PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, STRUKTUR
KEPEMILIKAN, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN
TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan
Minumanyang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2022)
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar
Sarjana Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Disusun Oleh :
MUTIARA AZISAH
B 200 200 197
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2024
1
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pertumbuhan dunia industri saat ini berjalan dengan begitu pesat sehingga
menciptakan persaingan yang semakin ketat. Hal ini dibuktikan dengan
banyaknya perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
dimana perusahaan saling bersainguntuk dapat bertahan dan berlomba dalam
menampilkan nilai yang terbaik dari perusahaannya. Menurut Aida (2020),
Persaingan yang ada saat ini memaksa perusahaan untuk terus
meningkatkan kinerjanya agar target dantujuan perusahaantercapai .
Perusahaanyang mampu bersaing dan unggul harus mempunyai
kinerja yang baik untuk mempertahankaneksistensinya. Kinerja
perusahaandapatterlihat melaluinilai perusahaan. Kinerja keuangan
merupakan analisis yang dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana
perusahaan telah menerapkan dan mematuhi aturan-aturan pelaksanaan
keuangan secara baik dan benar (Fahmi, 2018). Melalui kinerja keuangan
ini, nilai perusahaan dapat ditentukan. Semakin tinggi kinerjakeuangan
perusahaan, makasemakin tinggi juga nilai perusahaan dan begitu juga
sebaliknya disaat kinerja perusahaan buruk maka, nilai
perusahaan akanturun (Jihadi et al., 2019).
Nilai perusahaan adalah harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli
apabila perusahaan terebut dijual (Husnan,2014:7). Nilai perusahaan akan
dijadikan sebagai suatu ukuran keberhasilan suatu manajemen
perusahaan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan bagi pemegang
saham dan terpenuhinya kesejahteraan para pemegang saham
mencerminkan tingginya
nilai perusahaan (RantidanDarmayanti, 2019). Menurut Ratnasarietal. (2017)
2
nilai perusahaan dapat juga dinilai dari harga sahamnya yang stabil
dan mengalami kenaikan dalam jangka panjang. Harga saham yang
meningkat
akan membuat nilai perusahaan jugameningkat.
Ukuran perusahaan juga mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan.
Semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah
pula perusahaan memperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internal
maupun eksternal. Menurut Laksono (2020) dalam (Putra &
Gantino., 2021) perusahaan yang besar memiliki lebih banyak peminat
dibandingkan dengan perusahaan kecil. Investor cenderung tertarik
menanamkan modalnya pada perusahaan yang sedang berkembang pesat
karena perusahaan besar dapat dengan mudah mengakses ke pasar modal.
Kemudahan untuk mengakses ke pasar modal berarti perusahaan memiliki
fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana. Menurut penelitian
yang dilakukan oleh Rokhayati et al. (2022) menunjukkan bahwaukuran
perusahaan berpengaruh negatif dantidak signifikanterhadap nilai
perusahaan. Sementara penelitianyang dilakukan oleh Kammagi & Veny
(2023) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh
signifikan dengan arah negatif pada nilai perusahaan. Hasil berbeda
ditemukan oleh Astuti, et al. (2018) dalam penelitiannya yang
menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai
perusahaan.
Struktur kepemilikan baik kepemilikan saham manajerial dan
kepemilikan saham institusional juga perlu diperhatikan dalam
mengembangkan nilai
perusahaan. Kepemilikan sahammanajerial adalah proporsi saham biasa yang
3
dimiliki oleh pihak manajemen (Suranta, Eddy dan Masud, 2003).
Siallagan, H. dan Machfoedz (2006) mengungkapkanjikakepemilikan
sahammanajerial dalam perusahaan semakin besar maka akan mendorong
manajemen untuk meningkatkan kinerjanya. Kinerja manajemen yang
meningkat akan berdampak baik pada peningkatan nilai perusahaan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sari & Husada (2021)
menunjukkan bahwa kepemilikkan manajerial berpengaruh positif
terhadap nilai perusahaan. Dimana meningkatnya kepemilikan
manajerial akan menyejajarkan kepentingan
pemegang saham dalampeningkatan nilai perusahaan.
Kepemilikan institusional bisa terdefinisikan dari persentase proporsi
saham yang dimiliki oleh institusi (Nabela, 2012). Institusi yang
dimaksud seperti bank, perusahaan asuransi, perusahaan investasi, dan
pihak institusi lainnya. Kepemilikan institusionalmerupakan persentase
saham yang dimiliki oleh perusahaan (intitusi) yang
mengawasikinerjamanajemendan perusahaan tersebut serta dapat
meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham. Jika kepemilikan
saham yang dimiliki oleh institusi tinggi, maka akan
meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan yang lebih optimal.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sari & Husada (2021)
menunjukkan bahwa
kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Nilai perusahaan juga berkaitan erat dengan pertumbuhan perusahaan.
Menurut Fauziah & Sudiyatno (2020) pertumbuhan perusahaan yaitu
ketika aset perusahaan dalam satu periode mengalami lonjakan
ataupenurunan. Aset
3
menjadi sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan kegiatan
4
operasionalnya (Suryandani, 2018). Penelitian yang dilakukan
oleh Ferdiansyah & Faisal (2020) membuktikan bahwa pertumbuhan
perusahaan berpengaruh negatiftidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
Hal ini terjadi karena semakin tinggi pertumbuhan perusahaan, maka
semakin besar tingkat kebutuhan pendanaan untuk membiayai ekspansi.
Sementara hasil berbeda ditemukan oleh Kammagi, N. & Veny (2023)
dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan
tidak berpengaruh signifikan
pada nilai perusahaan.
Adanya perbedaan hasil penelitian ini menjadi suatu pertimbangan untuk
dilakukannya sebuah penelitian baru untuk membuktikan hasil penelitian
sebelumnya. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian
sebelumnyayangdilakukan oleh Sari & Husada (2021) dan Kammagi &
Veny (2023). Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya
adalah menggabungkan beberapa variabel dari kedua penelitian tersebut
seperti Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan (Kammagi &
Veny, 2023), Kepemilikan Manajerial danKepemilikan Institusional (Sari &
Husada, 2021). Studi empiris yang akan diteliti pada penelitian ini adalah
Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia tahun
2020-2022.
Berdasarkan latarbelakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul :”PENGARUH UKURAN
PERUSAHAAN, STRUKTUR KEPEMILIKAN, DAN
PERTUMBUHAN PERUSAHAAN
TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan
5
Manufaktur Sub SektorMakanandan Minumanyang Terdaftardi Bursa
Efek Indonesia Tahun 2020-2022)”
B. RUMUSAN MASALAH
Bedasarkan latar belakang penelitian yang telah dijelaskan, maka timbul
beberapa pokok permasalahan yang mendasari mengapa penelitian ini
dilakukakan. Pokok permasalahan yang akan diteliti ini dirumuskan
dalam
bentuk rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakahukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
2. Apakahkepemilikan manajerialberpengaruh terhadap nilai perusahaan?
3. Apakahkepemilikan institusional berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
4. Apakah pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?
C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masa lah yang telah diuraikan di atas, maka dapat
disimpulkantujuan penelitian sebagai berikut :
1. Untuk meneliti dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan terhadap
nilai perusahaan.
2. Untuk meneliti dan menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial
terhadap nilai perusahaan.
3. Untuk meneliti dan menganalisis pengaruh kepemilikan institusional
terhadap nilai perusahaan.
6
4. Untuk meneliti dan menganalisis pengaruh pertumbuhan perusahaan
terhadap nilai perusahaan.
D. MANFAAT PENELITIAN
Secarateoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1. Peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat
menambah pengetahuan para pembaca dan sebagai salah satu bahan
referensi atau
kajian padapenelitian selanjutnya.
Secarapraktis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1. Penulis, Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
bagi peneliti dan dapat lebih mengetahui seberapa besar pengaruh
ukuran perusahaan, struktur kepemilikan, dan pertumbuhan perusahaan
terhadap
nilai perusahaan
2. Investor, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu
informasi mengenai nilai perusahaan manufaktur sub sektormakanan dan
minuman
sehingga bermanfaat dalam pengambilan keputusan investasi selanjutnya
3. Perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
yang akan bermanfaatdalamproses pengambilan keputusan serta
menjadisuatu
pertimbangan dalam usahameningkatkan nilai perusahaan
7
E. LANDASAN TEORI
1. Teori Keagenan (Agency Theory)
Teori keagenan (Agency Theory) adalah hubungan antara
pemegang saham (principal) dan manajer (agen). Menurut Jansen dan
Meckling (1976), teorikeagenan merupakankontrak kerja sama antara
prinsipal dan agen, di mana agen bertindak untuk kepentingan prinsipal
dan memiliki wewenang untuk membuat keputusan terbaik untuk
prinsipal. Dan untuk
ini, agen mendapatkan imbalantertentu.
Menurut Masdupi (2005) masalah keagenan berpotensi jika
kepemilikan manajerial kurang dari seratus persen. Menurut teori
agensi masalah antara manajemen dan pemegang saham dapat dikurangi
dengan menyamakan kepentingan manajemen dengan harapan
pengambilan keputusan olehmanajer dapat menguntungkan
secaralangsung. Pemegang saham memerlukan investasi berisiko tinggi
dan keuntungan yang tinggi,
sementara manajemen memilih investasi dengan risikorendah
2. Teori Sinyal (Signalling Theory)
Teori sinyal adalah aktivitas atau kegiatan yang diwujudkan
pihak perusahaan kepada investor tentang cara menilai prospek
perusahaan dengan menginformasikan sinyal atau petunjuk (Brigham
dan Houston, 2011:186). Menurut Sari & Husada (2021) perusahaandapat
meningkatkan nilai perusahaan jika investor memiliki informasi
keuangan perusahaan yang bebas dari unsur asimetri. Perusahaan dapat
mengurangi informasi
asimetri dengan memberikan sinyal kepada pihak eksternal, yaitu
8
menyediakan informasi keuangan yang dapat dipercaya dan prospek masa
depan perusahaan yang jelas.
Menurut Aeni et al. (2020) perusahaan yang memiliki kualitas
baik secara tidak langsung akan memberikan sinyal pada pasar
dengan demikian pasar diharapkan dapat membedakan perusahaan yang
baik dan perusahaan yang buruk. Sinyal yang baik yaitu sinyal
tersebut dapat diterima pasar dan dipresepsikan baik serta tidak
mudah ditiru oleh perusahaan lain sehingga banyak investor yang
akan menanamkan modalnya. Sedangkan perusahaanyang
mempunyaisinyalburuk tidakbisa
meniru perusahaan yang memiliki sinyalbaik
3. Nilai Perusahaan
Irayanti dan Tumbel (2014) dalam (Rokhayati, et al.,
2022) menjelaskan bahwa tujuan jangka pendek suatu perusahaan
adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan
memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya. Sedangkan tujuan
jangka panjang perusahaanadalahmemaksimalkan nilai
perusahaandenganmeningkatnya harga saham perusahaan. Nilai
perusahaan yakni penilaian masyarakat terhadap hasil kinerja
perusahaan yang terlihat dari harga saham perusahaan yang
mengalami permintaan dan penawaran di pasar modal (Harmono,
2018:233). Harga saham yang tinggi akan mencerminkan nilai
perusahaan yang tinggi.
Nilai perusahaan dapat diukur dengan Price Book Value (PBV) yakni
membandingkan harga pasar per lembar saham dengan nilai buku saham
9
per lembar. Nilai Price Book Value (PBV) yang tinggi maka
akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan
sehingga
meningkatkan kemakmuran pemegang sahamperusahaan.
4. Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan adalahukuran atau skala yang menggambarkan
besar kecilnya perusahaan berdasarkan total aktiva, log size, nilai
pasar saham, dan lain-lain. Ukuran perusahaan yang besar
cenderung memudahkan perusahaan memperoleh sumber pendaan
baik internal maupun eksternal (Sudantoko, 2016). Ukuran perusahaan
dapat diukur dengan jumlah keseluruhan aset atau aktiva yang
dimiliki perusahaan. Semakin besar total aset maka harga saham lebih
tinggi dari bukunya
sehinggaberdampakbaik terhadap nilai perusahaan semakin tinggi.
Semakin besar ukuran perusahaan, dianggap akan semakin
mudah pula perusahaan untuk mendapatkan sumber dana internal
maupun eksternal. Aksebilitas yang lebih mudah dalam memperoleh
sumber dana tersebut, akan membuat perusahaan yang lebih besar
dapat memiliki flekisibilitas yang lebih besar dankemampuan untuk
mengumpulkan dana dalam waktu singkat. Jika sumber dana tersebut
dapat dikelola secara optimal sehingga menghasilkan feedback usaha
yang baik, maka hal ini dapat menarik minat calon investor untuk
menanamkan sahamnya pada perusahaan terkait. Hal tersebut akan
sejalan dengan peningkatan nilai
perusahaan (Ramdhonah, et al, 2019).
10
5. Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial adalah presentase proporsi saham yang
dimiliki oleh manajerial (direksi dan komisaris) dibandingkan
dengan jumlah saham yang beredar. Kepemilikan manajerialberperan
aktif dalam pengambilan keputusan perusahaan. Menurut teori
keagenan, pemisahan antara kepemilikan danpengelolaan suatu
perusahaan dapat menimbulkan konflik keagenan. Konflik keagenan
disebabkan oleh konflik kepentingan antara prinsipal dan agen
karena agen dan prinsipal berusaha memaksimalkan utilitasnya.
Oleh karena itu diperlukan suatu mekanisme pengendalian yang dapat
menyelaraskan perbedaan kepentingan antara manajemen dan pemegang
saham (Kushariani et al.,2019). Semakin tinggi proporsikepemilikan
sahammanjerialmakasemakinbaikkinerjanya yang akan berdampak
pada peningkatan nilai perusahaan (Pratiwi & Kristanti,
2016)
6. Kepemilikan Institusional
Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan
yang dimiliki oleh institusi atau lembaga lain seperti perusahaan
asuransi, bank, perusahaan investasi dan kepemilikan institusi lain
(Wardhani et al, 2017). Kepemilikan institusi berfungsi untuk
mengawasi kinerja manajemen dan perusahaan tersebut sehingga
perusahaan harus melaksanakan kebijakan yang mendukung pihak
internal maupun
eksternal. Semakin besar kepemilikan institusi maka semakin besar
11
dorongan institusi dalam pelaksanaan pengawasaan perusahaan sehingga
dapat menjaminkemakmuran pemegang saham ( Holly, 2021).
Kepemilikan institusional berperan penting dalam meminimalisir
konflik keagenan yang terjadi diantara pemegang saham dengan manajer.
Adanya investor institusional berperan mengawasi setiap keputusan
yang diambil oleh pihak manajemen selaku pengelola perusahaan.
Pengaruh kepemilikan institusional sebagai agen pengawas ditekan
melalui investasi
merekayang cukup besar dalampasar modal (Bakhtiar et al.,2020).
7. Pertumbuhan Perusahaan
Pertumbuhan perusahaan merupakan total aset perusahaan yang
mengalami fluktuasi setiap tahunnya, baik kenaikan ataupun
penurunan aset (Amelia & Anhar, 2019). Peningkatan nilai aset secara
berkelanjutan menandakan bahwa kegiatan operasional
perusahaan mengalami peningkatan sehinggaperusahaandapat
menghasilkanaruskas yang tinggi
dimasayang akan datang (Ramdhonah, et al, 2019).
Peningkatan aset yang diikuti peningkatan hasil operasi akan
semakin menambah kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan
tersebut. Dengan meningkatknya kepercayaan pihak luar terhadap
perusahaan, maka usaha perusahaan untuk menambah hutang
menjadi lebih mudah sehingga mengakibatkan proporsi hutang
semakin lebih besar daripada modal sendiri (Aeni et al., 2020).
Para
investor akan menilai perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang tinggi
12
dinilaimampu memberikan return dalam jumlah yang tinggi atas investasi
yang telah ditanamkan sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
F. PENELITIAN TERDAHULU
Beberapa penelitian terdahulu yang pernah dilakukan untuk menganalisis
faktor-faktor yang berpengaruh maupun tidak berpengaruh terhadap
nilai
perusahaan, antara lain :
Menurut penelitian Kammagi & Veny (2023) tentang Pengaruh
Struktur Modal, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan
Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai
perusahaan. Hal ini dikarenakan ketika perusahaan memiliki aset yang
banyak maka biaya untuk mengelola aset juga besar dan akan berdampak
pada laba yang semakin turun sehingga imbal balik pada investor
ikut menurun. Sedangkan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh
signifikan pada nilai perusahaan karena pertumbuhan pada nilai aset tidak
selalu selaras dengan pertumbuhan
kinerja dariperusahaan.
Menurut penelitian Sari & Husada (2021) tentang Pengaruh
Struktur Kepemilikan Terhadap Corporate Value menunjukkan bahwa
kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh positif
terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi kepemilikan manajerial
dan kepemilikan
institusionalmaka semakinmeningkatkan nilai perusahaan.
13
Menuruthasil penelitian Nugroho, et al. (2022) menunjukkan
bahwaukuran perusahaan berpengaruh negatif dantidak signifikanterhadap
nilai perusahaan. Haltersebut disebabkanapabila asettidak digunakansecara
optimal maka nilai perusahaan akan turun atau harga saham akan lebih kecil
dari nilai bukunya. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian Rokhayati,
et al. (2022) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh
negatif dan tidak
signifikanterhadap nilai perusahaan.
Menurut hasil penelitian Astuti, et al. (2018) menunjukkan bahwa ukuran
perusahaan dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai
perusahaan. Tidak adanya pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai
perusahaan disebabkan karena semakin besar total aset yang dimiliki
oleh perusahaan mungkin tidak dapat meyakinkan investor bahwa
manajemen perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan karena
perusahaan besar mungkin tidak berani melakukan investasi baru terkait
dengan ekspansi
sebelum kewajiban (hutang) telah dibayar.
Menurut penelitian Purba & Africa (2019) tentang Pengaruh
Struktur Modal, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, dan
Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini
dikarenakan kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial tidak
dapat mempengaruhi investor
untuk berinvestasipada suatu perusahaan.
14
Penelitian yang dilakukan oleh Hidayat & Purnamasari
(2023) menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif
terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi
proporsi kepemilikan manajerial maka semakin tinggi nilai perusahaannya.
Mengacu padateorikeagenandimanakonflik kepentinganantaramanajer dan
pemegang saham dapat berkurang dengan meningkatkan kepemilikan
manajerial di [Link] besar kepemilikan manajerial maka para
manajer akan berusaha meningkatkan kinerjanya sehingga berdampak
baik pada nilai
perusahaan.
Penelitian yang dilakukan oleh Holly, et al. (2023) menunjukkan
bahwa Kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukan bahwakeberadaan investor
institusional dalam melaksanakan fungsi pengawasan perusahaan sudah
optimal sehingga nilai perusahaan tetap terjaga dengan baik. Pengawasan
yang dilakukan oleh kepemilikan institusional akan membuat pihak
manajemen perusahaan lebih
berhati-hati dalam pengambilan keputusan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Timotius & Setyawan
(2023) menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut terjadi
karena adanya keputusan investasi yang baik untuk nilai perusahaan.
Keputusan investasi yang baik akan memberikan keuntungan yang lebih
besar sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan pemegang saham.
15
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ferdiansyah & Faisal
(2020) membuktikan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh
negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini terjadi karena
semakin tinggi pertumbuhan perusahaan, maka semakin besar tingkat
kebutuhan pendanaan
untuk membiayai ekspansi.
G. KERANGKA PEMIKIRAN
Secara sistematis berdasarkan teori di atas, kerangka teoritis dapat disusun
sebagai berikut:
Ukuran
Perusahaan
Kepemilikan
Manajerial Nilai
Perusahaan
Kepemilikan
Institusional
Pertumbuhan
Perusahaan
Gambar 1.
Kerangka Pemikiran
H. PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Berdasarkankerangkateoritis hubungan antar variabel di atas, maka
hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah :
1. Pengaruh Ukuran Perusahaanterhadap Nilai Perusahaan
16
Perusahaan dengan aset yang besar maka biaya yang
dikeluarkan untuk mengelola aset juga besar dan berdampak pada laba
yang semakin menurun sehingga imbal balik yang didapat investor justru
akan menurun. Berbeda dengan perusahaan dengan aset yang
sedikit maka biaya pengelolaannya juga kecil dan berdampak pada
laba yang semakin besar sehinggaimbal balik yang didapat investor akan
melonjak. Imbal balik yang kecil akibat biaya pengelolaan dari aset
yang besar inilah yang menyebabkan adanya sinyal negatif bagi
nilai perusahaan (Kammagi &
Veny, 2023)
Menurut penelitian dari Kammagi & Veny (2023), Nugroho, et
al. (2022), Rokhayati, et al. (2022) ukuran perusahaan berpengaruh
terhadap nilai perusahaanBerdasarkan uraian diatas dapat diambil
hipotesis sebagai
berikut :
H1 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan
2. Pengaruh Kepemilikan Manajerialterhadap Nilai Perusahaan
Kepemilikan manajerial merupakan salah satunya faktor yang
dapat dipertimbangkan dalam berinvestasi karena dengan
kepemilikan manajerial, maka Perusahaan mempunyai nilai
perusahaan yang baik. Perusahaan Kepemilikan manajerial dapat
mengawasi semua kegiatan internal perusahaan secara langsung
sehingga perusahaan mempunyai
kualitas dankinerjayangbaik (Purba & Africa, 2019).
Penelitian dari Sari & Husada (2021) menunjukkan adanya pengaruh
16
secara signifikan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan yang
17
artinya meningkatnya kepemilikan manajerial akan menyejajarkan
kepentingan sebagai pemegang saham dalam upaya peningkatan
nilai perusahaan. Konsisten dengan Hidayat & Purnamasari (2023)
menunjukkan bahwakepemilikan manajerialberpengaruh terhadap nilai
perusahaanyang artinya semakin tinggi proporsi kepemilikan
manajerial maka semakin tinggi nilai perusahaannya. Berdasarkan
uraian diatas dapat diambil
hipotesis sebagai berikut :
H2 : Kepemilikan Manajerialberpengaruh terhadap Nilai Perusahaan
3. Pengaruh Kepemilikan Institusionalterhadap Nilai Perusahaan
Kepemilikan saham institusional merupakan salah satu faktor
yang dapat dipertimbangkan dalam berinvestasi karena dengan
kepemilikan institusional, maka perusahaan memiliki nilai perusahaan
yang baik. Kepemilikan institusional dapat mengawasi seluruh aktivitas
perusahaan dengan memanfaatkan informasi dari institusi sehingga
perusahaan
memilikikinerjayangbaik.
Penelitian dari Sari & Husada (2021) menunjukkan adanya
pengaruh secara signifikankepemilikan institusionalterhadap nilai
perusahaan, yang artinya semakin tinggi kepemilikan institusional akan
meningkatkan nilai perusahaan. Konsisten dengan Holly, et al. (2023)
yang menunjukkan Kepemilikan institusional memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan
uraian diatas dapat diambil
hipotesis sebagai berikut :
18
H3 : Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan
4. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaanterhadap Nilai Perusahaan
Pertumbuhan perusahaan yang semakin baik adalah salah satu
hal penting yang diharapkan oleh internal perusahaan maupun
eksternal perusahaan, karena haltersebut adalah sinyal yang baik dari
perkembangan perusahaan. Dari perspektif investor, pertumbuhan
perusahaanadalahtanda bahwa perusahaan memiliki aspek yang
menguntungkan, dan investor akan mengharapkan tingkat
pengembalian investasi yang dibuat, yang menunjukkan
pertumbuhan yang baik, sehingga pertumbuhan perusahaan
dapat mempengaruhi nilai perusahaan (Ramdhonah, et al, 2019).
Menurut penelitian Timotius & Setyawan (2023), Ferdiansyah &
Faisal (2020) pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap nilai
perusahaan.
Berdasarkanuraian diatas dapat diambil hipotesis sebagai berikut :
H4 : Pertumbuhan Perusahaan bepengaruh terhadap Nilai Perusahaan
19
I. METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang
diukur dalam skalarasio. Untuk perhitungan analisis data menggunakan
uji regresilinier berganda. Sedangkan untuk program yang digunakan
yaitu dengan SPSS
(Statistical Package for Social Sciences).
2. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi
dari perusahaan manufaktur sub sektormakanandan minumanyang
terdaftardi Bursa Efek Indonesia. Periodewaktu yang digunakan
dalampenelitian ini adalah tahun 2020-2022. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan metode purposive sampling dengan cara pemilihan
objek sesuai dengan kritera tertentu.
Kriteria sampel yang digunakan adalah sebagai berikut :
1) Perusahaan sektormakanandan minumanyang terdaftardi Bursa Efek
Indonesia.
2) Perusahaan yang menerbitkan annual report tahun 2020-2022 secara
berturut-turut.
3) Perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang berakhir pada
desember.
4) Menyajikan informasi data yang memenuhi seluruh variabel.
20
3. Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder, yaitu data yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan
yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Data yang
digunakan dalam
penelitian ini merupakan data dari laporan keuangan tahunan perusahaan
sub sektormakanandan minuman periode 2020-2022 yang dapat diperoleh
[Link] website perusahaan.
4. Variabel Penelitian dan Pengukuran
1) Variabel Dependen
Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau
yang menjadi akibat karena adanya variabel independen. Dalam
penelitian ini variabel dependennya adalah nilai perusahaan. Nilai
perusahaan dapat diukur dengan Price Book Value (PBV) yakni
membandingkan
hargapasar per lembar saham dengan nilai buku sahamper lembar.
Harga Pasar per Lembar
Saham PBV =
Nilai Bukuper Saham
2) Variabel Independen
Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau
yang menjadi sebab timbulnya variabel dependen. Dalam
penelitian ini variabel independennya adalah ukuran
perusahaan, kepemilikan
institusional,kepemilikan manajerial, pertumbuhan perusahaan.
21
a. Ukuran Perusahaan
Rumus untuk menghitung ukuran perusahaan adalah sebagai
berikut:
SIZE = LN (Total Asset)
b. Kepemilikan Institusional
Rumusuntuk menghitung kepemilikan institusional adalah sebagai
berikut :
Jumlah Saham Institusi
KInst = x
100% Jumlah Saham yang
c. Kepemilikan Manajerial
Rumusuntuk menghitung kepemilikan manajerial adalah sebagai
berikut :
Jumlahsahammanajemen
KM = x
100% Jumlahsaham yang
d. Pertumbuhan Perusahaan
Rumusuntuk menghitung pertumbuhan perusahaan adalah sebagai
berikut:
TAt − TA (t − 1)
GROWTH = x 100%
TA (t −
Keterangan :
GROWTH : Pertumbuhan perusahaan
TAt : Total aset padatahun sekarang
TA (t- 1) : Total aset padatahun sebelumnya
22
5. Metode Analisis Data
Metode analisis data penelitian ini digunakan untuk menganalisis
pengaruh variabel independenterhadap variabel dependen, yang
perludiuji dengan analisis statistic. Variabel-variabel tersebut
kemudian dihitung dengan menggunakan SPPS (Statistical Package
for Social Sciences).
Pengujian yang akan dilakukan meliputi:
1) Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui
karakteristik sampel yang digunakandan menggambarkanvariabel-
variabel dalam penelitian. Analisis statistik deskriptif menggambarkan
suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi,
maksimum, minimum
dan range (Ghozali, 2016).
2) Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakahdalam model
regresi, variabel penggangguatau residual memilikidistribusi normal.
Distribusi normal akan membentuk suatugarislurus diagonal, jika
demikian maka data tersebut memenuhi asumsi normalitas.
Apabilaasumsi inidilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid
untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2018:161). Uji normalitas
dapat dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.
Jika nilai signifikansi lebih
dari 0,05 maka data residual terdistribusi normal.
23
b. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model
regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara
variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka
variabel tersebut tidak ortogonal (Ghozali, 2018). Uji
multikolinearitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Tolerance
dan VIF. Jika nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari
0,10 maka tidak terjadi
adanya multikolinieritas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model
regresiterjadiketidaksamaan variance dari residualsatupengamatanke
pengamatan yang lain. Model regresi yang baik yaitu tidak terjadi
heteroskedastisitas (Ghozali, 2018). Uji heteroskedastisitas dapat
dilakukan dengan uji Glejser. Jika nilai signifikan
variabel
independennya lebih dari 0,05 makatidak terjadi heteroskedastisitas.
d. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi adalah uji yang digunakan untuk mengetahui
apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi antara pengganggu
pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-I
(periode sebelumnya. Autokorelasi muncul karena observasi yang
berurutan
sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Model regresi yang baik
24
adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Uji Autokorelasi dapat
dilakukan dengan menggunakan uji Durbin Watson.
3) Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linierbergandamerupakan analisis yang digunakan
untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel
independenterhadap variabel dependen (Ghozali, 2018).
Dalamanalisis regresi linier berganda, model regresi ini melibatkan
lebih dari satu variabel independen. Untuk menguji hipotesis
dalam penelitian ini
menggunakan model sebagai berikut :
PBV = a + β1 SIZE + β2 KM + β3Kinst + β4 GROWTH + e
Keterangan :
PBV : Nilai Perusahaan
SIZE : Ukuran Perusahaan
KM : Kepemilikan Manajerial
Kinst : Kepemilikan Institusional
GROWTH : Pertumbuhan Perusahaan
e : Error Term
b. Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel
independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen
atau sebagai
uji kelayakan model. Uji F dapat dilakukan dengan menggunakan nilai
25
signifikansi dan dengan melakukan perbandingan nilai F-hitung dan
F- tabel. Jika nilai siginifikan kurang dari 0,05 maka hipotesis
diterima, artinya variabel independen secara simultan berpengaruh
terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan lebih dari 0,05 maka
hipotesis ditolak, artinya variabel independen secara simultan tidak
berpengaruh
terhadap variabel dependen.
c. Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien determinasi (R²) adalah koefisien yang besarnya
menunjukkan kemampuan seberapa besar pengaruh variabel
independenterhadapvaribel dependen. Koefisien determinasi (R²)
juga berguna untuk memprediksi dan melihat seberapa besar
kontribusi pengaruh yang diberikan variabel independen secara
simultan terhadap
variabel dependen.
d. Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel
independen mempengaruhi secara parsial terhadap variabel
dependen. Jika nilai signifikan kurang dari 0,05 maka hipotesis
diterima, artinya variabel independensecara parsialberpengaruh
terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan lebih dari 0,05 maka
hipotesis ditolak, artinya variabel independen secara parsial tidak
berpengaruh terhadap variabel
dependen.
26
DAFTAR PUSTAKA
Aeni, N. A. M., & Asyik, N. F. (2020). Pengaruh Profitabilitas,
Pertumbuhan Perusahaan, Struktur Modal, Ukuran Perusahaan
Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 8(7), 1-
17
Astuti, F. Y., Sugeng. W. & Mawardi, W. (2018). Analysis of Effect of Firm
Size, Institutional Ownership, Profitability, and Leverage on Firm
Value with Corporate Social Responsibility (CSR) Disclosure as
Intervening Variables (Study on Banking Companies Listed on BEI
Period 2012-2016). Jurnal Bisnis Strategi, 27 (2), 95 - 109.
Bakhtiar, H. A., Nurlaela, S., & Hendra, K. 2020. Kepemilikan
Manajerial, Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen, Komite
Audit dan Nilai Perusahaan. AFRE Accounting and Financial Review,
3(2), 136- 142.
Dewi, I. R., Puspitarini, D. A. & Panjaitan, Igrid (2021). Determinasi
Nilai Perusahaan Pada Sektor Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen, 11(1), 41-52.
[Link] v11i1.19329
Ferdiansyah, M. A. & Faisal, F. A. (2020). Faktor-Faktor Nilai Perusahaan:
Kajian Berdasarkan Modal Intelektual, Pertumbuhan dan Kinerja
Perusahaan. E- JurnalAkuntansi Vol. 30 No. 4, Hal. 911-921.
Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM
SPSS 25, Edisi 9. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hidayat, T. & Purnamasari, P. E. (2023). The Role Of Institutional
Ownership Moderating Capital Structure, Profitability, and Managerial
Ownership on Company Values. JurnalEkonomi, Manajemendan
Akuntansi, Vol. 13 (1), 153 - 171
Holly, A., Jao, R., Mardiana, A. & Tangke, P. (2023). Pengaruh
Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, dan Manajemen Aset
Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Accounting and Finance, Vol.7 (1),
12-26.
Kammagi, N. & Veny. (2023). Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas,
Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai
Perusahaan. JurnalAkuntansiBisnis Vol.16 No.1, Hal. 41-55.
Kushariani, A., Ananda, R., & Riandi, M. R. (2019). Effect of Corporate Social
Responsibility, Profitability, and Corporate Governance on Company
Value. Jurnal Akuntansi Trisakti, 5(1), 95.
[Link]
27
Nugroho, A., Indriyatni, L. & Widodo, U. (2022). Pengaruh Ukuran
Perusahaan, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Per usahaan
(Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan
Minumanyang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2020).
JurnalIlmiah Fokus EMBA, Vol. 01 (02).
Nurianah & Anshori, A. (2020). Analisis Struktur Kepemilikan, Faktor
Eksternal, Internal Terhadap Struktur Modal, Dividen, Nilai Perusahaan
Manufaktur. E-JurnalAkuntansi Vol. 30 No. 6, Hal. 1484- 1497.
Purba, J. T., & Africa, L. A. (2019). The Effect of Capital Structure,
Institutional Ownership, Managerial Ownership, and Profitability on
Company Value in Manufacturing Companies. The Indonesian
Accounting Review, 9(1), 27- 38.
Putra, R. D., & Gantino, R. (2021). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan
Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. Esensi: Jurnal
Bisnis dan Manajemen, 11(1), 81-
[Link]://[Link]/10.15408/ess.v11i1.20338
Ramdhonah, Z., Solikin, I., & Sari, M. (2019). Pengaruh Struktur Modal,
Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan (Studi
Empiris pada Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2013-2017). Jurnal Riset Akuntansi Dan
Keuangan, 7(1), 67-82. [Link]
Rokhayati, I., Achadi, A. & Purnomo, S. D. (2022). Analysis of Company
Characteristics to Company Value in Manufacturing Company Sector of
Consumption Goods Industry Listed In BEI. Jurnal Sosial dan
Pembangunan, 38(1), 106- 113.
Sari, P. N. & Husada, C. (2021). Pengaruh Struktur Kepemilikan
Terhadap Corporate Value Dengan Keputusan Investasi dan
Pendanaan Sebagai Moderating. JurnalKajian Ilmiah, Vol. 21 (1), 17 -
30.
Septiani, I. & Indrasti, A. W. (2021). Pengaruh Keputusan Investasi, Likuiditas,
Kebijakan Dividen, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan.
Jurnal Akuntansi danKeuangan, Vol. 10 (1).
Timotius & Setyawan, I. R. (2023). Pengaruh Pertumbuhan,
Leverage, Profitabilitas, dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai
Perusahan. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan, Vol.05 (1), 56-65.