0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Modul Ajar Bahasa Indonesia: Fantasi

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas VII SMP PGRI Bagoang dengan fokus pada teks narasi fantasi, bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan menulis cerita fantasi. Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dan melibatkan analisis unsur cerita serta kolaborasi dalam diskusi kelompok. Materi ini juga mengintegrasikan nilai karakter dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar.

Diunggah oleh

Siti Muntikoh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Modul Ajar Bahasa Indonesia: Fantasi

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas VII SMP PGRI Bagoang dengan fokus pada teks narasi fantasi, bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan menulis cerita fantasi. Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dan melibatkan analisis unsur cerita serta kolaborasi dalam diskusi kelompok. Materi ini juga mengintegrasikan nilai karakter dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar.

Diunggah oleh

Siti Muntikoh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA


BAB: 2 BERKELANA DI DUNIA IMAJINASI

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP PGRI Bagoang
Nama Penyusun : Siti Muntikoh, S. Pd., Gr.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase / Kelas /Semester : D / VII / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran (1 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Ajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas VII umumnya memiliki pengetahuan awal tentang berbagai jenis cerita, baik yang
mereka dengar, baca, maupun tonton. Mereka sering kali tertarik pada cerita-cerita fiksi, terutama
yang bergenre fantasi, petualangan, atau misteri. Latar belakang mereka beragam, namun sebagian
besar telah akrab dengan konsep "imajinasi" dalam konteks permainan atau cerita. Kebutuhan belajar
peserta didik pada bab ini adalah mengembangkan pemahaman tentang teks narasi fantasi,
menganalisis unsur-unsur pembangunnya, dan mampu menciptakan cerita fantasi sederhana. Minat
mereka dapat dimanfaatkan dengan menghadirkan beragam contoh cerita fantasi yang menarik dan
relevan dengan usia mereka
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi pelajaran pada Bab 2 "Berkelana di Dunia Imajinasi" berfokus pada teks narasi fantasi. Jenis
pengetahuan yang akan dicapai adalah pengetahuan konseptual (konsep cerita fantasi, unsur
intrinsik) dan pengetahuan prosedural (menulis cerita fantasi). Relevansi dengan kehidupan nyata
peserta didik terletak pada pengembangan daya imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis
melalui analisis cerita. Tingkat kesulitan materi dianggap sedang, namun akan ada variasi dalam
kompleksitas teks yang disajikan. Struktur materi meliputi pengenalan cerita fantasi, analisis unsur
intrinsik, penggunaan kata deskripsi, dan penulisan cerita fantasi. Integrasi nilai dan karakter akan
ditekankan pada pentingnya kejujuran (dalam ekspresi ide), kerja keras (dalam proses menulis), dan
apresiasi terhadap karya sastra.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dimensi profil lulusan yang akan ditekankan
adalah:
 Penalaran Kritis : Peserta didik mampu menganalisis unsur-unsur cerita fantasi dan
mengidentifikasi pola pengembangan cerita
 Kolaborasi : Peserta didik mampu bekerjasama dalam kelompok diskusi untuk
menganalisis unsur-unsur cerita fantasi dan mengidentifikasi pola
pengembangan cerita
 komunikasi : Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil
diskusinya menganalisis unsur-unsur cerita fantasi dan
mengidentifikasi pola pengembangan cerita
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2025
Pada akhir fase D, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar
sesuai dengan tujuan,konteks social dan akademis, peserta didik mampu memahami, mengolah, dan
menginterpretasi informasi, paparan tentang topic yang beragam dan karya satra. Peserta didik
mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi nonfiksi
dan fiksi yang dipaparkan. Peserta didik menulis berbagai teks untuk menyampaikan pengamatan
dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, dan menuliskan tanggapannya terhadap paparan dan
bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya. Peserta didik mengembangkan kompetensi
diri melalui bacaan berbagai teks untuk penguatan karakter
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN ELEMEN MENYIMAK
 Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan,
pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
 Peserta didik mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang
didengar
C. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Ilmu Pengetahuan Sosial (Sejarah/Geografi)
Dalam beberapa cerita fantasi, latar tempat dan waktu dapat terinspirasi dari sejarah atau
geografi, sehingga memicu rasa ingin tahu peserta didik.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pemanfaatan alat digital untuk mencari referensi, menulis, dan mempresentasikan cerita fantasi.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik mampu menganalisis dan
mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang
akurat dalam teks narasi/ cerita fantasi yang disimak
E. INDIKATOR KEBERHASILAN
 Menemukan Informasi dalam teks narasi/ cerita fantasi yang disimak
 Melalui model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik mampu menganalisis dan
mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang
akurat dalam teks narasi/ cerita fantasi yang disimak
F. TUJUAN AKHIR KEGIATAN PEMBELAJARAN
 Melalui membaca teks narasi/ cerita fantasi yang disimak Peserta didik mampu menganalisis dan
mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang
akurat
 Melalui membaca teks narasi/ cerita fantasi yang disimak Peserta didik mampu mengeksplorasi
dan mengevaluasi informasi dalam teks narasi/ cerita fantasi yang disim
G. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Topik pembelajaran akan berpusat pada "Petualangan di Dunia Khayalan: Menulis Cerita
Fantasi yang Menggugah Imajinasi." Peserta didik akan diajak untuk mengeksplorasi cerita fantasi
yang relevan dengan usia mereka, seperti cerita-cerita rakyat yang memiliki unsur fantasi, cerita
petualangan dengan makhluk ajaib, atau cerita yang memadukan dunia nyata dengan dunia imajinasi.
Mereka akan dibimbing untuk memahami bagaimana penulis membangun dunia fantasi,
menciptakan karakter unik, dan merangkai alur cerita yang menarik.
H. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
 Model Pembelajaran : Problem-Based Learning (PBL)
PBL akan digunakan di awal untuk memicu rasa ingin tahu dan
menemukan masalah
 Strategi Pembelajaran : Inkuiri (menemukan ciri-ciri), Kolaboratif (diskusi
kelompok, umpan balik), dan Pembelajaran Mandiri (menulis)
 Metode Pembelajaran : Diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, curah gagasan,
menulis kreatif, dan peer editing
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
 Lingkungan Sekolah : Pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk mencari referensi cerita
fantasi, pojok baca di kelas, dan mading sekolah untuk
menampilkan karya terbaik

