0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan16 halaman

Modul Ajar Seni Rupa SD Fase C 2025

Modul ajar Seni Rupa Fase C untuk SDN Kadu Sempur tahun ajaran 2025/2026 ini disusun oleh Riska Febriyanti, S.Pd dan bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang unsur dan prinsip seni rupa melalui pengamatan objek di sekitar. Pembelajaran dilakukan dengan metode investigasi kelompok dan melibatkan eksplorasi, interpretasi, serta presentasi karya seni rupa. Profil lulusan diharapkan mencakup keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.

Diunggah oleh

riskafebriyanti51
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan16 halaman

Modul Ajar Seni Rupa SD Fase C 2025

Modul ajar Seni Rupa Fase C untuk SDN Kadu Sempur tahun ajaran 2025/2026 ini disusun oleh Riska Febriyanti, S.Pd dan bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang unsur dan prinsip seni rupa melalui pengamatan objek di sekitar. Pembelajaran dilakukan dengan metode investigasi kelompok dan melibatkan eksplorasi, interpretasi, serta presentasi karya seni rupa. Profil lulusan diharapkan mencakup keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.

Diunggah oleh

riskafebriyanti51
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

SENI RUPA FASE C KURIKULUM MERDEKA


SDN KADU SEMPUR
TAHUN AJARAN 2025/2026

Disusun Oleh:
Nama : Riska Febriyanti, [Link].
NIPPPK :199711152022212010

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANGERANG


2025

INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL

Penyusun : Riska Febriyanti, [Link]


Instansi : SDN Kadu Sempur
Tahun Penyusunan : Tahun 2025/2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase C, Kelas / Semester : V (Lima) / I (Ganjil)
Unit 1 : Mengenal Unsur Dan Prinsip Seni Rupa Pada
Objek Di Sekitar Kita
Alokasi Waktu : 1 Kali Pertemuan (2 x 35 menit)

B. KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase


Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan
menggunakan hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan
gagasannya sendiri maupun mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan
menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, bangun dan
gelap terang, serta menerapkan prinsip desain dan perspektif dalam membuat karya 2
dimensi. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik
juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta pengetahuan
interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan karya
seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
Fase C Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam


(Experiencing) benda-benda di sekitar/karya
seni rupa.
Menciptakan Melakukan umpan balik mengenai karya seni rupa
(Making/Creating) diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah
seni rupa yang tepat.

Merefleksikan Mengenali dan menguji coba variasi teknik


(Reflecting) penggunaan alat dan/atau bahan.

Berpikir dan Bekerja Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman


Artistik (Thinking and dan/atau hasil pengamatan terhadap lingkungan
Working Artistically)
pengembangan imajinasi.

Berdampak (Impacting) Menghasilkan karya seni rupa yang mewakili


minatnya.
Elemen dan sub-elemen capaian
Mengalami
A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen dengan aneka sumber,
termasuk karya seni rupa dari berbagai budaya dan era.
A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa
Merefleksikan.
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik.
Berdampak
0.1 Memilih, menganalisa, menghasilkan karya untuk membangun kepribadian
dan karakter yang berdampak pada diri sendiri dan orang lain.

C. 8 PROFIL LULUSAN
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati
nilai-nilai spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta
berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan
manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam
mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong
roying untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung
jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri
dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan,
dan menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga
keseimbangan Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir
dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan
refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk
menyampaikan ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta
berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
D. SARANA DAN PRASARANA

Sumber Belajar :
 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V.

Alat dan bahan :


 Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
 Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain.
 Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
 Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
 Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
 Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.

E. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.

F. MODEL PEMBELAJARAN

 Model pembelajaran tatap muka dan model pembelajaran investigasi kelompok.


 Metode PJBL
 Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran


1.1. Siswa dapat menemukan minimal tiga unsur seni rupa yang terdapat dalam
objek di lingkungan sekitar.
1.2. Siswa dapat mendeteksi unsur seni rupa yang terdapat dalam objek yang
membentuk ritme tertentu di lingkungan sekitar.
1.3. Siswa dapat menyimpulkan konsep prinsip ritme dalam seni rupa yang
terdapat dalam objek di lingkungan sekitar dengan benar.
1.4. Siswa dapat menggambar prinsip ritme dalam seni rupa yang terdapat dalam
objek di lingkungan sekitar.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

