REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU
(RPL)
A. Informasi Umum RPL
Komponen Keterangan
Nama Guru Anshariyah
Satuan Pendidikan MIS Miftahul Huda
Mata Pelajaran IPAS
Kelas III (Tiga)
Bab 4 – Energi (Energi di Sekitar Kita, Sumber Energi,
Bab / Materi
Pentingnya Makan)
Pengalaman pembelajaran terdahulu siswa terkait energi
Dasar Penyusunan dalam kehidupan sehari-hari, pengamatan lingkungan,
kebiasaan hidup, dan pengalaman proyek yang relevan
IPAS SD/MI Kelas III, 2022 (Bab 4 Energi)
Sumber Buku
IPAS-BS-KLS-III (1)
B. Deskripsi Bab 4 – Energi (Sumber
Acuan RPL)
Bab 4 Berkenalan dengan Energi dalam buku IPAS kelas III berisi tiga topik utama:
1. Topik A – Energi di Sekitar Kita (hal. 90–97)
Mengajarkan peserta didik mengenali berbagai bentuk energi seperti energi
cahaya, bunyi, gerak, panas, dan listrik.
2. Topik B – Sumber Energi di Sekitar Kita (hal. 98–107)
Mengajarkan jenis sumber energi, manfaat, serta cara menghemat energi.
3. Topik C – Yuk, Makan sampai Habis (hal. 108–112)
Mempelajari energi pada makhluk hidup, khususnya makanan sebagai sumber
energi bagi tubuh.
C. Tujuan Rekognisi Pembelajaran
Lampau
1. Memetakan pengalaman belajar siswa terkait energi yang telah diperoleh dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Mengidentifikasi kemampuan awal siswa dalam memahami manfaat, bentuk,
dan sumber energi.
3. Mengintegrasikan pengalaman lampau tersebut untuk mempermudah
pembelajaran Bab 4.
4. Menyusun strategi pembelajaran berbasis pengalaman nyata siswa.
5. Memastikan pembelajaran dapat dimulai dari hal yang paling dekat dengan
kehidupan siswa.
D. Identifikasi Kompetensi Pembelajaran
Lampau
1. Pengalaman Siswa Sebelum Sekolah / di Rumah
Aspek Contoh Pengalaman Lampau
Siswa terbiasa menyalakan lampu, menggunakan senter,
Energi Cahaya
melihat cahaya matahari
Energi Gerak Bermain sepeda, berlari, bermain ayunan
Energi Bunyi Mendengar musik, suara hewan, suara kendaraan
Terpapar panas matahari, memanaskan air, berada dekat
Energi Panas
kompor
Energi Listrik Mengisi daya HP, menyalakan kipas, TV, rice cooker
Makanan sebagai Sarapan sebelum sekolah, merasakan lapar, mengetahui
Energi makanan yang memberi tenaga
2. Pengalaman di Sekolah
Aspek Contoh Pengalaman Lampau
Eksperimen
Mengamati bayangan, percobaan panas matahari
sederhana
Kegiatan fisik Olahraga, kegiatan pramuka, senam pagi
Diskusi kelas Kebiasaan hemat listrik, menjaga lingkungan
Observasi
Melihat panel surya (jika ada), mengamati cahaya di kelas
lingkungan
E. Pemetaan Kompetensi dan
Pengalaman Lampau
1. Topik A — Energi di Sekitar Kita
Elemen Rincian
Mengenali bentuk-bentuk energi (cahaya, gerak, bunyi, panas,
Kompetensi Bab
listrik)
- Melihat cahaya matahari
- Bermain sepeda (energi gerak)
Pengalaman Lampau
- Mendengar musik (bunyi)
Siswa
- Merasakan panas kompor (panas)
- Menggunakan listrik di rumah
Keterkaitan Pengalaman ini menjadi pengantar identifikasi energi di sekitar
Bukti Pengalaman Observasi siswa, wawancara, tanya jawab, catatan guru
Pembelajaran bisa dimulai dari eksplorasi lingkungan sekitar atau
Implikasi
pengalaman sehari-hari.
