PROJECT BASED LEARNING (PBL)
MATERIAL TEKNIK
KELOMPOK 8
Penyusun:
Muhammad Zeva Al Ghozali (2505080053)
Nur Kholis Ikhsan (2505080073)
Anggita Puspita Rini (2505080013)
Atsani Amelia Farikhah (2505080034)
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TIDAR
2025
Pendahuluan
Latar Belakang
Perkembangan teknologi dan industri modern sangat bergantung pada
pemilihan serta penerapan material teknik yang tepat. Setiap material memiliki
sifat, karakteristik, dan standar mutu yang berbeda sesuai dengan kebutuhan
penggunaannya. Oleh karena itu, keberadaan standar material baik tingkat
nasional (SNI) maupun internasional (ASTM, ISO, JIS, DIN, dll.) menjadi acuan
penting untuk menjamin kualitas, keamanan, dan kesesuaian material terhadap
aplikasi tertentu.
Dalam praktiknya, perbedaan standar dapat memengaruhi proses desain, produksi,
hingga performa akhir suatu produk. Oleh karena itu, pemahaman mahasiswa
mengenai standar material teknik, baik dari sisi klasifikasi, kriteria, maupun
aplikasinya di industri, sangat penting untuk mendukung kompetensi sebagai
calon engineer. Analisis perbandingan standar SNI dan standar internasional dapat
memperluas wawasan teknis, melatih berpikir kritis, bekerja sama, serta
mengkomunikasikan gagasan secara ilmiah.
Tujuan
Memahami dan membandingkan standar material teknik nasional (SNI)
dengan standar internasional (ASTM, ISO, JIS, DIN, dll.).
Menjelaskan klasifikasi, kriteria, serta karakteristik berbagai material
teknik sesuai standar yang berlaku.
Mengidentifikasi contoh penerapan material teknik dalam berbagai bidang
industri, seperti konstruksi, transportasi, energi, hingga kesehatan.
Melatih komunikasi ilmiah mahasiswa dan kerja sama tim melalui
penyusunan makalah
Bahan : BESI COR
Bidang : KONSTRUKSI MESIN
Produk : CINCIN TORAK (PISTON RING)
Gambar 1. Cincin Torak
Standar :
1. SNI 05-0134-1987 → Cincin torak dari bahan baja dan besi tuang
2. SAE AMS 7310 → RINGS-PISTON Cast Iron
Detail Spesifikasi :
1. SNI 05-0134-1987 → Cincin torak dari bahan baja dan besi tuang
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 05-0134-1987
Bahan yang dipergunakan Adalah besi tuang kelabu, besi
Bahan
tuang grafit spheroidal dan besi tuang grafit granular
Karbon 2,5–4,0%; Silikon 1,0–3,0%; Mangan ≤1,0%; Fosfor
Komposisi
≤0,3%; Sulfur ≤0,1%
Bentuk Produk Dapat berbentuk Rectangular, Taper-faced, Barrel-faced
Ukuran nominal
Diameter silinder mesin yakni 70 mm, 80 mm, 100 mm, dll
(Diameter)
Ketahanan
memiliki kuat Tarik > 200-400 MPa
mekanik
Beratnya harus sesuai dengan ukuran nominal diameter piston
Berat Produk
(misalnya Ø70 mm, Ø80 mm, dst). Memiliki berat 5-20g
Toleransi Dimensi end gap 0,24-0,40 mm (untuk bore 80 mm), side clearance
& Geometri 0,02-0,06 mm, ovalitas s0,02 mm.
uji dimensi, kekerasan 180-300 HB/HV, ketahanan aus <10-6
Metode Uji mm³/ Nm, deformasi ≤0,05 mm setelah uji elastisitas, tahan
panas hingga 300-400 °C.
Sesuai SNI 05-0134-1987 (Indonesia)
Produk: Cincin Torak (Piston Ring) dari besi tuang
Sifat Mekanis
o Kekuatan tarik (Tensile Strength) : 200-400 MPa
o Kekerasan (Hardness) : 180-260 HB
o Ketangguhan (Toughness / Impact Strength) : Kemampuan
menahan beban kejut tanpa patah.
o Ketahanan aus (Wear Resistance) : Tinggi, terutama pada besi
tuang paduan krom / molibdenum.
o Ketahanan lelah (Fatigue Strength) : Penting karena cincin bekerja
dalam siklus tekanan berulang.
Sifat Fisis
o Massa jenis (Density): ±7,2 - 7,4 g/cm³
o Konduktivitas termal (Thermal Conductivity): +45 W/m.K (lebih
rendah dari baja → lebih menahan panas)
o Koefisien muai panjang (Thermal Expansion Coefficient): +10 - 11
× 10-6 / °C
o Titik lebur (Melting Point): ±1150 - 1250 °C
o Modulus elastisitas (Young's Modulus): ±100 - 170 GPa
2. SAE AMS 7310 → RINGS-PISTON Cast Iron
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SAE AMS 7310
Bahan nya adalah besi cor kelabu (grey cast iron) atau besi
Bahan
cor nodular (ductile iron) dengan struktur grafit halus
Karbon 2,8–3,5%; Silikon 1,0–2,5%; Mangan ≤1,0%; Fosfor
Komposisi
≤0,2%; Sulfur ≤0,12%
Ketahanan K memiliki kuat Tarik sekitar 250-350 MPa
mekanik memiliki kekerasan Brinell (HB) sekitar 200-300 HB
Beratnya tergantung diameter piston, lebar cincin (h) dan tebal
Berat Produk
radial
Permukaan luar dilapisi (plating) krom, molybdenum, atau
Finishing
dilapisi fosfat untuk meningkatkan daya tahan
uji dimensi, uji kekerasan 200-300 HB, ketahanan aus , uji
Metode Uji
tarik sekitar 250-350 MPa, stabilitas termal.
Sifat Mekanis (Mechanical Propertis)
o Kekerasan Brinell (HB): umumnya di kisaran 200 - 300 HB (bisa
berbeda tergantung edisi/ kelas).
o Kekuatan tarik (UTS): minimum sekitar 250 350 MPa (kelas
standar cast iron).
o Modulus elastisitas: kira-kira 100 - 130 GPa.
o Ketahanan aus → diuji dengan uji gesekan atau beban kontak.
Sifat Fisis (Physical Properties)
o Densitas (p) : 7,1-7,3 g/cm³
o Titik lebur (Tm) : ± 1150 - 1250 °C
o Konduktivitas termal (k) : 35 - 55 W/m-K
o Koefisien muai panas (a) : (10 - 12) × 10- /K
o Kapasitas panas jenis (Cp) : 0,45 - 0,55 J/g.K
PERBANDINGAN CINCIN TORAK - SNI 05-0134-1987 VS SAE AMS 7310
ASPEK
SNI 05-0134-1987 SAE AMS 7310
PENTING
Besi tuang kelabu, besi tuang Grey cast iron dan (ductile
Bahan grafit spheroidal / granular iron) dengan struktur grafit
halus
Karbon 2,5–4,0%; Silikon Karbon 2,8–3,5%; Silikon 1,0–
Komposisi 1,0–3,0%; Mangan ≤1,0%; 2,5%; Mangan ≤1,0%; Fosfor
Fosfor ≤0,3%; Sulfur ≤0,1% ≤0,2%; Sulfur ≤0,12%
Ketahanan
Kuat Tarik 200-400 MPa Kuat Tarik 250-350 MPa
mekanik
Sifat Fisis Densitas : ±7,2 - 7,4 g/cm³ Densitas : 7,1-7,3 g/cm³
Uji beban, uji dimensi, uji Uji kekerasan (HB), uji tarik,
Pengujian kekerasan, uji ketahanan uji mikrostruktur (grafit,
mekanik. porositas), uji bending.
Bahan : BESI COR
Bidang : INFRASTRUKTUR
Produk : PENYAMBUNG PIPA BERULIR
Standar :
1. SNI 0139:2008 → Penyambung pipa berulir dari besi cor maleabel hitam
2. ISO 49-1994 → Malleable cast iron fittings threaded
Detail Spesifikasi :
1. SNI 0139:2008 → Penyambung pipa berulir dari besi cor maleabel hitam
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 0139:2008
Bahan yang dipergunakan Adalah Besi cor maleabel hitam
Bahan
(malleable cast iron)
Karbon, Silikon, Mangan, Fosfor, Sulfur
Komposisi
(tidak disebutkan presentasenya)
Berbentuk Elbo, Te, Kros, Mel dan female, Belokan
Bentuk Produk
Panjang, lateral dan belokan, Sok, Nepel, dll
Ketebalan sekitar 3-10 mm tergantung ukuran penyambung
Ukuran Ketebalan
pipanya
Toleransi panjang meningkat sesuai kelipatan ukuran (L),
dimulai dari ±1,5 mm untuk L≤ 30 mm, bertambah menjadi
Toleransi Panjang
±2,0 mm, ±2,5 mm, ±3,0 mm, ±3,5 mm, ±4,0 mm, hingga
±5,0 mm untuk L > 200 mm.
Ketahanan 10.000 kPa (100 bar) untuk ukuran 1/8 – 4 inci
Tekanan 6400 kPa untuk ukuran 5-6 inci
Metode Uji Uji tarik 300-350 N/mm², uji kekerasan ±150 HB , uji visual,
uji lapisan seng, uji kebocoran 500 dan 2000 kPa
Sifat Mekanis
o Kekuatan Kuat tarik minimum (tensile strength) → sekitar 300–
350 N/mm² (tergantung kelas besi cor maleabel).
o Perpanjangan minimum (elongation) → 6–10%.
o Kekerasan maksimum → sekitar 150 HB (Brinell).
o Uji kekuatan terhadap tekanan hidrostatik (misalnya 20 bar) dan uji
udara (5 bar) untuk memastikan tidak ada kebocoran.
Sifat Fisis
o Kepadatan dan homogenitas (produk tidak boleh ada retak atau
cacat pengecoran).
o Ketahanan terhadap suhu (pipa fitting harus tahan pada kisaran –20
°C sampai +120 °C untuk tekanan kerja).
o Ketahanan korosi (diatur lewat ketentuan pelapisan seng murni ≥
99,95% dengan ketebalan tertentu).
o Dimensi & toleransi geometris (berhubungan dengan sifat fisis
produk jadi).
PERBANDINGAN PENYAMBUNG PIPA BERULIR - SNI 0139:2008 VS
ISO 49-1994
ASPEK
SNI 0139:2008 ISO 49-1994
PENTING
Besi cor maleabel hitam Malleable cast iron yang
Bahan (malleable cast iron) berjenis Whiteheart fittings dan
Blackheart fittings
Ketahanan Kuat Tarik 300-350 MPa Kuat Tarik 300-400 MPa
mekanik (tergantung kelas)
10.000 kPa (100 bar) untuk Working pressuer ±25 bar (20-
Ketahanan
ukuran 1/8-4", 6.400 kPa (64 120 °C); Design pressure: 100
Tekanan
bar) untuk 5-6" bar (1/8-4"), 64 bar (5-6")
Homogen, bebas cacat, tahan
Halus, bebas cacat, bebas
suhu -20 °C s/d +120 °C,
Sifat fisis hidrokarbon aromatik, tahan
tahan korosi (dengan lapisan
suhu -20°C s/d 300 °C
seng ≥99,95%)
Ketebalan 3-10 mm
Ukuran atau Tidak dijelaskan ketebalan, tap
(tergantung ukuran
Ketebalan klasifikasi produk lebih detail
penyambung pipanya)
Bahan : BAJA
Bidang : KONSTRUKSI
Produk : BAJA TULANGAN
Standar :
1. SNI 2052:2024 (BJTS 420) → Baja tulangan beton dalam bentuk
gulungan
2. ISO 15630-1→ Steel for the reinforcement and prestressing of concrete
Detail spesifikai :
1. SNI 2052:2024 (BJTS 420) → Baja tulangan beton dalam bentuk
gulungan
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 2052:2024 (BJTS 420)
Baja tulangan harus dibuat dari billet baja tuang kontinu
Bahan
(continuous cast billet).
Komposisi SNI/RSNI memuat Tabel komposisi kimia (ladle analysis)
yang memberikan batas maksimum untuk unsur seperti C, Si,
Mn, P, S dan nilai C_eq (carbon equivalent) per kelas baja
(termasuk BjTS 420).
Produk yang diatur: batang baja tulangan ulir/sirip (deformed
bars — BjTS), BjTS 420 adalah baja ulir (deformed) untuk
Bentuk Produk penguat [Link] yang diatur meliputi bentuk sirip
(tinggi sirip, lebar, pitch/spacing), profil sirip memanjang dan
melintang untuk memastikan daya lekat (bond) ke beton.
Toleransi diameter, toleransi panjang batang, dan toleransi
berat per batang diatur dalam SNI. Contoh umum: toleransi
Toleransi Dimensi berat nominal ±5% untuk rentang diameter tertentu; toleransi
panjang biasanya antara 0 mm (min) hingga +70 mm (max)
untuk panjang potongan standar — per kelas
Dimensi nominal SNI memasukkan ukuran diameter nominal yang berlaku
(mis. 8, 10, 12, 16, 19, 22, 25, 29, 32, 36 mm — tabel ukuran
standar untuk batang ulir). Selain itu disebutkan rumus berat
nominal per meter: W nominal =0,7854 x d² (kg/m) atau
variasinya sesuai catatan standar.
Beban Uji uji mutu meliputi uji tarik (tensile test), uji tegangan luluh
(yield), uji elongasi (elongation/percent elongation), uji
pembengkokan (bend test), dan verifikasi komposisi kimia
(chemical analysis).
Sifat Mekanis:
o Tegangan luluh (Yield strength, ( f_y )≥ 420 MPa
Untuk kelas BjTS 420B
o Tegangan tarik maksimum (Tensile strength, ( f_y)≤ 545 MPa
Batas atas menurut standar SNI untuk BjTS
o Tegangan tarik minimum≥ 525 MPa
| Persyaratan bahwa tegangan tarik tidak boleh kurang dari 525 MPa
o Elongasi (regangan setelah patah, dalam panjang uji 200
mm)tergantung diameter (umumnya ~ 12-14 %)Untuk BjTS 420B,
regangan minimum sekitar 14 % untuk batang diameter ≤ 19 mm
([SMS Perkasa][4])
o Rasio ( f_u / f_y ) (Tensile/Yield Ratio, TS/YS)minimal ~ 1,25
Artinya tegangan tarik harus setidaknya 1,25 × tegangan luluh
o Kemampuan pembengkokan (bending requirement)180° × 3,5d (d ≤
16 mm), 180° × 5d (19 ≤ d ≤ 25 mm), 180° × 7d (29 ≤ d ≤ 36 mm),
90° × 9d (d > 36 mm) | Persyaratan bahwa baja dapat dibengkokkan
tanpa retak di sisi luar
Sifat Fisis:
o Komposisi kimia (contoh): C = 0,33 %, Mn = 0,8 %, Si = 0,19 %, S
~0,030 %, P ~0,020 % ([Scribd][5])
o Hasil pengujian mekanik: yield ~ 420 MPa, tensile ~ 525 MPa
2. ISO 15630-1→ Steel for the reinforcement and prestressing of
concrete
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 2052:2024 (BJTS 420)
Berlaku untuk baja tulangan beton (reinforcing steel) dalam
Bahan bentuk batang (bars), gulungan kawat (wire rod), dan kawat
(wire).
Carbon,Mangan,Pospor,Sulfur,Silikon
Komposisi
(tidak ditetapkan batasan kimia)
Btang baja bisa lurus, bisa polos (plain bars) atau
Bentuk Produk
berprofil/berulis (ribbed/deformed bars)
Toleransi Dimensi Toleransi Panjang minimum 0 mm, maksimum 70 mm
Dimensi nominal Nilai dimensi nominal baja tulangan (misalnya 10mm,
12mm,16mm dst) diatur di ISO 6935-2
Beban Uji Kekuatan leleh min. 420 MPa. Kekuatan tarik min. 540 MPa
PERBANDINGAN BAJA TULANGAN - SNI 2052:2014 (BJTS 420) VS ISO
15630-1
ASPEK
SNI 0139:2008 ISO 49-1994
PENTING
Baja karbon dengan kadar C, Tidak mengatur spesifikasi
Mn, P, S, dll dibatasi. <br> bahan. Hanya mengatur **cara
Contoh batas: C ≤ ~0,25%, P analisis kimia** (sampling &
Bahan
≤ 0,050%, S ≤ 0,050% uji lab) untuk memastikan
kadar unsur sesuai standar
produk.
Menetapkan **prosedur uji**:
Untuk BJTS 420: <br> –
<br> – Tensile test
Tegangan luluh fy ≥ 420 MPa
Beban uji (menentukan fy, fu,
<br> – Tegangan tarik fu ≥
elongation) <br> – Bend &
1,25 × fy (≥ 525 MPa) <br> –
rebend test <br> – Fatigue test.
Elongasi total ≥ 10–14%
<br> Tidak menetapkan nilai
tergantung diameter.
minimal.
Menentukan cara mengukur
BJTS 420 wajib memenuhi: sifat mekanis: <br> – Yield
<br> – Daktilitas cukup strength ditentukan dengan
Sifat mekanis (elongasi ≥ 10–14%) <br> – metode offset 0,2% bila tidak
Kuat tarik lebih tinggi dari ada titik leleh jelas. <br> –
luluh (fu/fy ≥ 1,25) <br> – Elongasi diukur setelah uji
Mampu dibengkokkan tanpa tarik. <br> – Bend test
retak. dilakukan dengan sudut
tertentu dan diameter mandrel.
Bentuk produk Produk BJTS 420 berupa Produk BJTS 420 berupa
**batang baja ulir (deformed **batang baja ulir (deformed
bar)**, polos jarang dipakai bar)**, polos jarang dipakai
untuk kelas ini. <br> untuk kelas ini. <br> Diameter
Diameter nominal: 10 – 40 nominal: 10 – 40 mm
mm (umumnya). <br> (umumnya). <br> Panjang
Panjang batang: 6 – 12 m. batang: 6 – 12 m.
BJTS 420 memiliki massa
nominal sesuai diameter Mengatur cara **penentuan
standar (misalnya Ø16 ≈ 1,58 deviasi massa per meter**
Massa produk
kg/m). <br> Ada toleransi dibanding massa nominal,
deviasi massa per meter sebagai prosedur verifikasi.
(±6%).
Bahan : BAJA
Bidang : STRUKTUR BANGUNAN
Produk : PIPA BAJA PANCANG
Standar :
1. SNI SNI 8052:2014→ Pipa baja untuk pancang
2. ISO 15630-1→ Metallic materials — Tensile testing
Detail spesifikasi:
1. SNI SNI 8052:2014→ Pipa baja untuk pancang
SPESIFIKASI MENURUT SNI 8052:2014
ASPEK
Pipa ditetapkan sebagai pipa baja karbon yang dibuat tanpa
sambungan (seamless) atau dengan las (welded) tergantung
Bahan
jenis pipa yang dimaksud untuk pancang. Produk bisa
diproduksi dari coil/slitted coil atau billet sesuai proses pabrik.
Komposisi SNI 8052:2014 mensyaratkan pengujian komposisi kimia;
metode uji dan rujukan analisis umumnya mengikuti SNI
0308 atau ASTM A751 untuk analisis kimia. Standar memuat
batas unsur kimia yang harus dipenuhi (nilai maksimum untuk
unsur seperti C, Mn, P, S dan mungkin unsur lainnya
tergantung grade).
Produk spesifik yang diatur: pipa baja untuk pancang (pile
pipes) — biasanya berbentuk silinder berongga dengan
ketebalan dinding tertentu; tersedia berbagai diameter luar
Bentuk Produk nominal dan ketebalan dinding untuk aplikasi
[Link] terkait pada standar: ujung pipa (plain,
bevel, welded splice), sambungan las (jika ada), dan
persyaratan permukaan luar/dalam (bebas cacat berbahaya)
Standar menetapkan toleransi untuk diameter luar, ketebalan
dinding, dan panjang pipa, serta toleransi massa per meter
Toleransi Dimensi (deviasi massa daripada massa nominal). Toleransi ini
dikelompokkan menurut kelas pipa (tipis/medium/tebal)
sebagaimana tercantum pada klausa dimensi & toleransi.
Dimensi nominal SNI mencantumkan daftar diameter luar nominal dan
berat/diameter/ketebalan untuk ukuran standar (contoh
potongan tabel: Ø60,3; Ø88,9; Ø114,3; Ø168,3; Ø273,05;
dsb. dengan berat kg/m yang tertera).
Beban Uji SNI mengatur program pengujian termasuk (ringkasan): Uji
komposisi kimia (analisis ladle/coil) — mengacu SNI 0308 /
ASTM A751.
Sifat Mekanis
o Kekuatan Tarik (Tensile Strength): Minimal 410 MPa
o Tegangan Luluh (Yield Strength, ReH atau Rp0,2) Minimal 245
MPa
o Perpanjangan (Elongation, A5) Minimal 20% untuk panjang ukur 5
× diameter luar.
o Uji Lengkung (Bend Test): Potongan pipa harus mampu ditekuk 90°
tanpa retak pada bagian las maupun badan pipa.
o Uji Pipih (Flattening Test): Pipa ditekan sampai jarak antar
permukaan mencapai nilai tertentu → tidak boleh retak pada
sambungan las maupun badan pipih
o Uji Hidrostatik: Pipa harus mampu menahan tekanan hidrostatik
internal sesuai dengan perhitungan tanpa kebocoran.
