KELOMPOK 10
CT
SIMULATOR
CT
Daftar Isi:
Kelebihan dan
01 Anggota Kelompok 06
Kekurangan
02 Definisi dan Tujuan 07 Peralatan Imobilisasi
Komponen dan Prinsip
03 Kerja 08 Aplikasi Klinis
04 Proses Simulasi 09 Proteksi
Perbandingan dengan 10
05 CT Scan
Kesimpulan
Anggota Kelompok
NADIA CLARESTA ANASTASIA 413231003 ALBERTA AFILIA CHRISTY 413231052
NINGDRA AINUS SA’ADAH 413231007 SASMITA MAULIDIYAH 413231057
QUEEN ANINDYA Z.A 413231014 DISTA VANNESYA SHARLENN 413231058
AHMAD SUBAHANUR 413231020 RIDA EKA PURIMUDITA 413231059
MARIANUS NANGA 413231025 SALMA FALAH HANIFAH 413231061
AGNISA MASAYU NASTITI 413231046
Definisi
CT Simulator (Computed Tomography Simulator) adalah
alat CT scan khusus yang digunakan dalam
perencanaan radioterapi, bukan untuk diagnosis
penyakit. Fungsinya adalah memperoleh citra anatomi
pasien secara presisi dalam posisi yang sama seperti
saat terapi radiasi akan diberikan. Data citra ini
digunakan untuk menentukan lokasi target (tumor) dan
organ sehat di sekitarnya (organ at risk) sehingga
dapat direncanakan distribusi dosis radiasi yang optimal.
Tujuan
Menentukan area target radiasi (GTV, CTV, PTV) secara
tepat berdasarkan citra anatomi.
Mengidentifikasi dan melindungi organ vital (organ at
risk) agar dosis radiasi tidak melebihi batas toleransi.
Mendefinisikan posisi pasien secara akurat dengan
bantuan immobilization devices agar posisi saat simulasi
sama dengan posisi saat terapi.
Mendukung proses perencanaan dosis radiasi di sistem
TPS untuk mencapai hasil terapi yang efektif dan aman.
Memverifikasi kesesuaian posisi dan volume penyinaran
sebelum radioterapi dimulai.
Meningkatkan presisi terapi dengan penggunaan laser
alignment system dan penandaan (marking) pada tubuh
pasien.
Komponen
Conventional Simulator
Komponen
1. X-ray tube support arm
Merupakan tabung sinar-X berkualitas diagnostik, bukan linac berenergi
tinggi atau sumber kobalt.
2. Collimator
Digunakan untuk mengatur ukuran dan bentuk berkas sinar-X yang
keluar dari tabung.
3. Cassette tray
Berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan kaset film radiografi.
Komponen
4. Image intensifier
Penguat gambar sinar-X didefinisikan sebagai tabung vakum yang
mengubah gambar sinar-X menjadi gambar cahaya tampak yang lebih
terang, yang kemudian dapat ditransmisikan ke penerima gambar
cahaya tampak, seperti kamera video digital, untuk ditampilkan dan
direkam.
5. Couch
Meja pemeriksaan yang rata, dapat diatur naik-turun(vertical), maju-
mundur (longitudinal), digeser kiri-kanan (lateral) dan dapat diputar dari
axis sejauh 360derajat (rotation).
6. Gantry
Gantry menampung sumber sinar-X diagnostik berenergi rendah,
kolimator, sumber cahaya, kabel untuk pembentukan treatment field,
block tray, dan image intensifier. Gantry dapat diputar 360 derajat dari
sumbunya.
Komponen
7. Couch support
Couch support bertanggung jawab atas gerakan vertikal dan rotasi
eksentrik meja.
8. Image intensifier support arm
Image intensifier support arm bertanggung jawab atas gerakan
image intensifier
9. Stand
Stand adalah komponen yang tertancap pada lantai, gantry
terhubung pada stand, sehingga gantry dapat berputar dengan
sumbuh horisontal stand
Komponen
10. Centre of rotation/Gantry angle indicator
Merupakan indikator sudut gantry yang berputar 360 derajat di
sekitar pasien pada sumbu isocenter.
11. Collimator angle indicator
Merupakan indikator sudut kolimator yang dapat diputar 360
derajat terhadap axis sentrasi.
12. Simulator monitor room
Ruangan untuk memonitor simulasi. Ruangan ini berisi digital
imaging (fluoroscopy), control console, x-ray control panel, image
printer, dan lain-lain.
