0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Penyuluhan Diabetes Mellitus dan Senam Kaki

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan tentang Diabetes Mellitus yang disusun oleh Muhamad Husni Thamrin untuk program studi profesi ners. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang diabetes mellitus, faktor risiko, gejala, pencegahan, dan tatalaksana penyakit ini. Metode yang digunakan termasuk ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet.

Diunggah oleh

Irham Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Penyuluhan Diabetes Mellitus dan Senam Kaki

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan tentang Diabetes Mellitus yang disusun oleh Muhamad Husni Thamrin untuk program studi profesi ners. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang diabetes mellitus, faktor risiko, gejala, pencegahan, dan tatalaksana penyakit ini. Metode yang digunakan termasuk ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet.

Diunggah oleh

Irham Maulana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

HIPOGLIKEMIA

PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN DASAR (PPKD)


RUANGAN ALAMANDA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUBANG

DISUSUN OLEH:
MUHAMAD HUSNI THAMRIN
NIM: 25149012021

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS UNIVERSITAS YPIB MAJALENGKA
TAHUN 2025/2026
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENYAKIT DIABETES MELLITUS

Pokok Bahasan : Diabetes Mellitus


Sub Pokok Bahasan : Diabetes Mellitus
Sasaran : Keluarga dan Ny C
Tempat : Ruangan Alamanda
Hari/Tanggal : Senin, November 2024
Waktu : 30 menit
Penyuluh : Muhamad Husni Thamrin

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 30 menit, masyarakat memahami
tentang penyakit diabetes mellitus dan pengelolaannya dengan senam kaki.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah mengikuti penyuluhan masyarakat mampu :
1. Mengulang kembali pengertian diabetes mellitus
2. Mengulang kembali faktor resiko diabetes melitus
3. Mengulang kembali tanda dan gejala diabetes mellitus
4. Menyebutkan kembali pencegahan diabetes mellitus
5. Menyebutkan kembali komplikasi diabetes mellitus
6. Menyebutkan kembali 4 pilar tatalaksana diabetes mellitus

C. MATERI
Terlampir

D. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

E. MEDIA
Leaflet
F. PROSES PENYULUHAN
NO TAHAP WAKTU KEGIATAN AUDIEN
1 Pembukaan 3 menit • Mengucapkan salam • Menjawab salam
• Memperkenalkan diri • Memperhatikan
• Menjelaskan tujuan dari • Menjawab
penyuluhan
• Menyebutkan materi
penyuluhan
• Bertanya kepada
masyarakat apakah
sudah mengerti tentang
senam kaki DM
2 Inti 15 menit • Menjelaskan pengertian • Memperhatikan
diabetes mellitus • Mendengarkan
• Menjelaskan Faktor • Mencatat
Resiko diabetes melitus • Memperagakan
• Menjelaskan tanda dan kembali
gejala diabetes mellitus • Mengajukan
• Menjelaskan pertanyaan
pencegahan diabetes
mellitus
• Menjelaskan komplikasi
diabetes mellitus
• Menjelaskan 4 pilar
tatalaksana diabetes
mellitus
• Memberikan
• kesempatan bertanya
3 Penutup 7 menit • Evaluasi • Menjawab
(dengan kuesioner) pertanyaa
• Menyimpulkan materi n
• Mengucapkan salam • Memperhatikan
• Menjawab salam
G. LAMPIRAN
Lampiran 1 : Materi Penyuluhan

DIABETES MELLITUS

A. Pengertian Diabetes Mellitus


Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar gula di
dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau
menggunakan insulin secara efektif. Nilai normal gula darah sewaktu
(GDS) / tanpa puasa adalah < 200 mg/dL dan gula darah puasa
(GDP) adalah < 126 mg/dL (Kemenkes RI, 2020).

B. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus


Tanda dan gejala diabetes melitus antara lain (Lestari et al., 2021)
1. Sering buang air kecil, terutama di malam hari (poliuri)
2. Rasa haus berlebih (polidipsi)
3. Sering lapar (polifagi)
4. Berat badan turun drastis
5. Pandangan kabur
6. Luka sulit sembuh
7. Keletihan dan mudah tersinggung

C. Pencegahan Diabetes Mellitus


Pencegahan diabetes melitus dapat dilakukan dengan (Harmawati dan Etriyanti,
2019)
1. Menerapkan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi
makanan dan minum yang tinggi gula,kalori dan lemak seperti
makanan olahan, kue, es krim dan makanan cepat saji. Asupan
gula perhari 40 gr atau 9 sendok teh. Sebagai ganti perbanyak
konsumsi buah, sayuran, kacang dan biji-bijian yang banyak
mengandung serat dan karbohidrat komplek, susu, yogurt,
minum air putih dan mengurangi porsi makan dan sarapan pagi
sangat penting.
2. Menjalani olahraga secara rutin. Olah raga rutin dapat membantu
tubuh menggunakan insulin dengan lebih efektif 30 menit setiap
hari.
3. Menjaga berat badan ideal
4. Mengelola stress dengan baik. Stres yang tidak dikelola dengan
baik dapat meningkatkan resiko terkena diabetes melitus, karena
saat mengalami stress tubuh akan mengeluarkan hormon stress
(kortisol) yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.
Stres cenderung mudah lapar dan melampiaskan pada makanan
atau ngemil berlebihan.
5. Melakukan pengecekan gula darah secara rutin. Tes gula darah
dengan berpuasa 10 jam. Tes dini untuk mencek gula darah satu
tahun sekali. Bila beresiko tinggi misalnya umur 40 tahun keatas,
memiliki riwayat penyakit jantung, stroke, obesitas, anggota
keluarga diabetes mellitus mengecekan sesering mungkin.
Disamping itu menghilangkan kebiasaan tidak sehat seperti
berhenti merokok, meminum alkohol dan tidur cukup 7 jam
dalam sehari.

D. Komplikasi Diabetes Mellitus


1. Katarak, glaukoma dan gangguan mata.
2. Infeksi Gigi dan infeksi gusi.
3. Penurunan fungsi ginjal dan gagal ginjal.
4. Stroke
5. Penyakit jantung koroner
6. Gangguan sensasi dan gerakan saraf lain.

E. 4 Pilar Tatalaksana Diabetes Mellitus


1. Edukasi
Edukasi Tim kesehatan perlu mendampingi pasien dalam
menjalani pengobatan diabetes untuk memberikan penjelasan
menyeluruh mengenai penyakit DM serta memberikan motivasi
agar pasien taat pada pengobatan. Edukasi yang dapat diberikan
meliputi : pemantauan glukosa mandiri, perawatan kaki, ketaatan
konsumsi obat-obatan, berhenti merokok, meningkatkan aktivitas
fisik, dan pola makan yang disarankan.

2. Terapi Medis Gizi


Terapi medis gizi merupakan pilar penanganan pasien DM, dengan
memperhatikan:
a. Makanan yang rendah lemak seperti kedelai, dada ayam, ikan dan putih
telur.
b. Kurangi makanan yang banyak garam dan gula.
c. Makan buah dan sayur setiap hari.
d. Kurangi mengonsumsi alkohol

3. Latihan Jasmani
Latihan kebugaran jasmani untuk penyandang diabetes baik tipe I
dan tipe II adalah olahraga aerobik berintensitas sedang selama 30-60
menit. Dimulai dari 10 menit peregangan dan pemanasan, 15-20 menit
selanjutnya olahraga aerobik. Aktivitas olahraga aerobik setidaknya
dilakukan 3 - 5 kali dalam seminggu. Idealnya olahraga aerobik dengan
intensitas sedang dilakukan 150 menit per minggu sedangkan intensitas
berat dilakukan 75 menit per minggu Latihan aerobik yang dapat dijalani
berupa jalan, berenang, bersepeda, berlari, dan lain-lain. Jika penderita
diabetes bugar, pasien dapat melakukan intensitas berat namun dengan
durasi yang lebih singkat.

4. Intervensi Farmakolgis
Intervensi Farmakologis ditambahkan jika sasaran kadar glukosa darah belum
tercapai dengan terapi gizi medis dan latihan jasmani, intervensi farmakolgis
meliputi:
a. OHO (Obat Hipoglikemik Oral)
b. Insulin

F. Makanan Dan Minuman Rendah Gula Dan Tinggi Gula


1. Alpukat
2. Kacang mede
3. Sayuran hijau
4. Pisang
5. Granola
6. Telur
7. Ubi jalar
8. Susu kedelai

G. Tata cara senam kaki


Senam kaki dapat dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah,
memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
(deformitas). Berikut tata cara senam kaki diabetes:
1. Latihan senam kaki dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, dan tidur
2. Senam kaki dapat dilakukan dengan cara menggerakan kaki dan sendi-sendi
kaki misalnya berdiri dengan kedua tumit diangkat, mengangkat kaki dan
menurunnkan kaki
3. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar
keluar atau kedalam. Selain itu gerakan mencekram dan meluruskan jari-jari
kaki juga menjadi bagian dari senam kaki diabetes
8
Lampiran 2 : Leaflet

Anda mungkin juga menyukai