Pada pembelajaran unit 1 ini siswa akan mengamati unsur seni rupa yang membentuk
ritme tertentu dalam objek di sekitar lingkungan sekolah atau luar sekolah. Dalam
proses pembelajaran guru dapat memilih pendekatan model pembelajaran
investigasi kelompok atau model lain yang di pandang cocok untuk mengeksplorasi
unsur seni rupa dan hubungannya dengan dengan cara mengamati objek di
lingkungan sekitar sekolah. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui
Penilaian tes tertulis bentuk esay dan pengamatan dan hasil gambar siswa untuk
menggambarkan ulang unsur seni yang diamatinya ke dalam kertas (lurnal Visuall
Sketsa) yang telah dikumpulkan/didokumentasikan.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

 Apa yang membuat alam sekitar ini menjadi indah?


 Apa yang dimaksud dengan prinsip seni rupa?
 Apakah semua objek di sekolah maupun di alam sekitar memiliki unsur seni?
 Bagaimana cara menentukan bahwa ritme terbentuk karena pengulangan objek
berupa unsur seni rupa?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
📌 Kegiatan Pembelajaran (Metode Deep Learning)

✅ KEGIATAN AWAL (Mindful Learning)

Tujuan: Membangun kesadaran diri, kesiapan belajar, dan keterhubungan dengan


pengalaman nyata siswa.

1. Guru membuka dengan salam hangat dan senyum, lalu mengajak siswa duduk
dalam lingkaran (circle time) untuk membangun rasa aman dan nyaman.
2. Melakukan pembiasaan positif: berdoa, menyanyikan lagu daerah/lagu semangat,
menyapa teman di kanan-kiri, dan mengecek kerapihan diri.
3. Guru membangun kesadaran siswa tentang pentingnya seni dalam hidup
mereka, melalui pertanyaan reflektif seperti:
o “Pernahkah kamu merasa kagum melihat pola pagar sekolah atau daun yang
berjejer?”
o “Kenapa sih bentuk-bentuk di alam bisa kelihatan indah?”
4. Menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, seperti:
o “Hari ini kita akan jadi detektif seni rupa! Kita akan mencari pola ritme dan
unsur keindahan di sekitar sekolah!”
5. Ice breaking bertema seni – misalnya permainan “Tebak Pola” menggunakan
gerakan tubuh atau alat peraga.

🎨 KEGIATAN INTI (Joyful & Meaningful Learning)

Tujuan: Membuat siswa mengalami proses belajar yang aktif, menyenangkan, dan
bermakna melalui observasi nyata dan kegiatan kreatif.

🌱 Tahap 1: Eksplorasi (Eksperiensial dan Kontekstual)

 Siswa dibentuk dalam kelompok kecil berisi 3–4 orang dengan peran berbeda
(penggambar, pengamat, pencatat, penyaji).
 Guru membimbing siswa keluar kelas untuk mengamati benda-benda nyata yang
memiliki pola atau ritme seni rupa.
o Contoh: jendela, pagar, daun, genteng, lantai, jalan setapak.
 Setiap kelompok mendiskusikan objek mana yang paling menarik dan
mengandung unsur seni rupa, serta mengambil sketsa atau catatan awal.

🧩 Tahap 2: Interpretasi & Visualisasi (Kreatif & Kolaboratif)

 Siswa mulai menggambar objek yang diamati di kertas gambar/media alternatif


(daun, kardus, kayu).
 Guru mendorong siswa memilih alat menggambar sesuai preferensi dan
kreativitas mereka (pensil, krayon, arang, tumbuhan berwarna).
 Diskusi kelompok dilanjutkan: Apa unsur dan prinsip seni rupa yang ditemukan?
(titik, garis, warna, tekstur, ritme, dll).

🌟 Tahap 3: Representasi dan Presentasi (Reflektif & Interaktif)

 Setiap kelompok mempresentasikan hasil gambar mereka dan menjelaskan


prosesnya.
 Guru dan siswa lain memberikan umpan balik positif dan masukan membangun.
 Guru menegaskan kembali pemahaman:
o Apa itu ritme dalam seni rupa?
o Bagaimana unsur-unsur seni membentuk keindahan?
o Apa saja perbedaan pola alam dan buatan?

KEGIATAN PENUTUP (Reflektif dan Berkelanjutan)

Tujuan: Menyimpulkan pembelajaran, merefleksikan makna, dan membangun niat


perbaikan diri.