LINGKUNGAN BELAJAR:
 Ruang Fisik : Kelas yang nyaman dan layout tempat duduk yang fleksibel untuk
diskusi kelompok. Pojok literasi dengan buku-buku cerita fantasi
 Ruang Virtual : Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
mengumpulkan tugas, dan forum diskusi daring
 Budaya Belajar : Mendorong budaya berani berimajinasi, menghargai perbedaan ide,
dan saling mendukung dalam berkarya
PEMANFAATAN DIGITAL:
 Perpustakaan : Akses e-book cerita fantasi dari perpustakaan digital nasional atau
Digital platform lain yang relevan
I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (Berkesan, Bermakna)10 MENIT
 Guru menyapa peserta didik dengan memberikan salam
 Guru mengajak peserta didik berdoa sebelum pembelajaran dimulai
 Guru melakukan stimulus/ Pancingan Imajinasi dengan memberikan pertanyaan pemantik
 Apakah anak-anak suka menonton? Apa Film Kesukaanmu?
 Pernahkah kamu menyimak Cerita fantasi, baik dalam bentuk audio, audio visual (video),
atau diceritakan langsung oleh orang lain?
 Masih ingatkah kamu dengan tokoh-tokoh yang dikisahkan dalam Cerita fantasi yang kamu
simak?
 Pesan moral apakah yang masih kamu ingat berdasarkan Cerita fantasi yang pernah
kamu simak?
 Review Materi Sebelumnya: Guru bertanya, "Pernahkah kalian membaca atau menonton cerita
yang isinya tidak mungkin terjadi di dunia nyata?" (Menghubungkan dengan pengalaman dan
pengetahuan awal).
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi ciri-ciri cerita fantasi dan
jenis-jenisnya

KEGIATAN INTI (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan) 60 MENIT


Pengalaman Belajar A : Membangun Pemahaman
 Guru menyampaikan materi Identifikasi dan unsur-unsur Cerita fantasi
 Peserta didik menyimak materi Identifikasi dan unsur-unsur Cerita fantasi
 Aktivitas Kelompok (Diferensiasi Proses): Peserta didik dibagi menjadi kelompok
[Link] kelompok diberikan LKPD.
 Guru menyampaikan cara pengisian LKPD
 Peserta didik menyimak cara pengisian LKPD
 Guru menayangkan Cerita fantasi melalui media atau guru membacakan teks cerita fantasi.
 Peserta didik menyimak Cerita fantasi yang dibacakan, atau melalui media audio,
ataupun tayangan video.
 Peserta didik mengerjakan LK dalam kelompoknya
 Peserta didik memanfaatkan Google Classroom untuk berkolaborasi dalam pengerjaan LKPD
 Fasilitasi Diskusi: Guru berkeliling, membimbing diskusi
Pengalaman Belajar B : Mengaplikasi Konsep
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
● Kelompok lain menanggapi.
● Guru menilai hasil kerja kelompok.
● Kelompok dengan nilai tertinggi diberi bintang atau reward

