkan

potensi seluas-luasnya atas bakat yang dimilikinya dan

memiliki semangat untuk mandiri.

g. Meningkatnya peserta didik yang memiliki wawasan luas

dalam segala bidang perkembangan ilmu pengetahuan,

teknologi informatika dan komunikasi serta memiliki

kompetensi terhadap bahasa asing.

Sampel yang ditetapkan telah mengisi kuesioner (angket) dalam

penelitian ini sebanyak 69 responden dari dua kelas yaitu kelas XI IPA

1 dan XI IPA 2 SMA Negeri 86 Jakarta. Sebelum pengisian kuesioner

(angket) oleh siswa, peneliti memberikan penjelasan tentang

pengisian kuesioner (angket). Adapun data yang akan diungkap

dalam penelitian ini adalah kemampuan mathematichal beliefs siswa

sebagai variabel (X) yang dilihat dari hasil pengisian kuesioner

(angket) dan prestasi belajar matematika siswa yaitu variabel (Y) yang

dilihat dari nilai rapor siswa. Kemudian dari seluruh data yang

diperoleh masing-masing akan dicari skor tertinggi dan terendah, rata-

rata, median, modus, simpangan baku, dan variannya. Gambaran

menyeluruh mengenai statistik dasar dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabael 4.1 Data Statistik Dasar Variabel


Variabel
Komponen Mathematical
Prestasi (Y)
belief (X)
Jumlah
69 69
responden
Skor terendah 49 77
Skor tertinggi 96 91,25

63
Variabel
Komponen Mathematical
Prestasi (Y)
belief (X)
Mean 70,667 84,2609
Median 77,27 84,75
Modus 77,2727 85,667
Simpangan 10,579 2,943
baku

4. Instrumen penelitian

Pada penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner (angket)

sebagai alat (instrumen) untuk memperoleh data mathematical beliefs

siswa, sebelum kuesioner (angket) diberikan kepada responeden

maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu.

a. Uji validitas instrumen

Uji validitas dilakukan guna untuk mengetahui apakah

kuesioner (angket) yang ada dapat mengungkapkan data-data

yang ada pada variabel penelitian secara tepat. Pada penelitian ini

terdapat dua jenis uji validitas yaitu uji validitas internal jenis

konstruk dan validitas eksternal dalam menguji validitas angket.

Uji validitas internal jenis konstruk diujikan dengan para ahli. Uji

ahli ini dipercayakan kepada ibu Hastri Rosiyanti [Link] sebagai

dosen Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah

Jakarta dan Ibu Wika Sofiana Dewi, [Link] sebagai dosen

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas

Muhammadiyah Jakarta yang memuat 36 pernyataan yang

mencakup tentang mathematical belief. Dari uji validasi ahli yang

64
dilakukan terdapat beberapa pernyataan yang mendapatkan revisi

karena ketidaksesuaian indikator dengan pernyataan yang dibuat

dan masih banyak bahasa yang rancu yang sulit dipahami, namun

setelah dilakukan revisi kembali dan mandapat persetujuan dari

penguji ahli angket yang dibuat siap untuk digunakan pada uji

validasi di lapangan.

Setelah dilakukan pengujian oleh para ahli, kuesioner

kemudian diuji cobakan kepada 17 orang siswa kelas XI IPA 3

SMA Negeri 86 Jakarta. Selanjutnya peneliti melakukan uji

validitas dengan menggunakan korelasi product moment dengan

bantuan microsoft excel 2013.

Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara

skor atau butir pernyataan dengan skor konstruk atau variabel. Hal

ini dapat dilakukan dengan uji signifikansi yang membandingkan

rhitung dengan rtabel untuk degree of fredom (df) = n-k. Pada kasus

ini, besarnya df dapat dihitung 17-2 atau df = 15 dengan alpha

0,05 (α=5 %), didapat r tabel 0,514. Apabila r hitung lebih besar r tabel

(r hitung >r tabel) dan nilai r positif, maka butir pernyataan tersebut

dapat dikatakan valid, dan sebaliknya apabila (r hitung < r tabel) maka

pernyataan tersebut tidak valid. Hasil analisis dapat dilihat pada

tabel berikut ini.

65
Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas Instrumen
No r hitung r tabel Hasil Keterangan
1 0,595994686 0,514 Valid Instrumen
2 0,596131771 0,514 Valid Valid, Jika
3 0,814086177 0,514 Valid rhitung > rtabel

4 (0,514)
0,452982697 0,514 Tidak Valid
5 0,09944546 0,514 Tidak Valid
6 0,565685425 0,514 Valid
7 0,740160339 0,514 Valid
8 0,583639402 0,514 Valid
9 0,358224128 0,514 Tidak Valid
10 0,69285871 0,514 Valid
11 0,023923364 0,514 Tidak Valid
12 0,306703481 0,514 Tidak Valid
13 0,591059492 0,514 Valid
14 0,537079655 0,514 Valid
15 0,623221699 0,514 Valid
16 0,762288136 0,514 Valid
17 -0,098516949 0,514 Tidak Valid
18 0,652065958 0,514 Valid
19 0,115963302 0,514 Tidak Valid
20 0,259663147 0,514 Tidak Valid
21 0,545836718 0,514 Valid
22 0,724189019 0,514 Valid
23 0,575741525 0,514 Valid
24 0,545376243 0,514 Valid
25 0,306900726 0,514 Tidak Valid
26 0,661047991 0,514 Valid
27 0,828137171 0,514 Valid
28 0,345632435 0,514 Tidak Valid
29 0,345320083 0,514 Tidak Valid
30 0,55785776 0,514 Valid
31 0,687237474 0,514 Valid
32 0,384450719 0,514 Tidak Valid
33 0,193855122 0,514 Tidak Valid
34 0,296683052 0,514 Tidak Valid
35 0,772330066 0,514 Valid
36 0,672625282 0,514 Valid

66
Berdasarkan tabel 4.2 diatas terlihat bahwa dari 36

pernyataan yang di uji cobakan terdapat 22 pernyataan yang valid

dan 13 pernyataan yang tidak valid yaitu pada pernyataan

4,5,9,11,12,17,19,20,25,29,32,33,34. Untuk perhitungan lebih rinci

dapat dilihat pada lampiran 5 dan 6 halaman 91.

b. Uji reliabilitas instrumen

Uji Reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner

yang merupakan indikator dari variabel. Untuk mengukur

reliabilitas menggunakan uji statistik Cronbach Alpha (α). suatu

variabel dikatakan reliabel jika memiliki Cronbach alpha lebih dari

0,60 ( > 0,60). Data hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.3

dibawah ini.

Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas


Pernyataan
∑ ∑
(x)
1 66 4356 0,697 0,485
2 54 2916 0,809 0,654
3 57 3249 0,702 0,493
4 49 2401 0,857 0,735
5 61 3721 0,712 0,507
6 53 2809 0,928 0,860
7 55 3025 0,831 0,691
8 60 3600 0,800 0,640
9 49 2401 0,993 0,985
10 56 3136 1,047 1,096
11 57 3249 0,606 0,368
12 64 4096 0,831 0,691
13 49 2401 0,697 0,485
14 58 3364 0,870 0,757

67
Pernyataan
∑ ∑
(x)
15 55 3025 0,970 0,941
16 58 3364 0,795 0,632
17 55 3025 0,752 0,566
18 56 3136 0,920 0,846
19 48 2304 1,015 1,029
20 58 3364 0,618 0,382
21 62 3844 0,996 0,993
22 68 4624 0,5 0,25
∑ 15,08823529
139,6324
r11 0,937
Data reliabel dengan kategori ” sangat
Kesimpulan tinggi”

Dari hasil uji reliabilitas menggunakan rumus cronbach’s

alpha diperoleh hasil perhitungan r11 = 0,937 Karena r11 > 0,60

maka instrumen angket mathematical belief dikatakan reliabel

dengan kategori sangat tinggi, dan dapat digunakan sebagai

instrumen penelitian, adapun rincian perhitungan dapat dilihat

pada lampiran 7 dan 8 halaman 93.

B. Analisis Data

1. Uji Prasyarat

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan guna untuk mengetahui apakah data

berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.

Pada penelitian ini Uji normalitas yang digunakan adalah uji chi

square dengan perhitungan yang dibantu dengan microsoft

68
excel 2013, dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 103. Hasil

uji normalitas dengan menggunakan uji chi square dapat dilihat

pada tabel 4.3 dibawah ini.

Tabel 4.4 Tabel Uji Normalitas


No Variabel Kesimpulan
1 Mathematical belief Normal
2,096 12,367
(X)
2 Prestasi belajar (Y) 4,027 12,324 Normal

1. Kuesioner (angket) mathematical belief

Berdasarkan pada tabel 4.3 di atas terliahat bahwa

hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Chi Square

yang telah dilakukan dengan jumlah responden sebanyak

69 orang diperoleh = 2,096 dan = 12,367,

dengan demikian < maka berarti data

kuesioner (angket) mathematical belief yang diperoleh

berasal dari data yang berdistribusi normal. Untuk

perhitungan lebih rinci dapat dilihat pada lampiran 13

halaman 103.

2. Prestasi belajar matematika

Berdasarkan pada tabel 4.3 di atas terlihat bahwa

hasil uji normalitas dengan menggunakan uji chi square

yang telah dilakukan dengan jumlah responden sebanyak

69 orang diperoleh = 4,027 dan = 12,367,

dengan demikian < maka berarti data

69
prestasi belajar siswa yang diperoleh berasal dari data

yang berdistribusi normal. Untuk perhitungan dapat dilihat

pada lampiran 14 halaman 105.

b. Uji Regresi Sederhana

Analisis data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan

menggunakan model analisis regresi sederhana. Analisis

regresi sederhana mempelajari apakah antara dua variabel

mempunyai pengaruh atau tidak, mengukur kekuatan

pengaruhnya dan membuat ramalan yang didasarkan kepada

kuat lemahnya pengaruh atau hubungan variabel tersebut.

Pada penelitian ini pengelolaan data menggunakan bantuan

aplikasi spss versi 16.0 berdasarkan data-data yang diperoleh

dari 69 responden.

Tabel 4.5 Data Hasil Pengolahan Variabel X dan Y


Jumlah
∑ ∑ ∑ ∑ ∑
Data (n)
4845 347314 5852 496784
69 411440
a = 79,75732 b=

Dari data yang diperoleh akan ditentukan:

1) Persamaan Y atas X ( ̂ )

Dari perhitungan yang dilakukan dengan

menggunakan bantuan Microsoft Exel 2013 diperoleh nilai

a = 79,75732 dan b = 0,071922, maka diperoleh

persamaan regresi ( ̂ ), untuk

70
perhitungan yang lebih rinci dapat dilihat pada lampiran 15

halaman 109. Hasil ini juga dibuktikan dengan

menggunakan aplikasi SPSS 16.0. Output SPSS dapat

dlihat pada tabel 4.6

Tabel 4.6 Output SPSS Coefficientsa


Standardiz
Unstandardized ed
Coefficients Coefficient
s
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Const
79.757 2.240 35.570 .000
ant)
X .072 .032 .272 2.274 .026
a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel output spss di atas, konstanta dan

koefisien persamaan regresi linear diperoleh dari kolom B,

yaitu 79,757 untuk koefisien a dan 0,072 untuk koefisien b,

sehingga persamaan regeresinya: Y= 79,672 + 0,073X,

hasil ini sesuai dengan perhitungan manual yang dibantu

dengan Microsoft excel 2013. Dari hasil analisis diperoleh

thitung = 2,274 dan nilai signifikansi = 0,024 < 0,05 yang

berarti penolakan terhadap H0, ini berarti mathematical

belief berpengaruh positif terhadap prestasi belajar

matematika siswa.

71
2) Uji linieritas dan signifikansi Y atas X

Pada pengujian lineritas dan signfikansi ini, persamaan

regresi ditentukan dengan bantuan aplikasi SPSS V.16 yang

dapat dilihat pada tabel ANOVA tabel dan ANOVA a, sebagai

berikut.

Tabel 4.7 Output SPSS ANOVA Table


Sum of Mean
Squares df Square F Sig.

