100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
16 tayangan44 halaman

Evaluasi Prolanis pada Hipertensi dan DM

Dokumen ini membahas evaluasi rasio peserta Prolanis yang terkendali pada pasien hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas Bangsri II selama periode Januari hingga September 2024. Tujuan utama evaluasi ini adalah untuk mengetahui demografi pasien, tingkat kesadaran kontrol, capaian indikator, serta faktor yang mempengaruhi pengendalian penyakit. Metodologi yang digunakan mencakup analisis data dan wawancara untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam meningkatkan efektivitas program Prolanis.

Diunggah oleh

Rasya Danardhono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
16 tayangan44 halaman

Evaluasi Prolanis pada Hipertensi dan DM

Dokumen ini membahas evaluasi rasio peserta Prolanis yang terkendali pada pasien hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas Bangsri II selama periode Januari hingga September 2024. Tujuan utama evaluasi ini adalah untuk mengetahui demografi pasien, tingkat kesadaran kontrol, capaian indikator, serta faktor yang mempengaruhi pengendalian penyakit. Metodologi yang digunakan mencakup analisis data dan wawancara untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam meningkatkan efektivitas program Prolanis.

Diunggah oleh

Rasya Danardhono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

EVALUASI RASIO TERKENDALI PADA PASIEN HIPERTENSI DAN

DIABETES MELITUS YANG MENGIKUTI PROGRAM PENGELOLAAN


PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS BANGSRI II PERIODE
JANUARI –SEPTEMBER 2024

Pembimbing :
dr. Bambang Hariyana, [Link]
Disusun oleh :
Rasya Hapsari Danardhono

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS DIPONEGORO – PUSKESMAS BANGSRI II JEPARA
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA
PERIODE 14 OKTOBER – 23 NOVEMBER 2024
01

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Penyakit Tidak Penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke
Menular (PTM) orang dan perkembangan penyakit berjalan kronis.

WHO (2018) Profil Kesehatan Provinsi


Penyakit terbanyak di dunia : Jawa Tengah (2018)
PTM terbanyak di Jawa Tengah:
1. Hipertensi (22%)
2. Diabetes melitus (9%) 1. Hipertensi (37.57%)
2. Diabetes melitus (20.57%)

Sebanyak 75% pasien dengan HT dan DM di Jawa Tengah tidak patuh pengobatan.
LATAR BELAKANG
Emiliana dkk à sebagian besar pasien dengan penyakit kronis tidak patuh
datang ke fasilitas kesehatan à kurangnya kesadaran penderita penyakit
kronis atas anjuran dokter untuk mematuhi pengobatan.

Pilar Prolanis
Definisi
1. Rencana perawatan
Program Pengelolaan 2. Panduan klinis
Penyakit Kronis à
PROLANIS 3. Pemeriksaan penunjang
Program pemerintah dan 4. Pelayanan Obat
BPJS kesehatan untuk 5. Pemantauan kesehatan
mengeola penyakit kronis.

Tujuan khusus à 75% peserta terdaftar prolanis berkunjung ke FKTP.


Rasio peserta prolanis terkendali à indikator melihat pengoptimalan prolanis oleh
FKTP.
BATASAN OPERASIONAL
EVALUASI Proses yang mengkaji secara kritis suatu program, aktivitas atau
kebijakan atau semacamnya dengan tujuan melakukan penilaian
suatu program, meningkatkan efektivitasnya dan untuk
pertimbangan keputusan.

RASIO TERKENDALI Indikator KBK untuk mengetahui optimalisasi penatalaksanaan


(RPPT) Prolanis di FKTP dalam menjaga kadar GDP dan tekanan darah
pasien DM tipe 2 dan hipertensi (RPPT/Rasio Peserta Prolanis
Terkendali)

HIPERTENSI Peningkatan tekanan darah sistolik >=140 mmHg dan diastolik >=90
mmHg.

DIABETES MELITUS Gangguan metabolism kronis ditandai dengan GDS >200mg/dL dan
gejala polidipsi, polifagi, poliuri, dan penurunan BB.
BATASAN OPERASIONAL
PROLANIS Sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang
dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas
kesehatan, dan BPJS kesehatan dalam rangka pemeliharaan
kesehatan bagi peserta BPJS yang menderita penyakit kronis.

PUSKESMAS BANGSRI II Fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia yang bertujuan


menyelenggarakan UKM dan UKP tingkat pertama di kecamatan
Bangsri.