KEGIATAN PENUTUP (Berkesadaran) 10 MENIT


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberi penguatan materi terkait identifikasi dan unsur-
unsur Cerita Fantasi.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru dan peserta didik bersama-sama
menyimpulkan ciri-ciri dan jenis cerita fantasi.

● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menugaskan peserta didik untuk


membaca teks cerita fantasi dari buku atau internet
● Guru menutup pembelajaran dengan doa

J. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
 Format Asesmen: pertanyaan singkat (tes lisan) dan Observasi
PERTANYAAN/TUGAS:
1. Apakah anak-anak suka menonton? Apa Film Kesukaanmu?
2. Pernahkah kamu menyimak Cerita fantasi, baik dalam bentuk audio, audio visual
(video), atau diceritakan langsung oleh orang lain?
3. Masih ingatkah kamu dengan tokoh-tokoh yang dikisahkan dalam Cerita fantasi yang
kamu simak?
4. Pesan moral apakah yang masih kamu ingat berdasarkan Cerita fantasi yang pernah kamu
simak?
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
● Format Asesmen: Observasi, Penilaian Diskusi, Penilaian Produk (Mind
Map/Kerangka Cerita), Presentasi.
● Observasi partisipasi diskusi: Guru mengamati keaktifan peserta didik dalam
kelompok, kemampuan mereka menyampaikan ide, dan mendengarkan pendapat teman
 Pelaksanaan Asesmen
a. Proses bekerja secara berkelompok
b. Hasil kerja kelompok
c. Menilai kontribusi individu secara objektif dalam kelompok diskusi
 Instrumen penilaian
a. Menyimak cerita fantasi.
b. Menemukan informasi dalam cerita fantasi yang disimak.
c. MenilaI informasi dalam cerita fantasi yang disimak
d. Soal :
Petunjuk
a) Kerjakan secara berkelompok (setiap kelompok terdiri 4-5 peserta didik)!
b) Simaklah cerita fantasi bertajuk “Sapu Terbang Prily” melalui media yang ditayangkan
guru! Catatlah informasi-informasi penting yang terkandung di dalamnya, kemudian
jawablah pertanyaan berikut ini!
1) Apa tema cerita tersebut?
2) Siapa sajakah tokoh yang dikisahkan dalam cerita tersebut?
3) Bagaimanakah watak-watak tokoh yang dikisahkan dalam cerita tersebut?
4) Di mana sajakah latar peristiwa yang dikisahkan dalam cerita tersebut
terjadi?
5) Alur apa yang digunakan dalam cerita tersebut? Ceritakan kembali dengan
menggunakan rumus PASKA!
6) Apa amanat yang hendak disampaikan penulis dalam cerita tersebut?
 Rubrik penilaian Asesmen
1) Rubrik penilaian Asesmen proses diskusi kelompok dan lembar kerja
Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Penilaian (sangat baik) (Baik) (cukup baik) (kurang baik)
Menganalisis Mampu Mampu Mampu Mampu
dan menganalisis dan menganalisis dan menganalisis dan menganalisis
mengevaluasi mengevaluasi mengevaluasi cerita fantasi
mengevaluasi
informasi cerita informasi cerita informasi cerita dengan sangat
fantasi fantasi dengan informasi cerita fantasi dengan baik
sangat baik fantasi dengan baik cukup baik
Keterlibatan Sangat aktif dan aktif dan partisipasif cukup aktif dan kurang aktif dan
dalam partisipasif dalam dalam diskusi partisipasif partisipasif
diskusi Diskusi dalam diskusi dalam diskusi
Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Penilaian (sangat baik) (Baik) (cukup baik) (kurang baik)
Kolaborasi dan Berkolaborasi Berkolaborasi Berkolaborasi dengan Berkolaborasi
komunikasi dengan sangat baik dengan baik dan cukup baik dan dengan kurang baik
dan mempresentasi kan mempresentasikan dan
mempresentasikan dengan dengan cukup mempresentasikan
dengan sangat jelas jelas jelas dengan kurang
jelas
Pengisian Melengkapi lembar Melengkapi Melengkapi lembar Melengkapi lembar
lembar kerja kerja dengan data lembar kerja kerja dengan data kerja dengan data
yang sangat akurat dengan data yang yang
dan lengkap yang akurat dan cukup akurat dan kurang akurat
lengkap lengkap dan lengkap
Kriteria Penilaian:
a) Penilaian proses berupa catatan/ deskripsi Proses bekerja secara berkelompok dan Hasil
kerja kelompok
b) Penilaian Akhir: Skor nilai 10-100 Tes tertulis
Skala Skor = 0-100
Skor Maksimal = 100 x 6 Soal = 600
Skor maksimal 600
= = = 100
6 6
2) Rubrik penilaian Asesmen individu dalam proses diskusi kelompok dan lembar kerja
Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Penilaia (sangat baik) (Baik) (cukup baik) (kurang baik)
n
Keaktifan dan Sangat berani Berani Cukup berani Kurang berani
Keberanian mengemukakan mengemukakan mengemukakan mengemukakan
pendapat, menjawab pendapat, menjawab pendapat, menjawab pendapat, menjawab
pertanyaan dan pertanyaan dan pertanyaan dan pertanyaan dan
Inisiatif dalam Inisiatif dalam Inisiatif dalam Inisiatif dalam
diskusi. diskusi. diskusi. diskusi.
Keterampilan Sangat mampu Mampu Cukup mampu Kurang mampu
Komunikasi menyampaikan ide menyampaikan ide menyampaikan ide menyampaikan ide
dengan jelas, dengan jelas, dengan jelas, dengan jelas,
mendengarkan mendengarkan mendengarkan mendengarkan
argumen orang lain argumen orang lain argumen orang lain argumen orang lain
dengan [Link] dengan [Link] dengan [Link] dengan [Link]
lancer dalam lancer dalam lancer dalam lancer dalam
berbahasa berbahasa berbahasa berbahasa
Kerja Sama Menunjukan Kerja Menunjukan Kerja Menunjukan Kerja Menunjukan Kerja
dan Sikap sama dalam tim, sama dalam tim, sama dalam tim, sama dalam tim,
Sikap positif dan Sikap positif dan Sikap positif dan Sikap positif dan
antusiasme, serta antusiasme, serta antusiasme, serta antusiasme, serta
teliti dalam teliti dalam teliti dalam teliti dalam
memperhatikan memperhatikan memperhatikan memperhatikan
dengan sangat baik dengan baik dengan cukup baik dengan Kurang baik
Kontribusi Isi pendapat sesuai Isi pendapat sesuai Isi pendapat sesuai Isi pendapat sesuai
dan Kualitas dengan topik kajian, dengan topik kajian, dengan topik kajian, dengan topik kajian,
Argumen sangat berkualitas berkualitas cukup berkualitas kurang berkualitas

