0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan30 halaman

Pengaruh Ukuran & Struktur Kepemilikan pada Nilai Perusahaan

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas pengaruh ukuran perusahaan, struktur kepemilikan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2020-2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut dan nilai perusahaan, serta memberikan manfaat bagi peneliti, investor, dan perusahaan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup teori-teori yang mendasari penelitian, seperti teori keagenan dan teori sinyal.

Diunggah oleh

Abil Mawahib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan30 halaman

Pengaruh Ukuran & Struktur Kepemilikan pada Nilai Perusahaan

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas pengaruh ukuran perusahaan, struktur kepemilikan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2020-2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut dan nilai perusahaan, serta memberikan manfaat bagi peneliti, investor, dan perusahaan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup teori-teori yang mendasari penelitian, seperti teori keagenan dan teori sinyal.

Diunggah oleh

Abil Mawahib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, STRUKTUR

KEPEMILIKAN, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN


TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan


Minumanyang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2022)

PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar
Sarjana Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh :
MUTIARA AZISAH
B 200 200 197

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2024
1

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pertumbuhan dunia industri saat ini berjalan dengan begitu pesat sehingga

menciptakan persaingan yang semakin ketat. Hal ini dibuktikan dengan

banyaknya perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

dimana perusahaan saling bersainguntuk dapat bertahan dan berlomba dalam

menampilkan nilai yang terbaik dari perusahaannya. Menurut Aida (2020),

Persaingan yang ada saat ini memaksa perusahaan untuk terus

meningkatkan kinerjanya agar target dantujuan perusahaantercapai .

Perusahaanyang mampu bersaing dan unggul harus mempunyai

kinerja yang baik untuk mempertahankaneksistensinya. Kinerja

perusahaandapatterlihat melaluinilai perusahaan. Kinerja keuangan

merupakan analisis yang dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana

perusahaan telah menerapkan dan mematuhi aturan-aturan pelaksanaan

keuangan secara baik dan benar (Fahmi, 2018). Melalui kinerja keuangan

ini, nilai perusahaan dapat ditentukan. Semakin tinggi kinerjakeuangan

perusahaan, makasemakin tinggi juga nilai perusahaan dan begitu juga

sebaliknya disaat kinerja perusahaan buruk maka, nilai

perusahaan akanturun (Jihadi et al., 2019).

Nilai perusahaan adalah harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli

apabila perusahaan terebut dijual (Husnan,2014:7). Nilai perusahaan akan

dijadikan sebagai suatu ukuran keberhasilan suatu manajemen

perusahaan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan bagi pemegang

saham dan terpenuhinya kesejahteraan para pemegang saham

mencerminkan tingginya

nilai perusahaan (RantidanDarmayanti, 2019). Menurut Ratnasarietal. (2017)


2

nilai perusahaan dapat juga dinilai dari harga sahamnya yang stabil

dan mengalami kenaikan dalam jangka panjang. Harga saham yang

meningkat

akan membuat nilai perusahaan jugameningkat.

Ukuran perusahaan juga mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan.

Semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah

pula perusahaan memperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internal

maupun eksternal. Menurut Laksono (2020) dalam (Putra &

Gantino., 2021) perusahaan yang besar memiliki lebih banyak peminat

dibandingkan dengan perusahaan kecil. Investor cenderung tertarik

menanamkan modalnya pada perusahaan yang sedang berkembang pesat

karena perusahaan besar dapat dengan mudah mengakses ke pasar modal.

Kemudahan untuk mengakses ke pasar modal berarti perusahaan memiliki

fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana. Menurut penelitian

yang dilakukan oleh Rokhayati et al. (2022) menunjukkan bahwaukuran

perusahaan berpengaruh negatif dantidak signifikanterhadap nilai

perusahaan. Sementara penelitianyang dilakukan oleh Kammagi & Veny

(2023) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh

signifikan dengan arah negatif pada nilai perusahaan. Hasil berbeda

ditemukan oleh Astuti, et al. (2018) dalam penelitiannya yang

menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai

perusahaan.

Struktur kepemilikan baik kepemilikan saham manajerial dan

kepemilikan saham institusional juga perlu diperhatikan dalam

mengembangkan nilai

perusahaan. Kepemilikan sahammanajerial adalah proporsi saham biasa yang


3

dimiliki oleh pihak manajemen (Suranta, Eddy dan Masud, 2003).

