1
EFEKTIFITAS MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS X
DI MA ASY-SYAKUR MOJOWETAN BANJAREJO TAHUN PELAJARAN
2014/2015
A. LatarBelakangMasalah
Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses tingkah laku ditimbulkan
atau diperbaiki melalui serentetan reaksi dan situasi (atau rangsang) yang terjadi.
Belajar melibatkan berbagai unsur yang ada di dalamnya, berupa kondisi fisik
dan psikis orang yang belajar. Kedua kondisi tersebut akan sangat berpengaruh
terhadap hasil belajarnya. Kiranya masih banyak unsur lain yang dapat
disebutkan
Yang dapat berpengaruh terhadap hasil belajar, antara lain suasana
lingkungan saat belajar, tersedianya media pendidikan dan sebagainya. Oleh
karena itu, unsur-unsur tersebut perlu mendapatkan perhatian guna menunjang
tercapainya tujuan belajar sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk menunjang keberhasilan belajar, maka hendaknya tersedia media
pembelajaran. Sebab, dengan tersedianya media pendidikan siswa dimungkinkan
Akan lebih berpikir secara konkret dan hal ini berarti dapat mengurangi
verbalisme pada diri siswa. Apalagi seiring dengan perkembangan jaman yang
makin modern dan serba canggih. Hal demikian mengakibatkan siswa termasuk
guru dapat memilih atau menggunakan media pendidikan dalam proses belajar.
Dalam proses belajar-mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup
penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan
dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan
yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan
media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui
kata-kata atau kalimat tertentu . Bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkretkan
2
dengan kehadiran media pembelajaran, dengan demikian anak didik lebih mudah
mencari bahan tanpa bantuan media pembelajaran.
Gagne dan Briggs mengemukakan bahwa media pembelajaran meliputi alat
yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang
terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder,
film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televise dan computer.1
Penggunaan suatu media dalam pelaksanaan pembelajaran bagaimanapun
akan membentuk kelancaran dan pencapaian tujuan, sehingga dapat menjadikan
siswa asik belajar, menyenangkan dan sudah tentu pembelajaran benar-benar
akan menjadi bermakna. Media merupakan salah satu komponen system
pembelajaran yang tidak bias diabaikan dalam pengembangan system pengajaran
yang sukses. Dalam hal ini, Allah Swt telah mengaturnya dalam Al Qur’an,
dalam surat Al Alaq 1-5.
*َخ َلَق اإلْنَس اَن ِمْن َعَلٍق *اْقَر ْأ ِباْس ِم َر ِّبَك اَّلِذي َخ َلَق
*َعَّلَم اإلْنَس اَن َما َلْم َيْعَلْم *اَّلِذي َعَّلَم ِباْلَقَلِم *اْقَر ْأ
َوَر ُّبَك األْكَر ُم
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal [Link], dan Tuhanmulah Yang
Maha Pemurah,Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan [Link]
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.2
Dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan atau minat
yang baru, membangkitkan motifasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan
membawa pengaruh psikologis terhadap siswa3. Penggunaan media pendidikan
janganlah sekedar dianggap sebagai upaya membantu guru yang bersifat pasif,
artinya penggunaanya semata-mata ditentukan oleh guru. Melainkan merupakan
upaya membantu anak-anak untuk belajar.
1
Azhar Arsyad, MediaPembelajaran, (Jakarta:Rajawali Pers, 2011), Hlm. 4
2
Depag RI, Al Qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), HLm. 1433
3
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), Hlm.244
3
Seorang guru tentu saja harus dapat menerapkan media apa yang paling tepat
dan sesuai untuk tujuan tertentu, penyampaian bahan tertentu, suatu kondisi
belajar siswa, dan untuk penggunaan strategi atau metode yang memang telah
terpilih. Berbagai jenis media pendidikan adalah penting diketahui guru, dan
tentu saja akan lebih baik lagi jika guru-guru itu memilih kemampuan membuat
suatu media pembelajaran yang dibutuhkannya.