Y*X Between Groups (Combined) 176.935 35 5.055 .503 .976

Linearity 37.741 1 37.741 3.752 .061

Deviation
from 139.194 34 4.094 .409 .995
Linearity

Within Groups 331.958 33 10.059

Total 508.893 68

Hipotesis statistik

H0 : Y = α+βX (regresi linear)

H1 : y ≠ α+βX (regresi tak linear)

Berdasarkan output SPSS pada tabel ANOVA tabel 4.7

di atas uji linearitas persamaan garis regresi diperoleh dari

baris deviation from linearity, yaitu Fhitung (Tc) = 0,409, ini

sesuai dengan perhitungan manual yang dibantu dengan

Microsoft excel 2013 diperoleh Fhit = 0,41, dapat dilihat pada

lampiran15 halaman 113 , dengan nilai signifikansi = 0,995 >

72
0,05, hal ini berarti penolakan terhadap H0 atau persamaan

regresi Y (prestasi belajar) atas X (mathematical belief)

adalah linear atau berupa garis linear.

Untuk menentukan uji signifikansi antara variabel Y

(prestasi matematika siswa) atas variabel X (mathematical

belief) maka dapat di lihat pada tabel ANOVAa pada aplikasi

SPSS V.16 pada tabel 4.8.

Tabel 4.8 output SPSS ANOVAb


Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
1 Regressi
37.741 1 37.741 5.170 .026a
on
Residual 471.152 67 7.032
Total 508.893 68
a. Predictors: (Constant), X

b. Dependent Variable: Y

Hipotesis statistik:

H0: β = 0

H0: β ≠ 0

Berdasarkan output SPSS pada tabel 4.8 di atas, uji

signifikansi persamaan regresi diperoleh dari baris regresion

kolom F yaitu, FHit (b/a) = 5,170, ini sesuai dengan

perhitungan manual yang dibantu dengan menggunakan

bantuan Microsoft excel diperoleh Fhitung =5,169 dapat dilihat

73
pada lampiran 15 halaman 113, nilai signifikansi = 0,026 <

0,05 dengan demikian terdapat penolakan terhadap H 0 maka

dapat dikatakan, uji signifikansi variabel Y (prestasi

matematika siswa) atas variabel X (mathematical belief)

adalah signifikan atau mathematical belief siswa

berpengaruh terhadap prestasi siswa. Untuk lebih jelasnya

ringkasan uji linearitas dan signifikan disajikan pada tabel

ANOVA regresi dibahawah ini:

Tabel 4.9 Uji Linearitas dan Signifikansi


Sumber Ftab
db JK RJK Fhit
Varians α = 0,05
Total 69 496784 -
Regresi 496275,044
1 496275
(a) 4
Regresi 36,4523604 36,4523 5,16955 1,78250
1
(b/a) 4 6 4 9
7,05135
Sisa 67 472
5
Tuna 4,90634
31 152,097
Cocok 7 3,98404
0,551
8,89844 9
Galat 36 320,344
4

Keterangan :
* = regresi signifikan (Fhit = 5,169554> Ftab = 3,984049)
ns = non signifikan atau regresi linear (Fhit = 0,551< Ftab =
1,782509)
db = derajat bebas
JK = Jumlah Kuadrat
RJK = Rata-rata Jumlah Kuadrat
Fhit = Fhitung
Ftab = Ftabel

74
Dari hasil analisis seperti disarikan pada tabel diatas diperoleh

Fhit(b/a) = = 5,169554> Ftab = 1,782509dan Fhit (Tc) = 0,551<

Ftab = 3,984049. Dengan demikian, “mathematical belief

berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika dan

pengaruhnya bersifat linear”.

3) Uji signifikansi koefisien korelasi X dan Y

Uji signifikansi koefisien korelasi X dan Y ditentukan

dengan menggunakan bantuan microsoft excel yang dapat

dilihat pada lampiran dan aplikasi SPSS. Output SPSS dapat

i Tabel 4.10 Output SPSS Model Summary


Change Statistics
l Std. Error
Adjusted of the R Square Sig. F
i
Model R R Square R Square Estimate Change F Change df1 df2 Change
a
1h .272 .072 .060 2.65182 .074 5.170 1 67 .026

a. Predictors: (Constant), X
a

t pada tabel 4.9.

75
Uji signifikansi koeifisien korelasi diperoleh tabel model

summary. Terlihat pada baris pertama koefisien korelasi (rxy) =

0,272 dan Fhit = 5,17 ini sesuai dengan perhitungan manual

yang dibantu dengan Microsoft excel dapat dilihat pada

lampiran 15 halaman 116, dengan uji signifikansi = 0,026 <

0,05 , hal ini berarti H0 ditolak, dengan demikian koefisien

korelasi X dan Y adalah signifikan. Sedangkan koefisien

determinasi dari tabel terlihat pada baris ke 2 yaitu kolom R

Square = 0,072 × 100% = 7,2%, yang mengandung makna

7,2% variasi variabel prestasi siswa dapat dipengaruhi oleh

variabel mathematical beliesf.

C. Interpretasi Data

Berdasarkan hasil dan penelitian yang telah dilakukan di SMA

Negri 86 Jakarta, kemudian diadakan analisis yang merupakan

pengelolaan yang lebih lanjut dari hasil uji hipotesis. Dalam analisis ini

akan dibuat interpretasi dari hasil perhitungan dengan menggunakan

analisis regresi dari variabel X dan Y. Dimana variabel X yang

merupakan kemampuan mathematical belief diukur dengan

menggunakan angket dan prestasi belajar siswa yang diperoleh dari

nilai raport siswa pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018.

76
Analisis regresi sederhana yang dilakukan terdiri dari beberapa

tahap, yang pertama adalah menentukan persamaan regresinya. Dari

hasil analisis regresi sederhana yang dilakukan diperoleh persamaan

regresi Y atas X adalah ̂ = 79,672 + 0,162 X dimana a konstanta

yang bernilai 79,672 yang artinya ketika belief matematika siswa 0

(tidak ada) maka rata-rata prestasi belajar matematika siswa sebesar

79,672. dan b sebagai koefisien yang bernilai 0,162 yang berarti

setiap kenaikan 1 satuan pada variabel mathematical beliefs maka

akan meningkatkan rata-rata prestasi belajar matematika siswa

sebesar 0,162.

Pada tahap selanjutnya, peneliti menghitung uji linearitas dan uji

signifikansi. Berdasarkan uji linieritas yang telah dilakukan dperoleh

Fhit = 0,417 dan Ftab = 1,782, karena Fhit < Ftab degan demikian H0

ditolak, dengan demikian persamaan regresi Y atas X berbentuk garis

linear. Untuk uji signifikansi Fhitung adalah 5,169 dan Ftabel adalah

3,9818, maka Fhitung < Ftabel, hal ini berarti H0 ditolak. Dengan demikian

pengaruh regresi Y atas X adalah signifikan. Maka dapat disimpulkan

bahwa variabel X (mathematical beliefs) berpengaruh terhadap

variabel Y (prestasi belajar matematika siswa) dan bersifat linear.

Setelah menghitung keterkaitan atau pengaruh antara variabel X

dan variabel Y, tahap selanjutnya adalah mengetahui apakah

pengaruh antara variabel X dan variabel Y tersebut positif atau

negatif. Menentukan pengaruh positif atau negatif antara satu variabel

77
dengan variabel yg lainnya dilakukan dengan menguji koefisien a dan

koefisien b pada persamaan regresi dengan menggunakan statistika

uji-t. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai dari ta = 35,508, tb =2,273,

dan nilai ttabel untuk α = 0,05 dan db (S) = 67 adalah 1,996 sehingga ta

> ttabel atau H0 ditolak, hal ini berarti konstanta persamaan regresi

signifikan. Sedangkan tb > ttabel atau H0 ditolak atau koefisien regresi

bersifat signifikan. Dengan demikian, “mathematical beliefs

berpengaruh positif terhadap prestasi belejar matematika siswa”. Ini

berarti bahwa nilai mathematical belief maka akan terjadi kenaikan

nilai prestasi siswa dan sebalinya.

Tahap Selanjutnya adalah menghitung uji koefisien korelasi dan

uji signifikansi koefisien korelasi X dan Y untuk mengetahui hubungan

antara koefisien X dan koefisien Y signifikan atau tidak. Koefisien

korelasi antara X dan Ynya sebesar 0,267639087 dan nilai thitung untuk

melihat signifikansi antara korelasi X dan Y adalah 3,1344. Kemudian

bandingkan dengan ttabel untuk α = 0,05 dan db = n-2 = 69 – 2 = 67,

diperoleh ttabel = 1,9964. Sehingga thitung > ttabel atau H0 ditolak. Hal ini

berarti bahwa korelasi antara X dan Y signifikan. Karena koefisien

korelasi adalah positif, maka makin tinggi mathematical beliefs siswa

makin tinggi pula prestasi matematika yang dapat dicapai.

Besarnya variasi kemampuan mathematical beliefs siswa

terhadap prestasi belajar matematika dilihat dari koefisien determinasi

yang diperoleh sebesar 0,072 atau 7,2%. Ini berarti bahwa variasi

78
prestasi belajar yang dapat dijelaskan oleh mathematical beliefs

siswa hanya sebesar 7,2% sedangkan 92,8% sisanya dijelaskan oleh

faktor lain di luar mathematical beliefs baik itu seperti motivasi belajar,

metode pembelajaran yang diberikan guru, persepsi siswa dan

variabel lain. Besarnya pengaruh ini menunjukan bahwa pengaruh

mathematical beliefs terhadap prestasi belajar matematika siswa

sangat kecil, sehingga variabel matematical beliefs tidak begitu

ditekankan dalam proses pembelajaran matematika. Meskipiun tidak

memiliki pengaruh yang begitu besar namun mathematical beliefs

dapat membantu siswa lebih percaya diri dalam mengikuti proses

pembelajaran sehingga dapat meminimalisir ketegangan siswa saat

mengikuti proses pembelajaran matematika yang diharapkan dapat

meningkatkan prestasi belajar matematika.

79
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah

diuraikan pada bab sebelumnya, maka peneliti dapat menyimpulkan

hasil dari analisis data sebagai berikut, berdasarkan hasil perhitungan

uji signifikansi degan menggunakan bantuan microsoft excel diperoleh

Fhit = 5,169 < Ftab = 3,984, sehingga terdapat penolakan terhadap H0,

hal ini sesuai dengan perhitungan dengan menggunakan aplikasi

SPSS V 16.0 diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,024 < 0,05, maka

H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara

mathematical beliefs siswa dengan prestasi belajar matematika siswa

kelas XI SMA Negri 86 Jakarta.

Dari hasil perhitungan juga diperoleh koefisien determinasi 𝑟 =

7,2%, ini berarti bahwa variasi prestasi belajar yang dapat dijelaskan

oleh mathematical beliefs siswa hanya sebesar 7,2% sedangkan

92,8% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar mathematical belief

baik itu seperti motivasi belajar, metode pembelajaran yang diberikan

guru, persepsi siswa dan variabel lain.

80
B. Saran

Berdasarkan uaraian di atas penulis merasa perlu memberikan

beberapa saran, diantaranya:

81
1. Sekolah dan guru dapat lebih memperhatikan mathematical beliefs

siswa dalam pembelajaran dalam matematika agar dapat lebih

meningkatkan prestasi siswa dalam belajar matematika.

2. Kepala sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan hasil

penelitian ini kepada guru-guru mata pelajaran lain.

3. Dengan besar variasi mathematical beliefs terhadap prestasi

belajar matematika siswa sebesar 7,2%, peneliti lain yang ingin

melanjutkan penelitian ini diharapkan memilih sampel yang memiliki

prestasi belajar matematika yang lebih rendah.

82
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta:

Rineka Cipta

Alqur’an dan Terjemahannya. 2008. Departemen Agama RI. Bandung:

Diponegoro. H.543

Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan zain. 2015. Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta: Rineka Cipta

Fasikhah, S.S. dan Fatimah, S. Self-regulated learning (srl) dalam

meningkatkan prestasi Akademik pada mahasiswa. Jurnal psikologi

ilmiah terapan 01(01): 145-155.

Firmansyah, Muhammad Arie. 2017. “Peran Kemampuan Awal

Matematika dan Belief Matematika terhadap Hasil Belajar”. Jurnal

Pendidikan Matematika 1(1): 55-68.

Hardini, isriani dan Dewi Puspitasari. 2012. Strategi Pembelajaran

Terpadu. Yogyakarta: Familia.