1. Refleksi bersama: Guru menanyakan,


o “Apa pelajaran paling menarik hari ini?”
o “Apa hal baru yang kamu ketahui tentang seni rupa?”
o “Bagaimana kamu akan menggunakan seni dalam kehidupan sehari-hari?”
2. Siswa menulis refleksi pribadi singkat di jurnal harian (boleh digambar juga).
3. Guru menyampaikan apresiasi kepada setiap kelompok dan individu yang aktif.
4. Siswa menutup pembelajaran dengan doa sesuai agama masing-masing.
5. Tindak lanjut:
o Buat tugas rumah: carilah minimal 1 objek seni rupa di rumah/lingkungan,
lalu gambar di buku tugas dan identifikasi unsurnya.

1. Pokok-Pokok Materi
a. Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita
Keindahan suatu objek di sekitar kita tak terlepas dari adanya berupa prinsip-prinsip
seni rupa yang mendukung keindahannya, segala bentuk objek yang kita lihat dengan
nilai akan muncul karena unsur-unsur yang dikandungnya, siswa dapat menemukan
unsur-unsur seni rupa tersebut dengan mengamati unsur titik, garis, bidang, bentuk,
ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang) yang terdapat dalam objek di
lingkungan sekitar sekolah.

Dalam unit pembelajaran ini siswa diminta untuk mengamati dan


menunjukkan salah satu prinsip seni rupa berupa ritme atau irama dalam objek
di sekitar sekolah atau luar sekolah, siswa dapat menyimpulkan prinsip dan unsur
seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar dengan mengidentifikasi
bentuk pengulangan satu atau lebih unsur secara terus-menerus dengan teratur
atau tidak teratur sehingga membentuk kesan keindahan misalnya: pohon yang
berjajar di depan sekolah; lantai keramik yang tersusun rapi; pagar sekolah yang
berjajar rapi; dan lain-lain. Menurut Malins, (1980:9), Unsur-unsur bentuk
(elements of form) juga disebut alat visual (visual device), misalnya garis,
bidang, warna, tekstur gelap terang. Cara menggunakan unsur-unsur tersebut
menentukan penampilan final suatu karya seni rupa. Cara untuk menyusun unsur-
unsur tersebut disebut prinsip-prinsip penyesuaian, misalnya keseimbangan,
harmoni variasi warna dan kesatuan. Unsur-unsur bentuk dan prinsip-prinsip
penyesuaiannya dapat disebut sebagai satu bahasa dasar (basic grammer)
dalam seni rupa.

b. Menggambar Objek Visual di Sekitar Kita


Siswa dapat menggambar ulang unsur dalam seni rupa yang terdapat dalam objek di
lingkungan sekitar berupa gambar sket objek sekitar sekolah yang menunjukkan
unsur-unsur seni rupa di lembar menggambar yang telah disediakan guru, Semakin
baik siswa mengenal unsur-unsurvisual dalam objekyang dilihat maka akan
semakin baik juga pengamatan seseorang terhadap apresiasi seni yang dilihatnya.
Alat dan bahan:
1) Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
2) Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain.
3) Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
4) Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
5) Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
6) Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.
c. Langkah-Langkah KegiatanPembelajaran
1) Persiapan Mengajar
Guru melakukan apersepsi:
a) Guru mempersiapkan materi.
b) Guru mempersiapkan media atau alat bantu yang diperlukan.
c) Guru mengondisikan siswa secara individual maupun kelompok.
d) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
e) Guru memberi motivasi kepada siswa terhadap pembelajaran pada unit ini.
f) Guru menyampaikan pertanyaan pemantik.
(1) Apa yang membuat alam sekitar ini menjadi indah?
(2) Apa yang dimaksud dengan prinsip seni rupa?
(3) Apakah semua objek di sekolah maupun di alam sekitar memiliki unsur seni?
(4) Bagaimana cara menentukan bahwa ritme terbentuk karena pengulangan
objek berupa unsur seni rupa?

2) Kegiatan Pengajaran di Kelas


Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran ini guru dapat menggunakan model
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pengamatan guru
terhadap profil siswa dan kondisi disekolah. Sejalan dengan tujuan dan karakteristik
materi pembelajaran maka guru dapat memilih metode atau pembelajaran yang
tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih adalah model pembelajaran
investigasi kelompok. Menurut Slavin (2005: 218-228), menjelaskan bahwa dalam
investigasi kelompok peserta didik bekerja melalui enam tahap yaitu:
(1) mengidentifikasi topik dan mengatur ke dalam kelompokkelompok
berdiskusi, (2) merencanakan tugas yang akan dipelajari, (3) melaksanakan
investigasi, (4) menyiapkan laporan akhir, (5) mempresentasikan laporan akhir, dan
(6) evaluasi.
(1) Mengidentifikasi topik dan mengatur ke dalam kelompok kelompok berdiskusi

 Guru mengucapkan salam, menyapa dan mendata kehadiran siswa.