Sifat Fisis
o Bahan utamaTerbuat dari baja karbon. Material harus homogen,
bebas dari cacat berbahaya, retakan, lipatan, atau inklusi yang bisa
mengurangi kekuatan.
o Dimensi nominal: Pipa berbentuk silinder berongga dengan ukuran
standar (diameter luar, ketebalan dinding, panjang). Panjang standar
biasanya 6 m – 12 m (atau sesuai pesanan).
o Toleransi dimensi: Toleransi untuk diameter luar, ketebalan dinding,
panjang, dan kebulatan (out-of-roundness). Toleransi massa per
meter juga ditetapkan.
o Massa jenis / Berat nominal: Berat dihitung berdasarkan massa jenis
baja ± 7.85 g/cm Standar memberikan tabel berat per meter sesuai
dengan diameter dan ketebalan dinding (misalnya Ø 168,3 mm
dengan t 7,1 mm ≈ 29,8 kg/m).
o Permukaan: Permukaan pipa harus bersih dari minyak, karat lepas,
kerak, dan cacat lain. Tidak boleh ada lipatan, retakan, atau penyok
yang dapat mengganggu fungsi sebagai pancang.
Standar :
2. ISO 15630-1→ Metallic materials — Tensile testing
SPESIFIKASI MENURUT ISO 22477-1:2018
ASPEK
Bahan Tercatat, tapi tidak dispesifikkan
Tidak diatur. Tidak ada batasan atau metode analisis
komposisi kimia sebagai persyaratan produk. Jika analisis
Komposisi
kimia diperlukan, ISO 22477-1 hanya mengharuskan
dokumentasi material/sertifikat yang relevan.
Disebut (tipe tiang), tetapi tidak spesifikasi manufaktur ISO
22477-1 berlaku untuk (vertikal & raking; juga pile sections,
Bentuk Produk concrete, steel, composite). Standar menjelaskan cara
menempatkan reaksi dan pengukuran untuk berbagai tipe,
bukan mendesain bentuk pipa
Tidak diatur. Standar uji tidak menetapkan toleransi
Toleransi Dimensi
manufaktur.
Dimensi nominal Tidak diatur (harus dicatat).
Beban Uji Diatur secara rinci Ini bagian inti ISO 22477-1: prosedur
pemuatan (rentang beban, tahapan kenaikan beban, durasi
penahanan tiap tahapan), kriteria konvergensi perpindahan,
dan bagaimana menentukan kapasitas/pusat beban (load-
displacement curve). Juga mengatur kalibrasi alat dan catatan
pengukuran.
Sifat Mekanis
o Daya dukung aksial (axial load capacity): Besarnya gaya tekan/ tarik
maksimum yang dapat ditahan oleh tiang tanpa mengalami
kegagalan. Ditentukan dari kurva beban–penurunan (load–settlement
curve).
o Defleksi / Penurunan (settlement or displacement): Besarnya
pergerakan vertical tiang terhadap beban yang diberikan. Bisa berupa
penurunan permanen atau elastis. Kekakuan aksial (axial stiffness).
Hubungan antara tambahan beban dengan penurunan yang terjadi
(ΔP/Δs). Mencerminkan “elastisitas kerja” tiang di tanah.
o Perilaku tarik (tensile resistance): Untuk tiang yang diuji tarik, sifat
mekanisnya berupa daya tahan terhadap gaya tarik dan deformasi
yang terjadi.
o Geser lateral (lateral load behaviour) jika diuji lentur/geser. Respons
mekanis tiang terhadap beban horizontal.
o Perlawanan tanah (soil resistance distribution): Kadang diukur
dengan strain gauge di sepanjang tiang untuk mendapatkan
kontribusi friksi selimut (shaft resistance) dan tahanan ujung (end
bearing).
Sifat Fisis
o Geometri tiang (pile geometry): Diameter luar / lebar penampang.
Panjang tiang (total length, embedment depth). Level permukaan
atas dan dasar tiang.
o Bentuk dan jenis tiang: Apakah tiang baja, beton, komposit, pipa
silinder, atau tiang pracetak. Posisi tegak (vertical pile) atau miring
(raking pile).
o Kondisi permukaan tiang: Dicat, dilapisi, atau polos (surface
condition). Adanya sambungan las atau splicing.
o Massa / Berat tiang: Tidak ada angka baku di ISO 22477-1, tapi
berat/massa dapat dicatat sebagai data fisik tiang.
o Data material: Jenis material (steel, concrete, composite).
o Sertifikat material (misalnya densitas baja sekitar 7,85 g/cm³, dicatat
dari pabrikan, bukan ditetapkan oleh ISO ini).
PERBANDINGAN PIPA BAJA SNI 8052:2014 VS ISO 22477-1:2018
SNI 8052:2014 ISO22477-1:2018
ASPEK
PENTING
Baja karbon untuk konstruksi, Tidak mengatur bahan; hanya
Bahan biasanya baja las atau tanpa mencatat jenis material tiang
las (ERW/SAW (baja, beton, komposit).
Beban uji Tidak diatur; SNI 8052 hanya Beban uji aksial
spesifikasi material & tekan/tarik/lateral ditetapkan
dimensi pipa. sesuai desain (beban kerja,
beban ultimit)
Berat jenis baja (≈7,85 Data geometris tiang, berat
Sifat fisis g/cm³), dimensi geometris, total, kondisi permukaan,
massa per meter. posisi pemasangan
Dihitung dari dimensi &
densitas baja, dicantumkan
Berat tiang dapat dicatat
dalam spesifikasi.
Berat produk sebagai bagian dari data awal
uji
mm (umumnya). <br>
Panjang batang: 6 – 12 m.
Bahan : ALUMINIUM
Bidang : TRANSPORTASI
Produk : ALUMINIUM EKSTRUSI STRUKTURAL
1. SNI 07-2122-1991: Profil Aluminium Ekstrusi untuk Keperluan
Konstruksi Umum
2. ASTM B221: Standard Specification for Aluminum and Aluminum-
Alloy Extruded Bars, Rods, Wire, Profiles, and Tubes
Detail Spesifikasi :
1. SNI 07-2122-1991: Profil Aluminium Ekstrusi untuk Keperluan Konstruksi
Umum
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 07-2122-1991
Bahan Paduan Aluminium (seri 6xxx, seperti Al 6063 atau 6061,
yang umum diekstrusi).
Bentuk Produk Berbagai profil ekstrusi seperti I-beam, C-channel, L-angle,
atau bentuk khusus.
Komponen Kimia Kandungan elemen paduan utama (misalnya Si, Mg, Cu,
Mn, Zn) harus berada dalam batas yang ditentukan.
Dimensi Nominal Ditetapkan oleh produsen, biasanya diukur dari tebal
dinding, lebar, dan tinggi penampang.
Toleransi Dimensi Toleransi Dinding: Ditetapkan berdasarkan ketebalan
dinding profil; misalnya, tebal dinding ≤3 mm memiliki
toleransi ±0.15 mm (dapat bervariasi).
Beban Uji (Load Uji Tarik, uji kekerasan.
Test)
Permukaan Permukaan harus halus, bersih, dan bebas dari cacat serius
seperti retak, die lines berlebihan, atau inklusi.
Ketahanan Mekanik Kuat Tarik (σtensile)≥200 MPa. Cukup untuk beban statis
konstruksi umum, Kuat Luluh (σluluh)≥160 MPa,
KeuletanBaik (≥8%), dan Kriteria KritisKuat Tarik dan
Luluh dasar.
Finishing Biasanya di-anodisasi atau dicat bubuk (powder coated)
untuk ketahanan korosi dan estetika.
Uji & Pemeriksaan Uji Visual, Uji Dimensi, Uji Komposisi Kimia, Uji Tarik,
Mutu Uji Kekerasan.
Sesuai SNI 07-2122-1991 (Indonesia)
Produk: Aluminium Ekstrusi Struktural
Sifat Mekanis
o Kuat Tarik (σtensile) umumnya ≥200 MPa, dan Kuat Luluh
(σluluh) ≥160 MPa. Nilai ini dianggap memadai untuk menahan
beban statis pada konstruksi arsitektur atau bingkai jendela.
o Material ini memiliki keuletan yang baik (≥8%), yang penting agar
mudah dibentuk dan dibengkokkan saat proses fabrikasi.
Sifat Fisis
o Densitas standar aluminium (≈2.7 g/cm3)
o Kontrol terhadap berat produk diatur secara tidak langsung melalui
toleransi dimensi profil untuk memastikan konsistensi massa per
meter. Standar ini kurang fokus pada tujuan pengurangan bobot
maksimum
o Kemampuan las umumnya baik, tetapi persyaratan untuk
mempertahankan kekuatan setelah pengelasan tidak seketat standar
struktural
ASPEK SPESIFIKASI ( ASTM B221 )
Material Paduan Aluminium (Al 6061, Al 6082, Al 7005 — sering
digunakan di transportasi).
Bentuk Produk Secara spesifik dibagi menjadi batang (bar), batang bulat
(rod), kawat (wire), dan profil (shapes).
Komposisi Secara ketat mengatur batas minimum dan maksimum semua
Kimia elemen paduan untuk menjamin sifat mekanis dan
kemampuan las (weldability).
Dimensi Ditentukan dalam sistem inci atau metrik.
Nominal
Toleransi Toleransi Kedataran (Flatness): Ditetapkan secara ketat
Dimensi untuk permukaan struktural. Toleransi Twist dan
Straightness: Memastikan profil sangat lurus untuk
pemasangan komponen kritis.
Load Class (Uji Uji Tarik, Uji Kekerasan Brinell/Rockwell, Uji Ketangguhan
Beban) Patah (untuk aplikasi kritis).
Sifat Mekanis Kuat Luluh (σluluh)Biasanya ≥160 MPa untuk Al 6063-T5
(Temper paling umum), Kuat Tarik (σtensile)Biasanya
≥200 MPa. Lebih rendah dibandingkan standar internasional
untuk aplikasi struktural, Keuletan (Ductility)Baik
(Perpanjangan ≥8%). Cukup ulet untuk aplikasi umum, dan
Kekerasan Cukup, namun lebih rendah dari paduan struktural
keras.
Permukaan Persyaratan permukaan diatur agar bebas dari cacat seperti
retak, blisters, atau abrasi.
Finishing Dapat mencakup persyaratan untuk Temper perlakuan panas
(heat treatment) yang spesifik (misalnya T6 untuk kekuatan
tinggi atau T5).
Pengujian Uji Komposisi Kimia, Uji Tarik (Kuat Luluh, Kuat Tarik,
Perpanjangan), Uji Kekerasan, Uji Korosi Tegangan (untuk
seri 7xxx).
2. ASTM B221: Standard Specification for Aluminumnd Aluminum-Alloy
Extruded Bars, Rods, Wire, Profiles, and Tubes
Sesuai ASTM B221 (Internasional)
Produk: Aluminium Ekstrusi Struktural
a. Sifat Mekanis (Mechanical Properties)
o Kuat Luluh dan Kuat Tarik minimum yang lebih tinggi dan
spesifik untuk setiap Temper (misalnya 6061-T6 memiliki Kuat
Luluh min. 240 MPa)
o Mencapai keseimbangan antara kekuatan tinggi dan keuletan
(perpanjangan ≥8−10%). Hal ini krusial agar material mampu
menyerap benturan tanpa retak getas, meningkatkan keselamatan.
o Standar ini menjadi acuan untuk Ketahanan Kelelahan
(Fatigue), properti yang sangat penting untuk umur panjang
struktur kendaraan.
b. Sifat Fisis (Physical Properties)
o Densitas standar aluminium sekitar 2,7 g/cm3
o Kontrol berat produk sangat ketat melalui toleransi dimensi
yang sangat presisi. Ini bertujuan untuk mencapai desain bobot
teringan tanpa mengorbankan kekuatan, penting untuk efisiensi
bahan bakar transportasi.
o Kemampuan las diatur secara ketat, termasuk prosedur untuk
memastikan kekuatan sambungan las tidak berkurang setelah
proses pengelasan dan perlakuan panas.
PERBANDINGAN BIDANG TRANSPORTASI – SNI 07-2122-1991 VS
ASTM B221
ASPEK SNI 07-2122-1991 ASTM B221 (Aplikasi
PENTING (Konstruksi Transportasi/Struktural)
Umum)
MATERIAL Al 6063 (umum, Al 6061/7005 (berkekuatan tinggi,
UTAMA mudah diekstrusi). struktural).
BEBAN UJI Uji Tarik dasar. Uji Tarik presisi, menjadi acuan untuk Uji
Tidak fokus pada Kelelahan (Fatigue).
beban berulang.
SIFAT Kuat Tarik relatif Kuat Tarik jauh lebih tinggi (≥260 MPa)
MEKANIS ≥200 MPa (memadai dan dikontrol ketat untuk beban dinamis.
untuk beban statis).
KONSTRUKSI Toleransi dimensi Toleransi sangat ketat pada Kelurusan
longgar. Cukup dan Puntiran (wajib untuk presisi rangka
untuk pemasangan kendaraan).
umum.
PERMUKAAN Fokus pada estetika Kontrol ketat untuk mencegah cacat yang
dan permukaan yang bisa menjadi titik awal retakan kelelahan.
halus untuk
finishing.
PROTEKSI Mengandalkan Kontrol kimia ketat untuk mencegah
KOROSI ketahanan alami Korosi Tegangan (SCC) pada paduan
(6xxx) dan anodisasi berkekuatan tinggi.
biasa.
Bahan : ALUMINIUM
Bidang : PENERBANGAN
Produk : PELAT DAN LEMBARAN STRUKTURAL PESWAT
1. SNI 07-0956-1989 - Pelat dan Lembaran Aluminium (Umum)
2. AMS 4045 / AMS 4050 (SAE Aerospace Material Specifications) -
Pelat Al 7075-T6
Detail Spesifikasi :
1. SNI 07-0956-1989 - Pelat dan Lembaran Aluminium (Umum)
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 07-0956-1989
Bahan Aluminium murni atau paduan aluminium untuk
keperluan umum/industri.
Bentuk Produk Pelat (plate) dan Lembaran (sheet).
Komponen Kimia Komposisi kimia diatur untuk paduan aluminium
umum (misalnya seri 1xxx, 3xxx, 5xxx).
Dimensi Nominal Ukuran tebal dan lebar ditetapkan.
Toleransi Dimensi Toleransi tebal/lebar ditetapkan untuk produk
komersial.
Beban Uji (Loa Test) Uji Tarik: Diuji untuk menentukan kuat luluh dan
kuat tarik dasar.
Uji Kebulatan/Kerataan: Pemeriksaan visual dan
dimensional.
Permukaan Permukaan harus halus, bersih, dan bebas dari cacat
serius seperti retak, die lines berlebihan, atau
inklusi.
Finishing Tidak ada lapisan khusus yang diwajibkan selain
penandaan (label) produk.
Uji & Pemeriksaan Uji visual dan dimensi, Uji tarik untuk sifat
Mutu mekanis minimum, dan Uji kimia dasar.
Sesuai SNI 07-0956-1989 (Indonesia)
Produk: Pelat dan Lembaran Aluminium
Sifat Mekanis
o Kuat Luluh (σluluh): Minimum relatif rendah (sesuai paduan non-
struktural).
o Kuat Tarik (σtensile): Minimum rendah. Tidak dioptimalkan untuk
menahan tegangan penerbangan.
o Keuletan (Elongation): Baik, karena paduan yang digunakan relatif
lunak.
Sifat Fisis
o Densitas standar aluminium (2.7 g/cm3)
o Rasio kekuatan/berat : Standar, tidak tinggi
o Kemudahan fibrikasi : mudah dibentuk
2. AMS 4045 / AMS 4050 (SAE Aerospace Material Specifications) - Pelat Al
7075-T6
ASPEK SPESIFIKASI ( AMS 4045 / AMS 4050 )
Material Paduan Aluminium 7075 (Paduan Aluminium-Seng-
Magnesium-Tembaga).
Bentuk Produk Pelat (Plate) dan Lembaran (Sheet) dengan dimensi yang
sangat presisi.
Komposisi Komposisi kimia sangat ketat, terutama kandungan Seng
Kimia (Zn), Tembaga (Cu), dan Kromium (Cr) untuk memastikan
kekuatan tertinggi.
Dimensi Ukuran tebal sangat spesifik (misalnya, tebal untuk kulit
Nominal sayap).
Toleransi Toleransi ketebalan sangat sempit. Toleransi kerataan
Dimensi (flatness) harus sangat tinggi untuk perakitan badan pesawat.
Load Class (Uji Uji Tarik: Diuji pada berbagai arah (longitudinal,
Beban) melintang) untuk Kuat Luluh dan Kuat Tarik.
Uji Kelelahan (Fatigue Test): Wajib, mensimulasikan
siklus tekanan penerbangan berulang.
Uji Ketangguhan Patah (Fracture Toughness): Wajib,
untuk mengukur kemampuan menahan retak.
Permukaan Sering kali diwajibkan Alclad (pelapisan aluminium murni
tipis) untuk perlindungan korosi, atau permukaan yang
sangat halus dan bebas dari cacat mikroskopis.
Finishing Penandaan permanen wajib mencakup nomor lot dan temper
untuk ketertelusuran penuh (full traceability) hingga ke
pabrik peleburan.
Pengujian Uji Ultrasonik: Untuk mendeteksi cacat internal yang tidak
terlihat.
Uji Ketahanan Korosi Tegangan (SCC).
Verifikasi perlakuan panas (Temper T6)
Sesuai AMS 4045/ AMS 4050 (Internasional)
Produk: Pelat dan Lembaran Aluminium
a. Sifat Mekanis (Mechanical Properties)
o Kuat Luluh (σluluh): Sangat Tinggi (≈500 MPa untuk T6). Kritis
untuk menahan tekanan badan pesawat.
o Kuat Tarik (σtensile): Sangat Tinggi (≈570 MPa). Diperlukan
untuk menopang beban aerodinamis sayap.
o Ketangguhan Patah: Harus memenuhi nilai minimum tertentu
untuk menahan perambatan retak.
b. Sifat Fisis (Physical Properties)
o Densitas: Sekitar 2,7 g/cm3.
o Rasio Kekuatan/Berat: Maksimum. Kunci untuk efisiensi bahan
bakar dan performa pesawat.
o Kontrol Kelelahan: Strukturnya dioptimalkan untuk daya tahan
terhadap siklus tegangan seumur hidup pesawat.
PERBANDINGAN BIDANG PENERBANGAN – SNI 07-0619-1989 VS AMS
4045 / AMS 4050
ASPEK SNI 07-0956-1989 AMS 4045/4050 (Dirgantara -
PENTING (Pelat Umum) Wajib)
MATERIAL Paduan Komersial Paduan 2xxx/7xxx (sangat tinggi
UTAMA (rendah kekuatan). kekuatan - Al-Cu/Al-Zn).
BEBAN UJI Uji Tarik dasar. Tidak Wajib Uji Kelelahan (Fatigue) dan
ada uji beban dinamis. Uji Ketangguhan Patah.
SIFAT Kuat Tarik dan Luluh Kuat Tarik & Luluh Sangat Tinggi
MEKANIS rendah (beban statis). (≥400 MPa) untuk beban dinamis
dan keselamatan.
KONSTRUKSI Toleransi dimensi Toleransi sangat ketat pada
longgar. Cukup untuk Kelurusan dan Puntiran (wajib
pemasangan umum. untuk presisi rangka kendaraan).
PERMUKAAN Harus bersih, fokus Sering Alclad (lapisan pelindung).
pada tampilan. Kontrol ketat dari cacat pemicu
retak.
PROTEKSI Mengandalkan Wajib Alclad atau Temper khusus
KOROSI ketahanan alami. untuk mitigasi Korosi Tegangan
(SCC).
Bahan : MAGNESIUM
Bidang : OTOMOTIF
Produk : WHEELS
1. ASTM B94 / ASTM B403→Material Ingot & Die Castings (Spesifikasi
Kimia dan Mekanik)
2. SAE J465 / SAE AMS 4490→Automotive/Aerospace Alloys
Detail Spesifikasi:
1. ASTM B94 / ASTM B403→Material Ingot & Die Castings (Spesifikasi Kimia
dan Mekanik)
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ASTM B94 / ASTM
B403
Bahan Paduan Magnesium (misalnya, AZ91D atau AM60B).
Dipilih karena rasio kekuatan-terhadap-berat yang
unggul, penting untuk performa dan efisiensi bahan
bakar.
Komposisi Kimia Mengatur batas-batas persentase berat elemen utama
dan pengotor dalam produk die casting akhir. Misalnya,
untuk AZ91D: Al (8.3%−9.7%), Zn (0.4%−1.0%).
Kontrol ketat pada pengotor: Fe (maks. 0.005%), Ni
(maks. 0.002%).
Bentuk Produk Wheels (Roda) untuk kendaraan ringan, umumnya
motor sport atau kendaraan mewah yang mengutamakan
berat rendah. Wheels (Roda) yang dicetak melalui
proses High Pressure Die Casting (HPDC).
Komponen Terdiri dari tutup (cover) dan bingkai (frame). Tutup
harus pas dengan bingkai, tidak ada celah.
Dimensi Nominal Ditentukan oleh desain roda (diameter, lebar rim,
offset). Toleransi dimensi yang ketat pada mounting
surface dan lubang hub.
Toleransi Dimensi Toleransi geometris dan dimensi kritis untuk
keseimbangan roda dan perakitan, seringkali diatur oleh
standar otomotif tambahan.
Beban Uji (Load Uji Kelelahan Rotasi, Uji Kelelahan Radial, dan Uji
Test) Benturan Samping.
Ketahanan Mekanik -Persyaratan produk akhir untuk Kuat Luluh dan Kuat
Tarik minimum yang dispesifikasikan (misalnya,
≥150 MPa). Diuji untuk memastikan kemampuan
meredam getaran dan menahan beban [Link]
getaran.
Konstruksi Tutup & - Persyaratan integritas struktural pada bingkai (rim)
dan geometri tutup (hub/spoke). Harus bebas dari cacat
Bingkai casting yang mengurangi penampang efektif atau
mengganggu integritas bingkai roda.