Hendriana, Heris. 2013. “Membangun Kepercayaan Diri Siswa Melalui

Pembelajaran Matematika Humanis”. Prosiding Seminar Nasion

Matematika dan Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 1: 13.

Himmah, Wulan Izzatul. 2017. Analisis Belief Matematik Siswa Tingkat

SMP. Journal of Medives 1 (1): 49-58

83
Isharyadi, ratri dan Hera Deswita. 2017. Pengaruh Mathematical Beliefs

Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA. PYTHAGORAS

6(1): 1-10

84
Kadir. 2015. Statistika terapan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Khaliq, Idham. 2017. Upaya meningkatkan daya berpikir kritis siswa

dengan menggunakan metode socrates kontekstual. Jurnal

Fibonacci: Jurnal Pendidikan Matematika dan & Matematika 3(1).

53-64

Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka

Cipta

Naskah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diakses dari

[Link], pada tanggal 13 April 2017.

Riduwan, 2015. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan

Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Sejati, E.O.W. 2015. “Mengembangkan Kepercayaan Diri Siswa Melalui

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement

Divisions (STAD) dalam Pendekatan Penemuan Terbimbing”.

Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika UNY

883-890

Septiana, Anisa. 2016. “Hubungan Gaya Belajar Dan Persepsi Siswa

Tentang Metode Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar

Matematika Pada Siswa-Siswi Kelas Xi Sma Negeri 1 Sangatta

Utara Kutai Timur. eJournal Psikologi”. Vol. 4. ISSN 2477-2674.

85
Siagian, Roida Eva Flora. 2013. “Pengaruh Minat dan Kebiasaan Belajar

Siswa Terrhadap Prestasi Belajar Matematika”. Jurnal Formatif 2(2):

122-131. ISSN 2088-351X

Siregar, syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: kencana.

Sugiyono. 2015. Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sundayana, Rostina. 2016. Statistika penelitian pendidikan. Bandung:

Alfabeta

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Thaib, Eva Nauli. 2013. “Hubungan Antara Prestasi Belajar dengan

Kecerdasan Emosional”. Jurnal ilmiah DIDAKTIKA 13(02): 384-399

86
Lampiran 1

Kisi-kisi Instrumen Kuesioner Mathematical Beliefs Siswa


Sebelum Uji Validasi
No. Item
Aspek Indikator Jumlah
(+) (-)
19. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai
matematika 1,8 5,23 4
sebagai mata
pelajaran
20. Siswa memiliki
Keyakinan
keyakinan
tentang
mengenai
pendidikan
pembelajaran 24,26 2,25 4
matematika
matematika dan
pemecahan
masalah
21. Siswa memiliki
keyakinan
tentang
3,9 6,27 4
pengajaran
matematika
secara umum
22. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai self
4,10 21,22
efficacy (self
4
efficacy beliefs)
terhadap
matematika
23. Siswa memiliki
Keyakinan
keyakinan
tentang diri
mengenai kontrol
sendiri 7,11 12,29 4
(control beliefs)
terhadap
matematika
24. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai harga
13,29 14,30 4
tugas (task-value
beliefs) terhadap
matematika

87
25. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai
orientasi - tujuan 34,36 19,35 4
(goal- orientation
beliefs) terhadap
matematika
26. Siswa memiliki
keyakinan
tentang norma
sosial dalam
pembelajaran
4
Keyakinan matematika di
18,20 17,33
tentang kelas, yaitu
konteks mengenaiperan
sosial dan fungsi guru
serta peran dan
fungsi siswa
27. Siswa memiliki
keyakinan tentang
16,32
norma sosial 15 4
,31
matematik di
dalam kelas
Jumlah 19 17 36

88
Lampiran 2

Kuesioner Mathematical Beliefs Siswa sebelum Uji Validasi

Nama :

Kelas :

Petunjuk Pengisian

A. Berilah tanda checklist (√) pada jawaban yang sesuai dengan


pendapat anda.
B. Pilih salah satu jawaban yang terdapat pada kolom:
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
RG : Ragu-ragu
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
C. Isilah dengan jawaban objektif.

Jawaban
No Pernyataan
SS S RG TS STS
Saya yakin metematika merupakan pelajaran
1
yang penting untuk dipelajari (+)
Saya merasa matematika tidak dapat
2 membantu saya dalam memecahkan
masalah dalam kehidupan sehari-hari (-)
Saya merasa metode pembelajaran yang
3 digunakan dalam pengajaran matematika
sudah tepat dan mudah dipahami (+)
Ketika saya membaca soal matematika
4 dengan teliti, saya dapat menyelesaikannya
dengan baik (+)
Saya ragu matematika dapat bermanfaat
5
pada ilmu lain (-)
Saya tidak nyaman dengan metode yang
6 diterapkan guru saat pembelajaran
matematika berlangsung (-)
Saya yakin berhasil dalam ulangan
7
matematika yang akan datang (+)
Saya yakin matematika sebagai mata
8 pelajaran yang mudah dipahami (+)
Saya yakin pengajaran matematika di
9 sekolah sesuai dengan kompetensi yang ada
(+)

89
Saya merasa percaya diri atas kemampuan
10
matematika yang saya miliki (+)
Saya dapat mempelajari sendiri materi
11
matematika yang sulit (+)
Saya khawatir gagal menyelesaikan tugas
12
matematika yang berat (-)
Saya yakin dapat mengerjakan soal ulangan
13
matematika dengan nilai yang bagus (+)
Saya cemas dalam mengerjakan soal
14
matematika (-)
Saya merasa ragu untuk bertanya dalam
15
forum diskusi matematika (-)
Saya berani mengemukakan pendapat
16
sendiri di forum diskusi matematika (+)
Saya tidak yakin dapat menghargai pendapat
17
yang berbeda dengan pendapat saya (-)
Saya merasa nyaman ketika sedang
18 menjelaskan pendapat saya kepada guru dan
teman saat diskusi kelas (+)
Saya merasa nyaman belajar matematika
19
tanpa terget dan tujuan (-)
Saya percaya guru selalu mengajarkan
bahwa mengemukakan ide dan pendapat
20
saat pembelajaran dapat meningkatkan
kemampuan pemahaman siswanya (+)
Saya merasa kurang percaya diri atas
21
kemampuan matematika yang saya miliki (-)
Saya merasa putus asa dalam
22 menyelesaikan tugas matematika (-)
Saya merasa bahwa matematika merupakan
23 mata pelajaran yang paling sulit dipahami
dibandingkan mata pelajaran yang lainnya (-)
Saya yakin pembelajaran matematika di
24 sekolah dapat bermanfaat dalam kehidupan
sehari-hari (+)
Saya yakin pembelajaran matematika tidak
25 mudah dipahami oleh setiap orang yang
mempelajarinya (-)
saya yakin pembelajaran matematika dapat
26 memudahkan saya mendapatkan solusi
dalam menyelesaikan masalah (+)
Saya merasa media pembelajaran dalam
27 matematika tidak dapat membantu saya
dalam memahami materi matematika (-)

90
Saya ragu-ragu dapat mempelajari sendiri
28 materi matematika yang sulit (-)
Saya yakin dapat menyelesaikan tugas
29 matematika yang diberikan guru (+)
Saya ragu mendapatkan nilai yang bagus
30
dalam ujian matematika (-)
Saya yakin dapat memberikan solusi dengan
31
menggunakan argumen matematis (+)
Saya nyaman berdiskusi matematika dengan
32
siapapun (+)
Saya ragu guru memberikan kesempatan
33
yang sama untuk berpendapat (-)
saya yakin bahwa saya dapat
34 mengaplikasikan materi matematika dalam
kehidupan sehari-hari (+)
Saya belajar matematika tanpa
35 memperhatikan tujuan (-)
Saya berusaha menetapkan tujuan belajar
36 matematika yang ingin saya capai (+)

91
Lampiran 3

Lembar Validasi Angket Mathematical Beliefs Siswa Kelas XI SMA


Negeri 86 Jakarta

Petunjuk

1. Sebagai pedoman untuk mengisi tabel validasi isi, bahasa dalam


lembar angket dan kesimpulan yang perlu diperhatikan antara
lain:
a. Validasi Isi
1) Lembar angket sudah sesuai dengan kisi-kisi,
2) Lembar angket dirumuskan dengan singkat dan jelas.
b. Bahasa dalam Lembar Angket
1) Lembar angket menggunakan bahasa yang sesuai
dengan Kaidah Bahasa Indonesia;
2) Kalimat dalam lembar angket tidak menimbulkan
penafsiran ganda; keterangan:
3) Rumusan kalimat dalam lembar angket komunikatif,
menggunakan bahasa yang sederhana, mudah
dimengerti, dan menggunakan kata-kata yang dikenal
siswa.
2. Berilah tanda centang ( √ ) pada kolom yang disediakan sesuai
dengan pendapat Ibu/Bapak. Keterangan :
TR : Dapat digunakan tanpa revisi
R : Harus direvisi kembali
Y : Ya
T : Tidak

92
25
95
96
97
Lampiran 4

LEMBAR VALIDASI ANGKET MATHEMATICAL BELIEFS SISWA KELAS XI SMK BINA MANDIRI

Petunjuk

3. Sebagai pedoman untuk mengisi tabel validasi isi, bahasa dalam lembar angket dan kesimpulan yang perlu
diperhatikan antara lain:
c. Validasi Isi
3) Lembar angket sudah sesuai dengan kisi-kisi,
4) Lembar angket dirumuskan dengan singkat dan jelas.
d. Bahasa dalam Lembar Angket
4) Lembar angket menggunakan bahasa yang sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia;
5) Kalimat dalam lembar angket tidak menimbulkan penafsiran ganda; keterangan:
6) Rumusan kalimat dalam lembar angket komunikatif, menggunakan bahasa yang sederhana, mudah
dimengerti, dan menggunakan kata-kata yang dikenal siswa.
4. Berilah tanda centang ( √ ) pada kolom yang disediakan sesuai dengan pendapat Ibu/Bapak. Keterangan :
TR : Dapat digunakan tanpa revisi
R : Harus direvisi kembali
Y : Ya
T : Tidak

98
100
101
102
103
Lampiran 5

Uji Validasi Instrumen

skor item (X)


siswa Jumlah (Y
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
1 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 137
2 4 2 3 4 4 2 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 2 3 3 2 3 4 2 3 2 3 4 4 4 114
3 5 4 5 5 2 4 5 5 5 5 3 4 5 5 5 5 3 5 4 5 3 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5 2 5 5 5 161
4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 2 4 3 4 2 3 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 122
5 4 4 3 4 4 2 3 3 3 4 3 1 3 3 4 4 4 3 3 5 3 3 4 4 2 4 4 2 4 3 3 4 2 4 3 4 120
6 5 3 3 4 3 4 3 2 4 3 5 1 3 2 2 3 4 3 5 4 3 3 3 4 2 2 3 3 3 1 3 5 2 5 3 3 114
7 4 3 4 4 3 2 5 5 4 4 3 2 4 2 3 4 2 4 3 3 4 4 4 3 2 3 3 2 4 2 4 4 2 4 4 4 121
8 5 3 4 5 3 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 2 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 129
9 4 3 4 5 3 3 4 3 3 4 2 2 5 2 4 3 4 5 4 5 4 4 2 3 2 3 4 5 2 4 4 4 4 3 5 5 130
10 4 4 2 4 3 2 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 4 3 4 3 2 3 2 4 3 3 2 4 3 4 4 4 2 4 2 4 108
11 3 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 2 3 2 4 3 5 3 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 117
12 4 3 4 4 4 3 4 2 4 2 4 3 4 3 1 3 4 5 4 5 3 4 2 3 2 3 4 2 2 4 4 4 4 3 5 4 123
13 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 2 2 4 2 4 3 5 5 4 4 3 3 5 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 121
14 3 2 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 4 2 3 3 2 3 2 2 2 3 1 3 3 2 3 2 4 99
15 4 3 3 4 2 3 3 2 4 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 2 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 120
16 3 2 3 4 2 2 3 3 4 3 3 2 4 2 2 3 3 3 2 4 2 2 2 3 2 3 2 2 4 2 3 4 3 4 2 3 100
17 3 3 3 4 2 2 3 3 4 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 113
Jumlah X 66 54 57 67 51 49 61 53 64 55 50 43 60 49 56 57 65 64 60 68 49 58 55 58 46 55 56 52 60 48 58 62 49 64 62 68 2049
r hitung 0,595995 0,596132 0,814086 0,452983 0,099445 0,565685 0,74016 0,583639 0,358224 0,692859 0,023923 0,306703 0,591059 0,53708 0,623222 0,762288 -0,09852 0,652066 0,115963 0,259663 0,545837 0,724189 0,575742 0,545376 0,306901 0,661048 0,828137 0,345632 0,34532 0,557858 0,687237 0,384451 0,193855 0,296683 0,77233 0,672625
r tabel 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514
hasil Valid Valid Valid Tidak ValidTidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak ValidTidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak ValidTidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak ValidTidak Valid Valid Valid Tidak ValidTidak ValidTidak Valid Valid Valid

104
Lampiran 6

PERHITUNGAN UJI VALIDITAS INSTRUMEN

Langkah Uji Validitas dengan Korelasi Product Moment

1. Menghitung nilai hitung

∑ ∑ ∑
xy =
√{ ∑ ∑ }{ ∑ ∑ }

xy =
√{ }{ }

xy =

xy =

xy =

xy =

xy = 0,59599

105
2. Menghitung nilai tabel

, α = 0,05

Nilai (22 – 2) dari tabel product moment = 0,514

3. Membuat Keputusan

Karena hitung ≥ tabel (0,595 ≥ 0,514) , maka item pernyataan no 1 Valid begitu juga untuk item pernyataan lainnya

dapat di cari dengan cara yang sama.

106
Lampiran 7

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen dengan Bantuan Microsoft Excel

Nomor Item
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
1 Abdul Ahad Damara 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4
2 Adinda Aryati Anggini 4 2 3 2 3 3 2 3 4 3 3 4 3 4 3 2 3 2 2 3 4 4
3 Ajeng Dwi Pangesti 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5
4 Ajeng Silvia Rahayu 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 2 4 3 4 3 3 2 3 4 4
5 Alfirqoh Annajiyah 4 4 3 2 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4
6 Alif Wisnu Pramudya 5 3 3 4 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 2 3 1 3 3 3
7 Amelia Putri 4 3 4 2 5 5 4 4 2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 2 4 4 4
8 Ananda Amelia 5 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4
9 Anggun Nurfaizah 4 3 4 3 4 3 4 5 2 4 3 5 4 4 2 3 3 4 4 4 5 5
10 Annisa Febri Kirana 4 4 2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 4 3 2 4 4 2 4
11 Arista Rahmadina 3 3 3 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4
12 Aulia Rahmah 4 3 4 3 4 2 2 4 3 1 3 5 3 4 2 3 3 4 4 4 5 4
13 Azzahra Kusmawati 3 3 3 3 4 3 3 4 2 4 3 5 3 3 5 3 3 3 3 3 4 4
14 Cantika Rahmah 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 1 3 2 4
15 Diyah Ayu Kusumaningrum 4 3 3 3 3 2 3 2 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4
16 Diana Litasari Rahayu 3 2 3 2 3 3 3 4 2 2 3 3 2 2 2 3 3 2 2 3 2 3
17 Dinar Salsa Rahmelia 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 2 2 3 4 4 3 3 3 3 4
JUMLAH 66 54 57 49 61 53 55 60 49 56 57 64 49 58 55 58 55 56 48 58 62 68
Sigma X^2 4356 2916 3249 2401 3721 2809 3025 3600 2401 3136 3249 4096 2401 3364 3025 3364 3025 3136 2304 3364 3844 4624
Si 0,696631 0,808957 0,701888 0,857493 0,712287 0,92752 0,83137 0,799816 0,99262 1,046704 0,606339 0,83137 0,696631 0,87026 0,970143 0,795206 0,752447 0,919559 1,014599 0,618347 0,996317 0,5
Si^2 0,485294 0,654412 0,492647 0,735294 0,507353 0,860294 0,691176 0,639706 0,985294 1,095588 0,367647 0,691176 0,485294 0,757353 0,941176 0,632353 0,566176 0,845588 1,029412 0,382353 0,992647 0,25
Sigma Si^2 15,08823529
St^2 139,6323529
reliabilitas (r11) 0,936540284
Kategori Sangat Tinggi

107
Lampiran 8

PERHITUNGAN UJI REALIBILITAS INSTRUMEN

Langkah Uji Realibilitas dengan Alpha Cronbach :

1. Menentukan varians skor tiap-tiap item soal S1

2. Menentukan nilai jumlah varians semua total ( ∑ ) dengan yang

telah dihitung di Microsoft Excel sebesar

∑ = 14,588

3. Selanjutnya uji realibilitas instrumen dengan rumus alpha cronbach:


𝑟 ( )( )

𝑟 * +* +

𝑟 * +* +

𝑟 0,934

Berdasarkan uji reliabilitas diatas koefisien reliabilitas yang dihasilkan

dapat diinterpretasikan bahwa suatu instrumen dikatakan reliabel bila

koefisien reliabilitas 𝑟 ˃ 0,60. Hasil perhitungan diperoleh dalam

penelitian ini 0,934 ˃ 0,60 maka instrumen kuesioner tersebut reliabel dan

118
berdasarkan kriteria reliabilitas , nilai 𝑟 berada diantara 0,60 ˂

𝑟 ˂ 1,00 dengan kriteria sangat tinggi.

Lampiran 9

Kisi-kisi Instrumen Kuisoner Mathematical Beliefs setelah


uji validasi dan reliabilitas
No. Item
Aspek Indikator Jumlah
(+) (-)
28. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai
matematika 1,6 15 3
sebagai mata
pelajaran
Keyakinan 29. Siswa memiliki
tentang keyakinan
pendidikan mengenai
16,17 2 3
matematika pembelajaran
matematika dan
pemecahan
30. Siswa memiliki
keyakinan
tentang
3 18,4 3
pengajaran
matematika
secara umum
31. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai self
7 13,14
efficacy (self
3
efficacy beliefs)
Keyakinan
terhadap
tentang diri
matematika
sendiri
32. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai kontrol
5 19 2
(control beliefs)
terhadap
matematika

119
33. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai harga
8 9 2
tugas (task-value
beliefs) terhadap
matematika
34. Siswa memiliki
keyakinan
mengenai
orientasi - tujuan 22 21 2
(goal- orientation
beliefs) terhadap
matematika
35. Siswa memiliki
keyakinan
tentang norma
sosial dalam
pembelajaran
1
Keyakinan matematika di
12 -
tentang kelas, yaitu
konteks mengenaiperan
sosial dan fungsi guru
serta peran dan
fungsi siswa
36. Siswa memiliki
keyakinan tentang
10,11
norma sosial - 3
20,
matematik di
dalam kelas
Jumlah 19 17 22

120
Lampiran 10

KUESIONER MATHEMATICAL BELIEFS SISWA


Nama :
Kelas :
Petunjuk Pengisian
D. Berilah tanda checklist (√) pada jawaban yang sesuai dengan
pendapat anda.
E. Pilih salah satu jawaban yang terdapat pada kolom:
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
RG : Ragu-ragu
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
F. Isilah dengan jawaban objektif.
Jawaban
No Pernyataan
SS S RG TS STS
Saya yakin metematika merupakan
1
pelajaran yang penting untuk dipelajari (+)
Saya merasa matematika tidak dapat
2 membantu saya dalam memecahkan
masalah dalam kehidupan sehari-hari (-)
Saya merasa metode pembelajaran yang
3 digunakan dalam pengajaran matematika
sudah tepat dan mudah dipahami (+)
Saya tidak nyaman dengan metode yang
4 diterapkan guru saat pembelajaran
matematika berlangsung (-)
Saya yakin berhasil dalam ulangan
5
matematika yang akan datang (+)
Saya yakin matematika sebagai mata
6 pelajaran yang mudah dipahami (+)
Saya merasa percaya diri atas
7 kemampuan matematika yang saya miliki
(+)
Saya yakin dapat mengerjakan soal
8 ulangan matematika dengan nilai yang
bagus (+)
Saya cemas dalam mengerjakan soal
9
matematika (-)

121
Saya merasa ragu untuk bertanya dalam
10
forum diskusi matematika (-)
Saya berani mengemukakan pendapat
11
sendiri di forum diskusi matematika (+)
Saya merasa nyaman ketika sedang
12 menjelaskan pendapat saya kepada guru
dan teman saat diskusi kelas (+)
Saya merasa kurang percaya diri atas
13 kemampuan matematika yang saya miliki
(-)
Saya merasa putus asa dalam
14 menyelesaikan tugas matematika (-)
Saya merasa bahwa matematika
merupakan mata pelajaran yang paling
15
sulit dipahami dibandingkan mata
pelajaran yang lainnya (-)
Saya yakin pembelajaran matematika di
16 sekolah dapat bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari (+)
saya yakin pembelajaran matematika
17 dapat memudahkan saya mendapatkan
solusi dalam menyelesaikan masalah (+)
Saya merasa media pembelajaran dalam
18 matematika tidak dapat membantu saya
dalam memahami materi matematika (-)
Saya ragu mendapatkan nilai yang bagus
19
dalam ujian matematika (-)
Saya yakin dapat memberikan solusi
20 dengan menggunakan argumen
matematis (+)
Saya belajar matematika tanpa
21 memperhatikan tujuan (-)
Saya berusaha menetapkan tujuan belajar
22 matematika yang ingin saya capai (+)

122
Lampiran 11

Perhitungan Statistik Kusioner mathematical belief Siswa


A. Distribusi Frekuensi

49 51 52 54 55 55 57 57 57 58
59 59 60 61 61 62 63 63 64 64
65 65 65 65 66 67 67 68 68 69
69 69 70 70 71 71 71 72 72 72
73 73 73 74 75 75 75 77 77 77
77 78 78 78 79 79 79 80 80 81
82 83 84 84 84 85 87 93 96

1. Banyak Data (n) = 69


2. Rentang
R = Xmaks – Xmin
= 96 – 49
= 47
3. Banyak Kelas
BK = 1 + 3,3 log (n)
= 1 + 3,3 log (69)
= 1 + 3,3 (1,838)
= 1 + 6,0682
= 7,068
= 7 (pembulatan ke bawah)
4. Interval Kelas (i)

6,688083798 (dibulatkan ke bawah)

Tabel Tabulasi Distribusi Frekuensi

Kelas Nilai
No Interval F0 tengah(Xi) (Xi)^2 [Link] [Link]^2
1 49 55 6 52 2704 312 16224
2 56 62 10 59 3481 590 34810
3 63 69 16 66 4356 1056 69696
4 70 76 15 73 5329 1095 79935
5 77 83 15 80 6400 1200 96000
6 84 90 5 87 7569 435 37845
7 91 97 2 94 8836 188 17672
jumlah 69 511 38675 4876 352182

123
B. Perhitungan Mean

̅ 70,6666667

C. Perhitungan Median

( )

D. Perhitungan Modus

( ) ( ) 66,5 + ( )

E. Perhitungan Varians
∑ ∑
= 48,90786

F. Perhitungan Simpangan Baku


G. Perhitungan Kemiringan
̅

Lampiran 12

Perhitungan Statistik Prestasi Belajar Matematika


H. Distribusi Frekuensi

77 79,25 79,75 79,75 81,5 81,75 82 82,25 82,25 82,25

82,25 82,5 82,5 82,75 82,75 82,75 83 83 83 83,25

83,25 83,5 83,5 83,75 83,75 83,75 83,75 84 84,25 84,25

84,25 84,5 84,5 84,75 84,75 85 85 85 85,25 85,25

85,25 85,5 85,5 85,5 85,5 85,75 85,75 85,75 85,75 86

86,25 86,25 86,25 86,5 86,75 86,75 87 87 87,25 87,25

88,5 88,5 88,75 89 89,75 90 90,5 90,5 91,25

5. Banyak Data (n) = 69

124
6. Rentang
R = Xmaks – Xmin
= 91,25 – 77
= 11
7. Banyak Kelas
BK = 1 + 3,3 log (n)
= 1 + 3,3 log (70)
= 1 + 3,3 (1,845)
= 1 + 6,0888
= 7,0682
= 7 (pembulatan ke bawah)
8. Interval Kelas (i)
(dibulatkan ke atas)