2. Topik B — Sumber Energi di Sekitar Kita
Elemen Rincian
Mengetahui berbagai sumber energi (matahari, air, angin,
Kompetensi Bab
makanan, listrik) dan cara menghemat energi
- Menggunakan listrik di rumah
- Mengeringkan pakaian dengan matahari
Pengalaman
- Bermain baling-baling kertas (angin)
Lampau Siswa
- Melihat orang memasak (bahan bakar)
- Kebiasaan mematikan lampu
Bukti
Catatan perilaku hemat energi, cerita siswa, hasil observasi
Pengalaman
Guru dapat menghubungkan kebiasaan ini dengan sumber energi
Implikasi
yang sesungguhnya.
3. Topik C — Yuk, Makan sampai Habis!
Elemen Rincian
Memahami makanan sebagai sumber energi bagi makhluk
Kompetensi Bab
hidup
- Sarapan sebelum sekolah
Pengalaman Lampau
- Merasa lelah saat belum makan
Siswa
- Hiburan tentang makanan sehat dari rumah
Bukti Pengalaman Diskusi kelas, jurnal makan siswa, cerita pengalaman
Pengalaman ini akan mempermudah siswa memahami
Implikasi
energi pada tubuh.
F. Pemanfaatan Pengalaman Lampau
dalam Pembelajaran
1. Mengaitkan materi dengan kehidupan nyata
Materi energi dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa, misalnya:
• Cahaya matahari saat berangkat sekolah.
• Energi gerak saat bermain.
• Energi bunyi dari lingkungan sekitar.
2. Kegiatan pembelajaran berorientasi pengalaman
• Eksperimen bayangan (energi cahaya).
• Mendengar berbagai sumber bunyi.
• Aktivitas gerak menggunakan tubuh.
• Demonstrasi perpindahan panas sederhana.
3. Refleksi Pengalaman
Guru mengajak siswa menceritakan pengalaman:
• Kapan mereka menggunakan listrik?
• Apa saja makanan yang memberi mereka tenaga?
4. Penilaian berbasis pengalaman
Penilaian awal dilakukan dengan:
• Tanya jawab
• Menggambar pengalaman
• Lembar observasi
• Wawancara ringan
G. Matriks RPL Lengkap
Tabel Matriks Rekognisi Pembelajaran Lampau
Komponen Deskripsi
- Mengidentifikasi energi
Kompetensi yang
- Menjelaskan sumber energi
Diharapkan
- Mengaitkan makanan sebagai energi tubuh
Pengalaman Lampau
Pengalaman nyata di rumah, sekolah, dan lingkungan
Siswa
Bentuk Bukti Catatan guru, portofolio siswa, observasi, diskusi
Analisis Kecukupan Pengalaman siswa cukup relevan dengan Bab 4
Dampak pada Mempermudah pemahaman konsep energi dari
Pembelajaran kehidupan sehari-hari
Penyesuaian
Lebih banyak praktik nyata, eksperimen, dan diskusi riil
Pembelajaran
Memulai dari hal konkret lalu menuju konsep abstrak
Rekomendasi Guru
(induktif)
H. Rekomendasi Lanjutan untuk Guru
1. Mulailah tiap pertemuan dengan menggali pengalaman siswa.
2. Lakukan eksperimen sederhana yang memanfaatkan energi dari sekitar.
3. Ajak siswa melakukan observasi energi di rumah masing-masing.
4. Gunakan strategi inkuiri agar siswa menemukan konsep sendiri.
5. Perkuat pembelajaran dengan proyek sederhana:
“Peta Sumber Energi di Rumahku” atau “Jurnal Energi Sehari-hari”.
I. Penutup
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Bab 4 Energi ini disusun secara lengkap
berdasarkan Bab Energi pada buku IPAS SD kelas III dan pengalaman nyata siswa. RPL
ini diharapkan mempermudah guru dalam menyambungkan materi baru dengan
pengalaman siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan
menyenangkan.