Pengembangan
Sumber Daya Air
.
~ 2nd Study ~
Course Lecturer :
Paska Wijayanti, S.T., [Link].
Lingkup Materi
1. Pendahuluan
2. Pengembangan dan Peraturan SDA
3. Pengelolaan SDA dan IWRM
4. Pola Pengelolaan Wilayah Sungai E-learning
2025/2026 Gasal Pengembangan Sumber Daya Air-ABC
5. Wilayah Sungai
ID & Password: 25/ATS5238/ABC
6. Survey Aliran Sungai
First name : NIM
7. Pengelolaan dan Konservasi DAS Surname : Nama Lengkap
8. UTS
9. Pengendalian dan Penanggulangan Banjir
10. Penurunan Tanah dan Perubahan Iklim
11. Pengendalian dan Penanggulangan Kekeringan
12. Infrastruktur Berkelanjutan
13. Infrastruktur Keairan
14 & [Link] dan Bendungan
16. UAS
POKOK BAHASAN
Prinsip Pengembangan SDA (PSDA)
Hambatan Pada PSDA
Maksud Dan Tujuan PSDA
Peraturan Terkait SDA
Undang-undang Terkait SDA
Jenis-jenis SDA
Air Permukaan Dan Air Tanah
Pengembangan Sumber Daya Air
Pendayagunaan Sumber Daya Air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan,
dan pengembangan Sumber Daya Air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna.
Pengembangan Sumber Daya Air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi Sumber
Daya Air guna memenuhi kebutuhan Air baku untuk berbagai keperluan.
Pengembangan Sumber Daya Air (Air Permukaan maupun Air Tanah) ditujukan untuk
peningkatan kemanfaatan fungsi Sumber Daya Air guna memenuhi kebutuhan Air, Daya Air,
dan/atau Sumber Air untuk rumah tangga, irigasi/pertanian, industri, pertambangan
ketenagaan, perhubungan/ transportasi air, pertahanan, olahraga, dan pariwisata serta untuk
berbagai keperluan lainnya.
Peningkatan kemanfaatan fungsi Sumber Daya Air, antara lain,
1. Modifikasi cuaca
2. Pembangunan Prasarana Sumber Daya Air, misalnya bendung, waduk, bendungan untuk
pasokan air, bangunan penangkap Air, Sistem Penyediaan Air Minum, sistem irigasi untuk
pertanian, dan upaya mengurangi dampak bencana air.
Maksud Dan Tujuan
● Memastikan ketersediaan air baku untuk berbagai kebutuhan dan meningkatkan
kemanfaatan fungsi sumber daya air.
● Agar sumber daya air (SDA) yang besarnya relatif terbatas dapat dimanfaatkan dengan
terarah, teratur, terpadu dan terukur
● Untuk mempelajari dan memahami potensi sumber daya air yang ada agar dapat
dimanfaatkan, dilestarikan dan dikelola untuk kebutuhan kehidupan manusia (kita) beserta
alamnya.
● Keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air.
● Mengembangkan capacity building agar lebih mencukupi untuk menjaga keberlanjutan
kebutuhan air.
● Meningkatkan keterampilan dan sumber daya yang memadai.
● Mengembangkan teknologi yang lebih efisien agar masyarakat dapat memanfaatkan air
bersih secara efektif.
● Peningkatan infrastruktur air seperti bendungan, irigasi, dan program untuk
mengoptimalkan penggunaan air untuk mata pencaharian berkelanjutan.
Pengembangan Sumber Daya Air
Sumber daya air dikembangkan digunakan untuk mengontrol air tanah dan air permukaan.
Suatu kegiatan pengembangan SDA terdiri dari
1. Mempelajari ketersediaan dan permintaan air
2. Membuat sebuah proyek yang dapat memenuhi kebutuhan yang dapat diharapkan dari
pasokan yang tersedia melalui rekayasa teknik dan langkah-langkah nonstruktural.
3. Pengendalian air dengan mengatur laju pasokan air dalam rangka meningkatkan kondisi
dalam suatu daerah.
