MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
Nama Sekolah : MA DARULMAGHFIROH
Nama Penyusun : SAHRODIN, S. [Link]
Mata Pelajaran : Seni Budaya
Kelas/ Semester : X (Tujuh) / I (Ganjil)
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
SENI MUSIK FASE E KELAS XII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : SAHRODIN, S. Pd. I. MM
Institusi : MA DARUL MAGHFIROH
Tahun Penyusunan : Tahun 2025
Jenjang Sekolah : SMA/ MA
Mata Pelajaran : Seni Musik
Fase E, Kelas / Semester : XII (Dua Belas) / I (Ganjil)
Unit 1 : Apresiasi Musik
Kegiatan Pembelajaran 1 : Mengapresiasi Musik
Alokasi Waktu : 4 JP (2 kali tatap muka x 2x45 menit)
Capaian Pembelajaran Fase E : Pada akhir Fase E, peserta didik mampu
menyimak dengan baik dan cermat,
melibatkan diri secara aktif dan kreatif
dalam pengalaman atas bunyi-musik.
Peserta didik menunjukkan kepekaannya
terhadap unsur-unsur bunyi-musik dan
kepekaan serta menunjukan adanya
penambahan wawasan atas beragam
konteks dari sajian musik seperti: lirik
lagu, kegunaan musik yang dimainkan,
era, style, kondisi sosial-budaya, ekologis,
dan sebagainya. Peserta didik
menghasilkan gagasan dan karya musik
yang otentik dengan menunjukkan
kepekaan terhadap unsur- unsur bunyi-
musik dan memperlihatkan pengetahuan
dan pemahaman atas keragaman konteks.
Peserta didik mampu melibatkan praktik-
praktik selain musik (bentuk seni lain,
pelibatan dan penggunaan teknologi yang
sesuai) baik secara terencana maupun
situasional sesuai kaidah tata bunyi/musik.
Elemen : Mengalami (Experiencing)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menyimak dengan baik dan cermat,
melibatkan diri secara aktif dalam
pengalaman atas bunyi- musik, peka dan
paham, serta secara sadar melibatkan konteks
sajian musik dan berpartisipasi aktif dalam
sajian musik secara luas.
Merefleksikan (Reflecting)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menyimak dengan baik dan cermat,
melibatkan diri secara aktif dalam
pengalaman atas bunyi- musik, peka dan
paham, serta secara sadar melibatkan konteks
sajian musik dan berpartisipasi aktif dalam
sajian musik secara luas.
Berpikir dan Bekerja Secara Artistik
(Thinking and Working Artistically)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menyimak dan menjalani kebiasaan bermusik
secara baik dan cermat, serta menunjukkan
tingkat kepekaan yang tinggi akan unsur-
unsur bunyi-musik, pengetahuan dan
pemahaman bermusik, serta keberagaman
konteks musik, dalam praktik musik yang
terencana secara sadar maupun situasional
akan kaidah tata bunyi-musik.
Menciptakan (Creating)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menghasilkan gagasan dan karya musik yang
otentik dalam sebuah sajian dengan kepekaan
akan unsur-unsur bunyi-musik baik intrinsik
maupun ekstrinsik, keragaman konteks,
melibatkan praktik-praktik selain musik
(bentuk seni yang lain, penerapan dan
penggunaan teknologi yang sesuai) baik
secara terencana maupun situasional sesuai
dan sadar akan kaidah tata bunyi/musik.
Berdampak (Impacting) bagi diri sendiri
dan orang lain
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menjalani kebiasaan baik dan rutin dalam
berpraktik musik dan aktif dalam kegiatan-
kegiatan bermusik lewat bernyanyi,
memainkan media bunyi-musik dan
memperluas wilayah praktik musiknya
dengan praktik-praktik lain di luar musik,
serta penambahan wawasan akan
keberagaman konteks bermusik: lirik lagu,
kegunaan musik yang dimainkan, era, style,
kondisi sosial-budaya, ekologis, dan lain-
lainnya, yang dapat berdampak bagi
perbaikan dan kemajuan diri sendiri secara
utuh dan bersama.
B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik mampu mengamati, merefleksikan, mengevaluasi, serta
mengapresiasi musik dengan baik dan sesuai.
2. Menyimak dengan baik dan cermat, melibatkan diri secara aktif dalam pengalaman
atas bunyi musik. Memiliki kepekaan dan pemahaman dalam bermusik sehingga
secara sadar melibatkan konteks sajian musik. Berpartisipasi aktif dalam sajian
musik secara luas.
3. Menghasilkan kritik musik dengan kepekaan unsur-unsur bunyi musik.
4. Menjalani kebiasaan yang baik dalam kegiatan bermusik dan keragaman konteks.
5. Mendapatkan pengalaman berharga bagi perbaikan dan kemajuan diri sendiri
secara individu maupun kelompok.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Mandiri,
Kreatif
Berkebhinnekaan global
D. SARANA DAN PRASARANA
a. Laptop,
b. Alat bantu audio (penguat suara),
c. Internet,
d. LCD Proyektor,
e. Video musik, film musik, atau audio yang berkaitan dengan apresiasi musik,
f. Gambar yang berkaitan dengan komponis dan tokoh seni untuk mendukung proses
pembelajaran apresiasi musik,
g. Media lain, seperti ponsel.
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Tatap Muka.
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Bab :
1. Peserta didik dapat mengapresiasi pertunjukan karya seni yang berdampak pada
perkembangan karakter diri sendiri, sesama, serta mendukung persatuan dan
kesatuan bangsa.
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi ragam musik yang ada di Indonesia.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur dasar musik.
4. Peserta didik dapat memberikan penilaian atas karya pribadi dan karya orang lain
sebagai bagian dari apresiasi musik.
Tujuan Pembelajaran Subbab :
12.1.1. Peserta didik mampu mendeskripsikan makna apresiasi dengan tepat.
12.1.2. Peserta didik mempunyai sikap apresiatif dan mampu menganalisis karya
musik.
12.1.3. Peserta didik mampu mengapresiasi karya musik dengan benar.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik dapat berbagi pengalaman mengapresiasi tersebut dalam bentuk
kelompok.
Peserta didik diharapkan memiliki sikap apresiatif agar mampu mengevaluasi
hingga mengkritik sebuah karya musik.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Bagaimana cara mengapresiasi karya seni musik?
Apa yang dimaksud dengan mengapresiasi mendengarkan musik?
4 Apa yang dimaksud dengan mengapresiasi seni music?
Bagaimana cara mengapresiasikan musik daerah?
Bagaimana sikap apresiatif terhadap musik?
Jelaskan apa yang dimaksud dengan apresiasi karya seni musik?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Persiapan Pembelajaran
Guru perlu mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan kegiatan belajar mengajar
agar pelaksanaan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Guru
haruslah membaca dan mempelajari materi apresiasi. Contoh lagu disediakan dalam
buku panduan bagian pengayaan guru. Selain itu, guru juga dapat mempersiapkan
dan memilih contoh materi di luar dari materi yang sudah disediakan pada buku
panduan.
Peralatan dan media pembelajaran yang harus dipersiapkan antara lain:
a. Laptop,
b. Alat bantu audio (penguat suara),
c. Internet,
d. LCD Proyektor,
e. Video musik, film musik, atau audio yang berkaitan dengan apresiasi musik,
f. Gambar yang berkaitan dengan komponis dan tokoh seni untuk mendukung
proses pembelajaran apresiasi musik,
g. Media lain, seperti ponsel.
2. Kegiatan Pembelajaran
Prosedur pembelajaran ini merupakan panduan praktis bagi guru agar dapat
mengembangkan aktivitas pembelajaran seni musik secara mandiri, efektif, dan
efisien di kelas masing-masing. Melalui prosedur pembelajaran yang disampaikan
ini, guru diharapkan dapat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan dan
menghidupkan aktivitas pembelajaran di kelas. Dengan demikian, pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Setelah guru
memahami tujuan pembelajaran serta mempersiapkan media pembelajaran di atas¸
maka guru dapat melakukan prosedur pembelajaran sebagai berikut:
a. Kegiatan Pembuka (15 menit)
1) Guru secara acak memberikan kesempatan kepada salah satu peserta didik
untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-
masing sebelum pembelajaran dimulai.
2) Setelah selesai berdoa¸ guru mengondisikan kelas agar peserta didik memulai
pembelajaran dengan baik.
3) Guru menelaah materi belajar yang telah diberikan sebelumnya.
4) Guru memberikan informasi terhadap aktivitas dan tujuan belajar.
b. Kegiatan Inti (60 Menit)
1) Guru menggali pengetahuan apresiasi kepada peserta didik dengan bertanya.
2) Guru menjelaskan definisi, sikap, jenis apresiasi musik sesuai pada bagian
materi buku ajar.
3) Guru memberikan contoh apresiasi musik, sesuai dengan materi dalam buku
ajar.
4) Guru dapat menyajikan data audio, audio visual, maupun gambar pertunjukan
musik yang terdapat pada bagian pengayaan guru.
5) Peserta didik dapat mengutarakan pendapat, hasil dari menyimak contoh data
audio, audio visual, maupun gambar pertunjukan musik yang sudah
ditampilkan.
6) Guru dapat memutar kembali contoh musik yang ada dalam buku ajar, untuk
membantu peserta didik lebih menghayati karya musik.
7) Guru dapat menghentikan atau mengarahkan komentar peserta didik apabila
tidak sesuai dengan konteks apresiasi musik.
8) Guru mendiskusikan dengan siswa mengenai kriteria penilaian apresiasi pada
rubrik, yaitu:
c. Kegiatan Penutup (15 menit)
1) Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang
disampaikan oleh setiap peserta didik.
2) Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mencari contoh-contoh
karya musik yang berhubungan dengan keindonesiaan. Peserta didik diminta
untuk menuliskan hasil refleksi terhadap musik tersebut terkait dengan
mengapresiasi karya musik.
3) Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
4) Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang apresiasi musik.
5) Guru menutup pelajaran dan memberikan kesempatan kepada peserta didik
lain untuk memimpin doa bersama usai pembelajaran.
3. Pembelajaran Alternatif
Guru dan peserta didik saling berbagi pengalaman pribadi perihal apresiasi musik.
Peserta didik dapat mencari artikel perihal apresiasi musik pada buku, surat kabar,
majalah. Artikel tersebut disusun dalam sebuah kliping kemudian dipresentasikan di
kelas.
E. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian
Penilaian dilaksanakan secara holistik dan sistematis pada seluruh aktivitas
pembelajaran¸ baik kegiatan pembuka¸ inti¸ maupun penutup. Selain itu¸ penilaian
dilakukan dengan memperhatikan capaian pembelajaran¸ sikap spiritual dan sosial¸
serta aspek keterampilan. Oleh karena itu, penilaian yang dapat dilakukan oleh guru
di dalam kegiatan pembelajaran satu meliputi:
1. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dilakukan melalui pengamatan (observasi) guru selama kegiatan
pembelajaran satu berlangsung. Penilaian sikap dilakukan dengan tujuan agar guru
mampu melihat kemampuan peserta didik dalam menunjukan sikap perilaku cinta
NKRI dalam kehidupan sehari-hari (civic disposition). Pedoman penilaian yang
dapat digunakan oleh guru, sebagai berikut:
2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan melalui tes soal yang dilakukan oleh guru setelah
kegiatan pembelajaran berlangsung. Soal tersebut meliputi pilihan ganda, benar
salah, dan esai. Penilaian pengetahuan dilakukan agar guru mampu melihat
pengetahuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mendukung pembelajaran.
Pedoman penilaian yang dapat digunakan oleh guru yaitu:
3. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan melalui pengamatan (observasi) guru selama
kegiatan pembelajaran berlangsung. Penilaian keterampilan dilakukan dengan tujuan
agar guru mampu melihat kemampuan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
satu. Berikut ini pedoman penilaian yang dapat digunakan oleh guru:
F. REFLEKSI GURU
Refleksi Guru
Refleksi guru merupakan penilaian yang dilakukan oleh guru itu sendiri atas
pembelajaran yang telah dilaksanakan. Penilaian meliputi persiapan¸ pelaksanaan,
hingga evaluasi kegiatan pembelajaran. Refleksi guru bertujuan untuk menilai
kekurangan dari kegiatan pembelajaran untuk dijadikan bahan evaluasi pembelajaran
berikutnya.
Tabel 1.4. Pedoman Refleksi Guru
No. Pertanyaan Jawaban
1. Apakah pemilihan media pembelajaran
telah mencerminkan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai?
2. Apakah gaya penyampaian materi mampu
ditangkap oleh pemahaman peserta didik?
3. Apakah keseluruhan pembelajaran dapat
memberikan makna pembelajaran yang
hendak dicapai?
4. Apakah pelaksanaan pembelajaran tidak
keluar dari norma-norma?
5. Apakah pelaksanan pembelajaran hari ini
dapat memberikan semangat kepada
peserta didik untuk lebih antusias dalam
pembelajaran selanjutnya?
Refleksi Peserta Didik :
1. Apakah ada hambatan atau kesulitan?
2. Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?
3. Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?
4. Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu
berikan pada usaha yang kamu lakukan?
5. Bagiamana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan?
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan dan Tugas selanjutnya
Agar peserta didik dapat lebih memahami maksud dan tujuan, guru dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca dan melatih materi yang diberikan, yaitu:
1. Mencari, menonton, dan mendengarkan berbagai jenis musik yang ada di
Indonesia.
2. Memperhatikan makna lirik sebuah lagu.
3. Mencari berbagai tokoh seni dan komponis Indonesia sesuai dengan musik yang
diminati.
Remedial
1. Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang capaian pembelajarannya (CP)
belum tuntas.
2. Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum tuntas mencapai capaian
pembelajaran (CP)
3. Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum tuntas dalam bentuk
pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok, pemanfaatan tutor
sebaya bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil
analisis penilaian.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama : ………………..
Kelas : ………………..
Petunjuk!
Petunjuk pengerjaan!
Pilihan Ganda
Petunjuk pengerjaan!
Berilah tanda silang (X) untuk pilihan a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar!
1. Apresiasi musik dapat dilakukan dengan melihat sebuah pertunjukan, baik
langsung (luring) atau daring. Salah satu contohnya adalah ajang pencarian bakat
di televisi yang menjadi daya tarik tersendiri. Berikut acara musik yang dapat
diapresiasi oleh masyarakat, kecuali:
a. Master Chef Indonesia d. Indonesian Idol
b. The Mask Singer Indonesia e. Kontes Dangdut Indonesia
c. The Voice Indonesia
2. Mengetahui tokoh-tokoh seni, komponis, pekerja seni, yang mempunyai kontribusi
penting terhadap bangsa dan masyarakat adalah upaya nyata yang harus dilakukan
saat ini. Hal tersebut merupakan sikap ...
a. Menghargai profesi seni d. Manfaat seni
b. Komunikasi seni e. Sikap interaktif
c. Memahami seni
Benar atau Salah
Petunjuk pengerjaan!
