0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Drama Pernikahan: Cinta dan Konflik

Dalam dialog antara Hardy dan Cassandra, terungkap ketegangan dalam hubungan mereka menjelang pernikahan yang terancam. Cassandra tampak bermain-main dengan perasaan Hardy, sementara Hardy ingin kejelasan dan menyelesaikan masalah dengan cepat. Diskusi mereka menunjukkan ketidakpuasan dan ketidakpastian tentang masa depan hubungan mereka.

Diunggah oleh

Giland Mey
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Drama Pernikahan: Cinta dan Konflik

Dalam dialog antara Hardy dan Cassandra, terungkap ketegangan dalam hubungan mereka menjelang pernikahan yang terancam. Cassandra tampak bermain-main dengan perasaan Hardy, sementara Hardy ingin kejelasan dan menyelesaikan masalah dengan cepat. Diskusi mereka menunjukkan ketidakpuasan dan ketidakpastian tentang masa depan hubungan mereka.

Diunggah oleh

Giland Mey
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bagian tiga.

“Apa sopan melakukan hal itu kepada seorang wanita, Young Master Lee?”

Hardy menoleh ketika ketukan sepatu heels itu terdengar mendekati balkon
tempatnya sedang menikmati cerutu. Sebelum itu, ia pun sudah mendengar
suara Cassandra berbicara kepada pelayan terdekat, menanyakan di mana
keberadaan Hardy.

Wanita yang tadi meninggalkannya untuk berdansa dengan calon suami orang
—yang menghamili calon istrinya sebelum pernikahan—kini berdiri beberapa
langkah darinya. Cahaya terang dari pesta di dalam masih memancarkan
kecantikan wanita itu terlebih saat dilihat dari dekat. Aroma vanila dari
parfumnya tercium manis menyengat. Aroma ini adalah aroma yang sudah
sering Hardy cium, namun juga sekaligus aroma yang seharusnya tidak sepekat
ini.

Berlebihan sekali dia menggunakan parfum, saat dia datang ke pesta tanpa
calon suaminya dan hampir berdansa dengan pria asing.

“Aku ditinggalkan sendirian di lantai dansa saat semua orang sudah memulai
dansanya. Untungnya ada pria lain yang langsung datang ingin menggantikan.
Tapi suasana hatiku sudah buruk sejak ditinggalkan begitu tadi.” Cassandra
berjalan mendekat. Berhenti tepat di hadapan Hardy, mendongak menatap pria
itu dengan sepasang mata hijaunya yang jernih.

“Apa Lord Hardy cemburu?” ledek wanita itu.

Hardy memasang wajah tanpa ekspresi. Seperti yang biasa dan selalu ia pasang
untuk wanita itu. Tatapannya bergeser turun memandang sepasang bibir
berpoles lipstik itu. Berusaha mengamati lebih jelas apa sebenarnya makna dari
senyum miliknya.

Apa sebenarnya yang coba dia lakukan dengan tiba-tiba mempermainkan


Hardy begini?

Apa yang dia pikirkan?

“Aku hanya tidak ingin mendengar rumor bahwa calon istriku bertingkah binal
di depan umum,” ujar Hardy. Tak menahan sedikitpun menahan dirinya
mengucapkan kata-kata itu. “Selain itu, aku tidak menyukai basa-basi yang
tidak perlu. Caramu bermain, tiba-tiba melakukan tarik-ulur, mengucapkan
keinginanmu membatalkan pernikahan, semua itu membuatku terganggu. Apa
mulutmu tidak bisa langsung mengucapkan saja apa masalah yang
membuatmu tiba-tiba membuang-buang waktuku begini?”

Cassandra tersenyum tipis. “Lord Hardy selalu mengucapkan kata-kata


membuang-buang waktu, omong kosong tidak lucu, dan basa-basi yang tidak
perlu seakan-akan ucapanku tidak ada yang penting. Kalau aku setidak penting
itu untuk Lord Hardy sudi membuang-buang waktu, kenapa tidak cari saja calon
istri yang lain?”

“Kamu serius?” Hardy membalas dingin. Ia mulai muak dengan cara Cassandra
ini. Sepertinya dia berpikir bahwa Hardy adalah orang yang paling
membutuhkan di pernikahan ini, hingga dia yakin Hardy akan mengemis.

“Apa itu semua benar-benar yang kamu inginkan? Aku membatalkan


pernikahan ini, menikahi wanita lain, dan semua ini berakhir seakan-akan tidak
pernah terjadi?”

“Kamu bicara seperti putus cinta saja.” Cassandra menjawab dengan tawa
singkat. “Aku tidak menghentikan kalau Lord Hardy memutuskan untuk
mengakhiri semuanya. Tidak ada perasaan yang bermain di sini. Mau kita
melanjutkan atau mengakhiri, tidak akan ada yang tersakiti.”

Hardy memicing. Sangat tidak menyukai cara Cassandra bertingkah bodoh itu.
Padahal dia tahu Hardy tidak bermaksud membahas itu. Apa yang Hardy
katakan adalah keuntungan dari pernikahan ini akan berakhir. Cassandra yang
jelas-jelas membutuhkannya untuk kepentingan masa depannya akan
kehilangan sosok yang mampu memberinya segala yang dia butuhkan dalam
hidupnya.

Ini bukan perkara siapa yang akan tersakiti jika ini berakhir. Ini tentang untung
dan kerugian yang akan dialami satu sama lain. Mau dipikir bagaimanapun,
hubungan mereka tidak masuk akal berakhir tanpa alasan jelas. Kecuali jika
Frederick tiba-tiba membatalkan keputusannya setelah perjanjian dua puluh
tahun yang diketahui oleh semua orang, atau Hardy memilih untuk menikahi
salah satu sepupu perempuannya saja daripada harus menikahi Cassandra.
“Apa maumu?” Hardy benar-benar ingin mengakhiri ini. “Ini akan jadi kebaikan
hatiku yang terakhir. Apa maumu? Kamu ingin aku membelikanmu gunung dan
menjadikan itu harta pribadimu seumur hidup? Atau kamu ingin aku
membelikanmu istana yang lebih megah dari istanamu sekarang? Atau kamu
ingin dua hal itu bersama barang-barang lain?”

Hardy menyukai penyelesaian masalah secepat mungkin dan sesingkat


mungkin, jika itu bukan masalah yang penting.

“Aku akan membelinya hari ini juga.” Hardy membuang cerutu yang terselip di
sela jarinya, untuk sepenuhnya fokus pada Cassandra. “Jadi ucapkan apa
maumu, atau aku benar-benar akan membatalkan pernikahan ini karena aku
tidak bisa terus meladeni perubahan suasana hatimu.”

***

Anda mungkin juga menyukai