Berapa banyak air yang dibutuhkan?
Untuk proyek penggunaan air, sangat penting untuk mengetahui persyaratan saat ini dan
memprediksi durasi kebutuhan air dalam periode rencana untuk antisipasi penggunaan.
Berapa banyak air yang tersedia?
Pertanyaan ini mencerminkan tujuan utama dari studi hidrologi dan ilmu berhubungan
dengan kejadian dan distribusi air alami di bumi. Perkiraan yang tepat tentang air
permukaan segar dan air yang masuk dalam tanah dalam DAS serta distribusi spasial dan
temporal merupakan problem yang sangat penting.
Prinsip pengembangan SDA
● Memanfaatkan sebanyak-banyaknya "availability of water" pada suatu daerah secara lestari
dan berkesinambungan (sustainable development) agar dapat memenuhi sebanyak-banyaknya
jenis keperluan dalam proyeksi waktu yang ditentukan dengan memenuhi azas manfaat,
ekonomi, dan berwawasan lingkungan.
● Tindakan rekayasa : memperkecil runoff (R) dengan
maksud untuk memperbesar akumulasi air
permukaan (Ap) dan akumulasi air tanah (Aat),
karena
A = Ap+Aat.
● Hubungan pengaruh antara curah hujan dan
runoff: R = P-A-E.
● Makin lebat curah hujan, akan makin besar runoff
dan dengan demikian juga Q (debit) sungainya.
Peraturan dan Landasan Terkait Sumber Daya Air
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan;
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air;
PP. 22 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air;
PP. 23 Tahun 1982 tentang Irigasi;
PP. 27 Tahun 1991 tentang Rawa;
PP. 35 Tahun 1991 tentang Sungai;
PP. 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Alam;
PP. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan;
PP. 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air;
PP. 122 Tahun 2015 tentang SPAM;
PP. 51 Tahun 2016 tentang Batas sempadan pantai;
PP. 30 Tahun 2024 tentang Pengelolaan SDA;
Peraturan dan Landasan Terkait Sumber Daya Air
PerMen PUPR No. 04/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai;
PerMen PUPR No. 07/PRT/M/2015 tentang Pengamanan Pantai;
PerMen PUPR No. 13/PRTIM/2015 tentang Penanggulangan Darurat Bencana akibat DayaRusak Air;
PerMen PUPR No. 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi;
PerMen PUPR No . 17/PRT/M/2015 tentang Pedoman Pembentukan TKPSDA pada tingkat Wilayah Sungai;
PerMen PUPR No. 18/PRT/M/2015 tentang Iuran Eksploitasi dan Pemeliharaan Bangunan Pengairan;
PerMen PUPR No. 21/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tambak;
PerMen PUPR No. 23/PRT/M/2015 tentang Pengelolaan Aset Irigasi;
PerMen PUPR No. 26/PRT/M/2015 tentang Pengalihan Alur Sungai dan/atau Pemanfaatan Ruas Bekas
Sungai;
PerMen PUPR No. 27/PRT/M/2015 tentang Bendungan;
PerMen PUPR No. 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai, Sempadan Danau;
Kep Men PUPR tentang Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai
Kep Men PUPR tentang Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai
Kegiatan-Kegiatan Pengembangan SDA
● Perencanaan (Planning)
● Perancangan (Desain)
● Konstruksi (Construction)
● Pengelolaan (Management) serta operasi dan pemeliharaan.
● Persoalan perencanaan dapat dipandang sebagai proses pembuatan keputusan.
1. Keputusan yang harus diambil pada saat sekarang yg umumnya bersifat tetap karena tidak
akan berubah di masa yang akan datang, misalnya: membangun bendung, membangun
bendungan (dam) untuk reservoir, membangun tanggul, dan lain-lain.
2. Keputusan yang harus diambil untuk keperluan masa yang akan datang. Keputusan ini
bersifat tidak tetap, dapat berubah sesuai dengan perkembangan persoalan di masa yang
akan datang. Misal: penetapan pedoman operasi bendung, pedoman operasi reservoir, dll.
