0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan2 halaman

Sejarah Pertempuran dan Perjanjian RI

Dokumen ini menjelaskan serangkaian pertempuran penting dalam sejarah Indonesia pasca-perang kemerdekaan, termasuk Pertempuran Ambarawa, Surabaya, dan Bandung Lautan Api, serta perjanjian-perjanjian yang dihasilkan seperti Perjanjian Linggarjati dan Renville. Pertempuran tersebut menunjukkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap Sekutu dan Belanda, dengan kemenangan yang diperingati sebagai hari-hari bersejarah. Selain itu, dokumen ini menyoroti pelanggaran perjanjian oleh Belanda yang memicu konflik lebih lanjut.

Diunggah oleh

ayuretno527
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan2 halaman

Sejarah Pertempuran dan Perjanjian RI

Dokumen ini menjelaskan serangkaian pertempuran penting dalam sejarah Indonesia pasca-perang kemerdekaan, termasuk Pertempuran Ambarawa, Surabaya, dan Bandung Lautan Api, serta perjanjian-perjanjian yang dihasilkan seperti Perjanjian Linggarjati dan Renville. Pertempuran tersebut menunjukkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap Sekutu dan Belanda, dengan kemenangan yang diperingati sebagai hari-hari bersejarah. Selain itu, dokumen ini menyoroti pelanggaran perjanjian oleh Belanda yang memicu konflik lebih lanjut.

Diunggah oleh

ayuretno527
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

9.

Pertempuran Ambarawa (Oktober 1945)


Pasukan Sekutu yang dipimpin Brigjen Bethel mendarat di Semarang pada 20 Oktober 1945.
Saat Sekutu menuju Magelang, masyarakat menyerang mereka hingga terjadi kerusuhan.

Di bawah kepemimpinan Kolonel Sudirman, pasukan TKR mengejar dan mengepung tentara
Sekutu hingga terjadi pertempuran empat hari (12-15 Desember 1945) yang dikenal sebagai
'Palagan Ambarawa'.

Pasukan TKR menang pada 15 Desember 1945. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari
Juang Kartika TNI-AD.

10. Pertempuran Surabaya (10 November 1945)


Pada 25 Oktober 1945, Brigjen AWS Mallaby dan tentara Sekutunya tiba di Surabaya.
Pertempuran antara rakyat Surabaya melawan Sekutu tak terelakkan. AWS Mallaby tewas
dalam pertempuran itu.

Sekutu marah dan meminta rakyat bersenjata menyerahkan diri pada tanggal 9 November 1945
sebelum pukul 18.00. Bahkan mereka mengultimatum akan menyerang Surabaya secara
besar-besaran pada tanggal 10 November 1945.

Tak gentar, Bung Tomo justru membakar semangat para rakyat Surabaya untuk melawan.
Terjadilah pertempuran besar pada 10 November 1945 yang dimenangkan oleh rakyat
Indonesia. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan.

11. Peristiwa Merah Putih di Manado (14 Februari 1946)


Di Sulawesi, yakni di Manado, juga terjadi upaya dari Belanda untuk merebut kembali
kemerdekaan Indonesia. Rakyat Sulawesi melawan dengan menyerbu markas militer Belanda
di Teling, Manado pada 14 Februari 1946.

Rakyat merobek bendera Belanda yang berwarna merah-putih-biru menjadi bendera merah
putih. Oleh karenanya penyerbuan ini disebut Peristiwa Merah Putih.

12. Pertempuran Bandung Lautan Api (23 Maret 1946)


Salah satu pertempuran paling terkenal adalah Bandung Lautan Api yang dimulai ketika
pasukan Sekutu diboncengi NICA tiba di Bandung pada 13 Oktober 1945. Mereka
mengeluarkan ultimatum kepada para pejuang agar meninggalkan wilayah Bandung Utara,
namun para pejuang menolak.

Tentara Republik Indonesia (TRI) turun tangan dan bersedia mengosongkan Bandung. Namun
sebelum meninggalkan Bandung, pada tanggal 23-24 Maret 1946, para pejuang menyerbu pos-
pos Sekutu dan membumihanguskan kota Bandung menjadi seperti lautan api.

13. Perjanjian Linggarjati (15 November 1946)


Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto dan terus berusaha
menduduki berbagai wilayah Indonesia. Untuk mengakhiri ini, dilakukanlah Perjanjian
Linggarjati di Kuningan, Jawa Barat pada 10-15 November 1946 dan disahkan pada 25 Maret
1947.

Indonesia saat itu diwakili Sutan Sjahrir, sedangkan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhorn.
Hasilnya antara lain Belanda mengakui RI secara de facto yang terdiri atas Jawa, Madura, dan
Sumatra. Indonesia merupakan bagian dari negara federal Republik Indonesia Serikat.

14. Perjanjian Renville (18 Januari 1948)


Rupanya Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati dan kembali melancarkan serangan yang
disebut Agresi Militer Belanda (AMB) I pada 21 Juli 1947 ke kota-kota besar di wilayah Jawa
dan Sumatra.

PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) dengan anggota Richard C. Kirby dari Australia
sebagai perwakilan Indonesia, Paul Van Zeeland dari Belgia sebagai perwakilan Belanda, dan
Prof. Dr. Frank Graham dari Amerika Serikat sebagai penengah.

Kemudian dilakukan perundingan yang disebut Perjanjian Renville karena terjadi di atas kapal
milik Amerika Serikat, USS Renville yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada
17 Januari 1948.

Hasil perjanjian ini menyatakan Belanda tetap berdaulat sampai terbentuknya RIS, dan RI
kedudukannya sejajar dengan Belanda, RI akan menjadi bagian dari RIS dan akan diadakan
pemilu untuk membentuk Konstituante RIS. Tentara Indonesia di daerah Belanda juga harus
dipindahkan.

Namun Perjanjian Renville kemudian dikhianati oleh Belanda dengan melancarkan AMB II pada
19 Desember 1948.

Baca artikel detikedu, "25 Peristiwa Sejarah Indonesia: Masa Penjajahan hingga Reformasi"
selengkapnya [Link]
masa-penjajahan-hingga-reformasi.

Download Apps Detikcom Sekarang [Link]

Anda mungkin juga menyukai