Tabel Tabulasi Distribusi Frekuensi

Nilai
No Kelas Interval F0 tengah(Xi) (Xi)^2 [Link] [Link]^2
1 77 79 4 78 6084 312 24336
2 80 82 12 81 6561 972 78732
3 83 85 33 84 7056 2772 232848
4 86 88 14 87 7569 1218 105966
5 89 91 6 90 8100 540 48600
6 92 94 0 93 8649 0 0
JUMLAH 69 513 44019 5814 490482

I. Perhitungan Mean

̅
J. Perhitungan Median

( )

K. Perhitungan Modus

( ) 82,25

125
L. Perhitungan Varians
∑ ∑

M. Perhitungan Simpangan Baku


N. Perhitungan Kemiringan
̅
0,683075226

126
Lampiran 13

Perhitungan Uji Normalitas Kuisioner mathematical beliefs Siswa

1. Hipotesis
H0: Data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1: Data sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal

2. Menentukan Chi-Square tabel (  2tabel ) berdasarkan dari tabel Kai Kuadrat (Chi Square) diman;
Jumlah Sampel = 70
Taraf Signifikansi = 5% (0,05)
Dk = K-1= 7-1 = 6
Sehingga diperoleh:
 2tabel = 12,592
Menentukan Chi Square hitung ( 
2
3. hitung ) dengan menggunakan tabulasi tabel sebagai berikut:

No Kelas Interval F0 Nilai tengah(Xi) (Xi)^2 [Link] [Link]^2 batas kelas Z luas 0-Z luas kelas interval fe f 0 -f e (f0-fe)2 (f 0 -f e )2 /f e
1 49 55 6 52 2704 312 16224 48,5 -2,0952 0,018076825 0,057772884 3,98632899 2,01367101 4,054870937 1,017194253
2 56 62 10 59 3481 590 34810 55,5 -1,43355 0,075849709 0,144232975 9,95207527 0,04792473 0,00229678 0,000230784
3 63 69 16 66 4356 1056 69696 62,5 -0,77191 0,220082684 0,236013581 16,28493711 -0,284937106 0,081189154 0,004985537
4 70 76 15 73 5329 1095 79935 69,5 -0,11027 0,456096265 0,253212724 17,47167794 -2,471677943 6,109191854 0,349662572
5 77 83 15 80 6400 1200 96000 76,5 0,551367 0,709308989 0,178127574 12,29080261 2,709197388 7,339750488 0,597174222
6 84 90 5 87 7569 435 37845 83,5 1,213008 0,887436563 0,082142873 5,667858261 -0,667858261 0,446034657 0,07869545
7 91 97 2 94 8836 188 17672 90,5 1,874648 0,969579436 0,024818849 1,712500609 0,287499391 0,0826559 0,048266202
97,5 2,536289 0,994398286 0 0 0 0

jumlah 69 511 38675 4876 352182 584 1,764375 4,330828757 0,976321461 67,36618079 1,63381921 18,11598977 2,09620902

127
 fo  fe 
2

Karena,  2 hitung   i 1
k

fe
Keterangan:
 2 hitung : nilai Chi-Kuadrat hitung
fe : frekuensi harapan
fo : frekuensi pengamatan
k
: bawah kelas
4. Kriteria Pengujian Hipotesis
jika  hitung   tabel maka terima H 0 .
2 2

jika  hitung   tabel maka tolak H 0


2 2

5. Membandingkan  hitung dengan  2tabel untuk   0, 05 dan


2

derajat kebebasan (dk) = k-1. Berdasarkan hasil perhitungan


diperoleh:
 2 hitung <  2tabel (2,097< 12,592)

6. Kesimpulan
Karena  hitung <  2tabel (2,096< 12,592) maka H0 diterima dan
2

H1 ditolak, ini artinya data sampel berasal dari Populasi yang


berdistribusi normal.

128
Lampiran 14

Perhitungan Uji Normalitas Kuesioner Prestasi Belajar Matematika


Siswa

7. Hipotesis
H0: Data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H1: Data sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi
normal

8. Menentukan Chi-Square tabel (  2tabel ) berdasarkan dari tabel


Kai Kuadrat (Chi Square) dimana;
Jumlah Sampel = 69
Taraf Signifikansi = 5% (0,05)
Dk = k-1= 7-1 = 6
Sehingga diperoleh:
 2tabel = 12,592
Menentukan Chi Square hitung ( 
2
9. hitung ) dengan
menggunakan tabulasi tabel sebagai berikut:
No Kelas Interval F0 Nilai tengah(Xi) (Xi)^2 [Link] [Link]^2 batas kelas Z luas 0-Z luas kelas interval fe f0-fe (f0-fe)2 (f0-fe)2/fe
1 77 79 4 78 6084 312 24336 76,5 -2,6363 0,004190766 0,048723906 3,36195 0,63805 0,407108 0,121092953
2 80 82 12 81 6561 972 78732 79,5 -1,61723 0,052914672 0,221954466 15,31486 -3,31486 10,98828 0,717491761
3 83 85 33 84 7056 2772 232848 82,5 -0,59815 0,274869138 0,388224854 26,78751 6,212485 38,59497 1,440782061
4 86 88 14 87 7569 1218 105966 85,5 0,420922 0,663093992 0,261971803 18,07605 -4,07605 16,61422 0,919128651
5 89 91 6 90 8100 540 48600 88,5 1,439996 0,925065795 0,067969349 4,689885 1,310115 1,716401 0,36597937
6 92 94 0 93 8649 0 0 91,5 2,459071 0,993035143 0,006712409 0,463156 -0,46316 0,214514 0,463156204
94,5 3,478145 0,999747552
JUMLAH 69 513 44019 5814 490482 504 0,995556786 68,69342 0,306582 68,5355 4,027631

 fo  fe 
2

Karena,    i 1
2 k
hitung
fe
Keterangan:
 2 hitung : nilai Chi-Kuadrat hitung
fe : frekuensi harapan
fo : frekuensi pengamatan
k
: bawah kelas
10. Kriteria Pengujian Hipotesis
jika  hitung   tabel maka terima H 0 .
2 2

129
jika  hitung   tabel maka tolak H 0
2 2

Membandingkan  hitung dengan  2tabel untuk   0, 05


2
11.
dan derajat kebebasan (dk) = k-1. Berdasarkan hasil
perhitungan diperoleh:
 2 hitung <  2tabel (4,028 < 12,592)

12. Kesimpulan
Karena  hitung <  2tabel (4,028 < 12,592) maka H0 diterima dan
2

H1 ditolak, ini artinya data sampel berasal dari Populasi yang


berdistribusi normal.

Lampiran 15

Analisis Regresi Sederhana

1. Menentukan Persamaan Regresi Y atas X ( ̌ = a + b X)

Tabel Persiapan untuk Analisis Regresi Sederhana


No X X2 Y Y2 XY
1 61 3710 86,25 7439,0625 5253,4091
2 59 3492 86,50 7482,25 5111,3636
3 73 5289 91,25 8326,5625 6636,3636
4 63 3935 86,75 7525,5625 5441,5909
5 66 4404 85,25 7267,5625 5657,5
6 77 5971 90,00 8100 6954,5455
7 70 4900 82,00 6724 5740
8 64 4050 82,50 6806,25 5250
9 65 4166 83,50 6972,25 5389,5455
10 81 6546 85,50 7310,25 6917,7273
11 83 6844 83,25 6930,5625 6887,0455
12 62 3821 83,25 6930,5625 5146,3636
13 68 4649 84,25 7098,0625 5744,3182
14 79 6255 83,50 6972,25 6604,0909
15 65 4166 89,00 7921 5744,5455
16 77 5971 86,25 7439,0625 6664,7727
17 96 9286 85,75 7353,0625 8263,1818
18 71 5028 83,75 7014,0625 5938,6364

130
No X X2 Y Y2 XY
19 75 5557 81,50 6642,25 6075,4545
20 80 6400 85,25 7267,5625 6820
21 72 5158 84,25 7098,0625 6050,6818
22 65 4284 85,00 7225 5563,6364
23 59 3492 82,50 6806,25 4875
24 69 4774 85,50 7310,25 5907,2727
25 77 5971 85,50 7310,25 6606,8182
26 79 6255 82,25 6765,0625 6505,2273
27 55 2975 88,50 7832,25 4827,2727
28 73 5289 82,75 6847,5625 6018,1818
29 71 5028 84,50 7140,25 5991,8182
30 57 3280 83,00 6889 4753,6364
31 67 4526 87,00 7569 5852,7273
32 65 4166 84,50 7140,25 5454,0909
33 78 6112 83,00 6889 6489,0909
34 57 3280 85,50 7310,25 4896,8182
35 87 7617 86,75 7525,5625 7570,9091
36 72 5158 85,75 7353,0625 6158,4091
37 72 5158 83,00 6889 5960,9091
38 84 6995 87,25 7612,5625 7297,2727
39 85 7148 85,00 7225 7186,3636
40 73 5289 85,75 7353,0625 6236,3636
41 58 3385 81,75 6683,0625 4756,3636
42 93 8598 90,50 8190,25 8391,8182
43 60 3600 82,25 6765,0625 4935
44 79 6255 84,25 7098,0625 6663,4091
45 84 6995 82,25 6765,0625 6879,0909
46 52 2685 83,75 7014,0625 4339,7727
47 57 3280 79,25 6280,5625 4538,8636
48 82 6694 84,00 7056 6872,7273
49 55 3075 83,75 7014,0625 4644,3182
50 75 5557 87,00 7569 6485,4545
51 71 5028 88,75 7876,5625 6293,1818
52 49 2410 82,75 6847,5625 4062,2727
53 75 5557 84,75 7182,5625 6317,7273
54 84 6995 90,50 8190,25 7569,0909
55 77 5971 79,75 6360,0625 6162,5
56 68 4649 85,25 7267,5625 5812,5
57 54 2877 79,75 6360,0625 4277,5

131
No X X2 Y Y2 XY
58 74 5422 85,00 7225 6259,0909
59 69 4774 86,00 7396 5941,8182
60 64 4050 89,75 8055,0625 5711,3636
61 70 4900 88,50 7832,25 6195
62 63 3935 84,75 7182,5625 5316,1364
63 80 6400 87,25 7612,5625 6980
64 69 4774 85,75 7353,0625 5924,5455
65 51 2592 82,75 6847,5625 4212,7273
66 61 3710 83,75 7014,0625 5101,1364
67 78 6112 86,25 7439,0625 6743,1818
68 78 6112 82,25 6765,0625 6430,4545
69 67 4526 77,00 5929 5180
jumlah 4845 347314 5852 496784 411440

Dari tabel diatas, dapat ditentukan persamaan regresi atau


model regresi sebagai berikut:

̌=a+bX


b=∑ dan a = ̅ –b ̅ dimana :

∑ ∑ ̅

∑ ∑ ̅ ∑

∑ ∑
∑ ∑ = = 506,831


∑ ∑ = = 7046,95


∑ ∑ = = 736,286


b=∑ = = 0,071922

a = ̅ –b ̅ = 80,29 – (0,071922)( 70,22) = 79,7573

Jadi persamaan regresi Y atas X adalah ̂ = 79,7573+ 0,071922 X

132
2. Uji Linearitas dan Signifikansi Regresi Y atas X
a) Menghitung Jumlah Kuadrat (JK) beberapa sumber varians
JK (T) = ∑ =

JK (a) = = = 496275,0444

JK (b/a) = b ∑ = (0,071922) (506,831) = 36,45236044


JK (S) = JK (T) – JK (a) – JK (b/a) = – 496275,0444–
36,45236044= 472

JK (G) = ∑ ,∑ - , untuk itu data terlebih dahulu

diurutkan menurut variabel X:

kelompok X Y N
1 49 82,75 1
2 51 82,75 1
3 52 83,75 1
4 54 79,75 1
55 88,50
5 2 11,28125
55 83,75
57 83,00
6 57 85,50 3
57 79,25 19,79166667
7 58 81,75 1
59 86,50
8 2
59 82,50 8
9 60 82,25 1
61 86,25
10 2
61 83,75 3,125
11 62 83,25 1
63 86,75
12 2 2
63 84,75
64 82,50
13 2
64 89,75 26,28125
65 83,50
65 89,00
14 4 17,5
65 84,50
65 85,00
15 66 85,25 1

133
67 87,00
16 2 50
67 77,00
68 84,25
17 2
68 85,25 0,5
69 85,50
18 69 86,00 3 0,125
69 85,75
70 82,00
19 2 21,125
70 88,50
71 83,75
20 71 84,50 2 14,54166667
71 88,75
72 84,25
21 72 85,75 3 3,791666667
72 83,00
73 91,25
22 73 82,75 2 37,16666667
73 85,75
23 74 85,00
75 81,50
24 75 87,00 3 15,29166667
75 84,75
77 90,00
77 86,25
25 4 53,8125
77 85,50
77 79,75
78 83,00
26 78 86,25 3 9,041666667
78 82,25
79 83,50
27 79 82,25 3 2,041666667
79 84,25
80 85,25
28 2
80 87,25 2
29 81 85,50 1
30 82 84,00 1
31 83 83,25 1
84 87,25
32 84 82,25 3 34,54166667
84 90,50
33 85 85,00 1

134
34 87 86,75 1
35 93 90,50 1
36 96 85,75 1
JK(G) 331,9583333

Selanjutnya dihitung jumlah kuadrat galat untuk data variabel Y


khusus untuk variabel X yang sama (kelompok sama) saja,
karena variabel X yang tidak sama akan bernilai nol.
Perhitungannya sebagai berikut.
( )
JK(G) = . / .