MA Asy-Syakur Mojowetan adalah sebuah lembaga yang didirikan dibawah
naungan yayasan Asy-Syakur, yang terletak di Desa Mojowetan Kecamatan
Banjarejo Kabupaten Blora. Tujuan yayasan Asy-syakur mendirikan madrasah
ini adalah agar masyarakat di Kecamatan Banjarejo dan sekitarnya dapat
memahami agama Islam dengan baik dan benar dan memiliki pengetahuan yang
sama dengan siswa-siswa di sekolah lain.
Dalam pelaksanaan pembelajaran khususnya Fiqih, MA Asy-syakur
Mojowetan telah menggunakan beberapa media audio visual diantaranya adalah
berupa transparansi, program kaset audio dan program video. Bahan belajar
tersebut hanya bisa disajikan jika ada alat, misalnya berupa Tape recorder, TV,
LCD, OHP, dan Lap top,Video player. Di mana sebagian media pembelajaran
tersebut ada yang disimpan di laboratorium komputer dan ruang TU.
Berdasarkan pokok-pokok pikiran di atas, penulis memandang penting untuk
diadakan penelitian tentang “EFEKTIFITAS MEDIA AUDIO VISUAL
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN FIQIH KELAS X DI MA ASY-SYAKUR MOJOWETAN
BANJAREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015”
B. PenegasanIstilah
Penulisan skripsi ini, menggunakan beberapa istilah yang memiliki peran
penting bagi pembaca dalam memahami skripsi ini. Istilah-istilah tersebut dapat
didefinisikan sebagai berikut:
4
1. Efektifitas
Pengertian efektifitas secara umum menunjukan sampai seberapa jauh
tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan.4
2. Media Audio Visual
Media audiovisual adalah cara menyampaikan materi dengan menggunakan
mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio
dan visual.5
Pengajaran melalui audio visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras
selama proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan
proyektor visual yang lebar. Jadi, pengajaran melalui audio visual adalah
produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan
pendengaran serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau
symbol-simbol yang serupa.
3. Prestasi Belajar
Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan,
baik secara individual maupun kelompok.6prestasi tidak akan pernah
dihasilkan selama seseorang tidak melakukan kegiatan.
Sedangkan belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.7
Dengan demikian prestasi belajar dapat diartikan hasil dari usaha yang
dilakukan seseorang dalam memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang
baru secara keseluruhan.
4. Fiqih
Fiqih adalah bidang studi yang diberikan kepada siswa Madrasah
Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah, yang berisi tentang pengetahuan hukum-
4
5
Azhar Arsyad. Op. Cit, HLm. 30
6
Hamdani, Op. Cit, HLm. 137
7
Slameto, Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta:Rineka Cipta, 2010), Hlm. 2
5
hukum islam, sebagai dasar umat islam untuk menjalankan ibadah yang baik
dan benar dalam kehidupannya.
C. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas,maka didapatkan rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana guru menerapkan media pembelajaran audio visual untuk
meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran FIQIH di kelas X MA Asy-
syakur Mojowetan Banjarejo Kabupaten Blora?
2. Faktor apa yang menjadi hambatan dan penunjang dalam penerapan media
pembelajaran audio visual untuk meningkatkan prestasi belajar mata
pelajaran FIQIH di kelas X MA Asy-syakur Mojowetan Banjarejo Kabupaten
Blora?
D. TujuanPenelitian
Dari permasalahan tersebut di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini
adalah:
a. Untuk mendiskripsikan bagaimana guru menerapkan media pembelajaran
audio visual untuk meningkatkan prestasi mata pelajaran FIQIH di kelas X
MA Asy-syakur Mojowetan Banjarejo Kabupaten Blora.
b. Untuk mengetahui factor apa yang menjadi hambatan dalam pemanfaatan
media pembelajaran audio visual untuk meningkatkan prestasi mata
pelajaran FIQIH di kelas X MA Asy-syakur Mojowetan Banjarejo
Kabupaten Blora ?
