0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan8 halaman

Panduan Lengkap Recount Text

Recount text adalah jenis teks bahasa Inggris yang menceritakan kembali kejadian atau peristiwa di masa lampau dengan tujuan memberikan informasi, menghibur, dan merefleksikan pengalaman. Struktur umum recount text terdiri dari orientation, series of events, dan re-orientation, serta menggunakan kaidah kebahasaan seperti simple past tense dan chronological connectors. Terdapat beberapa jenis recount text, termasuk personal, factual, imaginative, dan historical recount.

Diunggah oleh

wikaberutu152
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan8 halaman

Panduan Lengkap Recount Text

Recount text adalah jenis teks bahasa Inggris yang menceritakan kembali kejadian atau peristiwa di masa lampau dengan tujuan memberikan informasi, menghibur, dan merefleksikan pengalaman. Struktur umum recount text terdiri dari orientation, series of events, dan re-orientation, serta menggunakan kaidah kebahasaan seperti simple past tense dan chronological connectors. Terdapat beberapa jenis recount text, termasuk personal, factual, imaginative, dan historical recount.

Diunggah oleh

wikaberutu152
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Recount Text: Definisi, Struktur, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Apa yang Dimaksud dengan Recount Text? (What is Recount Text)

Apa pengertian recount text?

Definisi recount text adalah jenis teks bahasa Inggris yang menceritakan kembali kejadian atau
peristiwa di masa lampau. Cerita tersebut dapat berupa aksi atau aktivitas sebelum seseorang
menuliskan teks.

Kalau dalam bahasa Inggris, recount text is a text which retells events or experiences in the
past. Tanpa disadari, kita pasti sering menceritakan pengalaman lampau dalam kehidupan sehari-
hari.

Tujuan Recount Text (Purpose of Recount Text)

Ada beberapa tujuan dari teks recount, yaitu:

1. Memberikan informasi pada pembaca

Recount text dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang suatu kejadian atau pengalaman
di masa lalu pada orang lain. Dalam hal ini, informasi tersebut bisa berupa laporan perjalanan,
pengalaman pribadi, atau laporan tentang suatu acara.

2. Menghibur pembaca

Seperti kebanyakan teks lain, recount text juga berfungsi untuk menghibur pembaca. Pasalnya, jenis
teks bahasa Inggris yang satu ini umumnya ditulis untuk menceritakan sesuatu yang menyenangkan.

3. Merefleksikan suatu hal

Dalam beberapa kasus, teks recount bisa dijadikan sebagai media untuk merefleksikan dan
menganalisis peristiwa atau pengalaman tertentu. Inilah alasan mengapa diary dan jurnal pribadi
termasuk sebagai recount text.

4. Mendokumentasikan pengalaman penting

Selain melalui foto dan video, kamu juga dapat mengabadikan pengalaman penting di masa lalu
melalui teks recount.

5. Mempelajari sejarah

Dalam konteks pendidikan, recount text sering digunakan untuk mempelajari dan memahami
peristiwa sejarah.

Generic Structure of Recount Text (Struktur Recount Text)

Guys, perlu kita ketahui bahwa teks apapun umumnya memiliki struktur penulisan. Pada recount
text pun tentu ada struktur yang harus kita ikuti.
Generic structure of recount text ada tiga, yaitu orientation berupa pengenalan, series of event yang
berisi rangkaian cerita, serta re-orientation yang menuangkan rangkuman dan ending dari
keseluruhan isi cerita.

Ayo simak pembahasan struktur dan contoh teks recount dengan saksama!

1. Orientation

Kamu sadar nggak, kalau sebagian besar teks akan diawali dengan orientation. Dalam bahasa
Indonesia, artinya orientasi alias pengenalan.

Sudah pasti, isi dari orientation adalah informasi mengenai tokoh atau karakter, lokasi, waktu
kejadian, etc.

Melalui orientation, harapannya pembaca dapat memahami jalan/alur cerita dari penulis.
Contoh orientation dalam recount text:
A few years ago, I had the opportunity to go on a vacation to one of my dream countries, Turkey. I
went there with my husband. We departed from Soekarno-Hatta Airport in Tangerang. We had a
very long flight for around 12 hours by Turkish Airlines and we landed at Istanbul Airport, Istanbul.