 Guru menyampaikan topik pembelajaran pada unit ini kepada siswa di awal
pelajaran.
 Guru menjelaskan pengertian unsur-unsur dalam seni rupa yang terdapat dalam
sebuah objek di sekitar sekolah.
(2) Merencanakan tugas yang akan dipelajari
 Guru memberikan contoh objek yang mengandung unsur-unsur seni rupa
seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelep-terang terhadap objek di
lingkungan sekitar.
 Siswa melihat, mengamati, menentukan, membandingkan objek apa saja yang
dilihat secara bebas untuk mengambil kesimpulan bahwa objek tersebut memiliki
prinsip ritme dan pola di dalamnya.
(3) Melaksanakan investigasi
 Guru mengajak siswa untuk keluar kelas dan mengamati objek di sekitar sekolah
baik objek alam maupun buatan manusia di sekitar sekolah.
 Guru memberi stimulus kepada siswa tentang unsur dalam objek di sekitar
sekolah yang memiliki ritme dan pola tertentu baik berupa susunan, pengulangan
bentuk, atau urutan-urutan tertentu misal : jendela kelas, pintu kelas, genting
sekolah, lantai keramik, pohon-pohonan, daun dan lain-lain.
 Siswa melakukan eksplorasi pada objek di sekitar sekolah baik objek alam
maupun buatan manusia di sekitar sekolah.
(4) Menyiapkan laporan akhir
 Guru mengajak siswa untuk mengambarkan objek yang mengandung ritme dan
pola tersebut di sebuah kertas atau media lain yang tersedia.
 Guru mendampingi dan memperhatikan siswa dalam proses pengamatan objek
yang dilakukan oleh siswa.
(5) Mempresentasikan laporan akhir
 Guru mengajak siswa untuk menunjukkan gambar gambar objek yang
mengandung ritme dan pola tersebut di sebuah kertas atau media lain yang
tersedia.
 Siswa mengambarkan objekyang mengandung ritme dan pola tersebut di sebuah
kertas atau media lain yang disukai sesuai ketersediannya di daerah sekitar.
(6) Evaluasi.
 Guru memberikan arahan bagi siswa yang terlihat kesulitan dan tidak mengerti
dalam proses pengamatannya.
 Guru memandu proses evaluasi yaitu pemberian umpan balik antar kelompok.

3) Kegiatan Penutup
a) Guru dan siswa menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran
yang dilaksanakan.
b) Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap
pembelajaran yang dilaksanakan.
c) Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai
agama dan kepercayaan siswa.
d) Guru melaksanakan evaluasi proses pembelajaran. e) Guru merencanakan tindak
lanjut.

4) Kegiatan pembelajaran alternatif


a) Untuk kegiatan pembelajaran alternatif guru dapat menggunakan model-model
pembelajaran yang lain sesuai keadaan sekolah dan dan profil siswa pada sekolah
setempat.
b) Untuk media/alatlbahan pembelajan alternatif guru dapat mengunakan
menyesuaikan sumber daya yangtersedia di daerah setempat, agar pembelajaran
dapat terlaksana dengan baik.
F. REFLEKSI GURU

Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan


melaksanakan refleksi kegiatan pengajaran di kelas.
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses
pembelajaran?
4. Apakah ada siswa yang perlu mendapat perhatian khusus?

G. ASESMEN / PENILAIAN

Prosedur tes : Tes Akhir (post test)


jenis tes : Tertulis
Bentuk tes : Uraian Terbatas/Esay
Instrumen tes : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas
1. Apa saja unsur-unsur seni rupa yang kamu temukan di lingkungan sekitarmu?
(tuliskan minimal tiga buah)
2. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam prinsip seni rupa?
3. Susunlah objek berikut ini sehingga membentuk sebuah ritme!

4. Buatlah gambar benda yang menunjukan sebuah ritme!

Kriteria:
 Skor untukjawaban esay pada no 1-2 masing-masingjawaban soal diberi skoring:
10 dengan Skor total: 20 x 2 = 40
 Skor untuk menggambar pada no 3-4 masing-masingjawaban soal diberi skoring:
30 dengan Skor total: 30 x 2 = 60
 Total skor 40 + 60 =100
 Skor untukjawaban esay pada no 1-2 masing-masingjawaban soal diberi skoring:
10 dengan Skor total: 20 x 2 = 40
 Skor untuk menggambar pada no 3-4 masing-masing jawaban soal diberi skoring:
30 dengan Skor total: 30 x 2 = 60
 Total skor 40 + 60 =100

H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Kegiatan Pengayaan :
 Jika siswa sudah dapat menemukan dan membandingkan unsur-unsur seni
rupa, maka guru dapat memberikan tambahan pemahaman tentang prinsip-
prinsip seni rupa.
 Jika siswa sudah dapat menyimpulkan perbedaan prinsip dan unsur seni
rupa yang terdapat dalam objek, maka guru dapat memberikan tugas untuk
mengkreasikan prinsip ritme dengan pola dalam seni rupa.
 Jika siswa sudah dapat merancang dan menggambar ulang unsur dalam seni
rupa, maka guru dapat memberikan penugasan mandiri untuk
mengekplorasi lebih jauh tentang kegiatan ini..

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KEGIATAN SISWA

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Nama Siswa : ………………………………..


Kelas : ………………………………..
Topik/Unit : ………………………………..
Tujuan Pembelajaran : Menggambar unsur dan prinsip seni rupa yang terdapat dalam
objek di lingkungan sekitar
Langkah-Langkah Kegiatan:
A. Lihat dan amati benda-bend a yang ada di sekitarmu baik yang ada di dalam
kelas maupun di luar kelas!

B. Lengkapilah Pertanyaan/Kegiatan berikut ini!


1. Catatlah minimal lima unsur-unsur seni rupa yang tampak pada benda yang
kamu amati di sekitarmu!
2. Tuliskan pula minimal tiga nama benda di sekitarmu yang membentuk ritme!
3. Menurut pemahamanmu setelah mengamati beberapa benda di sekitarmu, apa
yang dimaksud dengan ritme?
4. Buatlah sebuah gambar yang menunjukan ritme!

Catatan:
Dokumen ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan
Lembar Menggambar/Sket

Halaman ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang mengenal unsur dan
prinsip seni rupa pada objek di sekitar kita media atau website resmi dibawa
nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V : Kemendikbudristek 2021.

C. GLOSARIUM

Anyam: Merupakan proses menyilangkan sesuatu atau bahan-bahan untuk


dijadikan satu kesatuan menjadi lebih kuat dan dapat digunakan atau
berfungsi pakai.
Daur ulang: Menciptakan produk baru dari bahan bekas atau limbah menjadi
bahan baru dan menjadikan sesuatu produk yang berguna.
Deformasi: Penyederhanaan dan perubahan bentuk dari objek aslinya
sehingga lebih sederhana dalam membentuk pola hias tertentu untuk
menghasilkan ragam hias yang indah.
Fauna: Pembentukan pola hias dari inspirasi bentuk fauna atau binatang.
Figuratif: Pembentukan pola hias dari inspirasi bentuk manusia.
Flora: Pembentukan pola hias dari inspirasi bentuk flora atau tumbuh-tumbuhan.
Geometrik: Pembentukan pola hias dari inspirasi bentuk-bentuk
geometric (kesamaan sisi bentuk).
Prinsip Keseimbangan: kesetaraan antara bagian-bagian dari suatu komposisi
di dalam sebuah objek atau karya seni dengan unsur selaras dari sisi bagian
satu ke sisi yang lainnya
Lungsi: Helai bahan pembentuk anyaman yang tegak lurus (vertical)
Makrame: Makrame dapat di artikan sebagai bentuk seni kerajinan
simpul- menyimpul rantaian benang dari awal sampai akhir suatu
hasil karya dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang
tersebut sehingga terbentuk lembaran atau rumbai
Pakan: Helai bahan pembentuk anyaman yang disusupkan pada lungsi pada saat
menganyam (horizontal)
Prinsip seni rupa: Susunan yang terdapat dalam sebuah karya seni atau
objek benda yang terdiri dari kesatuan,keseimbangan, irama, komposisi,
proporsi, pusat perhatian, keselarasan, gradasi, penekanan.
Prinsip Proporsi: Kesebandingan ukuran/takaran dalam bagian satu dengan
yang lainnya atau dengan keseluruhannya secara baku.
Ragam hias: Pola hias yang tersusun menggunakan motif hias dengan cara dan
metode tertentu pada suatu benda dengan tujuan sebagai penghias bidang
atau bentuk sehingga menghasilkan keindahan.
Recycle: Mendaur ulang
Reduce: Mengurangi
Repetisi: Pengulangan bentuk
Reuse: Menggunakan ulang
Ritme: Bentuk pengulangan atau repetisi satu atau lebih unsur secara terus-
menerus dengan teratur atau tidak teratur sehingga membentuk kesan
keindahan.
Simpul: merupakan sebuah metode dasar dalam mengaplikasikan fungsi
sebuah tali, baik itu bertujuan fungsional maupun untuk kepentingan estetis
Souvenir: Kerajinan tangan cendramata untuk dijadikan oleh-oleh/buah
tangan khas dari daerah tertentu atau dari even tertentu dan dimiliki secara
pribadi atau dihadiahkan untuk orang lain
Stilasi: Penggayaan/penyesuaian bentuk dalam menggambar ragam hias
dengan tidak meninggalkan bentuk aslinya untuk menghasilkan pola hias
tertentu.
Tekstur: Bentuk permukaan atau nilai raba pada suatu permukaan tertentu.
Unsur seni rupa: Elemen bentuk fisik yang terdapat pada sebuah benda atau
karya seni berupa titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan
tone (nada gelap terang).

D. DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, R, Sagir, A, Popy, Y, Teddy, K. (2018). Analisis Potensi Limbah


Logam/Kaleng, Studi Kasus di Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Jurnal Teknik Mesin 7 (2): 83-91.
Asriyani, I. (2013). Inspirasi Makrame. Surabaya:Tiara Aksa
Atisah Sipahelut (1991) Dasar-Dasar Desain. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Ching, Francis D.K. (2007). Architecture Form, Space, and Order 3rd ed. New
Jersey: John Wiley & Son, Inc.
Dekranas. (2011). Permata Tersembunyi Kalimantan Timur, Seni Kriya Kutai
Barat, Fichner, Rathus, (2008), Foundations of Art and Design, Thomson
wadsword
Malins, Frederich (1980), Understanding Painting. The Elements of Composition
New Jersey: Prentice-Hall.
Ockvirk, O.G. (1962), Art Fundamentals. Iowa: W.M.C. Brown. Read, Herbert.
(1968), Art Now. London: Faber and Faber.
Sahil, J, Mimien, H, Fachtur, R, Istamar, S. (2016). Sistem Pengelolaan dan
Upaya Penanggulangan Sampah di Kelurahan Dufa-Dufa Kota
[Link] Bioedukasi 4 (2).
Saraswati. (1986). Seni Makrame 1. Jakarta: Penerbit Bhratara Karya
Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam
Kurikulum 2013. Yogyakarta: ArRuzz Media.
Slavin, R. E., (2005), Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktek.
Bandung: Nusa Media.
Sugandi, Y.S, Rini, S, Mila, M. (2018). Gerakan Rumah Sehat dan Imunisasi BCG
Sebagai Langkah Menurunkan Kejadian Tuberkulosis (TB) Anak.
Humanika 25 (1): 38-50. Sugiono, Siamet. (1974). Mengenal Tumbuhan
Bambu. Jakarta.
Tim Penulis (2017) Panduan Penilaiaan Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan
Sekolah Menegah Atas. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Kemdikbud.
Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif- ProgresifKonsep,
Landasan dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP).Jakarta: Kencana.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori & Praktek, Jakarta:
Prestasi Pustaka
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Van Der Hoop (1949) Ragam-ragam perhiasan Indonesia. Jakarta:
Koninklijk
Bataviaasch Genootschap Van.
Wachowiak, F. and Clements, R. D. (1993). Emphasis Art: A Qualitative art
program for Elementary and Midlle School. Fitth Edition. New York:
HarperCollins College Publishers.
Wahudi, S dan Darmowiyoto, Magimin. (1979). Pengetahuan Teknologi
KerajinanAnyam. Jakarta: Depdikbud.
Mengetahui Tangerang, 30 Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

(Nonoh Nurhayati, [Link]) (Riska Febriyanti, [Link] )

NIP. 196712141992092001 NIP. 199711152022212010

Anda mungkin juga menyukai