Simulator Modern
CT Simulator
Secara umum memiliki komponen yang sama seperti CT-Scan
untuk diagnostik, dengan beberapa pertimbangan:
Bore yang lebih lebar (80-90 cm)
Patient Couch datar
Laser Marking untuk lokalisasi target
Lateral (2, stationary)
Sagittal (wall-mounted, mobile)
Virtual Simulator Software
Terhubung dengan Treatment Planning System (TPS)
Digitally Reconstructed Radiograph (DDR) 3mm
Simulator Modern
MRI Simulator
Embedded
Spine Coil
Open Bore Closed Bore
PRINSIP KERJA
CT Simulator merupakan modifikasi
dari CT Scan diagnostik.
Prinsip dasarnya sama seperti CT
Scan.
Gambar irisan tersebut direkonstruksi
komputer menjadi citra 3D.
Data hasil pencitraan dikirim ke
Treatment Planning System (TPS)
untuk menentukan arah berkas radiasi,
posisi isocenter, dan dosis penyinaran
yang optimal.
CT Simulator juga memungkinkan
simulasi virtual dan verifikasi posisi
pasien secara digital.
Peralatan Imobilisasi
Peralatan yang digunakan untuk mengurangi pergerakan pasien serta menjamin pasien tetap berada pada
posisi yang sama selama proses radiasi hingga akhir.
Blue bag Pufix Penyanga kepala Lower extremity
positioning system
Masker thermoplastic Penyangga lutut Footrest Breast board
PROSES CT SIMULASI
Langkah 1 Langkah 3
Membuat Perjanjian
Konfirmasi identitas pasien, Verifikasi data rekam medis, Treatment planning and CT-simulation
informed concent dan kelengkapan berkas hasil diagnosis Konturing dan Penentuan Isocenter
Penyampaian prosedur Penandaan Isocenter pada Pasien
Pasien diminta untuk melepas aksesoris dan mengganti Desain Portal dan Penempatan Beam
baju pemeriksaan yang sudah disiapkan Pembuatan DRR dan Dokumentasi Setup
Langkah 3
Langkah 2 Langkah 4
CT-scan, posisi pasien, dan immobilisasi Treatment Setup
·Uji dan QA (Quality Assurance): Memindai phantom untuk Penyiapan Pasien : Pasien diposisikan di mesin terapi
menguji proses simulasi CT dan mendeteksi kesalahan sesuai panduan dari hasil simulasi CT.
sistem atau ketidaksesuaian perencanaan. Verifikasi Posisi : Gambar port film dibandingkan dengan
Posisi dan Immobilisasi Pasien: Pasien diposisikan DRR untuk memastikan posisi dan arah penyinaran
senyaman mungkin dengan alat imobilisasi agar posisi bisa tepat dan sesuai
dipertahankan secara tepat setiap kali terapi.
Kontras digunakan bila perlu untuk memperjelas organ
tertentu.
Perbedaan CT Simulator & CT Diagnostik
Perbedaan CT Simulator CT Diagnostik
Mendapatkan gambar untuk Mendapatkan gambar
Tujuan proses delineasi dan untuk kepentingan
treatment planning. diagnostik.
Bisa terdapat di rumah
Hanya terdapat di rumah sakit
sakit yang tidak
Ketersediaan yang memiliki departemen
departemen onkologi
onkologi radiasi.
radiasi.
Berukuran lebih besar
Biasanya berukuran relatif
(diameter 80–90 cm) untuk
Ukuran Bore lebih kecil dengan diameter
mendapatkan target field of
sekitar 70 cm.
view yang besar
Perbedaan CT Simulator & CT Diagnostik
Perbedaan CT Simulator CT Diagnostik
Permukaan atas datar
menyerupai mesin pesawat
radiasi, agar alat imobilisasi Permukaan atas cekung,
Couch (Meja pemeriksaan)
yang digunakan saat CT khususnya di daerah tengah.
simulator dapat digunakan
kembali di pesawat radiasi
Dilengkapi dengan geometry Hanya ada 1 laser untuk
Laser Penanda untuk pasien
laser dan positioning tools. menandakan titik irisan
Terintegrasi dengan PACS
Terintegrasi dengan TPS
Treatment Planning System (TPS) (Picture Archiving and
(Treatment Planning System).
