0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Teknik Sampling Nonprobability dan Contohnya

Dokumen ini membahas teknik sampling nonprobability, yang merupakan metode pengambilan sampel di mana setiap anggota populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Terdapat enam jenis teknik nonprobability, yaitu Convenience Sampling, Purposive Sampling, Quota Sampling, Snowball Sampling, Self-Selection Sampling, dan Expert Sampling, masing-masing dengan karakteristik, kelebihan, kekurangan, dan contoh penggunaannya. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan perbedaan antara sampling probabilitas dan nonprobabilitas dalam hal cara pemilihan, representasi populasi, kompleksitas, biaya, serta ketepatan dan validitas statistik.

Diunggah oleh

nunsiyabkl
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Teknik Sampling Nonprobability dan Contohnya

Dokumen ini membahas teknik sampling nonprobability, yang merupakan metode pengambilan sampel di mana setiap anggota populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Terdapat enam jenis teknik nonprobability, yaitu Convenience Sampling, Purposive Sampling, Quota Sampling, Snowball Sampling, Self-Selection Sampling, dan Expert Sampling, masing-masing dengan karakteristik, kelebihan, kekurangan, dan contoh penggunaannya. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan perbedaan antara sampling probabilitas dan nonprobabilitas dalam hal cara pemilihan, representasi populasi, kompleksitas, biaya, serta ketepatan dan validitas statistik.

Diunggah oleh

nunsiyabkl
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Nunsiya

NPM : F1F024021
Program Studi : Statistika
Mata Kuliah : Teknik Sampling

Carilah macam-macam jenis teknik sampling nonprobability beserta contohnya!

TEKNIK SAMPLING NONPROBABILITY

A. Pengertian Sampling Nonprobability


Sampling nonprobability (Probabilitas sampling) adalah teknik pengambilan sampel di mana
setiap anggota populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel, karena
pemilihan sampel bersifat subjektif oleh peneliti. Teknik ini digunakan saat populasi tidak pasti,
sumber daya terbatas, atau penelitian berfokus pada kelompok tertentu. Pemilihan sampel
dilakukan tidak secara acak, melainkan berdasarkan pertimbangan, kemudahan, atau tujuan
tertentu dari peneliti. Dengan kata lain, peneliti secara subjektif memilih siapa yang akan dijadikan
responden berdasarkan pengetahuan atau kriteria tertentu yang dianggap relevan dengan
penelitian.

B. Ciri-ciri Sampling Nonprobability


Berikut ciri-ciri utamanya:
1. Tidak ada peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih.
2. Tidak menggunakan proses acak (randomization) dalam pemilihan sampel.
3. Lebih mudah dan cepat dilakukan, karena tidak memerlukan daftar populasi lengkap.
4. Biaya penelitian relatif lebih murah dibanding sampling probabilitas.
5. Tingkat generalisasi rendah, artinya hasil penelitian tidak selalu dapat mewakili seluruh
populasi.
6. Bersifat subjektif, karena pemilihan sampel bergantung pada pertimbangan peneliti.
C. Macam-Macam Teknik Sampling Nonprobability
1. Convenience Sampling
Convenience Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan siapa saja yang secara
kebetulan (accidental) ditemui oleh peneliti dan dianggap cocok sebagai sumber data. Ciri-cirinya
juga berdasarkan kemudahan akses atau ketersediaan. Peneliti memilih individu yang paling
mudah dijangkau, seperti teman, kolega, atau orang-orang di sekitar lokasi penelitian.
• Kapan digunakan?
1. Penelitian eksplorasi awal.
2. Situasi dengan waktu dan sumber daya yang terbatas.
• Kelebihan:
1. Cepat dan murah.
2. Mudah diterapkan.
• Kekurangan:
1. Rentan terhadap bias.
2. Tidak representatif terhadap populasi yang lebih luas.
• Contoh:
Seorang peneliti ingin memahami preferensi minuman di sebuah mal. Mereka melakukan survei
kepada orang-orang yang lewat di dekat lokasi mereka berdiri.

2. Purposive Sampling (Judgmental Sampling)


Purposive Sampling melibatkan pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan
dengan tujuan penelitian. Peneliti menggunakan penilaian subjektif mereka untuk memilih sampel
yang dianggap paling sesuai.
• Kapan digunakan?
1. Ketika penelitian memerlukan data dari kelompok tertentu dengan karakteristik spesifik.
• Kelebihan:
1. Fokus pada kelompok relevan.
2. Efisien untuk penelitian spesifik.
• Kekurangan:
1. Sangat bergantung pada subjektivitas peneliti.
2. Tidak dapat digeneralisasi.
• Contoh:
Penelitian tentang kebiasaan makan vegan hanya melibatkan responden yang sudah diketahui
adalah vegan.

3. Quota Sampling
Quota Sampling adalah teknik di mana peneliti menetapkan kuota untuk setiap kelompok dalam
populasi. Populasi dibagi menjadi beberapa kategori (misal jenis kelamin, usia, daerah). Sampel
dipilih hingga jumlah tertentu terpenuhi untuk setiap kategori. Peneliti menentukan jumlah sampel
(kuota) dari tiap kategori, lalu memilih responden sampai kuota terpenuhi tanpa memperhatikan
acak atau tidak.
• Kapan digunakan?
1. Jika ingin memastikan representasi kelompok tertentu dalam populasi.
• Kelebihan:
1. Memberikan representasi dari setiap subkelompok.
2. Dapat dilakukan lebih cepat dibanding Probability Sampling.
• Kekurangan:
1. Subjektif dalam pemilihan individu.
2. Tidak menjamin distribusi proporsional.
• Contoh:
Peneliti ingin mewawancarai 100 responden tentang konsumsi kopi, dengan kuota: 50 laki-
laki dan 50 perempuan. Peneliti mencari responden di kafe sampai setiap kuota terpenuhi.

