KATA PENGANTAR
Puji syukur patut kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kita kesempatan untuk menjalani hari kita sehingga penulis dapat menyusun
makalah mata kuliah Issue Olahraga
Penulis berterima kasih kepada ibu Prof Rahma Dewi selaku dosen pengampu yang
sudah memberikan bimbingan kepada penulis selama proses pembelajaran di mata kuliah
Issue Olahraga. Makalah yang kami susun bertujuan untuk melengkapi tugas yang diberikan
kepada kami serta untuk membantu kami dan teman teman semuanya dalam memahami
materi yang telah diberikan.
Penulis menyadari, bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, kritik dan saran sangat berguna bagi penyusunan dan penyempurnaan
selanjutnya. Akan tetapi tentunya semoga makalah yang kami buat ini bermanfaat buat kita
semuanya untuk lebih memahami lagi materi Dan akhir kata kami mengucapkan sekian dan
terima kasih.
Medan,Oktober 2025
Kelompok 2
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................................
1.1 Latar Belakang................................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................................
1.3 Tujuan..............................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................................
2.1 Permasalahan dalam pembelajaran Pjok.....................................................................
2.2 Permasalahan pembinaan olahraga di ekstrakulikuler sekolah.................................
2.3 Solusi dan Inovasi............................................................................................................
2.4 Rencana Proyek...............................................................................................................
BAB III PENUTUP.................................................................................................................
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................................
3.2 Saran.................................................................................................................................
PENANGGUNG JAWAB......................................................................................................
DOKUMENTASI....................................................................................................................
2
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan dan pembinaan olahraga merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan
berperan penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang sehat, disiplin, dan
berprestasi. Melalui pendidikan olahraga, peserta didik tidak hanya diajarkan
keterampilan jasmani, tetapi juga nilai-nilai sportivitas, kerja sama, dan tanggung jawab.
Sementara itu, pembinaan olahraga berfokus pada pengembangan kemampuan atlet agar
mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Namun, dalam
praktiknya, masih terdapat berbagai permasalahan yang menghambat tercapainya tujuan
ideal dari pendidikan dan pembinaan olahraga di [Link] satu permasalahan
utama dalam pendidikan olahraga adalah rendahnya kualitas dan pemerataan sarana serta
prasarana pendidikan jasmani di sekolah-sekolah. Banyak lembaga pendidikan, terutama
di daerah terpencil, belum memiliki fasilitas olahraga yang memadai seperti lapangan,
alat olahraga, maupun ruang ganti yang layak. Kondisi tersebut berdampak pada
rendahnya kualitas pembelajaran pendidikan jasmani dan menurunkan minat siswa untuk
berpartisipasi aktif dalam kegiatan [Link] itu, kualitas tenaga pendidik dan
pelatih olahraga juga menjadi tantangan serius. Tidak semua guru pendidikan jasmani
memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai atau mengikuti pelatihan kompetensi
terkini. Di sisi lain, pelatih olahraga sering kali menghadapi keterbatasan dalam hal
dukungan finansial, metode pelatihan modern, dan akses terhadap teknologi sport science
yang dapat membantu pengembangan performa atlet secara [Link] lain
yang tidak kalah penting adalah b. Banyak atlet muda berprestasi di tingkat sekolah yang
kemudian kehilangan arah karena tidak adanya jalur pembinaan lanjutan yang sistematis.
Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi antara dunia pendidikan dan lembaga pembinaan
olahraga belum berjalan dengan [Link] sisi kebijakan, dukungan pemerintah terhadap
pengembangan olahraga sering kali belum konsisten dan cenderung bersifat insidental,
terutama menjelang event besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) atau SEA
Games. Program pembinaan jangka panjang yang seharusnya berfokus pada, regenerasi
atlet berprestasi tidak berjalan optimal, dan prestasi olahraga nasional sulit.
3
1.2 Rumusan Masalah
Guru Olahraga
1. Apa saja tantangan yang sering dihadapi guru Pjok dalam proses pembelajaran
2. Bagaimana Guru pjok memotivasi siwa agar aktif dalam pembelajaran Pjok di sekolah
3. Bagaimana Bapak/Ibu mengatasi keterbatasan alat atau fasilitas olahraga saat mengajar
4. Apakah ada dukungan dari pihak sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan
Jasmani?