Permukaan Tutup - Harus mulus dan bebas dari cacat permukaan yang
signifikan seperti cold shut atau retakan.
Berat Produk Berat total produk signifikan (sesuai spesifikasi
tugas): Diameter 600 mm bisa mencapai 50-80 kg
(tergantung tebal) untuk tujuan stabilitas/beban tugas
berat.
Finishing Kritis; memerlukan pre-treatment kimia dan lapisan
pelindung (powder coating atau cat) untuk ketahanan
korosi.
Uji & Pemeriksaan - Uji Radiografi/CT Scan (porositas), Uji Kimia, Uji
Dimensi (CMM), Uji Kelelahan Mekanis, dan Uji
Mutu Keseimbangan.
Sesuai SNI 07-0619-1989 (Indonesia)
Produk: Wheels
a. Sifat Mekanis
o Kuat Tarik (σ tensile) dan Kuat Luluh (σ luluh): Nilai spesifik
sangat bergantung pada paduan (alloy) yang digunakan (misalnya,
AZ91D, AM60B) dan prosesnya Kekerasan (Brinell): 180–220
HB. Nilai ini mencerminkan kemampuan material untuk menahan
beban dinamik dan kejut yang tinggi yang khas pada aplikasi roda
kendaraan, jauh melebihi sekadar beban statis konstruksi biasa.
o Keuletan (elongation): Paduan-paduan untuk roda harus memiliki
keuletan yang cukup (misalnya, ≥3% hingga ≥8%) untuk mencegah
kegagalan getas (brittle failure) saat terjadi benturan mendadak
(impact). Keuletan juga penting untuk menahan retakan yang
mungkin timbul saat proses pemesinan atau perlakuan permukaan.
o Ketahanan Leleh Rayap (Creep Resistance): Penting, terutama
untuk roda yang terpapar panas tinggi (misalnya, dekat sistem
rem), yang dispesifikasikan lebih ketat pada paduan tertentu (high-
temperature alloys)
b. Sifat Fisis
o Densitas: Densitas standar Paduan Magnesium (umumnya
≈1.8 g/cm) jauh lebih ringan daripada paduan Aluminium
(≈2.7 g/cm).
o Keunggulan Bobot: Standar ini secara langsung mendukung
tujuan pengurangan bobot maksimum dalam aplikasi otomotif.
Paduan Magnesium adalah salah satu material struktural teringan,
yang secara signifikan dapat mengurangi massa tak-terpegas
(unsprung mass) kendaraan, meningkatkan performa dan efisiensi
bahan bakar. Berat: relatif berat → keamanan (tidak mudah
digeser/dicuri).
o Ketahanan Korosi: Paduan Magnesium rentan terhadap korosi
galvanik dan harus selalu dilindungi dengan pelapisan/perlakuan
permukaan yang memadai (ini biasanya persyaratan spesifik
produk, bukan fokus utama standar B94/B403).
o Kemampuan Las: Paduan Magnesium die-cast umumnya tidak
dimaksudkan untuk dilas dalam perbaikan struktural utama (seperti
yang dilakukan pada roda aluminium tempa) karena adanya risiko
porositas dan perubahan mikrostruktur yang signifikan yang dapat
sangat mengurangi kekuatan di zona las. Standar ini lebih berfokus
pada sifat material hasil cetakan awal.
2. SAE J465 / SAE AMS 4490→Automotive/Aerospace Alloys
ASPEK SPESIFIKASI SAE J465 / SAE AMS 4490
Material Paduan Magnesium (misalnya, AZ91D, AM60B - J465; AZ91E,
ZE41A - AMS 4490). Dipilih karena rasio kekuatan-terhadap-
berat terbaik.
Komposisi Sangat ketat; mengatur elemen paduan dan terutama elemen
Kimia pengotor (Fe, Ni, Cu) pada batas sangat rendah untuk memastikan
ketahanan korosi yang optimal.
Dimensi Ditentukan oleh desain aplikasi; membutuhkan presisi sangat
Nominal tinggi (terutama AMS 4490).
Toleransi SAE J465: Toleransi ketat untuk casting performa tinggi. SAE
AMS 4490: Toleransi ultra-ketat, sering membutuhkan machining
setelah casting.
Load Class (Uji Uji Kelelahan Siklus Tinggi (High Cycle Fatigue), Uji Tarik, dan
Uji Benturan (Impact Test).
Beban)
Sifat Mekanis Kritis; Persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki Kuat
Tarik dan Kuat Luluh minimum yang tinggi, serta kemampuan
meredam getaran yang unggul, dan lulus uji kelelahan.
Konstruksi Harus memenuhi persyaratan geometri dan integritas internal
(bebas porositas) untuk menahan beban kelelahan dinamis.
Permukaan Harus mulus dan bebas dari cacat. AMS 4490 seringkali
membutuhkan inspeksi penetran zat warna (dye penetrant
inspection) untuk cacat mikro.
Finishing Wajib memerlukan coating pelindung (anodisasi, chromating)
dan lapisan cat/epoksi untuk mitigasi korosi galvanik.
Pengujian Meliputi Uji Kelelahan Siklus Tinggi (beban rotasi), Uji
Radiografi/CT Scan (untuk mengidentifikasi cacat
internal/porositas), Uji Tarik, dan Uji Kimia (verifikasi paduan).
AMS memerlukan pengujian yang lebih ketat dan inspeksi NDT
(Non-Destructive Testing) menyeluruh..
Sesuai SAE J465 / SAE AMS 4490
a. Sifat Mekanis (Mechanical Properties)
o Kekuatan tarik (σtensile): 200–240 MPa (tergantung grade dan
metode casting). Nilai ini tinggi relatif terhadap densitasnya.
o Kekuatan luluh (σyield): 130–160 MPa. Ini adalah batas di mana
roda mulai mengalami deformasi permanen.
o Kekuatan tekan (σcompressive): >180 MPa (biasanya lebih tinggi
dari kuat tarik). Relevan untuk menahan beban vertikal dari
kendaraan.
o Perpanjangan (elongation): 2–10% (menunjukkan sifat ulet/daktil;
Die Castings cenderung di ujung bawah 2%– 4%, sementara Sand
Castings bisa lebih tinggi).
o Kekerasan (Brinell): 60–85 HB (Relatif lebih lunak dari Besi Cor).
o Kekuatan impak: tinggi → Cukup Tinggi untuk logam ringan;
Paduan seperti AM60B memiliki daktilitas yang lebih baik sehingga
lebih tahan terhadap retak di area beban tinggi.
o Modulus elastisitas (E): ±45 GPa (Sangat rendah—hanya ≈1/3 dari
Aluminium, yang berkontribusi pada penyerapan getaran).
b. Sifat Fisis (Physical Properties)
o Densitas: ±1.78–1.83 g/ cm³ (Terendah di antara semua logam
struktural, kunci untuk lightweighting).
o Konduktivitas termal: 50 – 90W/m·K
o Kapasitas redam getaran: Sangat Baik (Jauh lebih tinggi dari
Aluminium atau Baja, meningkatkan kenyamanan berkendara).
o Ketahanan korosi: Rendah secara alami; sensitif terhadap korosi
galvanik dan air garam. Wajib diberi coating dan pre-treatment
(chromating, anodizing) sesuai spesifikasi AMS.
o Berat produk: Sangat Ringan relatif terhadap dimensi. Biasanya
30%– 40% lebih ringan dari roda Aluminium yang setara (misalnya,
roda mobil sport 18 inch bisa hanya 8– 12 kg).Stabilitas dimensi:
Tinggi
PERBANDINGAN WHEELS – SNI 07-0619-1989 VS EN 124
ASPEK PENTING SNI 07-0619-1989 EN 124 (EROPA)
MATERIAL Paduan Magnesium (Mg), Paduan Magnesium
UTAMA umum digunakan AZ91D, (Mg), umum digunakan
AM60B. Fokus pada efisiensi AZ91E, ZE41A,
casting volume tinggi. Elektron. Fokus pada
performa ekstrem,
seringkali mengandung
Rare Earth (RE)
elements.
BEBAN UJI Fokus pada Uji Kelelahan Selain uji kelelahan
(Fatigue) Rotasi dan Radial, standar, mencakup Uji
serta Uji Impak (Benturan) NDT (Non-Destructive
Samping. Pengujian cenderung Testing)
disesuaikan dengan persyaratan Kedirgantaraan yang
regulasi otomotif (JWL/SAE) ketat (misalnya, Uji
Radiografi/CT Scan
wajib) untuk
mengeliminasi cacat
internal kecil.
SIFAT MEKANIS Kuat Tarik minimum Kuat Tarik dan Kuat
dispesifikasikan (≥200 MPa). Luluh maksimum
Lebih toleran terhadap sedikit dijamin sangat tinggi per
variasi sifat mekanis yang berat. Rasio Kekuatan-
disebabkan oleh porositas pada terhadap-Berat menjadi
High Pressure Die Casting. tolok ukur utama.
Menekankan ketahanan
kelelahan siklus tinggi
(High Cycle Fatigue).
KONSTRUKSI Mengatur integritas struktur Sangat ketat pada
coran (casting integrity), seperti Integritas Internal.
bingkai (rim) dan tutup (hub) Standar AMS menuntut
yang bebas dari cacat. Toleransi kontrol dan eliminasi
dimensional cukup ketat untuk porositas yang jauh
keseimbangan. lebih detail karena
kegagalan material dapat
berakibat fatal (aplikasi
pesawat).
PERMUKAAN Permukaan harus mulus dan Harus sempurna dan
bebas dari cacat permukaan bebas dari cacat mikro.
signifikan (cold shut, retakan). Wajib lolos Inspeksi
Penetran Zat Warna
(Dye Penetrant
Inspection) untuk
mendeteksi retak
permukaan sangat halus.
PROTEKSI Kontrol ketat pada pengotor Paling Ketat. Selain
KOROSI (Fe, Ni, Cu) pada ingot (B403) kontrol pengotor,
adalah kunci. Finishing membutuhkan proses
(coating/epoxy) wajib untuk anodizing atau
aplikasi akhir. chromating yang
spesifik dan seringkali
lebih kompleks/mahal
(misalnya, Dichromate
Treatment) untuk
mencapai ketahanan
korosi yang tahan lama
di lingkungan ekstrem.
Bahan : MAGNESIUM
Bidang : ELEKTRONIK
Produk : Kerangka/Casing (Housing) Laptop dan Perangkat Komputasi
1. EN 1754→Magnesium and Magnesium Alloys Magnesium Alloy Ingot
and Castings
2. ISO 16750→ Road vehicles Environmental conditions and testing for
electrical and electronic equipment.
Detail Spesifikasi
1. EN 1754→Magnesium and Magnesium Alloys Magnesium Alloy Ingot
and Castings
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT EN 1754
Bahan Paduan Magnesium (Mg), harus memenuhi spesifikasi
komposisi kimia EN 1754 (misalnya, EN-MB26000).
Komposisi Kimia Mengatur persentase elemen paduan utama (Al, Zn) dan
pengotor (Fe, Ni, Cu) pada level yang ketat untuk
menjamin sifat coran dan ketahanan korosi bawaan.
Bentuk Produk Coran Die Casting atau Thixomolding (pengecoran
semi-padat) untuk menghasilkan geometri casing, bezel,
atau kerangka internal.
Komponen Elemen utama Magnesium serta elemen paduan dan
refiner (pemurni) yang dibutuhkan untuk mencapai sifat
coran dinding tipis.
Dimensi Nominal Ditentukan oleh desain CAD casing (panjang, lebar,
tinggi) dan harus diproduksi dengan akurasi tinggi.
Toleransi Dimensi Toleransi yang ketat untuk die casting, terutama pada
area pemasangan baut dan engsel (hinges). Penting
untuk presisi perakitan.
Beban Uji (Load Uji Tarik dan Uji Kekerasan pada spesimen yang
Test) diambil dari pengecoran untuk memverifikasi sifat
mekanis minimum material.
Ketahanan Mekanik Material harus memenuhi Kuat Tarik (σtensile
≥200 MPa) dan Kuat Luluh (σ yield≥130 MPa)
minimum yang disyaratkan oleh EN 1754.
Konstruksi Tutup & Persyaratan integritas pengecoran pada dinding casing
dan bingkai internal; harus bebas dari cacat seperti
Bingkai porositas yang dapat menyebabkan kebocoran gas saat
painting.
Permukaan Tutup Permukaan coran harus bersih dan bebas cacat untuk
menerima lapisan finishing. Ketebalan dinding harus
seragam.
Berat Produk Paduan Magnesium harus berkontribusi pada berat
produk akhir yang rendah dengan memanfaatkan
densitasnya yang ≈1.8 g/cm3.
Finishing Casing harus memiliki permukaan coran yang ideal
untuk menerima proses pre-treatment (misalnya,
conversion coating) dan painting atau PVD coating.
Uji & Pemeriksaan Analisis Kimia (spektrometri) dan Inspeksi
Visual/Dimensi untuk memverifikasi kesesuaian
Mutu material dan dimensi coran.
Sesuai EN 1754
a. Sifat Mekanik
o Kuat Tarik (σtensile) 200–240 MPa: Kekuatan material menahan
gaya tarik dan pembebanan (misalnya, saat membuka/menutup
laptop).Kuat Luluh (σyield)130–160 MPaBatas di mana casing
mulai melengkung permanen; harus tinggi agar casing tetap stabil
setelah benturan.
o Modulus Elastisitas (E)± 45 GPaSangat rendah. Ini membantu
material menyerap energi benturan (shock) dan getaran (diuji
IEC 60068) tanpa langsung patah.
o Perpanjangan (Elongation) 2–4% (Die Casting)Menunjukkan
daktilitas yang rendah (getas). Membutuhkan pengujian shock
IEC yang cermat untuk memastikan tidak terjadi keretakan fatal.
o Kekerasan (Brinell) 60–85 HB Relatif lunak. Mengharuskan
finishing yang baik untuk tahan goresan dan keausan permukaan.
b. Sifat Fisis
o Densitas ± 1.78–1.83 g/cm3 Paling rendah di antara logam
struktural. Merupakan kunci untuk mencapai desain yang sangat
ringan dan portabel.
o Konduktivitas Termal 50 – 90 W/m·K Cukup baik. Membantu
dalam manajemen termal, yaitu mengalirkan panas dari
komponen internal (CPU/GPU) ke permukaan casing untuk
didinginkan.
o Kapasitas Redam Getaran Sangat Baik. Kemampuan meredam
getaran dan suara (chatter). Membantu mengurangi noise dan
melindungi komponen sensitif internal dari getaran (diuji IEC
60068).
o Ketahanan Korosi Rendah secara alami. Membutuhkan lapisan
pelindung (coating) wajib. Sangat sensitif terhadap kelembaban dan
air asin, yang diuji secara ketat oleh IEC 60068 (uji
kelembaban/kabut garam).
o Pelindung EMI/RFI Sangat Efektif. Casing Magnesium berfungsi
sebagai pelindung elektromagnetik bawaan yang sangat baik,
melindungi komponen internal dari interferensi luar dan mencegah
radiasi dari dalam keluar.
o Titik Leleh Relatif rendah (≈550∘C hingga 650∘C). Mempengaruhi
proses die casting dan membatasi suhu operasional maksimum
perangkat.
2. ISO 16750→ Road vehicles Environmental conditions and testing for
electrical and electronic equipment.
ASPEK SPESIFIKASI ISO 16750
Paduan Magnesium (Mg). Pemilihan material harus
memastikan casing tidak retak atau gagal ketika terpapar
Material
siklus suhu ekstrem, getaran, dan kejut mekanis yang
disimulasikan.
Komposisi Tidak diatur langsung oleh ISO 16750. Namun, komposisi harus
Kimia menjamin ketahanan korosi bawaan yang optimal agar
finishing (lapisan pelindung) tidak gagal saat diuji Kabut
Garam (ISO 16750-4).
Ditentukan oleh desain laptop. Dimensi harus dipertahankan
Dimensi
tanpa distorsi struktural yang memengaruhi fungsi (misalnya,
Nominal
kesulitan menutup) setelah seluruh rangkaian uji.
Toleransi dimensi harus cukup ketat. Casing harus mampu
menahan deformasi plastis (perubahan bentuk permanen) yang
Toleransi
melebihi batas yang diizinkan, terutama pada titik pemasangan
engsel, setelah uji benturan.
Berupa Uji Beban Mekanis dan Iklim. Klasifikasi beban
Load Class (Uji
(misalnya, Kelas D untuk getaran) dipilih berdasarkan
lingkungan kendaraan yang disimulasikan, menentukan tingkat
Beban)
keparahan getaran dan suhu yang harus ditahan.
Casing harus menunjukkan Kuat Luluh dan Kuat Tarik yang
Sifat Mekanis
memadai, serta ketahanan lelah yang tinggi untuk menahan
getaran dan guncangan berulang tanpa kegagalan struktural.
Konstruksi Desain struktural casing harus sangat kaku dan kokoh.
Tujuannya adalah meredam getaran dan melindungi
komponen sensitif internal dari kejut mekanis dan termal.
Permukaan harus mampu menjaga integritas fungsional
Permukaan (sealing terhadap debu/air) dan perlindungan fisik (tahan
goresan) setelah terpapar suhu siklus dan thermal shock.
Lapisan pelindung (coating) harus sangat tahan lama terhadap
Finishing kerusakan fisik, korosi, dan suhu. Lapisan tidak boleh
terkelupas atau retak setelah uji suhu siklus atau uji korosi.
Pelaksanaan uji wajib ISO 16750, termasuk Uji Getaran dan
Shock, Uji Thermal Shock, Uji Korosi Kabut Garam, dan Uji
Pengujian
Kelembaban untuk memverifikasi fungsionalitas di lingkungan
keras.
Sesuai ISO 16750
a. Sifat Mekanik
Sekitar 200-240 MPa, Harus tinggi untuk menahan
o Kuat Tarik
tegangan akibat getaran dan guncangan mendadak
(σtensile)
(Uji Shock dan Getaran).
Sekitar 130–160 MPa, Harus dipenuhi agar casing
o Kuat Luluh
tidak mengalami deformasi permanen yang
(σyield)
signifikan setelah Uji Benturan (Shock).
o Modulus Sekitar ±45 GPa, Nilai yang rendah membantu
menyerap energi benturan (shock) dan meredam
Elastisitas (E) frekuensi getaran (Uji Getaran).
o Ketahanan Cukup Baik, Kritis untuk menahan siklus getaran
Kelelahan jangka panjang (jam/hari) yang disimulasikan
(Fatigue) dalam Uji Getaran ISO 16750.
b. Sifat Fisis
Sekitar ±1.78–1.83 g/cm3, Kunci untuk berat
o Densitas produk yang ringan. Uji Getaran harus
mempertimbangkan massa yang rendah ini.
Sekitar 50 – 90 W/m.K, Membantu mengelola
panas dari komponen. Uji Siklus Suhu
o Konduktivitas
Tinggi/Rendah (ISO 16750-4) memverifikasi bahwa
Termal
transfer panas tetap optimal di bawah berbagai
kondisi iklim.
Rendah secara alami, Casing harus sepenuhnya
o Ketahanan mempertahankan lapisan pelindung (coating) agar
Korosi tidak terjadi korosi, yang diuji secara ketat oleh Uji
Kabut Garam (ISO 16750-4).
Cukup Tinggi, Casing harus mempertahankan
o Stabilitas bentuknya (tidak ada warpage) setelah Uji Thermal
Dimensi Shock (perubahan suhu yang sangat cepat),
mencegah kegagalan sealing.
PERBANDINGAN KERANGKA/CASING (HOUSING) LAPTOP DAN
PERANGKAT KOMPUTASI
EN 1754 VS ISO 16750
ASPEK
EN 1754 ISO 16750
PENTING
Paduan Magnesium (Mg), Berfokus pada
diklasifikasikan berdasarkan performa casing
komposisi kimia (Euro Norm). yang sudah dirakit.
MATERIAL Fokus pada kualitas bahan baku Menuntut material
UTAMA coran. yang mampu bertahan
dari pengujian ekstrem
(misalnya, suhu -40°C
hingga +85°C).
Uji Kimia (verifikasi komposisi Uji Fungsional
ingot) dan Uji Tarik/Kekerasan Casing (misalnya, Uji
pada spesimen untuk Getaran
memverifikasi kekuatan material Sinus/Random, Uji
coran sesuai kelas EN. Shock Termal, dan
BEBAN UJI
Uji Kabut Garam).
Beban uji adalah
simulasi lingkungan
operasional yang
keras.
SIFAT Menetapkan batas minimal untuk Menetapkan
MEKANIS Kuat Tarik (σtensile) dan Kuat persyaratan
Luluh (σyield) yang harus dicapai fungsional—casing
oleh material coran. harus melindungi
komponen dan
mempertahankan
integritas struktural di
bawah beban getaran
dan guncangan tanpa
deformasi permanen.
KONSTRUKSI Mengatur kualitas pengecoran Mengatur desain
dan dimensi cetakan. Harus bebas struktural casing agar
dari cacat (misalnya, porositas) sangat kokoh dan
yang dapat mengurangi integritas mampu meredam
struktural bingkai dan dinding getaran serta menjaga
casing. kedap air (sealing) di
bawah stres mekanis
dan termal.
Permukaan coran harus bersih, Permukaan casing,
mulus, dan bebas dari cacat terutama lapisan
casting yang dapat mengganggu finishing, harus
proses finishing atau merusak mampu menahan
fungsi sealing. abrasi dan korosi
PERMUKAAN serta mempertahankan
integritas fungsional
setelah semua
pengujian iklim
(Kelembaban, Salt
Mist).
PROTEKSI Kontrol ketat pada komposisi Sangat Kritis.
KOROSI kimia (kemurnian) untuk Lapisan finishing
mencapai ketahanan korosi bawaan harus terbukti tahan
material (dasar). korosi saat diuji
dalam kondisi Kabut
Garam , tanpa
menunjukkan
kegagalan struktural
atau kosmetik.
Bahan : TEMBAGA
Bidang : KELISTRIKAN
Produk : KAWAT KONDUKTOR LISTRIK
Standar :
1. SNI 04-6629.5-2006 → Kabel listrik - Kabel berinsulasi dan berselubung
polivinil klorida untuk tegangan pengenal sampai dengan 450/750 V -
Bagian 5: Kabel fleksibel
2. ASTM B3-13 → Standard Specification for Soft or Annealed Copper
Wire
Detail Spesifikasi :
1. SNI 04-6629.5-2006 → Kabel listrik
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 04-6629.5-2006
Tembaga lunak (annealed copper) dengan kemurnian
Bahan
minimum 99,9% sesuai standar IEC 60028.
Tembaga (Cu): ≥ 99,90%; Oksigen: ≤ 0,04%; Impuritas total:
Komposisi
≤ 0,10%.
Kawat bundar (round wire) berlilit (stranded) untuk
Bentuk Produk fleksibilitas tinggi, sesuai kelas konduktor IEC 60228 Kelas 5
(fleksibel) atau Kelas 6 (ekstra fleksibel).
Konduktor tembaga, insulasi PVC (Polyvinyl Chloride),
Komponen
selubung PVC untuk perlindungan mekanis
0,5 mm²; 0,75 mm²; 1,0 mm²; 1,5 mm²; 2,5 mm²; 4 mm²; 6
Dimensi nominal
mm²; 10 mm²; 16 mm² hingga 300 mm²
300/300 V untuk kabel ringan; 300/500 V untuk kabel sedang;
Tegangan Pengenal
450/750 V untuk kabel berat.
Ketahanan Kuat tarik konduktor: ≥ 200 MPa (annealed). Perpanjangan
Mekanik minimum: 15-20%.
Resistansi Maksimum 18,1 Ω/km untuk 1 mm² pada 20°C, sesuai tabel
Konduktor IEC 60228.
Material: PVC tipe TI1 atau TI2. Ketahanan panas: 70°C
Insulasi
(normal), 90°C (tipe khusus).
Kabel instalasi listrik rumah, gedung, industri; kabel fleksibel
Aplikasi
untuk peralatan portable.
Uji & Pemeriksaan Uji tegangan, uji isolasi, uji tarik, uji perpanjangan, uji
Mutu pembakaran (flame test).
Sifat Mekanis
o kekuatan tarik (Tensile Strength) : ≥ 200 Mpa
o Perpanjangan : ≥ 15 %
o Modulus Elastisitas : ± 110-120 Gpa
o Fleksibilitas sangat tinggi (Kelas 5/6).
Sifat Fisis
o Densitas 8,89 g/cm³
o Konduktivitas ≥ 58 MS/m (100% IACS)
o Resistivitas maks. 17,241 nΩ·m pada 20°C
o Ketahanan panas insulasi 70-90°C.
2. ASTM B3-13 → Standard Specification for Soft or Annealed Copper Wire
ASPEK SPESIFIKASI ASTM B3-13
Material Electrolytic tough pitch (ETP) copper atau oxygen-free
copper, dalam kondisi annealed (lunak).
Komposisi Kimia Cu: ≥ 99,90% minimum. Oksigen: ≤ 0,04% untuk ETP
copper. Impuritas total: ≤ 0,10%.
Dimensi Nominal Diameter kawat: 0,010 - 0,460 inch (0,254 - 11,68 mm) sesuai
AWG (American Wire Gauge).
Temper/Kondisi Soft (annealed): kawat lunak hasil annealing untuk
fleksibilitas maksimum.
Sifat Mekanis Kekuatan tarik: 28-32 ksi (193-221 MPa). Perpanjangan:
minimum 25-35%.
Konduktivitas Minimum 100% IACS pada 20°C (68°F).
Sifat Mekanis (Mechanical Propertis)
o Kekuatan tarik 193-221 MPa
o Perpanjangan 25-35%
o Modulus elastisitas 110-130 GPa
o Kekerasan 50-70 HRF
o Ductility sangat tinggi.
Sifat Fisis (Physical Properties)
o Densitas 8,89 g/cm³
o Konduktivitas 100% IACS (58 MS/m)
o Konduktivitas termal 391 W/m·K
o Titik leleh 1.083°C
o Resistivitas 17,241 nΩ·m.
PERBANDINGAN BIDANG KELISTRIKAN – SNI 04–6629.5–2006 DAN
ASTM B3 – 13
ASPEK PENTING SNI 04–6629.5–2006 ASTM B3 – 13
MATERIAL Tembaga lunak ≥99,9% ETP/OF copper ≥99,9%
UTAMA
Kawat berlilit (stranded) Kawat tunggal (single wire)
BENTUK
APLIKASI Kabel instalasi 450/750 V Konduktor elektrikal umum
KEKUATAN ≥ 200 MPa 193-221 MPa
TARIK
KONDUKTIVITA ≥ 58 MS/m (100% IACS) ≥ 100% IACS
S
Bahan : TEMBAGA
Bidang : PLUMBING
Produk : METERAN AIR (WATER METER)
Standar :
1. SNI 2547:2008 - Spesifikasi Meter Air Minum
2. AWWA C700 - Standard for Cold-Water Meters – Displacement Type,
Metal Alloy Main Case
Detail Spesifikasi :
1. SNI 2547:2008 - Spesifikasi Meter Air Minum
ASPEK SPESIFIKASI SNI 2547:2008
Material Casing utama (body) harus terbuat dari material yang tahan
korosi dan tidak beracun, umumnya menggunakan paduan
tembaga (Copper Alloy/Bronze/Brass) coran.
Bentuk Produk Silinder dengan koneksi ulir atau flange di kedua ujungnya.
Terdapat ruang ukur di dalam dan register (pencatat) di bagian
atas yang tertutup gelas/plastik transparan.
Komponen Terdiri dari body (casing tembaga), measuring chamber
(ruang ukur), impeller/vane (baling-baling), saringan
(strainer), dan register (mekanisme hitung).
Dimensi Nominal Ukuran diameter dalam (bore) standar mulai dari 15 mm (½
inchi) hingga 50 mm (2 inchi) untuk sambungan rumah, dan
lebih besar untuk induk.
Toleransi Akurasi Qmin (Debit Minimum) : Batas kesalahan yang
diizinkan biasanya ±5%.
Qt (Debit Transisi) s.d. Qmax (Debit Maksimum):
Batas kesalahan yang diizinkan diperketat menjadi
±2%.
Beban Uji Uji Tekanan Hidrostatik: Meter air harus mampu menahan
tekanan air tertentu (biasanya 1,6 MPa atau 16 bar) selama
durasi tertentu (misal 15 menit) tanpa terjadi kebocoran atau
rembesan pada dinding casing tembaga.
Permukaan Permukaan dalam dan luar casing tembaga harus halus, tidak
boleh ada cacat coran (casting defect) seperti lubang jarum
atau retakan yang dapat menyebabkan kebocoran.
Finishing Biasanya dilapisi cat pelindung (seringkali warna biru untuk
air dingin) atau dibiarkan natural bronze finish. Harus ada
tanda arah aliran (panah) yang jelas pada body.
Uji dan o Uji Visual : Memastikan tidak ada cacat fisik pada
Pemeriksaan Mutu casing tembaga dan kaca register tidak embun.
o Uji Kalibrasi: Pengujian akurasi pada meja uji (test
bench) dengan berbagai debit aliran (Qmin, Qt, Qn).
o Uji Kehilangan Tekanan (Head Loss): Memastikan
penurunan tekanan saat air melewati meter tidak
melebihi batas standar (misal < 0,25 bar pada debit
nominal).
Sesuai SNI 2547:2008
a. Sifat Mekanis :
o Ketahanan Tekan (Burst Pressure): Material paduan tembaga
harus mampu menahan lonjakan tekanan air (water hammer) tanpa
pecah
o Kekerasan (Hardness): Cukup keras untuk menahan abrasi dari
partikel pasir halus yang mungkin terbawa air, menjaga drat/ulir
sambungan tidak mudah 'slek' (rusak) saat pemasangan pipa.
o Daktilitas: Paduan tembaga cor memiliki daktilitas terbatas
dibanding baja, namun cukup untuk menahan ekspansi termal
kecil
b. Sifat Fisis :
o Ketahanan Korosi: Sifat paling krusial. Paduan tembaga
membentuk lapisan patina alami yang melindunginya dari karat,
sangat penting untuk alat yang terendam air terus-menerus.
o Non-Magnetik: Material tembaga bersifat non-magnetik,
mencegah interferensi jika menggunakan sistem pembacaan meter
berbasis magnetik modern.
o Densitas: Berat jenis paduan tembaga sekitar 8.4 – 8.7 g/cm³,
membuat meter air terasa berat dan kokoh (heavy duty).
2. AWWA C700 - Standard for Cold-Water Meters – Displacement Type, Metal
Alloy Main Case
ASPEK SPESIFIKASI AWWA C700
Material Casing utama (main case) wajib menggunakan paduan
tembaga (copper alloy).
Bentuk Produk Meter tipe perpindahan positif (displacement type) dengan
dasar nutating disc atau oscillating piston.
Komponen Mengatur ketat kadar Tembaga (Cu), Timah (Sn), Seng (Zn),
dan pembatasan Timbal (Pb) sesuai regulasi air minum aman
(Safe Drinking Water Act).
Dimensi Nominal Mengatur ukuran standar 5/8 inchi hingga 2 inchi, serta
panjang lay-length (jarak antar ujung) agar meter dapat saling
menggantikan (interchangeable).
Toleransi Akurasi Kapasitas Aliran: Menetapkan standar GPM (Gallons Per
Minute) untuk setiap ukuran meter.
Beban Uji Uji Tekanan Statis : Meter harus diuji pada tekanan
150 psi (sekitar 10.3 bar) tanpa kebocoran.
Uji Akurasi: Rentang akurasi harus berada di antara
98.5% hingga 101.5% pada rentang aliran normal.
Permukaan Bagian dalam casing (wet section) harus tahan terhadap
dezincifikasi (hilangnya unsur seng dari paduan tembaga yang
menyebabkan keropos).
Finishing Nomor seri harus dicap permanen pada casing utama (body)
tembaga, bukan hanya pada register plastik.
Uji dan o Analisis Kimia: Verifikasi komposisi paduan tembaga
Pemeriksaan Mutu (spektrometri).
o Uji Hidrostatik: Pengujian kebocoran pada tekanan
kerja ganda.
o Uji Umur Pakai (Life Cycle Test): Meter diuji untuk
beroperasi hingga volume air tertentu (misal 1 juta
gallon) untuk memastikan keawetan mekanisme.
Sesuai AWWA C700
a. Sifat Mekanis:
o Kuat Tarik (Tensile Strength): Material casing perunggu biasanya
memiliki kuat tarik minimal 30 ksi (205 MPa) sesuai ASTM B62.
o Yield Strength: Cukup tinggi untuk mencegah deformasi permanen saat
instalasi pipa yang kencang.
o Ketahanan Aus: Komponen internal tembaga/kuningan harus tahan
gesekan rendah.
b. Sifat Fisis:
o Low Lead Release: Sifat fisis kimiawi dimana paduan tembaga modern
dirancang agar tidak melepaskan timbal ke dalam air minum (kesehatan).
o Konduktivitas Termal: Tembaga memiliki konduktivitas termal baik,
namun dalam meter air, sifat ini kurang dominan dibandingkan ketahanan
korosinya.
o Stabilitas Dimensi: Material logam memastikan dimensi ruang ukur tidak
berubah drastis akibat suhu atau tekanan, menjaga akurasi pengukuran
tetap stabil (berbeda dengan casing plastik yang bisa memuai).
PERBANDINGAN SNI 2547:2008 DAN AWWA C700
ASPEK
SNI 2547:2008 AWWA C700
PENTING
Mengadopsi ISO 4064 Standar asosiasi air minum
BASIC ACUAN (Standar Metrik Amerika (American Water
Internasional). Works Association).
Mengharuskan material tahan Sangat spesifik merujuk ke
korosi (umumnya ASTM B62/B584.
MATERIAL Kuningan/Brass atau Mewajibkan "Lead-Free
CASING Perunggu/Bronze), namun Bronze" (kadar timbal sangat
spesifikasi paduan logamnya rendah/nol).
lebih umum.
SATUAN Metrik (mm). Contoh : DN15. Imperial (Inchi). Contoh:
UKURAN DN20. Volume dalam meter 5/8", 3/4". Volume dalam
kubik Gallon atau Cubic Feet
KERJA UTAMA Umumnya mencakup tipe Khusus mengatur tipe
Velocity (Multi-jet/Single-jet) Displacement (Nutating
yang populer di PDAM Disc/Oscillating Piston) yang
karena toleransi terhadap air sangat akurat di aliran kecil
berpasir lebih baik. namun sensitif partikel.
Uji ketahanan hingga 16 Bar Uji standar 150 psi (~10.3
(1.6 MPa). Fokus pada Bar). Fokus pada ketahanan
UJI TEKANAN
ketahanan tekanan tinggi pipa operasional jangka panjang
distribusi. (endurance).
Bahan : TITANIUM
Bidang : MEDIS
Produk : IMPLAN ORTOPEDI
1. SNI ISO 5832-3:2016 – Implan bedah – Bahan logam
2. ASTM F136 – Standard Specification for Wrought Titanium-6Aluminum-
4Vanadium ELI
Detail Spesifikasi
1. SNI ISO 5832-3:2016 – Implan bedah – Bahan logam
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ISO 5832-3
Bahan Paduan Titanium (Titanium Alloy).
Bentuk Produk Batangan tempa (bar), pelat (plate), atau kawat (wire)
yang kemudian dideviasikan/dimachining menjadi sekrup
atau pelat tulang.
Komponen
Titanium (Ti): Basis utama, minimal 89%.
Aluminium (Al): 5,5% - 6,75% (menstabilkan fase alfa,
meningkatkan kekuatan).
Vanadium (V): 3,5% - 4,5% (menstabilkan fase beta,
meningkatkan daktilitas dan toughness).
Oksigen (O), Karbon (C), Nitrogen (N), Hidrogen (H):
Dikontrol pada tingkat yang sangat rendah (Interstitial
Elements) untuk memastikan daktilitas yang optimal
(ELI/Extra Low Interstitials).
Dimensi Nominal Bervariasi sesuai pesanan bahan baku (misal diameter
batang 6 mm s/d 100 mm) untuk diproses lebih lanjut
menjadi implan.
Toleransi Dimensi Mengikuti toleransi standar ISO h9 atau h11 untuk batang
(bar), memastikan presisi tinggi agar pas saat proses CNC
machining.
Beban Uji (Load
Uji Tarik: Sampel bahan diuji tarik untuk memastikan
Test)
tidak terjadi kegagalan material saat implan menerima
beban tubuh.
Permukaan Harus bebas dari cacat yang merugikan (seperti retak, lap,
atau scale). Permukaan biasanya dalam
kondisi descaled(dibersihkan dari
kerak), pickled, sandblasted, atau ground.
Berat Produk Paduan Magnesium harus berkontribusi pada berat
produk akhir yang rendah dengan memanfaatkan
densitasnya yang ≈1.8 g/cm3.
Finishing Material harus siap untuk dipoles atau dipasivasi
(passivation) setelah dibentuk menjadi implan.
Uji & Pemeriksaan Analisis Kimia: Memastikan kandungan Hidrogen
sangat rendah (untuk mencegah hydrogen embrittlement).
Mutu
Pemeriksaan Mikrostruktur: Struktur mikro harus
seragam (fase alpha-beta) tanpa inklusi asing.
Uji Tarik: Verifikasi kekuatan luluh dan putus.
SESUAI SNI ISO 5832-3
a. Sifat Mekanis:
o Kuat Luluh (Yield Strength): Min. 795 MPa (untuk
diameter/tebal tertentu).
o Kuat Tarik (Tensile Strength): Min. 860 MPa.
o Perpanjangan (Elongation): Min. 10% (menunjukkan material
cukup ulet dan tidak getas).
o Reduksi Penampang: Min. 25% (indikator daktilitas).
b. Sifat Fisis:
o Densitas: Sekitar 4,43 g/cm³ (jauh lebih ringan dari baja yang 7,85
g/cm³).
o Biokompatibilitas: Sangat tinggi, tidak beracun dan tidak
menyebabkan reaksi penolakan tubuh (inert).
o Modulus Elastisitas: Sekitar 110 GPa (lebih dekat ke elastisitas
tulang manusia dibanding baja, mengurangi risiko stress
shielding atau pengeroposan tulang di sekitar implan).
Detail Spesifikasi
2. ASTM F136 – Standard Specification for Wrought Titanium-6Aluminum-
4Vanadium ELI
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ASTM F136
Bahan Titanium Alloy Grade 23 (Ti-6Al-4V ELI).
Bentuk Produk Strip, lembaran (sheet), pelat (plate), batangan (bar),
tempaan (forging), dan kawat.
Komponen
Mengatur batas unsur interstisial (Oksigen, Nitrogen,
Karbon) yang lebih rendah dibandingkan grade standar
aerospace. Oksigen dibatasi maks 0,13% untuk
meningkatkan ketangguhan retak (fracture toughness).
Dimensi Nominal Sesuai spesifikasi order manufaktur implan, mencakup
berbagai ukuran diameter dan ketebalan.
Toleransi Dimensi Toleransi dimensi mengacu pada spesifikasi ASTM
umum untuk produk tempa titanium, memastikan
konsistensi volume untuk pemesinan presisi.
Beban Uji (Load Uji Tarik: Diuji sesuai metode ASTM E8/E8M.
Test)
Uji Tekuk (Bend Test): Untuk lembaran dan strip,
harus mampu ditekuk hingga radius tertentu tanpa retak.
Permukaan Kondisi permukaan bisa berupa annealed, cold worked,
atau hot worked. Harus bebas dari kontaminasi eksternal
seperti besi atau sisa pelumas.
Finishing Produk akhir (implan) biasanya melalui
proses anodizing (pewarnaan untuk identifikasi ukuran)
atau pemolesan cermin.
Uji & Pemeriksaan Uji Ultrasonik: Untuk mendeteksi cacat internal yang
tidak terlihat mata.
Mutu
Analisis Kimia: Verifikasi ketat kandungan
Aluminium dan Vanadium.
Pemeriksaan Struktur Mikro: Memastikan
struktur alpha-beta yang halus dan homogen.
SESUAI ASTM F136
a. Sifat Mekanis:
o Kuat Luluh (Yield Strength): Min. 795 MPa (115 ksi) untuk
batang dan tempaan.
o Kuat Tarik (Tensile Strength): Min. 860 MPa (125 ksi).
o Perpanjangan (Elongation): Min. 10%.
o Ketangguhan Retak: Varian ELI memiliki ketangguhan retak
dan kelelahan (fatigue strength) yang superior, sangat penting
untuk implan yang menahan beban siklik (seperti saat berjalan).
b. Sifat Fisis:
o Densitas: 4,43 g/cm³.
o Korosi: Sangat tahan terhadap korosi cairan tubuh (cairan
fisiologis), mencegah pelepasan ion logam ke dalam tubuh.
o Non-Magnetik: Aman digunakan dalam pemeriksaan MRI
(Magnetic Resonance Imaging), tidak akan tertarik magnet mesin
MRI.
PERBANDINGAN IMPLAN ORTOPEDI - SNI ISO 5832-3 VS ASTM F136
ASPEK SNI ISO 5832-3 ASTM F136
PENTING
MATERIAL Ti-6Al-4V (Grade 5 Biasa) Ti-6Al-4V ELI (Extra
UTAMA Low Interstitial) Varian
Standar industri medis umum.
kemurnian tinggi (minim
pengotor).
BEBAN UJI Uji Tarik : Fokus pada Uji Tarik + Uji Tekuk
kekuatan dasar material. (Bend Test) Wajib uji
tekuk untuk menjamin
daktilitas ekstrem.
SIFAT Kuat tarik & luluh tinggi, Kuat & Tangguh
MEKANIS namun ketangguhan retak Ketangguhan retak
standar. (fracture toughness)
superior berkat Oksigen
rendah.
KONSTRUKSI Tempa (Wrought): Struktur Tempa Presisi: Kontrol
mikro standar (Alpha-Beta). arah serat (grain flow)
lebih ketat.
PERMUKAAN Bersih: Bebas kerak, boleh di- Bebas Alpha Case :Wajib
sandblast. bebas lapisan permukaan
getas; inspeksi lebih ketat.
PROTEKSI Baik: Cukup untuk sebagian Sangat Baik: Kadar Besi
KOROSI besar implan. (Fe) rendah
meminimalkan risiko
korosi jangka panjang.
Bahan : TITANIUM
Bidang : DIRGANTARA
Produk : KOMPONEN STRUKTUR PESAWAT
1. AMS 4911 - Titanium Alloy, Sheet, Strip, and Plate, 6Al - 4V, Annealed
2. ASTM B265 - Standard Specification for Titanium and Titanium Alloy
Strip, Sheet, and Plate
Detail Spesifikasi
1. AMS 4911 - Titanium Alloy, Sheet, Strip, and Plate, 6Al - 4V, Annealed
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ASM 4911
Bahan Paduan Titanium Ti-6Al-4V (Grade 5 Aerospace).
Bentuk Produk Lembaran (sheet), strip, dan pelat dengan ketebalan
nominal di bawah 101,6 mm.