Cara dan petunjuk operasi suatu waduk yang perlu dilakukan peninjauan ulang karena
adanya peningkatan macam dan jumlah kebutuhan air. Cara dan petunjuk operasi suatu
bendung yang harus disesuaikan dengan perubahan areal irigasi, pola dan jadwal tanam.
Hubungan Antara Proses Pembuat Keputusan dengan Proses
Pengembangan SDA
Proses Membuat Suatu Keputusan, diantaranya melalui tahapan sebagai berikut:
● Identifikasi Permasalahan
● Analisis Permasalahan
● Analisis Alternatif Solusi
● Pemilihan dan Penetapan Alternatif Solusi Terbaik
● Tindakan Terhadap Masalah
● Pengecekan Terhadap Tindakan
● Perbaikan Terhadap Tindakan Masalah
Sedangkan Proses Pengembangan Sumber Daya Air, diantaranya melalui tahapan sebagai berikut :
● Kebutuhan yang diperlukan masyarakat
● Penetapan kebutuhan masyarakat (objektifitas)
● Penetapan kriteria dan persyaratan terhadap kebutuhan
● Pemilihan pemakaian formula perencanaan
● Dilakukan kajian kelayakan Pengembangan Sumber Daya Air
● Perencanaan Rinci untuk dilaksanakan
Pengembangan SDA
Perencanaan Pengembangan SDA merupakan tugas yang melibatkan berbagai bidang keahlian
● Teknik Sipil,
● Geologi, Geodesi,
● Pengembangan Wilayah / kota (Planologi),
● Lingkungan,
● Teknik Mesin,
● Teknik Listrik,
● Ilmu Sosial, Politik, dll.
Perencanaan Pengembangan SDA harus memperhatikan semua tahapan mulai dari tahap:
● Perencanaan,
● Pembangunan,
● Pengoperasian,
● Pemeliharaan,
● Konservasi Sumber Daya Air,
● Pengendalian daya rusak air termasuk hak peran dan peran masyarakat secara keseluruhan.
Jenis-Jenis Sumber Daya Air ???
Air permukaan (Ap) yaitu presipitasi yang tertahan atau ditahan
sementara di atas permukaan DAS, misalnya di dalam danau, rawa,
telaga, atau bahkan di dalam alur sungainya sendiri dan di dalam waduk-
waduk dan embung-embung buatan yang sengaja dibuat untuk
keperluan itu yang disebut sebagai akumulasi permukaan DAS.
Air daur ulang dari drainase yaitu air limbah/kelebihan dari daerah di
hulu yang sengaja ditampung di dalam sistem/saluran drainase maupun
kolam penampung atau retension basin untuk dimanfaatkan lagi. Kolam retensi
Air tanah (Aat) yaitu kandungan air yang tersimpan di dalam akifer di
bawah DAS baik itu akifer freatik maupun akifer artesis.
Air import dari DAS lain di dalam satu satuan wilayah sungai atau
wilayah lain yang dialirkan ke suatu DAS atau wilayah pemanfaatan
tertentu untuk menambah pasokan karena SDA di situ tidak mencukupi
atau karena alasan lain -misalnya karena kondisi topografis- dalam suatu
sistem interkoneksi pengelolaan.
DAS
Jenis Akumulasi
Air tanah (Aat) : Akumulasi air tanah besarnya sangat tergantung pada faktor-faktor seperti kemiringan lereng
tanah, permeabilitas dan porositas tanah, yang juga sangat dipengaruhi kelebatan vegetasi di situ.
Kelebihan jenis akumulasi ini adalah efek hambatan atau retarding effect terhadap aliran runoff ke laut
cukup besar, evaporasi sangat kecil, dan tidak mudah tercemar, walaupun jumlahnya relatif jauh lebih kecil
daripada akumulasi air permukaan.
Air permukaan (Ap) : Akumulasi air permukaan biasanya mempunyai volume/kapasitas yang paling besar
yang terdiri dari air hujan yang tersimpan di dalam danau- danau, rawa-rawa maupun di dalam alur
sungainya sendiri sebelum mengalir memasuki laut.