PERIODE JANUARI – Batasan waktu dilakukannya evaluasi program Prolanis di


SEPTEMBER 2024 Puskesmas Bangsri II
TUJUAN
Tujuan Umum
- Mengevaluasi rasio peserta Prolanis yang terkendali pada pasien Hipertensi dan Diabetes
Melitus di Puskesmas Bangsri II pada bulan Januari – September Tahun 2024.
Tujuan Khusus
- Mengetahui demografi umum penderita hipertensi dan diabetes melitus di daerah cakupan
Puskesmas Bangsri II
- Mengetahui tingkat kesadaran kontrol berdasarkan Rasio Peserta Prolanis Rutin Berkunjung
(RPPRB) pada penderita hipertensi dan diabetes melitus di daerah cakupan Puskesmas
Bangsri II
- Mengetahui capaian indikator RPPT Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas
Bangsri II Bulan Januari – September 2024
- Mengetahui faktor masalah yang mempengaruhi tingkat terkontrolnya penyakit pada
penderita hipertensi dan diabetes melitus di daerah cakupan Puskesmas Bangsri II
TINJAUAN PUSTAKA (HIPERTENSI)
DEFINISI TATA LAKSANA
JNC VII: sistolik >140mmHg dan Modifikasi gaya hidup
diastolik >90 mmHg berdasarkan rerata Farmakologis
dua atau tiga kali kunjungan sewaktu
duduk.

FAKTOR RESIKO KOMPLIKASI


Tidak dapat dimodifikasi: genetik, usia, CHF
jenis kelamin, etnis Stroke
Dapat dimodifikasi: stress, obesitas, Gangguan penglihatan
nutrisi Penyakit ginjal
DIABETES MELITUS
DEFINISI KLASIFIKASI
Penyakit metabolik dengan karakteristik DM tipe 1, DM tipe 2, DM gestational
hiperglikemia yang terjadi karena
kelainan sekresi insulin atau kerja insulin
DIAGNOSIS
GDP >= 126 mg/dL
Glukosa TTGO >200mg/dl 2 jam setelah
FAKTOR RESIKO tes beban glukosa 75 gr
Tidak dapat dimodifikasi: usia >40 GDS >=200 mg/dL dengan keluhan
tahun, RPK, hamil, ibu hamil dengan bayi klasik
>4kg, BBL >2.5kg Pemeriksaan HbA1c >=6.5%
Dapat dimodifikasi: obesitas, nutrisi,
aktivitas fisik
PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS

DEFINISI TUJUAN
Suatu sistem pelayanan kesehatan yang Penyandang penyakit kronis memiliki
melibatkan peserta, fasilitas kesehatan kualitas hidup optimal à 75% peserta
dan BPJS Kesehatan dalam rangka terdaftar ke FKTP memiliki hasil baik
pemeliharaan kesehatan bagi penderita pada pemeriksaan spesifik GDP dan TD.
penyakit kronis.

SASARAN BENTUK PELAKSANAAN


Seluruh peserta BPJS kesehatan Aktivitas konsultasi medis, home visit,
penyandang penyakit kronis (DM tipe 2 reminder, pemantauan status kesehatan
dan Hipertensi)
02