Beberapa tahun lalu, aku berkesempatan untuk pergi berlibur ke salah satu negara impian saya,
Turki. Aku pergi ke sana dengan suamiku. Kami berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang.
Kami memiliki penerbangan yang sangat panjang selama sekitar 12 jam dengan Turkish Airlines dan
kami mendarat di Bandara Istanbul, Istanbul.

Dapat kita lihat dari potongan paragraf di atas, bahwa penulis mengenalkan tokoh, lokasi, dan juga
waktu peristiwa yang akan diceritakan.

Jangan skip kabar penting di bawah ini guys! Penasaran dengan kemampuan bahasa Inggris-mu
sekarang? Kira-kira ada di level mana ya? Tenang, ada Free Placement Test dari English Academy
yang bisa bantu cari tau. Bersertifikat, loh!

2. Series of Events

Kamu familiar dengan kata events? Yes, event adalah kejadian, sedangkan series berarti rangkaian.

Dalam bagian ini, penulis akan menuliskan rangkaian mengenai peristiwa/kejadian yang mereka
alami (inti dari recount text).

Selain itu, biasanya para author mengungkapkan personal remarks on the events, alias pernyataan
pribadi mengenai cerita yang ditulis. Contoh paragrafnya seperti ini:

On the first day, due to exhaustion, we just stayed at the hotel near Hagia Sophia to rest. The next
day, we left for Taksim to visit one of the popular destinations, Galata Tower. We saw a lot of
shopping centers and local authentic cafes there. After that, we visited one of the Malaysian
restaurants that I really wanted to visit in the Blue Mosque area.

Pada hari pertama, karena kelelahan, kami hanya menginap di hotel dekat Hagia Sophia untuk
beristirahat. Keesokan harinya, kami berangkat menuju Taksim untuk mengunjungi salah satu
destinasi populer, Galata Tower. Kami melihat banyak pusat perbelanjaan dan kafe otentik lokal di
sana. Setelah itu, kami mengunjungi salah satu Restoran Malaysia yang sangat ingin kami kunjungi di
area Blue Mosque.

3. Re-orientation

Dalam membuat recount text, akhir dari sebuah cerita disebut dengan re-orientation.

Pada bagian ini, penulis akan menuangkan rangkuman dan kesimpulan dari keseluruhan cerita
sekaligus memberitahu ending-nya (sad/happy).

Jika ada, author juga akan menambahkan kesan dan pesan untuk pembaca. Contoh sederhana
dari re-orientation:

A trip to Turkey a few years ago was an experience I will never forget for the rest of my life. The
bonus, two weeks after arriving in Indonesia, God trusts us to have the child. We think that having
quality time with a partner is very important.

Perjalanan ke Turki beberapa tahun yang lalu adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya
lupakan seumur hidup. Bonusnya, dua minggu setelah tiba di Indonesia, Tuhan mempercayakan kami
untuk memiliki anak. Kami berpikir bahwa memiliki waktu yang berkualitas dengan pasangan sangat
penting.

Ciri-Ciri Recount Text (Characteristics of Recount Text)

Recount text memiliki dua ciri utama, yaitu:

1. Dalam recount text tidak ada konflik yang diceritakan oleh penulis, berbeda dengan teks naratif
bahasa Inggris yang memiliki conflict pada strukturnya.

2. Selalu ada urutan cerita secara kronologis, misal ada cerita di hari pertama, hari kedua, dan
seterusnya.

Language Features of Recount Text (Kaidah Kebahasaan Recount Text)

Saat akan membuat recount text, tentu ada beberapa kaidah kebahasaan yang perlu kamu
perhatikan. Hal ini bertujuan untuk membedakan recount text dengan jenis teks yang lain.
Mengutip dari berbagai sumber, terdapat 10 language features of recount text:

1. Using simple past tense

Kamu masih ingat dengan tenses ini, kan? Yap, dalam recount text bahasa inggris, sebagian besar
cerita diisi menggunakan kalimat simple past tense untuk menunjukkan aktivitas di masa lampau.

Pola kalimatnya terbagi menjadi dua, yaitu ada verbal sentence dengan rumus subject + verb 2 +
complement dan nominal sentence yang rumusnya subject + be + complement. Kalau lupa, cek lagi
artikel Simple Past Tense: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contoh Kalimat ya!

Ini contoh kalimatnya:

Last week, my friends and I went to Jogja.


(Minggu lalu, saya dan teman-teman pergi ke Jogja.)

Went merupakan bentuk simple past tense dari go.

2. Using specific participant

Recount text juga erat hubungannya dengan specific participant, yaitu sesuatu yang memiliki objek
tertentu, tidak bersifat umum, dan unik (hanya ada satu). Contohnya antara lain Istanbul Airport,
Borobudur Temple, Muara Angke, Geusan Ulun Museum, etc.

3. Using personal participant

Personal participant contohnya seperti I, my group, my friends, my husband, etc. Dalam recount
text, biasanya personal participant akan muncul di bagian orientation sebagai pengenalan tokoh
ataupun karakter dalam cerita.

4. Using action verb

Mengutip dari artikel 11 Tipe Kata Kerja Bahasa Inggris (Verb) Beserta Contohnya, action
verb adalah kata kerja yang merujuk pada tindakan yang kamu lakukan dan bisa terlihat oleh orang
lain. Verb ini dikenal juga dengan dynamic verb. Contoh kalimatnya:

First, we visited Parangtritis beach.


(Pertama, kami mengunjungi pantai Parangtritis.)

Visited adalah kata kerja yang bisa terlihat oleh orang lain.

5. Using linking verb

Masih soal kata kerja, sebagai teks yang menceritakan rangkaian peristiwa tentu tak lepas
dari linking verb, yaitu kata kerja yang menghubungkan antara subjek dan keterangan.

Tapi, yang harus digarisbawahi adalah, linking verb digunakan untuk memberi keterangan deskriptif
dan identitas dari subjek. Jadi, bukan merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh subjek.

Beberapa contoh yang termasuk linking verb adalah be, become, seem, appear, grow. Be terdiri
dari is, am, dan are untuk simple present tense. Sementara itu, yang berlaku pada recount
text adalah bentuk simple past tense–nya, yaitu was dan were. Contoh kalimatnya:

Yesterday, I was busy towards the end of the month and I had to work late.
(Kemarin, saya sibuk menjelang akhir bulan dan saya harus bekerja lembur.)

Di sana, was berfungsi untuk menghubungkan antara I dan busy towards the end of the month.
6. Using chronological connection/sequence connective

Chronological connection atau yang dikenal juga sebagai chronological connector/connector of


sequence adalah kata sambung yang digunakan untuk menyatakan urutan terjadinya
peristiwa. Tentunya kaidah ini sejalan dengan definisi dari recount text itu sendiri.

Chronological connector berguna untuk menyatakan aktivitas yang terjadi lebih dulu dan mana
yang terjadi selanjutnya. Kata sambung ini memudahkan pembaca untuk memahami urutan
peristiwa secara keseluruhan.

Contoh chronological connector adalah then, next, in the end, in addition, dan lain sebagainya.
Perhatikan contoh berikut ini:

We looked around in that Zoo, and also took pictures of those animals. Then, we felt hungry, so we
went to a restaurant.
(Kami melihat-lihat di Kebun Binatang itu, dan juga memotret binatang-binatang itu. Kemudian, kami
merasa lapar, jadi kami pergi ke restoran.)

7. Using conjunction

Conjunction adalah bagian dari part of speech yang tugasnya adalah menghubungkan dua kata,
frasa, atau kalimat.

Contoh-contoh conjunction dalam recount text adalah and, or, until, although, while, but, and
many more. Begini jika diaplikasikan dalam kalimat:

One of my friends warned me that Samyang was very spicy, but I didn’t want to listen to her.
(Salah satu teman saya memperingatkan saya bahwa Samyang sangat pedas, tetapi saya tidak mau
mendengarkannya.)