( )
/

( ) ( )

( )

) (

) ( )

( ) (

) (

) ( ) (

) (

) ( )

( )

JK (TC) = JK (S) – JK (G) = 472 – 331,958 =140,482


b) Menentukan derajat bebas (db) beberapa sumber varians
db (T) = n = 69

135
db (a) = 1
db (b/a) = 1
db (S) = n – 2 = 69 – 2 = 67
db (G) = n – k = 69 – 36 = 33
db (Tc) = k – 2 = 36 – 2 = 34
c) Menghitung Rata-rata Jumlah Kuadrat (RJK)

RJK (a) =

( )
RJK (b/a) =
( )

RJK (S) = = 7,05135456

RJK (G) =

RJK (Tc) =

d) Menentukan Fhitung berkaitan dengan linearitas dan signifikansi


regresi
Uji Linearitas Regresi Y atas X
H0 : Y = α + βX (Regresi linear)
H1 : Y ≠ α + βX (Regresi tak linear)

Fhit (Tc) =

Bandingkan dengan Ftab untuk α = 0,05 , db (Tc) = 31, dan db


(G) = 33 diperoleh Ftab(0,05:31:33) =1,782509201, sehingga Fhit (Tc)
< Ftab hal ini berarti H0 diterima. Dengan demikian, persamaan
regresi Y atas X berbentuk garis linear.
Uji Signifikansi Regresi Y atas X
H0 : β = 0 (regresi tak berarti)
H1 : β ≠ 0 (regresi berarti)
( )
Fhit (b/a) =

Bandingkan dengan Ftab untuk α = 0,05 , db (b/a) = 1 , db (S) =


68 diperoleh Ftab(0,05:1;67) =3,984049349, sehingga Fhit(b/a) >

136
Ftab. Hal ini berarti H0 ditolak pada taraf signifikan α = 0,05.
Dengan demikian, regresi Y atas X adalah signifikan.
Kesimpulan dari pengujian linearitas dan signifikansi regresi ini
adalah variabel X berpengaruh terhadap Y dan bersifat linear.
e) Menyusun Tabel Anova Regresi
Tabel 4.4 Uji Linearitas dan Signifikansi

Sumber Ftab
db JK RJK Fhit
Varians α = 0,05
Total 69 496784 -
Regresi 496275,044
(a) 1 4 496275
Regresi 36,4523604 36,4523 5,16955 1,78250
(b/a) 1 4 6 4 9
7,05135
Sisa 67 472 5
Tuna 4,90634
Cocok 31 152,097 7 3,98404
0,551
8,89844 9
Galat 36 320,344 4

Keterangan :

* = regresi signifikan (Fhit = 5,169554> Ftab = 3,984049)

ns = non signifikan atau regresi linear (Fhit = 0,551< Ftab =

1,782509)

db = derajat bebas

JK = Jumlah Kuadrat

RJK = Rata-rata Jumlah Kuadrat

Fhit = Fhitung

137
Ftab = Ftabel

Dari hasil analisis seperti disarikan pada tabel diatas diperoleh

Fhit(b/a) = = 5,169554> Ftab = 1,782509dan Fhit (Tc) = 0,551<

Ftab = 3,984049. Dengan demikian, “mathematical belief

berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika dan

pengaruhnya bersifat linear”.

3. Uji Signifikansi Koefisien Persamaan Regresi

Langkah-langkah perhitungan:

a) Menghitung Galat Baku Taksiran (standard eror)

b) Menghitung Penduga untuk α dan β


c) Menghitung Statistika Uji-t

Hipotesis penelitian (verval) adalah “mathematical belief

berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika

siswa". Sedangkan hipotesis statisikanya adalah:

H0 : β ≤ 0

H1 : β > 0

138
Statistika uji yang digunakan untuk menguji signifikansi dari

koefisien a dan b pada persamaan regresi ̂ = 69,073 + 0,1625

X adalah statistika uji-t.

Bandingkan dengan ttabel untuk α = 0,05 dan db (S) = 67

mendapatkan hasil 1,996008354 sehingga ta > ttabel atau H0

ditolak, hal ini berarti konstanta persamaan regresi signifikan.

Sedangkan tb > ttabel atau H0 ditolak atau koefisien regresi

bersifat signifikan. Dengan demikian, “mathematical belief

berpengaruh positif terhadap prestasi belejar matematika

siswa”.

4. Koefisien korelasi dan Uji Signifikansi Koefisien Korelasi X dan Y

a) Koefisien korelasi antara X dan Y


𝑟
√ ∑ ∑ √

Jadi, koefisien korelasi antara X dan Y sebesar Uji

signifikansi koefisien korelasi X dan Y

H0 : ρ = 0

H1 : ρ ≠ 0

𝑟 √ (√ )
√ 𝑟 √

139
Bandingkan dengan ttabel untuk α = 0,05 dan db = n – 2 = 70 –

2 = 68, diperoleh ttab(0,05;68) =1,996008354, sehingga thit > ttab

atau H0 ditolak. Hal ini berarti korelasi antara X dengan Y

disignifikan. karena koefisien korelasi adalah positif, maka

makin tinggi mathematical belief siswa makin tinggi pula

prestasi belajar matematika siswa yang dapat dicapai.

5. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi didefinisikan sebagai kuadrat dari

koefisien korelasi dikali 100%. Sehingga untuk hasil analisis data

diatas, koefisien determinasi adalah

(𝑟 . Koefisien ini

mengandung makna bahwa variasi variabel prestasi belajar

matematika dapat dijelaskan oleh variabel mathematical belief.

Dalam pengertian lain, bahwa dengan mengontrol predictor lain

yang juga berhubungan dengan variabel hasil belajar matematika

maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh variabel mathematical

belief terhadap variabel prestasi belajar matematika sebesar .