Hambatan Pada Pengembangan SDA
Makin meningkatnya jumlah dan jenis kebutuhan akibat meningkatnya jumlah dan aktivitas
manusia yang akan menimbulkan tekanan kepada SDA yang relatip terbatas jumlahnya.
Terbatasnya availability of water dan makin menurunnya kapasitas akumulasi DAS oleh
tekanan yang terjadi akibat perkembangan penduduk.
Distribusi yang tidak merata, baik distribusi antar waktu maupun distribusi antar daerah
???
pemakai dan antar jenis pemanfaatan
Hambatan Pada Pengembangan SDA
Meningkatnya pencemaran terhadap SDA yang dapat mengakibatkan makin menurunnya
kualitas SDA
Eksploitasi yang berlebihan terhadap simpanan air di alam ini, terutama terhadap simpanan air
tanah yang sangat lambat proses pengisian ulang atau replenishment atau recharge nya
Struktur kelembagaan yang ada untuk melakukan koordinasi pengadaan serta menjaga
kesetimbangan tersedianya jumlah SDA
Belum terbentuk penuhnya kesadaran seluruh pemanfaat SDA akan nilai SDA
Permasalahan Unsur-unsur Pokok PSDA
1) Pengendalian Banjir (Flood Control)
2) Irigasi dan Drainase
???
3) Penyediaan Air untuk Rumah tangga
4) Pembangkit Listrik
5) Pengaturan Daerah Aliran Sungai (DAS) yg menyangkut
pencegahan Erosi
6) Sedimentasi Terowongan Pengendali Banjir Citarum
7) Lalu-lintas Air
8) Perikanan Satwa
9) Penggunaan Sumber Daya air
10) Pencemaran
11) Penjagaan Keseimbangan (Ekosistem)
12) Pengendalian kadar Garam
13) Pembuatan hujan (hujan buatan)
Perkiraan Kondisi & Situasi Masa Mendatang
Perkiraan kondisi dan situasi masa mendatang akan muncul beberapa masalah yang menonjol:
1) Air akan menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.
2) Pertentangan dan persaingan akan semakin tajam antar berbagai sektor terkait dengan SDA
dalam memperoleh kesempatan pemenuhan kebutuhan SDA akan muncul permasalahan
efisiensi.
3) Sisi kebutuhan akan SDA meningkat yang akan mengakibatkan perlunya suatu peningkatan
investasi di bidang SDA.
4) Persoalan kemiskinan tidak dapat dijawab hanya dari sektor pertanian saja.
5) Perencanaan tata ruang, tata guna lahan, tata pengaturan air dalam upaya mengembangkan
suatu wilayah, perlu dilihat sebagai suatu kesatuan dengan sumberdaya alam di wilayah
tersebut.
6) Potensi ketersediaan air yang relatif tetap, sedangkan tuntutan kebutuhan air dari berbagai
sektor semakin meningkat, sehingga dibutuhkan sistem pengelolaan dan pengembangan SDA
yang optimal.
Pemanfataannya Harus Dilakukan Secara …
Efisien, dipakai untuk keperluan-keperluan yang tepat dan penting secara optimum
Ekonomis, air sebagai barang modal yang bernilai ekonomis
???
Handal (reliable), Pasokan air untuk mencukupi suatu keperluan harus tetap dapat
diharapkan berlangsung setiap saat dalam jumlah dan kualitas yang dibutuhkan
Mudah dikelola, Pasokan air/pemanfaatan SDA harus dapat dinikmati dengan mudah dan
cepat .
Lestari dan berkesinambungan (sustainable): SDA harus dijaga agar tetap tersedia
sepanjang waktu dan dapat terus dimanfaatkan.
Berkualitas baik. Kualitas air dituntut memenuhi syarat pemanfaatan dan selalu terjaga dari
pencemaran-pencemaran yang akan menambah sulit dan mahalnya pengolahan untuk
memenuhi syarat-syarat kualitas yang diinginkan
Berwawasan lingkungan, dampak negatif pemanfaatan SDA terhadap lingkungan ini harus
dihindari atau dicari penanggulangannya agar tidak menimbulkan akibat-akibat yang
menetap atau irreversible effect terhadap/bagi manusia.
Pemanfaatan Air Tanah Yang Berlebihan ???
● Dampak negatif terhadap pemanfaatan air tanah yang berlebihan ini misalnya adalah terjadinya subsidence
atau penurunan permukaan tanah, serta pada daerah-daerah dataran pantai akan menyebabkan makin jauhnya
intrusi atau susupan air laut ke arah hulu baik melewati akifer maupun muara-muara sungai dan saluran
drainase terbuka.
● Proses menjalarnya susupan air asin ke hulu ini telah banyak terjadi di kota-kota pantai di Indonesia misalnya
Jakarta, Semarang, Surabaya terutama pada musim kemarau yang diakibatkan oleh pemanfaatan air tanah
secara berlebihan.
Eksploitasi Air Tanah = Penurunan Muka Tanah
Contoh Pemanfaatan Yang Berlebihan Dari SDA
Penggunaan air dari Danau Aral di Kazakhstan untuk irigasi
gurun pasir di sekitarnya menyebabkan danau ini kehilangan
SDA tawarnya sampai 70 % dan luasnya menyusut 55% yang
mengakibatkan sangat sukar direhabilitasi sehingga
dianggap sebagai bencana ekologi global.
Contoh Pemanfaatan Yang Berlebihan Dari SDA
S. Rhein yang menjadi salah satu SDA bagi Nederland telah
sangat tercemar oleh limbah industri dari negara-negara
yang dilaluinya, sehingga akhirnya diperlukan kerjasama
international untuk memulihkan kelestariannya terutama
kualitas airnya.
Jakarta Tenggelam
Pekalongan – Pantura Tenggelam
Sungai Rhein, Jerman
EROSI
Definisi
Proses erosi ???
Proses penghancuran relief muka bumi adalah suatu proses
alami yang harus dan selalu terjadi. Hasil dari proses
penghancuran ini akan diangkut oleh terutama aliran air
(walaupun angin dapat juga berperan disini) dan dideposisikan
atau diendapkan ditempat lain. Kedua proses ini disebut erosi
yang terjadi dalam suatu siklus erosi yang memakan waktu lama
sehingga tidak begitu disadari oleh manusia.
PROSES PENGHANCURAN DAN PENYEBAB EROSI
• Mekanis : akibat cuaca (perubahan suhu, hujan, salju )
• Organis : perakaran ganggang, lumut, tumbuhan
mengakibatkan pelapukan batuan dasar.
• Zat-zat kimia : misalnya asam belerang, asam klorida dan
asam-asam lain dapat menimbulkan korosi atau bersenyawa
dengan mineral di dalam batuan dasar yang akan
menyebabkan pelapukan juga.
• Aktivitas manusia: pertanian , konstruksi, penambangan.
EROSI
Erosi alur (rill erosion) yaitu perkembangan Erosi permukaan (sheet erosion) yaitu kikisan
erosi permukaan dmn aliran air mulai yg terjadi thdp lapisan permukaan tanah lapuk
membentuk alur2 kecil. oleh surface runoff
EROSI
Erosi gully / pangkal alur / erosi parit : Makin lama, alur- Erosi tebing: Lapisan yang terbentuk dari hasil
alur akan berkembang membentuk alur yang makin lapukan yang membentuk lereng akan
membesar, karena erosi yang ditimbulkan oleh makin mengalami luruhan permukaan ataupun
bertambahnya debit yang melewatinya. Erosi ini akan longsornya lapisan yang cukup tebal akibat
mengikis dasar dan pangkal galur (backwards erosion) gravitasi yang bekerja sama dengan aliran air
untuk menambah panjangnya, dalam usahanya permukaan maupun air tanah.
mencapai kelandaian aliran stabil atau stable slope
Dampak Erosi Terhadap Segi Ekonomi Dan Sosial ???
Menurunnya kesuburan tanah karena lapisan atas yang gembur dan subur akan hilang
sehingga akan merugikan pertanian
Menurunnya kapasitas akumulasi DAS dan membesarnya runoff akan makin mengganggu
pemanfaatan air dan dapat menimbulkan ancaman bencana banjir.
Rusaknya lapisan subur ini juga akan menghambat kemampuan alam untuk merehabilitasi
vegetasi penutup DAS, sehingga diperlukan waktu yang lebih lama untuk tumbuhnya hutan
baru.
Sedimen hasil erosi akan banyak terbawa masuk ke danau-danau dan waduk-waduk yang
akan memperkecil daya tampungnya serta merangsang tumbuhnya tanaman air yang akan
menambah penguapan air dari dalamnya. Dengan tertutupnya permukaan air oleh
tanaman, tingkat penguapannya akan membesar 1.5 sampai 2 kali lipat.
Makin banyaknya angkutan sedimen yang terbawa runoff sungai, bersama dengan makin
besarnya ratio atau perbandingan Qmax./Qmin. yang akan terjadi pada sungai itu, akan
merusak stabilitas alur sungainya
Pemulihan Kondisi Daerah Aliran Sungai
Salah satu rekayasa pengembangan sumber daya
air, dilakukan untuk memperbesar kapasitas
akumulasi DAS baik akumulasi air permukaan
maupun akumulasi air tanah, dengan memperkecil
runoff sampai batas optimal
Memperbesar daya resap DAS dengan Rehabilitasi
lahan dan konservasi tanah (RLKT) di hulu DAS, mis:
Terracering lereng, cascading alur, tata guna lahan
Tujuan / maksud
• memperkecil kecepatan aliran runoff.
• memperbaiki ketirisan/porositas permukaan
tanah DAS.
• mecegah erosi permukaan tanah DAS
Cara mengembangkan kapasitas
akumulasi
Lahan suatu DAS dapat menurun kemampuan
akumulasinya (untuk dapat menyimpan air) karena
rusak, terutama karena denudasi (penggundulan
hutan) dan vegetasi penutupnya, sehingga
menurunkan kapasitas infiltrasi dan retardasi
permukaannya.
Sejalan dengan menurunnya kapasitas ini, akan
menurun pula kesuburannya akibat erosi yang
timbul pada permukaan DAS, sehingga lebih lanjut
akan memperlambat rehabilitasi alami yaitu tumbuh
kembalinya vegetasi di situ (danau).
Memperbesar Ap Diperlukan Tindakan ???
Secara alami:
Danau Toba
• Mengembalikan kapasitas
alami danau, dan rawa
dengan membersihkan dan
membuang pengendapan
yang telah terjadi di dalamnya.
• Mengurangi dan menghambat
masuknya endapan ke
dalamnya dengan pembuatan
Sabo Dam
bangunan-bangunan sabo
penahan sedimen (dam sabo
dan kantong pasir) di hulu
danau-danau, pada alur-alur
pemasok airnya.
Memperbesar Ap Diperlukan Tindakan
Secara alami:
• Mencegah masuknya sedimen dari alur di hulu waduk yang
pekat kandungan sedimennya, dg membelokkannya
langsung ke hilir waduk dg membuat saluran bypass.
• Mengurangi penguapan dari permukaan waduk dengan
membersihkan tanaman air dari dalam dan permukaan
waduk.
Tanaman enceng gondok di Waduk Sunter
Memperbesar Ap Diperlukan Tindakan
Secara buatan:
• Membuat WADUK / STORAGE
• Membuat WADUK PANJANG atau LONG STORAGE pada atau disepanjang alur sungai
• Membuat WADUK MUARA atau ESTUARY STORAGE pada muara sungai
• Membuat WADUK BANJAR atau INTERCEPTOR STORAGE untuk menampung dan memanfaatkan air drainase sebagai
SDA
Waduk jatiluhur Waduk Muara Nusa Dua
Long Storage Kalimati
Thank You For
Your Attention…
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including“Never stop
icons by learning.
Flaticon, Never stop& growing.”
and infographics images by Freepik
- Mel Robbins -