0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan5 halaman

Penerapan Model Plomp dalam R&D Pendidikan

Dokumen ini membahas peralihan dari model penelitian SAM ke model Plomp untuk disertasi R&D yang berfokus pada pengembangan model Project-Based Learning-Flipped Classroom berbantuan Augmented Reality. Model Plomp terdiri dari tiga fase: Penelitian Awal, Pengembangan, dan Penilaian, dengan penekanan pada analisis kebutuhan dan evaluasi iteratif. Meskipun tantangan durasi tetap ada, struktur yang lebih terdefinisi dalam model Plomp dapat membantu dalam manajemen proyek yang ketat.

Diunggah oleh

fattanm2024
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan5 halaman

Penerapan Model Plomp dalam R&D Pendidikan

Dokumen ini membahas peralihan dari model penelitian SAM ke model Plomp untuk disertasi R&D yang berfokus pada pengembangan model Project-Based Learning-Flipped Classroom berbantuan Augmented Reality. Model Plomp terdiri dari tiga fase: Penelitian Awal, Pengembangan, dan Penilaian, dengan penekanan pada analisis kebutuhan dan evaluasi iteratif. Meskipun tantangan durasi tetap ada, struktur yang lebih terdefinisi dalam model Plomp dapat membantu dalam manajemen proyek yang ketat.

Diunggah oleh

fattanm2024
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mempertimbangkan untuk mengganti model penelitian dari SAM ke Plomp adalah langkah yang

bagus, terutama jika Anda ingin durasi penelitian lebih terstruktur dan Anda merasa model
Plomp lebih sesuai dengan kebutuhan disertasi R&D Anda. Kedua model ini memang memiliki
banyak kesamaan dalam prinsip iteratif dan siklus pengembangan, tetapi Plomp menawarkan
kerangka kerja yang sedikit berbeda yang mungkin lebih nyaman bagi Anda.

Model Plomp: Gambaran Umum


Model Plomp adalah model penelitian dan pengembangan yang sering digunakan dalam
pendidikan. Meskipun ada beberapa variasi, umumnya Plomp membagi proses R&D menjadi
tiga fase besar, dengan sub-fase di dalamnya:

1. Fase Penelitian Awal (Preliminary Research)


2. Fase Pengembangan (Prototyping Phase)
3. Fase Penilaian (Assessment Phase)

Mari kita bedah bagaimana model Plomp akan diterapkan pada disertasi Anda: "Pengembangan
Model Project-Based Learning-Flipped Classroom Berbantuan Augmented Reality untuk
Meningkatkan Kemampuan Resiliensi Matematis dan Resiliensi Siswa SMP."

Penerapan Model Plomp pada Disertasi Anda


Fase 1: Penelitian Awal (Preliminary Research)

Fase ini adalah fondasi yang sangat penting, mirip dengan "Persiapan" di SAM, tetapi lebih
eksplisit dalam fokus penelitiannya.

1. Analisis Kebutuhan (Need Analysis):


o Apa yang dilakukan: Mengidentifikasi secara mendalam masalah terkait
resiliensi matematis dan resiliensi umum siswa SMP. Mengapa siswa memiliki
resiliensi yang rendah? Apa saja faktor yang memengaruhinya? Bagaimana
pembelajaran matematika saat ini? Apa kebutuhan guru dan siswa terkait model
pembelajaran inovatif?
o Instrumen: Wawancara (guru, siswa, kepala sekolah), kuesioner (siswa, guru),
observasi kelas, studi dokumentasi (silabus, RPP, buku ajar).
o Subjek/Sampel: Sampel kecil dan bertujuan dari siswa (misal, 10-20 orang untuk
wawancara/FGD, 50-100 untuk kuesioner awal) dan guru (misal, 5-10 orang) dari
sekolah target untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang masalah dan
kebutuhan.
2. Studi Literatur (Literature Review):
o Apa yang dilakukan: Mengkaji teori dan penelitian yang relevan tentang PBL,
Flipped Classroom, Augmented Reality dalam pendidikan, resiliensi matematis,
dan resiliensi umum. Mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, dan celah
penelitian dari model atau pendekatan yang sudah ada.
o Instrumen: Basis data jurnal ilmiah, buku, artikel penelitian.
3. Pengembangan Kerangka Teoritis dan Konseptual (Theoretical & Conceptual
Framework Development):
o Apa yang dilakukan: Merumuskan dasar teori yang akan mendasari
pengembangan model Anda. Ini mencakup bagaimana PBL, FC, dan AR akan
berinteraksi untuk meningkatkan resiliensi. Menentukan indikator keberhasilan
resiliensi matematis dan resiliensi umum.
o Instrumen: Literatur yang sudah dikaji, hasil analisis kebutuhan.
4. Desain Awal (Initial Design):
o Apa yang dilakukan: Berdasarkan analisis kebutuhan dan studi literatur, Anda
mulai merancang gambaran kasar atau draf awal dari model pembelajaran Anda.
Ini bukan produk final, tetapi kerangka konseptual yang jelas tentang sintaks
model, fitur AR yang akan diintegrasikan, jenis proyek PBL, dan bagaimana
Flipped Classroom akan bekerja.
o Instrumen: Desain konseptual, flowchart, sketsa awal AR.

Fase 2: Fase Pengembangan (Prototyping Phase)

Fase ini adalah inti dari pengembangan, di mana Anda akan menciptakan dan menyempurnakan
prototipe model Anda melalui siklus iteratif. Mirip dengan gabungan "Desain Iteratif" dan
sebagian "Pengembangan Iteratif" dari SAM.

1. Desain (Design):
o Apa yang dilakukan: Menerjemahkan desain awal menjadi desain yang lebih
detail dan operasional. Ini mencakup pembuatan storyboard untuk materi AR,
perancangan modul Flipped Classroom (video, materi bacaan), dan panduan
lengkap untuk proyek PBL. Pemilihan tools pengembangan AR yang sesuai.
o Instrumen: Rincian desain, storyboard AR, skrip video FC, draf panduan PBL.
2. Pengembangan (Construction/Development):
o Apa yang dilakukan: Mengembangkan prototipe fisik atau digital dari model
pembelajaran Anda. Ini meliputi pembuatan konten AR (aplikasi, objek 3D),
produksi video Flipped Classroom, penulisan modul pembelajaran, dan panduan
guru.
o Instrumen: Prototipe aplikasi AR, video FC, modul ajar, panduan guru.
3. Evaluasi Ahli (Expert Evaluation):
o Apa yang dilakukan: Menyerahkan prototipe yang sudah dibuat kepada para ahli
(ahli pedagogi, ahli matematika, ahli teknologi pendidikan, ahli psikologi
pendidikan) untuk dievaluasi kelayakan, kevalidan isi, dan potensinya. Ini adalah
bentuk expert validation atau formative evaluation.
o Instrumen: Lembar penilaian ahli (skala Likert, komentar kualitatif), pedoman
wawancara ahli.
o Subjek/Sampel: 3-5 validator ahli.
4. Uji Coba Satu-per-Satu (One-to-One Evaluation):
o Apa yang dilakukan: Mengimplementasikan prototipe secara sangat terbatas
(individu) dengan beberapa siswa. Tujuannya untuk mengidentifikasi masalah
usability, kejelasan instruksi, dan fungsionalitas AR dari sudut pandang siswa.
o Instrumen: Lembar observasi, wawancara singkat.
o Subjek/Sampel: 3-5 siswa target.
5. Uji Coba Kelompok Kecil (Small Group Evaluation):
o Apa yang dilakukan: Mengimplementasikan prototipe dengan kelompok kecil
siswa (misal, 1 kelas atau 10-20 siswa) dan 1 guru pelaksana. Ini adalah pilot
testing untuk melihat bagaimana model berfungsi dalam interaksi kelompok,
mengidentifikasi hambatan praktis, dan mendapatkan umpan balik dari guru.
o Instrumen: Lembar observasi, kuesioner respon siswa/guru, wawancara.
o Subjek/Sampel: 10-20 siswa, 1-2 guru.

(Catatan: Setelah setiap tahap evaluasi (Ahli, One-to-One, Kelompok Kecil), Anda akan
melakukan revisi pada prototipe. Plomp menekankan sifat iteratif ini dalam fase
pengembangan.)

Fase 3: Fase Penilaian (Assessment Phase)

Fase ini adalah evaluasi formal terhadap efektivitas model yang telah dikembangkan dan
disempurnakan. Ini mirip dengan "Implementasi & Evaluasi Final" di SAM.

1. Uji Coba Lapangan (Field Test):


o Apa yang dilakukan: Mengimplementasikan model yang sudah final dan direvisi
dalam skala yang lebih besar di lingkungan sekolah nyata. Ini adalah tahap untuk
mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur dampak model
terhadap resiliensi matematis dan resiliensi siswa.
o Instrumen: Kuesioner resiliensi matematis (pre-test & post-test), kuesioner
resiliensi umum siswa (pre-test & post-test), tes kemampuan matematika
(opsional), lembar observasi, pedoman wawancara guru/siswa, kuesioner persepsi
pengguna.
o Subjek/Sampel: Sampel yang lebih besar dan representatif (misal, 2-4 kelas
eksperimen/kontrol, total 60-120 siswa atau lebih). Anda juga akan melibatkan
guru-guru yang mengimplementasikan model ini.
2. Evaluasi Efektivitas (Effectiveness Evaluation):
o Apa yang dilakukan: Menganalisis data dari uji coba lapangan secara kuantitatif
(statistik inferensial) dan kualitatif. Menentukan apakah model efektif dalam
meningkatkan resiliensi matematis dan resiliensi umum siswa SMP.
o Instrumen: Software statistik (SPSS, R, dll.), teknik analisis kualitatif (analisis
tematik, konten).
3. Kesimpulan, Rekomendasi, dan Diseminasi (Conclusion, Recommendation &
Dissemination):
o Apa yang dilakukan: Menyimpulkan hasil penelitian, membahas kontribusi
model secara teoritis dan praktis, mengidentifikasi keterbatasan, serta
memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Menulis disertasi dan
mempublikasikan hasilnya.
o Instrumen: Naskah disertasi, artikel jurnal, presentasi.

Perbandingan dengan SAM & Implikasi Durasi


Kesamaan dengan SAM:

 Keduanya sangat iteratif dan siklik.


 Keduanya menekankan analisis kebutuhan, desain, pengembangan, dan evaluasi.
 Keduanya memerlukan validasi ahli dan uji coba pengguna.

Perbedaan Utama:

 Struktur Fase: Plomp lebih terstruktur dalam 3 fase besar, dengan sub-fase yang jelas,
yang mungkin membantu Anda merasa lebih terarah. SAM lebih fleksibel dengan siklus
"Desain-Prototype-Review" yang bisa berulang di mana saja.
 Fokus Awal: Plomp secara eksplisit memulai dengan "Penelitian Awal" yang mencakup
analisis kebutuhan mendalam dan studi literatur sebagai fondasi yang kuat sebelum
masuk ke pengembangan.
 Uji Coba: Plomp memisahkan uji coba menjadi tahap-tahap yang lebih diskrit (one-to-
one, small group, field test), sementara SAM menggabungkan alpha/pilot testing dalam
fase pengembangan.

Implikasi Durasi 1 Tahun dengan Plomp:

Seperti yang sudah dibahas dengan SAM, menyelesaikan disertasi R&D dengan pengembangan
AR dalam 1 tahun dengan model Plomp tetap merupakan tantangan yang sangat besar dan
ambisius.

 Fase Penelitian Awal (Preliminary Research): Mungkin perlu 2-3 bulan yang sangat
intensif.
 Fase Pengembangan (Prototyping Phase): Ini akan menjadi fase terpanjang dan paling
padat, bisa memakan 4-6 bulan karena melibatkan desain, pengembangan AR, dan
beberapa putaran evaluasi/revisi dengan ahli dan kelompok kecil.
 Fase Penilaian (Assessment Phase): Uji coba lapangan, pengumpulan data, analisis, dan
penulisan disertasi akan membutuhkan 4-5 bulan.
Totalnya, Anda masih akan berada di kisaran 10-14 bulan untuk ketiga fase inti, belum termasuk
waktu untuk sidang dan revisi pasca-sidang. Jika Anda benar-benar harus dalam 12 bulan
(termasuk sidang), maka setiap fase harus sangat dikompresi.

Kelebihan Plomp untuk Anda: Struktur yang lebih terdefinisi mungkin membantu Anda
mengelola proyek yang sangat ketat ini, asalkan Anda disiplin dalam mematuhi setiap sub-fase
dan siap untuk bergerak cepat dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Penting untuk berkomunikasi dengan pembimbing Anda mengenai pilihan model ini dan
memastikan ekspektasi durasi yang realistis.

Anda mungkin juga menyukai