140
Nilai Rapot Kelas X IPA 2
Lampiran 16

SMAN 86 JAKARTA
LEGER NILAI SISWA KELAS XI MIPA 2
TAHUN PELAJARAN : 2017 / 2018, SEMESTER : 4
NILAI RAPOR / MATA PELAJARAN
PAI PAK PAH PPKN [Link] Mtk Wjb Sej Wjb [Link] Seni PKWU Penjas Mtk MIPA Bio Fis Kim Lintas Minat
NO NIS NAMA Rata-Rata
Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket
LM 1
N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P Peng Ket
1 9524 Agnes Nena Noventa - - - - - - - - - - - - 84 B 86 B 93 A 92 A 86 B 85 B 87 B 87 B 84 B 86 B 86 B 98 A 85 B 84 B 86 B 86 B 78 C 83 B 85 B 84 B 85 B 85 B 83 B 85 B [Link] LM 86 B 86 B 85.23 86.69
2 9529 ALIA NURJANAH 89 B 89 B - - - - - - - - 86 B 88 B 93 A 92 A 86 B 88 B 85 B 86 B 88 B 87 B 93 A 95 A 86 B 86 B 86 B 86 B 88 B 87 B 87 B 87 B 89 B 86 B 87 B 87 B [Link] LM 87 B 87 B 87.86 87.93
3 9541 Angelly Faustine Putri Hutasoit - - - - 90 B 89 B - - - - 84 B 83 B 91 A 90 B 85 B 87 B 85 B 86 B 83 B 83 B 93 A 98 A 90 B 90 B 88 B 88 B 84 B 84 B 86 B 86 B 85 B 86 B 83 B 85 B [Link] LM 85 B 89 B 86.57 87.43
4 9543 ANGGITA MEGAWATI 90 B 90 B - - - - - - - - 88 B 87 B 92 A 91 A 89 B 88 B 86 B 86 B 87 B 89 B 93 A 91 A 87 B 87 B 86 B 86 B 83 B 83 B 89 B 89 B 89 B 87 B 89 B 89 B [Link] LM 85 B 88 B 88.07 87.93
5 9544 ANINDITO YOGA BAGASKARA 88 B 90 B - - - - - - - - 87 B 87 B 90 B 90 B 82 C 81 C 87 B 86 B 87 B 88 B 78 C 97 A 85 B 85 B 85 B 85 B 84 B 84 B 87 B 86 B 86 B 86 B 83 B 85 B [Link] LM 89 B 91 A 85.57 87.21
6 9546 ANUNG ANINDITO 88 B 88 B - - - - - - - - 76 C 75 C 86 B 85 B 82 C 82 C 82 C 86 B 84 B 85 B 94 A 95 A 85 B 87 B 86 B 86 B 79 C 84 B 76 C 77 C 85 B 85 B 82 C 85 B [Link] LM 82 C 85 B 83.36 84.64
7 9561 BUNGA ZAHRANI 90 B 89 B - - - - - - - - 87 B 87 B 93 A 92 A 92 A 91 A 89 B 87 B 87 B 87 B 94 A 97 A 91 A 91 A 86 B 86 B 89 B 90 B 89 B 89 B 90 B 88 B 91 A 91 A [Link] LM 93 A 88 B 90.07 89.50
8 9563 CECILIA THEODORA - - - - 89 B 89 B - - - - 85 B 84 B 88 B 90 B 83 B 82 C 87 B 87 B 86 B 85 B 90 B 98 A 87 B 85 B 86 B 86 B 81 C 83 B 85 B 85 B 89 B 87 B 81 C 85 B [Link] LM 84 B 87 B 85.79 86.64
9 9573 DENNIESE DEROSE QUEENONA 88 B 88 B - - - - - - - - 88 B 88 B 92 A 91 A 85 B 85 B 87 B 87 B 87 B 85 B 93 A 95 A 87 B 86 B 86 B 86 B 84 B 83 B 86 B 87 B 87 B 86 B 83 B 85 B [Link] LM 84 B 87 B 86.93 87.07
10 9577 DIMAS ALIF RAMADHAN 89 B 89 B - - - - - - - - 85 B 84 B 90 B 90 B 86 B 84 B 86 B 87 B 84 B 83 B 94 A 97 A 87 B 86 B 85 B 85 B 76 C 83 B 85 B 86 B 85 B 85 B 83 B 85 B [Link] LM 87 B 87 B 85.86 86.50
11 9962 ENDAH SEPTYAWATI 88 B 87 B - - - - - - - - 91 A 88 B 87 B 85 B 85 B 84 B 86 B 86 B 84 B 84 B 94 A 97 A 87 B 86 B 85 B 85 B 80 C 86 B 89 B 89 B 89 B 87 B 82 C 83 B [Link] LM 83 B 86 B 86.43 86.64
12 9590 FADIA SEKAR ISMUNING 88 B 89 B - - - - - - - - 91 A 91 A 92 A 91 A 84 B 81 C 88 B 87 B 86 B 84 B 93 A 95 A 84 B 85 B 85 B 85 B 84 B 86 B 85 B 85 B 88 B 87 B 83 B 85 B [Link] LM 84 B 87 B 86.79 87.00
13 9593 FAQIH ALFARISI AZRA 84 B 85 B - - - - - - - - 72 D 73 D 85 B 86 B 76 C 81 C 83 B 87 B 83 B 84 B 90 B 80 C 86 B 85 B 85 B 85 B 77 C 83 B 76 C 77 C 83 B 83 B 75 C 85 B [Link] LM 84 B 84 B 81.36 82.71
14 9600 FERRY FEBRIANSYAH 90 B 89 B - - - - - - - - 83 B 83 B 93 A 92 A 88 B 86 B 87 B 86 B 83 B 84 B 90 B 90 B 85 B 85 B 86 B 86 B 82 C 83 B 87 B 87 B 87 B 87 B 87 B 87 B [Link] LM 85 B 87 B 86.64 86.57
15 9602 GLORIA ROSI LEWI - - - - 90 B 90 B - - - - 83 B 84 B 89 B 89 B 85 B 86 B 87 B 87 B 83 B 83 B 93 A 98 A 91 A 87 B 88 B 88 B 82 C 83 B 85 B 85 B 87 B 87 B 82 C 85 B [Link] LM 83 B 87 B 86.29 87.07
16 9612 IQBAL ATHAJANUAR KUSUMA 89 B 87 B - - - - - - - - 84 B 83 B 90 B 89 B 84 B 83 B 89 B 88 B 86 B 85 B 85 B 97 A 91 A 87 B 89 B 89 B 85 B 83 B 86 B 86 B 88 B 86 B 89 B 87 B [Link] LM 85 B 87 B 87.14 86.93
17 9617 KARINA 88 B 89 B - - - - - - - - 91 A 91 A 92 A 91 A 89 B 87 B 88 B 87 B 87 B 85 B 93 A 97 A 91 A 88 B 89 B 89 B 85 B 87 B 89 B 89 B 88 B 87 B 91 A 88 B [Link] LM 86 B 88 B 89.07 88.79
18 9623 MARIA RIZKA NATARIZA 89 B 89 B - - - - - - - - 91 A 91 A 95 A 94 A 91 A 90 B 88 B 88 B 88 B 87 B 95 A 95 A 92 A 92 A 89 B 89 B 87 B 87 B 89 B 89 B 89 B 87 B 92 A 92 A [Link] LM 88 B 86 B 90.21 89.71
19 9626 MAUDY SUSI EDI 87 B 88 B - - - - - - - - 91 A 91 A 91 A 90 B 85 B 84 B 88 B 88 B 86 B 85 B 86 B 97 A 88 B 85 B 84 B 84 B 79 C 83 B 86 B 86 B 87 B 87 B 84 B 86 B [Link] LM 86 B 87 B 86.29 87.21
20 9643 MUHAMMAD FAUZAN FATHIN 91 A 89 B - - - - - - - - 88 B 86 B 89 B 88 B 89 B 86 B 86 B 87 B 86 B 85 B 91 A 97 A 86 B 85 B 85 B 85 B 81 C 83 B 86 B 86 B 88 B 86 B 88 B 88 B [Link] LM 86 B 89 B 87.14 87.14
21 9649 MUHAMMAD IQBAL SUSANTO 92 A 92 A - - - - - - - - 84 B 83 B 93 A 92 A 92 A 90 B 89 B 89 B 88 B 88 B 91 A 95 A 91 A 92 A 86 B 86 B 90 B 90 B 90 B 90 B 88 B 87 B 92 A 92 A [Link] LM 88 B 89 B 89.57 89.64
22 9657 MUHAMMAD ZIDAN HERDIANSYAH 85 B 87 B - - - - - - - - 76 C 76 C 86 B 86 B 80 C 80 C 82 C 86 B 84 B 84 B 92 A 97 A 85 B 85 B 86 B 86 B 76 C 83 B 76 C 77 C 86 B 87 B 82 C 85 B [Link] LM 84 B 84 B 82.86 84.50
23 9663 NADHIRA SALMA SYAHDAN 88 B 88 B - - - - - - - - 86 B 86 B 92 A 91 A 89 B 86 B 85 B 85 B 86 B 85 B 93 A 95 A 86 B 87 B 86 B 86 B 82 C 84 B 87 B 87 B 87 B 86 B 85 B 85 B [Link] LM 84 B 87 B 86.86 87.00
24 9666 NOVALDI SURYA PERKASA BEKTI 85 B 85 B - - - - - - - - 78 C 80 C 88 B 87 B 80 C 81 C 88 B 87 B 84 B 84 B 93 A 98 A 86 B 84 B 86 B 86 B 75 C 83 B 85 B 85 B 88 B 87 B 82 C 85 B [Link] LM 84 B 86 B 84.43 85.57
25 9673 NURUL KHOERUNNISA PUTRI 88 B 88 B - - - - - - - - 85 B 87 B 88 B 87 B 88 B 84 B 87 B 87 B 86 B 86 B 87 B 97 A 85 B 85 B 86 B 86 B 84 B 84 B 86 B 86 B 89 B 86 B 89 B 89 B [Link] LM 84 B 88 B 86.57 87.14
26 9679 PUTRI AYU WULANDARI 88 B 89 B - - - - - - - - 88 B 88 B 90 B 90 B 87 B 85 B 88 B 88 B 84 B 84 B 85 B 97 A 90 B 90 B 86 B 86 B 88 B 84 B 87 B 86 B 87 B 86 B 85 B 86 B [Link] LM 86 B 87 B 87.07 87.57
27 9680 PUTU NIKOLA RADITYA - - - - - - - - 93 A 90 B 84 B 85 B 93 A 92 A 92 A 90 B 86 B 87 B 87 B 86 B 93 A 97 A 90 B 91 A 86 B 86 B 89 B 88 B 89 B 89 B 89 B 87 B 90 B 90 B [Link] LM 88 B 89 B 89.21 89.07
28 9685 RANIA DWITA INDRIANI 89 B 88 B - - - - - - - - 87 B 91 A 95 A 94 A 94 A 92 A 90 B 90 B 90 B 89 B 93 A 97 A 92 A 92 A 87 B 87 B 84 B 84 B 89 B 89 B 91 A 87 B 90 B 90 B [Link] LM 88 B 90 B 89.93 90.00
29 9687 Regita Della Putri 88 B 89 B - - - - - - - - 91 A 91 A 89 B 88 B 87 B 84 B 86 B 86 B 85 B 84 B 92 A 97 A 88 B 88 B 86 B 86 B 83 B 85 B 86 B 86 B 86 B 87 B 83 B 86 B [Link] LM 84 B 85 B 86.71 87.29
30 9699 SALSA NABILAH 87 B 90 B - - - - - - - - 91 A 91 A 93 A 92 A 90 B 89 B 90 B 87 B 86 B 87 B 94 A 95 A 88 B 86 B 87 B 87 B 85 B 85 B 89 B 89 B 89 B 87 B 86 B 86 B [Link] LM 90 B 88 B 88.93 88.50
31 9710 SUKMA AMELIA 86 B 85 B - - - - - - - - 91 A 91 A 94 A 94 A 90 B 88 B 87 B 87 B 87 B 87 B 93 A 95 A 86 B 86 B 87 B 87 B 80 C 85 B 89 B 89 B 89 B 86 B 86 B 87 B [Link] LM 88 B 88 B 88.07 88.21
32 9716 THEO MARKUS - - - - 88 B 88 B - - - - 84 B 85 B 90 B 88 B 84 B 82 C 89 B 88 B 84 B 84 B 91 A 97 A 85 B 85 B 87 B 87 B 80 C 85 B 85 B 85 B 87 B 86 B 82 C 85 B [Link] LM 84 B 85 B 85.71 86.43
33 9720 VANESSA GRACIELLA - - - - 88 B 88 B - - - - 91 A 91 A 91 A 90 B 87 B 85 B 85 B 84 B 85 B 84 B 93 A 80 C 85 B 85 B 86 B 86 B 80 C 83 B 86 B 86 B 88 B 87 B 83 B 85 B [Link] LM 83 B 86 B 86.50 85.71
34 9721 WILDAN BAIHAQI ISRA 90 B 90 B - - - - - - - - 88 B 87 B 95 A 94 A 89 B 85 B 87 B 87 B 86 B 85 B 93 A 97 A 87 B 88 B 88 B 88 B 87 B 84 B 89 B 89 B 90 B 87 B 85 B 85 B [Link] LM 86 B 88 B 88.57 88.14
35 9723 WINDA DATU YANAN PALADANI SOMBA - - - - 89 B 89 B - - - - 83 B 84 B 92 A 91 A 84 B 83 B 88 B 87 B 84 B 84 B 94 A 98 A 85 B 86 B 85 B 85 B 79 C 83 B 87 B 86 B 87 B 87 B 78 C 83 B [Link] LM 83 B 87 B 85.57 86.64
36 9729 ZAPATA MUSTADHAFIN 85 B 85 B - - - - - - - - 71 D 72 D 86 B 80 C 76 C 77 C 82 C 86 B 85 B 86 B 85 B 98 A 85 B 85 B 85 B 85 B 76 C 79 C 76 C 77 C 83 B 83 B 77 C 83 B [Link] LM 82 C 86 B 81.00 83.00