Kondisi (State) Material harus dalam kondisi Annealed (dilunakkan)
untuk menghilangkan tegangan sisa akibat proses
pengerolan, memudahkan proses pembentukan
(forming) menjadi suku cadang pesawat.
Komponen
Aluminium (Al): 5,50% – 6,75%
Vanadium (V): 3,50% – 4,50%
Kotoran Kritis: Membatasi unsur Yttrium
(maks 0,005%) dan Hidrogen (maks 0,015%)
lebih ketat daripada standar industri biasa untuk
mencegah kegagalan material di ketinggian.
Dimensi Nominal
Ketebalan bervariasi mulai dari foil tipis (0,020 inci)
hingga pelat tebal (4,000 inci).
Toleransi Dimensi Kerataan (Flatness): Toleransi kerataan sangat ketat
(standar dirgantara) untuk memastikan aerodinamika
yang sempurna saat dipasang pada sayap atau badan
pesawat.
Beban Uji (Load Uji Tarik: Diuji tegak lurus terhadap arah
Test) pengerolan (transverse) karena ini adalah arah
terlemah, untuk menjamin keamanan maksimal.
Uji Tekuk (Bend Test): Wajib dilakukan.
Sampel harus bisa ditekuk hingga sudut 105°
dengan radius lengkung tertentu (biasanya 4,5x
– 5x tebal pelat) tanpa retak sedikitpun. Ini
penting karena kulit pesawat berbentuk
melengkung.
Permukaan Harus bebas dari kontaminasi, alpha-case (lapisan
rapuh), minyak, dan kotoran. Permukaan biasanya
descaled (dibersihkan dari kerak oksida).
Finishing Penandaan (marking) harus menggunakan tinta yang
tidak korosif dan mencakup arah pengerolan (grain
direction), nomor heat, dan spesifikasi AMS 4911.
Uji & Pemeriksaan Uji Ultrasonik: Untuk pelat tebal, wajib
diperiksa dengan gelombang suara untuk
Mutu mendeteksi rongga udara di dalam logam.
Uji Mikrostruktur: Struktur butir harus halus
dan seragam (equiaxed alpha dalam matriks
transformed beta).
Sesuai ASM 4911
a. Sifat Mekanis:
o Kuat Luluh (Yield Strength): Min. 110 ksi (758 MPa) hingga 126
ksi (869 MPa).
o Kuat Tarik (Tensile Strength): Min. 120 ksi (827 MPa).
o Perpanjangan (Elongation): Min. 10% (menjamin material tidak
getas saat pesawat mengalami getaran/turbulensi).
o Ketahanan Fatigue: Sangat tinggi, dirancang untuk menahan siklus
tekanan udara (berulang kali pressurize dan depressurize) selama
ribuan jam terbang.
b. Sifat Fisis:
o Densitas: 0,160 lb/in³ (4,43 g/cm³).
o Rasio Kekuatan-Berat: Sangat tinggi, memungkinkan pesawat
lebih hemat bahan bakar dibanding menggunakan baja.
2. ASTM B265 - Standard Specification for Titanium and Titanium Alloy
Strip, Sheet, and Plate
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ASTM B265
Bahan Paduan Titanium (mencakup Grade 1 s/d Grade 38).
Untuk perbandingan ini, kita ambil Grade 5 (Ti-6Al-
4V).
Bentuk Produk Strip, lembaran, dan pelat.
Komposisi Kimia Komposisi kimia serupa dengan AMS, namun batas
toleransi untuk unsur jejak (trace elements) seperti
Yttrium seringkali tidak dicantumkan secara spesifik
kecuali diminta.
Dimensi Nominal Ukuran standar industri, tersedia dalam berbagai lebar
dan panjang.
Toleransi Dimensi Standar: Mengikuti tabel toleransi standar ASTM yang
sedikit lebih longgar dibandingkan persyaratan
"Aerospace Quality" pada AMS 4911.
Beban Uji (Load Uji Tarik: Dilakukan untuk menentukan
Test) properti dasar material.
Uji Tekuk: Diwajibkan, namun radius tekukan
yang diizinkan mungkin sedikit lebih besar
(kurang ekstrem) dibandingkan standar
dirgantara.
Permukaan Permukaan boleh dalam kondisi annealed, descaled,
atau sandblasted. Persyaratan inspeksi visual tidak
seketat standar penerbangan.
Finishing Tidak ada pelapisan khusus. Produk ditandai dengan
Grade dan Nomor Heat.
Uji dan Analisis Kimia: Verifikasi kandungan utama
Pemeriksaan Mutu (Ti, Al, V, N, C, H, Fe, O).
Uji Tarik: Verifikasi kekuatan tarik dan luluh.
Catatan: Uji Ultrasonik atau Mikrostruktur
biasanya opsional (hanya jika diminta pembeli),
berbeda dengan AMS yang sering
mewajibkannya untuk ketebalan tertentu.
Sesuai ASTM 4911
a. Sifat Mekanis:
o Kuat Luluh (Yield Strength): Min. 105 ksi (725 MPa) - Sedikit
lebih rendah batas minimumnya dibanding AMS.
o Kuat Tarik (Tensile Strength): Min. 130 ksi (895 MPa).
o Perpanjangan (Elongation): Min. 10%.
o Formabilitas: Cukup sulit dibentuk dingin (cold form) sehingga
sering memerlukan pemanasan saat pembentukan.
b. Sifat Fisis:
o Densitas: 4,43 g/cm³.
o Ketahanan Korosi: Sangat baik terhadap lingkungan atmosfer
dan air laut.
o Stabilitas Suhu: Mampu mempertahankan kekuatan pada suhu
operasi menengah (hingga 400°C), cocok untuk area di dekat
mesin pesawat bagian luar (bukan bagian dalam turbin yang
sangat panas).
PERBANDINGAN KOMPONEN STRUKTUR PESAWAT – AMS 4911
DAN ASTM B265
ASPEK AMS 4911 ASTM B265
PENTING
MATERIAL Ti-6Al-4V (High Purity) Ti-6Al-4V (Standar
UTAMA Membatasi ketat pengotor Grade 5)
mikro (Yttrium & Hidrogen) Komposisi kimia standar,
agar tidak getas. toleransi pengotor lebih
longgar.
BEBAN UJI Arah Transversal (Tegak Arah Longitudinal
Lurus Serat) (Searah Serat)
Diuji melintang serat untuk Diuji searah serat. Hasil
jaminan keamanan maksimal bisa "terlihat" kuat tapi
(Worst-case) belum tentu aman di
segala arah.
SIFAT Terkontrol (Min & Max) Hanya Minimum
MEKANIS Kekerasan dibatasi agar Tidak ada batas atas.
material tidak patah saat Material bisa terlalu keras
dibentuk (forming). dan merusak mesin
potong.
INTENAL Wajib Ultrasonik Opsional
Harus bebas rongga udara Pemeriksaan internal
sekecil apapun (Zero defect). hanya jika diminta
pembeli.
PERMUKAAN Bebas Alpha Case Bersih Visual
Wajib buang lapisan Cukup dibersihkan dari
permukaan yang getas total kerak hitam (scale).
PROTEKSI Tahan Retak Tegangan Tahan Karat Umum
KOROSI Didesain tahan beban ekstrem Cukup untuk tangki kimia,
dan lingkungan korosif tapi berisiko jika ada
sekaligus. beban dinamis.
Bahan : NIKEL
Bidang : INDUSTRI ENERGI
Produk : PLATE, SHEET, dan STRIP dari NICKEL-BASED ALLOY
Gambar 1. Cincin Torak
Standar :
1. ASTM B443 → Standard Specification for Nickel, Chromium-
Molybdenum, Columbium Alloy - Plate, Sheet, and Strip
2. DIN 17750 → Strips and sheets of wrought nickel and nickel alloys -
Properties
Detail Spesifikasi :
1. ASTM B443 → Standard Specification for Nickel, Chromium-
Molybdenum,Columbium Alloy - Plate, Sheet, and Strip
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ASTM B443
Bahan yang dipergunakan Adalah Nickel-Chromium-
Bahan
Molybdenum Alloy 625 dan Alloy 625 LCF
Nickel ≥ 58.0%; Chromium 20,0–23,0%; Molybdenum 8.0 –
Komposisi
10.0%; Niobium+Tantalum 3.15–4.15%; Iron ≤5,0%
Bentuk Produk Dapat berbentuk Pelat, Lembaran, Strip
Kekuatan Tarik Memiliki kuat Tarik sekitar 758 - 827 MPa
Toleransi ketebalan Toleransi pada ketebalan yakni ±0.01- 0.3 mm
Beratnya tergantung ketebalan , yakni tebal (m) × 8440
Berat Produk
(kg/m³) contoh 1 mm ≈ 8.44 kg/m², 5 mm ≈ 42.2 kg/m², dst
uji Tarik seperti Tensile strength minimum, Yield strength
Metode Uji
minimum, Elongation minimum (biasanya ≥ 30%)
Sesuai ASTM B443
Produk: PLATE, SHEET, dan STRIP dari NICKEL-BASED ALLOY
Sifat Mekanis
o Ultimate Tensile Strength: 827 MPa (≈ 120.000 psi) minimum
o Yield strength : 414 MPa (≈ 60.000 psi) minimum
o Elongasi : ≥ 30% (sering 30–50%)
o Hardness : sekitar 90–100 HRB
o Modulus geser : 77 GPa (sebagai nilai tipikal, tergantung kondisi)
o Tidak rusak di suhu tinggi : stabil hingga 1000 °C
o Kuat pada tekanan ekstrem dan tahan korosi kimia
Sifat Fisis
o Massa jenis (Density): 8.44 g/cm³
o Konduktivitas termal : 9.8 W/(m·°C) (pada ~22 °C)
o Thermal Expansion Coefficient : 12.8 µm/(m·°C) (pada suhu
kamar)
o Titik lebur (Melting Point): ± 1.290 – 1.350 °C
o Modulus elastisitas (Young's Modulus): ± 207 – 210 GPa
2. DIN 17750 → Strips and sheets of wrought nickel and nickel alloys -
Properties
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT DIN 17750
Bahan yang dipergunakan Adalah Nikel murni dan Paduan
Bahan
nikel yang dibentuk (wrought)
Komposisi Nickel ≤72 %; Chromium 14 –17%; Mangan ≤1%; Iron 6-
10%
Bentuk Produk Dapat berbentuk Pelat, Lembaran, Strip
Kekuatan Tarik Memiliki kuat Tarik sekitar 552 – 758 MPa
Toleransi ketebalan yakni ±0.01- 0.5 mm. Toleransi ini
Toleransi ketebalan
disepakati antara pembeli & pemasok, atau tergantung pabrik.
Beratnya tergantung ketebalan , yakni tebal (m) × 8440
Berat Produk
(kg/m³) contoh 1 mm ≈ 8.44 kg/m², 5 mm ≈ 42.2 kg/m², dst
uji seperti Tensile Test, Hardness Test, Chemical Composition,
Metode Uji
Eddy Current / Ultrasonic, Visual + Dimensional Check
Sesuai DIN 17750
Sifat Mekanis
o Ultimate Tensile Strength: 550 – 760 MPa
o Yield strength : 220 – 450 MPa
o Elongasi : 30 – 45 %
o Hardness : sekitar 70 – 95 HRB, tergantung Alloy
o Fatigue Strength : sekitar 200 – 300 MPa
Sifat Fisis
o Massa jenis (Density): 8.2 – 8.9g/cm³
o Konduktivitas termal : 8 – 15 W/m·K
o Koefisien muai panjang: 12 – 15 ×10⁻⁶ /°C
o Titik lebur (Melting Point): ± 1350 – 1450°C
o Modulus elastisitas (Young's Modulus): ± 190 – 220 GPa
PERBANDINGAN ASTM B443 VS DIN 17750
ASPEK
ASTM B443 DIN 17750
PENTING
Nickel-Chromium-
Nikel murni dan Paduan nikel
Bahan Molybdenum Alloy 625 dan
yang dibentuk (wrought)
Alloy 625 LCF
Komposisi Nickel ≥ 58.0%; Chromium Nickel ≤72 %; Chromium 14 –
20,0–23,0%; Molybdenum
8.0 – 10.0%; 17%; Mangan ≤1%; Iron 6-
Niobium+Tantalum 3.15– 10%
4.15%; Iron ≤5,0%
Bentuk Produk Pelat, Lembaran, Strip Pelat, Lembaran, Strip
Sifat Fisis Densitas : ±8.44 g/cm³ Densitas : 8.2 – 8.9g/cm³
uji Tarik seperti Tensile Uji seperti Tensile Test,
strength minimum, Yield Hardness Test, Chemical
Pengujian strength minimum, Composition, Eddy Current /
Elongation minimum Ultrasonic, Visual +
(biasanya ≥ 30%) Dimensional Check
Bahan : NIKEL
Bidang : KIMIA
Produk : HASTELLOY C-276 SHEET, PLATE, STRIP / COIL yang sangat
tahan korosi terhadap asam klorida, asam perklorat, larutan oksidatif
Gambar 1. Cincin Torak
Standar :
1. ASTM B575 → Nickel-Chromium-Molybdenum Alloys
(Plate/Sheet/Strip)
2. ISO 6208 → Nickel and nickel alloy plate, sheet and strip
Detail Spesifikasi :
1. ASTM B575 → Nickel-Chromium-Molybdenum Alloys
(Plate/Sheet/Strip)
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ASTM B575
Semua terbuat dari Paduan Nikel-krom-molibdenum atau
Bahan
variasinya.
Nickel ≥63%; Chromium 14,5–16,5%; Molybdenum 15.0 –
Komposisi
17.0%; Tungsten 3.0–4.5%; Iron 4.0-7.0%; Mn: ≤ 1.0%
o UNS N10276 → Hastelloy C-276
o UNS N06022 → Hastelloy C-22
Grade / Alloy yang o UNS N06455 → Hastelloy C-4
Dicakup o UNS N10665 → Hastelloy B-2
o UNS N10675 → Hastelloy B-3
Bentuk Produk Dapat berbentuk Pelat, Lembaran, Strip
Kekuatan Tarik Memiliki kuat Tarik sekitar ≥ 690 MPa
Toleransi ketebalan Toleransi sekitar +0.53-0.76 mm / –0.25 mm
Permukaan harus bebas dari retak, lipatan, porositas dan
Finishing
tidak boleh ada cacat laminasi
Uji seperti Tensile test, Chemical Analysis, Hardness Test,
Metode Uji
Visual & Dimensional Check
Sifat Mekanis
o Ultimate Tensile Strength: 700–760 MPa
o Yield strength : 300–350 MPa
o Elongasi : 40–55%
o Hardness : sekitar 88–96 HRB
o Fatigue Strength : sekitar 205–215 GPa
Sifat Fisis
o Massa jenis (Density): 8.89 g/cm³
o Konduktivitas termal : 9–12 W/m·K pada suhu 20°C
o Koefisien muai panjang: 20–300°C=12.2 µm/m·°C dan 20–
1000°C=13–15 µm/m·°C
o Titik lebur (Melting Point) : ± 1325–1370°C
o Resistivitas Listrik : ± 1.2 μΩ·m
o Kapasitas panas : 410 J/kg·K
o Ketahanan korosi yang Istimewa : Tahan pada asam klorida, asam
sulfat pekat, lingkungan berklorida, air laut, gas panas korosif
2. ISO 6208 → Nickel and nickel alloy plate, sheet and strip
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ISO 6208
Dibuat dari Nikel (Ni) sebagai unsur dominan dicampur
Bahan
dengan elemen alloy lainnya
Nickel 72-74%; Chromium 19-21 %; Kobalt 8-10%; Titanium
Komposisi
+ Aluminium 2,4-2,8%; Iron 1%; Karbon 0,015%
Bentuk Produk Dapat berbentuk Pelat, Lembaran, Strip
Kekuatan Tarik Memiliki kuat Tarik sekitar 690–760 MPa
Toleransi umumnya ±10% hingga ±15% dari ketebalan
Toleransi ketebalan
nominal untuk plate tebal (4-100 mm)
Permukaan bersih tanpa cacat berbahaya seperti retak,
Finishing
lapisan oksida, atau inklusi
Tensile test, Analisis Kimia, Kekerasan Vickers, Creep/Stress
Metode Uji
Rupture, Inspeksi Dimensi
Sifat Mekanis
o Ultimate Tensile Strength: 690–760 MPa
o Yield strength : ≥ 283 MPa
o Elongasi : ≥ 40%
o Hardness : sekitar 200 HB
o Bersifat non-magnetik pada kondisi umum.
Sifat Fisis
o Massa jenis (Density): 8.89 g/cm³
o Konduktivitas termal : 10 W/(m·K)
o Koefisien muai panas : 11.2 µm/m·°C pada suhu 20–100 °C
o Titik leleh : ± 1325–1370 °C
o Modulus Elastisitas : 205 GPa
PERBANDINGAN ASTM B575 VS ISO 6208
ASPEK
ASTM B575 ISO 6208
PENTING
Paduan Nikel-krom- Nikel (Ni) dicampur dengan
Bahan
molibdenum atau variasinya. elemen alloy lainnya
Nickel ≥63%; Chromium
Nickel 72-74%; Chromium 19-
14,5–16,5%; Molybdenum
21 %; Kobalt 8-10%; Titanium
Komposisi 15.0 – 17.0%; Tungsten 3.0–
+ Aluminium 2,4-2,8%; Iron
4.5%; Iron 4.0-7.0%; Mn: ≤
1%; Karbon 0,015%
1.0%
Bentuk Produk Pelat, Lembaran, Strip Pelat, Lembaran, Strip
Sifat Fisis Densitas : 8.89 g/cm³ Densitas : 8.89 g/cm³
Permukaan harus bebas dari Permukaan bersih tanpa cacat
Finishing retak, lipatan, porositas dan berbahaya seperti retak, lapisan
tidak boleh ada cacat laminasi oksida, atau inklusi
Uji seperti Tensile test, Tensile test, Analisis Kimia,
Chemical Analysis, Hardness Kekerasan Vickers,
Pengujian Test, Visual & Dimensional Creep/Stress Rupture, Inspeksi
Check Dimensi
Bahan : POLIMER
Bidang : PIPA INFRASTRUKTUR
Produk : PIPA PVC-U UNTUK SISTEM DRAINASE
Gambar 1. Cincin Torak
Standar :
1. EN 1401-1 → Plastics piping systems for non-pressure underground
drainage and sewerage
2. ISO 1452-1 → Plastics piping systems for water supply and for buried and
above-ground drainage and sewerage under pressure
Detail Spesifikasi :
1. EN 1401-1 → Plastics piping systems for non-pressure underground
drainage and sewerage
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT EN 1401-1
Bahan yang dipergunakan Adalah PVC-U (unplasticized
Bahan
polyvinyl chloride)
Polimer PVC murni tanpa plastifier, aditif stabilizer panas,
Komposisi
pigmen, dsb.
pipa dinding padat (solid-wall) dengan permukaan halus
Bentuk Produk dalam & luar. Fitting termasuk soket, tee, elbow, reducer,
manholes ancillary items sesuai part system.
Beban uji o Impact resistance: uji benturan / impact test sesuai
parameter
o Physical characteristics tests: meliputi uji densitas,
penyerapan air, perubahan dimensi pada suhu
o ightness / joint performance: pengujian kerapatan
sambungan
o Kekuatan terhadap deformasi & pemuatan tanah: uji beban
defleksi
Ketahanan o Ketahanan benturan (impact): pipa/fitting harus melewati
mekanik uji benturan
o Ketahanan terhadap aging & lingkungan: diuji melalui
siklus suhu, penyerapan air, dan pengujian jangka panjang
Berat Produk Tergantung diameter luar dan ketebalan dinding
Sesuai EN 1401-1
Produk: PIPA PVC-U UNTUK SISTEM DRAINASE
Sifat Mekanis
o Ketahanan Tekan : 2-8 kN/m²
o Impact Resistance : 5% maksimum kerusakan
o Ring Flexibility : deformasi 30% tanpa retak atau gagal.
o Vicat Softening Temperature : ≥ 79°C.
o Tensile Strength : ≥ 45–50 MPa
o Modulus elastisitas : 2.400–3.000 Mpa.
Sifat Fisis
o Massa jenis (Density): 1,35 – 1,46 g/cm
o Penyerapan air : sangat rendah < 0,5%
o Koefisien muai Panjang : 7 × 10⁻⁵ /°C – 8 × 10⁻⁵ /°C
o Kehalusan Permukaan : k ≈ 0,01 – 0,02 mm
o Ketahanan Kimia : Air limbah rumah tangga, Larutan garam, asam,
dan basa ringan
2. ISO 1452-1 → Plastics piping systems for water supply and for buried and
above-ground drainage and sewerage under pressure
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ISO 1452-1
Bahan yang dipergunakan Adalah PVC-U (Unplasticized
Bahan
Polyvinyl Chloride
ISO 1452-1 tidak menetapkan komposisi kimia detail, tetapi
Komposisi mensyaratkan: PVC resin harus tipe yang sesuai, Additive
harus kompatibel, Kandungan klorin PVC tipikal 56–57%.
Bentuk Produk Dapat berbentuk Pipa dan fitting
Komponen Pipa PVC-U, Fitting PVC-U, Jointing components
o Uji tekanan hidrostatik jangka pendek & panjang
Untuk memastikan ketahanan terhadap tekanan internal.
o Uji impact (udah pendaman/kejut)
Menilai ketahanan terhadap benturan.
Beban Uji
o Uji flattening / uji kerataan
Untuk memverifikasi ketangguhan material.
o Uji ketahanan terhadap panas & perubahan suhu
Termasuk test 150°C oven test untuk material.
Beratnya tergantung Dimensi nominal, Tebal dinding,
Berat Produk
Densitas PVC-U (± 1,38–1,43 g/cm³)
o Ketahanan tekanan jangka panjang (creep rupture).
o Ketahanan impact (U-test atau round-the-clock test).
Ketahanan
o Ketahanan terhadap deformasi eksternal.
Mekanik
o Ketahanan terhadap bending di tempat pemasangan.
o Ketahanan terhadap retak akibat tegangan lingkungan
Sesuai ISO 1452-1
Sifat Mekanis
o Tensile Strength: ± 45 MPa
o Modulus Elastisitas : 2.4–3.2 GPa
o Impact Strength : Pipa PVC-U harus tidak retak dalam uji palu
jatuh
o Ketahanan Terhadap Tekanan Internal : Lulus uji tekanan air pada
20°C selama 1 jam dan 60°C selama 1000 jam yakni Tidak boleh
bocor, retak, atau pecah.
Sifat Fisis
o Massa jenis (Density): 1,38–1,46 g/cm³
o Struktur Material : bebas pori, tidak retak, tidak cacat permukaan.
o Ketahanan Terhadap Perubahan Suhu : stabil pada 0°C – 45°C
o Ketahanan Kimia : Resisten terhadap asam, basa, garam, deterjen,
air limbah
o Ketahanan Hidrolisis & Biologis : Tidak terurai oleh air atau
mikroorganisme.
PERBANDINGAN EN 1401-1 VS ISO 1452-1
ASPEK
EN 1401-1 ISO 1452-1
PENTING
PVC-U (Unplasticized PVC-U (Unplasticized
Bahan
polyvinyl chloride) Polyvinyl Chloride
solid-wall dengan permukaan
Bentuk Produk Pipa dan Fitting
halus dalam & luar , Fitting
o Tensile Strength : ≥ 45–50 o Tensile Strength: ± 45 MPa
MPa o Modulus Elastisitas : 2.4–
Sifat Mekanis o Modulus elastisitas : 2.400– 3.2 GPa
3.000 Mpa.
Resisten terhadap Air limbah
Resisten terhadap asam, basa,
Ketahanan Kimia rumah tangga, Larutan garam,
garam, deterjen, air limbah
asam, dan basa ringan
Bahan : POLIMER
Bidang : KESEHATAN
Produk : SEMEN TULANG AKRILIK (PMMA BONE CEMENT)
Gambar 1. Cincin Torak
Standar :
1. ASTM F451→ Standard Specification for Acrylic Bone Cement
2. ISO 5833 → Implants for surgery — Acrylic bone cements
Detail Spesifikasi :
1. ASTM F451→ Standard Specification for Acrylic Bone Cement
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT EN ASTM F451
Poly(methyl methacrylate), Benzoyl Peroxide (BPO),
Bahan
Barium sulfate (BaSO₄), Titanium dioxide (TiO₂)
Methyl Methacrylate > 97–99%; N,N-dimethyl-p-toluidine
Komposisi
0,5–1%; Hydroquinone 50–150 ppm; Dibutyl phthalate 0–5%
Bentuk Produk Biasanya memiliki Bentuk Bubuk dan Cair.
o Mechanical Testinge : compressive Strength Test,
Bending Strength Test, Bending Modulus
o Physical Testing : Setting Time Test, Exothermic
Beban uji
Temperature Test, Porosity/Viscosity Check
o Chemical Testing : Inhibitor (HQ) concentration, BPO
content in powder
Setiap sachet / pack (total sebelum mixing): 40 g powder + 20
Berat Produk
mL liquid
Sesuai ASTM F451
Produk: SEMEN TULANG AKRILIK
Sifat Mekanis
o Ketahanan Tekan : 70–100 MPa
o Kekuatan Bending : 50–75 MPa
o Fracture Toughness : 0.8–1.2 MPa
o Tensile Strength : 30–50 MPa
o Modulus elastisitas : .1.5–3.0 GPa
Sifat Fisis
o Waktu Viskositas Siap Pakai : 1–4 menit
o Waktu Pengerasan : 8–15 menit
o Suhu Puncak Reaksi : 60–90°C
o Porositas : 5–12%
o Densitas : 1.15–1.30 g/cm³
2. ISO 5833 → Implants for surgery — Acrylic bone cements
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ISO 5833
Polymethyl methacrylate, Copolymers PMMA-styrene,
Bahan
Benzoyl peroxide, Barium sulfate, Zirconium dioxide
Methyl Methacrylate 97–99%; N,N-dimethyl-p-toluidine 0,5–
Komposisi
1%; Hydroquinone 20–100 ppm; Stabilisator < 1%
Bentuk Produk Dapat berbentuk Powder dan Liquid
Beban Uji o Uji mekanis utama: Compressive Strength , Flexural
Strength Test, Tensile strength, Fracture toughness
o Uji keausan & wear : Hip/knee simulator test, Pin-on-
disk / reciprocating wear
o Uji fisis : Setting time & dough time, Exotherm / suhu
puncak reaksi, Peak polymerization rate
o Uji kimia : Residual monomer, Kandungan radiopacifier,
identifikasi material / kemurnian
o 40 g powder + 20 mL liquid → satu paket standar
Berat Produk o 20 g + 10 mL → mini pack
o 80 g + 40 mL → large pack
Sesuai ISO 5833
Sifat Mekanis
o Kekuatan Tekan : ≥ 70 MPa
o Kekuatan Lentur : ≥ 50 MPa
o Modulus Lentur : 1800–2500 MPa
o Kekuatan Tarik : 30–50 Mpa
o Fatigue strength : 15–25 MPa
Sifat Fisis
o Dough time : 2–5 menit
o Waktu Pengerasan : 9–14 menit
o Exothermic temperature : 60–90°C
o Film thickness : ≤ 3 mm
o Residual monomer : ≤ 2–3% (umum < 5%)
o Densitas : 1.15–1.30 g/cm³
PERBANDINGAN ASTM F451 VS ISO 5833
ASPEK
ASTM F451 ISO 5833
PENTING
Bahan Poly(methyl methacrylate), Polymethyl methacrylate,
Benzoyl Peroxide (BPO), Copolymers PMMA-styrene,
Barium sulfate (BaSO₄), Benzoyl peroxide, Barium
Titanium dioxide (TiO₂) sulfate, Zirconium dioxide
Bentuk Produk Bubuk dan Cair. Powder dan Liquid
o 40 g powder + 20 mL
liquid → satu paket
standar
Setiap sachet / pack (total
o 20 g + 10 mL → mini
Berat produk sebelum mixing): 40 g
pack
powder + 20 mL liquid
o 80 g + 40 mL → large
pack
o Dough time : 2–5 menit
o Waktu Viskositas Siap
o Waktu Pengerasan : 9–14
Pakai : 1–4 menit
menit
o Waktu Pengerasan : 8–15
o Exothermic temperature :
menit
Sifat Fisis 60–90°C
o Suhu Puncak Reaksi : 60–
o Film thickness : ≤ 3 mm
90°C
o Residual monomer : ≤ 2–
o Porositas : 5–12%
3% (umum < 5%)
o Densitas : 1.15–1.30 g/cm³
o Densitas : 1.15–1.30 g/cm³
Bahan : KERAMIK
Bidang : ELEKTRONIK
Produk : Isolator Keramik Tumpu Tegangan Menengah Jenis Pin
Standar :
1. SNI 04-0682-1989→ Isolator keramik tumpu tegangan menengah jenis
pin.
2. IEC 60383-1→ Insulators for overhead lines with a nominal voltage
above 1000 V - Part 1: Ceramic or glass insulator units for a.c. systems -
Definitions, test methods and acceptance criteria
Detail Spesifikasi :
1. SNI 04-0682-1989→ Isolator keramik tumpu tegangan menengah jenis
pin.
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 04-0682-1989
Bahan 1. Bahan utama: keramik jenis porselen
(ceramic/porcelain).
2. Syarat permukaan: seluruh permukaan harus
terglasir merata, halus, kecuali area yang
menempel pada alat penumpu saat pembakaran
dan alur perakitan pin logam.
Komposisi
jenis bahan: porselen keramik, namun tidak selalu
mencantumkan komposisi kimia rinci (mis. persentase
kaolin, feldspar, silika)
Bentuk Produk Dapat berbentuk Pin
Komponen badan keramik (porselen) — dibuat terpisah sebelum
dirakit dengan pin logam
Beban uji
Uji mekanik : uji lentur/kuat tekan/kuat tarik
badan keramik pada isolator tegangan rendah
Uji listrik : tegangan tembus, uji isolasi untuk
tegangan nominal, uji hubung singkat/impuls
sesuai ruang lingkup tegangan
Uji visual & pengukuran dimensi serta
pemeriksaan lapisan glasir.
Ketahanan
1. Kekuatan lentur / pukul (bending / impact)
mekanik
2. Kekuatan tekan / tarik (tergantung desain dan
aplikasi)
3. Ketahanan terhadap siklus termal dan
kelembaban
Berat produk
SNI biasanya mencantumkan berat perkiraan/berat
tipe atau menyajikan metode pengukuran berat untuk
setiap tipe
Sesuai SNI 04-0682-1989
Produk: Isolator tumpu tegangan menengah berjenis pin
a. Sifat Fisis
o Penampakan Fisik : Permukaan harus halus,Kualitas glasir harus
merata dan bebas cacat,Tidak boleh ada kerusakan ujung,
patahan, atau deformasi.
o Serapan Air : Serapan air maksimum 0,5%,Menunjukkan struktur
keramik yang rapat dan tidak mudah menyerap air.
o Berat Jenis : Berat jenis keramik isolator harus ≥ 2,3 g/cm.
o Ketahanan Panas / Thermal Shock : Isolator harus mampu
menahan kejutan panas antara 100°C → air 20°C tanpa retak.
b. Sifat Mekanis
o Kekuatan Tarik : Pin dan semen harus mampu menahan gaya
tarik sesuai kelasnya (contoh : Kelas 52 : minimal *5.2 kN)
o Kekuatan Tekan : Keramik harus mampu menahan beban
mekanis dari kawat konduktor,Pengujian dilakukan dengan
pembebanan pada bagian atas hingga putus.
o Bagian ulir (pin thread) harus menahan torsi minimal
standar:Umumnya ≥ 27 N·m
o Ketahanan terhadap Beban Impak : Harus tahan terhadap
benturan mekanis ringan tanpa pecah,Pengujian dengan palu
jatuh pada bagian tertentu.
o Ketahanan terhadap Perubahan Beban Berulang (Fatigue
Strength) : Keramik harus tetap utuh setelah diberi beban
berulang dalam jumlah siklus tertentu.
2. IEC 60383-1→ Insulators for overhead lines with a nominal voltage
above 1000 V - Part 1: Ceramic or glass insulator units for a.c. systems
- Definitions, test methods and acceptance criteria
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT IEC 60383-1
Bahan Material utama: keramik porselen teknis (porcelain) atau
kaca.
Komposisi
Komposisi umum porselen isolator: campuran
kaolin/lanau (clay), feldspar, kuarsa (silika) dan aditif
lain (kadangkala bahan penguat/mullite).
Bentuk Produk untuk tegangan menengah tipe pin insulator (tumpu/pin)
berupa elemen keramik berbentuk silindris/berprofil
dengan bagian bawah berlubang/seat untuk dudukan pin,
dan kepala/bush untuk menyangga konduktor.
Komponen elemen keramik (body), lapisan glasir (glaze), fitting
logam/perangkat sambungan (pin / cap / ferrule / flange),
dan perlindungan korosi pada fitting (mis. pelapisan
seng).
Dimensi nominal
Dimensi spesifik ditentukan oleh jenis dan kelas isolator
dan biasanya diberikan di lembar data pabrikan /
dokumen produk.
Toleransi dimensi IEC mengatur prosedur pengukuran dimensi dan
persyaratan pemeriksaan, serta toleransi penerimaan
untuk beberapa tipe; namun angka toleransi akhir
biasanya tercantum pada spesifikasi produk/pabrikan.
Ketahanan keramik pin memiliki kekuatan tekan tinggi dan
mekanik ketahanan creep/aus pada permukaan glasir; kekuatan
tarik/geser pada fitting tergantung pada desain fitting dan
kualitas sambungan logam-keramik.
Sesuai IEC 60383-1
Produk : Isolator tumpu tegangan menengah berjenis pin
Sifat FISIS
o Resistivitas listrik sangat tinggi (material keramik merupakan
isolator sangat baik).
o Stabilitas suhu: keramik tahan terhadap fluktuasi suhu ekstrem; sifat
listrik dan fisik relatif tidak berubah meski terkena air / kelembapan.
o Permukaan keramik bisa dilapisi glasir (glasir porselen) untuk
mencegah porositas dan penetrasi air atau kontaminan.
o Kerapatan dan porositas keramik sangat rendah bila proses
pembuatan bagus, sehingga menyumbang isolasi tinggi.
Sifat Mekanis
o Kekuatan mekanik tinggi: keramik porselen dapat menahan
beban mekanis (tarik, tekan) yang signifikan.
o Tahan beban impak (impact): versi terbaru IEC 60383-1
menambahkan impact test sebagai salah satu uji kelayakan
mekanis.
o Uji beban mekanik (mechanical failing load): ada dalam
standar IEC 60383-1 sebagai kriteria penerimaan.
o Tahan korosi pada bagian logam fitting: IEC menyebutkan
bahwa bagian logam (fitting) isolator harus perlindungan
galvanik (misalnya zinc sleeve) untuk mencegah korosi yang
bisa melemahkan kekuatan mekanik.
o Ketahanan terhadap Beban Impak : Harus tahan terhadap
benturan mekanis ringan tanpa pecah,Pengujian dengan palu
jatuh pada bagian tertentu.
o Ketahanan terhadap Perubahan Beban Berulang (Fatigue
Strength) : Keramik harus tetap utuh setelah diberi beban
berulang dalam jumlah siklus tertentu.
PERBANDINGAN ISOLATOR KERAMIK TUMPU TEGANGAN
MENENGAH JENIS PIN SNI 04-0682-1989 VS ISO 60383-1
ASPEK PENTING SNI 04-0682-1989 ISO 60383-1
Spesifik untuk isolator Berlaku pada insulators
keramik tumpu (pin) of ceramic material or
tegangan menengah — glass for overhead lines
dicantumkan kelas dengan nominal
tegangan (mis. 10, 15, tegangan >1 kV;
20 kV) dan persyaratan mencakup berbagai tipe
ukuran, mutu, cara uji (pin, post, disc/string)
Ruang lingkup &
kelulusan untuk produk dan menekankan type
aplikasi
lokal. tests, routine tests,
sample tests yang
diperbarui (termasuk uji
impulse/flashover pada
edisi terbaru). IEC lebih
umum/global dan
mengatur metode uji
terperinci.
Klasifikasi tegangan &
Mengklasifikasikan Memberi persyaratan
dimensi
menurut rentang dimensi/karakteristik
tegangan menengah untuk berbagai tipe
(contoh: 10, 15, 20 kV) tetapi lebih menekankan
dan memberikan jarak creepage, jarak pita
dimensi nominal serta (clearance) dan
toleransi untuk tiap tipe spesifikasi berdasarkan
pin sesuai lampiran kondisi operasi (polusi,
standar. (dokumen SNI ketinggian). IEC sering
berisi tabel dimensi). menyediakan tabel
referensi untuk dimensi
tipe standar
internasional.
Menyarankan Tidak selalu menyatakan
penggunaan komposisi kimia
keramik/porselen untuk preskriptif (karena IEC
isolator pin; spesifikasi mengatur produk akhir),
pembuatan, glasir, dan tetapi mengatur *sifat
syarat mutu permukaan material yang diuji
(tanpa retak, rongga (kekuatan mekanik,
Bahan & komposisi berlebih) — sering ketahanan tembus,
mengacu pada komposisi porositas, suseptibilitas
porselen lokal/umum. terhadap thermal shock)
(SNI juga direvisi oleh dan metode pengukuran
SNI berikutnya). (lihat IEC 60672 untuk
sifat material keramik).
Untuk material spesifik
produsen mengikuti nilai
IEC.
Toleransi dimensi & Memberi pedoman
Menetapkan dimensi
bentuk produk dimensional dan sering
nominal dan toleransi
menyerahkan toleransi
untuk tiap tipe pin
presisi ke produsen
(tinggi total, diameter,
dengan syarat fungsional
lebar dudukan, jarak
(creepage, clearance,
creepage) sesuai tabel
pemasangan fitting). IEC
baku dalam SNI.
dapat menyediakan
dimensi acuan untuk
compatibility
internasional.
Menyertakan spesifikasi Mengatur kompatibilitas
pemasangan fitting (zinc fitting (IEC 60471 untuk
sleeve, kacang, baut) dan clevis/tongue coupling)
kadang berat sebagai dan perlindungan logam
Berat & pemasangan
data produk di lampiran. terhadap korosi. Berat
fitting
biasanya bergantung
dimensi/tegangan dan
tercantum di spesifikasi
produk.
Bahan : KERAMIK
Bidang : ENERGI
Produk : Isolator Keramik Tegangan Rendah Jenis Bispatrun
Standar :
1. SNI 04-1575-1989→ Isolator keramik tegangan rendah jenis bispatrun
2. IEC 60672→ Ceramic and glass insulating materials
Detail Spesifikasi :
1. SNI 04-0682-1989→ Isolator keramik tegangan rendah jenis
bispatrun
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 04-1575-1989
Bahan Isolator keramik tegangan rendah jenis bispatrun”
→ berarti produk berbahan keramik porselen
(wet-process porcelain) atau bahan keramik
teknik untuk aplikasi isolasi tegangan rendah.
Komposisi
biasanya menetapkan mutu bahan (tanpa selalu
mencantumkan persentase kimia di ringkasan
katalog), tetapi mengharuskan bahan memenuhi
kriteria sifat fisis (kepadatan, penyerapan air,
kekerasan) dan tidak mengandung cacat yang
melemahkan isolasi.
Bentuk Produk
jenis bispatrun — istilah lokal ini merujuk ke type/form
isolator tegangan rendah (biasanya jenis post/rod atau cap
& pin varian tertentu untuk jaringan LV). Dokumen SNI
lain menyebut berbagai bentuk: pin, rol, penutup tiang,
post, dll.
Komponen badan keramik (isolating body), glasir (lapisan
permukaan), dan komponen logam/fiting (pin, sleeve,
cap) yang dibuat dari baja galvanis atau bahan tahan
korosi. SNI-serupa mensyaratkan kualitas galvanizing
dan kekuatan fitting.
Dimensi nominal
menentukan dimensi nominal per tipe (diameter,
tinggi, jarak creepage, spacing, lebar shelve,
dsb.). Daftar SNI menunjukkan adanya banyak
SNI untuk berbagai tipe (nominal) — sehingga
dimensi spesifik harus dibaca di tabel pada SNI
04-1575-1989.
Toleransi dimensi
umumnya memuat toleransi dimensi untuk tiap
ukuran nominal (± toleransi pada tinggi, diameter,
diameter bore, ketebalan glasir). Toleransi ini
memastikan interchangeability dan kelaikan
pemasangan. Untuk angka rinci, lihat tabel
dimensi dalam dokumen SNI.
Ketahanan
SNI akan mensyaratkan minimal kekuatan mekanik
mekanik
(mis. uji lentur, uji pukul, uji kuat tarik/tekan badan
keramik) dan kriteria kegagalan yang boleh diterima
(mis. retak permukaan vs retak radial). Ada SNI lain
untuk kuat lentur/pukul yang saling berkaitan.
Sesuai SNI 04-0682-1989
Produk: Isolator keramik tegangan rendah jenis bispatrun
Sifat Fisis
o Terbuat dari keramik berporositas rendah (porcelain) yang telah
melalui proses pembakaran tinggi.
o Ketahanan Terhadap Cuaca (Weathering Resistance)
o Memiliki tahanan permukaan yang sangat tinggi, sehingga
mencegah terjadinya arus bocor (leakage current).
o Memiliki densitas tinggi, porositas rendah (< 1% umumnya).
Sifat Mekanis
o Isolator harus mampu menahan beban tarik dan beban pecah
mekanik sesuai ukuran dan kelasnya.
o Mampu menahan tekanan dari penjepit kawat atau tali pengikat
tanpa retak.
o Tidak boleh patah ketika menerima gaya lateral dari kawat
konduktor.
o Tahan terhadap getaran angin dan goncangan mekanis pada
jaringan distribusi tegangan rendah.
o Ketahanan terhadap Pemasangan (Mounting Strength)
2. IEC 60672→ Ceramic and glass insulating materials
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT IEC 60672
Bahan
Tipe bahan: keramik isolasi (porcelain) — umumnya
*alumino-silicate / siliceous porcelain / aluminous
porcelain / mullite-based tergantung formulasi pabrik.
IEC 60672 mengklasifikasikan bahan-bahan keramik/g
kaca untuk tujuan isolasi.
Komponen
Komponen utama (tipikal untuk electrical porcelain):
feldspar, kaolin (tanah porselen), kuarsa (silica), alumina
(Al₂O₃). Proporsi dan fase (mis. mullite, cristobalite,
porselen) berbeda antar tipe dan berdampak pada sifat
mekanik/termal. IEC 60672 tidak memberi satu rumus
kimia, tetapi menyebut tipe-tipe material dan
karakteristik tipikalnya.
Bentuk Produk
Bentuk material menurut IEC 60672: ditujukan untuk test
pieces dan bahan mentah; bukan bentuk final. Namun
untuk isolator low-voltage bus-pattern bentuk produk
final biasanya: batang/bodi keramik berlubang atau
profil bus-pattern dengan glasir permukaan. Bentuk akhir
diatur oleh standar produk / manufaktur.
Dimensi nominal IEC 60672 tidak menetapkan dimensi nominal atau
& toleransi toleransi dimensi produk akhir — itu termasuk dalam
dimensi standar produk (mis. standar insulator khusus atau
spesifikasi pabrik). IEC 60672 hanya berisi spesifikasi
material (mis. test pieces geometry untuk uji material).