Kriteria Penilaian:
 Penilaian proses: berupa penilaian kontribusi individu secara objektif dalam kelompok
diskusi
 Penilaian Akhir: Jumlahkan skor dari semua kriteria 16
 Rumus umum yang bisa digunakan adalah
Skor perolehan
Nilai Akir = X 100
Skor maksimal
K. Pengayaan dan Remidial
Pengayaan dan remidial dijadikan sebagai dokumen tersendiri sebagai bagian yang tak terpisahkan
dalam modul ajar
L. Refleksi Guru:
 Apakah kegiatan belajar berhasil?
 Berapa persen peserta didik mencapai tujuan?
 Apa yang menurut Anda berhasil?
 Kesulitan apa yang dialami guru dan peserta didik?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti Pembelajaran dengan baik?
M. Refleksi Peserta Didik
 Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pembelajaran ini?
 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?
 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami Pembelajaran ini?
 Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu
berikan pada usaha yang telah kamu lakukan?
 Bagian mana dari pembelajaran ini yang menurut kamu menyenangkan?
 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?
N. Sumber Belajar
 Buku Guru, Bahasa Indonesia Kelas VII, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Jakarta :
2021
 Buku Siswa, Bahasa Indonesia Kelas VII, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Jakarta :
2021
 Youtube : [Link]

Mengetahui Bagoang, 20 November 2025


Kepala Sekolah Guru Mapel B. Indonesia

Fajar Khoirul Rijal, S. Pd. Siti Muntikoh, S. Pd.

Anda mungkin juga menyukai