Siallagan, H. dan Machfoedz (2006) mengungkapkanjikakepemilikan

sahammanajerial dalam perusahaan semakin besar maka akan mendorong

manajemen untuk meningkatkan kinerjanya. Kinerja manajemen yang

meningkat akan berdampak baik pada peningkatan nilai perusahaan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sari & Husada (2021)

menunjukkan bahwa kepemilikkan manajerial berpengaruh positif

terhadap nilai perusahaan. Dimana meningkatnya kepemilikan

manajerial akan menyejajarkan kepentingan

pemegang saham dalampeningkatan nilai perusahaan.

Kepemilikan institusional bisa terdefinisikan dari persentase proporsi

saham yang dimiliki oleh institusi (Nabela, 2012). Institusi yang

dimaksud seperti bank, perusahaan asuransi, perusahaan investasi, dan

pihak institusi lainnya. Kepemilikan institusionalmerupakan persentase

saham yang dimiliki oleh perusahaan (intitusi) yang

mengawasikinerjamanajemendan perusahaan tersebut serta dapat

meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham. Jika kepemilikan

saham yang dimiliki oleh institusi tinggi, maka akan

meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan yang lebih optimal.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sari & Husada (2021)

menunjukkan bahwa

kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Nilai perusahaan juga berkaitan erat dengan pertumbuhan perusahaan.

Menurut Fauziah & Sudiyatno (2020) pertumbuhan perusahaan yaitu

ketika aset perusahaan dalam satu periode mengalami lonjakan

ataupenurunan. Aset
3
menjadi sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan kegiatan
4

operasionalnya (Suryandani, 2018). Penelitian yang dilakukan

oleh Ferdiansyah & Faisal (2020) membuktikan bahwa pertumbuhan

perusahaan berpengaruh negatiftidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

Hal ini terjadi karena semakin tinggi pertumbuhan perusahaan, maka

semakin besar tingkat kebutuhan pendanaan untuk membiayai ekspansi.

Sementara hasil berbeda ditemukan oleh Kammagi, N. & Veny (2023)

dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan

tidak berpengaruh signifikan

pada nilai perusahaan.

Adanya perbedaan hasil penelitian ini menjadi suatu pertimbangan untuk

dilakukannya sebuah penelitian baru untuk membuktikan hasil penelitian

sebelumnya. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian

sebelumnyayangdilakukan oleh Sari & Husada (2021) dan Kammagi &

Veny (2023). Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya

adalah menggabungkan beberapa variabel dari kedua penelitian tersebut

seperti Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan (Kammagi &

Veny, 2023), Kepemilikan Manajerial danKepemilikan Institusional (Sari &

Husada, 2021). Studi empiris yang akan diteliti pada penelitian ini adalah

Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia tahun

2020-2022.

Berdasarkan latarbelakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan

penelitian yang berjudul :”PENGARUH UKURAN

PERUSAHAAN, STRUKTUR KEPEMILIKAN, DAN

PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan


5

Manufaktur Sub SektorMakanandan Minumanyang Terdaftardi Bursa

Efek Indonesia Tahun 2020-2022)”

B. RUMUSAN MASALAH

Bedasarkan latar belakang penelitian yang telah dijelaskan, maka timbul

beberapa pokok permasalahan yang mendasari mengapa penelitian ini

dilakukakan. Pokok permasalahan yang akan diteliti ini dirumuskan

dalam

bentuk rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apakahukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?

2. Apakahkepemilikan manajerialberpengaruh terhadap nilai perusahaan?

3. Apakahkepemilikan institusional berpengaruh terhadap nilai perusahaan?

4. Apakah pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?

C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masa lah yang telah diuraikan di atas, maka dapat

disimpulkantujuan penelitian sebagai berikut :

1. Untuk meneliti dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan terhadap

nilai perusahaan.

2. Untuk meneliti dan menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial

terhadap nilai perusahaan.

3. Untuk meneliti dan menganalisis pengaruh kepemilikan institusional

terhadap nilai perusahaan.


6

4. Untuk meneliti dan menganalisis pengaruh pertumbuhan perusahaan

terhadap nilai perusahaan.

D. MANFAAT PENELITIAN

Secarateoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :

1. Peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat

menambah pengetahuan para pembaca dan sebagai salah satu bahan

referensi atau

kajian padapenelitian selanjutnya.

Secarapraktis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :

1. Penulis, Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan

bagi peneliti dan dapat lebih mengetahui seberapa besar pengaruh

ukuran perusahaan, struktur kepemilikan, dan pertumbuhan perusahaan

terhadap

nilai perusahaan

2. Investor, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu

informasi mengenai nilai perusahaan manufaktur sub sektormakanan dan

minuman

sehingga bermanfaat dalam pengambilan keputusan investasi selanjutnya

3. Perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi

yang akan bermanfaatdalamproses pengambilan keputusan serta

menjadisuatu

pertimbangan dalam usahameningkatkan nilai perusahaan


7

E. LANDASAN TEORI

1. Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori keagenan (Agency Theory) adalah hubungan antara

pemegang saham (principal) dan manajer (agen). Menurut Jansen dan

Meckling (1976), teorikeagenan merupakankontrak kerja sama antara

prinsipal dan agen, di mana agen bertindak untuk kepentingan prinsipal

dan memiliki wewenang untuk membuat keputusan terbaik untuk

prinsipal. Dan untuk

ini, agen mendapatkan imbalantertentu.