141
Nilai Rapot Kelas X IPA 1
Lampiran 17

SMAN 86 JAKARTA
LEGER NILAI SISWA KELAS XI MIPA 1
TAHUN PELAJARAN : 2017 / 2018, SEMESTER : 4
NILAI RAPOR / MATA PELAJARAN
PAI PAK PAKat PAB PPKN [Link] Mtk Wjb Sej Wjb [Link] Seni PKWU Penjas Mtk MIPA Bio Fis Kim Lintas Minat
NIS NAMA Rata-Rata
Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket Peng Ket
LM 1
N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P N P Peng Ket
9521 ADRIAN SHEVA CHRISTOPER PURBA - - - - 89 B 89 B - - - - - - - - 79 C 78 C 93 A 92 A 88 B 85 B 90 B 88 B 88 B 88 B 92 A 95 A 89 B 89 B 87 B 87 B 84 B 88 B 88 B 88 B 85 B 84 B 87 B 90 B [Link] LM 89 B 88 B 87.71 87.79
9958 AHMAD RIFKI MULIA 85 B 84 B - - - - - - - - - - - - 76 C 76 C 86 B 85 B 89 B 85 B 88 B 87 B 83 B 83 B 86 B 93 A 85 B 85 B 86 B 86 B 82 C 90 B 85 B 85 B 84 B 84 B 84 B 86 B [Link] LM 87 B 82 C 84.71 85.07
9531 ALYA RAHMADANTI 91 A 90 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 96 A 95 A 94 A 92 A 90 B 89 B 89 B 88 B 92 A 96 A 92 A 92 A 86 B 86 B 89 B 90 B 89 B 89 B 90 B 88 B 93 A 92 A [Link] LM 86 B 85 B 90.57 90.21
9532 AMANDA WILLEM 91 A 92 A - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 93 A 92 A 88 B 87 B 92 A 89 B 88 B 88 B 91 A 97 A 92 A 92 A 86 B 86 B 84 B 88 B 89 B 89 B 88 B 87 B 88 B 89 B [Link] LM 88 B 88 B 89.21 89.64
9538 ANDINI POPPY ALVIANI 90 B 90 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 90 B 88 B 82 C 86 B 90 B 90 B 84 B 85 B 80 C 96 A 84 B 84 B 85 B 85 B 83 B 90 B 86 B 87 B 87 B 86 B 86 B 88 B [Link] LM 86 B 85 B 86.00 87.93
9539 ANGELA HOTMAIDA ROSALLINE - - - - 89 B 90 B - - - - - - - - 91 A 91 A 96 A 95 A 93 A 89 B 88 B 89 B 89 B 89 B 93 A 94 A 92 A 92 A 87 B 87 B 88 B 90 B 90 B 90 B 89 B 88 B 88 B 88 B [Link] LM 88 B 85 B 90.07 89.79
9550 ARYA BOMA MULYADI 85 B 84 B - - - - - - - - - - - - 74 D 71 D 87 B 88 B 81 C 82 C 84 B 89 B 83 B 84 B 92 A 96 A 84 B 85 B 85 B 85 B 77 C 88 B 76 C 77 C 84 B 84 B 83 B 88 B [Link] LM 82 C 84 B 82.64 84.64
9557 BAYU KARUNIA SAMESTA PUTRA - - - - 89 B 90 B - - - - - - - - 77 C 77 C 90 B 88 B 83 B 81 C 86 B 86 B 84 B 84 B 95 A 97 A 85 B 85 B 86 B 86 B 81 C 85 B 86 B 86 B 86 B 85 B 83 B 86 B [Link] LM 82 C 84 B 85.21 85.71
9565 CHANIIFAH APRILIA SUMARSO 89 B 91 A - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 92 A 92 A 81 C 85 B 90 B 89 B 84 B 85 B 93 A 95 A 86 B 85 B 86 B 86 B 83 B 85 B 86 B 86 B 86 B 87 B 86 B 87 B [Link] LM 84 B 87 B 86.93 87.93
9566 CHRISTIAN BATARA - - - - 88 B 89 B - - - - - - - - 84 B 87 B 94 A 92 A 90 B 84 B 86 B 87 B 84 B 85 B 93 A 85 B 85 B 85 B 87 B 87 B 80 C 88 B 87 B 86 B 85 B 85 B 89 B 90 B [Link] LM 85 B 85 B 86.93 86.79
9576 DEYLA OCTA PRASASTI 87 B 88 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 92 A 91 A 87 B 86 B 87 B 87 B 84 B 84 B 86 B 92 A 87 B 88 B 85 B 85 B 80 C 80 C 87 B 87 B 85 B 86 B 86 B 87 B [Link] LM 87 B 85 B 86.50 86.93
9579 DINDA NURAZIZAH 88 B 88 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 94 A 92 A 83 B 85 B 84 B 85 B 86 B 87 B 86 B 97 A 85 B 84 B 85 B 85 B 79 C 86 B 87 B 87 B 88 B 87 B 91 A 91 A [Link] LM 85 B 87 B 86.57 88.00
9580 DITA RIZQYAWATI 91 A 90 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 90 B 89 B 82 C 86 B 86 B 86 B 84 B 84 B 92 A 89 B 85 B 84 B 86 B 86 B 81 C 88 B 86 B 87 B 86 B 87 B 85 B 88 B [Link] LM 86 B 87 B 86.50 87.29
9595 FARHAN AKMAL MUHAMMAD 85 B 85 B - - - - - - - - - - - - 75 C 76 C 89 B 88 B 81 C 83 B 88 B 86 B 83 B 83 B 93 A 94 A 85 B 84 B 85 B 85 B 80 C 90 B 84 B 84 B 84 B 84 B 86 B 87 B [Link] LM 86 B 86 B 84.57 85.36
9596 FATIMAH ALFIATUL JANNAH 92 A 94 A - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 93 A 92 A 92 A 91 A 88 B 88 B 89 B 89 B 93 A 96 A 92 A 92 A 86 B 86 B 83 B 90 B 89 B 89 B 90 B 88 B 93 A 92 A [Link] LM 90 B 86 B 90.07 90.29
9598 FELLYA REZA 89 B 89 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 92 A 91 A 83 B 88 B 87 B 88 B 85 B 85 B 85 B 96 A 86 B 86 B 85 B 85 B 84 B 90 B 86 B 86 B 87 B 87 B 86 B 88 B [Link] LM 85 B 85 B 86.50 88.21
9603 GRENALDI NANDA SUSANTO - - - - - - - - - - - - 90 B 90 B 77 C 77 C 91 A 90 B 85 B 85 B 87 B 87 B 86 B 85 B 91 A 94 A 85 B 86 B 85 B 85 B 83 B 90 B 87 B 87 B 87 B 86 B 86 B 86 B [Link] LM 84 B 86 B 86.00 86.71
9607 HEKSA AGNESYA MAULANA PUTRI 88 B 89 B - - - - - - - - - - - - 85 B 87 B 86 B 85 B 80 C 84 B 88 B 88 B 84 B 85 B 85 B 93 A 85 B 86 B 86 B 86 B 83 B 88 B 85 B 86 B 86 B 86 B 87 B 88 B [Link] LM 86 B 87 B 85.29 87.00
9616 JOVANN TIMOTHY - - - - 87 B 84 B - - - - - - - - 71 D 71 D 88 B 89 B 78 C 80 C 83 B 88 B 83 B 84 B 89 B 88 B 85 B 85 B 87 B 87 B 80 C 88 B 76 C 77 C 83 B 83 B 83 B 86 B [Link] LM 84 B 87 B 82.64 84.07
9618 KAYSA SYIFA WIJDAN AMIN 90 B 88 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 91 A 90 B 85 B 90 B 86 B 86 B 86 B 87 B 93 A 97 A 85 B 86 B 86 B 86 B 81 C 85 B 88 B 89 B 88 B 87 B 89 B 87 B [Link] LM 88 B 86 B 87.64 88.21
9621 LUTFIAH ZALFA KHAIRUNNISA 88 B 88 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 87 B 86 B 84 B 85 B 88 B 88 B 84 B 84 B 80 C 96 A 86 B 87 B 85 B 85 B 83 B 85 B 85 B 85 B 88 B 87 B 86 B 87 B [Link] LM 84 B 86 B 85.64 87.14
9633 MOCH IQBAL RAMADHAN 86 B 85 B - - - - - - - - - - - - 83 B 83 B 88 B 87 B 80 C 83 B 89 B 89 B 84 B 84 B 91 A 92 A 84 B 87 B 86 B 86 B 90 B 87 B 85 B 85 B 84 B 85 B 83 B 86 B [Link] LM 81 C 81 C 85.29 85.71
9648 MUHAMMAD HAFIDZ ROBBYANTO 88 B 89 B - - - - - - - - - - - - 84 B 83 B 88 B 87 B 80 C 82 C 86 B 87 B 84 B 84 B 87 B 92 A 85 B 86 B 87 B 87 B 83 B 85 B 85 B 85 B 88 B 87 B 86 B 87 B [Link] LM 89 B 89 B 85.71 86.43
9651 MUHAMMAD RAFI ATHALLAH 88 B 89 B - - - - - - - - - - - - 86 B 91 A 94 A 93 A 90 B 84 B 89 B 88 B 88 B 88 B 91 A 96 A 86 B 87 B 87 B 87 B 83 B 85 B 89 B 89 B 90 B 88 B 89 B 88 B [Link] LM 91 A 88 B 88.64 88.64
9661 NABILA PUTRI IRAWAN 89 B 88 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 91 A 91 A 85 B 84 B 88 B 87 B 84 B 84 B 92 A 97 A 86 B 85 B 85 B 85 B 85 B 88 B 87 B 86 B 87 B 86 B 84 B 87 B [Link] LM 85 B 86 B 87.07 87.50
9684 RAMADIAZ EKA PUTRA 86 B 86 B - - - - - - - - - - - - 71 D 72 D 86 B 87 B 80 C 79 C 88 B 88 B 84 B 84 B 86 B 85 B 85 B 85 B 86 B 86 B 80 C 90 B 76 C 77 C 84 B 84 B 83 B 87 B [Link] LM 83 B 86 B 82.71 84.00
9686 RATU APRILLYA WANDANI 87 B 88 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 95 A 95 A 92 A 93 A 86 B 89 B 88 B 90 B 93 A 96 A 92 A 92 A 86 B 86 B 81 C 88 B 89 B 89 B 90 B 87 B 90 B 91 A [Link] LM 86 B 87 B 89.00 90.14
9696 RYAN FARREL AHMAD 85 B 85 B - - - - - - - - - - - - 84 B 83 B 91 A 90 B 85 B 79 C 85 B 86 B 84 B 84 B 86 B 95 A 85 B 84 B 86 B 86 B 81 C 86 B 85 B 85 B 86 B 84 B 87 B 86 B [Link] LM 86 B 87 B 85.43 85.71
9701 SALSABILA RAMADHAN 87 B 89 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 90 B 90 B 86 B 83 B 87 B 87 B 84 B 83 B 89 B 96 A 86 B 85 B 85 B 85 B 83 B 86 B 84 B 85 B 87 B 87 B 84 B 86 B [Link] LM 81 C 87 B 86.00 87.14
9702 SARAH SYAH PUTRA 90 B 89 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 91 A 91 A 81 C 84 B 85 B 86 B 85 B 84 B 87 B 96 A 86 B 86 B 85 B 85 B 81 C 86 B 85 B 86 B 84 B 85 B 84 B 86 B [Link] LM 82 C 85 B 85.50 87.14
9708 SRI YULIANI PRIHATIN 90 B 88 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 94 A 94 A 89 B 87 B 87 B 88 B 84 B 86 B 92 A 91 A 86 B 86 B 86 B 86 B 84 B 88 B 88 B 88 B 88 B 87 B 88 B 88 B [Link] LM 85 B 85 B 88.00 88.07
9709 STEFANUS ALFIN BAGASKARA - - - - - - - - 85 B 85 B - - - - 84 B 83 B 91 A 90 B 84 B 85 B 89 B 86 B 84 B 84 B 93 A 96 A 85 B 85 B 86 B 86 B 83 B 86 B 86 B 86 B 84 B 84 B 83 B 87 B [Link] LM 87 B 84 B 86.00 86.21
9714 TASYA PUTRI HERISYHALINA 87 B 88 B - - - - - - - - - - - - 91 A 91 A 91 A 88 B 80 C 82 C 88 B 88 B 84 B 83 B 92 A 97 A 86 B 85 B 86 B 86 B 82 C 88 B 86 B 86 B 84 B 85 B 86 B 87 B [Link] LM 84 B 85 B 86.21 87.07
9717 Theo Yeremia Ezekiel Imbang - - - - 88 B 88 B - - - - - - - - 83 B 83 B 91 A 90 B 84 B 86 B 86 B 86 B 84 B 85 B 91 A 93 A 85 B 85 B 86 B 86 B 84 B 88 B 86 B 87 B 84 B 85 B 83 B 86 B [Link] LM 83 B 83 B 85.57 86.50
9719 URSILA AQSHAL 90 B 89 B - - - - - - - - - - - - 84 B 84 B 94 A 93 A 88 B 87 B 86 B 86 B 86 B 87 B 93 A 95 A 90 B 90 B 87 B 87 B 82 C 90 B 88 B 89 B 88 B 87 B 90 B 91 A [Link] LM 86 B 87 B 88.00 88.71
9726 YOGA PRATAMA BAKTI 89 B 87 B - - - - - - - - - - - - 71 D 73 D 86 B 86 B 88 B 89 B 82 C 86 B 84 B 84 B 94 A 94 A 85 B 85 B 86 B 86 B 81 C 85 B 76 C 77 C 83 B 84 B 83 B 87 B [Link] LM 80 C 84 B 83.43 84.79

142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
Lampiran 19

Harga Kritik Korelasi Person Product Moment

154
Lampiran 20

Harga Kritik untuk t

155
Lampiran 21

Harga Kritik

156
Lampiran 22

Harga Kritik untuk F

157
158
159
160
Lampiran 23

Dokumentasi Penelitian

SMA Negeri 86 Jakarta

161
Peneliti memberikan arahan tentang
pengisian angket

Siswa kelas XI IPA 1 sedang mengisi angket

162
Siswa kelas XI IPA 1 sedang mengisi angket

Peneleti mengumpulakan angket yang telah


diisi oleh siswa XI IPA 1

163
Peneleti mengumpulakan angket yang telah
diisi oleh siswa XI IPA 2

Siswa kelas XI IPA 2 sedang mengisi angket

Peneleti mengawasi siswa yang sednag mengisi


angket

164
Lampiran 24

RIWAYAT HIDUP PENULIS

Nama : Idham Khaliq

Tempat, Tanggal Lahir : Kolaka, 16 Desember 1996

Agama : Islam

Alamat : Jl. Ciputat Raya No 30. Kebayoran lama, Jakarta


selatan

Riwayat Keluarga

1. Orang Tua : a. Ayah : M Ali R


b. Ibu : Patmawati, [Link]

2. Kaka : Nisma, [Link] dan Suleha

3. Adik : Yusup, M. Prajab Ramadan, dan Nur Fatimah A.

Riwayat Pendidikan

1. SD Negeri Mokupa Jaya, Lulusan Tahun 2008


2. MTs Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka, Lulusan Tahun 2011
3. MA Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka, Lulusan Tahun 2014
4. Diterima di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Tahun 2014

Riwayat Pekerjaan

1. Menjadi staf pengajar di SMK Bina Mandiri Depok pada tahun 2018

Riwayat Penghargaan

1. Pemenang Hibah Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) - Penelitian dari


DIKTI Tahun 2017.

165
166
167
168
169
170
171

Anda mungkin juga menyukai