Communication System
Kelebihan CT Simulator
Penggambaran volume 3D yang akurat pada posisi perawatan pasien
Isocenter dapat ditempatkan dengan cepat dan akurat di lokasi mana pun
Pasien virtual memberikan fleksibilitas untuk membuat atau mengubah faktor
apa pun dalam rencana perawatan
Informasi/data lebih lanjut untuk pengukuran pascasimulasi
Bidang kerucut ke bawah atau boost dapat dilakukan tanpa kehadiran pasien
(simulasi virtual)
Beam’s eye view (BEV) memungkinkan anatomi dilihat dari perspektif sinar
radiasi
CT simulator memungkinkan pembentukan bidang secara elektronik di
workstation
Kekurangan CT Simulator
Poor soft tissue contrast: menimbulkan tantangan dalam mendelineasi
(menentukan batas) tumor yang dikelilingi oleh jaringan lunak.
Motion-related errors: gerakan pasien (ex: respirasi) dapat menurunkan
kualitas citra atau memengaruhi akurasi HU (Hounsfield Unit).
Interfractional setup errors: perbedaan posisi pasien antara sesi simulasi
dan terapi aktual dapat menyebabkan ketidaktepatan penyinaran serta
penurunan akurasi perencanaan dosis.
Limited Field of View (FOV): keterbatasan ukuran bore dapat membuat
sebagian anatomi tidak terekam, sehingga memengaruhi akurasi delineasi.
Radiation dose exposure: dosis radiasi yang tinggi, perlu diperhatikan melalui
melalui optimasi parameter.
Aplikasi Klinis
Simulator Konvensional CT Simulator
1. Akuisisi Data 3D: Pemindaian CT dalam posisi
1. Lokalisasi: Menentukan posisi tumor &
terapi untuk gambar anatomi yang detail.
jaringan normal dengan sinar-X.
2. Delineasi Virtual: Menggambar target & organ
2. Simulasi: Mencoba posisi pasien & sudut
risiko secara digital di komputer.
penyinaran.
3. Perencanaan Dosis Kompleks: Dasar untuk
3. Verifikasi: Memastikan rencana pengobatan
teknik canggih (IMRT, VMAT).
sudah tepat (dengan "foto" verifikasi).
4. Fusi Gambar (Image Fusion): Menggabungkan
4. Pemantauan: Memantau perubahan anatomi
gambar CT dengan MRI/PET untuk delineasi
selama masa perawatan.
yang lebih akurat.
Proteksi
JUSTIFIKASI Positioning Immobilisasi Etis
OPTIMISASI Proteksi Staff &
Exposure Factor Artefak & QC
Lingkungan
(ALARA)
LIMITASI
Kesimpulan
CT Simulator adalah alat penting dalam perencanaan radioterapi yang berfungsi
menghasilkan citra anatomi tiga dimensi untuk menentukan target tumor dan
organ sehat di sekitarnya secara akurat. Komponen utamanya meliputi gantry CT,
meja pasien (couch), sistem laser penanda, perangkat imobilisasi, serta
workstation perencanaan. Keunggulan CT Simulator terletak pada kemampuannya
untuk menampilkan potongan gambar akurat sesuai posisi pasien saat terapi,
sehingga membantu dalam proses imobilisasi, penentuan isosenter, dan
perencanaan dosis radiasi yang [Link] demikian, CT Simulator berperan
sebagai penghubung antara pencitraan diagnostik dan pelaksanaan terapi radiasi.
Referensi
Bae, Y. K., Lee, J. W., & Hong, S. (2020). Effects of image distortion and Hounsfield
unit variations on radiation treatment plans: An extended field-of-view reconstruction
in a large bore CT scanner. Scientific Reports, 10(1), 473.
Faccenda, V., Panizza, D., Niespolo, R. M., Colciago, R. R., Rossano, G., De Sanctis, L.,
... & De Ponti, E. (2024). Synchronized contrast-enhanced 4DCT simulation for target
volume delineation in abdominal SBRT. Cancers, 16(23), 4066.
Mayles, W. P. M., Nahum, A. E., & Rosenwald, J.-C. (2022). Handbook of radiotherapy
physics: Theory and practice, second edition, two volume set. CRC Press.
Washington, C. M., & Leaver, D. T. (2015). Principles and practice of radiation therapy
(4th ed.). Mosby.
TERIMA
KASIH