Menurut Masdupi (2005) masalah keagenan berpotensi jika

kepemilikan manajerial kurang dari seratus persen. Menurut teori

agensi masalah antara manajemen dan pemegang saham dapat dikurangi

dengan menyamakan kepentingan manajemen dengan harapan

pengambilan keputusan olehmanajer dapat menguntungkan

secaralangsung. Pemegang saham memerlukan investasi berisiko tinggi

dan keuntungan yang tinggi,

sementara manajemen memilih investasi dengan risikorendah

2. Teori Sinyal (Signalling Theory)

Teori sinyal adalah aktivitas atau kegiatan yang diwujudkan

pihak perusahaan kepada investor tentang cara menilai prospek

perusahaan dengan menginformasikan sinyal atau petunjuk (Brigham

dan Houston, 2011:186). Menurut Sari & Husada (2021) perusahaandapat

meningkatkan nilai perusahaan jika investor memiliki informasi

keuangan perusahaan yang bebas dari unsur asimetri. Perusahaan dapat

mengurangi informasi

asimetri dengan memberikan sinyal kepada pihak eksternal, yaitu


8

menyediakan informasi keuangan yang dapat dipercaya dan prospek masa

depan perusahaan yang jelas.

Menurut Aeni et al. (2020) perusahaan yang memiliki kualitas

baik secara tidak langsung akan memberikan sinyal pada pasar

dengan demikian pasar diharapkan dapat membedakan perusahaan yang

baik dan perusahaan yang buruk. Sinyal yang baik yaitu sinyal

tersebut dapat diterima pasar dan dipresepsikan baik serta tidak

mudah ditiru oleh perusahaan lain sehingga banyak investor yang

akan menanamkan modalnya. Sedangkan perusahaanyang

mempunyaisinyalburuk tidakbisa

meniru perusahaan yang memiliki sinyalbaik

3. Nilai Perusahaan

Irayanti dan Tumbel (2014) dalam (Rokhayati, et al.,

2022) menjelaskan bahwa tujuan jangka pendek suatu perusahaan

adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan

memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya. Sedangkan tujuan

jangka panjang perusahaanadalahmemaksimalkan nilai

perusahaandenganmeningkatnya harga saham perusahaan. Nilai

perusahaan yakni penilaian masyarakat terhadap hasil kinerja

perusahaan yang terlihat dari harga saham perusahaan yang

mengalami permintaan dan penawaran di pasar modal (Harmono,

2018:233). Harga saham yang tinggi akan mencerminkan nilai

perusahaan yang tinggi.

Nilai perusahaan dapat diukur dengan Price Book Value (PBV) yakni

membandingkan harga pasar per lembar saham dengan nilai buku saham
9

per lembar. Nilai Price Book Value (PBV) yang tinggi maka

akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan

sehingga

meningkatkan kemakmuran pemegang sahamperusahaan.

4. Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan adalahukuran atau skala yang menggambarkan

besar kecilnya perusahaan berdasarkan total aktiva, log size, nilai

pasar saham, dan lain-lain. Ukuran perusahaan yang besar

cenderung memudahkan perusahaan memperoleh sumber pendaan

baik internal maupun eksternal (Sudantoko, 2016). Ukuran perusahaan

dapat diukur dengan jumlah keseluruhan aset atau aktiva yang

dimiliki perusahaan. Semakin besar total aset maka harga saham lebih

tinggi dari bukunya

sehinggaberdampakbaik terhadap nilai perusahaan semakin tinggi.

Semakin besar ukuran perusahaan, dianggap akan semakin

mudah pula perusahaan untuk mendapatkan sumber dana internal

maupun eksternal. Aksebilitas yang lebih mudah dalam memperoleh

sumber dana tersebut, akan membuat perusahaan yang lebih besar

dapat memiliki flekisibilitas yang lebih besar dankemampuan untuk

mengumpulkan dana dalam waktu singkat. Jika sumber dana tersebut

dapat dikelola secara optimal sehingga menghasilkan feedback usaha

yang baik, maka hal ini dapat menarik minat calon investor untuk

menanamkan sahamnya pada perusahaan terkait. Hal tersebut akan

sejalan dengan peningkatan nilai

perusahaan (Ramdhonah, et al, 2019).