Jadi untuk dimensi/toleransi produk, rujuk standar
produk isolator (contoh SNI/IEC untuk low-voltage
insulators atau dokumen manufaktur).
Beban uji
IEC 60672 menyatakan metode pengujian material yang
relevan untuk karakteristik fisik dan mekanik, mis.
pengujian: density, porosity, water absorption, flexural
(bending) strength, thermal shock resistance, dielectric
strength (volume resistivity), permittivity, loss tangent.
IEC mengatur prosedur pengukuran dimensi dan
Ketahanan
persyaratan pemeriksaan, serta toleransi penerimaan
mekanik
untuk beberapa tipe; namun angka toleransi akhir
biasanya tercantum pada spesifikasi produk/pabrikan.
Berat produk
IEC 60672 tidak memberikan berat produk—berat
tergantung geometri/bentuk isolator (produk akhir).
Material density tipikal (porcelain) sekitar ~2,2–2,5
g/cm³ dapat digunakan untuk menghitung berat ketika
dimensi produk diketahui. (density dicantumkan di IEC
material tables / referensi material)..
Sesuai IEC 60672
Produk : Isolator keramik tegangan menengah jenis birpatrun
Sifat FISIS
o Kerapatan (Density / Bulk Density): Umumnya: 2,2 – 2,5
g/cm³,Semakin rapat → semakin kuat sifat isolasi dan mekaniknya.
o Porositas Terbuka (Open Porosity): Sangat rendah (0 – 0,5%)
o Koefisien Muai Panjang (Thermal Expansion Coefficient): Kisaran 3
– 8 × 10⁻⁶ /K (30–30°C)
o Konduktivitas Termal (Thermal Conductivity): Umumnya 1 – 2,5
W/m·K
Sifat Mekanis
o Kekuatan Lentur (Flexural Strength) ≥ 50 MPa untuk keramik
polos dan ≥ 60 MPa untuk keramik berglasir
o Modulus Elastisitas (Young’s Modulus) Sekitar 60 – 70 GPa
o Ketahanan Kejut Termal (Thermal Shock Resistance) Mampu
bertahan ΔT ±150°C
o Kekuatan Tekan (Compressive Strength) Sangat tinggi: > 300
MPa (nilai tipikal keramik isolasi)
o Kekuatan Tarik (Tensile Strength) rendah: 10 – 25 MPa karena
keramik bersifat getas (brittle).
o Ketahanan Terhadap Fatigue cukup rendah karena keramik
tidak cocok untuk beban siklik berulang.
PERBANDINGAN ISOLATOR KERAMIK TEGANGAN RENDAH JENIS
BISPATRUNI SNI 04-1575-1989 VS ISO 60672
ASPEK PENTING SNI 0139:2008 ISO 49-1994
Mengatur produk Mengatur bahan
isolator (jenis bispatrun) (ceramic/glass) yang
— mutu dan cara digunakan untuk isolasi
pengujian untuk listrik — definisi,
memastikan isolator klasifikasi, metode
Ruang lingkup & memenuhi persyaratan pengujian bahan, dan
tujuan operasional pada nilai-nilai khas sifat
jaringan tegangan material yang bisa
rendah. Cocok untuk dipakai sebagai acuan
konformansi produk di spesifikasi material.
Indonesia. Tidak menetapkan
dimensi produk final.
Aspek bahan &
Biasanya menyebut jenis Memberi klasifikasi
komposisi kimia
bahan material (siliceous
(keramik/porselen) porcelain, alumina
sebagai persyaratan porcelain, glass-
mutu, tapi tidak merinci ceramics, dll.) dan di
komposisi kimia material Part 3 menyajikan nilai-
— fokusnya pada nilai karakteristik
produk jadi dan uji material; umumnya
penerimaan. (Standar tidak menulis formula
produk sering merujuk kimia lengkap, tapi
metode atau standar menyediakan spesifikasi
bahan terpisah.) sifat yang berkaitan
dengan komposisi (mis.
kandungan Al₂O₃,
kandungan mullite dsb.
pada data material).
Bentuk produk &
Menetapkan bentuk Tidak mengatur bentuk
komponen
produk jenis bispatrun produk akhir (pin, post,
(bentuk/morfologi cap) — hanya
tertentu isolator menstandarkan material
tegangan rendah), yang bahan bakunya
kemungkinan juga digunakan untuk
komponen tambahan membuat komponen
(fitting logam, glaze tersebut.
permukaan). Standar ini
fokus pada karakter
produk: bentuk, ukuran,
kapasitas pemasangan.
Tidak menetapkan
Umumnya memuat
dimensi produk; hanya
dimensi nominal produk,
ujian material dengan
toleransi dimensi, dan
spesimen uji yang
persyaratan geometrik
Dimensi nominal & standar. Toleransi
untuk tipe bispatrun.
toleransi dimensi dimensi produk
(Standar produk
tergantung standar
biasanya mengatur
produk (mis. SNI, IEC
dimensi dan toleransi
60383 untuk insulators)
agar produk dapat saling
bukan IEC 60672.
digabung/terpasang.)
Menetapkan syarat Memberikan parameter
kekuatan mekanik kekuatan mekanik bahan
produk (mis. kuat lentur (mis. flexural strength
minimal, uji impact pada pada spesimen material,
massa badan) sesuai modulus elastisitas)
Ketahanan mekanik kebutuhan jaringan sebagai karakteristik
tegangan rendah. Nilai material. Namun nilai
numerik & prosedur tersebut adalah acuan
tercantum di SNI atau material, bukan jaminan
SNI terkait (mis. SNI performa komponen
untuk kuat lentur, kuat tanpa uji produk.
pukul).
Bahan: KAYU
Bidang: KONSTRUKSI
Produk: STRUKTUR ATAP RANGKA KAYU (TIMBER ROOF TRUSSES)
Standar:
1. SNI 7973:2013 → Untuk desain struktural kayu dan standar untuk
sambungan.
2. ISO 17135:2014 → Timber structures. Structural joints with punch metal
plate fasteners. Test methods for determination of load-carrying capacity and
stiffness (Standar untuk rangka atap yang menggunakan pelat sambung
bergigi).
Detail Spesifikasi:
1. SNI 7973:2013 → Untuk desain struktural kayu dan standar untuk sambungan
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 7973:2013
Kayu dari jenis pohon yang memiliki sifat struktural memadai
Bahan (misalnya, Jati, Meranti, Kamper). Dikelompokkan
berdasarkan kelas kuat (Kelas I, II, III, IV).
Tersusun atas senyawa Selulosa (40-50%), Hemiselulosa
Komposisi (20-30%), dan Lignin (15-30%). Mutu harus bebas dari cacat
serius, lapuk, dan serangan hama berat.
Kayu Gergajian (Balok, Kaso, Reng, Papan). Bentuk harus
Bentuk Produk persegi empat dengan sisi-sisi sejajar dan tegak lurus (kecuali
sisi yang ditiruskan).
Mengacu pada SNI 03-2445-1991 (Ukuran Kayu untuk
Bangunan):
Ukuran Nominal - Balok: 6/12, 8/12, 8/16, 10/20, dst. (dalam cm).
(Dimensi)
- Kaso: 5/7, 5/10 (dalam cm).
- Reng: 2/3, 3/5 (dalam cm).
Mutu kayu harus sesuai SNI 03-3527-1994 (Mutu Kayu
Ketahanan Bangunan) atau kode desain SNI 7973:2013:
Mekanik Kelas Kuat I (Sangat Kuat): Kuat Lentur rata-rata > 110
kg/cm². Kuat Tekan 65 kg/cm².
Mutu kayu harus sesuai SNI 03-3527-1994:
Berat Produk
(Kepadatan/Bobot - Kelas Kuat I: Bobot jenis rata-rata 0,90
Jenis)
- Kelas Kuat II: Bobot jenis rata-rata 0,60 – 0,90
Toleransi Dimensi Mengacu SNI 03-2445-1991:
& Geometri
- Toleransi ukuran penampang (tebal dan lebar)
maksimum 3 mm (untuk tebal > 50 mm) atau 2 mm
(untuk tebal 50 mm). Tingkat kebengkokan,
kecembungan, dan puntir harus dalam batas yang
diizinkan (misal, tidak melebihi 0,5% dari panjang).
Sesuai SNI 7973:2013 (Indonesia)
Produk: Struktur Atap Rangka Kayu (Timber Roof Trusses) dari kayu
Sifat Mekanis
o Parameter: Spesifikasi Minimal (Nilai Desain Acuan Awal F)
o Kuat Tarik (Sejajar Serat F): Ditentukan oleh Kelas Mutu kayu
(misalnya, untuk kayu Mutu E20, Ft=10.4 MPa).
o Kuat Tekan (Sejajar Serat, Fc): Ditentukan oleh Kelas Mutu kayu
(misalnya, untuk kayu Mutu E20, Fc=13.9 MPa).
o Modulus Elastisitas: Ditentukan oleh Kode Mutu kayu
(misalnya, E20 20.000 MPa).
o Ketahanan Lelah: Tidak secara eksplisit diatur.
o Kuat Tahan Geser: Ditentukan oleh Kelas Mutu kayu (misalnya,
untuk kayu Mutu E20, Fv 1.2 MPa).
Sifat Fisis
o Massa Jenis (Density): Harus sesuai dengan standar produk kayu
terkait.
o Kadar Air: Kondisi Kering KA ≤ 16%. Kondisi Basah: KA >
16%.
o Koefisien Muai Panjang: Tidak secara eksplisit diatur (Karena
perubahan dimensi termal pada kayu relatif kecil).
o Toleransi Dimensi: Tidak spesifik (Karena ini standar desain).
o Metode Uji: Mengacu pada standar uji material kayu, seperti
ASTM D143 atau SNI terkait.
2. ISO 17135:2014 → Timber structures. Structural joints with punch metal
plate fasteners. Test methods for determination of load-carrying capacity and
stiffness (Standar untuk rangka atap yang menggunakan pelat sambung
bergigi).
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ISO 17135:2014
Kayu yang digunakan untuk sambungan harus tidak
Bahan diklasifikasikan oleh standar ini, tetapi sifat mekaniknya
harus diketahui (seperti Modulus Elastisitas dan Bobot Jenis).
Komposisi Tidak spesifik (Karena ini standar metode uji).
Ketahanan mekan Kapasitas Daya Dukung Beban (Load-carrying capacity)
ik dan Kekakuan (Stiffness).
Berat Produk Tidak spesifik.
Permukaan luar dilapisi (plating) krom,
Finishing molybdenum, atau dilapisi fosfat untuk meningkatkan daya
tahan
Metode Uji Uji dimensi, uji kekerasan 200-300
HB, ketahanan aus, uji tarik sekitar 250-350
MPa, stabilitas termal.
Sesuai ISO 17135:2014
Produk: Struktur Atap Rangka Kayu (Timber Roof Trusses) dari kayu
Sifat Mekanis
o Kuat Tarik Sejajar Serat: Ditentukan oleh Kelas Kekuatan
LVL
o Kuat Tekan Sejajar Serat: Ditentukan oleh Kelas Kekuatan
LVLKekuatan tekan sangat tinggi, umumnya lebih tinggi dari
kekuatan tarik.
o Kuat Lentur: Ditentukan oleh Kelas Kekuatan LVL. Kekuatan
utama yang sangat ditingkatkan karena homogenitas dan orientasi
veneer.
o Modulus Elastisitas (MOE) Ditentukan oleh Kelas Kekuatan
LVL Nilai rata-rata dan karakteristik diberikan. Menunjukkan
kekakuan (stiffness) material, sangat penting untuk deformasi.
o Kuat Tahan Geser Sejajar Serat: Ditentukan oleh Kelas
Kekuatan LVL. Penting untuk balok dan sambungan. LVL
dengan beberapa lapisan veneer tegak lurus memiliki peningkatan
kuat geser.
o Kuat Tarik/Tekan Tegak Lurus: Ditentukan oleh Kelas
Kekuatan LVL Lebih rendah dibandingkan sejajar serat, seperti
kayu pada umumnya.
o Modulus Geser: Ditentukan oleh Kelas Kekuatan LVL. Nilai
rata-rata dan karakteristik diberikan.
o Ketahanan LelahTidak secara eksplisit diatur dalam lingkup
[Link] ditangani dengan faktor modifikasi dalam desain
struktur.
Sifat Fisis
o Massa Jenis (Density): Ditentukan oleh Kelas Kekuatan LVL
Nilai karakteristik dan rata-rata diberikan. Massa jenis
memengaruhi nilai kekuatan.
o Kadar AirKadar air produksi sekitar 8% - 10%. Lebih
rendah dan lebih terkontrol daripada kayu masif, menghasilkan
stabilitas dimensi yang lebih baik.
o Kestabilan Dimensi (Swelling/Shrinkage) Nilai penyusutan
dan pengembangan [Link] memiliki penyusutan dan
pengembangan yang sangat rendah dibandingkan kayu masif,
terutama LVL-X (lapisan veneer silang).
o Toleransi DimensiDiatur dalam bagian persyaratan
[Link] yang ketat dan spesifik.
o Kualitas Perekat (Bonding Quality): Diuji berdasarkan standar
yang relevan (misalnya EN 386). Mutu perekatan harus
dipastikan untuk daya tahan dan kinerja struktural.
PERBANDINGAN STRUKTUR ATAP RANGKA KAYU SNI 7973:2013 VS
ISO 17135:2014
ASPEK PENTING SNI 0139:2008 ISO 49-1994
Kayu Masif Struktural Kayu Masif Struktural
dengan nilai desain dengan nilai desain
acuan awal ($F$) acuan awal ($F$)
berdasarkan Kelas Mutu berdasarkan Kelas Mutu
Kayu Indonesia (e.g., Kayu Indonesia (e.g.,
E17, E20). E17,
Bahan Kayu/Spesimen Uji E20).Kayu/Spesimen
yang digunakan harus Uji yang digunakan
dicatat secara detail harus dicatat secara
(spesies, grade, detail (spesies, grade,
kerapatan, kadar air) kerapatan, kadar air)
untuk keperluan untuk keperluan
verifikasi hasil uji. verifikasi hasil uji.
Menyediakan Nilai Menyediakan Nilai
Desain Acuan seperti Desain Acuan seperti
Kuat Tarik Sejajar Kuat Tarik Sejajar
Serat dan Modulus Serat dan Modulus
Elastisitas yang Elastisitas yang
digunakan untuk digunakan untuk
menghitung kapasitas menghitung kapasitas
elemen elemen
Ketahanan mekanik [Link] [Link]
Metode Uji untuk Metode Uji untuk
menentukan Kekuatan menentukan Kekuatan
Ultimate (Beban Ultimate (Beban
Maksimum) dan Maksimum) dan
kekakuan (slip modulus) kekakuan (slip modulus)
dari sambungan mekanik dari sambungan mekanik
(seperti paku, baut, atau (seperti paku, baut, atau
pelat bergigi). pelat bergigi).
Kuat Tekan Sejajar Kuat Tekan Sejajar
Serat :Ditentukan oleh Serat: Ditentukan oleh
Kelas Mutu Kayu dan Kelas Mutu Kayu dan
digunakan untuk digunakan untuk
perhitungan keamanan perhitungan keamanan
elemen tekan pada elemen tekan pada
rangka atap. rangka atap.
Ketahanan Tekanan
Menyediakan Prosedur Menyediakan Prosedur
Uji untuk menentukan Uji untuk menentukan
kinerja dan beban kinerja dan beban
maksimum Sambungan maksimum Sambungan
di bawah gaya tekan, di bawah gaya tekan,
bukan kuat tekan kayu bukan kuat tekan kayu
itu sendiri. itu sendiri.
Kadar Air (KA): Mensyaratkan bahwa
Mengatur batas untuk Kadar Air spesimen uji
penentuan kondisi desain harus diukur dan
(Kering ≤ 16% atau dicatat untuk
Sifat fisis
Basah > 16%), yang memastikan pengujian
memengaruhi nilai valid dan mereplikasi
kekuatan melalui Faktor kondisi lapangan.
Modifikasi Kelembaban
Mengharuskan Mensyaratkan Dimensi
penggunaan Dimensi Spesimen Uji yang
Terkurangi (actual spesifik dan seragam
size) elemen kayu untuk memastikan hasil
Ukuran atau Ketebalan
(misalnya, 2x4 menjadi pengujian sambungan
1.5x3.5) dalam semua dapat direproduksi dan
perhitungan desain. dibandingkan secara
internasional.
Bahan: KAYU
Bidang: INTERIOR
Produk: LANTAI PARKET KAYU SOLID
[Link]
Standar:
1. SNI 8234:2016 → Spesifikasi Lantai Parket Kayu, adopsi sebagian dari ISO
20387 (Mengatur dimensi, jenis kayu, dan cacat.)
2. ISO 20387:2018 → Lantai Kayu dan Parket - Klasifikasi dan Persyaratan.
Detail Spesifikasi:
1. SNI 8234:2016 → Spesifikasi Lantai Parket Kayu, adopsi sebagian dari ISO
20387 (Mengatur dimensi, jenis kayu, dan cacat.)
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 8234:2016
Kayu solid (misalnya Jati, Merbau, Sonokeling,
Bahan dll.) yang memiliki sifat teknis sesuai untuk
keperluan lantai.
Komposisi 100% kayu solid utuh.
Bentuk Produk - Parket Blok: Berbentuk balok/batang
kayu dengan dimensi yang sama.
- Parket Mosaic: Terdiri dari kumpulan
parket blok kecil yang disusun dalam
formasi tertentu pada jaring atau alas
(umumnya digunakan untuk lantai ubin).
- Parket Strip: Berbentuk bilah kayu
memanjang.
- Parket Flooring: Berbentuk papan
memanjang dengan sistem sambungan
lidah dan alur (tongue and groove).
Ukuran nominal harus ditentukan oleh
produsen. Contoh untuk parket strip: tebal 12-
Ukuran nominal
25 mm, lebar 60-150 mm, panjang 300-1200
mm.
Ketahanan mekanik SNI ini mewajibkan pengujian sifat mekanik
dan fisik yang mempengaruhi ketahanan,
seperti:
- Kadar Air: Harus stabil sesuai kondisi
akhir penggunaan
- Kerapatan (Densitas): Harus sesuai
dengan jenis kayu yang digunakan.
- Pengembangan/Penyusutan: Harus
berada dalam batas toleransi saat terjadi
perubahan kadar air.
- Ketahanan Terhadap Cacat:
Persyaratan untuk cacat kayu (mata
kayu, retak, lubang gerek, dll.) harus
sesuai dengan klasifikasi mutu yang
ditetapkan.
Ditentukan oleh Kerapatan (Densitas) Kayu
Berat Produk
yang digunakan.
- Toleransi Panjang dan Lebar:
Maksimum ± 0,5 mm.
- Toleransi Tebal: Maksimum 0,5 mm.
- Kesejajaran dan Kelurusan: Tidak
Toleransi Dimensi & Geometri boleh melebihi 0,5 mm.
- Kelurusan Sudut (Persegi): Deviasi
dari 90° maksimum 0,3 mm per mm.
- Perbedaan Tebal Antar Bilah:
Maksimum 0,3 mm
Metode Uji - Uji Kadar Air: Menggunakan metode
SNI terkait (misalnya SNI 6850:2021
yang mengadopsi ASTM D4442).
- Uji Kerapatan Kayu: Menggunakan
metode SNI terkait.
- Uji Dimensi dan Geometri:
Menggunakan alat ukur presisi (jangka
sorong atau mikrometer) untuk
memverifikasi toleransi yang
disyaratkan.
- Uji Cacat: Dilakukan secara visual dan
pengukuran.
Sesuai SNI 8234:2016
Produk: Lantai Parket Kayu Solid dari kayu
Sifat Mekanis
o Kekerasan (Janka/Brinell): Menggunakan metode Janka (Janka
Hardness Test). Nilai Brinell (HB) untuk kayu keras berkisar 1,5 -
8,0 HB (Jauh lebih rendah dari 200 HB logam).
o Kekuatan Lentur (Modulus of Rupture, MOR): Berkisar 70
hingga 150 MPa.
o Modulus Elastisitas (Modulus of Elasticity, MOE): Berkisar
8.000-15.000 MPa (8-15 GPa).
o Ketahanan Aus (Abrasion Resistance) permukaan parket harus
tahan aus. Uji spesifik umumnya mengacu pada metode Taber
Abrasion (biasanya diatur oleh standar EN 13629/13329 untuk
produk lantai).
Sifat Fisis
o Kadar Air (Moisture Content, MC): Rentang 8% hingga 14%
o Kerapatan: Tidak ada nilai tunggal, bergantung pada jenis kayu.
Berkisar antara 0,40-1,00 g/cm^3.
o Penyusutan (Shrinkage): Harus berada dalam batas toleransi.
Penyusutan dari keadaan basah hingga kadar air 12% untuk arah
Tangensial (Lebar) dan Radial (Tebal) adalah kriteria mutu.
o Konduktivitas Termal : Sangat rendah. Umumnya 0,10-0,18 W/m·K.
2. ISO 20387:2018 → Lantai Kayu dan Parket - Klasifikasi dan Persyaratan.
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT ISO 20387:2018
Kayu solid dari spesies yang sesuai dengan sifat
mekanik dan stabilitas yang diperlukan. Kayu
Bahan harus bebas dari cacat yang mempengaruhi
kekuatan atau penampilan lantai yang telah
selesai.
100% kayu solid (disebut juga Homogeneous
Komposisi
Wood Floor).
- Strip (Bilah)
- Block (Balok)
Bentuk Produk
- Module (Unit Parket)
- Mosaic (Tersusun pada jaring)
Batasan umum pada dimensi minimum,
Ukuran nominal
misalnya Tebal minimum umumnya 8 mm.
- Kadar Air: Harus stabil pada rentang
Ketahanan mekanik
yang ditentukan oleh produsen (misalnya
7% ± 2% untuk iklim sedang/kering).
- Kekerasan (Hardness): Diukur
menggunakan metode Brinell atau
Janka (sering merujuk EN 1534).
- Ketahanan Sambungan (Joint
Strength): Diuji untuk sambungan
tongue and groove.
Diukur dan diklasifikasikan berdasarkan
Kerapatan (Density) kayu. Kerapatan adalah
Berat Produk
kriteria kunci untuk menentukan Kelas
Penggunaan (Usage Class).
Sangat Ketat. Toleransi maksimum yang
diizinkan untuk panjang, lebar, dan tebal harus
seragam.
- Ketebalan: Toleransi maksimum ±
Toleransi Dimensi & Geometri 0,3mm (untuk tebal di bawah 10 mm)
dan ± 0,5 mm (untuk tebal 10-25 mm).
- Perbedaan Tingkat (Cupping/Bow):
Persyaratan ketat untuk memastikan
kerataan lantai saat dipasang.
Sesuai ISO 20387:2018
Produk: Lantai Parket Kayu Solid dari kayu
Sifat Mekanis
o Kekerasan (Hardness): Wajib diuji untuk klasifikasi parket.
Diukur menggunakan metode Brinell atau Janka. Nilai yang
diperlukan bergantung pada Kelas Penggunaan.
o Ketahanan Aus (Abrasion Resistance): Harus tahan terhadap
keausan permukaan. Ini adalah kriteria penting untuk menentukan
Kelas Penggunaan (Usage Class). Diuji menggunakan metode
Taber Abrasion (sering merujuk standar EN untuk lantai laminasi
dan kayu).
o Kekuatan Lentur & Kekakuan (MOR/MOE): Secara implisit
disyaratkan melalui kerapatan (density) dan jenis kayu. Parket
harus memenuhi persyaratan struktural minimal untuk menahan
beban.
Sifat Fisis
o Kadar air: 7-11% (termasuk toleransi ± 2%).
o Kerapatan: Kerapatan harus sesuai dengan jenis kayu. Umumnya
0,60-0,80g/cm^3
o Penyusutan dan Pembengkakan: Stabilitas dimensi harus
terjamin. Perubahan dimensi total tidak boleh melebihi batas yang
ditetapkan saat terjadi perubahan kelembaban.
o Konduktivitas Termal: Rendah, 0,10-0,18 W/m.K
PERBANDINGAN LANTAI PARKET KAYU SOLID SNI 8234:2016 vs ISO
20387:2018
ASPEK PENTING SNI 8234:2016 ISO 20387:2018
Kayu Solid (Kayu
Kayu Solid (Homogeneous
Murni). Harus bebas dari
Wood Floor). Membutuhkan
cacat yang mempengaruhi
Bahan spesies kayu dengan stabilitas
mutu akhir (misalnya,
dan kekerasan yang sesuai untuk
Jati, Merbau,
Kelas Penggunaan.
Sonokeling).
100% Kayu Alami
(Selulosa, Hemiselulosa,
100% Kayu Alami (Cellulose,
Lignin). Tidak ada
Komposisi Hemicellulose, Lignin). Fokus
batasan pada kandungan
pada kadar air dan kerapatan.
elemen kimia
(Karbon/Silikon).
Persyaratan Implisit Persyaratan Eksplisit Kekerasan
Ketahanan mekani (Melalui jenis kayu dan dan Ketahanan Aus. Diuji untuk
k kerapatan). Fokus pada menentukan Kelas Penggunaan
kontrol cacat kayu. parket.
Kekerasan Brinell (HB): Wajib
Sifat Mekanis
Kerapatan 0,6-0,9 g/cm³ diuji (Nilai khas kayu keras 1,5 -
Kunci
8,0 HB).
Bahan : KOMPOSIT
Bidang : TRANSPORTASI
Produk : BAN RADIAL KENDARAAN
Gambar 1. Cincin Torak
Standar :
1. SNI 0098:2012→ Ban Radial Mobil Penumpang
2. FMVSS 139 (DOT)→ New Pneumatic Radial Tires for Light Vehicles
Detail Spesifikasi :
1. SNI 0098:2012→ Ban Radial Mobil Penumpang
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT SNI 0098:2012
Bahan Bahan yang dipergunakan Adalah Komposit elastomer.
Karet alam (Natural Rubber) dan karet sintetis (Synthetic
Komposisi Rubber seperti SBR/BR), Ditambah Baja karbon tinggi
(untuk steel belt dan bead wire) serta serat tekstil.
Dapat berbentuk Torus (donat) pneumatik dengan pola
Bentuk Produk
telapak (tread pattern) tertentu.
Terdiri dari telapak (tread), dinding samping (sidewall), sabuk
Komponen baja (steel belts), lapisan benang (ply cord), dan kawat bead
(bagian yang menempel pada velg).
Terdapat Tread Wear Indicator (TWI) atau indikator keausan
Finishing
setinggi minimal 1.6 mm di dalam alur utama.
Toleransi Dimensi Ukuran lebar penampang dan diameter luar tidak boleh
menyimpang melebihi batas (biasanya ±3-4%) dari desain
standar setelah dipasang pada velg pengujian
Ditetapkan berdasarkan Load Index. Contoh: Indeks 91
Berat uji
berarti mampu menahan 615 kg per ban pada tekanan standar.
Uji Bead Unseating: Mengukur gaya yang diperlukan
untuk melepas ban dari velg (mencegah ban copot saat
menikung tajam).
Uji Energi Plunger: Menusuk telapak ban dengan batang
besi tumpul untuk mengukur energi putus (ketahanan
Uji & Pemeriksaan
terhadap benturan benda tumpul/lubang jalan).
Mutu
Uji Ketahanan (Endurance): Ban diputar pada tromol
(drum) dengan beban penuh selama berjam-jam.
Uji Kecepatan Tinggi (High Speed): Ban diputar bertahap
hingga kecepatan kode (misal kode V = 240 km/jam) tanpa
mengalami kerusakan.
Sesuai SNI 0098:2012
Sifat Mekanis
o Kekuatan Tarik Kawat Bead: umumnya >2000 MPa untuk
menahan ban tetap di velg.
o (Daya Lekat): Ikatan antara lapisan baja (belt) dan karet (skim
coat) harus kuat agar tidak terjadi delaminasi saat [Link] :
≥ 30% (sering 30–50%)
o Ketahanan Abrasi: Kompon telapak (tread) harus tahan gesekan
aspal untuk mencapai umur pakai (mileage) yang [Link]
geser : 77 GPa (sebagai nilai tipikal, tergantung kondisi)
Sifat Fisis
o Histeresis: Kemampuan karet membuang panas. Kompon dinding
samping dirancang fleksibel namun tidak boleh menyimpan panas
berlebih.
o Tekanan Inflasi: Mampu menahan tekanan udara standar (misal 32-
40 psi) tanpa deformasi permanen.
2. FMVSS 139 (DOT)→ New Pneumatic Radial Tires for Light Vehicles
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT FMVSS 139 (DOT)
Bahan yang dipergunakan Adalah Komposit karet vulkanisir
Bahan
(Vulcanized rubber composite).
Memakain Bahan kimia anti-ozonan dan anti-oksidan pada
Komposisi Kimia dinding samping untuk mencegah retak akibat cuaca
(weathering).
Bentuk Produk Berbentuk Pneumatic Radial Tire.
Mengikuti standar Tire and Rim Association (TRA) atau
Dimensi Nominal
ETRTO.
Variasi dimensi luar dikontrol ketat untuk memastikan akurasi
Toleransi Dimensi
speedometer dan clearance kendaraan.
Pengujian dilakukan pada persentase beban maksimal (misal
Beban uji 85%, 90%, 100% dari Load Rating) pada durasi waktu
tertentu.
Tidak ada Sisa karet cetakan yang berlebihan pada area bead
Finishing
yang dapat mengganggu sealing udara.
Low Pressure Performance: Uji jalan pada tekanan angin
rendah (misal 140 kPa) untuk memastikan struktur ban
tidak rusak saat pengguna lupa mengisi angin
High Speed Test: Pengujian pada drum baja dengan
Metode Uji kenaikan kecepatan bertahap hingga kegagalan atau batas
waktu.
Aging Test: Pengujian ketahanan material setelah
dipanaskan di oven (simulasi penuaan) untuk memastikan
karet tidak getas (brittle).
Sesuai FMVSS 139 (DOT)
Sifat Mekanis
o Breaking Energy: Minimum energi (dalam Joule) yang dibutuhkan
untuk menembus telapak ban dengan plunger besi. Semakin besar
ukuran ban, semakin tinggi energi minimum yang disyaratkan.
o Shear Strength: Kekuatan geser antara lapisan belt (baja) dan
carcass (tekstil) sangat krusial untuk kestabilan saat manuver.
o Rolling Resistance: (Sering mengacu pada standar tambahan ISO
28580) Mengukur gaya hambat gelinding untuk efisiensi bahan
bakar.
Sifat Fisis
o Uniformity: Keseragaman massa dan bentuk (kebulatan).
Ketidakseimbangan (imbalance) massa dideteksi dengan mesin
balancing dinamis.
o Thermal Stability: Komponen ban harus stabil dan tidak meleleh
atau terurai (degrade) pada suhu operasional jalan raya (bisa
mencapai 60-80°C pada kecepatan tinggi)
PERBANDINGAN SNI 0098:2012VS FMVSS 139 (DOT)
ASPEK
SNI 0098:2012 FMVSS 139 (DOT)
PENTING
Bahan yang dipergunakan Bahan yang dipergunakan
Bahan Adalah Komposit elastomer. Adalah Komposit karet
vulkanisir
Karet alam (Natural Rubber)
dan karet sintetis (Synthetic
Memakain Bahan kimia anti-
Komposisi Rubber seperti SBR/BR),
ozonan dan anti-oksidan
Ditambah Baja karbon
tinggi , serta serat tekstil.
Torus (donat) pneumatik
Berbentuk Pneumatic Radial
Bentuk Produk dengan pola telapak (tread
Tire.
pattern) tertentu.
Terdapat Tread Wear
Tidak ada Sisa karet cetakan
Indicator (TWI) atau
yang berlebihan pada area bead
Finishing indikator keausan setinggi
yang dapat mengganggu
minimal 1.6 mm di dalam alur
sealing udara.
utama.³
Uji Bead Unseating: Low Pressure
Uji Energi Plunger Performance
Pengujian Uji Ketahanan High Speed Test
Uji kecepatan tinggi Aging Test
Bahan : KOMPOSIT
Bidang : ENERGI TERBARUKAN
Produk : BILAH TURBIN ANGIN
Gambar 1. Cincin Torak
Standar :
1. IEC 61400-5→ Wind energy generation systems–Wind turbine blades
2. DNV-ST-0376→ Rotor blades for wind turbines
Detail Spesifikasi :
1. IEC 61400-5→ Wind energy generation systems–Wind turbine blades
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT IEC 61400-5
GFRP, CFRP, resin epoksi/vinylester, adhesive, core
Material
(foam/balsa).
Komposisi Glass 60%, resin 30%, carbon 10%, core 5–10%
Bentuk Produk Dapat berbentuk Airfoil, spar cap, web, root
Toleransi ketebalan Toleransi sekitar ±5–10% dari thickness nominal
Kekasaran permukaan: maks. Ra 3–6 μm; tidak boleh ada
Finishing
delaminasi, dents, gelcoat erosion
Static load test, Fatigue load test, Flapwise & edgewise tests,
Beban uji
Torsion test
Uji seperti Mechanical testing, Adhesive tests, Full-scale
Metode Uji
blade tests, Dimensional inspection
Sifat Mekanis (Glass Composite)
o Tensile Strength: 600 – 1200 MPa
o Tensile Modulus: 35 – 50 GPa
o Kekuatan Tekan : 250 – 450 MPa
o Kekuatan Lentur : 600 – 900 MPa
o Fatigue Strength : sekitar 10⁶ – 10⁷ cycles
Sifat Fisis (Glass Composite)
o Massa jenis (Density): 1850 – 2000 kg/m³
o Fiber Volume Fraction: 50–60% (glass) dan 55–65% (carbon)
o Penyerapan Air: ± Epoxy composite: 0.5–2% massa
o Thermal Expansion Coefficient : 5–12 ×10⁻⁶ /°C
o Porosity : Batas IEC/umum industri: ≤1–2%
2. DNV-ST-0376→ Rotor blades for wind turbines
ASPEK SPESIFIKASI MENURUT DNV-ST-0376
GFRP (dominant), CFRP (pada area high-stress), foam/balsa
Material
(untuk core), dan Epoxy untuk resin
Glass fiber (E-glass / ECR-glass): 55–65% volume
Komposisi reinforcement, Carbon fiber: 20–35%, Hybrid layups: 5–
10%, Epoxy resin: 30–35% volume, Vinyl ester: 25–30%
Banyak varian seperti Airfoil sections, Shell, Spar caps,
Bentuk Produk
Shear web(s), Root region, Leading edge, Trailing edge
Toleransi dimensi Memiliki kuat Tarik sekitar ±5–10% dari nominal
Finishing Tidak boleh ada delaminasi, dents, gelcoat erosion
Beban uji a. Static Test
Blade harus mampu menahan 1.25 – 1.5 × ultimate
load
(= +25–50% margin keamanan)
b. Fatigue Test
Hingga 10⁶–10⁷ cycles
c. Torsion Test
Torsional moment: 110–130% dari maksimum desain
d. Proof load
Biasanya 1.1 × operational load
Tensile test, Compression, Flexure, ILSS, Shear properties,
Metode Uji
Adhesive test, Full-scale tests, Dimensional inspection
Sifat Mekanis (Glass Composite)
o Tensile Strength: 600 – 1200 MPa
o Tensile Modulus: 35 – 50 GPa
o Compressive Strength : ≥250 – 450 MPa
o Flexural Strength : 600 – 900 MPa
o Fatigue Strength : Menahan 60–80% dari ultimate strength pada
10⁶–10⁷ cycles
Sifat Fisis (Glass Composite)
o Massa jenis (Density): 1800 – 2000 kg/m³
o Fiber Volume Fraction: 50–60% (glass) dan 55–65% (carbon)
o Moisture Absorption: ± Epoxy composite: 0.5–2% massa
o Glass Transition Temperature : Epoxy: 80–120°C
o Porosity : Limit ≤2%
PERBANDINGAN IEC 61400-5 VS DNV-ST-0376
ASPEK
IEC 61400-5 DNV-ST-0376
PENTING
GFRP, CFRP, resin GFRP (dominant), CFRP (pada
epoksi/vinylester, adhesive, area high-stress), foam/balsa
Bahan
core (foam/balsa). (untuk core), dan Epoxy untuk
resin
Glass fiber (E-glass / ECR-
glass): 55–65% volume
Glass 60%, resin 30%, carbon reinforcement, Carbon fiber:
Komposisi
10%, core 5–10% 20–35%, Hybrid layups: 5–
10%, Epoxy resin: 30–35%
volume, Vinyl ester: 25–30%
Bentuk Produk Airfoil, spar cap, web, root Sangat bervariasi
Kekasaran permukaan: maks.
Tidak boleh ada delaminasi, Ra 3–6 μm; tidak boleh ada
Finishing
dents, gelcoat erosion delaminasi, dents, gelcoat
erosion
Uji seperti Mechanical Tensile test, Compression,
testing, Adhesive tests, Full- Flexure, ILSS, Shear
Pengujian scale blade tests, Dimensional properties, Adhesive test, Full-
inspection scale tests, Dimensional
inspection
KESIMPULAN
Secara umum, standar internasional memiliki persyaratan komposisi, sifat
mekanik, toleransi dimensi, dan metode pengujian yang lebih ketat serta lebih
rinci dibandingkan SNI. Standar internasional sangat menekankan performa
tinggi, keselamatan, uji kelelahan, uji lingkungan ekstrem, dan kontrol mutu
berbasis NDT. Hal ini menjadikannya lebih cocok untuk industri berisiko tinggi
seperti penerbangan, otomotif, transportasi cepat, elektronik, dan konstruksi
strategis. Sementara itu, SNI berfokus pada kesesuaian dasar dan kebutuhan
umum industri nasional dengan persyaratan yang lebih longgar.
Implikasinya bagi industri: untuk meningkatkan daya saing global, industri
Indonesia perlu melakukan modernisasi teknologi, memperketat kontrol mutu, dan
mengadopsi standar internasional terutama untuk produk yang diekspor atau
digunakan pada aplikasi berisiko tinggi. Penerapan standar internasional
membuka peluang dalam rantai pasok global, tetapi juga membutuhkan investasi
besar pada proses, alat uji, dan sumber daya manusia. Secara keseluruhan,
integrasi kedua sistem standar ini dapat memperkuat kualitas, keamanan, dan daya
saing produk material teknik Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standardisasi Nasional. (1987). SNI 05-0134-1987: Cincin torak dari
bahan baja dan besi tuang.
SAE International. AMS 7310: RINGS–PISTON Cast Iron.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 0139:2008: Penyambung pipa berulir
dari besi cor maleabel hitam.
International Organization for Standardization. (1994). ISO 49:1994: Malleable
cast iron fittings — Threaded.
Badan Standardisasi Nasional. (2024). SNI 2052:2024 (BJTS 420): Baja tulangan
beton dalam bentuk gulungan.
International Organization for Standardization. ISO 15630-1: Steel for the
reinforcement and prestressing of concrete — Test methods.
Badan Standardisasi Nasional. (2014). SNI 8052:2014: Pipa baja untuk pancang.
International Organization for Standardization. ISO 15630-1: Metallic materials
— Tensile testing.
Badan Standardisasi Nasional. (1991). SNI 07-2122-1991: Profil aluminium
ekstrusi untuk keperluan konstruksi umum.
ASTM International. ASTM B221: Standard Specification for Aluminum and
Aluminum-Alloy Extruded Bars, Rods, Wire, Profiles, and Tubes.
Badan Standardisasi Nasional. (1989). SNI 07-0956-1989: Pelat dan lembaran
aluminium (umum).
SAE International. AMS 4045 / AMS 4050: Plate Aluminum Alloy 7075-T6.
ASTM International. ASTM B94 / ASTM B403: Material Ingot & Die Castings
— Chemical & Mechanical Specifications.
SAE International. SAE J465 / AMS 4490: Automotive / Aerospace Alloys.
European Committee for Standardization. EN 1754: Magnesium and Magnesium
Alloys — Magnesium Alloy Ingot and Castings.
International Organization for Standardization. ISO 16750: Road vehicles —
Environmental conditions and testing for electrical and electronic equipment.
Badan Standardisasi Nasional. (2006). SNI 04-6629.5-2006: Kabel listrik
berinsulasi dan berselubung PVC — Bagian 5: Kabel fleksibel.
ASTM International. ASTM B3-13: Standard Specification for Soft or Annealed
Copper Wire.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 2547:2008: Spesifikasi meter air
minum.
American Water Works Association. AWWA C700: Cold-Water Meters —
Displacement Type, Metal Alloy Main Case.
Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI ISO 5832-3:2016: Implan bedah —
Bahan logam.
ASTM International. ASTM F136: Standard Specification for Wrought Titanium-
6Aluminum-4Vanadium ELI Alloy.
SAE International. AMS 4911: Titanium Alloy Sheet, Strip, and Plate, 6Al–4V,
Annealed.
ASTM International. ASTM B265: Standard Specification for Titanium and
Titanium Alloy Strip, Sheet, and Plate.
ASTM International. ASTM B443: Nickel, Chromium-Molybdenum, Columbium
Alloy — Plate, Sheet, and Strip.
DIN Standards. DIN 17750: Strips and sheets of wrought nickel and nickel alloys
— Properties.
ASTM International. ASTM B575: Nickel-Chromium-Molybdenum Alloys —
Plate, Sheet, Strip.
International Organization for Standardization. ISO 6208: Nickel and nickel alloy
plate, sheet and strip.
European Committee for Standardization. EN 1401-1: Plastics piping systems for
non-pressure underground drainage and sewerage.
International Organization for Standardization. ISO 1452-1: Plastics piping
systems for water supply and drainage — General requirements.
ASTM International. ASTM F451: Standard Specification for Acrylic Bone
Cement.
International Organization for Standardization. ISO 5833: Implants for surgery —
Acrylic bone cements.
Badan Standardisasi Nasional. (1989). SNI 04-0682-1989: Isolator keramik tumpu
tegangan menengah jenis pin.
International Electrotechnical Commission. IEC 60383-1: Ceramic or glass
insulator units for a.c. systems — Definitions, test methods, acceptance criteria.
Badan Standardisasi Nasional. (1989). SNI 04-1575-1989: Isolator keramik
tegangan rendah jenis bispatrun.
International Electrotechnical Commission. IEC 60672: Ceramic and glass
insulating materials.
Badan Standardisasi Nasional. (2013). SNI 7973:2013: Desain struktural kayu dan
sambungan.
International Organization for Standardization. (2014). ISO 17135: Timber
structures — Structural joints with punched metal plate fasteners — Test methods.
Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI 8234:2016: Spesifikasi lantai parket
kayu.
International Organization for Standardization. (2018). ISO 20387: Lantai kayu
dan parket — Klasifikasi dan persyaratan.
Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 0098:2012: Ban radial mobil
penumpang.
US Department of Transportation. FMVSS 139: New Pneumatic Radial Tires for
Light Vehicles.
International Electrotechnical Commission. IEC 61400-5: Wind energy generation
systems — Wind turbine blades.
DNV. DNV-ST-0376: Rotor blades for wind turbines.