METODOLOGI
PENDEKATAN SISTEM
Tempat dan Waktu
- Puskesmas Bangsri II, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada hari
Selasa dan Rabu, 29-30 Oktober 2024
Input
- SDM (Man)
- Pelaksana: Mahasiswa Koass UPN Veteran Jakarta di Puskesmas Bangsri II
- Sasaran : Koordinator program PTM dan Prolanis Puskesmas Bangsri II
- Pendanaan (Money) : tidak menggunakan dana
- Metode (Method) : Analisa rekapan data, wawancara dengan pertanyaan yang telah
disiapkan
- Bahan (Material) : Rekapan data pasien penderita hipertensi dan diabetes melitus yang
mengikuti pelayanan kesehatan, rekapan data peserta Prolanis di Puskesmas Bangsri II,
pertanyaan untuk wawancara sasaran
- Alat (Machine) : laptop untuk mengolah data dan menyusun laporan, pulpen dan kertas, alat
dokumentasi
PROSES (P1 PERENCANAAN)
Kegiatan : Konsultasi dan koordinasi dengan pendamping dan pemegang program PTM
dan Prolanis terkait kegiatan, peserta, mencari permasalahan, mendapatkan data, dan
diskusi topik
Tujuan : Mendapatkan pengarahan lebih lanjut terkait kegiatan, pengambilan data,
dan analisis masalah pada program Prolanis di Puskesmas Bangsri II Jepara
Lokasi : Puskesmas Bangsri II
Waktu : Selasa, 29 Oktober 2024
Sasaran : Penanggung jawab program pengendalian PTM (Bu Afikah), Penanggung
jawab program Prolanis (dr. Susi) serta pendamping (Bu Naila)
Pelaksana : Mahasiswa koass FKUPNVJ
Metode : Pengambilan file data dengan dikirimkan ke mahasiswa disertai wawancara
dengan panduan pertanyaan
PROSES
P2 (Penggerakan dan Pelaksanaan) P3 (Pengawasan, Pengendalian, dan
Penggerakan : Meminta izin dengan Penilaian)
pemegang program pengendalian penyakit Pengawasan : Pengawasan pada pasien
terkait pelaksanaan kegiatan, diskusi topik, Prolanis agar menjamin program berjalan
pengumpulan data sesuai rencana
Pelaksanaan : Mengambil data terkait Pengendalian : mengatur dan
Prolanis and mencari informasi alur merencanakan ulang apabila terjadi hal
Prolanis di Puskesmas Bangsri II disertai yang tidak sesuai rencana
amsalah yang ditemui dan kemungkinan Penilaian : Identifikasi masalah,
penyebabnya secara subjektif menentukan prioritas masalah, rencana
pemecahan masalah. Penilaian melalui hasil
analisis data dan memberi masukan/saran
untuk program yang akan datang.
OUTPUT METODE
Menganalisa proses dan masalah Menganalisis data yang didapatkan
yang terjadi dalam Prolanis dengan metode analisis deskriptif
Puskesmas Bangsri II pada Bulan berdasarkan data yang didapatkan
Januari – September 2024 di daerah dan hasil wawancara
cakupan Puskesmas Bangsri II
METODE PROBLEM BASED LEARNING
Kriteria terkendali
TERMINOLOGI
Peserta Prolanis DM
EVALUASI Proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu
dengan kadar GDP 80 –
(ketentuan, kegiatan) berdasarkan kriteria tertentu
melalui penilaian. 130 mg/dL
Peserta prolanis HT
RASIO TERKENDALI Indikator untuk mengetahui optimalisasi dengan:
(RPPT) penatalaksanaan Prolanis di FKTP dalam menjaga
kadar GDP dan tekanan darah. - Usia 18-65 th: sistolik
120-130 mmHg,
HIPERTENSI Peningkatan tekanan darah sistolik >=140 mmHg dan diastolik 70-79 mmHg
diastolik >=90 mmHg.
- Usia >75 th: sistolik
DIABETES MELITUS Gangguan metabolism kronis ditandai dengan GDS 130-139 mmHg dan
>200mg/dL dan gejala polidipsi, polifagi, poliuri, dan diastolik 70-79 mmHg
penurunan BB.
TERMINOLOGI
PROLANIS Sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan
secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS
kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS yang
menderita penyakit kronis.

PUSKESMAS BANGSRI II Fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia yang bertujuan


menyelenggarakan UKM dan UKP tingkat pertama di kecamatan Bangsri.

DAFTAR MASALAH
1. Bagaimana demografi umum pasien penderita hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas
Bangsri II Jepara?
2. Apa tujuan dilakukannya Prolanis di Puskesmas Bangsri II Jepara?
3. Bagaimana kepatuhan kontrol (RPPRB) pasien dengan HT dan DM dalam mengikuti Prolanis?
4. Berapa banyak pasien Prolanis dengan HT dan DM yang terkendali?
5. Apa penyebab tidak terkendalinya kadar tekanan darah dan GDP pada pasien HT dan DM yang
mengikuti Prolanis?
6. Bagaimana rencana pemecahan masalah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
03

