Tentu. Mari kita beralih ke genre yang berbeda.
Saya akan membuat cerpen bergenre Fiksi Ilmiah (Sci-Fi) dengan sedikit sentuhan Distopia
yang fokus pada memori dan identitas.
Modifikasi Memori Nol
Angin di Neo-Jakarta selalu terasa elektrik, membawa aroma ozon yang dipancarkan oleh papan
reklame hologram raksasa. Tapi bukan itu yang membuat Risa merinding. Ia merinding karena
tahu bahwa, bagi mayoritas warga kota ini, hari kemarin tidak pernah ada.
Di tahun 2077, pemerintah kota menerapkan Protokol Stabilisasi Kognitif (PSK)—atau yang
oleh warga disebut Modifikasi Memori Nol (MMN). Setiap malam, pukul 03:00, gelombang
elektromagnetik menyapu kota, menghapus semua memori emosional dan kontroversial yang
terbentuk dalam 24 jam terakhir. Tujuannya: stabilitas sosial dan produktivitas maksimal.
Setiap pagi, semua orang terbangun dalam kondisi mental yang bersih, ceria, dan hanya
mengingat fakta-fakta penting (nama, pekerjaan, lokasi rumah).
Risa adalah seorang Arsiparis. Ia bekerja di balik layar, mengawasi server rahasia yang
menyimpan "Sampah Memori"—rekaman digital lengkap dari semua emosi dan pengalaman
yang dihapus semalam.
Hari itu, Risa menemukan anomali.
Di tumpukan data hapus milik seorang pria bernama K-1138, terdapat folder memori yang sangat
tebal, jauh lebih padat dari biasanya. Itu berisi emosi murni: tawa yang meledak, rasa takut yang
menusuk, dan—yang paling mengejutkan—cinta yang tak terhapuskan.
Risa melanggar protokol dan membuka arsip K-1138. Ia melihat kilasan visual:
K-1138, seorang tukang reparasi drone, menghabiskan seluruh hari kemarinnya untuk mengejar
sebuah bunga Hydrangea langka di Distrik Terlarang. Bukan untuk dijual, tetapi untuk diberikan
kepada seorang wanita di atap gedung. Di saat Modifikasi Memori Nol menyapu kota, K-1138
dan wanita itu sedang berpegangan tangan di bawah hujan buatan, berbagi sebuah rahasia yang
tidak terenkripsi: mereka berencana melarikan diri.
Rasa kasihan bercampur dengan ketakutan menyelimuti Risa. Sistem akan menghapus memori
itu dalam waktu satu jam, dan K-1138 akan bangun esok pagi sebagai pekerja yang patuh, tanpa
mengingat alasannya harus melarikan diri.
Risa tahu apa yang harus ia lakukan. Ada satu celah dalam MMN: ingatan yang diubah menjadi
teks fisik memiliki kesempatan 0.01% untuk bertahan dari sapuan gelombang.
Ia segera mengetik ringkasan memori tebal itu: “Kau telah menemukan Hydrangea. Dia
menunggu di atap Distrik Alpha. Gelombang datang jam 03:00. LARI.”
Risa mencetak teks itu, lalu dengan gugup, ia keluar dari ruang arsip. Ia harus menemukan K-
1138 dan menaruh pesan itu di tempat yang akan ia lihat sebelum Modifikasi Nol memukul.
Ia menemukan K-1138 di apartemennya yang steril, sudah tertidur pulas. Risa menyelipkan
kertas itu ke saku jaketnya, tepat di atas jantungnya.
Saat Risa berbalik, Alarm PSK berbunyi nyaring. Modifikasi Memori Nol dimulai lima menit
lebih awal!
Risa bergegas keluar, merasakan gelombang energi mulai merayap di kulitnya, siap menghapus
memori emosionalnya tentang pelanggaran besar ini. Ia berlari, memejamkan mata, memohon
agar ia tetap mengingat.
Gelombang datang. Lampu-lampu hologram di jalanan berkedip gila. Risa jatuh.
Keesokan paginya.
Risa terbangun. Ruangan terasa asing. Ia tahu namanya, pekerjaannya, dan jadwalnya. Tapi ada
perasaan aneh yang mengganjal, semacam deja vu yang tak bisa ia jelaskan. Ia ingat semua
protokol, kecuali satu hal: Mengapa saya membeli bunga Hydrangea tadi malam? Ia menatap
bunga biru itu di mejanya, sebuah objek tak relevan yang tidak memiliki memori emosional yang
mendasarinya.
Risa merasa tertekan oleh keinginannya yang tiba-tiba untuk pergi ke Distrik Alpha. Itu
melanggar jadwalnya, namun ia melakukannya.
Di saat yang sama, di apartemen lain, K-1138 terbangun dengan rasa lelah yang biasa. Ia meraih
jaket kerjanya, dan sesuatu terasa di sakunya. Sebuah kertas.
Ia membacanya: “Kau telah menemukan Hydrangea. Dia menunggu di atap Distrik Alpha.
Gelombang datang jam 03:00. LARI.”
K-1138 hanya ingat satu hal: fakta bahwa ia harus mereparasi drone di Distrik Beta. Tapi ia
melihat tulisan tangannya sendiri di kertas itu, dan jantungnya berdenyut aneh—rasa yang asing
dan kuat.
Ia menatap bunga Hydrangea di meja Risa, yang ia temukan di apartemennya sendiri. Itu tidak
mungkin miliknya.
Kedua orang itu, Risa dan K-1138, sama-sama berjalan menuju Distrik Alpha, didorong bukan
oleh memori, melainkan oleh fakta tertulis yang entah bagaimana berhasil mengakali sistem.
Ketika mereka bertemu di bawah menara komunikasi, mereka saling memandang. Tidak ada
pengenalan emosional. Hanya fakta.
"Kau punya bunga itu," kata K-1138, menunjuk bunga di tangan Risa.
"Kau menulis pesan ini," balas Risa, menunjukkan kertas di tangan K-1138.
Mereka belum ingat cinta, janji, atau rencana pelarian. Tetapi fakta-fakta yang dipertukarkan
oleh kertas dan bunga itu telah menciptakan sebuah koneksi baru, sebuah awal baru. Mereka
baru saja memulai kembali. Dan kali ini, mereka punya bukti fisik untuk menghadapi gelombang
Modifikasi Memori Nol malam berikutnya.
Apakah Anda ingin mencoba genre lain, seperti cerita horor atau fantasi?