0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Soal Penilaian Akhir Semester SMP VII

Dokumen ini adalah soal penilaian sumatif akhir semester untuk mata pelajaran MULOK di SMP Negeri Noeliu, yang mencakup berbagai pertanyaan pilihan ganda tentang pangan lokal, perubahan iklim, dan praktik pertanian di Timor Tengah Selatan. Soal-soal ini dirancang untuk menguji pemahaman siswa mengenai ketahanan pangan, keberagaman pangan lokal, dan teknik budidaya yang berkelanjutan. Ujian ini berlangsung selama 90 menit dan diadakan pada tanggal 3 Desember 2025.

Diunggah oleh

husen terjal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Soal Penilaian Akhir Semester SMP VII

Dokumen ini adalah soal penilaian sumatif akhir semester untuk mata pelajaran MULOK di SMP Negeri Noeliu, yang mencakup berbagai pertanyaan pilihan ganda tentang pangan lokal, perubahan iklim, dan praktik pertanian di Timor Tengah Selatan. Soal-soal ini dirancang untuk menguji pemahaman siswa mengenai ketahanan pangan, keberagaman pangan lokal, dan teknik budidaya yang berkelanjutan. Ujian ini berlangsung selama 90 menit dan diadakan pada tanggal 3 Desember 2025.

Diunggah oleh

husen terjal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMP NEGERI NOELIU
Jalan Eon Usif Desa Neke, Kode Pos : 85583

SOAL PENILAIAN SUMATIF AKHIR SEMESTER


Tahun Pelajaran 2025/2026

Mata Pelajaran : MULOK Hari / Tanggal : Rabu, 03 Desember 2025


Kelas / Semester : VII / 1 Waktu : 90 Menit

PETUNJUK UMUM
1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan
2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja
3. Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban
4. Gunakan waktu dengan efektif dan efisien
5. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas

I. PILIHAN GANDA
Pilihlah huruf A, B, C, atau D sebagai jawaban yang paling benar!
1. Jika terjadi perubahan iklim ekstrem yang menyebabkan gagal panen padi di TTS, jenis pangan yang
dapat menjadi sumber karbohidrat alternatif bagi masyarakat adalah ….
A. Sayuran daun hijau yang segar karena siklus panennya yang singkat
B. Buah – buahan musiman yang memiliki daya simpan lama
C. Kerupuk dan dodol karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi
D. Umbi–umbian dan biji–bijian karena tahan pada kering dan kurang subur
2. Seorang petani di TTS memutuskan untuk mengganti sebagian lahan pertaniannya dari menanam
padi menjadi menanan sorgum. Keputusan petani ini relevan dengan memanfaatkan pangan lokal
dalam aspek ….
A. Lingkungan dan keragaman hayati karena sorgum lebih adaptif terhadap iklim.
B. Identitas budaya karena sorgum merupakan tanaman warisan leluhur.
C. Ekonomi daerah sersumdukasi termasuk serumsu yang lebih dari padi.
D. Kesehatan masyarakat karena sorgum memiliki kandungan serat tinggi.
3. Berdasarkan pengertian pangan lokal menurut UU No.18 Tahun 2012 dan KBBI, produk yang dapat
dikategorikan sebagai pangan lokal adalah ….
A. Sebuah perusahaan besar di Kupang memproduksi keripik singkong dengan teknologi modern
dan menjualnya ke seluruh Indonesia.
B. Seorang petani di TTS menanam jagung secara turun – temurun dan menjual Sebagian hasil
panennya di pasar lokal.
C. Sebuah restoran di Jakarta menyajikan menu ikan bakar dengan bumbu khas NTT yang
didatangkan langsung dari Kupang.
D. Sebuah supermarket di Kupang menjual buah apel impor yang banyak diminati masyarakat
setempat.
4. Salah satu dampak langsung dari peningkatan suhu global akibat perubahan iklim adalah ….
A. Musim tidak berubah secara drastis
B. Menurunnya permukaan air laut secara signifikan dan dirasakan masyakaat pesisir pantai
C. Sering terjadinya gelombang panas dengan intensitas yang lebih tinggi
D. Berkurangnya resiko penularan penyakit menular
5. Konsekuansi utama bagi ekosistem dan keanekaragaman hayati akibat perubahan iklim adalah ….
A. Pergesaran habitat, pergeseran spesies dan perubahan dalam keseimbangan ekosistem.
B. Meningkatnya populasi semua spesies secara global karena kondisi lingkungan yang lebih
hangat.
C. Terbentuknya habitat baru yang lebih luas bagi berbagai jenis makhluk hidup
D. Berkurangnya penyebaran penyakit antar spesies dan perubahan dalam keseimbangan
ekosistem.
6. Tindakan sederhana yang paling efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sisa makanan
adalah ….
A. Mengelolah makanan sisa menjadi hidangan lain atau kompos.
B. Membeli makanan dalam jumlah besar agar tidak perlu sering berbelanja.
C. Membuang semua sisa makanan ke tempat sampah yang tertutup rapat.
D. Memberikan makanan sisa kepada hewan peliharaan.
7. Kemampuan pangan lokal untuk beradaptasi dengan cuaca dan kondisi iklim setempat menjadi
penting untuk ketahanan iklim karena ….
A. Pangan lokal membutuhkan lebih sedikit air dan pupuk untuk tumbuh
B. Pangan lokal memiliki masa panen yang lebih singkat dibandingkan pangan dari luar daerah.
C. Pangan lokal memiliki rasa yang lebih enak dan disukai masyarakat setempat.
D. Pangan lokal lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan serangan hama penyakit lokal.
8. Keberagaman pangan lokal memiliki peran penting dalam ketahanan diri iklim karena ….
A. Memungkinkan masyarakat untuk memilih pangan lokal yang paling murah saat terjadi krisis
ekonomi.
B. Menyediakan berbagai sumber nutrisi yang berbeda sehingga masyarakat tidak tergantung pada
satu jenis pangan tertentu.
C. Menciptakan daya tarik wisata kuliner yang dapat meningkatkan pendapatan daerah.
D. Memudahkan petani untuk menentukan jenis tanaman yang paling menguntungkan untuk
ditanam.
9. Mempertahankan dan mengembangkan budidaya Jali (Sone) di TTS sangat penting dalam konteks
ketahanan iklim karena ….
[Link] (Sone) memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasar internasional
[Link] (Sone) membutuhkan teknologi budidaya modern yang dapat meningkatkan efisiensi
pertanian.
[Link] (Sone) merupakan pangan lokal yang hampir punah dan sebagai sumber pangan alternatif.
[Link] (Sone) memiliki rasa yang lebih unggul dibandingkan sumber karbohidrat lainnya.
10. Minyak kelapa merupakan salah satu contoh pangan lokal penghasil lemak di TTS. Lemak memiliki
peran penting dalam tubuh, salah satunya adalah ....
A. Membantu pembentukan otot dan tulang
B. Meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit
C. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh
D. Sebagai sumber energi cadangan dan membantu penyerapan vitamin tertentu.
11. Vitamin memiliki fungsi spesifik dalam menjaga kesehatan. Jika seorang anak di TTS mengalami
masalah penglihatan di malam hari, pangan lokal yang sebaiknya ditingkatkan konsumsinya
berdasarkan kandungan Vitamin A adalah ….
A. Daun pepaya C. Jambu biji
B. Jeruk keprok D. Pisang luan

12. Berdasarkan fungsi pangan lokal secara umum di dalam tubuh, kelompok zat gizi yang berperan
utama sebagai sumber tenaga agar masyarakat TTS dapat melakukan aktivitas sehari-hari adalah ….
A. Protein dan Vitamin C. Karbohidrat dan Lemak
B. Mineral dan Serat D. Vitamin dan Mineral
13. Petani di TTS seringkali menanam jagung secara tumpang sari dengan jenis tanaman kacang-
kacangan sebagai sumber protein nabati. Jenis protein yang bisa ditanam bersama jagung adalah ….
A. Pepaya B. Kacang tanah C. Cabe rawit D. Jahe
14. Kelor merupakan salah satu jenis sayuran lokal yang dibudidayakan di TTS dan dikenal memiliki
banyak manfaat gizi. Jika sebuah keluarga ingin meningkatkan asupan vitamin dan mineral dari
pekarangan rumah mereka, kelor menjadi pilihan yang baik untuk dibudidayakan karena ….
A. Kelor memiliki rasa yang lebih disukai anak-anak dibandingkan sayuran lain.
B. Kelor membutuhkan lahan yang sangat luas untuk tumbuh optimal.
C. Kelor hanya dapat dipanen pada musim tertentu.
D. Kelor relatif mudah tumbuh dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi pada daunnya.
15. Dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, praktik budidaya tanaman pangan lokal di TTS
sebaiknya mempertimbangkan prinsip konservasi tanah dan air. Contoh praktik budidaya yang sesuai
dengan prinsip ini adalah ….
A. Pembuatan terasering pada lahan miring untuk mencegah erosi.
B. Penanaman satu jenis tanaman secara terus-menerus di lahan yang sama.
C. Penggunaan pupuk kimia secara intensif untuk meningkatkan hasil panen.
D. Pengolahan lahan secara terus-menerus tanpa rotasi tanaman.
16. Penentuan jarak tanam yang optimal merupakan bagian penting dari teknik penanaman. Jarak tanam
yang terlalu rapat dapat mengurangi hasil panen tanaman kacang tanah karena ….
A. Kelembaban di sekitar tanaman meningkat sehingga memicu pertumbuhan jamur.
B. Tanaman akan sulit mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk fotosintesis.
C. Akar tanaman akan saling berebut unsur hara di dalam tanah.
D. Semua jawaban di atas benar.
17. Pemupukan tambahan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman selama masa
pertumbuhan. Pemberian pupuk organik seperti kompos seringkali lebih dianjurkan dalam jangka
panjang dibandingkan pupuk anorganik (kimia) karena ….
A. Pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah
yang menguntungkan, dan menyediakan nutrisi secara berkelanjutan.
B. Pupuk anorganik lebih murah dan mudah didapatkan di pasaran.
C. Pupuk anorganik memiliki kandungan unsur hara yang lebih lengkap.
D. Pupuk organik memberikan nutrisi yang lebih cepat diserap oleh tanaman.
18. Kemajuan teknologi pertanian menawarkan berbagai inovasi dalam teknik budidaya. Jika seorang
petani di TTS memiliki modal terbatas, teknologi sederhana yang paling mungkin memberikan
dampak signifikan terhadap efisiensi penggunaan air dalam irigasi adalah ….
[Link] sistem irigasi tetes sederhana menggunakan botol plastik bekas atau selang kecil.
[Link] drone untuk memantau kondisi kelembaban lahan dari udara.
[Link] bendungan besar untuk menampung air hujan dalam skala luas.
[Link] sensor kelembaban tanah yang terhubung dengan sistem irigasi otomatis.
19. Penggunaan pestisida kimia dalam budidaya modern memang efektif memberantas hama, namun
memiliki potensi dampak negatif. Dampak negatif yang paling mungkin terjadi akibat penggunaan
pestisida kimia secara berlebihan pada tanaman pangan lokal adalah ….
A. Hasil panen menjadi lebih tahan lama terhadap pembusukan.
B. Meningkatnya minat konsumen terhadap produk organik.
C. Penurunan kesuburan tanah dalam jangka panjang akibat rusaknya mikroorganisme tanah.
D. Peningkatan biaya produksi karena harga pestisida mahal.
20. Pengolahan pasca panen secara tradisional seperti penjemuran di bawah sinar matahari memiliki
keterbatasan dalam skala besar dan kualitas yang konsisten. Teknologi pengolahan pasca panen
modern yang dapat mengatasi keterbatasan ini untuk komoditas jagung adalah ….
A. Penggunaan alat pengering bertenaga surya skala kecil.
B. Penggunaan mesin pengering dengan suhu dan waktu yang terkontrol
C. Penyimpanan jagung pipil dalam karung terbuka di gudang.
D. Menjual jagung segar segera setelah panen.
21. Sentra industri mikro di TTS memproduksi keripik ubi ungu dengan menggunakan mesin
penggoreng vakum. Keuntungan utama mesin penggoreng vakum (modern) dibandingkan dengan
penggorengan wajan besi (tradisional) adalah ....
A. Biaya produksi yang lebih murah karena penggunaan minyak lebih sedikit
B. Tekstur yang lebih renyah dan warna yang lebih terjaga karena prose penggorengan pada suhu
rendah dan tekanan vakum
C. Proses penggorengan yang lebih cepat sehingga meningkatkan efisiensi produksi
D. Rasa keripik yang lebih otentik karena terkontaminasi asap dari kayu bakar
22. Meskipun teknik modern menawarkan kemudahan, sebagian masyarakat TTS masih
mempertahankan teknik memasak tradisional, hal ini dikarenakan ....
A. Peralatan modern sulit didapatkan dan mahal harganya diwilayah pedesaan
B. Biaya memasak tradisional lebih murah karena menggunakan bahan dan peralatan sederhana
C. Adanya nilai budaya, sejarah dan identitas lokal yang melekat pada proses dan hasil masakan
tradisional
D. Rasa masakan tradisional dianggap lebih enak dan lebih sehat dibandingkan dengan masakan
modern
23. Makanan khas TTS seperti jagung bose yang disantap bersama daging se’i dan sambal luat menjadi
bagian dari ....
A. Identitas budaya lokal yang menbedakan TTS dengan daerah lain
B. Menu makanan sehari – hari yang praktis
C. Strategi pemasaran produk pangan lokal
D. Upaya meniru kuliner dari daerah lain yang lebih populer
24. Praktik gotong – royong dalam mengolah hasil panen di TTS, mulai dari menyiapkan lahan hingga
pasca panen, mencerminkan nilai ....
A. Efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan cepat
B. Solidaritas, kebersamaan dan kerjasama antar anggota masyarakat
C. Ketergantungan pada bantuan pihak luar
D. Cara untuk mengurangi biaya produksi pertanian
25. Nilai budaya dan tradisi dalam pengolahan pangan lokal di TTS penting untuk dijaga agar ....
A. Mempertahankan keberlanjutan budayan keberagaman kuliner dan meningkatkan kualitas hidup
masyarakat
B. Teknik pengolahan pangan tidak mengalami perubahan
C. Makanan lokal memiliki harga jual yang lebih tinggi
D. Menarik wisatawan datang ke TTS
26. Penggunaan mesin pengupas umbi – umbian dalam industri pengolahan pangan lokal di TTS
memberikan dampak positif berupa ....
A. Efisiensi waktu dan tenaga kerja
B. Peningkatan kualitas nutrisi produk olahan
C. Pengurangan limbah kulit hasil pengupasan
D. Peningkatan daya tarik visual produk akhir
27. Perbedaan antara pengolahan pangan lokal tradisional dan modern dalam hal pendekatan terletak
pada ....
A. Jenis bahan baku yang digunakan
B. Keterampilan tenaga kerja yang dibutuhkan
C. Tingkat kebersihan dan keamanan pangan yang diterapkan
D. Fokus utama dalam proses pengolahan (budaya vs efisiensi)
28. Penggunaan bahan baku impor dalam pengolahan modern dapat menberikan keuntungan berupa ....
[Link] produksi yang lebih rendah dibandingkan bahan baku lokal
[Link] terhadap ekonomi petani lokal
[Link] rasa yang sulit ditiru oleh produk lain
[Link] bahan baku tidak tersedia atau kualitas kurang baik di lokal
29. Mengonsumsi berbagai jenis ikan dalam seminggu merupakan contoh penerapan B2SA pada
aspek ....
A. Bergizi B. Aman C. Beragam D. Seimbang
30. Alasan pentingnya masyarakat TTS mengonsumsi makanan yang beragam berdasarkan konsep
B2SA adalah ....
A. Agar makanan terasa lebih enak dan tidak membosankan
B. Untuk memastikan tubuh mendapatkan semua jenis zat gizi yang dibutuhkan
C. Agar harga makanan menjadi lebih terjangkau karena bisa memilih berbagai jenis pangan lokal
D. Untuk melestarikan berbagai resep tradisional yang menggunakan bahan lokal beragam
31. Pilihan kombinasi makanan berikut yang paling sesuai dengan konsep B2SA untuk satu kali makan
adalah .....
A. Nasi, ikan bakar, tumis kangkung dan pepaya
B. Nasi goreng dengan telur mata sapi dan kerupuk
C. Mie instan dengan kornet dan telur
D. Roti putih dengan selai kacang dan susu kental manis
32. Jika sebuah warung makan di SoE menyajikan se’i dengan porsi daging yang sangat banyak namun
minimnya sayuran, aspek B2SA yang diabaikan adalah ....
A. Aman B. Bergizi C. Seimbang D. Beragam
33. Upaya sebuah restoran di TTS menyajikan olahan ikan lokal yang diolah dengan teknik higienis dan
bebas dari bahan pengawet berbahaya, secara langsung mendukung aspek B2SA ....
A. Bergizi B. Aman C. Beragam D. Seimbang
34. Teknik perebusan sering digunakan untuk menyajikan sayuran, keuntungannya yaitu ....
A. Membuat sayuran menjadi lebih renyah dan gurih
B. Menghasilkan sayuran dengan warna yang lebih menarik
C. Memperpanjang masa simpan sayuran secara signifikan
D. Mempertahankan kelembutan dan nutrisi dalam sayuran serta meminimalkan penggunaan
minyak
35. Dalam penyajian olahan pangan lokal untuk acara adat, tujuan menyajikan jagung bose dalam batok
kelapa adalah ....
A. Mengurangi penggunaan piring kemarik yang mahal
B. Melestarikan keaslian dan tradisi penyajian lokal
C. Memudahkan tamu untukm membawa pulang sisa makanan
D. Mempertahankan suhu makanan agar tetap hangat
36. Contoh teknik penyajian yang praktis adalah ....
A. Menyajikan makanan dengan menggunakan peralatan makan khusus yang sulit dibersihkan
B. Menyajikan setiap komponen makanan secara terpisah dalam banyak wadah kecil
C. Menyajikan makanan dalam satu wadah yang mudah dibawa dan dikonsumsi
D. Menghias setiap porsi makanan dengan ukiran sayuran yang rumit
37. Seorang siswa menbawa bekal makan ke sekolah, saat jam istirahat ia memakannya namun nasi
terasa agak asam. Menurut prinsip B2SA nasi tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi karena ....
A. Rasanya sudah tidak enak
B. Nasi yang asam sudah kehilangan gizinya
C. Perubahan rasa bisa mengindikasi adanya bakteri yang menghasilkan racun
D. Nasi yang asam sulit dicerna oleh tubuh
38. Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan atau mengonsumsi makanan bertujuan untuk
mencegah ....
A. Makanan menjadi cepat dingin
B. Transfer cemaran mikrobiologi yang dapat menyebabkan penyakit
C. Penurunan nilai gizi makanan
D. Makanan menjadi lebih asin
39. Tindakan yang paling efektif mendorong siswa memilih makanan yang bergizi dan seimbang di
kantin sekolah adalah ....
[Link] pilihan menu yang beragam dari semua kelompok makanan dengan informasi nilai
gizi dan harga yang terjangkau
[Link] makanan dengan harga yang sangat murah agar semua siswa mampu membeli
[Link] siswa membawa bekal dari rumah agar terjamin keamanannya
[Link] hanya satu jenis makanan agar siswa tidak bingung memilih
40. Dalam memilih telur dipasar, tindakan yang paling tepat adalah ....
A. Memilih telur dengan cangkang yang bersih, tidak retak dan tidak ada tanda kotoran
B. Memilih telur dengan cangkang yang paling besar
C. Memilih telur dengan warna cangkang yang paling menarik
D. Memilih telur dengan harga yang paling murah

II. ESSAY
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
41. Sebutkan jenis-jenis pangan lokal yang anda ketahui dan berada disekitar lingkungan anda!
42. Sebutkan teknik budidaya tanaman pangan lokal !
43. Berdasarkan praktek yang telah anda lakukan, sebutkan menu yang kelompok anda sajikan!
44. Jelaskan bagaiamana proses pembuatan menu yang kelompok anda sajikan !
45. Sebutkan kepanjangan dari B2SA !

SELAMAT BEKERJA…..

Anda mungkin juga menyukai