HASIL PENGAMATAN
HASIL PENGAMATAN
Input
- SDM (Man)
- Pelaksana: Mahasiswa Koass UPN Veteran Jakarta di Puskesmas Bangsri II
- Sasaran : Koordinator program PTM dan Prolanis Puskesmas Bangsri II
- Pendanaan (Money) : tidak menggunakan dana
- Metode (Method) : wawancara tatap muka kepada sasaran dan narasumber dengan
panduan kuesioner yang telah disiapkan
- Bahan (Material) : Rekapan data pasien penderita hipertensi dan diabetes melitus yang
mengikuti pelayanan kesehatan, rekapan data peserta Prolanis di Puskesmas Bangsri II,
pertanyaan untuk wawancara sasaran
- Alat (Machine) : laptop untuk mengolah data dan menyusun laporan, pulpen dan kertas, alat
dokumentasi
PROSES (P1 PERENCANAAN)
Kegiatan : Konsultasi dan koordinasi dengan pendamping dan pemegang program PTM
dan Prolanis terkait kegiatan, peserta, mencari permasalahan, mendapatkan data, dan
diskusi topik
Tujuan : Mendapatkan pengarahan lebih lanjut terkait kegiatan, pengambilan data,
dan analisis masalah pada program Prolanis di Puskesmas Bangsri II Jepara
Lokasi : Puskesmas Bangsri II
Waktu : Selasa dan Rabu, 29-30 Oktober 2024
Sasaran : Penanggung jawab program pengendalian PTM (Bu Afikah), Penanggung
jawab program Prolanis (dr. Susi) serta pendamping (Bu Naila), penderita HT dan DM
peserta Prolanis Puskesmas Bangsri II
Pelaksana : Mahasiswa koass FKUPNVJ
Metode : wawancara dengan panduan pertanyaan
Hasil : Menetapkan waktu kegiatan (Kamis, 31 Oktober 2024), menetapkan metode
pengambilan data
P2 (Penggerakan dan Pelaksanaan)
Penggerakan : Meminta izin dengan pemegang program pengendalian penyakit terkait
pelaksanaan kegiatan, diskusi topik, pengumpulan data
Pelaksanaan : Mencari data kepatuhan kontrol dan hasil pemeriksaan pasien dengan
hipertensi dan DM dalam Prolanis Puskesmas Bangsri II bulan Januari – September 2024.

Hasil : Mendapatkan data terkait pasien denga hipertensi dan diabetes melitus dalam
program Prolanis di Puskesmas Bangsri II yang diperlukan untuk evaluasi program oleh
Koass FK UPNVJ.
PROSES
P3 (Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian)
Pengawasan : Melakukan pengawasan terhadap kepatuhan kehadiran dan rasio
terkendali peserta Prolanis terkait pelaksanaan kegiatan untuk menjamin pelaksanaan
analisis data berjalan sesuai rencana.
Pengendalian : mengatur dan merencanakan ulang apabila terjadi hal yang tidak
sesuai rencana
Penilaian : Penilaian terhadap keseluruhan proses serta hasil analisis data dan
wawancara serta memberi masukan atau saran untuk program yang akan datang
OUTPUT
1. Menganalisa proses dan masalah yang terjadi Mengetahui demografi umum
peserta Prolanis di Puskesmas Bangsri II
2. Mendapatkan data RPPRB peserta prolanis di Puskesmas Bangsri II
3. Mendapatkan data hasil pemeriksaan pasien Prolanis saat kontrol di
4. Puskesmas Bangsri II
5. Mengetahui faktor masalah yang mempengaruhi indikator RPPRB dan
6. RPPT pasien program Prolanis di Puskesmas Bangsri II tahun 2023
7. Mengetahui pemecahan masalah dalam rangka meningkatkan indikator RPPRB
dan RPPT pasien prolanis di Puskesmas Bangsri II
8. dalam Prolanis Puskesmas Bangsri II pada Bulan Januari – September 2024 di
daerah cakupan Puskesmas Bangsri II
04

PEMBAHASAN FAKTA
Rerata kehadiran pasien ke program Prolanis adalah 68.9% à sudah
memenuhi target rasio peserta prolanis yang rutin berkunjung (RPPRB) >50%
Capaian RPPT tidak memenuhi target yang ditetapkan berdasarkan KBK yaitu >=5%
Untuk mengetahui faktor yang
menyebabkan rendahnya tingkat
terkendalinya penyakit HT dan DM,
dilakukan survei pendahuluan dengan
40 penderita hipertensi dan 35
penderita DM dengan diantaranya
merupakan anggota Prolanis,
berdasarkan kuesioner HK-LS
(Hypertension knowledge level scale),
kuesioner sikap terhadap hipertensi,
kuesioner pengetahuan terhadap DM
dan kepatuhan berobat DM.
05

MASALAH
Masalah → kesenjangan antara keadaan yang diharapkan dengan keadaan yang
sebenarnya, yang menimbulkan rasa tidak puas sehingga timbul keinginan untuk
menanggulanginya. 4 syarat masalah yang harus dipenuhi:
1. Adanya kesenjangan antara keadaan yang diharapkan dengan kenyataan
2. Dapat diukur
3. Dapat diintervensi
4. Adanya rasa tidak puas

DATA HARAPAN
Capaian kepatuhan kontrol dan RPPT program Prolanis di Puskesmas Bangsri II mencapai
target (>=5%)
DATA KENYATAAN
1. Rerata capaian RPPT sebesar 0.9% à tidak memenuhi target, dengan target >=5%
2. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan dalam minum obat pada peserta prolanis dan
pasien hipertensi serta diabetes melitus masih rendah
3. Pasien cenderung merasa tidak perlu kontrol karena keluhannya sudah hilang
4. Kendala dalam pekerjaan pasien yang tidak bisa ditinggalkan sehingga tidak bisa
berobat
5. Rasio penderita hipertensi dan diabetes melitus di daerah cakupan Puskesmas
Bangsri II dan peserta Prolanis masih kecil sehingga indikator RPPT semakin sulit
tercapai
DATA KETIDAKPUASAN
Sebab : Kurangnya pemahaman pasien Prolanis dan masyarakat tentang diabetes
melitus dan hipertensi yang perlu pengawasan dan pengontrolan menggunakan obat,
ketidakpatuhan pasien dalam minum obat secara rutin, faktor ekonomi yang membuat
pasien sulit berobat ke puskesmas karena transportasi
Akibat : Tidak tercapainya indikator RPPT dari pasien Prolanis dengan hipertensi dan
diabetes melitus di Puskesmas Bangsri II

MASALAH
Tidak terkontrolnya kadar gula darah dan tekanan darah pasien dengan hipertensi dan
diabetes mellitus pada program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dipengaruhi oleh
beberapa faktor, antara lain kurangnya pengetahuan pasien akan penyakit hipertensi dan
diabetes melitus sehingga kurangnya kesadaran untuk kontrol, kesadaran untuk minum
obat rutin masih minim dikarenakan sering lupa, dan faktor pekerjaan yang sulit
ditinggalkan oleh pasien.
06

PEMECAHAN MASALAH
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
• Melakukan home visit dan persuasi serta edukasi kepada pasien program Prolanis untuk
melakukan kontrol terhadap penyakit kronisnya, minum obat secara rutin, modifikasi gaya
hidup, pemantauan berkala, serta mengetahui permasalahan masing – masing individu
sehingga masalah terselesaikan
• Alternatif lainnya:
• Pasien yang kontrol ke puskesmas dengan diagnosis hipertensi dan diabetes melitus
dapat dimasukkan ke program Prolanis untuk mencapai rasio peserta dengan penyakit
terkontrol
• Melakukan sosialisasi terkait hipertensi dan diabetes melitus serta program prolanis
kepada masyarakat
07

PELAKSANAAN
PROGRAM
PEMECAHAN MASALAH
• Kegiatan : Home visit kepada peserta Prolanis untuk mengetahui faktor
permasalahan penyebab ketidakpatuhan kontrol, pemantauan berkala, dan
persuasi serta edukasi terkait kontrol penyakit hipertensi dan diabetes melitus.
• Pelaksana : Mahasiswa co-asssistant FK UPNVJ
• Sasaran : Pasien peserta Prolanis di daerah cakupan Puskesmas Bangsri II
• Waktu : Kamis, 31 Oktober 2024 - Sabtu, 2 November
• Lokasi : Rumah pasien peserta Prolanis di daerah cakupan Puskesmas Bangsri
II
• Tujuan : Mengetahui faktor permasalahan penyebab ketidakpatuhan kontrol,
pemantauan berkala, dan persuasi serta edukasi terkait kontrol penyakit
hipertensi dan diabetes melitus.
• Hasil : Telah dilakukan kunjungan rumah kepada pasien Prolanis dengan
Hipertensi dan diabetes melitus untuk pemantauan berkala dan edukasi terkait
penyakitnya.
08

KESIMPULAN
KESIMPULAN SARAN
• Capaian RPPT yang tidak mencapai • Melakukan sosialisasi terkait
>=5% dikarenakan kurangnya hipertensi dan diabetes melitus agar
pemahaman pasien terkait meningkatkan pengetahuan
pentingnya melakukan kontrol secara masyarakat
rutin pada penyakit hipertensi dan • Pasien yang kontrol ke puskesmas
diabetes melitus. dengan diagnosis hipertensi dan
• Akibat hal tersebut, dilakukan diabetes melitus dapat dimasukkan
kunjungan rumah kepada peserta ke program Prolanis untuk mencapai
Prolanis untuk pemantauan berkala, rasio peserta dengan penyakit
dan persuasi serta edukasi terkait terkontrol
kontrol penyakit hipertensi dan
diabetes melitus.
LAMPIRAN
LAMPIRAN
LAMPIRAN
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai