0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan56 halaman

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia ini dirancang untuk kelas 2 dengan fokus pada keterampilan menyimak melalui pendekatan Inquiry-Based Learning. Pembelajaran mencakup kegiatan mendengarkan cerita, diskusi kelompok, dan presentasi untuk mengembangkan pemahaman dan komunikasi. Tujuan utamanya adalah agar peserta didik menjadi pendengar yang baik, memahami informasi, dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi.

Diunggah oleh

voleta3012
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan56 halaman

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 2

Modul Ajar Bahasa Indonesia ini dirancang untuk kelas 2 dengan fokus pada keterampilan menyimak melalui pendekatan Inquiry-Based Learning. Pembelajaran mencakup kegiatan mendengarkan cerita, diskusi kelompok, dan presentasi untuk mengembangkan pemahaman dan komunikasi. Tujuan utamanya adalah agar peserta didik menjadi pendengar yang baik, memahami informasi, dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi.

Diunggah oleh

voleta3012
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar Bahasa Indonesia

DEEP LEARNING

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun :
 Satuan Pendidikan :
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
 Fase : A
 Kelas/Semester : 2/1 (Ganjil)
 Alokasi Waktu : 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih yang sesuai:
 [X] Keimanan dan Ketakwaan
 [X] Kewargaan
 [X] Penalaran Kritis
 [X] Kreativitas
 [X] Kolaborasi
 [X] Kemandirian
 [X] Kesehatan
 [X] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat:
 [ ] Bangun tidur: "Anak-anak hebat, siapa yang tadi pagi bangun
tanpa rewel dan langsung bersemangat untuk hari ini?"
 [ ] Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang sudah melaksanakan
ibadah pagi sesuai keyakinan kalian? Semoga berkah ya!"
 [ ] Berolahraga: "Tadi pagi ada yang sudah bergerak atau bermain
sebentar? Olahraga membuat tubuh kita kuat dan semangat!"
 [ ] Gemar Belajar: "Siapa yang sudah mencoba membaca buku
cerita, atau belajar hal baru dari YouTube sebelum berangkat
sekolah?"
 [ ] Makan sehat dan Bergizi: "Coba sebutkan, apa saja makanan
sehat yang kalian makan pagi ini? Ada sayur atau buahnya tidak?"
 [ ] Bermasyarakat: "Apakah ada yang sudah menyapa tetangga,
membantu orang tua, atau berbagi senyum hari ini?"
 [ ] Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur tidak terlalu larut
malam? Tidur cukup membuat otak kita lebih pintar, lho!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran (Elemen Menyimak): Peserta didik mampu
bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik
menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu
memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang
dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang
berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Melalui kegiatan mendengarkan cerita, peserta didik
mampu mengidentifikasi tokoh, latar, dan alur sederhana
dalam teks aural dengan penuh perhatian.
2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu memahami
informasi penting (pesan moral/nilai) dari teks yang
dibacakan dan menghubungkannya dengan pengalaman
pribadi.
3. Melalui kegiatan menjawab pertanyaan dan berinteraksi
secara lisan, peserta didik mampu mengkomunikasikan
pemahaman mereka terhadap instruksi dan percakapan
yang didengar tentang lingkungan sekitar.
4. Melalui presentasi sederhana, peserta didik mampu
menunjukkan minat dan antusiasme terhadap informasi
baru yang didengar dari berbagai media audio/aural.

E. Sarana dan Prasarana


1. Proyektor/layar dan speaker
2. Buku cerita bergambar/audiobook yang relevan
3. Kartu bergambar/flashcard tokoh dan suasana cerita
4. Papan tulis/papan flanel
5. Alat tulis dan kertas

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang spesifik.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Inkuiri)
 Metode: Mendengarkan aktif, Tanya Jawab, Diskusi Kelompok,
Bermain Peran, Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Ketika kalian mendengarkan cerita, apakah
kalian bisa membayangkan apa yang terjadi di dalam cerita itu
seolah-olah kalian ada di sana?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian mendengarkan cerita atau
nasihat dari orang tua atau guru, dan kemudian merasa nasihat itu
sangat penting untuk kehidupan kalian?"
 Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pendongeng
ulung! Cerita seperti apa yang ingin kalian dengar atau ceritakan
yang bisa membuat semua orang tersenyum dan tertawa?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi pendekatan deep
learning melalui Inquiry-Based Learning, mendorong keaktifan, kreativitas,
kolaborasi, serta pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan,
khususnya pada elemen menyimak.
1. Pendahuluan (30 menit)
 Mindfulness Moment (10 menit): Guru meminta peserta didik duduk
dengan nyaman dan menutup mata sejenak. Guru memutar suara
alam (misalnya suara burung, air mengalir) selama 2 menit. Setelah
itu, guru meminta peserta didik untuk membuka mata dan
bertanya, "Suara apa yang kalian dengar? Apa yang kalian rasakan
saat mendengarkan suara itu?" Ini melatih fokus dan kesadaran
dalam menyimak.
 Apersepsi (10 menit): Guru menunjukkan beberapa gambar ekspresi
wajah (senang, sedih, bingung, terkejut). Guru bertanya, "Wajah
ini menunjukkan perasaan apa? Mengapa penting bagi kita untuk
tahu perasaan orang lain?" Guru mengaitkan dengan pentingnya
mendengarkan dan memahami orang lain.
 Penyampaian Tujuan Pembelajaran (10 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah
dimengerti: "Hari ini kita akan menjadi pendengar yang super
hebat! Kita akan mendengarkan berbagai cerita dan informasi, lalu
kita akan belajar memahami apa yang ingin disampaikan dari cerita
itu, dan juga belajar cara menyampaikan kembali ide- ide kita."
2. Inti (14 JP / 70 menit per JP = 980 menit)
JP 1-4: Menyimak Cerita dan Mengidentifikasi Informasi Penting
 Fase 1: Eksplorasi (140 menit):
o Guru memutarkan sebuah audiobook atau membacakan
cerita bergambar yang menarik dengan intonasi dan
ekspresi (misalnya cerita tentang persahabatan,
keberanian, atau lingkungan). Guru menekankan agar
peserta didik menyimak dengan penuh perhatian.
o Setelah cerita selesai, guru mengajukan pertanyaan
terbuka: "Bagaimana perasaan kalian setelah mendengar
cerita ini? Apa hal paling menarik dari cerita tadi?"
o Kegiatan Aktif & Bermakna: Guru meminta peserta didik untuk
menggambar satu adegan atau tokoh favorit dari cerita yang
baru saja
didengar. Ini melatih mereka mengingat informasi kunci dan
mengekspresikannya secara visual.
 Fase 2: Perencanaan (140 menit):
o Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok
kecil (4-5 anak). Setiap kelompok diberikan kartu bergambar
tokoh, latar, dan objek dari cerita.
o Tugas kelompok adalah menyusun kartu-kartu tersebut
secara berurutan sesuai alur cerita yang telah didengar.
Mereka juga diminta mengidentifikasi karakter utama dan di
mana cerita itu terjadi.
oKegiatan Kolaboratif: Guru membimbing setiap kelompok,
mendorong mereka untuk berdiskusi dan berbagi
pemahaman tentang cerita. "Mengapa kalian meletakkan
kartu ini di awal? Apa yang terjadi setelah itu?"
JP 5-8: Memahami Informasi dan Menghubungkan dengan Pengalaman Pribadi
 Fase 3: Melakukan Penyelidikan (140 menit):
o Guru kembali memutarkan atau membacakan sebagian
cerita dari JP 1-4, namun kali ini lebih fokus pada pesan
moral atau nilai-nilai yang terkandung.
o Guru memfasilitasi diskusi mendalam: "Apa yang bisa kita
pelajari dari tokoh ini? Apakah ada kejadian di cerita yang
mirip dengan pengalaman kalian? Apa yang akan kalian
lakukan jika berada di posisi tokoh itu?"
o Kegiatan Kreatif & Bermakna: Setiap kelompok diminta
membuat "peta pikiran" sederhana atau "jurnal refleksi"
tentang pelajaran yang mereka dapat dari cerita dan
bagaimana relevansinya dengan kehidupan sehari-hari
mereka. Guru menyediakan contoh.
 Fase 4: Mengkomunikasikan Hasil (140 menit):
o Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil
diskusi mereka (peta pikiran/jurnal refleksi) di depan kelas.
Mereka menceritakan bagaimana cerita tersebut mengajarkan
mereka sesuatu.
o Kegiatan Menyenangkan & Komunikatif: Setelah presentasi,
kelompok lain dapat memberikan pertanyaan atau
komentar. Guru mendorong peserta didik untuk bertanya:
"Mengapa kalian memilih pelajaran itu?" atau "Bisakah
kalian memberi contoh lain dalam kehidupan kita?"
JP 9-12: Memahami Instruksi Lisan dan Percakapan Sehari-hari
 Fase 1: Eksplorasi (140 menit):
o Guru memberikan serangkaian instruksi lisan sederhana
secara bertahap (misalnya: "Ambil pensilmu, lalu letakkan di
atas buku", "Berdirilah, putar satu kali, lalu duduk kembali").
Peserta didik diminta untuk melakukan instruksi tersebut.
o Guru juga memutar rekaman percakapan singkat antara dua
anak tentang kegiatan sehari-hari (misalnya percakapan
tentang bermain di taman, membantu orang tua).
o Kegiatan Aktif: Peserta didik diminta mencatat hal-hal
penting yang mereka dengar dari percakapan atau
instruksi.
 Fase 2: Perencanaan & Melakukan Penyelidikan (140 menit):
o Guru membagi peserta didik ke dalam pasangan. Guru
memberikan kartu berisi situasi percakapan sederhana
(misalnya, "Bertanya arah ke kantin", "Mengajak teman
bermain").
o Setiap pasangan diminta untuk bermain peran berdasarkan
situasi tersebut, mengaplikasikan kemampuan menyimak
dan merespons.
o Kegiatan Bermakna & Kolaboratif: Guru berkeliling,
memberikan umpan balik langsung, dan membantu peserta
didik menyusun kalimat yang tepat dan sopan.
JP 13-16: Menunjukkan Minat dan Berinteraksi Aktif
 Fase 3: Mengkomunikasikan Hasil (140 menit):
o Setiap pasangan menampilkan bermain peran mereka di depan
kelas.
o Setelah bermain peran, guru memfasilitasi diskusi: "Apa
yang kalian pelajari dari percakapan temanmu? Mengapa
penting untuk mendengarkan saat orang lain berbicara?"
o Kegiatan Menyenangkan & Kreatif: Guru meminta peserta
didik membuat poster kecil berisi "Aturan Emas
Mendengarkan" (misalnya: "Pandanglah pembicara",
"Jangan memotong pembicaraan").
 Fase 4: Refleksi dan Evaluasi (140 menit):
o Guru memutar beberapa potongan audio/video pendek
(misalnya, berita anak-anak, iklan layanan masyarakat,
cuplikan lagu anak).
o Peserta didik diminta untuk memberikan respons lisan
(misalnya, "Apa yang kalian rasakan saat mendengar ini?",
"Informasi penting apa yang kalian dapat?"). Ini melatih
mereka menunjukkan minat dan memberikan respons yang
relevan.
o Guru melakukan refleksi mendalam tentang
pentingnya mendengarkan dengan baik dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Penutup (30 menit)
 Review dan Penguatan (10 menit): Guru merangkum kembali
pentingnya menjadi pendengar yang baik. "Dengan
mendengarkan baik-baik, kita bisa tahu banyak hal, memahami
teman, dan belajar hal baru setiap hari!"
 Doa dan Refleksi Akhir (10 menit): Guru mengajak peserta didik
berdoa bersama. Guru juga meminta peserta didik untuk
menyebutkan satu hal yang akan mereka lakukan hari ini untuk
menjadi pendengar yang lebih baik.
 Pemberian Tugas Rumah (10 menit): Guru meminta peserta didik
untuk bertanya kepada salah satu anggota keluarga tentang
pengalaman menarik mereka di masa lalu, lalu menceritakan
kembali di pertemuan berikutnya. Ini melatih kemampuan
menyimak di lingkungan keluarga.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Partisipasi Aktif: Guru mengamati keaktifan peserta didik
dalam diskusi kelompok, kemampuan merespons pertanyaan, dan
antusiasme dalam menyimak.
 Penilaian Diskusi Kelompok: Guru menilai kemampuan peserta didik
dalam mengidentifikasi informasi penting dari cerita dan
menghubungkannya dengan pengalaman pribadi.
 Penilaian Bermain Peran: Guru menilai kemampuan peserta didik
dalam memahami dan merespons instruksi lisan serta
percakapan sederhana.
 Jurnal Refleksi/Peta Pikiran: Guru menilai kedalaman pemahaman
peserta didik terhadap pesan moral cerita dan relevansinya.
Asesmen Sumatif:
 Penugasan Presentasi Kelompok: Peserta didik diminta
menceritakan kembali inti cerita yang didengar atau
menyampaikan pesan moralnya dengan gaya mereka sendiri.
 Tes Lisan/Praktik Menyimak: Guru membacakan sebuah teks pendek,
lalu mengajukan beberapa pertanyaan pemahaman lisan yang
harus dijawab oleh peserta didik.
 Identifikasi Informasi: Peserta didik diminta mengidentifikasi
tokoh, latar, atau urutan kejadian dari cerita yang baru didengar
melalui gambar atau tulisan pendek.

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa menyimak
bukan hanya sekadar mendengar, tetapi juga memahami, merasakan, dan
merespons apa yang disampaikan. Mereka akan menyadari bahwa menjadi
pendengar yang baik adalah kunci untuk belajar hal baru, memahami
perasaan orang lain, dan membangun hubungan yang baik dengan
keluarga dan teman. Pemahaman ini akan membantu mereka
mengembangkan empati, keterampilan komunikasi, dan kemampuan
belajar sepanjang hayat.

L. Materi Bahan Ajar


Menyimak adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat
penting. Ini bukan hanya tentang menangkap suara, tetapi juga tentang
memahami makna dari apa yang kita dengar. Ketika kita menyimak
dengan penuh perhatian, kita akan lebih mudah menangkap informasi,
seperti siapa tokoh dalam cerita, di mana cerita itu terjadi, atau apa pesan
yang ingin disampaikan. Dengan menyimak baik-baik, kita bisa belajar
banyak hal baru dari guru, teman, orang tua, atau bahkan dari tayangan
audio dan video.

Selain memahami informasi, menyimak juga membantu kita dalam


berinteraksi dengan orang lain. Ketika seseorang berbicara, dengan
mendengarkan baik-baik, kita bisa memahami perasaannya, apa yang
diinginkannya, atau apa yang sedang ia pikirkan. Ini membuat kita bisa
memberikan respons yang tepat dan membangun percakapan yang
menyenangkan. Jadi, menyimak adalah dasar dari komunikasi yang baik
dan membantu kita menjalin hubungan yang erat dengan orang di sekitar
kita.

Keterampilan menyimak juga sangat berguna dalam kehidupan sehari-


hari. Misalnya, saat guru memberikan instruksi di kelas, kita perlu
menyimak agar tidak salah mengerjakan tugas. Atau ketika orang tua
bercerita tentang pengalaman mereka, dengan menyimak, kita bisa
belajar banyak pelajaran hidup. Oleh karena itu, mari kita latih diri untuk
selalu menjadi pendengar yang penuh perhatian, agar kita bisa menjadi
anak Indonesia yang hebat dan cerdas!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa yang paling sulit saat mencoba mendengarkan dengan penuh
perhatian hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil memahami isi
cerita atau percakapan yang kalian dengar?
3. Apa satu hal yang akan kalian lakukan besok untuk menjadi
pendengar yang lebih baik di rumah atau di sekolah?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah kegiatan menyimak hari ini mampu menarik minat
sebagian besar peserta didik? Jika tidak, apa penyebabnya?
2. Bagian mana dari proses Inquiry-Based Learning yang paling efektif
dalam meningkatkan kemampuan menyimak peserta didik?
3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan spesifik
dalam menyimak? Bagaimana strategi yang bisa saya terapkan
untuk membantu mereka?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Petualangan Menyimak Cerita Nama
Kelompok:
1.
2.
3.
4.
Judul Cerita yang Didengar:
Bagian 1: Mengenal Cerita (Isilah setelah mendengarkan cerita)
1. Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini? (Tuliskan nama atau
gambarlah mereka)
o
o
2. Di mana tempat kejadian dalam cerita ini? (Lingkari salah satu atau
tuliskan)
o Rumah
o Sekolah
o Hutan
o Kebun
o (tempat lain)
3. Apa masalah utama yang dialami oleh tokoh dalam cerita?
o o
4. Bagaimana akhir dari cerita ini? (Senang/Sedih/Lainnya)
o
Bagian 2: Pesan dari Cerita (Diskusikan dengan kelompokmu)
1. Apa pelajaran penting yang bisa kita ambil dari cerita ini?
o
o
2. Pernahkah kalian mengalami hal yang mirip dengan cerita
ini? Jika ya, ceritakan singkat!
o
o

Rubrik Penilaian Analitik untuk Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa


Tema: Pemahaman Cerita dan Pesan Moral
Skala Likert (1 =
Sangat Kurang, 2 =
Aspek Penilaian Kurang, 3 = Cukup, Deskripsi (untuk Guru)
4
= Baik, 5 = Sangat
Baik)
Diskusi
Kelompok

Peserta didik secara aktif


1. Keaktifan
12345 memberikan ide dan
Berpartisipasi
pertanyaan dalam
kelompok.
Kontribusi yang diberikan
2. relevan dan menunjukkan
12345
Kualitas pemahaman mendalam
Kontribu terhadap cerita.
si
Menyimak saat teman
3.
berbicara, tidak memotong
Kemampuan 12345
pembicaraan, dan
Menyimak
memberikan respons yang
Teman
relevan.
Berbagi tugas, saling
4. Kerjasama
12345 membantu, dan bekerja
Tim
sama mencapai tujuan
kelompok.
Presentasi
Siswa
Skala Likert (1 =
Sangat Kurang, 2 =
Aspek Penilaian Kurang, 3 = Cukup, Deskripsi (untuk Guru)
4
= Baik, 5 = Sangat
Baik)
Menjelaskan tokoh, latar,
5.
12345 alur, dan pesan moral
Pemahaman
cerita dengan akurat.
Konten
Berbicara dengan jelas,
6.
12345 intonasi yang sesuai, dan
Kelancaran
mudah dimengerti.
Berbicara
Menunjukkan sikap percaya
7.
12345 diri saat presentasi,
Kepercayaan
melakukan kontak mata
Diri
dengan audiens.
Menggunakan alat bantu
8. (gambar, poster) atau gaya
12345
Kreativitas penyajian yang menarik
Penyajian dan mudah dipahami.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang sudah sangat menguasai, guru dapat
memberikan tugas tambahan untuk membuat cerita pendek
sederhana mereka sendiri berdasarkan pengalaman menyimak
mereka.
 Mengajak peserta didik yang cepat memahami untuk menjadi
"mentor" bagi teman-temannya yang masih kesulitan.
 Memberikan akses ke audiobook atau video cerita yang lebih
kompleks dengan tingkat kesulitan yang meningkat.
Remedial:
 Guru akan melakukan bimbingan individual atau kelompok kecil
untuk peserta didik yang masih kesulitan dalam mengidentifikasi
informasi penting atau memahami instruksi.
 Mengulang kembali pembacaan cerita dengan intonasi yang lebih
lambat dan jelas, serta menggunakan visualisasi (gambar, gerakan)
untuk membantu pemahaman.
 Memberikan latihan menyimak instruksi sederhana yang lebih
terstruktur dan berulang.

P. Bahan Bacaan
Pendidik:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Deep Learning: The New Education oleh Michael Fullan & Joanne Quinn.
3. Buku panduan guru Bahasa Indonesia kelas 2 Kurikulum Merdeka.
Peserta Didik:
1. Buku cerita anak bergambar yang relevan dengan tema
persahabatan, lingkungan, atau moralitas.
2. Kumpulan cerita rakyat Indonesia sederhana.
3. Majalah anak-anak dengan cerita pendek atau komik edukatif.

Q. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, kemampuan transfer pengetahuan, dan
pengembangan keterampilan abad ke-21.
2. Teks Aural: Teks yang disampaikan melalui pendengaran, seperti
cerita yang dibacakan, rekaman suara, atau percakapan langsung.
3. Inquiry-Based Learning: Model pembelajaran yang mendorong
peserta didik untuk aktif bertanya, menyelidiki, dan menemukan
pengetahuan sendiri.

R. Daftar Pustaka
1. Fullan, M., & Quinn, J. (2016). Deep Learning: Engage the World, Change
the World. Corwin.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Buku Panduan
Guru Bahasa Indonesia Kelas 2 Sekolah Dasar. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
3. Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Modul Ajar Bahasa Indonesia
DEEP LEARNING

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Umar Tholib
 Satuan Pendidikan: SDN Karangsari 02
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
 Fase: A
 Kelas/Semester: 2/1 (Ganjil)
 Alokasi Waktu: 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih yang sesuai:
 [X] Keimanan dan Ketakwaan
 [X] Kewargaan
 [X] Penalaran Kritis
 [X] Kreativitas
 [X] Kolaborasi
 [X] Kemandirian
 [X] Kesehatan
 [X] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat:
 [ ] Bangun tidur: "Anak-anak hebat, siapa yang tadi pagi
bangunnya semangat dan langsung siap belajar?"
 [ ] Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang sudah menunaikan
ibadah sesuai keyakinan masing-masing? Semoga hari ini penuh
berkah ya!"
 [ ] Berolahraga: "Ada yang sudah melakukan gerakan-gerakan
ringan atau bermain di luar rumah sebentar? Olahraga bikin
badan sehat dan pikiran segar!"
 [ ] Gemar Belajar: "Siapa yang sudah membuka buku cerita,
membaca poster, atau menonton video edukasi pagi ini?
Belajar itu seru, lho!"
 [ ] Makan sehat dan Bergizi: "Coba sebutkan, apa saja makanan
sehat yang kalian santap pagi ini? Ada sayur atau buahnya?"
 [ ] Bermasyarakat: "Apakah ada yang sudah membantu orang tua
di rumah, menyapa tetangga, atau berbagi senyum dengan teman
hari ini?"
 [ ] Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur tidak terlalu larut
malam? Tidur cukup membuat kita lebih fokus saat belajar!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran (Membaca dan Memirsa): Peserta didik mampu
bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang menunjukkan minat
terhadap teks yang dibaca atau dipirsa. Peserta didik mampu
membaca kata-kata yang dikenali sehari-hari dengan fasih. Peserta
didik mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang
dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi
anak. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dan/atau
kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari teks
yang dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Melalui kegiatan membaca dan memirsa teks, peserta
didik mampu menunjukkan minat serta sikap antusias
terhadap berbagai jenis bacaan dan tayangan.
2. Melalui praktik membaca terbimbing dan mandiri, peserta
didik mampu membaca kata-kata yang dikenali sehari-hari
dan kalimat sederhana dengan fasih.
3. Melalui diskusi dan penugasan, peserta didik mampu
memahami informasi penting dari teks narasi imajinatif, puisi
anak, atau tayangan tentang diri dan lingkungan yang
dipirsa.
4. Dengan bantuan ilustrasi, peserta didik mampu memaknai
kosakata baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan
dari bahasa daerah yang ditemukan dalam teks atau
tayangan.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku cerita bergambar/komik anak dengan beragam tema.
2. Proyektor/layar dan perangkat pemutar video (untuk tayangan).
3. Kartu kata (flashcard) kosakata baru atau kata-kata umum.
4. Papan flanel/papan tulis dan spidol/kapur.
5. Area membaca yang nyaman dan menarik (pojok baca kelas).

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang spesifik.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Membaca Bersama, Membaca Terbimbing, Diskusi
Kelompok, Menjelajah Kata, Presentasi/Pameran.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Ketika kalian melihat sebuah buku atau
tayangan, apa yang pertama kali menarik perhatian kalian?
Mengapa?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian membaca atau menonton
sesuatu, dan tiba-tiba merasa tahu banyak hal baru yang belum
kalian ketahui sebelumnya?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menjadi tokoh dalam cerita
atau film, karakter siapa yang ingin kalian perankan?
Mengapa?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi pendekatan deep
learning melalui Project-Based Learning, mendorong keaktifan, kreativitas,
kolaborasi, serta pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan,
khususnya pada elemen membaca dan memirsa.
1. Pendahuluan (30 menit)
 Mindfulness Moment (10 menit): Guru meminta peserta didik duduk
tenang, menutup mata, dan membayangkan sedang membaca
buku favorit di tempat yang paling mereka sukai. Guru memandu
dengan pertanyaan: "Buku apa yang kalian baca? Siapa tokohnya?
Apa yang membuat kalian suka?" Ini melatih fokus dan membangun
minat baca.
 Apersepsi (10 menit): Guru menunjukkan beberapa sampul buku
cerita anak yang menarik atau cuplikan video animasi pendek tanpa
suara. Guru bertanya, "Kira-kira tentang apa ya cerita ini? Apa yang
membuat kalian ingin tahu isinya?" Guru mengaitkan dengan
pentingnya minat membaca dan memirsa.
 Penyampaian Tujuan Pembelajaran (10 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah
dimengerti: "Hari ini kita akan menjadi detektif kata dan cerita! Kita
akan membaca dan menonton berbagai hal seru, lalu kita akan
belajar memahami apa isi ceritanya, dan menemukan kata-kata
baru yang keren!"
2. Inti (14 JP / 70 menit per JP = 980 menit)
JP 1-4: Penentuan Proyek dan Eksplorasi Minat Baca/Mirsa (280 menit)
 Fase 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar (70 menit): Guru memutar
klip singkat dari berbagai jenis tayangan (animasi, dokumenter
anak, pembacaan puisi) dan menunjukkan beragam buku cerita
(fantasi, kehidupan sehari-hari, hewan). Guru bertanya, "Dari
semua ini, mana yang paling ingin kalian baca atau tonton lebih
lanjut? Mengapa?" Guru mencatat minat umum siswa.
 Fase 2: Mendesain Perencanaan Proyek (70 menit): Berdasarkan
minat yang dominan, guru mengusulkan sebuah proyek: "Mari
kita buat 'Pojok Cerita Favorit Kelas 2', di mana setiap kelompok
akan memilih satu cerita (buku/video) favorit, memahami isinya,
lalu berbagi dengan teman lain!" Peserta didik dibagi menjadi
kelompok-kelompok kecil (4-5 anak)
berdasarkan minat cerita. Setiap kelompok memilih satu buku
atau video yang akan mereka "garap".
 Fase 3: Menyusun Jadwal (140 menit): Setiap kelompok dibimbing
untuk menyusun rencana kerja: Kapan mereka akan
membaca/memirsa? Kapan akan berdiskusi? Kapan akan
membuat ringkasan/pameran? Guru menekankan pentingnya
membaca/memirsa dengan fasih dan memahami informasi. Guru
memberikan buku-buku yang sesuai tingkatannya dan
memutarkan video yang telah diseleksi.
JP 5-8: Membaca/Memirsa dengan Penuh Perhatian dan Memahami Informasi (280
menit)
 Fase 4: Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (280 menit):
o Membaca Bersama/Terbimbing (140 menit): Guru membaca
buku/tayangan yang dipilih oleh kelompok secara bergantian.
Guru memberi contoh membaca fasih (intonasi, jeda) dan
menunjuk peserta didik untuk melanjutkan. Guru
membimbing saat ada kata-kata yang sulit. "Siapa yang bisa
bantu Ibu/Bapak membaca kalimat ini dengan semangat?"
o Menjelajah Kosakata Baru (70 menit): Saat membaca/memirsa,
jika menemukan kosakata baru, guru menghentikan dan
bertanya, "Menurut kalian, apa ya artinya kata ini? Ada
ilustrasi yang bisa membantu kita?" Guru menuliskan
kosakata baru di papan dan meminta peserta didik menebak
maknanya dari konteks atau ilustrasi. Guru juga
memperkenalkan beberapa kosakata serapan dari bahasa
daerah jika relevan dengan cerita.
o Diskusi Pemahaman (70 menit): Setiap kelompok berdiskusi
untuk memahami informasi dari cerita: Siapa tokohnya? Apa
yang terjadi? Mengapa itu terjadi? Apa pesan yang bisa
diambil? Guru berkeliling dan memfasilitasi diskusi,
mengajukan pertanyaan pancingan untuk mendorong
pemahaman mendalam. "Apa perasaan tokoh saat itu?
Mengapa dia melakukan itu?"
JP 9-12: Mengolah Informasi dan Menyiapkan Produk Proyek (280 menit)
 Fase 4: Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (lanjutan):
o Menggambar & Menulis Ringkasan (140 menit): Berdasarkan
pemahaman mereka, setiap kelompok membuat ringkasan
cerita dalam bentuk gambar berurutan atau tulisan singkat
yang ditempel di karton. Mereka juga menuliskan beberapa
kosakata baru yang mereka pelajari beserta artinya,
dilengkapi dengan ilustrasi. Ini melatih kreativitas dan
kemandirian dalam mengolah informasi.
o Latihan Presentasi (140 menit): Guru membimbing setiap
kelompok untuk berlatih presentasi. Mereka akan
menjelaskan cerita yang mereka pilih, tokoh-tokohnya,
pesan moral, dan kosakata baru yang mereka temukan.
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan
antusias untuk menunjukkan minat mereka.
JP 13-16: Presentasi Proyek dan Refleksi (140 menit)
 Fase 5: Mengevaluasi Pengalaman (140 menit):
o Pameran "Pojok Cerita Favorit" (90 menit): Setiap kelompok
memajang hasil karyanya (gambar berurutan/ringkasan
cerita, daftar kosakata baru) di area yang sudah disiapkan.
Mereka secara bergiliran mempresentasikan proyek mereka
kepada kelompok lain atau kepada guru dan teman-teman.
Guru memfasilitasi pertanyaan dan apresiasi
dari audiens. Ini melatih komunikasi dan kolaborasi (saat bertanya
dan menjawab).
o Refleksi Proyek (50 menit): Guru memimpin diskusi refleksi:
"Apa yang kalian rasakan saat mengerjakan proyek ini? Apa
tantangan terbesar? Apa yang paling kalian banggakan dari
proyek kelompokmu? Pelajaran apa yang kalian dapatkan
tentang membaca dan memirsa?"
3. Penutup (30 menit)
 Review dan Penguatan (10 menit): Guru merangkum kembali
pentingnya membaca dan memirsa untuk menambah
pengetahuan dan wawasan. "Kita adalah detektif hebat yang
sudah menemukan banyak cerita dan kata-kata baru hari ini!"
 Doa dan Refleksi Akhir (10 menit): Guru mengajak peserta didik
berdoa bersama. Guru juga meminta peserta didik menyebutkan
satu hal yang paling mereka sukai dari kegiatan membaca atau
memirsa hari ini.
 Pemberian Tugas Rumah (10 menit): Guru menugaskan peserta didik
untuk membaca satu cerita pendek dari buku yang ada di rumah
atau menonton tayangan edukasi anak, kemudian menceritakan
kembali inti ceritanya kepada orang tua atau anggota keluarga
lainnya.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Minat dan Keterlibatan: Guru mengamati antusiasme
peserta didik saat memilih buku/tayangan, saat
membaca/memirsa, dan saat berdiskusi.
 Penilaian Membaca Fasih: Guru secara individual mengamati
kemampuan peserta didik membaca kata-kata yang dikenali
sehari-hari dan kalimat sederhana dengan lancar dan intonasi
yang tepat.
 Diskusi Kelompok: Guru menilai partisipasi dan pemahaman
peserta didik dalam mengidentifikasi informasi dari cerita dan
memaknai kosakata baru.
 Kuis Singkat Lisan: Guru mengajukan pertanyaan pemahaman
tentang cerita/tayangan yang baru saja disajikan.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Pojok Cerita Favorit": Penilaian produk (ringkasan
cerita bergambar/tertulis, daftar kosakata baru dengan
ilustrasi) berdasarkan kreativitas, kelengkapan informasi, dan
kejelasan penyampaian.
 Presentasi Proyek: Penilaian presentasi kelompok meliputi
kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas,
menunjukkan pemahaman mendalam, dan kerja sama tim.
 Tes Tertulis/Praktik: Tes pilihan ganda atau isian singkat untuk
menguji pemahaman informasi dari teks/tayangan (misalnya,
menentukan tokoh, latar, pesan moral). Tes membaca kosakata
baru dengan bantuan ilustrasi.

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa membaca dan
memirsa adalah jendela menuju dunia yang luas, tempat mereka bisa
menemukan pengetahuan baru, merasakan petualangan, dan memahami
berbagai emosi. Mereka akan menyadari bahwa setiap kata dan gambar
memiliki
makna, dan dengan kemampuannya, mereka bisa menjadi pembelajar
mandiri yang selalu ingin tahu. Pemahaman ini akan menumbuhkan
kecintaan terhadap literasi dan membantu mereka mengolah informasi
dari berbagai sumber.

L. Materi Bahan Ajar


Membaca dan memirsa adalah dua cara penting bagi kita untuk
mendapatkan informasi dan menikmati cerita. Membaca berarti melihat
tulisan dan memahami artinya. Ketika kita membaca buku, majalah, atau
bahkan papan nama di jalan, kita sedang mencari tahu sesuatu. Agar bisa
membaca dengan baik, kita perlu mengenal huruf, menggabungkannya
menjadi kata, dan memahami makna kalimatnya.
Semakin sering kita membaca, semakin lancar dan cepat kita bisa
memahami isi bacaan, seperti halnya seorang penyelam yang semakin
dalam menyelami lautan pengetahuan.
Selain membaca, ada juga memirsa, yaitu memahami informasi dari
gambar atau tayangan, seperti video, film kartun, atau iklan. Sama
seperti membaca, saat memirsa, kita juga harus memperhatikan detail,
seperti ekspresi wajah tokoh, warna yang digunakan, atau suara yang
didengar. Dari tayangan yang kita mirsa, kita bisa mendapatkan informasi
tentang diri kita, lingkungan sekitar, atau bahkan cerita- cerita khayalan
yang seru. Memirsa membantu kita memahami dunia dengan cara yang
berbeda, yaitu melalui penglihatan dan pendengaran.
Baik membaca maupun memirsa, keduanya sangat penting untuk kita
bisa menjadi anak yang cerdas dan berwawasan luas. Dengan membaca
dan memirsa, kita bisa menemukan banyak sekali kosakata baru. Ada
kosakata yang memang berasal dari Bahasa Indonesia, ada juga yang
diserap dari bahasa daerah, seperti "gotong royong" atau "musyawarah".
Ketika kita menemukan kata baru, kita bisa mencari tahu artinya dari
gambar di sekitar kata itu, atau bertanya kepada guru. Dengan begitu,
perbendaharaan kata kita akan semakin kaya dan kita bisa memahami
lebih banyak cerita dan informasi.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa yang paling membuat kalian tertarik saat membaca buku
atau memirsa video hari ini?
2. Kosakata baru apa yang paling seru kalian temukan?
Bagaimana kalian mencari tahu artinya?
3. Apa yang akan kalian lakukan agar bisa membaca atau
memirsa dengan lebih baik lagi di lain waktu?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah peserta didik menunjukkan minat yang tinggi terhadap
teks yang dibaca atau dipirsa? Bagaimana cara
meningkatkannya lebih lanjut?
2. Apakah model Project-Based Learning efektif dalam membantu
peserta didik mencapai tujuan pembelajaran membaca dan
memirsa?
3. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling berhasil
memfasilitasi pemahaman mendalam peserta didik?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Detektif Cerita dan Kata Baru Nama
Kelompok:
1.
2.
3.
4.
Judul Buku/Video yang Kami Pilih:

Bagian 1: Temukan Kisahnya!


1. Siapa saja tokoh yang ada di cerita/video ini? Gambarlah atau
tuliskan namanya!
o
o o
2. Di mana tempat kejadian utama dalam cerita/video ini?
(Lingkari atau gambarlah)
o Rumah
o Sekolah
o Hutan
o Kota
o (tempat lain)
3. Apa pesan penting yang bisa kita pelajari dari cerita/video ini?
o
o
Bagian 2: Kata-Kata Baru yang Keren!
Cari 3 kata baru dari cerita/video yang kalian pilih. Tuliskan kata itu,
gambarlah ilustrasinya, lalu tuliskan artinya menurut kelompokmu!

Kata Baru Ilustrasi (Gambar) Arti Kata Menurut Kami

1.

2.

3.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Pemahaman Teks dan Kosakata Baru
Skala Likert (1 =
Sangat Kurang, 2 =
Aspek Penilaian Kurang, 3 = Cukup, Deskripsi (untuk Guru)
4
= Baik, 5 = Sangat
Baik)
Diskusi
Kelompok

Menunjukkan antusiasme,
1. Minat dan
12345 aktif bertanya dan
Keterlibatan
menjawab, serta fokus
pada tugas kelompok.
Mampu mengidentifikasi
2.
12345 tokoh, latar, alur
Pemahaman
sederhana, dan pesan
Informasi
moral dengan akurat.
Teks
Berusaha memaknai
3.
kosakata baru dari konteks
Kemampuan 12345
atau ilustrasi, serta berbagi
Memaknai
ide arti dengan teman.
Kosakata
Bekerja sama secara
efektif, saling mendukung,
4. Kolaborasi Tim 12345
dan membagi peran dalam
mengerjakan LKPD.

Presentasi
Proyek

Menjelaskan isi cerita dan


5. Kejelasan kosakata baru dengan
12345
Penyampaian bahasa yang jelas, mudah
dimengerti, dan berurutan.

Membaca kalimat atau


6. Kefasihan
kata- kata yang dikenali
Membaca 12345
dengan lancar, intonasi
(jika ada
yang tepat, dan tanpa
teks)
ragu.
Produk yang dihasilkan
7. Kreativitas
menarik, informatif, dan
Produk 12345
menunjukkan upaya kreatif
(LKPD/Poster)
dalam penyajian.

8. Sikap Menunjukkan kepercayaan


12345
Presentas diri, melakukan kontak mata,
i dan
Skala Likert (1 =
Sangat Kurang, 2 =
Aspek Penilaian Kurang, 3 = Cukup, Deskripsi (untuk Guru)
4
= Baik, 5 = Sangat
Baik)
antusias dalam berbagi
hasil kerja.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang sudah fasih membaca dan memahami,
guru dapat memberikan tantangan membaca buku dengan level
yang sedikit lebih tinggi atau memirsa tayangan dokumenter anak.
 Mendorong mereka untuk menuliskan kembali cerita yang telah
dibaca/dipirsa dengan gaya bahasa mereka sendiri atau mengubah
akhir ceritanya.
 Mengajak mereka membuat "perpustakaan mini" di
kelas dengan mengelompokkan buku berdasarkan tema
atau jenisnya.
Remedial:
 Guru melakukan bimbingan individual atau kelompok kecil untuk
peserta didik yang kesulitan dalam membaca kata-kata fasih,
dengan fokus pada pengenalan bunyi dan suku kata.
 Memberikan cerita yang lebih pendek dan dengan kalimat
yang sangat sederhana, serta lebih banyak ilustrasi.
 Melakukan kegiatan "membaca nyaring" bersama guru atau
teman sebaya yang lebih mampu, dengan jeda untuk
menjelaskan makna dan kosakata.
 Menggunakan media audio visual interaktif yang lebih
sederhana untuk membantu pemahaman.

P. Bahan Bacaan
Pendidik:
1. Goodman, K. S. (1986). What's Whole in Whole Language?.
Heinemann. (Fokus pada pendekatan membaca secara
menyeluruh)
2. Tomlinson, C. A. (2014). The Differentiated Classroom: Responding to
the Needs of All Learners. ASCD. (Relevan untuk mengadaptasi
pembelajaran membaca)
3. Setyawan, D. (2020). Strategi Pembelajaran Membaca Permulaan di
Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
(Artikel jurnal tentang strategi membaca)
Peserta Didik:
1. Buku seri "Aku Anak Hebat" (misal: "Aku Suka Membaca",
"Aku Peka Terhadap Lingkungan").
2. Majalah anak seperti Bobo atau National Geographic Kids.
3. Komik edukasi sederhana tentang nilai-nilai moral atau pengetahuan
umum.

Q. Glosarium
1. Membaca Fasih: Kemampuan membaca kata atau kalimat dengan
lancar, intonasi yang tepat, dan kecepatan yang sesuai sehingga
makna dapat dipahami.
2. Memirsa: Aktivitas memahami informasi atau pesan dari media
visual seperti gambar, film, atau video.
3. Kosakata Serapan: Kata-kata dari bahasa lain (termasuk bahasa
daerah) yang diserap dan menjadi bagian dari Bahasa Indonesia,
seperti "gotong royong" (Jawa) atau "tangguh" (Minangkabau).

R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Guru
Bahasa Indonesia untuk SD Kelas II. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
2. Fullan, M., & Quinn, J. (2016). Deep Learning: Engage the World, Change
the World. Corwin.
3. Suyatno. (2013). Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD.
Rineka Cipta.
Modul Ajar Bahasa Indonesia
DEEP LEARNING

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : Dian Yogi Artanti,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD Negeri Wates 1
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
 Fase : A
 Kelas/Semester : 2/1 (Ganjil)
 Alokasi Waktu : 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih yang sesuai:
 [X] Keimanan dan Ketakwaan
 [X] Kewargaan
 [X] Penalaran Kritis
 [X] Kreativitas
 [X] Kolaborasi
 [X] Kemandirian
 [X] Kesehatan
 [X] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat:
 [ ] Bangun tidur: "Anak-anak hebat, siapa yang tadi pagi
bangunnya tepat waktu dan langsung tersenyum?"
 [ ] Beribadah: "Setelah bangun, siapa yang sudah melaksanakan
ibadah pagi sesuai keyakinan kalian? Semoga hari ini penuh berkah,
ya!"
 [ ] Berolahraga: "Ada yang sudah melakukan gerakan-gerakan
badan atau bermain di luar rumah sebentar? Olahraga bikin
tubuh sehat dan pikiran ceria!"
 [ ] Gemar Belajar: "Siapa yang sudah mencoba membaca atau
bertanya tentang hal baru sebelum ke sekolah? Belajar itu
menyenangkan, lho!"
 [ ] Makan sehat dan Bergizi: "Coba sebutkan, apa saja makanan
sehat yang kalian santap pagi ini? Ada buah atau sayur, tidak?"
 [ ] Bermasyarakat: "Apakah ada yang sudah mengucapkan
terima kasih, menyapa teman, atau membantu orang tua di
rumah hari ini?"
 [ ] Tidur Cepat: "Semalam, apakah kalian tidur tidak terlalu larut
malam? Tidur cukup membuat kita lebih semangat dan tidak
mudah mengantuk saat belajar!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran (Berbicara dan Mempresentasikan): Peserta
didik mampu berbicara dengan santun tentang beragam topik
yang dikenali menggunakan volume dan intonasi yang tepat
sesuai konteks. Peserta didik mampu merespons dengan bertanya
tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain
(teman, guru, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun
dalam suatu percakapan. Peserta didik mampu mengungkapkan
perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan
gambar/ilustrasi. Peserta didik mampu menceritakan kembali
suatu isi informasi yang dibaca atau didengar; dan menceritakan
kembali teks narasi yang dibacakan atau dibaca dengan topik diri,
keluarga, dan/atau lingkungan.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, peserta didik
mampu berbicara dengan santun tentang topik sehari-hari
(misalnya kegiatan di rumah atau di sekolah) menggunakan
volume dan intonasi yang sesuai.
2. Melalui simulasi percakapan, peserta didik mampu
merespons dengan bertanya, menjawab, dan menanggapi
komentar teman atau guru secara baik dan santun.
3. Dengan bantuan gambar/ilustrasi, peserta didik mampu
mengungkapkan perasaan dan gagasan mereka secara
lisan dengan jelas dan percaya diri.
4. Setelah membaca atau mendengar cerita, peserta didik
mampu menceritakan kembali isi informasi atau teks narasi
dengan topik diri, keluarga, dan/atau lingkungan secara
runtut.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar seri atau flashcard tentang aktivitas sehari-hari/lingkungan.
2. Buku cerita bergambar/komik anak.
3. Boneka tangan atau alat peraga untuk bermain peran.
4. Perekam suara (opsional, untuk refleksi).
5. Papan tulis/papan flanel.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang spesifik.
G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)
 Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Bercerita,
Tanya Jawab, Presentasi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Ketika kalian berbicara, apakah kalian
memperhatikan bagaimana suara kalian terdengar? Apakah
orang lain mengerti apa yang ingin kalian sampaikan?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian berhasil menjelaskan
sesuatu kepada teman, dan teman kalian langsung mengerti?
Bagaimana rasanya?"
 Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pencerita
ulung! Cerita apa yang paling ingin kalian bagikan dengan teman-
teman hari ini yang bisa membuat mereka tertawa atau
terinspirasi?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi pendekatan deep
learning melalui Problem-Based Learning, mendorong keaktifan, kreativitas,
kolaborasi, serta pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan,
khususnya pada elemen berbicara dan mempresentasikan.
1. Pendahuluan (30 menit)
 Mindfulness Moment (10 menit): Guru meminta peserta didik duduk
tegak, menarik napas dalam-dalam, dan mengembuskannya
perlahan. Kemudian, guru meminta mereka untuk membayangkan
sedang berbicara dengan teman atau keluarga. Guru bertanya,
"Bagaimana perasaan kalian saat berbicara? Apakah suara kalian
jelas?" Ini melatih kesadaran akan proses berbicara.
 Apersepsi (10 menit): Guru menampilkan video singkat tentang
orang yang berkomunikasi dengan baik (misalnya anak yang
menceritakan pengalamannya dengan percaya diri). Guru
bertanya, "Apa yang membuat orang ini bisa berbicara dengan
baik? Apa yang bisa kita pelajari darinya?"
 Penyampaian Tujuan Pembelajaran (10 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah
dimengerti: "Hari ini kita akan menjadi pembicara yang hebat! Kita
akan belajar bagaimana berbicara dengan santun, bertanya yang
baik, dan menceritakan kembali cerita atau pengalaman kita
dengan percaya diri."
2. Inti (14 JP / 70 menit per JP = 980 menit)
JP 1-4: Berbicara Santun dan Merespons dalam Percakapan (280 menit)
 Fase 1: Orientasi pada Masalah (70 menit): Guru memutar rekaman
audio percakapan singkat antara dua anak yang salah satunya
berbicara kurang santun atau tidak merespons dengan baik. Guru
bertanya, "Bagaimana perasaanmu mendengar percakapan itu?
Apa yang salah dari percakapan itu?" Peserta didik didorong untuk
mengidentifikasi masalah dalam komunikasi.
 Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik (70 menit): Guru membagi
peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil (4-5 anak). Setiap
kelompok diberikan kartu situasi percakapan sehari-hari (misalnya:
"Meminta tolong
teman meminjam pensil", "Bertanya tentang mainan baru teman",
"Menanggapi ajakan bermain").
 Fase 3: Membimbing Penyelidikan (140 menit):
o Setiap kelompok diminta untuk merencanakan dan
mempraktikkan percakapan berdasarkan kartu situasi, dengan
menekankan volume, intonasi yang tepat, dan kesantunan.
Guru memberikan contoh intonasi bertanya, menjawab, dan
menanggapi.
o Kegiatan Kolaboratif & Bermakna: Guru berkeliling,
memberikan umpan balik langsung, dan membimbing
peserta didik untuk memperbaiki cara bicara dan respons
mereka. "Coba suaramu sedikit lebih keras agar temanmu
mendengar." atau "Bagaimana cara menjawab yang lebih
sopan?"
JP 5-8: Mengungkapkan Perasaan dan Gagasan dengan Bantuan Visual (280
menit)
 Fase 1: Orientasi pada Masalah (lanjutan, 70 menit): Guru
menampilkan beberapa gambar yang menunjukkan berbagai
perasaan (senang, sedih, marah, takut) atau gagasan sederhana
(misalnya, ide untuk berkebun, rencana bermain). Guru bertanya,
"Bagaimana cara kita menceritakan perasaan ini agar teman
mengerti? Bagaimana cara menjelaskan ide ini agar teman
tertarik?"
 Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik (lanjutan, 70 menit): Guru
meminta setiap peserta didik memilih satu gambar perasaan
atau gagasan yang disukai.
 Fase 3: Membimbing Penyelidikan (140 menit):
o Peserta didik secara individual atau berpasangan diminta
untuk mengungkapkan perasaan atau gagasan dari gambar
yang mereka pilih secara lisan.
o Kegiatan Aktif & Kreatif: Guru mendorong penggunaan kalimat
yang jelas dan ekspresi wajah/gerakan yang mendukung. Guru
memberikan bantuan seperti "Bagaimana suaramu kalau
sedang gembira?" atau "Coba jelaskan idemu ini dengan lebih
rinci."
JP 9-12: Menceritakan Kembali Isi Informasi/Teks Narasi (280 menit)
 Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (280 menit):
o Menceritakan Kembali Informasi (140 menit): Guru
membacakan sebuah teks informasi pendek (misalnya,
tentang cara menjaga kebersihan lingkungan, atau siklus
hidup kupu-kupu). Setelah itu, setiap kelompok diminta
untuk menceritakan kembali isi informasi tersebut secara
lisan dengan bahasa mereka sendiri. Guru menekankan
keruntutan cerita.
o Menceritakan Kembali Teks Narasi (140 menit): Guru memutar
video pembacaan teks narasi imajinatif atau menceritakan
langsung sebuah cerita rakyat dengan topik diri, keluarga,
atau lingkungan. Setelah itu, peserta didik secara
berpasangan atau individual diminta untuk menceritakan
kembali cerita tersebut secara runtut, dengan volume dan
intonasi yang sesuai. Ini melatih penalaran kritis dan
kreativitas dalam menyusun cerita.
JP 13-16: Presentasi Akhir dan Refleksi (140 menit)
 Fase 5: Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah (140 menit):
o "Panggung Cerita Kita" (90 menit): Setiap peserta didik
atau perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk
menceritakan
kembali cerita atau pengalaman paling berkesan yang telah
mereka pelajari (dari teks yang dibaca/didengar atau
pengalaman pribadi), atau mempresentasikan hasil bermain
peran mereka. Guru mendorong peserta didik lain untuk
bertanya dan menanggapi dengan santun.
o Refleksi Diri (50 menit): Guru memimpin diskusi refleksi tentang
perjalanan mereka dalam berbicara dan mempresentasikan.
"Apa yang paling sulit saat mencoba berbicara di depan
teman-teman? Bagaimana perasaanmu setelah berhasil
menceritakan sesuatu dengan baik?" Guru memberikan
umpan balik konstruktif dan positif kepada setiap peserta
didik.
3. Penutup (30 menit)
 Review dan Penguatan (10 menit): Guru merangkum kembali
pentingnya berbicara dan mempresentasikan dengan baik.
"Keterampilan berbicara itu sangat penting, seperti kunci untuk
membuka pintu dunia. Dengan berbicara yang baik, kita bisa
berbagi ide, perasaan, dan membuat banyak teman!"
 Doa dan Refleksi Akhir (10 menit): Guru mengajak peserta didik
berdoa bersama. Guru juga meminta setiap peserta didik untuk
menyebutkan satu hal yang paling mereka syukuri dari
kemampuan berbicara mereka.
 Pemberian Tugas Rumah (10 menit): Guru meminta peserta didik
untuk menceritakan kembali salah satu kegiatan seru di sekolah
hari ini kepada anggota keluarga di rumah, dengan mencoba
menggunakan volume dan intonasi yang jelas.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Partisipasi Percakapan: Guru mengamati keaktifan peserta
didik dalam bertanya, menjawab, dan menanggapi dengan santun
dalam diskusi atau simulasi percakapan.
 Penilaian Bercerita Kembali (Lisan): Guru menilai kemampuan
peserta didik menceritakan kembali isi informasi atau teks
narasi secara runtut, dengan volume dan intonasi yang tepat.
 Pengungkapan Gagasan/Perasaan: Guru menilai kejelasan dan
kepercayaan diri peserta didik saat mengungkapkan gagasan atau
perasaan dengan bantuan gambar.
 Peer Assessment (Sederhana): Peserta didik saling menilai teman
mereka dalam bermain peran menggunakan ceklis sederhana.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Panggung Cerita Kita": Penilaian presentasi
individu/kelompok saat menceritakan kembali cerita atau
pengalaman. Kriteria meliputi: kelancaran berbicara, volume
dan intonasi, keruntutan, serta isi yang disampaikan.
 Simulasi Percakapan Berpasangan: Peserta didik diminta melakukan
percakapan singkat dengan teman tentang topik tertentu, dinilai
kemampuan merespons dan kesantunan.
 Portofolio Berbicara: Kumpulan rekaman audio singkat
(opsional) atau catatan guru tentang kemajuan berbicara
peserta didik.
K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa berbicara
bukan hanya mengeluarkan suara, tetapi merupakan cara yang kuat untuk
berbagi pikiran, perasaan, dan cerita dengan orang lain. Mereka akan
menyadari bahwa komunikasi yang baik melibatkan tidak hanya apa yang
kita katakan, tetapi juga bagaimana kita mengatakannya (volume,
intonasi, kesantunan), dan bagaimana kita merespons orang lain.
Pemahaman ini akan membangun rasa percaya diri mereka dalam
berinteraksi, mengembangkan empati, dan membentuk mereka menjadi
individu yang mampu berkomunikasi efektif dalam berbagai situasi.

L. Materi Bahan Ajar


Berbicara adalah salah satu cara paling penting bagi kita untuk
berkomunikasi dengan orang lain. Dengan berbicara, kita bisa
menyampaikan apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan, atau
menceritakan pengalaman seru yang kita alami. Agar orang lain bisa
mengerti dengan baik, kita harus berbicara dengan volume yang cukup
dan intonasi yang tepat. Artinya, tidak terlalu pelan dan tidak terlalu keras,
serta menggunakan nada suara yang sesuai dengan apa yang kita
ucapkan. Misalnya, suara saat bertanya akan berbeda dengan suara saat
bercerita gembira.
Selain itu, penting juga untuk berbicara dengan santun. Ini berarti
menggunakan kata-kata yang baik, tidak memotong pembicaraan orang
lain, dan menghargai apa yang disampaikan teman atau guru. Dalam
sebuah percakapan, kita tidak hanya berbicara, tetapi juga harus bisa
merespons dengan baik. Ini termasuk bertanya ketika tidak mengerti,
menjawab pertanyaan teman atau guru, dan menanggapi komentar
orang lain dengan sopan. Semakin baik kita merespons, semakin lancar
dan menyenangkan sebuah percakapan.
Kemampuan berbicara juga sangat membantu kita dalam menceritakan
kembali informasi atau cerita yang sudah kita baca atau dengar. Ketika
kita mampu menceritakan kembali dengan runtut dan jelas, itu
menunjukkan bahwa kita benar- benar memahami isinya. Misalnya,
setelah membaca cerita tentang seekor kelinci yang pemberani, kita
bisa menceritakannya lagi kepada teman-teman dengan semangat.
Dengan melatih berbicara dan mempresentasikan, kita tidak hanya
menjadi pintar dalam menyampaikan ide, tetapi juga menjadi anak yang
percaya diri dan disukai banyak teman.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa yang paling membuat kalian senang saat berbicara atau
bercerita di depan teman-teman hari ini?
2. Hal baru apa yang kalian pelajari tentang cara berbicara yang
baik dan santun?
3. Apakah ada kesulitan yang kalian temui saat mencoba
berbicara atau merespons? Bagaimana kalian
mengatasinya?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah peserta didik mampu berbicara dengan volume dan
intonasi yang tepat sesuai konteks? Apa tantangan terbesarnya?
2. Apakah kegiatan bermain peran dan bercerita kembali berhasil
meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara?
3. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang perlu ditingkatkan
untuk lebih melatih kemampuan merespons dan menanggapi
komentar?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Bercerita Hebat, Berbicara Santun!
Nama:

Kelas:

Tanggal:

Bagian 1: Mari Berbicara Santun!


 Petunjuk: Pilih salah satu situasi di bawah ini, lalu tuliskan apa
yang akan kalian katakan. Ingat, harus santun ya!
1. Kamu ingin meminjam pensil temanmu yang lucu.
 Aku akan berkata:
"
"
2. Temanmu bercerita tentang liburannya. Kamu ingin tahu lebih
banyak.
 Aku akan bertanya:
"
"
3. Gurumu meminta kalian membantu membersihkan kelas.
 Aku akan menanggapi:
"
"
Bagian 2: Ceritakan Kembali!
 Petunjuk: Setelah mendengarkan cerita dari Bu/Pak Guru,
gambarlah 3 adegan penting dari cerita tersebut secara berurutan.
Di bawah setiap gambar, tuliskan satu kalimat untuk menceritakan
apa yang terjadi di adegan itu.
Judul Cerita:
Adegan 1:

(Gambar)

Adegan 2:

(Gambar)
Adegan 3:

(Gambar)

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Kemampuan Berbicara dan Menceritakan Kembali
Skala Likert (1
= Sangat
Kurang, 2 =
Aspek Penilaian Kurang, 3 = Deskripsi (untuk Guru)
Cukup, 4 =
Baik, 5 =
Sangat
Baik)
Diskusi Kelompok/Simulasi

Berbicara dengan volume


yang sesuai (tidak terlalu
1. Volume dan Intonasi 12345 pelan/keras) dan intonasi
yang tepat (misal: intonasi
bertanya, intonasi
menyampaikan).
Menggunakan kata-kata
sopan, tidak memotong
2. Kesantunan Berbicara 12345
pembicaraan, dan
menghargai lawan bicara.

Mampu bertanya dengan


relevan, menjawab
3. Kemampuan Merespons 1 2 3 4 5 pertanyaan dengan jelas,
dan menanggapi
komentar orang lain.

Presentasi/Menceritakan
Kembali

Mengungkapkan perasaan
4. Kejelasan atau gagasan secara lisan
Pengungkapan 12345 dengan kalimat yang jelas
Ide/Perasaan dan mudah dipahami,
dibantu visual jika ada.

Menceritakan kembali isi


5. Keruntutan Cerita 12345
informasi atau teks
narasi
Skala Likert
(1 = Sangat
Kurang, 2 =
Aspek Penilaian Kurang, 3 = Deskripsi (untuk Guru)
Cukup, 4 =
Baik, 5 =
Sangat
Baik)
secara berurutan
(awal, tengah, akhir)
dan logis.
Menunjukkan sikap
percaya diri saat
6. Kepercayaan Diri 12345 berbicara di depan kelas
(kontak mata, tidak
gugup), meskipun ada
bantuan.
Mampu menarik perhatian
audiens saat berbicara,
7. Keterlibatan Audiens 12345 dan merespons
pertanyaan/komentar dari
teman.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang sudah mahir berbicara dan
menceritakan kembali, guru dapat menantang mereka untuk
berpidato singkat tentang topik yang mereka sukai (misalnya,
cita-cita atau pengalaman liburan).
 Mendorong mereka untuk menjadi "pendongeng cilik" di
depan kelas, membacakan atau menceritakan cerita yang
telah mereka siapkan.
 Memberikan kesempatan untuk memimpin diskusi kelompok
atau menjadi moderator sederhana.
Remedial:
 Guru akan melakukan bimbingan individual atau kelompok kecil
untuk peserta didik yang masih kesulitan dalam berbicara, dengan
fokus pada pengucapan kata dan pembentukan kalimat sederhana.
 Memberikan lebih banyak kesempatan untuk berbicara dalam
kelompok kecil atau dengan guru secara satu-satu dalam suasana
yang nyaman.
 Menggunakan flashcard gambar untuk membantu peserta didik
menceritakan kembali kejadian secara berurutan.
 Melatih bermain peran sederhana yang terstruktur dengan dialog
yang sudah disiapkan.
P. Bahan Bacaan
Pendidik:
1. Brown, H. D. (2007). Principles of Language Learning and Teaching (5th
ed.). Pearson Education. (Bagian tentang keterampilan berbicara)
2. Harmer, J. (2007). The Practice of English Language Teaching (4th
ed.). Pearson Education. (Bagian tentang speaking skills yang
bisa diadaptasi untuk Bahasa Indonesia)
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Buku Panduan
Guru Bahasa Indonesia Kelas 2 Sekolah Dasar. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
Peserta Didik:
1. Buku seri "Kisah Teladan Anak Indonesia".
2. Buku cerita anak bergambar tentang kehidupan sehari-
hari atau persahabatan.
3. Komik atau majalah anak-anak yang mengandung percakapan
sederhana.

Q. Glosarium
1. Intonasi: Nada atau irama suara saat berbicara, yang dapat
menunjukkan pertanyaan, pernyataan, atau perasaan.
2. Mempresentasikan: Tindakan menyampaikan informasi atau
gagasan di depan orang banyak, biasanya secara lisan dengan
bantuan visual.
3. Teks Narasi: Jenis teks yang menceritakan urutan peristiwa atau
kejadian dengan tokoh, latar, dan alur cerita.

R. Daftar Pustaka
1. Fullan, M., & Quinn, J. (2016). Deep Learning: Engage the World, Change
the World. Corwin.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Guru
Bahasa Indonesia untuk SD Kelas II. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
3. Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Modul Ajar Bahasa Indonesia
DEEP LEARNING

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : Dian Yogi Artanti,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD Negeri Wates 1
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
 Fase : A
 Kelas/Semester : 2/1 (Ganjil)
 Alokasi Waktu : 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih yang sesuai:
 [X] Keimanan dan Ketakwaan
 [X] Kewargaan
 [X] Penalaran Kritis
 [X] Kreativitas
 [X] Kolaborasi
 [X] Kemandirian
 [X] Kesehatan
 [X] Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat:
 [ ] Bangun tidur: "Anak-anak hebat, siapa yang tadi pagi
bangunnya tepat waktu tanpa dibangunkan Mama atau Papa?"
 [ ] Beribadah: "Nah, setelah bangun tidur, siapa yang sudah
melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing hari ini?
Angkat tangannya!"
 [ ] Berolahraga: "Ada yang tadi pagi bergerak, melompat, atau
bermain di luar rumah sebentar? Siapa yang suka olahraga?"
 [ ] Gemar Belajar: "Apakah ada yang sudah membuka buku atau
mencoba memahami sesuatu yang baru hari ini, meskipun
sedikit?"
 [ ] Makan sehat dan Bergizi: "Coba ceritakan, tadi pagi sarapan
apa? Apakah ada buah atau sayur yang kalian makan?"
 [ ] Bermasyarakat: "Pernahkah kalian membantu teman, berbagi
mainan, atau mengucapkan terima kasih kepada orang di
sekitar kalian?"
 [ ] Tidur Cepat: "Semalam, siapa yang tidurnya tidak terlalu larut
malam? Tidur cepat membuat kita segar di pagi hari, lho!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran (Elemen Menulis): Peserta didik mampu
menunjukkan keterampilan menulis permulaan dengan benar di
atas kertas dan/atau melalui media digital. Peserta didik mampu
mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik. Peserta didik
mampu menulis berbagai teks tentang diri, keluarga, dan/atau
lingkungan dengan beberapa kalimat sederhana.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Melalui praktik menulis terbimbing, peserta didik mampu
menunjukkan keterampilan menulis permulaan (memegang
pensil, posisi duduk, menulis huruf dan kata) dengan benar di
atas kertas.
2. Melalui latihan berulang, peserta didik mampu
mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik (ukuran
huruf proporsional, jarak antar kata dan baris rapi).
3. Dengan panduan gambar dan kalimat rumpang, peserta
didik mampu menulis beberapa kalimat sederhana untuk
melengkapi cerita atau deskripsi tentang diri, keluarga,
dan/atau lingkungan.
4. Melalui kegiatan menulis ekspresif, peserta didik mampu
menulis berbagai teks sederhana (misalnya, kartu ucapan,
cerita pendek, atau deskripsi) tentang topik yang
dikenalinya.

E. Sarana dan Prasarana


1. Alat tulis (pensil, penghapus, peraut).
2. Buku tulis bergaris atau lembar kerja dengan panduan garis.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Contoh tulisan tangan yang baik.
5. Media digital (tablet/komputer) dengan aplikasi menulis (opsional).

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang spesifik.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
 Metode: Demonstrasi, Latihan Terbimbing, Menulis Bebas, Diskusi
Kelompok Kecil, Umpan Balik.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Ketika kalian menulis namamu, apakah
kalian memperhatikan setiap hurufnya? Bagaimana
bentuknya?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian menulis surat atau pesan
untuk seseorang yang kalian sayangi? Apa yang kalian rasakan
saat menuliskannya?"
 Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang penulis buku
cerita! Cerita apa yang ingin kalian tulis dan bagikan agar
orang lain senang membacanya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk memfasilitasi pendekatan deep
learning melalui Discovery Learning, mendorong keaktifan, kreativitas,
kolaborasi, serta pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan,
khususnya pada elemen menulis.
1. Pendahuluan (30 menit)
 Mindfulness Moment (10 menit): Guru meminta peserta didik untuk
duduk tegak, meletakkan kedua tangan di atas meja, dan
merasakan tekstur meja. Kemudian, guru meminta mereka
memejamkan mata sejenak dan membayangkan menulis huruf atau
kata di udara. Guru bertanya, "Bagaimana rasanya? Apakah kalian
bisa merasakan gerakan jari-jari kalian?" Ini melatih kesadaran
motorik halus yang penting untuk menulis.
 Apersepsi (10 menit): Guru menunjukkan beberapa contoh tulisan
tangan yang rapi dan kurang rapi (bisa dari kartu ucapan atau
tulisan di papan). Guru bertanya, "Mana tulisan yang lebih mudah
dibaca? Mengapa? Mengapa tulisan yang rapi itu penting?" Guru
mengaitkan dengan fungsi menulis dalam komunikasi.
 Penyampaian Tujuan Pembelajaran (10 menit): Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah
dimengerti: "Hari ini kita akan menjadi penulis hebat! Kita akan
belajar bagaimana menulis dengan tangan yang rapi dan membuat
tulisan yang bisa bercerita tentang diri kita, keluarga, atau
lingkungan yang kita sayangi."
2. Inti (14 JP / 70 menit per JP = 980 menit)
JP 1-4: Keterampilan Menulis Permulaan dan Pengembangan Tulisan Tangan (280
menit)
 Fase 1: Stimulasi (70 menit): Guru menampilkan contoh tulisan tangan
yang baik (huruf kapital, huruf kecil, angka) di papan tulis atau
menggunakan poster. Guru mendemonstrasikan cara memegang
pensil yang benar dan posisi duduk yang ergonomis saat menulis.
 Fase 2: Identifikasi Masalah (70 menit): Peserta didik diminta
menuliskan namanya sendiri dan beberapa kata yang sudah
mereka kenal di buku tulis. Guru berkeliling, mengamati, dan
mengidentifikasi kesulitan umum yang dialami peserta didik
(misalnya, cara memegang pensil, ukuran huruf yang tidak
konsisten, jarak antar kata terlalu rapat/renggang). Guru secara
individual atau kelompok kecil memberikan umpan balik awal.
 Fase 3: Pengumpulan Data (140 menit):
o Latihan Terbimbing (140 menit): Guru memberikan lembar
kerja dengan garis panduan untuk melatih penulisan huruf
per huruf, kemudian kata, dan akhirnya kalimat pendek.
Guru memberikan contoh di papan tulis dan meminta
peserta didik meniru. Guru fokus
pada keterampilan menulis permulaan dan mengembangkan tulisan
tangan yang semakin baik. "Pastikan hurufnya menyentuh garis
atas dan bawah ya!" atau "Beri jarak sedikit agar kata-katamu
tidak berdempetan."
o Kegiatan Aktif & Bermakna: Guru menyiapkan "stasiun
menulis" dengan berbagai jenis alat tulis (pensil warna,
krayon) dan media (kertas biasa, kertas bergaris, papan tulis
mini). Peserta didik bergerak antara stasiun untuk melatih
menulis dengan berbagai alat dan media. Ini membuat
latihan lebih menyenangkan.
JP 5-8: Menulis Kalimat Sederhana tentang Diri dan Keluarga (280 menit)
 Fase 4: Pembuktian Data (140 menit):
o Guru menampilkan serangkaian gambar seri tentang aktivitas
sehari- hari di rumah atau anggota keluarga.
o Peserta didik secara individual diminta menulis kalimat
sederhana untuk menggambarkan setiap gambar. Guru
dapat memberikan kalimat rumpang sebagai panduan awal.
"Saya di rumah." atau
"Ayah saya suka ." Ini melatih menulis
berbagai teks sederhana dengan topik diri dan keluarga.
o Kegiatan Kreatif & Kolaboratif: Peserta didik bekerja dalam
kelompok kecil. Setiap kelompok membuat "album cerita
keluarga" sederhana. Mereka menggambar kegiatan keluarga
dan menuliskan 1- 2 kalimat untuk setiap gambar. Kelompok
saling berbagi dan memberikan masukan positif.
 Fase 5: Menarik Kesimpulan (140 menit):
o Setiap peserta didik memilih satu kegiatan yang paling
disukai dari "album cerita keluarga" dan menuliskannya
kembali dalam beberapa kalimat sederhana di buku tulis
mereka.
o Guru memfasilitasi sesi "Berbagi Tulisan". Beberapa peserta
didik maju ke depan untuk membacakan tulisan mereka. Guru
dan teman-teman memberikan apresiasi. Guru menekankan:
"Bagaimana perasaanmu saat menulis cerita tentang
keluargamu?"
JP 9-12: Menulis Teks Sederhana tentang Lingkungan (280 menit)
 Fase 4: Pembuktian Data (lanjutan, 140 menit):
o Guru mengajak peserta didik mengamati lingkungan sekitar
sekolah (taman, halaman). Guru bertanya, "Apa saja yang
kalian lihat? Benda apa yang menarik perhatian kalian?"
o Peserta didik diminta untuk menulis beberapa kalimat
sederhana untuk mendeskripsikan lingkungan yang mereka
lihat, bisa disertai gambar. Guru bisa memberikan kata kunci
untuk memandu penulisan (misalnya, "pohon", "bunga",
"burung", "teman"). Ini melatih menulis berbagai teks
sederhana dengan topik lingkungan.
o Kegiatan Menyenangkan & Bermakna: Guru memberikan
tantangan: "Buatlah 'Surat Cinta untuk Lingkungan Kita'
dalam beberapa kalimat sederhana, berisi apa yang kalian
suka dari lingkungan sekolah dan bagaimana kita
menjaganya."
 Fase 5: Menarik Kesimpulan (lanjutan, 140 menit):
o Peserta didik saling bertukar tulisan dengan teman
sebangku dan memberikan umpan balik (misalnya, "Saya
suka tulisanmu tentang
bunga, sangat indah!"). Ini melatih kolaborasi dan komunikasi
dalam konteks menulis.
o Guru mengumpulkan beberapa contoh tulisan terbaik untuk
dipajang di kelas sebagai "Pojok Penulis Cilik".
JP 13-16: Penggunaan Media Digital dan Penulisan Ekspresif (280 menit)
 Fase 6: Aplikasi Konsep dan Generalisasi (280 menit):
o Menulis di Media Digital (140 menit): Jika memungkinkan, guru
memperkenalkan aplikasi menulis sederhana di
tablet/komputer. Peserta didik berlatih menulis nama atau
kata-kata yang dikenali. Guru menjelaskan bagaimana
menulis di media digital juga membutuhkan keterampilan
menulis permulaan yang benar (misalnya, posisi jari di
keyboard).
o Penulisan Ekspresif (140 menit): Guru meminta peserta didik
menuliskan kartu ucapan sederhana untuk teman atau
anggota keluarga, atau menulis puisi anak pendek tentang
hal yang mereka sukai. Guru mendorong mereka untuk
mengekspresikan perasaan dan gagasan mereka secara
bebas dalam tulisan.
o Presentasi Mini "Penulis Cilik": Beberapa peserta didik maju ke
depan untuk menunjukkan hasil tulisan tangan mereka yang
paling rapi atau kartu ucapan yang paling bermakna. Guru
memberikan apresiasi dan umpan balik yang membangun.
3. Penutup (30 menit)
 Review dan Penguatan (10 menit): Guru merangkum kembali
pentingnya menulis dengan rapi dan jelas. "Menulis itu seperti
membuat jejak pikiran kita. Dengan tulisan yang baik, kita bisa
menyampaikan banyak hal kepada orang lain, bahkan di masa
depan!"
 Doa dan Refleksi Akhir (10 menit): Guru mengajak peserta didik
berdoa bersama. Guru juga meminta peserta didik untuk
menyebutkan satu hal yang akan mereka lakukan agar tulisan
tangan mereka semakin baik.
 Pemberian Tugas Rumah (10 menit): Guru meminta peserta
didik menuliskan tiga kalimat sederhana tentang kegiatan
mereka sepulang sekolah di buku tulis, dengan
memperhatikan kerapian tulisan.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Keterampilan Menulis Permulaan: Guru mengamati
posisi duduk, cara memegang pensil, dan pembentukan huruf
saat peserta didik menulis.
 Ceklis Kerapian Tulisan Tangan: Guru menggunakan ceklis untuk
menilai konsistensi ukuran huruf, jarak antar kata, dan kelurusan
tulisan.
 Penilaian Tulisan Sederhana (Kalimat): Guru menilai kemampuan
peserta didik menyusun kalimat sederhana yang koheren sesuai
topik (diri, keluarga, lingkungan).
 Diskusi Kelompok Kecil: Guru menilai keaktifan dan kolaborasi
peserta didik dalam kegiatan menulis bersama (misal: "album cerita
keluarga").
Asesmen Sumatif:
 Penugasan Menulis Teks Sederhana: Peserta didik diminta menulis
sebuah teks pendek (misalnya, deskripsi tentang hewan peliharaan,
atau cerita
kegiatan akhir pekan) dengan beberapa kalimat sederhana, dinilai
berdasarkan kerapian tulisan, kejelasan isi, dan kelengkapan.
 Portofolio Tulisan: Kumpulan contoh tulisan peserta didik dari awal
hingga akhir pembelajaran untuk menunjukkan perkembangan
tulisan tangan dan kemampuan menulis.
 Penilaian Kartu Ucapan/Puisi Anak: Dinilai berdasarkan
kreativitas, ekspresi gagasan/perasaan, dan kejelasan
tulisan.

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa menulis
adalah alat yang powerful untuk mencatat, mengekspresikan diri, dan
berkomunikasi dengan orang lain, bahkan lintas waktu dan tempat. Mereka
akan menyadari bahwa tulisan yang baik dan rapi membantu orang lain
memahami pesan mereka, dan bahwa menulis adalah keterampilan hidup
yang terus berkembang.
Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dalam
mengekspresikan ide secara tertulis dan membangun fondasi literasi yang
kuat untuk masa depan.

L. Materi Bahan Ajar


Menulis adalah salah satu keterampilan penting yang kita gunakan setiap
hari. Ini adalah cara kita menuangkan pikiran, perasaan, dan informasi ke
dalam bentuk tulisan, baik di atas kertas maupun di layar gawai. Saat
pertama kali belajar menulis, kita perlu memahami dasar-dasarnya,
seperti bagaimana cara memegang pensil yang benar, bagaimana posisi
duduk yang nyaman, dan bagaimana membentuk huruf dengan rapi.
Latihan yang terus-menerus akan membantu kita mengembangkan
tulisan tangan yang semakin baik, sehingga huruf-huruf kita bisa terlihat
jelas, ukurannya pas, dan jarak antar kata tidak berdempetan.
Setelah kita bisa menulis huruf dan kata dengan baik, kita akan belajar
merangkai kata-kata menjadi kalimat sederhana. Kalimat ini bisa kita
gunakan untuk menceritakan banyak hal. Misalnya, kita bisa menulis
tentang diri kita sendiri, seperti "Nama saya Umar, saya suka membaca."
Kita juga bisa menulis tentang keluarga kita, seperti "Ayah saya suka
berkebun," atau "Adik saya suka bermain bola." Selain itu, kita juga bisa
menulis tentang lingkungan di sekitar kita, seperti "Di sekolah saya ada
banyak pohon rindang," atau "Di halaman rumah saya ada bunga warna-
warni." Kemampuan menulis yang baik sangat berguna dalam kehidupan
kita. Dengan menulis, kita bisa membuat kartu ucapan untuk teman yang
berulang tahun, menulis daftar belanja untuk orang tua, atau bahkan
menciptakan cerita pendek atau puisi anak yang lucu. Menulis adalah
cara kita mengungkapkan perasaan dan gagasan kita agar orang lain bisa
tahu apa yang ada di pikiran kita. Jadi, mari kita terus berlatih menulis,
karena dengan menulis, kita bisa menjadi penulis hebat yang bisa berbagi
banyak cerita dan informasi dengan dunia!

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa bagian yang paling menyenangkan saat belajar menulis hari ini?
2. Hal baru apa yang kalian pelajari tentang menulis yang belum
kalian ketahui sebelumnya?
3. Apakah ada kesulitan yang kalian temui saat menulis? Bagaimana
cara kalian mengatasinya?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah peserta didik menunjukkan peningkatan dalam
keterampilan menulis permulaan dan kerapian tulisan tangan?
2. Apakah kegiatan menulis berbagai teks sederhana (tentang diri,
keluarga, lingkungan) berhasil memotivasi peserta didik untuk
menulis lebih banyak?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang perlu disesuaikan atau
ditingkatkan untuk pembelajaran menulis yang lebih efektif di
kemudian hari?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Penulis Cilik Hebat!
Nama:

Kelas:

Tanggal:

Bagian 1: Latihan Tulisan Tanganku


 Petunjuk: Tulislah kalimat di bawah ini dengan rapi dan benar.
Perhatikan huruf kapital, jarak antar kata, dan titik di akhir
kalimat. Ikuti garis panduan!
Ini hari yang cerah. Saya pergi ke sekolah.

Saya suka belajar Bahasa Indonesia.

Bagian 2: Cerita tentang Diriku dan Keluargaku


 Petunjuk: Lengkapi kalimat rumpang di bawah ini dengan
jawabanmu sendiri. Kemudian, gambarlah tentang ceritamu.
Nama saya adalah .

Saya suka bermain .

Di rumah, saya punya .

Ayah saya bekerja sebagai

Ibu saya suka .

(Gambar ceritamu di sini)

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Tema: Keterampilan Menulis Teks Sederhana
Skala Likert (1
= Sangat
Aspek Penilaian Kurang, 2 Deskripsi (untuk Guru)
= Kurang, 3 =
Cukup, 4 = Baik,
5
= Sangat Baik)
Keterampilan
Menulis Permulaan

Peserta didik menunjukkan


1. Posisi posisi duduk yang benar
12345
Menulis dan cara memegang pensil
(Duduk & yang tepat.
Pensil)
Ukuran huruf konsisten, jarak
2. Kerapian Tulisan
12345 antar kata proporsional, dan
Tangan
tulisan tidak berantakan.

Huruf dibentuk dengan benar


3. Pembentukan sesuai kaidah penulisan
12345
Huruf (misal: arah tarikan garis,
penempatan garis pada buku
bergaris).
Penulisan Teks
Sederhana

Menulis kalimat sederhana


4. yang lengkap (ada subjek
12345
Kelengkapan dan predikat) dan sesuai
Kalimat dengan instruksi/gambar.

Tulisan relevan dengan


5. Kesesuaian Isi
12345 topik yang diberikan (diri,
dengan Topik
keluarga, atau lingkungan).

Beberapa kalimat
6. Keterpaduan
12345 sederhana dapat
Antar Kalimat
membentuk sebuah ide
atau cerita yang koheren.
Tulisan menunjukkan
kemampuan peserta didik
7. Ekspresi
12345 untuk mengungkapkan ide
Gagasan/Perasaan
atau perasaannya, meskipun
masih sederhana.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang sudah mahir dalam menulis, guru dapat
memberikan tantangan untuk menulis cerita pendek dengan alur
sederhana, atau menulis puisi dengan rima sederhana.
 Mendorong mereka untuk membuat "buku mini" tentang hobi
atau impian mereka.
 Mengajak mereka mencoba menulis di media digital
(tablet/komputer) untuk mengembangkan keterampilan mengetik
dasar.
Remedial:
 Guru akan memberikan latihan menulis huruf dan kata secara
individual dengan lebih intensif, fokus pada huruf-huruf yang
masih sulit ditulis.
 Menggunakan alat bantu seperti pensil ergonomis atau lembar
kerja dengan garis yang lebih tebal/berwarna untuk membantu
pembentukan huruf.
 Memberikan kalimat rumpang yang lebih banyak dan mudah untuk
diisi.
 Melakukan kegiatan menjiplak atau menelusuri tulisan
untuk melatih koordinasi motorik halus.

P. Bahan Bacaan
Pendidik:
1. Graham, S., & Harris, K. R. (2018). Handbook of Writing Research (2nd
ed.). Guilford Press. (Meskipun lebih umum, bisa menjadi referensi
dasar tentang teori menulis).
2. Tompkins, G. E. (2017). Language Arts: Patterns of Practice (9th
ed.). Pearson. (Bab tentang pengajaran menulis permulaan).
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Buku Panduan
Guru Bahasa Indonesia Kelas 2 Sekolah Dasar. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
Peserta Didik:
1. Buku latihan menulis huruf dan kata (buku panduan menulis).
2. Buku cerita bergambar yang sederhana dan memotivasi untuk ditulis
ulang.
3. Majalah atau buku anak-anak dengan aktivitas menulis
singkat (misal: mengisi titik-titik, membuat daftar).

Q. Glosarium
1. Keterampilan Menulis Permulaan: Kemampuan dasar dalam menulis,
meliputi posisi duduk, cara memegang alat tulis, dan pembentukan
huruf yang benar.
2. Teks Sederhana: Tulisan pendek yang menggunakan kalimat-
kalimat dasar dan kosakata yang mudah dipahami, biasanya
dengan satu gagasan utama.
3. Kalimat Rumpang: Kalimat yang belum lengkap dan memiliki
bagian yang kosong, yang harus diisi oleh pembaca atau penulis.
R. Daftar Pustaka
1. Fullan, M., & Quinn, J. (2016). Deep Learning: Engage the World, Change
the World. Corwin.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Guru
Bahasa Indonesia untuk SD Kelas II. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
3. Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 tentang Standar
Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Anda mungkin juga menyukai