10

5. Kepemilikan Manajerial

Kepemilikan manajerial adalah presentase proporsi saham yang

dimiliki oleh manajerial (direksi dan komisaris) dibandingkan

dengan jumlah saham yang beredar. Kepemilikan manajerialberperan

aktif dalam pengambilan keputusan perusahaan. Menurut teori

keagenan, pemisahan antara kepemilikan danpengelolaan suatu

perusahaan dapat menimbulkan konflik keagenan. Konflik keagenan

disebabkan oleh konflik kepentingan antara prinsipal dan agen

karena agen dan prinsipal berusaha memaksimalkan utilitasnya.

Oleh karena itu diperlukan suatu mekanisme pengendalian yang dapat

menyelaraskan perbedaan kepentingan antara manajemen dan pemegang

saham (Kushariani et al.,2019). Semakin tinggi proporsikepemilikan

sahammanjerialmakasemakinbaikkinerjanya yang akan berdampak

pada peningkatan nilai perusahaan (Pratiwi & Kristanti,

2016)

6. Kepemilikan Institusional

Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan

yang dimiliki oleh institusi atau lembaga lain seperti perusahaan

asuransi, bank, perusahaan investasi dan kepemilikan institusi lain

(Wardhani et al, 2017). Kepemilikan institusi berfungsi untuk

mengawasi kinerja manajemen dan perusahaan tersebut sehingga

perusahaan harus melaksanakan kebijakan yang mendukung pihak

internal maupun

eksternal. Semakin besar kepemilikan institusi maka semakin besar


11

dorongan institusi dalam pelaksanaan pengawasaan perusahaan sehingga

dapat menjaminkemakmuran pemegang saham ( Holly, 2021).

Kepemilikan institusional berperan penting dalam meminimalisir

konflik keagenan yang terjadi diantara pemegang saham dengan manajer.

Adanya investor institusional berperan mengawasi setiap keputusan

yang diambil oleh pihak manajemen selaku pengelola perusahaan.

Pengaruh kepemilikan institusional sebagai agen pengawas ditekan

melalui investasi

merekayang cukup besar dalampasar modal (Bakhtiar et al.,2020).

7. Pertumbuhan Perusahaan

Pertumbuhan perusahaan merupakan total aset perusahaan yang

mengalami fluktuasi setiap tahunnya, baik kenaikan ataupun

penurunan aset (Amelia & Anhar, 2019). Peningkatan nilai aset secara

berkelanjutan menandakan bahwa kegiatan operasional

perusahaan mengalami peningkatan sehinggaperusahaandapat

menghasilkanaruskas yang tinggi

dimasayang akan datang (Ramdhonah, et al, 2019).

Peningkatan aset yang diikuti peningkatan hasil operasi akan

semakin menambah kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan

tersebut. Dengan meningkatknya kepercayaan pihak luar terhadap

perusahaan, maka usaha perusahaan untuk menambah hutang

menjadi lebih mudah sehingga mengakibatkan proporsi hutang

semakin lebih besar daripada modal sendiri (Aeni et al., 2020).

Para

investor akan menilai perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang tinggi


12

dinilaimampu memberikan return dalam jumlah yang tinggi atas investasi

yang telah ditanamkan sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.

F. PENELITIAN TERDAHULU

Beberapa penelitian terdahulu yang pernah dilakukan untuk menganalisis

faktor-faktor yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap

nilai

perusahaan, antara lain :

Menurut penelitian Kammagi & Veny (2023) tentang Pengaruh

Struktur Modal, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan

Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan

bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai

perusahaan. Hal ini dikarenakan ketika perusahaan memiliki aset yang

banyak maka biaya untuk mengelola aset juga besar dan akan berdampak

pada laba yang semakin turun sehingga imbal balik pada investor

ikut menurun. Sedangkan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh

signifikan pada nilai perusahaan karena pertumbuhan pada nilai aset tidak

selalu selaras dengan pertumbuhan

kinerja dariperusahaan.

Menurut penelitian Sari & Husada (2021) tentang Pengaruh

Struktur Kepemilikan Terhadap Corporate Value menunjukkan bahwa

kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh positif

terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi kepemilikan manajerial

dan kepemilikan

institusionalmaka semakinmeningkatkan nilai perusahaan.


13

Menuruthasil penelitian Nugroho, et al. (2022) menunjukkan

bahwaukuran perusahaan berpengaruh negatif dantidak signifikanterhadap

nilai perusahaan. Haltersebut disebabkanapabila asettidak digunakansecara

optimal maka nilai perusahaan akan turun atau harga saham akan lebih kecil

dari nilai bukunya. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian Rokhayati,

et al. (2022) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh

negatif dan tidak

signifikanterhadap nilai perusahaan.

Menurut hasil penelitian Astuti, et al. (2018) menunjukkan bahwa ukuran

perusahaan dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai

perusahaan. Tidak adanya pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai

perusahaan disebabkan karena semakin besar total aset yang dimiliki

oleh perusahaan mungkin tidak dapat meyakinkan investor bahwa

manajemen perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan karena

perusahaan besar mungkin tidak berani melakukan investasi baru terkait

dengan ekspansi

sebelum kewajiban (hutang) telah dibayar.

Menurut penelitian Purba & Africa (2019) tentang Pengaruh

Struktur Modal, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, dan

Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan

bahwa kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak

memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini

dikarenakan kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak

dapat mempengaruhi investor

untuk berinvestasipada suatu perusahaan.


14

Penelitian yang dilakukan oleh Hidayat & Purnamasari

(2023) menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif

terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi

proporsi kepemilikan manajerial maka semakin tinggi nilai perusahaannya.

Mengacu padateorikeagenandimanakonflik kepentinganantaramanajer dan

pemegang saham dapat berkurang dengan meningkatkan kepemilikan

manajerial di [Link] besar kepemilikan manajerial maka para

manajer akan berusaha meningkatkan kinerjanya sehingga berdampak

baik pada nilai

perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Holly, et al. (2023) menunjukkan

bahwa Kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif dan signifikan

terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukan bahwakeberadaan investor

institusional dalam melaksanakan fungsi pengawasan perusahaan sudah

optimal sehingga nilai perusahaan tetap terjaga dengan baik. Pengawasan

yang dilakukan oleh kepemilikan institusional akan membuat pihak

manajemen perusahaan lebih

berhati-hati dalam pengambilan keputusan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Timotius & Setyawan

(2023) menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh

positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut terjadi

karena adanya keputusan investasi yang baik untuk nilai perusahaan.

Keputusan investasi yang baik akan memberikan keuntungan yang lebih

besar sehingga dapat

meningkatkan kesejahteraan pemegang saham.


15

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ferdiansyah & Faisal

(2020) membuktikan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh

negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini terjadi karena

semakin tinggi pertumbuhan perusahaan, maka semakin besar tingkat

kebutuhan pendanaan

untuk membiayai ekspansi.

G. KERANGKA PEMIKIRAN
Secara sistematis berdasarkan teori di atas, kerangka teoritis dapat disusun

sebagai berikut:

Ukuran
Perusahaan

Kepemilikan
Manajerial Nilai
Perusahaan
Kepemilikan
Institusional

Pertumbuhan
Perusahaan

Gambar 1.
Kerangka Pemikiran

H. PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Berdasarkankerangkateoritis hubungan antar variabel di atas, maka

hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah :

1. Pengaruh Ukuran Perusahaanterhadap Nilai Perusahaan


16

Perusahaan dengan aset yang besar maka biaya yang

dikeluarkan untuk mengelola aset juga besar dan berdampak pada laba

yang semakin menurun sehingga imbal balik yang didapat investor justru

akan menurun. Berbeda dengan perusahaan dengan aset yang

sedikit maka biaya pengelolaannya juga kecil dan berdampak pada

laba yang semakin besar sehinggaimbal balik yang didapat investor akan

melonjak. Imbal balik yang kecil akibat biaya pengelolaan dari aset

yang besar inilah yang menyebabkan adanya sinyal negatif bagi

nilai perusahaan (Kammagi &

Veny, 2023)

Menurut penelitian dari Kammagi & Veny (2023), Nugroho, et

al. (2022), Rokhayati, et al. (2022) ukuran perusahaan berpengaruh

terhadap nilai perusahaanBerdasarkan uraian diatas dapat diambil

hipotesis sebagai

berikut :

H1 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

2. Pengaruh Kepemilikan Manajerialterhadap Nilai Perusahaan

Kepemilikan manajerial merupakan salah satunya faktor yang

dapat dipertimbangkan dalam berinvestasi karena dengan

kepemilikan manajerial, maka Perusahaan mempunyai nilai

perusahaan yang baik. Perusahaan Kepemilikan manajerial dapat

mengawasi semua kegiatan internal perusahaan secara langsung

sehingga perusahaan mempunyai

kualitas dankinerjayangbaik (Purba & Africa, 2019).

Penelitian dari Sari & Husada (2021) menunjukkan adanya pengaruh


16
secara signifikan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan yang
17

artinya meningkatnya kepemilikan manajerial akan menyejajarkan

kepentingan sebagai pemegang saham dalam upaya peningkatan

nilai perusahaan. Konsisten dengan Hidayat & Purnamasari (2023)

menunjukkan bahwakepemilikan manajerialberpengaruh terhadap nilai

perusahaanyang artinya semakin tinggi proporsi kepemilikan

manajerial maka semakin tinggi nilai perusahaannya. Berdasarkan

uraian diatas dapat diambil

hipotesis sebagai berikut :

H2 : Kepemilikan Manajerialberpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

3. Pengaruh Kepemilikan Institusionalterhadap Nilai Perusahaan

Kepemilikan saham institusional merupakan salah satu faktor

yang dapat dipertimbangkan dalam berinvestasi karena dengan

kepemilikan institusional, maka perusahaan memiliki nilai perusahaan

yang baik. Kepemilikan institusional dapat mengawasi seluruh aktivitas

perusahaan dengan memanfaatkan informasi dari institusi sehingga

perusahaan

memilikikinerjayangbaik.

Penelitian dari Sari & Husada (2021) menunjukkan adanya

pengaruh secara signifikankepemilikan institusionalterhadap nilai

perusahaan, yang artinya semakin tinggi kepemilikan institusional akan

meningkatkan nilai perusahaan. Konsisten dengan Holly, et al. (2023)

yang menunjukkan Kepemilikan institusional memiliki pengaruh

positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan

uraian diatas dapat diambil

hipotesis sebagai berikut :


18

H3 : Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

4. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaanterhadap Nilai Perusahaan

Pertumbuhan perusahaan yang semakin baik adalah salah satu

hal penting yang diharapkan oleh internal perusahaan maupun

eksternal perusahaan, karena haltersebut adalah sinyal yang baik dari

perkembangan perusahaan. Dari perspektif investor, pertumbuhan

perusahaanadalahtanda bahwa perusahaan memiliki aspek yang

menguntungkan, dan investor akan mengharapkan tingkat

pengembalian investasi yang dibuat, yang menunjukkan

pertumbuhan yang baik, sehingga pertumbuhan perusahaan

dapat mempengaruhi nilai perusahaan (Ramdhonah, et al, 2019).

Menurut penelitian Timotius & Setyawan (2023), Ferdiansyah &

Faisal (2020) pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap nilai

perusahaan.

Berdasarkanuraian diatas dapat diambil hipotesis sebagai berikut :

H4 : Pertumbuhan Perusahaan bepengaruh terhadap Nilai Perusahaan


19

I. METODE PENELITIAN

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini

adalah penelitian kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang

diukur dalam skalarasio. Untuk perhitungan analisis data menggunakan

uji regresilinier berganda. Sedangkan untuk program yang digunakan

yaitu dengan SPSS

(Statistical Package for Social Sciences).

2. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi

dari perusahaan manufaktur sub sektormakanandan minumanyang

terdaftardi Bursa Efek Indonesia. Periodewaktu yang digunakan

dalampenelitian ini adalah tahun 2020-2022. Teknik pengambilan

sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

menggunakan metode purposive sampling dengan cara pemilihan

objek sesuai dengan kritera tertentu.

Kriteria sampel yang digunakan adalah sebagai berikut :

1) Perusahaan sektormakanandan minumanyang terdaftardi Bursa Efek

Indonesia.

2) Perusahaan yang menerbitkan annual report tahun 2020-2022 secara

berturut-turut.

3) Perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang berakhir pada

desember.

4) Menyajikan informasi data yang memenuhi seluruh variabel.


20

3. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

sekunder, yaitu data yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan

yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Data yang

digunakan dalam

penelitian ini merupakan data dari laporan keuangan tahunan perusahaan

sub sektormakanandan minuman periode 2020-2022 yang dapat diperoleh

[Link] website perusahaan.

4. Variabel Penelitian dan Pengukuran

1) Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau

yang menjadi akibat karena adanya variabel independen. Dalam

penelitian ini variabel dependennya adalah nilai perusahaan. Nilai

perusahaan dapat diukur dengan Price Book Value (PBV) yakni

membandingkan

hargapasar per lembar saham dengan nilai buku sahamper lembar.

Harga Pasar per Lembar


Saham PBV =
Nilai Bukuper Saham

2) Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau

yang menjadi sebab timbulnya variabel dependen. Dalam

penelitian ini variabel independennya adalah ukuran

perusahaan, kepemilikan

institusional,kepemilikan manajerial, pertumbuhan perusahaan.


21

a. Ukuran Perusahaan
Rumus untuk menghitung ukuran perusahaan adalah sebagai

berikut:

SIZE = LN (Total Asset)

b. Kepemilikan Institusional

Rumusuntuk menghitung kepemilikan institusional adalah sebagai

berikut :
Jumlah Saham Institusi
KInst = x
100% Jumlah Saham yang

c. Kepemilikan Manajerial

Rumusuntuk menghitung kepemilikan manajerial adalah sebagai

berikut :

Jumlahsahammanajemen
KM = x
100% Jumlahsaham yang

d. Pertumbuhan Perusahaan
Rumusuntuk menghitung pertumbuhan perusahaan adalah sebagai

berikut:

TAt − TA (t − 1)
GROWTH = x 100%
TA (t −
Keterangan :
GROWTH : Pertumbuhan perusahaan
TAt : Total aset padatahun sekarang
TA (t- 1) : Total aset padatahun sebelumnya
22

5. Metode Analisis Data

Metode analisis data penelitian ini digunakan untuk menganalisis

pengaruh variabel independenterhadap variabel dependen, yang

perludiuji dengan analisis statistic. Variabel-variabel tersebut

kemudian dihitung dengan menggunakan SPPS (Statistical Package

for Social Sciences).

Pengujian yang akan dilakukan meliputi:

1) Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui

karakteristik sampel yang digunakandan menggambarkanvariabel-

variabel dalam penelitian. Analisis statistik deskriptif menggambarkan

suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi,

maksimum, minimum

dan range (Ghozali, 2016).

2) Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakahdalam model

regresi, variabel penggangguatau residual memilikidistribusi normal.

Distribusi normal akan membentuk suatugarislurus diagonal, jika

demikian maka data tersebut memenuhi asumsi normalitas.

Apabilaasumsi inidilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid

untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2018:161). Uji normalitas

dapat dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.

Jika nilai signifikansi lebih

dari 0,05 maka data residual terdistribusi normal.


23

b. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model

regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model

regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara

variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka

variabel tersebut tidak ortogonal (Ghozali, 2018). Uji

multikolinearitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Tolerance

dan VIF. Jika nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari

0,10 maka tidak terjadi

adanya multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model

regresiterjadiketidaksamaan variance dari residualsatupengamatanke

pengamatan yang lain. Model regresi yang baik yaitu tidak terjadi

heteroskedastisitas (Ghozali, 2018). Uji heteroskedastisitas dapat

dilakukan dengan uji Glejser. Jika nilai signifikan

variabel

independennya lebih dari 0,05 makatidak terjadi heteroskedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi adalah uji yang digunakan untuk mengetahui

apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara pengganggu

pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-I

(periode sebelumnya. Autokorelasi muncul karena observasi yang

berurutan

sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Model regresi yang baik
24

adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Uji Autokorelasi dapat

dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson.

3) Uji Hipotesis

a. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linierbergandamerupakan analisis yang digunakan

untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel

independenterhadap variabel dependen (Ghozali, 2018).

Dalamanalisis regresi linier berganda, model regresi ini melibatkan

lebih dari satu variabel independen. Untuk menguji hipotesis

dalam penelitian ini

menggunakan model sebagai berikut :

PBV = a + β1 SIZE + β2 KM + β3Kinst + β4 GROWTH + e

Keterangan :

PBV : Nilai Perusahaan

SIZE : Ukuran Perusahaan

KM : Kepemilikan Manajerial

Kinst : Kepemilikan Institusional

GROWTH : Pertumbuhan Perusahaan

e : Error Term

b. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel

independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen

atau sebagai

uji kelayakan model. Uji F dapat dilakukan dengan menggunakan nilai


25

signifikansi dan dengan melakukan perbandingan nilai F-hitung dan

F- tabel. Jika nilai siginifikan kurang dari 0,05 maka hipotesis

diterima, artinya variabel independen secara simultan berpengaruh

terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan lebih dari 0,05 maka

hipotesis ditolak, artinya variabel independen secara simultan tidak

berpengaruh

terhadap variabel dependen.

c. Koefisien Determinasi (R²)

Koefisien determinasi (R²) adalah koefisien yang besarnya

menunjukkan kemampuan seberapa besar pengaruh variabel

independenterhadapvaribel dependen. Koefisien determinasi (R²)

juga berguna untuk memprediksi dan melihat seberapa besar

kontribusi pengaruh yang diberikan variabel independen secara

simultan terhadap

variabel dependen.

d. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel

independen mempengaruhi secara parsial terhadap variabel

dependen. Jika nilai signifikan kurang dari 0,05 maka hipotesis

diterima, artinya variabel independensecara parsialberpengaruh

terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan lebih dari 0,05 maka

hipotesis ditolak, artinya variabel independen secara parsial tidak

berpengaruh terhadap variabel

dependen.
26

DAFTAR PUSTAKA

Aeni, N. A. M., & Asyik, N. F. (2020). Pengaruh Profitabilitas,


Pertumbuhan Perusahaan, Struktur Modal, Ukuran Perusahaan
Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 8(7), 1-
17

Astuti, F. Y., Sugeng. W. & Mawardi, W. (2018). Analysis of Effect of Firm


Size, Institutional Ownership, Profitability, and Leverage on Firm
Value with Corporate Social Responsibility (CSR) Disclosure as
Intervening Variables (Study on Banking Companies Listed on BEI
Period 2012-2016). Jurnal Bisnis Strategi, 27 (2), 95 - 109.

Bakhtiar, H. A., Nurlaela, S., & Hendra, K. 2020. Kepemilikan


Manajerial, Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen, Komite
Audit dan Nilai Perusahaan. AFRE Accounting and Financial Review,
3(2), 136- 142.

Dewi, I. R., Puspitarini, D. A. & Panjaitan, Igrid (2021). Determinasi


Nilai Perusahaan Pada Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 11(1), 41-52.
[Link] v11i1.19329

Ferdiansyah, M. A. & Faisal, F. A. (2020). Faktor-Faktor Nilai Perusahaan:


Kajian Berdasarkan Modal Intelektual, Pertumbuhan dan Kinerja
Perusahaan. E- JurnalAkuntansi Vol. 30 No. 4, Hal. 911-921.

Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM


SPSS 25, Edisi 9. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hidayat, T. & Purnamasari, P. E. (2023). The Role Of Institutional


Ownership Moderating Capital Structure, Profitability, and Managerial
Ownership on Company Values. JurnalEkonomi, Manajemendan
Akuntansi, Vol. 13 (1), 153 - 171

Holly, A., Jao, R., Mardiana, A. & Tangke, P. (2023). Pengaruh


Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, dan Manajemen Aset
Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Accounting and Finance, Vol.7 (1),
12-26.

Kammagi, N. & Veny. (2023). Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas,


Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai
Perusahaan. JurnalAkuntansiBisnis Vol.16 No.1, Hal. 41-55.

Kushariani, A., Ananda, R., & Riandi, M. R. (2019). Effect of Corporate Social
Responsibility, Profitability, and Corporate Governance on Company
Value. Jurnal Akuntansi Trisakti, 5(1), 95.
[Link]
27

Nugroho, A., Indriyatni, L. & Widodo, U. (2022). Pengaruh Ukuran


Perusahaan, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Per usahaan
(Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan
Minumanyang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2020).
JurnalIlmiah Fokus EMBA, Vol. 01 (02).

Nurianah & Anshori, A. (2020). Analisis Struktur Kepemilikan, Faktor


Eksternal, Internal Terhadap Struktur Modal, Dividen, Nilai Perusahaan
Manufaktur. E-JurnalAkuntansi Vol. 30 No. 6, Hal. 1484- 1497.

Purba, J. T., & Africa, L. A. (2019). The Effect of Capital Structure,


Institutional Ownership, Managerial Ownership, and Profitability on
Company Value in Manufacturing Companies. The Indonesian
Accounting Review, 9(1), 27- 38.

Putra, R. D., & Gantino, R. (2021). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan


Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. Esensi: Jurnal
Bisnis dan Manajemen, 11(1), 81-
[Link]://[Link]/10.15408/ess.v11i1.20338

Ramdhonah, Z., Solikin, I., & Sari, M. (2019). Pengaruh Struktur Modal,
Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan (Studi
Empiris pada Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2013-2017). Jurnal Riset Akuntansi Dan
Keuangan, 7(1), 67-82. [Link]

Rokhayati, I., Achadi, A. & Purnomo, S. D. (2022). Analysis of Company


Characteristics to Company Value in Manufacturing Company Sector of
Consumption Goods Industry Listed In BEI. Jurnal Sosial dan
Pembangunan, 38(1), 106- 113.

Sari, P. N. & Husada, C. (2021). Pengaruh Struktur Kepemilikan


Terhadap Corporate Value Dengan Keputusan Investasi dan
Pendanaan Sebagai Moderating. JurnalKajian Ilmiah, Vol. 21 (1), 17 -
30.

Septiani, I. & Indrasti, A. W. (2021). Pengaruh Keputusan Investasi, Likuiditas,


Kebijakan Dividen, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan.
Jurnal Akuntansi danKeuangan, Vol. 10 (1).

Timotius & Setyawan, I. R. (2023). Pengaruh Pertumbuhan,


Leverage, Profitabilitas, dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai
Perusahan. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan, Vol.05 (1), 56-65.

Anda mungkin juga menyukai