0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan9 halaman

Sejarah Nama Kali Gajah Wong

Kali Gajah Wong dinamai oleh Sultan Agung untuk mengenang peristiwa tragis di mana Ki Kerti Pejok dan gajahnya, Kyai Dwipangga, terbawa banjir bandang hingga ke Laut Selatan. Peristiwa ini terjadi saat Ki Kerti Pejok, yang diminta untuk memandikan gajah, mengabaikan larangan Sultan dan membawa gajah ke hilir sungai saat hujan. Nama Kali Gajah Wong berarti Sungai Gajah dan Orang, mencerminkan kejadian tersebut.

Diunggah oleh

Iam Husni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan9 halaman

Sejarah Nama Kali Gajah Wong

Kali Gajah Wong dinamai oleh Sultan Agung untuk mengenang peristiwa tragis di mana Ki Kerti Pejok dan gajahnya, Kyai Dwipangga, terbawa banjir bandang hingga ke Laut Selatan. Peristiwa ini terjadi saat Ki Kerti Pejok, yang diminta untuk memandikan gajah, mengabaikan larangan Sultan dan membawa gajah ke hilir sungai saat hujan. Nama Kali Gajah Wong berarti Sungai Gajah dan Orang, mencerminkan kejadian tersebut.

Diunggah oleh

Iam Husni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)

Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.
Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.
Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.
Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)
Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.
Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.
Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)
Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.
Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Asal Usul Nama Kali Gajah Wong (DIY)


Ki Sapa Wira adalah penjaga gajah Sultan Agung bernama Kyai Dwipangga. Suatu hari, karena sedang
sakit, ia meminta adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk memandikan gajah tersebut.

Saat itu turun hujan, dan air di sungai kecil dekat keraton surut. Ki Kerti Pejok memutuskan
membawa Kyai Dwipangga ke hilir sungai yang memiliki air lebih deras, meskipun Sultan Agung
sebenarnya telah melarangnya.

Tiba-tiba, banjir bandang datang dan menyeret Ki Kerti Pejok serta Kyai Dwipangga hingga ke Laut
Selatan, menyebabkan keduanya meninggal. Untuk mengenang peristiwa ini, Sultan Agung menamai
sungai tersebut Kali Gajah Wong, yang berarti Sungai Gajah dan Orang.

Anda mungkin juga menyukai