8. Using adverbs

Secara sederhana, adverbs adalah kata keterangan. Ia memberikan lebih banyak informasi atau
mendeskripsikan lebih detail dari kata kerja, kata sifat, dan kata lainnya.

Contohnya adalah extremely, carefully, slowly, etc. Kalau dalam kalimat, contohnya adalah:

She walked carefully.


(Dia berjalan dengan hati-hati.)

Carefully berperan untuk menerangkan kata kerja walked.

9. Using adverb(ial) phrase

Loh, apa bedanya adverbial phrase dan adverb? Sekilas memang sulit untuk membedakannya, guys.

Adverbial phrase adalah frasa yang bersifat adverb, alias frasa yang fungsinya
menjelaskan. Kalau adverb adalah bagian kalimat yang fungsinya menjelaskan keseluruhan
kalimat, verb, adjective, atau adverb lain.

Nah, adverbial phrase adalah bagian dari adverb, tapi nggak selalu satu kata dan biasanya
merupakan bagian dari klausa atau frasa.
Adverbial phrase itu sendiri jenisnya beragam, tapi yang paling banyak digunakan dalam
teks recount adalah adverb phrase of time dan adverb phrase of place yang berfungsi untuk
menerangkan waktu dan tempat kejadian.

Yuk, simak baik-baik contoh di bawah ini:

 Adverb phrase of time: Camelia found her book in the classroom. (Camelia menemukan
bukunya di kelas.)

 Adverb phrase of place: My team won the volleyball tournament last week. (Tim saya
memenangkan turnamen bola voli minggu lalu.)

10. Using time connectives and sequence connective

Jadi guys, connectives ini adalah kata atau frasa yang menghubungkan bagian kata, frasa, klausa
atau kalimat. Kalau kamu lihat lagi di point nomor 6 dan 7, mereka adalah bagian
dari connectives. Adapun time connectives contohnya adalah in the meantime, the next day, dsb.

Selain itu, ada juga sequence connective untuk mengurutkan sebuah informasi berdasarkan
langkahnya. Contoh: before, after, then, first, second, third, finally, at last.

Baca Juga : 5 Cara Memahami Teks Bahasa Inggris dengan Cepat

Macam-Macam Recount Text (Types of Recount Text)

Selanjutnya yang perlu diketahui adalah recount memiliki beberapa jenis, nih.
Jenis recount text terdiri dari personal recount, factual recount, imaginative recount, serta historical
recount. Berikut penjelasannya:

1. Personal Recount Text

Personal recount text adalah salah satu jenis teks yang bertujuan untuk menceritakan mengenai
pengalaman pribadi penulis. Personal recount adalah jenis paling umum yang sering ditemukan
dalam penulisan recount.

2. Factual Recount Text

Sudah pernah dengar jenis teks ini? Factual recount text merupakan cerita untuk menyajikan
laporan terkait peristiwa yang terjadi berdasarkan fakta (benar-benar terjadi).

Jadi, ini tidak terpaku pada kejadian personal, bisa juga kejadian orang lain. Contohnya seperti
laporan mengenai percobaan sains a.k.a ilmu pengetahuan ataupun laporan kepolisian.

3. Imaginative Recount Text

Bukan cuma teks naratif, recount text juga memiliki jenis imaginative. Imaginative recount adalah
teks yang biasa digunakan seseorang sebagai cerita dari peristiwa imajinatif yang dialami oleh
seseorang.

Contohnya recount text yang menceritakan pengalaman penulis mengenai khayalan yang ia dapat
dari mimpi.

4. Historical Recount Text

Historical recount text adalah bentuk recount text yang isinya menceritakan peristiwa
sejarah. Intinya, teks ini adalah cerita sejarah dalam bahasa Inggris. Eits, tapi bedakan
dengan narrative ya.

Kalau di narrative, sifatnya adalah khayalan. Sementara itu dalam recount text, sejarah yang
diceritakan memang benar-benar terjadi di masa lampau. Contohnya tentang proklamasi
kemerdekaan Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai