Rencana Pembelajaran Mata Pelajaran IPAS Fase C
Nama Satuan Pendidikan : MI Merah Putih
Mata Pelajaran : IPAS
Fase/Kelas : C/3
Topik : Harmoni dan Ekosistem
Alokasi Waktu : 12 JP (12 x 35 menit)
Dimensi Profil Lulusan:
IDENTIFIKASI
Penalaran kritis
Kreativitas
Kolaboratif
Komunikatif
Tema Panca Cinta:
Cinta lingkungan
Materi integrasi:
Adab kepada alam dan lingkungan
Tujuan Pembelajaran:
1. Memahami pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem
2. Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem
DISAIN PEMBELAJARAN
3. Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi lingkungan untuk mencegah pencemaran pada
ekosistem
4. Memahami alam semesta sebagai manifestasi cinta dan kebesaran Allah sehingga tumbuh
sikap hormat dan kasih sayang terhadap lingkungan
Empat Unsur Desain Pembelajaran
Praktik Pedagogis Pembelajaran Berbasis Proyek, diskusi kelompok, eksplorasi
lapangan, wawancara, dan presentasi
Kemitraan Pembelajaran Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), Pengelola Bank Sampah
Sungai Ciliwung, Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung
Lingkungan Pembelajaran 1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan
teman
3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa
ingin tahu
Pemanfaatan Teknologi Digital 1. Perencanaan: LMS
2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan daring
3. Asesmen: asesmen daring
Langkah-langkah Pembelajaran
AWAL (berkesadaran & menggembirakan)
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan
suasana positif
Guru menerapkan teknik permainan pemusatan konsentrasi
PENGALAMAN BELAJAR
Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih dan tercemar
Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua
sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati peserta didik
Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung
yang Tercemar
Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan
kesadaran pencemaran sungai akibat sampah sehingga berdampak pada kondisi makhluk
hidup di sungai: “Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai? Apakah sungai yang tercemar
mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ
Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran
peserta didik: "Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"
INTI
Memahami (bermakna & menggembirakan) (Petemuan 1-4)
Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada buku, e-book, artikel, dan
websites melalui internet tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai:
a. Apa definisi ekosistem?
b. Apa saja macam-macam ekosistem?
c. Apa definisi keanekaragaman hayati?
d. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi kelangsungan ekosistem?
e. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan ekosistem sungai?
Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kelangsungan
ekosistem sungai
Mengaplikasi (bermakna & menggembirakan) (Pertemuan 5-9)
Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai Ciliwung untuk mengidentifikasi
masalah kelangsungan ekosistem sungai
Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di sekitar sungai ciliwung
Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank
Sampah
Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tercemarnya sungai
akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru pendamping untuk merancang
proyek pengelolaan sampah
Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di sekolah contohnya: membuat
tempat sampah berdasarkan jenisnya, ecobrick, 3R, bank sampah, dan sebagainya (dilakukan
diferensiasi produk/ide)
Merefleksi (berkesadaran & bermakna) (Pertemuan 10-12)
Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau mempresentasikan hasil proyeknya
Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan salah satu narasumber dari
Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap proyek yang telah dilakukan dan
sikapnya terhadap alam dan lingkungan
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka setelah belajar
PENUTUP (berkesadaran)
Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya dan strategi belajar
yang akan digunakan (contoh: topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang,
eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran yang digunakan)
Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian proyeknya
Asesmen
Asesmen Awal: KWL (Know, Wonder, Learn)
Asesmen Proses:
o Rubrik observasi implementasi nilai toleransi selama proses pembelajaran
o Memory Matrix, Background Knowledge Probe, Focused Listing, Categorizing Grid,
One-Sentence Summary (Memahami)
ASESMEN
o Application Card, Paper & Project propectus (Mengaplikasi)
o Umpan balik, Exit ticket, Jurnal (Merefleksi)
Asesmen Akhir:
o Laporan Proyek: Dinilai berdasarkan kelengkapan, kejelasan informasi, dan cara siswa
menyusun data hasil observasi dan wawancara.
o Refleksi Pribadi: Dinilai dari kedalaman pemikiran siswa tentang penalaran kritis,
kreativitas, kolaboratif, komunikatif, dan adab kepada alam dan lingkungan yang
berkembang selama proyek