4. Snowball Sampling
Snowball Sampling digunakan ketika sulit mengidentifikasi sampel karena keterbatasan akses.
Teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara berantai, di mana responden pertama menunjuk
responden berikutnya yang memiliki karakteristik serupa, dan seterusnya. Cocok digunakan bila
populasi sulit dijangkau atau tersembunyi (misal komunitas tertutup). Ukuran sampel bertambah
seperti bola salju yang menggelinding.
• Kapan digunakan?
1. Untuk meneliti populasi yang sulit dijangkau atau spesifik, seperti kelompok marginal atau
komunitas tertentu.
• Kelebihan:
1. Efektif untuk menjangkau populasi tersembunyi.
2. Biaya relatif rendah.
• Kekurangan:
1. Tidak representatif terhadap seluruh populasi.
2. Rentan bias karena individu awal mungkin memilih orang yang serupa dengan mereka.
• Contoh:
Penelitian tentang pengguna narkotika ilegal dimulai dengan satu atau dua responden, yang
kemudian merekomendasikan orang lain untuk diwawancarai.

5. Self-Selection Sampling
Self-Selection Sampling adalah teknik di mana individu secara sukarela memutuskan untuk
bergabung dalam penelitian. Peneliti tidak memilih, melainkan hanya mengumpulkan data dari
orang-orang yang ingin berpartisipasi.
• Kapan digunakan?
1. Ketika peneliti memerlukan partisipasi sukarela.
2. Saat melibatkan survei online atau undangan terbuka.
• Kelebihan:
1. Cepat mendapatkan responden.
2. Tidak memerlukan usaha besar untuk memilih sampel.
• Kekurangan:
1. Bias karena hanya melibatkan orang yang tertarik.
2. Tidak merepresentasikan populasi umum.
• Contoh:
Sebuah survei daring tentang kebiasaan belanja daring diikuti oleh orang-orang yang tertarik
mengisi formulir survei tersebut.

6. Expert Sampling
Expert Sampling adalah teknik pengambilan sampel di mana hanya individu yang memiliki
keahlian khusus atau pengetahuan mendalam dalam bidang tertentu yang dipilih sebagai sampel.
• Kapan digunakan?
1. Untuk penelitian yang memerlukan pendapat atau wawasan ahli.
• Kelebihan:
1. Data lebih spesifik dan relevan.
2. Efektif dalam studi mendalam.
• Kekurangan:
1. Terbatas pada sudut pandang ahli tertentu.
2. Tidak representatif.
• Contoh: Penelitian tentang teknologi kecerdasan buatan melibatkan wawancara dengan
peneliti AI dan pengembang perangkat lunak

D. Perbedaan Sampling Probabilitas dan Non Probabilitas


Berikut adalah perbedaan utama antara Sampel Probabilitas dan Non Probabilitas:

1. Cara Pemilihan Sampel


• Sampel Probabilitas: Sampel dipilih secara acak, sehingga setiap anggota populasi
memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
• Contoh: Peneliti menggunakan software untuk memilih 100 responden secara acak dari
daftar pelanggan.
• Sampel Non Probabilitas: Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan subjektif peneliti atau
kriteria tertentu, tanpa peluang yang sama untuk setiap anggota populasi.
• Contoh: Peneliti hanya memilih pelanggan yang sedang berada di lokasi survei.

2. Representasi Populasi
• Sampel Probabilitas: Lebih representatif karena semua anggota populasi memiliki peluang
yang sama untuk terpilih, memungkinkan generalisasi hasil ke seluruh populasi.
• Contoh: Survei nasional dengan teknik stratified random sampling untuk mewakili
berbagai kelompok demografi.
• Sampel Non Probabilitas: Tidak selalu representatif karena pemilihan sampel bergantung
pada ketersediaan atau kriteria tertentu.
• Contoh: Penelitian eksplorasi yang fokus pada kelompok tertentu, seperti pengguna aktif
aplikasi tertentu.
3. Kompleksitas dan Biaya
• Sampel Probabilitas: Cenderung lebih kompleks dan membutuhkan waktu serta biaya lebih
besar karena melibatkan teknik acak dan pengelolaan data yang lebih cermat.
• Contoh: Pemilihan sampel dengan random digit dialing untuk survei telepon.
• Sampel Non Probabilitas: Lebih sederhana dan murah karena tidak memerlukan sistem
pengacakan atau data lengkap dari populasi.
• Contoh: Mengumpulkan data dari pelanggan yang tersedia di toko.

4. Ketepatan dan Validitas Statistik


• Sampel Probabilitas: Lebih cocok untuk penelitian yang membutuhkan analisis statistik
mendalam karena hasilnya dapat digeneralisasi ke populasi.
• Contoh: Penelitian tentang pola konsumsi nasional menggunakan metode cluster
sampling.
• Sampel Non Probabilitas: Lebih cocok untuk penelitian eksplorasi atau studi awal, tetapi
hasilnya sulit digeneralisasi karena bias dalam pemilihan sampel.
• Contoh: Studi kualitatif tentang kebiasaan belanja di komunitas tertentu.

Anda mungkin juga menyukai