Berikan tanda centang (√) pada kolom benar jika pernyataan benar atau kolom salah
jika pernyataan salah!
No. Pernyataan Benar Salah
1. Lagu “Nusantara III” dibuat oleh grup Koes Plus
48 tahun silam.
2. Apresiasi mengandung makna pengenalan atau
kepekaan batin dan pemahaman nilai keindahan.
Esai
Petunjuk pengerjaan!
Ungkapkanlah dengan pernyataan sesuai yang telah dipelajari atau pun dipraktekkan
1. Hal apa saja hal yang dapat kamu apresiasi dalam sebuah pertunjukan seni?
Jelaskan!
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
BAHAN BACAAN
1. Definisi Apresiasi
Istilah apresiasi sering kita temukan, ucapkan, dan dengarkan terkait dengan film,
lukisan, teater, juga musik. Istilah apresiasi berasal dari bahasa Latin apreciatio yang
berarti menghargai atau mengindahkan. Gove dalam Aminudin (1995:34),
mendefinisikan apresiasi dengan konteks lebih luas. Apresiasi mengandung makna
pengenalan atau kepekaan batin, dan pemahaman/pengakuan terhadap nilai keindahan
yang diungkapkan. Dalam seni, apresiasi dapat diartikan sebagai kegiatan manusia
(individu) dalam menghargai atau menilai karya seni. Banyak cara untuk
mengapresiasi seni (musik), hal ini dapat dimulai dari pengenalan karya seni (musik).
Cara yang dimaksud yakni dengan mendengarkan dan menonton pertunjukan musik,
mengevaluasi karya musik, serta mengkritik sebuah karya musik.
Dampak yang diinginkan dari aktivitas tersebut adalah peserta didik dapat mengenal
jenis musik, nama personil kelompok atau grup musik, mengetahui arti lirik lagu,
sampai dengan instrumen (alat musik) yang digunakan. Proses pengenalan yang
menyenangkan akan membuat peserta didik termotivasi untuk mengetahui lebih lanjut
tentang karya tersebut.
2. Sikap Apresiatif terhadap Musik
Seni musik merupakan salah satu unsur kebudayaan. Musik terus berubah dan
berkembang sesuai zaman. Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan
mampu memahami ragam musik, mengenal para komponis musik, mengetahui media
musik. Sikap apresiatif meliputi kemampuan mengklasifikasi, mendeskripsikan, dan
menganalisis karya musik. Kemampuan mengapresiasi musik didukung dengan
pengetahuan mengenai teori musik, sejarah musik, harmoni. Aktivitas tersebut dapat
dilatih secara lisan, praktik maupun tulisan.
3. Jenis Apresiasi
Apresiasi terhadap karya seni dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Apresiasi Empatik
Aktivitas menghargai suatu karya seni yang dapat diterima secara inderawi. Pada
pertunjukan musik, kita melihat kekompakan penampilan sebuah kelompok musik.
Kita tertarik untuk mengetahui prosesnya mulai dari proses latihan, pemilihan alat,
dan aksi panggung.
b. Apresiasi Estetis
Aktivitas menghargai suatu karya seni dengan pengamatan dan penghayatan secara
mendalam. Misalnya, kita mengevaluasi sebuah pertunjukan seni dalam hal teknis
pertunjukan, kekompakan, dan tata panggung.
c. Apresiasi Kritik
Aktivitas menghargai atau menilai suatu karya seni dengan melibatkan analisis,
deskripsi, klasifikasi, serta menyimpulkan secara langsung dan nyata. Hal ini dapat
ditemukan pada ajang pencarian bakat (Indonesian Idol, The Voice Indonesia,
D’Academy, The Mask Singer Indonesia) dan kompetisi musik yang membutuhkan
penilaian secara lengkap dan mendalam.
4. Komunikatif dan Interaktif
Seni dapat dipersepsikan oleh satu individu dengan individu yang lain secara berbeda.
Kegiatan mengapresiasi seni diharapkan dapat menumbuhkan sikap positif dalam diri
peserta didik. Dua di antaranya adalah sikap komunikatif dan interaktif secara santun
serta efektif pada proses pembelajaran. Penerapan sikap tersebut terwujud dalam
diskusi musik, kunjungan pertunjukan musik, kunjungan pameran atau sanggar
musik. Melalui kedua sikap tersebut, siswa dapat mengamalkan perilaku positif,
optimis dalam berinteraksi dengan masyarakat serta lingkungan, dalam konteks lokal
dan nasional.
5. Menghargai Profesi Seni
Lingkup dunia seni yang luas membuka lahan profesi untuk siapa saja yang memiliki
imajinasi, kreativitas, dan apresiasi tinggi terhadap estetika. Profesi yang terkait
dengan bidang seni antara lain pelukis, direktur artistik, desainer, edukator, kurator,
dan penyanyi. Mengenalkan tokoh-tokoh seni budaya khususnya seni musik yang
berkontribusi penting terhadap bangsa dan masyarakat adalah upaya nyata yang harus
dilakukan. Jika proses mengenalkan tersebut dilakukan secara berulang, maka akan
memupuk empati. Dengan demikian, rasa empati peserta didik berdampak pada
penghargaan terhadap profesi maupun karya seni.
6. Manfaat Apresiasi Musik
Terdapat lima manfaat apresiasi seni musik yang dapat guru dan peserta didik kenali,
yaitu:
a. Meningkatkan kecintaan terhadap karya seni musik. Guru memfasilitasi peserta
didik melakukan kegiatan menonton video seni musik yang meningkatkan
kecintaan terhadap karya musik.
b. Mengenal bentuk atau objek karya seni. Guru melibatkan peserta didik
mengenalkan bentuk-bentuk karya musik.
c. Sarana melakukan kritik karya musik. Guru melibatkan peserta didik untuk
melakukan kritik terhadap karya musik.
d. Sarana melakukan penilaian, hiburan, empati, dan edukasi.
e. Mengembangkan kemampuan mengapresiasi seni musik.
7. Mengapresiasi Karya Musik
Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam mengapresiasi karya musik.
Salah satunya dengan mengapresiasi lirik lagu. Pada contoh berikut, peserta didik
akan mengapresiasi lirik lagu grup musik Koes Plus bertemakan Nusantara. Koes Plus
merupakan salah satu legenda grup musik di Indonesia. Karya-karya Koes Plus
memberikan berbagai sudut pandang kontekstual, salah satunya lagu yang berjudul
“Nusantara III”.
Guru perlu mempersiapkan diri dalam mengajak peserta didik melihat beberapa video
lagu-lagu Koes Plus. Lagu yang disarankan yakni lagu bertema Nusantara/Indonesia.
Salah satu contohnya adalah lagu “Nusantara III”. Guru memberi gambaran tentang
arti lirik pada lagu “Nusantara III” dikaitkan dengan situasi serta kondisi zaman, baik
saat lagu tersebut diciptakan maupun relevansinya dengan situasi terkini. Lagu
“Nusantara III” secara garis besar menggambarkan negara Indonesia yang kaya akan
sumber daya alam. Pesan yang disampaikan dalam lagu tersebut yaitu seluruh rakyat
wajib menjaga sumber daya alam tersebut, supaya dapat dinikmati oleh generasi
mendatang. Berikut lirik lagu “Nusantara III” yang dibuat Koes Plus:
C. GLOSARIUM
abad 20: rentang waktu periode tahun 1901-2000.
akulturasi: percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan
saling mempengaruhi.
akor: kombinasi tiga nada atau lebih yang bersuara sama dalam satu oktaf.
apresiasi: ilmu tentang matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya.
bass tone: cara memproduksi nada perkusi berfrekuensi suara rendah/bass pada
instrumen Cajon.
birama: satuan kelompok ketukan tetap yang dimulai dengan ketukan kuat
sampai ketukan kuat berikutnya.
budaya: pikiran/akal budi.
bunyi: sesuatu yang didengar atau ditangkap oleh telinga.
casual: sederhana, tidak formal.
elektrofon: instrumen musik yang sumber bunyinya dihasilkan oleh rangkaian
prosesor suara elektronik yang terdapat di dalam instrumen tersebut.
garpu tala: alat untuk menyesuaikan tinggi nada.
holistik: secara keseluruhan.
ilustrator: orang yang melukis gambar hias untuk majalah, buku, dan
sebagainya.
interaktif: saling melakukan aksi.
inspirasi: petunjuk.
keyboard:alat musik elektronik, terdiri atas satu papan tuts horisontal seperti
piano, yang dapat memainkan beragam suara, seperti terompet, suling, gitar,
biola, atau perkusi.
komponis: penggubah lagu.
komunikatif: mudah dihubungi/dipahami/dimengerti.
m (medio): istilah untuk jari tengah tangan kanan saat bermain gitar.
maestro: orang yang ahli dalam bidang seni musik.
mancanegara: luar negeri
manajer: orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai
kelompok.
melodi: rangkaian nada dalam musik yang terdengar berurutan secara logis,
berirama dan mengungkapkan suatu gagasan.
mid tone/tap tone: cara memproduksi nada perkusi berfrekuensi suara tengah
(middle tone) pada instrumen Cajon.
neck gitar: sisi belakang dari instrumen gitar yang bagian depannya terdapat
besi-besi vertikal dan dawai.
negarawan: ahli dalam kenegaraan.
oktaf: urutan nada yang ke-8 dalam deretan tangga yang sifatnya merupakan
pengulangan dari nada ke-1 dengan tinggi nada dua kali lipat dari nada ke-1.
p (pulgar): Istilah untuk ibu jari tangan kanan saat bermain gitar.
panggung: tempat untuk melakukan pertunjukan seni musik, tari dan teater.
pelog/slendro: jenis skala nada dalam karawitan Jawa, Sunda, dan Bali.
pengrawit: orang yang menabuh gamelan.
perkusi: alat musik pukul.
prasarana: penunjang utama terselenggaranya suatu proses usaha,
pembangunan,
proyek, dan sebagainya.
ritme: pola ketukan pada pada musik.
relief: gambar timbul pada candi.
refleksi : gambaran.
sarana: alat/media untuk mencapai maksud atau tujuan.
tala: kesesuaian nada dengan frekuensinya yang akhirnya akan menghasilkan
tinggi nada.
tangga nada: urutan nada-nada tertentu dalam kelipatan oktaf
tuner: alat digital untuk menala instrumen musik.
unpitch instrument: alat musik yang tidak mempunyai ketinggian atau
jangkauan nada tertentu, contoh gendang, cajon, drum set dan sebagainya. Jenis
instrumen ini berfungsi untuk memainkan ritme pada sebuah karya musik.
vertikal: garis atau bidang tegak lurus dari bawah ke atas atau kebalikannya,
yang membentuk sudut 90° dengan permukaan bumi.
western musical: alat musik yang berasal dari kebudayaan musik barat, contoh
piano, gitar, dan biola.
D. DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 1995. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru
Algesindo.
Boyden, David D. 1975. An Introduction to Music. London: Faber and Faber
Limited.
Bernstein, Joanne Scheff. 2007. Arts Marketing Insights. San Francisco: Jossey-
Bass.
Beyer, Robert Thomas. 1999. Sounds of Our Times: Two Hundred Years of
Acoustics. USA: Springer
Bruner, Edward M. 1986. The Anthropology of Experience. Illinois: University of
Illinois.
Campbell, Don. 2001. The Mozart Effect. New York: HarperCollins Publisher Inc.
Chong, Derrick. 2002. Arts Management. London : Routledge.
De Nora, Tia. 2004. Music in Everyday Life. UK: Cambridge University Press.
Glinsky, Albert. 2005 . Theremin: Ether Music and Espionage (Music in American
Life). Illinois: University of Illinois Press.
Hardjana, Suka. 2003. Corat-coret Musik Kontemporer Dulu dan Kini. Cetakan ke-
1. Jakarta: The Ford Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan
Indonesia. _____________. 2004. Musik Antara Kritik dan Apresiasi.
Cetakan ke-1. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Hurlock, E.B. 2005. Perkembangan anak (jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Kamien, Roger. 2004. Music An Appreciation. New York: McGraw-Hill.
Karp, Theodore. 1983. Dictionary of Music. USA: Northwestern University Press.
Kenedy, Joyce & co (Ed). 2012. The Oxford Dictionary of Music. London: Oxford
University Press.
Loy, Gareth. 2006. Musimathics 1. Massachusetts: MIT Press.
Machfauzia, Ayu N. 2013. “Strategi Guru Musik Dalam Pembelajaran Interpretasi
Musik Romantik Di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.” Disertasi
Mediastika, Christina E. 2005. Akustika Bangunan, Prinsip-Prinsip dan
Penerapannya di Indonesia. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia. Yogyakarta: BPFE.
Parker, Barry. 2009. Good Vibration, The Physics of Music. Baltimore: John
Hopkins University Press.
Padmodarmaya, Pramana. 1988. Tata Teknik Pentas. Jakarta : Balai Pustaka.
Permas, Achsan dkk. 2003. Manajemen Organisasi Seni Pertunjukan. Jakarta:
PPM.
Phetorant, Dimas. 2018. Psikologi dan Musik: Gambaran Jiwa Lewat Frekuensi.
Jakarta: CV. Nada Grup.
Rudhyar, Dane. 1977. Culture, Crisis and Creativity. New York: Theosophical
Publishing House.
Suharto, S. “Refleksi Teori Kritik Seni Holistik: Sebuah Pendekatan Alternatif
dalam Penelitian Kualitatif bagi Mahasiswa Seni.” Harmonia Jurnal Vol.
VIII No. 1 (2007).
Tambayong, Yapi. 2012. 123 Ayat Tentang Seni. Bandung: Nuansa Cendekia.
Taylor, Eric. 2005. The AB Guide To Music Theory Part 1. London: The Associated
Board Of the Royal Schools of Music.
__________.2005. The AB Guide To Music Theory Part 2. London: The Associated
Board Of the Royal Schools of Music.
White, Paul. 2006. Basic VST Instruments. USA: Music Sales.
Daftar Pustaka Web
[Link]
[Link]
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
SENI MUSIK FASE E KELAS XII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : SAHRODIN, S. Pd. I. MM
Institusi : MA DARUL MAGHFIROH
Tahun Penyusunan : Tahun 2025
Jenjang Sekolah : SMA/ MA
Mata Pelajaran : Seni Musik
Fase E, Kelas / Semester : XII (Dua Belas) / I (Ganjil)
Unit 1 : Apresiasi Musik
Kegiatan Pembelajaran 2 : Apakah Musik Itu?
Alokasi Waktu : 4 JP (2 kali tatap muka x 2x45 menit)
Capaian Pembelajaran Fase E : Pada akhir Fase E, peserta didik mampu
menyimak dengan baik dan cermat,
melibatkan diri secara aktif dan kreatif
dalam pengalaman atas bunyi-musik.
Peserta didik menunjukkan kepekaannya
terhadap unsur-unsur bunyi-musik dan
kepekaan serta menunjukan adanya
penambahan wawasan atas beragam
konteks dari sajian musik seperti: lirik
lagu, kegunaan musik yang dimainkan,
era, style, kondisi sosial-budaya, ekologis,
dan sebagainya. Peserta didik
menghasilkan gagasan dan karya musik
yang otentik dengan menunjukkan
kepekaan terhadap unsur- unsur bunyi-
musik dan memperlihatkan pengetahuan
dan pemahaman atas keragaman konteks.
Peserta didik mampu melibatkan praktik-
praktik selain musik (bentuk seni lain,
pelibatan dan penggunaan teknologi yang
sesuai) baik secara terencana maupun
situasional sesuai kaidah tata bunyi/musik.
Elemen : Mengalami (Experiencing)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menyimak dengan baik dan cermat,
melibatkan diri secara aktif dalam
pengalaman atas bunyi- musik, peka dan
paham, serta secara sadar melibatkan konteks
sajian musik dan berpartisipasi aktif dalam
sajian musik secara luas.
Merefleksikan (Reflecting)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menyimak dengan baik dan cermat,
melibatkan diri secara aktif dalam
pengalaman atas bunyi- musik, peka dan
paham, serta secara sadar melibatkan konteks
sajian musik dan berpartisipasi aktif dalam
sajian musik secara luas.
Berpikir dan Bekerja Secara Artistik
(Thinking and Working Artistically)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menyimak dan menjalani kebiasaan bermusik
secara baik dan cermat, serta menunjukkan
tingkat kepekaan yang tinggi akan unsur-
unsur bunyi-musik, pengetahuan dan
pemahaman bermusik, serta keberagaman
konteks musik, dalam praktik musik yang
terencana secara sadar maupun situasional
akan kaidah tata bunyi-musik.
Menciptakan (Creating)
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menghasilkan gagasan dan karya musik yang
otentik dalam sebuah sajian dengan kepekaan
akan unsur-unsur bunyi-musik baik intrinsik
maupun ekstrinsik, keragaman konteks,
melibatkan praktik-praktik selain musik
(bentuk seni yang lain, penerapan dan
penggunaan teknologi yang sesuai) baik
secara terencana maupun situasional sesuai
dan sadar akan kaidah tata bunyi/musik.
Berdampak (Impacting) bagi diri sendiri
dan orang lain
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu
menjalani kebiasaan baik dan rutin dalam
berpraktik musik dan aktif dalam kegiatan-
kegiatan bermusik lewat bernyanyi,
memainkan media bunyi-musik dan
memperluas wilayah praktik musiknya
dengan praktik-praktik lain di luar musik,
serta penambahan wawasan akan
keberagaman konteks bermusik: lirik lagu,
kegunaan musik yang dimainkan, era, style,
kondisi sosial-budaya, ekologis, dan lain-
lainnya, yang dapat berdampak bagi
perbaikan dan kemajuan diri sendiri secara
utuh dan bersama.
B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik mampu mengamati, merefleksikan, mengevaluasi, serta
mengapresiasi musik dengan baik dan sesuai.
2. Menyimak dengan baik dan cermat, melibatkan diri secara aktif dalam pengalaman
atas bunyi musik. Memiliki kepekaan dan pemahaman dalam bermusik sehingga
secara sadar melibatkan konteks sajian musik. Berpartisipasi aktif dalam sajian
musik secara luas.
3. Menghasilkan kritik musik dengan kepekaan unsur-unsur bunyi musik.
4. Menjalani kebiasaan yang baik dalam kegiatan bermusik dan keragaman konteks.
5. Mendapatkan pengalaman berharga bagi perbaikan dan kemajuan diri sendiri
secara individu maupun kelompok.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Mandiri,
Kreatif
Berkebhinnekaan global
D. SARANA DAN PRASARANA
Laptop,
b. Alat bantu audio (penguat suara),
c. Internet,
d. LCD Proyektor,
e. Video musik, film musik, atau audio yang berkaitan dengan apresiasi musik,
f. Gambar yang berkaitan dengan unsur musik untuk mendukung proses pembelajaran
apresiasi musik,
g. Media lain, seperti ponsel.
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Tatap Muka.
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Bab :
1. Peserta didik dapat mengapresiasi pertunjukan karya seni yang berdampak pada
perkembangan karakter diri sendiri, sesama, serta mendukung persatuan dan
kesatuan bangsa.
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi ragam musik yang ada di Indonesia.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur dasar musik.
4. Peserta didik dapat memberikan penilaian atas karya pribadi dan karya orang lain
sebagai bagian dari apresiasi musik.
Tujuan Pembelajaran Subbab :
12.1.4. Peserta didik mampu mendeskripsikan definisi musik dengan benar.
12.1.5. Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur musik dengan tepat.
12.1.6. Peserta didik mampu mendefinisikan fungsi musik dengan benar.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik dapat memiliki pemahaman tentang unsur dasar musik dan
mengetahui fungsi musik yang berdampak bagi masyarakat.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa yang dimaksud dengan definisi musik?
Jelaskan apa yang dimaksud dengan fungsi musik?
Apa saja 3 unsur yang menjadi pendukung dalam music?
Jelaskan apa yang dimaksud dengan unsur-unsur musik?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Persiapan Pembelajaran
Guru perlu mempersiapkan hal-hal terkait belajar mengajar agar pelaksanaan proses
pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Guru haruslah mendengar dan
mempelajari contoh-contoh lagu yang disediakan dalam buku panduan pada bagian
pengayaan guru. Selain itu, guru juga dapat mempersiapkan dan memilih contoh di
luar materi yang disediakan pada buku panduan guru ini. Peralatan dan media
pembelajaran yang harus dipersiapkan antara lain:
a. Laptop,
b. Alat bantu audio (penguat suara),
c. Internet,
d. LCD Proyektor,
e. Video musik, film musik, atau audio yang berkaitan dengan apresiasi musik,
f. Gambar yang berkaitan dengan unsur musik untuk mendukung proses
pembelajaran apresiasi musik,
g. Media lain, seperti ponsel.
2. Kegiatan Pembelajaran
Prosedur pembelajaran ini merupakan panduan praktis bagi guru agar dapat
mengembangkan aktivitas pembelajaran seni musik secara mandiri, efektif, dan
efisien di kelas masing-masing. Melalui prosedur pembelajaran yang disampaikan
ini, guru¸ diharapkan dapat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan dan
menghidupkan aktivitas pembelajaran di kelas. Dengan demikian, pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Setelah guru
memahami tujuan pembelajaran serta mempersiapkan media pembelajaran di atas¸
maka guru dapat melakukan prosedur pembelajaran sebagai berikut:
a. Kegiatan Pembuka (15 menit)
1) Guru secara acak memberikan kesempatan kepada salah satu peserta didik
untuk memimpin doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-
masing sebelum pembelajaran dimulai.
2) Setelah selesai berdoa¸ guru mengondisikan kelas agar peserta didik memulai
pembelajaran dengan baik.
3) Guru menelaah materi belajar yang telah diberikan sebelumnya.
4) Guru memberikan informasi terhadap aktivitas dan tujuan belajar.
b. Kegiatan Inti (60 Menit)
1) Guru menggali pengetahuan definisi musik kepada peserta didik dengan
bertanya.
2) Guru menjelaskan definisi, unsur dasar musik, serta fungsi musik sesuai yang
tercantum dalam bagian materi pada buku ajar.
3) Guru memberikan contoh definisi, unsur dasar musik, fungsi musik, sesuai
dengan materi dalam buku ajar.
4) Guru dapat menyajikan file audio, audio visual, dan/atau gambar pertunjukan
musik yang terdapat pada bagian pengayaan guru.
5) Guru dan peserta didik dapat mendiskusikan hasil dari menyimak contoh file
audio, audio visual, atau gambar pertunjukan musik yang sudah ditampilkan.
6) Guru dapat memutar kembali contoh karya musik yang ada dalam buku ajar,
untuk membantu peserta didik lebih memahaminya.
7) Guru berkolaborasi bersama peserta didik mempraktikkan unsur dasar musik
menggunakan alat musik.
8) Guru dapat menghentikan atau mengarahkan komentar peserta didik apabila
sudah tidak sesuai dengan konteks apresiasi musik.
c. Kegiatan Penutup (15 menit)
1) Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang
disampaikan oleh setiap peserta didik.
2) Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mencari contoh-contoh
fungsi musik, contoh akor, melodi, maupun ritme memainkan alat musik (gitar
atau keyboard).
3) Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
4) Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang unsur dan definisi
musik.
5) Guru menutup pelajaran dan memberikan kesempatan kepada peserta didik
lain untuk memimpin doa bersama usai pembelajaran.
3. Pembelajaran Alternatif
Guru dan peserta didik saling berbagi pengalaman perihal definisi, unsur, dan fungsi
musik. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Masing-masing
kelompok, yang terdiri dari empat sampai lima orang, mempraktikkan satu unsur
musik dalam kategori pembelajaran dua.
E. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen / Penilaian
Penilaian dilaksanakan secara holistik dan sistematis pada seluruh aktivitas
pembelajaran¸ mulai dari kegiatan pembuka¸ kegiatan inti¸ hingga kegiatan penutup.
Selain itu¸ penilaian dilakukan dengan memperhatikan capaian pembelajaran¸ sikap
spiritual dan sosial¸ serta aspek keterampilan. Oleh karena itu, penilaian yang dapat
dilakukan oleh Guru di dalam kegiatan pembelajaran dua ini meliputi:
1. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dilakukan melalui pengamatan (observasi) guru selama kegiatan
pembelajaran satu berlangsung. Penilaian sikap dilakukan dengan tujuan agar guru
mampu melihat kemampuan peserta didik dalam menunjukan sikap perilaku cinta
NKRI dalam kehidupan sehari-hari (civic disposition). Pedoman penilaian yang
dapat digunakan oleh guru, sebagai berikut:
2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan melalui tes soal yang dilakukan oleh guru setelah
kegiatan pembelajaran berlangsung. Soal tersebut meliputi pilihan ganda, benar
salah, esai. Penilaian pengetahuan dilakukan agar guru mampu melihat
pengetahuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mendukung pembelajaran.
Pedoman penilaian yang dapat digunakan oleh guru yaitu:Pedoman penilaian yang
dapat digunakan oleh guru yaitu:
3. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan melalui pengamatan (observasi) guru selama
kegiatan pembelajaran berlangsung. Penilaian keterampilan dilakukan dengan tujuan
agar guru mampu melihat kemampuan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
dua. Berikut pedoman penilaian yang dapat digunakan oleh guru:
F. REFLEKSI GURU
Refleksi Guru
Refleksi guru merupakan penilaian yang dilakukan oleh guru itu sendiri atas
pembelajaran yang telah dilaksanakan. Penilaian meliputi persiapan¸ pelaksanaan,
hingga evaluasi kegiatan pembelajaran. Refleksi guru bertujuan untuk menilai
kekurangan dari kegiatan pembelajaran untuk dijadikan bahan evaluasi pembelajaran
berikutnya.
Tabel 1.8. Pedoman Refleksi Guru
No. Pertanyaan Jawaban
1. Apakah pemilihan media pembelajaran
telah mencerminkan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai?
2. Apakah gaya penyampaian materi mampu
ditangkap oleh pemahaman peserta didik?
3. Apakah keseluruhan pembelajaran dapat
memberikan makna pembelajaran yang
hendak dicapai?
4. Apakah pelaksanaan pembelajaran tidak
keluar dari norma-norma?
5. Apakah pelaksanan pembelajaran hari ini
dapat memberikan semangat kepada
peserta didik untuk lebih antusias dalam
pembelajaran selanjutnya?
Refleksi Peserta Didik :
1. Apakah ada hambatan atau kesulitan?
2. Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikan hasil belajaramu?
3. Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini?
4. Jika kamu diminta untuk memberikan binta 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu
berikan pada usaha yang kamu lakukan?
5. Bagiamana dari pembelajaran ini yang kamu menyenakan?
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan dan Tugas selanjutnya
Agar peserta didik dapat lebih memahami maksud dan tujuan, guru dapat
mengarahkan peserta didik untuk membaca dan melatih materi yang diberikan, yaitu:
1. Memperhatikan unsur musik pada karya musik.
2. Mencari berbagai karya musik Indonesia sesuai dengan fungsinya
Remedial
1. Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang capaian pembelajarannya (CP)
belum tuntas.
2. Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum tuntas mencapai capaian
pembelajaran (CP)
3. Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum tuntas dalam bentuk
pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok, pemanfaatan tutor
sebaya bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil
analisis penilaian.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama : ………………..
Kelas : ………………..
Petunjuk!
Petunjuk pengerjaan!
Pilihan Ganda
Petunjuk pengerjaan!
Berilah tanda silang (X) untuk pilihan a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar!
1. Sebuah seni yang harmoni akan tampak indah. Secara spesifik, pengertian harmoni
dalam seni musik yaitu ...
a. Irama d. Nada
b. Akor/chord e. Ritme
c. Melodi
2. Secara umum, masyarakat kita mengenal dua titi laras. Diatonik berasal dari Barat,
slendro dan pelog dari Timur. Masing-masing titi laras mempunyai rumus yang
berbeda. Rumus dalam membuat titi laras diatonik yaitu...
a. 1-1-1/2-1-1-1-1/2 d. 1-1-1/2-1-1-1/2-1
b. 1-1-1-1/2-1-1-1/2 e. 1-1-1-1/2-1-1/2-1
c. 1-1/2-1-1-1-1/2-1
Benar atau Salah
Petunjuk pengerjaan!
Berikan tanda centang (√) pada kolom benar jika pernyataan benar atau kolom salah
jika pernyataan salah!
No. Pernyataan Benar Salah
1. Lagu “Cing Cangkeling” menggunakan laras
slendro.
2. Titi laras pelog adalah do, re, mi, sol ,si.
Esai
Petunjuk pengerjaan!
Ungkapkanlah dengan pernyataan sesuai yang telah dipelajari atau pun dipraktekkan
1. Jelaskan pertunjukan musik di daerahmu! Bagaimana fungsi musiknya?
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
BAHAN BACAAN
1. Definisi Musik
Pengertian umum yang berlaku di Indonesia tentang musik sebagai pengetahuan seni,
dimulai dari acuannya pada titi laras. Dengan titi laras ini, awam di Indonesia
membagi musik menurut apa yang disebut kebudayaan Barat dan kebudayaan Timur
(Tambayong, 2012). Dalam pembagian ini, umum menyebut titi laras musik Barat
dengan istilah diatonik, sedangkan musik timur adalah pentatonik.
Pengertian umum tersebut tidak harus selalu diterima sebagai kebenaran mutlak.
Musik adalah gabungan atau kumpulan frekuensi yang dapat didengar (Phetorant,
2018). Menurut Jamalus dalam Apriadi dan Sinaga (2012:38), musik adalah suatu
karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan
pikiran dan perasaan pembuatnya melalui unsur musik.
2. Unsur Dasar Musik
Unsur dasar musik adalah bagian-bagian yang membentuk karya musik menjadi suatu
kesatuan komposisi nada atau bunyi. Unsur dasar musik dibagi menjadi empat, yaitu:
a. Irama
Irama atau ritmik merupakan gerak teratur dari suatu lagu yang mengandung
penekanan bunyi interval dan dapat diukur. Irama yang tepat memungkinkan kita
mengikuti gerak ritmik tersebut. Pola irama sangat beragam. Secara umum, pola
irama dapat dikategorikan dalam tiga jenis, yakni pola irama konstan (rata), pola
irama tidak konstan, dan pola irama berulang. Sebelum menemukan pola irama,
terlebih dahulu harus mengenal tanda birama/tanda sukat/metrum (time signature).
Birama ditulis dalam bentuk pecahan, seperti 4/4, 2/4, 3/4, 5/4, 6/8, dan
sebagainya. Tanda birama 4/4 (common time) paling umum digunakan, ditandai
dengan simbol C pada pola notasi balok. Secara sederhana, 4/4 berarti empat ketukan
dalam tiap birama sedangkan 3/4 berarti tiga ketukan tiap birama. Birama atau
metrum tidak hanya terbatas pada 4/4, adapun birama irregular ( tidak beraturan),
seperti 11/4
Perhatikan gambar irama di atas. Berikut keterangannya:
1) Angka 1, 2, 3 merupakan jumlah ketukan (pulsa) pada birama.
2) Banyaknya birama dalam gambar tersebut yakni empat birama. Satu ruas birama
ditunjukkan oleh batas garis vertikal berwarna hitam.
3) Irama merupakan gabungan dari beberapa birama.
Contoh pola ritme tidak konstan dalam birama 2/4:
b. Melodi
Melodi adalah rangkaian bunyi musik yang dirasakan sebagai milik bersama. Melodi
lagu yang didengar, tersusun dari kumpulan tangga nada diatonik. Dalam bahasa
Latin, diatonicus adalah nada-nada yang terdiri dari tujuh nada, do, re, mi, fa, sol, la,
si. Penemu tangga nada/titi laras/scale diatonis adalah Guido Aretinus d’Arezzo.
Tangga nada diatonik menggunakan rumus: 1-1-1/2-1-1-1-1/2. Tangga nada diatonik
dapat dipecah menjadi tujuh modal (modes), ionian, dorian, pirgian, lidian,
miksolidian, aeolian, lokrian. Rumus ionian: 1-1-1/2-1-1-1-1/2; dorian: 1-1/2-1-1-1-
1/2-1; pirgian: 1/2-1-1-1-1/2-1-1; lidian: 1-1-1-1/2-1-1-1/2; miksolidian: 1-1-1/2-1-1-
1/2-1; Aeolian: 1-1/2-1-1-1/2-1-1; lokrian: 1/2-1-1-1/2-1-1-1. Selain tangga nada
diatonis, melodi juga dapat dibuat menggunakan titi laras bernuansa pelog: do, mi, fa,
sol ,si; dan titi laras slendro: do, re, mi, sol, la. Contoh melodi lagu dengan nuansa titi
laras pelog adalah lagu “Gundul-Gundul Pacul” (Jawa Tengah) dan “Macepet-
Cepetan” (Bali). Contoh lagu dengan titi laras slendro antara lain “Janger” (Bali),
“Lir Ilir” (Jawa Tengah), dan “Cing Cangkeling” (Jawa Barat).
c. Harmoni
Harmoni adalah keselarasan antarkomponen atau unsur yang ada dalam suatu jenis
seni. Contoh harmoni ialah kesatuan bunyi dalam sebuah pertunjukan. Secara
spesifik, harmoni dalam musik adalah ilmu tentang akor. Susunan akor dasar terdiri
dari tiga nada (triad). Akor secara umum dapat dibagi menjadi tiga yakni mayor,
minor, dan dominan (tujuh). Akor triad dapat diperluas membentuk akor seventh
extension jika menambahkan satu nada third interval diatas akor triad. Perhatikan
contoh-contoh akor pada gambar berikut:
d. Ekspresi
Ekspresi adalah hasil manifestasi dari emosi. Manusia perlu berekspresi untuk
mencurahkan perasaannya. Ekspresi dalam musik diartikan sebagai ungkapan pikiran
dan perasaan yang mencakup semua unsur musik. Ekspresi merupakan gerak perasaan
yang diwujudkan lewat media bunyi. Lain halnya dengan interpretasi.
Secara umum, interpretasi merupakan pemahaman dan penafsiran sebuah teks.
Interpretasi musik menurut Latham dalam Machfauzia (2013: 5) adalah proses
dimana seorang penyaji musik menerjemahkan atau mewujudkan sebuah karya musik
dari notasi menjadi bunyi yang valid secara artistik. Jika salah satu objek interpretasi
adalah teks, maka dalam musik, objek interpretasinya adalah partitur musik.
Interpretasi merupakan salah satu cara untuk menjelaskan suatu karya komponis
tentang bagaimana cara memainkannya.
3. Fungsi Musik
Musik mempunyai peranan cukup penting. Berikut beberapa fungsi musik dalam
kehidupan:
a. Musik sebagai Sarana Pendidikan
Musik digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Musik dapat menumbuhkan
rasa cinta tanah air melalui lagu-lagu perjuangan yang dipelajari oleh peserta didik.
b. Musik sebagai Sarana Pendukung Seni Lainnya (tari, teater/wayang, film, dan
sebagainya)
Musik digunakan sebagai pengiring pendukung seni lainnya (tari, teater/wayang, film,
dan sebagainya). Musik dan seni yang diiringinya saling berkaitan karena kesamaan
pola dan ritme. Seperti pada kasus musik sebagai iringan tari, tarian akan terasa
hampa (kosong) tanpa irama musik. Dalam hal ini, musik dan tari menjadi satu
kesatuan yang saling mendukung.
c. Musik sebagai Sarana Melestarikan Budaya
Banyak tema dan cerita lagu-lagu daerah di dalam syair menggambarkan budaya
secara eksplisit. Syair-syair lagu banyak berasal dari pantun-pantun yang dilantunkan
oleh masyarakat adat dan daerah di Indonesia.
d. Musik sebagai Hiburan
Musik dapat memberikan rasa santai dan nyaman pada pendengarnya. Seseorang yang
tidak memahami teks musik, dapat terpuaskan atau terhibur dengan permainan pola
melodi dan pola ritme dalam ragam irama musik.
e. Musik sebagai Sarana Pemersatu Bangsa
Aneka ragam budaya Indonesia, yang jumlahnya sangat banyak, dirangkum dalam
satu kesatuan budaya nasional tanpa meninggalkan unsur budaya lokal. Lagu
Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Soepratman, Indonesia Raya mencerminkan
kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa.
C. GLOSARIUM
abad 20: rentang waktu periode tahun 1901-2000.
akulturasi: percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan
saling mempengaruhi.
akor: kombinasi tiga nada atau lebih yang bersuara sama dalam satu oktaf.
apresiasi: ilmu tentang matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya.
bass tone: cara memproduksi nada perkusi berfrekuensi suara rendah/bass pada
instrumen Cajon.
birama: satuan kelompok ketukan tetap yang dimulai dengan ketukan kuat
sampai ketukan kuat berikutnya.
budaya: pikiran/akal budi.
bunyi: sesuatu yang didengar atau ditangkap oleh telinga.
casual: sederhana, tidak formal.
elektrofon: instrumen musik yang sumber bunyinya dihasilkan oleh rangkaian
prosesor suara elektronik yang terdapat di dalam instrumen tersebut.
garpu tala: alat untuk menyesuaikan tinggi nada.
holistik: secara keseluruhan.
ilustrator: orang yang melukis gambar hias untuk majalah, buku, dan
sebagainya.
interaktif: saling melakukan aksi.
inspirasi: petunjuk.
keyboard:alat musik elektronik, terdiri atas satu papan tuts horisontal seperti
piano, yang dapat memainkan beragam suara, seperti terompet, suling, gitar,
biola, atau perkusi.
komponis: penggubah lagu.
komunikatif: mudah dihubungi/dipahami/dimengerti.
m (medio): istilah untuk jari tengah tangan kanan saat bermain gitar.
maestro: orang yang ahli dalam bidang seni musik.
mancanegara: luar negeri
manajer: orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai
kelompok.
melodi: rangkaian nada dalam musik yang terdengar berurutan secara logis,
berirama dan mengungkapkan suatu gagasan.
mid tone/tap tone: cara memproduksi nada perkusi berfrekuensi suara tengah
(middle tone) pada instrumen Cajon.
neck gitar: sisi belakang dari instrumen gitar yang bagian depannya terdapat
besi-besi vertikal dan dawai.
negarawan: ahli dalam kenegaraan.
oktaf: urutan nada yang ke-8 dalam deretan tangga yang sifatnya merupakan
pengulangan dari nada ke-1 dengan tinggi nada dua kali lipat dari nada ke-1.
p (pulgar): Istilah untuk ibu jari tangan kanan saat bermain gitar.
panggung: tempat untuk melakukan pertunjukan seni musik, tari dan teater.
pelog/slendro: jenis skala nada dalam karawitan Jawa, Sunda, dan Bali.
pengrawit: orang yang menabuh gamelan.
perkusi: alat musik pukul.
prasarana: penunjang utama terselenggaranya suatu proses usaha,
pembangunan,
proyek, dan sebagainya.
ritme: pola ketukan pada pada musik.
relief: gambar timbul pada candi.
refleksi : gambaran.
sarana: alat/media untuk mencapai maksud atau tujuan.
tala: kesesuaian nada dengan frekuensinya yang akhirnya akan menghasilkan
tinggi nada.
tangga nada: urutan nada-nada tertentu dalam kelipatan oktaf
tuner: alat digital untuk menala instrumen musik.
unpitch instrument: alat musik yang tidak mempunyai ketinggian atau
jangkauan nada tertentu, contoh gendang, cajon, drum set dan sebagainya. Jenis
instrumen ini berfungsi untuk memainkan ritme pada sebuah karya musik.
vertikal: garis atau bidang tegak lurus dari bawah ke atas atau kebalikannya,
yang membentuk sudut 90° dengan permukaan bumi.
western musical: alat musik yang berasal dari kebudayaan musik barat, contoh
piano, gitar, dan biola.
D. DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 1995. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru
Algesindo.
Boyden, David D. 1975. An Introduction to Music. London: Faber and Faber
Limited.
Bernstein, Joanne Scheff. 2007. Arts Marketing Insights. San Francisco: Jossey-
Bass.
Beyer, Robert Thomas. 1999. Sounds of Our Times: Two Hundred Years of
Acoustics. USA: Springer
Bruner, Edward M. 1986. The Anthropology of Experience. Illinois: University of
Illinois.
Campbell, Don. 2001. The Mozart Effect. New York: HarperCollins Publisher Inc.
Chong, Derrick. 2002. Arts Management. London : Routledge.
De Nora, Tia. 2004. Music in Everyday Life. UK: Cambridge University Press.
Glinsky, Albert. 2005 . Theremin: Ether Music and Espionage (Music in American
Life). Illinois: University of Illinois Press.
Hardjana, Suka. 2003. Corat-coret Musik Kontemporer Dulu dan Kini. Cetakan ke-
1. Jakarta: The Ford Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan
Indonesia. _____________. 2004. Musik Antara Kritik dan Apresiasi.
Cetakan ke-1. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Hurlock, E.B. 2005. Perkembangan anak (jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Kamien, Roger. 2004. Music An Appreciation. New York: McGraw-Hill.
Karp, Theodore. 1983. Dictionary of Music. USA: Northwestern University Press.
Kenedy, Joyce & co (Ed). 2012. The Oxford Dictionary of Music. London: Oxford
University Press.
Loy, Gareth. 2006. Musimathics 1. Massachusetts: MIT Press.
Machfauzia, Ayu N. 2013. “Strategi Guru Musik Dalam Pembelajaran Interpretasi
Musik Romantik Di SMK Negeri 2 Kasihan Bantul Yogyakarta.” Disertasi
Mediastika, Christina E. 2005. Akustika Bangunan, Prinsip-Prinsip dan
Penerapannya di Indonesia. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia. Yogyakarta: BPFE.
Parker, Barry. 2009. Good Vibration, The Physics of Music. Baltimore: John
Hopkins University Press.
Padmodarmaya, Pramana. 1988. Tata Teknik Pentas. Jakarta : Balai Pustaka.
Permas, Achsan dkk. 2003. Manajemen Organisasi Seni Pertunjukan. Jakarta:
PPM.
Phetorant, Dimas. 2018. Psikologi dan Musik: Gambaran Jiwa Lewat Frekuensi.
Jakarta: CV. Nada Grup.
Rudhyar, Dane. 1977. Culture, Crisis and Creativity. New York: Theosophical
Publishing House.
Suharto, S. “Refleksi Teori Kritik Seni Holistik: Sebuah Pendekatan Alternatif
dalam Penelitian Kualitatif bagi Mahasiswa Seni.” Harmonia Jurnal Vol.
VIII No. 1 (2007).
Tambayong, Yapi. 2012. 123 Ayat Tentang Seni. Bandung: Nuansa Cendekia.
Taylor, Eric. 2005. The AB Guide To Music Theory Part 1. London: The Associated
Board Of the Royal Schools of Music.
__________.2005. The AB Guide To Music Theory Part 2. London: The Associated
Board Of the Royal Schools of Music.
White, Paul. 2006. Basic VST Instruments. USA: Music Sales.
Daftar Pustaka Web
[Link]
[Link]