E. ManfaatPenelitian
1. bagi Guru
sebagai masukan guru untuk dapat memilih metode serta media pembelajaran
terutama media audiovisual guna meningkatkan prestasi belajar siswa.
6
2. Bagi peserta didik
Peserta didik mampu untuk dapat memanfaatkan media pembelajaran berbasis
audiovisual. Disamping itu peserta didik diharapkan lebih antusias dan
berperan aktif dalam proses belajar mengajar.
3. Bagi Madrasah
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
menetapkan kebijakan dalam hal yang berhubungan dengan pemanfaatan
media pembelajaran khususnya media yang berbasis audiovisual.
F. Kajian Pustaka
Kajian pustaka adalah seluruh bahan bacaan yang mungkin pernah dibaca
atau dianalisis, baik yang sudah dipublikasikan maupun semata-mata sebagai
koleksi pribadi.8Kajian pustaka ini berfungsi sebagai dasar autentik tentang
orisinalitas atau keaslian penelitian.
Adapun yang menjadi kajian pustaka dalam penelitian ini adalah :
1. Buku berjudul “ Media Pembelajaran” karya Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A,
yang diterbitkan oleh Rajawali Pers Jakarta pada tahun 2011. Buku ini berisi
tentang pengertian media pembelajaran dan jenis-jenis media pembelajaran
termasuk media audio visual.
2. Skripsi karya Inayatun Aliyah Fakultas Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama
Islam Muhammadiyah BLora yang berjudul “ Pengembangan Media
Pembelajaran pada mata pelajaran Fiqih di MTs Mftahul Ilmiyah Mojowetan
Tahun ajaran 2012/2013”. Skripsi ini membahas tentang media jenis apa saja
yang dipakai dalam pembelajaran Fiqih di MTs Miftahul Ilmiyah Mojowetan
dan bagaimana perkembangan media pembelajaran di MTs Miftahul Ilmiyah
Mojowetan.
G. Metodologi Penelitian
8
Andi Prastowo, Metode Penelitian Kualitatif, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), Cet.2, Hlm.161.
7
a. Pendekatan Penelitian
Ditinjau dari obyeknya, penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field
research).Sedangkan sifat penelitian ini adalah deskriftif kualitatif yaitu data
yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. 9Data
tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto,
dokumen pribadi, catatan atau memo dan dokumen resmi lainnya.
Sementara itu fungsi pendekatan adalah untuk mempermudah analisis,
memperjelas pemahaman terhadap objek, memberikan nilai objektivitas
sekaligus membatasi wilayah penelitian.10
Alasan penulis menggunakan metode kualitatif karena, permasalahan belum
jelas sehingga tidak mungkin data dijaring dengan metode penelitian
kuantitatif dengan instrument seperti [Link] itu penulis bermaksud
memahami situasi social secara mendalam, menemukan hipotesis dan teori.
Adapun yang menjadi tempat penelitian adalah MA As Syakur Mojowetan
Banjarejo Kabupaten Blora.
b. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam
penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data, tanpa
mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan
data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.11
Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting,
sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi
partisipan, wawancara dan dokumentasi.12
1. Observasi
9
Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya,2008), Hlm.6.
10
Andi prastowo, Op. Cit.,Hlm. 181.
11
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2007), Hlm.308.
12
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2010) Hlm.63.
8
Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan. Metode observasi ini
penulis gunakan untuk pelaksanaan penelitian dengan cara terjun
langsung (observasi lapangan) di lokasi penelitian, agar mendapatkan data
yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Observasi digunakan
penulis guna memperoleh data awal dan gambaran secara umum tentang
keadaan yang berkaitan dengan objek penelitian, yang meliputi profil
sekolah, kegiatan guru agama, kegiatan siswa dalam menerima pelajaran
agama dan prasarana sekolah.
Setelah peneliti mendapatkan data awal selanjutnya hasil pengamatan
pertama digunakan untuk menyusun hal-hal yang akan digunakan dalam
penelitian [Link] menggunakan metode observasi cara yang
paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko
pengamatan sebagai instrumen.13 Format yang disusun berisi item-item
tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.
2. Wawancara
Di samping memerlukan waktu yang cukup lama untuk
mengumpulkan data, dengan metode interview penulis harus memikirkan
tentang pelaksanaannya. Wawancara (Interview) adalah merupakan
pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya
jawab, sehingga dapat di konstruksikan makna dalam suatu topik
tertentu.14
3. Dokumentasi
13
Suharsimi Arikunto,prosedur penelitian,(Jakarta : Rineka Cipta, 2002), hlm. 204.
14
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm. 317.
9
Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel
yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti,
notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya.15
Dibandingkan dengan metode lain, metode ini agak tidak begitu sulit,
dalam arti apabila ada kekeliruan sumber datanya masih tetap tidak
berubah.
c. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data
yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi
dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam
unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang
penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah
difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.16
Adapun langkah-langkah analisis data, yaitu :
1) Reduksi Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan
pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang
tidak perlu.17 Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan
gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan
pengumpulan data selanjutnya.
2) Data display (penyajian data)
Langkah selanjutnya adalah mendisplay [Link] hal ini miles and
huberman menyatakan “the most frequent form of display data for
qualitative research data in the pas has been narrative tex”. Yang paling
15
Basrowi Sukidin, Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro (Surabaya : Insan Cendekia, 2002),
hlm. 1.
16
Sugiyono, Op. Cit.,hlm. 335
17
Ibid., hlm. 338.
10
sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah
dengan teks yang bersifat naratif.18
3) Verification (verifikasi)
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan atau
verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara,
dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang
mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun apabila
kesimpulan yang dikemukakan dari awal didukung oleh bukti-bukti yang
valid, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang
kredibel.
H. Sistematika Penulisan Skripsi
Dalam sistematika penulisan skripsi ini penulis menggunakan sistematika yang
diuraikan dalam tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir.
1. Bagian Awal
Bagian awal mencakup halaman judul, halaman persetujuan pembimbing,
halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata
pengantar, halaman daftar isi dan halaman lampiran.
2. Bagian Utama
Halaman utama merupakan isi pokok dari skripsi ini yang mencakup :
BAB 1 : Pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah,
penegasan istilah, rumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, kajian pustaka, metode penelitian dan
sistematika penulisan skripsi.
BAB II : Landasan Teoritis, berisi tentang pengertian dan fungsi
media audio visual, macam-macam media audio visual
danefektifitas media audio visual dalam pembelajaran..
18
Ibid, hlm. 341.
11
BAB III : Kajian Obyek Penelitian yang berisi tentang sejarah
singkat berdirinya MA As Syakur Mojowetan, letak
geografis, visi dan misi, struktur organisasi, keadaan guru
dan siswa, sarana prasarana dan kegiatan belajara mengajar.
BAB IV : Analisis dan Pembahasan Penelitian, berisi tentang analisa
data dan interpretasi hasil analisa.
BAB V : Penutup, berisi mengenai kesimpulan, saran dan penutup.
3. Bagian akhir meliputi daftar pustaka, daftar riwayat hidup penulis dan
lampiran-lampiran.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi,prosedur penelitian, Jakarta : Rineka Cipta, 2002.
12
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan,Bandung: Alfabeta, 2007.
Sukidin,Basrowi, Metode Penelitian Kualitatif Perspektif MikroSurabaya : Insan
Cendekia, 2002.
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2010
Prastowo,Andi, Metode Penelitian Kualitatif, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
Moleong, Lexy J, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja RosdaKarya,2008.
Slameto, Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya, Jakarta:Rineka Cipta,
2010.
Arsyad, Azhar, MediaPembelajaran, Jakarta:Rajawali Pers, 2011
Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia, 2011
Depag RI, Al Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Rajawali Pers, 2009