Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 18 No.
2 (Oktober 2023)
E-ISSN : 2686-2387 P-ISSN : 1907-8285
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMIKIRAN
Halaman Jurnal: [Link]
Halaman UTAMA Jurnal : [Link]
PENDEKATAN DISCOURSE ANALYSIS UNTUK MEMAHAMI KONTEKS
SOSIAL DAN IDEOLOGIS DALAM PENDIDIKAN
Nopira Safitri, Sri Murhayati
nopirasafitri242@[Link], [Link]@[Link]
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Abstract
This research examines the Discourse Analysis method as a qualitative approach in
understanding the meaning of texts or conversations in social, cultural, and ideological
contexts. Through literature study, discourse analysis is used to explore the hidden
meaning behind complex social phenomena, by highlighting the role of language as a
means of communication. It includes various approaches, such as narrative, Marxist,
psychoanalytic and framing discourse analysis, to understand how meaning, ideology
and power are shaped and transmitted. The results show that discourse analysis helps
identify ideologies, rhetoric and social contexts that influence the production and
reception of texts. In addition, the method provides great insight into the relationship
between language, power and social interaction, making it relevant to a wide range of
disciplines, including communication, sociology and cultural studies.
Keywords: Discourse Analysis, Qualitative Method
Abstrak
Penelitian ini mengkaji metode Discourse Analysis (analisis wacana) sebagai pendekatan
kualitatif dalam memahami makna teks atau percakapan dalam konteks sosial, budaya,
dan ideologi. Melalui studi pustaka, analisis wacana digunakan untuk menggali makna
tersembunyi di balik fenomena sosial yang kompleks, dengan menyoroti peran bahasa
sebagai sarana komunikasi. Analisis ini mencakup berbagai pendekatan, seperti analisis
wacana naratif, Marxis, psikoanalisis, dan framing, untuk memahami bagaimana makna,
ideologi, dan kekuasaan dibentuk serta disebarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
analisis wacana membantu mengidentifikasi ideologi, retorika, dan konteks sosial yang
memengaruhi produksi dan penerimaan teks. Selain itu, metode ini memberikan wawasan
luas terkait hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan interaksi sosial, menjadikannya
relevan untuk berbagai disiplin ilmu, termasuk komunikasi, sosiologi, dan studi budaya.
Kata Kunci: Analisis Wacana, Metode Kualitatif
PENDAHULUAN
Discourse Analysis (analisis wacana) muncul dari upaya para penafsir (interpreter
atau mufassir) dalam memberikan makna atau menafsirkan sebuah teks. Dalam penelitian
kualitatif, sering muncul perdebatan antar ahli terkait interpretasi teks. Metode analisis
wacana selama ini masih berfokus secara internal pada aspek kebahasaan dan gramatikal,
seperti sintaksis, kohesi, dan koherensi dalam wacana. Namun, metode ini pada dasarnya
dirancang untuk menganalisis wacana secara lebih luas, termasuk konteks sosial, budaya,
dan ideologi yang memengaruhi teks.
Analisis wacana kualitatif sangat berperan dalam penelitian yang berusaha
menggali makna di balik fenomena sosial yang kompleks, di mana bahasa berperan
sebagai sarana utama dalam mengomunikasikan nilai-nilai, kepercayaan, dan ideologi
tertentu. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menganalisis teks, percakapan, dan
1197
Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 18 No.2 (Oktober 2023); E-ISSN : 2686-2387 P-ISSN : 1907-8285
komunikasi untuk memahami bagaimana makna terbentuk dan disebarkan dalam
masyarakat
METODE
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian studi pustaka (library
research) yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan pengumpulan data pustaka,
membaca, mencatat serta mengolah bahan penelitian. Karena jenis penelitian ini adalah
kepustakaan, maka data- data yang diperoleh itu berupa buku-buku, dokumen catatan,
artikel dan sumber-sumber lainnya dari internet yang terkait dengan permasalahan yang
diangkat penulis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Defenisi Discourse Analysis
Discourse Analysis (analisis wacana) merupakan salah satu teknik analisis
data kualitatif yang banyak digunakan, terutama dalam ilmu sosial dan humaniora.
Pendekatan ini memusatkan perhatian pada analisis teks, baik tertulis, lisan, maupun
visual, dalam konteks sosial dan budaya tertentu.1 Kata wacana merujuk pada
penggunaan bahasa untuk merepresentasikan realitas. Menurut Gee Kata wacana
dibagi menjadi dua jenis:
1. discourse (d kecil), yang melihat penggunaan bahasa secara langsung di
tempatnya (on site) untuk menjalankan aktivitas, pandangan, dan identitas
berdasarkan aspek linguistik. Jenis discourse ini biasanya menjadi fokus kajian
para ahli bahasa, khususnya sosiolinguistik.
2. Discourse (D besar), yang menggabungkan unsur linguistik dari "discourse" (d
kecil) dengan elemen non-linguistik (unsur di luar bahasa) untuk menjalankan
aktivitas, pandangan, dan identitas. Unsur-unsur non-linguistik ini bisa berupa
ideologi, politik, ekonomi, dan lainnya, yang memengaruhi cara seseorang
berinteraksi, merasakan, meyakini, dan menilai, baik dirinya sendiri maupun
orang lain.
Dari penjelasan ini, jelas bahwa baik "discourse" (d kecil) maupun
"Discourse" (D besar) merupakan hasil dari usaha pembuat wacana yang
menggunakan bahasa (verbal atau nonverbal) untuk menggambarkan realitas.
Keduanya tidak muncul secara alami, melainkan dibentuk melalui sebuah proses yang
disebut konstruksi realitas.2
Discourse Analysis adalah kajian ilmiah yang mencakup penggunaan bahasa,
baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Bahasa yang digunakan secara alami ini
merujuk pada cara bahasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari, tanpa manipulasi
atau rekayasa, sehingga mencerminkan interaksi yang terjadi dalam konteks nyata.3
Menurut Stubbs analisis wacana adalah studi yang berfokus pada analisis
bahasa yang digunakan secara alami, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Selain
itu Tonkiss juga mengemukakan pendapatnya bahwa analisis wacana merupakan
penelitian yang dilakukan dengan mengkaji konstruksi teks dan catatan verbal untuk
mengeksplorasi sistem makna sosial.4 Desain ini diterapkan untuk menganalisis
interaksi antar manusia, dengan menitikberatkan pada konteks sosial antara peneliti
1
Endah Saadah, Menyingkap Tabir Cerita Dibalik Data Menggunakan Atlas. ti (Cirebon: Arr Rad
Pratama, 2024), hlm. 34.
2
Ibnu Hamad, “Lebih Dekat dengan Analisis Wacana,” Mediator: Jurnal Komunikasi 8, no. 2
(2007): 325–44, [Link]
3
Masrukhin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Media Ilmu Press, 2014), 33.
4
Geoorge Towar Ikbal Tawakkal dan Ahmad Zaki Fadlur Rohman, Metode Penelitian Kualitatif
(Malang: UB Press, 2022). Hlm. 38
1198
Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 18 No.2 (Oktober 2023); E-ISSN : 2686-2387 P-ISSN : 1907-8285
dan responden. Analisis ini mencakup berbagai bentuk komunikasi, seperti bahasa,
tulisan, pidato, percakapan verbal dan nonverbal, serta lainnya.5
B. Tujuan Discourse Analysis
Penelitian kualitatif Discourse Analysis (analisis wacana) bertujuan untuk
memahami, menginterpretasikan, dan mengungkap makna di balik teks atau
percakapan, serta bagaimana wacana tersebut membentuk atau dipengaruhi oleh
konteks sosial, budaya, dan kekuasaan. Berikut adalah beberapa tujuan spesifik dari
penelitian kualitatif analisis wacana:
1. Memahami, menganalisis, dan menafsirkan bagaimana bahasa digunakan untuk
membentuk makna dalam berbagai situasi komunikasi.
2. Untuk menemukan makna tersembunyi atau implisit dalam teks atau percakapan
yang tidak selalu tampak di permukaan.
3. Untuk memahami bagaimana konteks sosial, budaya, dan sejarah mempengaruhi
cara sebuah wacana diproduksi dan dipahami.6
4. Mengungkap atau memahami proses retorika dan persuasi yang dilakukan
seseorang ketika menyampaikan pesan.
5. Untuk mengidentifikasi ideologi atau keyakinan yang mendasari teks atau wacana
tertentu, serta bagaimana ideologi tersebut memengaruhi pandangan dunia orang-
orang yang terlibat.7
C. Karakteristik Discourse Analysis
Menurut Syamsuddin yang dikutip oleh Sobur terdapat beberapa karakteristik
dan sifat analisis wacana yang meliputi beberapa hal:8
1. Analisis wacana meneliti aturan penggunaan bahasa dalam masyarakat
2. Analisis wacana bertujuan untuk memahami makna dari tuturan dalam kaitannya
dengan konteks, teks, dan situasi
3. Analisis wacana melibatkan pemahaman atas rangkaian tuturan melalui
interpretasi makna semantis
4. Analisis wacana berkaitan dengan memahami bahasa dalam kaitannya dengan
tindakan berbahasa (apa yang dikatakan dari apa yang dilakukan)
5. Analisis wacana berfokus pada penggunaan bahasa secara fungsional
(penggunaan fungsional bahasa).
D. Macam-macam Discourse Analysis
Dalam analisis wacana kualitatif, terdapat berbagai pendekatan yang
digunakan untuk memahami bagaimana makna, ideologi, dan kekuasaan terbentuk
dan disebarkan melalui bahasa. Berikut ini adalah beberapa macam analisis wacana: 9
1. Analisis wacana naratif
Analisis ini berfokus pada percakapan, baik lisan maupun teks, untuk
mengungkap kondisi struktur sosial yang ada. Pendekatan ini melibatkan
identifikasi kategori, ide, dan pandangan yang muncul dalam transkrip percakapan
untuk memahami konteks sosial. Dengan menelaah narasi, peneliti dapat
5
Rusdin Tahir dkk., Metode Penelitian Sumber Daya Manusia (Jambi: Sonpedia Publishing
Indonesia, 2023), hlm. 252.
6
Fita Fathurokhmah, Metodologi Penelitian Komunikasi Kualitatif (Jakarta Timur: Bumi Aksara,
2024), hlm. 91.
7
Ade Putra Ode Amane dkk., Metode Penelitian Kualitatif: Perspektif Bidang Ilmu Sosial (Jambi:
Sonpedia Publishing Indonesia, 2023), hlm. 53.
8
Daniel Susilo, Analisis Wacana Kritis Van Dijk: Sebuah Model dan Tinjauan Kritis Pada Media
Daring (Surabaya: Up Unitomo Press, 2019), hlm. 53.
9
Ariesto Hadi Sutopo, Penelitian Kualitatif dengan NVIVO (Banten: Topazart, 2021), hlm. 16.
1199
Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 18 No.2 (Oktober 2023); E-ISSN : 2686-2387 P-ISSN : 1907-8285
mengeksplorasi bagaimana struktur sosial dan budaya terbentuk dan diperkuat
melalui bahasa.
2. Analisis wacana marxis
Berdasarkan teori Marxis, pendekatan ini memandang realitas sosial
sebagai medan pertentangan antarkelas dan ideologi. Analisis wacana Marxis
berusaha mengungkap tanda-tanda eksploitasi dan kekuasaan dalam suatu teks.
Pendekatan ini menafsirkan wacana dengan fokus pada peran ideologi yang
mendasari naskah dan bagaimana wacana tersebut mencerminkan konflik kelas
serta kekuatan ekonomi yang dominan.
3. Analisis wacana psikoanalisis
Dipengaruhi oleh aliran psikologi Freudian, analisis ini mengeksplorasi
bagaimana ide, ego, dan super-ego tercermin dalam tindakan manusia dan
wacana. Analisis psikoanalisis melihat tanda-tanda dalam teks yang merefleksikan
alam bawah sadar pembuatnya. Teks dipandang sebagai manifestasi dari
dorongan psikologis yang tak disadari, seperti hasrat atau ketakutan, yang
mempengaruhi cara seseorang membentuk wacana.
4. Analisis wacana sosiologis
Pendekatan ini berasal dari aliran struktur fungsional yang melihat
masyarakat sebagai sistem yang terdiri dari berbagai peran dan fungsi. Analisis
wacana sosiologis berfokus pada bagaimana status dan peran individu atau
kelompok tercermin dalam teks. Peneliti mencoba menemukan dan menafsirkan
bagaimana wacana mengatur hubungan antarindividu atau kelompok dalam
struktur sosial yang lebih luas.
5. Analisis Framing
Metode ini meneliti bagaimana media massa membentuk, menyaring, dan
menyajikan informasi kepada publik. Analisis framing mengeksplorasi pemilihan,
penekanan, dan penyisihan dalam penyajian berita. Tujuannya adalah untuk
mengungkap cara media mengelola ide-ide tertentu dan bagaimana konstruksi
budaya memengaruhi pemahaman terhadap peristiwa. Dalam pendekatan ini,
peneliti melihat bagaimana struktur berita dan bahasa yang digunakan dapat
memengaruhi persepsi masyarakat.
Setiap jenis analisis wacana ini memiliki perspektif yang unik dalam
melihat penggunaan bahasa dan konstruksi makna dalam konteks sosial,
ideologis, psikologis, dan budaya.
E. Kelebihan Dan Kelemahan Penelitian Discourse Analysis
Seperti metode analisis lainnya, analisis wacana memiliki kelebihan dan
kelemahan yang perlu diperhatikan oleh guru-peneliti. Beberapa kelemahannya antara
lain:10
1. Analisis wacana tidak langsung memberikan solusi konkret untuk masalah inti
dalam riset ilmiah.
2. Guru-peneliti yang ingin melakukan analisis wacana perlu memiliki kepekaan
tinggi terhadap penggunaan bahasa, terutama saat membuat kesimpulan dan
berinteraksi dengan berbagai aspek percakapan.
3. Hasil dari analisis wacana adalah satu bentuk interpretasi dari sebuah teks, yang
bisa saja berbeda atau serupa dengan interpretasi peneliti lainnya.
Namun, di balik kelemahan tersebut, ada beberapa kelebihan dari analisis
wacana, seperti:11
10
Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan Tindakan Kelas Implementasi dan Pengembangannya
(Jakarta: Bumi Aksara, 2022), hlm. 204.
11
Sukardi, hlm. 204.
1200
Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 18 No.2 (Oktober 2023); E-ISSN : 2686-2387 P-ISSN : 1907-8285
1. Analisis wacana mampu mengungkap asumsi mendasar (ontologis dan
epistemologis) di balik sebuah proyek, pernyataan, informasi, atau sistem
klasifikasi tertentu.
2. Analisis ini dapat membuka motivasi tersembunyi dalam sebuah teks, baik yang
disengaja maupun tidak disengaja oleh penulis atau pelaku wacana.
3. Analisis wacana membantu peneliti memahami konteks di balik permasalahan dan
menyoroti inti masalah beserta solusi yang selaras dengan asumsi yang ada.
4. Analisis wacana memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melihat masalah
dari perspektif yang lebih luas, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih
komprehensif terkait solusi yang mungkin.
5. Analisis wacana mendorong perhatian lebih besar terhadap motivasi yang
tersembunyi, membantu peneliti dalam memecahkan masalah secara lebih
mendalam dan konkret.
F. Langkah-langkah Penelitian Discourse Analysis
Discourse analysis (Analisis wacana) merupakan metode kualitatif dan
interpretatif yang bertujuan untuk menganalisis teks, berbeda dari metode yang lebih
sistematis seperti analisis konten. Dalam metode ini, interpretasi dilakukan
berdasarkan rincian materi dan pengetahuan kontekstual yang relevan. Berikut adalah
langkah-langkah dasar yang perlu diikuti dalam analisis wacana:12
1. Menentukan pertanyaan penelitian dan memilih materi analisis
Langkah pertama adalah merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas.
Setelah itu, pilih materi yang sesuai untuk dianalisis guna menjawab pertanyaan
tersebut. Materi yang dianalisis bisa berupa sampel kecil maupun besar,
tergantung pada skala penelitian dan tujuannya. Misalnya, jika ingin menganalisis
dampak transisi dari kediktatoran ke demokrasi terhadap bisnis di sebuah negara,
peneliti dapat memilih untuk memeriksa pernyataan pemasaran dari 10
perusahaan besar dalam lima tahun setelah perubahan rezim.
2. Mengumpulkan informasi dan teori tentang konteks
Langkah selanjutnya adalah memahami konteks sosial dan historis di
mana materi tersebut diproduksi dan diterima. Kumpulkan informasi tentang
waktu dan tempat materi dibuat, siapa penulisnya, siapa yang menerbitkannya,
dan siapa audiensnya. Selain itu, lakukan tinjauan pustaka untuk membangun
kerangka teoritis yang akan memandu analisis.
3. Menganalisis konten untuk menemukan tema dan pola
Pada tahap ini, peneliti melakukan pemeriksaan mendalam terhadap
elemen-elemen materi, seperti kata-kata, kalimat, paragraf, dan struktur
keseluruhan. Tujuannya adalah mengidentifikasi tema atau pola yang relevan
dengan pertanyaan penelitian. Misalnya, analisis dapat difokuskan pada
pernyataan-pernyataan yang mencerminkan ideologi politik otoriter dan
demokratis, seperti sikap terhadap otoritas atau nilai-nilai liberal.
4. Meninjau hasil dan menarik kesimpulan
Setelah elemen-elemen materi dianalisis dan dikaitkan dengan atribut
tertentu, peneliti merefleksikan hasil untuk memahami fungsi dan makna bahasa
yang digunakan. Langkah ini melibatkan membandingkan hasil analisis dengan
konteks yang lebih luas yang telah ditetapkan sebelumnya, guna menarik
kesimpulan yang menjawab pertanyaan penelitian. Sebagai contoh, hasil analisis
mungkin menunjukkan bahwa materi yang diterbitkan sebelum perubahan rezim
lebih menekankan pada kualitas layanan, sementara setelah transisi ke demokrasi,
materi lebih berfokus pada kebutuhan dan nilai konsumen. Peneliti kemudian
membandingkan hasil ini dengan literatur tentang ideologi dan retorika politik,
12
Sutopo, Penelitian Kualitatif dengan NVIVO, hlm. 19.
1201
Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 18 No.2 (Oktober 2023); E-ISSN : 2686-2387 P-ISSN : 1907-8285
dan menyimpulkan bahwa perubahan konteks politik memengaruhi strategi
komunikasi bisnis.
G. Contoh Penelitian Discourse Analysis
Berikut adalah contoh judul dan Discourse Analysis (analisis wacana)
“Pengaruh Nilai-Nilai Islam terhadap Strategi Komunikasi Pemasaran: Analisis
Wacana pada Iklan Produk Halal di Indonesia”
1. Menentukan pertanyaan penelitian dan memilih materi analisis
Bagaimana nilai-nilai Islam memengaruhi strategi komunikasi pemasaran
pada iklan produk halal di Indonesia?
Materi Analisis:
Materi yang dipilih untuk penelitian ini adalah iklan-iklan produk halal
dari lima perusahaan besar yang bergerak di industri makanan, kosmetik, dan
keuangan syariah di Indonesia. Iklan ini diambil dari media cetak, televisi, dan
media sosial dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2018-2023).
2. Mengumpulkan informasi dan teori tentang konteks
a. Konteks sosial dan religius: Indonesia sebagai negara dengan mayoritas
penduduk Muslim memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap produk-produk
yang sesuai dengan syariah Islam. Produk halal bukan hanya soal kepatuhan
terhadap aturan agama, tetapi juga berkaitan dengan etika, kesucian, dan
kesehatan. Setelah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang konsumsi
produk halal, banyak perusahaan mulai memasarkan produk mereka dengan
pendekatan Islami yang mencerminkan nilai-nilai agama.
b. Penulis dan audiens: Iklan yang dianalisis dibuat oleh perusahaan yang
menyasar konsumen Muslim di Indonesia, dengan audiens dari berbagai
lapisan masyarakat yang peduli akan kehalalan produk yang mereka
konsumsi. Audiensnya adalah kelompok konsumen yang tidak hanya
mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga aspek religius dan etika.
c. Kerangka teoritis: Penelitian ini menggunakan teori wacana religius dan
komunikasi bisnis Islami. Teori ini akan membantu mengungkap bagaimana
perusahaan menggunakan nilai-nilai Islam dalam wacana iklan mereka dan
bagaimana bahasa religius dipakai untuk menarik konsumen Muslim.
3. Menganalisis konten untuk menemukan tema dan pola
a. Tahap analisis: Peneliti menganalisis iklan-iklan tersebut dengan
memperhatikan elemen-elemen berikut:
1) Pilihan kata dan frasa yang terkait dengan ajaran Islam (misalnya, kata
"halal," "thayyib," "barokah").
2) Gambar dan simbol yang digunakan dalam iklan (misalnya, penggunaan
simbol keislaman seperti kaligrafi Arab, visualisasi masjid, atau pakaian
Muslim).
3) Narasi dan pesan utama yang disampaikan (misalnya, penekanan pada
kepatuhan syariah dan tanggung jawab sosial).
b. Tema-tema yang ditemukan:
1) Tema kehalalan dan kesucian: Iklan dari perusahaan makanan halal sering
kali menekankan pentingnya "halalan thayyiban," yang berarti halal dan
baik. Ini mencakup tidak hanya kepatuhan terhadap proses produksi sesuai
syariah, tetapi juga jaminan bahwa produk tersebut sehat dan baik untuk
dikonsumsi.
2) Tema keberkahan dan tanggung jawab sosial: Beberapa iklan
menonjolkan ide bahwa mengonsumsi produk halal akan membawa
keberkahan dan kebermanfaatan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga
bagi masyarakat. Misalnya, bank syariah sering menggunakan kata-kata
1202
Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 18 No.2 (Oktober 2023); E-ISSN : 2686-2387 P-ISSN : 1907-8285
seperti "keuangan yang membawa berkah" dan "berbagi rezeki," yang
mencerminkan konsep zakat dan infaq dalam Islam.
3) Penggunaan gambar dan simbol religius: Banyak iklan produk halal
menggunakan gambar-gambar yang memiliki unsur religius, seperti
masjid atau keluarga Muslim yang mengenakan pakaian Islami. Simbol-
simbol ini dimaksudkan untuk memperkuat identitas produk sebagai
produk yang mematuhi ajaran Islam dan dapat dipercaya oleh konsumen
Muslim.
4. Meninjau hasil dan menarik kesimpulan
Setelah mengidentifikasi tema-tema utama, peneliti menarik beberapa
kesimpulan:
a. Pengaruh nilai-nilai islam terhadap komunikasi bisnis: Iklan produk halal di
Indonesia secara jelas mencerminkan nilai-nilai Islam, di mana kehalalan
tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan hukum, tetapi juga mencakup etika
bisnis dan tanggung jawab sosial. Iklan-iklan ini menekankan keberkahan,
kesucian, serta pentingnya konsumsi yang bertanggung jawab sesuai dengan
ajaran Islam.
b. Penggunaan bahasa dan simbol religius untuk menarik konsumen: Bahasa
yang digunakan dalam iklan-iklan produk halal dipenuhi dengan terminologi
Islam seperti "halal," "barokah," dan "amanah." Simbol-simbol visual, seperti
gambar keluarga Muslim dan masjid, juga digunakan untuk menciptakan
hubungan emosional dengan konsumen Muslim. Ini memperkuat kepercayaan
konsumen bahwa produk tersebut sesuai dengan nilai-nilai agama mereka.
c. Implikasi bagi perusahaan dalam menjangkau pasar muslim: Perusahaan yang
ingin sukses di pasar produk halal perlu mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke
dalam strategi komunikasi pemasaran mereka. Penggunaan bahasa dan
simbol-simbol keislaman membantu membangun hubungan yang kuat dengan
konsumen Muslim, dan memungkinkan perusahaan untuk menciptakan citra
yang lebih tepercaya dan bertanggung jawab.
KESIMPULAN
Penelitian dengan pendekatan Discourse Analysis bertujuan untuk memahami,
menginterpretasikan, dan mengungkap makna di balik teks atau percakapan, serta
bagaimana wacana tersebut dibentuk dan dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan
kekuasaan. Analisis ini menitikberatkan pada penggunaan bahasa, baik secara lisan
maupun tulisan, dalam konteks komunikasi sehari-hari. Discourse Analysis
memungkinkan peneliti untuk mengungkap ideologi, keyakinan, dan makna tersembunyi
dalam teks, serta memahami bagaimana bahasa dapat membentuk persepsi masyarakat
dan interaksi sosial. Pendekatan ini relevan untuk menganalisis komunikasi dalam
berbagai bentuk, seperti percakapan, iklan, dan media, terutama dalam memahami
dinamika kekuasaan dan ideologi yang melatarbelakangi penggunaan bahasa.
DAFTAR PUSTAKA
Amane, Ade Putra Ode, Indra Kertati, Dwi Hastuti, dan rahmad Purwanto. Metode
Penelitian Kualitatif: Perspektif Bidang Ilmu Sosial. Jambi: Sonpedia Publishing
Indonesia, 2023.
Fathurokhmah, Fita. Metodologi Penelitian Komunikasi Kualitatif. Jakarta Timur: Bumi
Aksara, 2024.
Hamad, Ibnu. “Lebih Dekat dengan Analisis Wacana.” Mediator: Jurnal Komunikasi 8,
no. 2 (2007): 325–44. [Link]
Masrukhin. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Media Ilmu Press, 2014.
1203
Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol 18 No.2 (Oktober 2023); E-ISSN : 2686-2387 P-ISSN : 1907-8285
Saadah, Endah. Menyingkap Tabir Cerita Dibalik Data Menggunakan Atlas. ti. Cirebon:
Arr Rad Pratama, 2024.
Sukardi. Metode Penelitian Pendidikan Tindakan Kelas Implementasi dan
Pengembangannya. Jakarta: Bumi Aksara, [Link], Daniel. Analisis Wacana Kritis
Van Dijk: Sebuah Model dan Tinjauan Kritis Pada Media Daring. Surabaya: Up
Unitomo Press, 2019.
Sutopo, Ariesto Hadi. Penelitian Kualitatif dengan NVIVO. Banten: Topazart, 2021.
Tahir, Rusdin, Ajeng Faizah Nijma ilma, Harun Samsudin, dan Erni Rusyani. Metode
Penelitian Sumber Daya Manusia. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia,
[Link], Geoorge Towar Ikbal, dan Ahmad Zaki Fadlur Rohman. Metode
Penelitian Kualitatif. Malang: UB Press, 2022.
1204