Pelatih Ekstrakulikuler
1. Bagaimana cara bapak menyesuaikan latihan dengan kemampuan fisik dan minat siswa
2. Apa kendala utama yang dihadapi selama proses latihan berlangsung
3. Apakah ada program khusus untuk mempersiapkan siswa mengikuti kompetisi olahraga
antar sekolah
4. Apa harapan bapak terhadap pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas kegiatan
ekstrakulikuler olahraga?
4
1.3 TUJUAN
Bagi Guru Olahraga
1. Untuk mengetahui tantangan yang sering dihadapi guru Pjok dalam proses pembelajaran
2. Untuk mengidentifiikasi bagaimana cara Guru pjok memotivasi siwa agar aktif dalam
pembelajaran Pjok di sekolah
3. Untuk mengetahui cara mengatasi keterbatasan alat atau fasilitas olahraga saat mengajar
4. Untuk mengetahui apakah ada dukungan dari pihak sekolah dalam pelaksanaan
pembelajaran pendidikan Jasmani?
Bagi Pelatih ektrakulikuler
1. Untuk mengetahui cara menyesuaikan latihan dengan kemampuan fisik dan minat siswa
2. Untuk mengetahui kendala utama yang dihadapi selama proses latihan berlangsung
3. Untuk Menganalisis program khusus untuk mempersiapkan siswa mengikuti kompetisi
olahraga antar sekolah
4. Untuk merumuskan solusi harapan terhadap pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas
kegiatan ekstrakulikuler olahraga
5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Permasalahan dalam pembelajaran Pjok
Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) bukan cuma
soal lari di lapangan atau main bola bareng teman — tapi lebih dari [Link] adalah
pelajaran yang ngajarin kita cara hidup sehat, aktif, dan sportif lewat berbagai kegiatan fisik
yang seru dan menantang. Lewat Penjas, kita diajak buat gerak, berkeringat, tapi juga
berpikir positif dan belajar kerja [Link] utama Penjas bukan cuma biar badan kuat,
tapi juga bikin kita tangguh, percaya diri, dan punya mental juara. Di pelajaran ini, kita
belajar gimana caranya jadi pemain yang jujur, teman yang solid, dan pribadi yang sehat luar
dalam.
Dari Kelompok 2 mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai salah satu guru olahraga
yang ada di sekolah SMA 7 NEGERI [Link] hasil wawancara dan observasi Kami
mendapatkan 4 hasil permasalahan pendidikan dalam pembelajaran olahraga
1. Tantangan yang dihadapi guru Pjok dalam proses pembelajaran
Tantangan yang sering dihadapi dalam pembelajaran pjok adalah
a. keterbatasan sarana dan prasarana : Banyak sekolah terutama di daerah,belum
memiliki lapangan olahraga yang layak,alat olahrag yang [Link] guru Pjok
harus kreatif misalnya pakai botol minum sebagi cone atau lapangan parkir jadi
tempat latihan
b. Kurangnya waktu pembelajaran : Jam Pelajaran Pjok sering kali terbatas,padahal
banyak materi yang harus disampaikan dari olahraga permainan,senam,kebugaran
jasmani dan kesehatan
c. Keterbatasan Dukungan dan Apresiasi : Guru pjok belum mendapatkan penghargaan
atau perhatian yang sama seperti guru mata pelajaran [Link] dukungan dari
pihak sekolah atau masyarakat bisa jadi hambatan dalam mengembangkan program
olahraga yang berkelanjutan
2. Bagaimana Guru pjok memotivasi siwa agar aktif dalam pembelajaran Pjok di sekolah
Guru PJOK punya peran besar dalam menumbuhkan semangat siswa supaya mau
bergerak, berpartisipasi, dan menikmati kegiatan olahraga di sekolah. Karena pada
dasarnya, tidak semua siswa punya minat atau kemampuan fisik yang sama.
a. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan : Guru PJOK biasanya
6
membuat kegiatan belajar terasa seperti bermain, bukan sekadar latihan fisik yang
kaku. Misalnya, menggunakan permainan kecil (mini games), lomba kelompok,
atau tantangan sederhana yang membuat siswa bersemangat bergerak tanpa merasa
dipaksa. Dengan suasana yang menyenangkan, siswa akan lebih antusias mengikuti
pelajaran.
b. Memberikan Dukungan dan Pujian : Motivasi bisa tumbuh dari apresiasi kecil. Guru
PJOK sering memberi pujian saat siswa berani mencoba, berani tampil, atau
menunjukkan kemajuan. Kalimat sederhana seperti “Bagus, teruskan semangatnya!”
atau “Kamu hebat, tinggal sedikit lagi!” bisa membuat siswa merasa dihargai dan
lebih percaya diri.
c. Mengajarkan Nilai Sportivitas dan kerja Sama
Guru PJOK tidak hanya menekankan siapa yang menang atau kalah, tapi juga
menanamkan nilai sportivitas, saling menghargai, dan kebersamaan. Dengan
begitu, siswa tidak takut gagal atau diejek teman, karena yang penting adalah
partisipasi dan usaha. Lingkungan belajar yang positif seperti ini membuat mereka
lebih berani ikut aktif.
3. Bagaimana Bapak/Ibu mengatasi keterbatasan alat atau fasilitas olahraga saat mengajar
Keterbatasan alat justru menjadi tantangan untuk meningkatkan kreativitas dalam
mengajar. Saya mengajak siswa untuk membuat sendiri alat sederhana, sehingga mereka
ikut merasa memiliki dan lebih semangat. Dengan cara ini, pembelajaran PJOK tetap
berjalan efektif, sambil menanamkan nilai kerja sama, kreativitas, dan tanggung jawab.
(ucap pak budi selaku guru)
4. Apakah ada dukungan dari pihak sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan
Jasmani?
Ya, pihak sekolah memberikan dukungan yang cukup baik, terutama dalam penyediaan
jadwal pelajaran yang teratur dan bantuan alat olahraga dasar. Sekolah juga memberi
kesempatan bagi siswa untuk mengikuti lomba atau kegiatan olahraga antar sekolah.
2.2 Permasalahan pembinaan olahraga
Handball atau bolatangan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim, di mana
7
masing-masing tim berusaha memasukkan bola ke gawang lawan menggunakan tangan.
Olahraga ini menggabungkan unsur lari, lempar, tangkap, dan strategi tim, sehingga
terlihat seperti perpaduan antara sepak bola dan basket, tetapi dimainkan dengan tangan.
Kami mendapat kesempatan wawancara dan observasi di sekolah SMA NEGERI 7
MEDAN selaku pelatih ekstrakulikuler beliau berpengalaman melatih di SMA NEGERI
7 MEDAN dan selaku pelatih Kejurda Handball sumatera utara.
Hasil dari wawawancara kami dapat 4 permasalahan sering terjadi di lingkungan sekolah
1. Bagaimana cara bapak menyesuaikan latihan dengan kemampuan fisik dan minat
siswa? : Sebelum memulai Latihan,saya selalu melihat kemampuan dasar siswa
melalui observasi atau tes kebugaran sederhana seperti lari,kelincahan,dan kekuatan
[Link] itu,saya menyesuaikan intensitas dan jenis latihan berdarkan kemampuan
masing masing Misalnya,siswa dengan kondisi fisik kuat saya beri latihan tambahan
sedangkan yang kurang bugar saya berikan versi yang lebih ringan dan yang terakhir
Saya juga berusaha memasukkan unsur permainan olahraga yang disukai
2. Apa kendala utama yang dihadapi selama proses latihan berlangsung
Kendala terbesar adalah kurangnya alat dan dukungan waktu latihan yang terbatas.
Namun, saya mengatasinya dengan membuat alat sederhana dari bahan bekas dan
mengatur sistem rotasi agar semua siswa tetap dapat giliran latihan. Saya juga selalu
berusaha menjaga suasana latihan tetap menyenangkan agar siswa tidak mudah
bosan.
3. Apakah ada program khusus untuk mempersiapkan siswa mengikuti kompetisi
olahraga antar sekolah
Tentu ada. Kami biasanya membuat program pembinaan khusus bagi siswa yang
berpotensi dan berminat mengikuti lomba antar sekolah. Program ini mencakup
latihan rutin mingguan, seleksi internal, pembinaan teknik dasar, serta latihan mental
dan kerja sama tim.
4. Apa harapan bapak terhadap pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas kegiatan
ekstrakulikuler olahraga
Harapan saya, pihak sekolah bisa lebih memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana
olahraga, seperti lapangan, bola, dan alat latihan lainnya. Selain itu, sekolah juga
diharapkan menyediakan jadwal latihan yang lebih fleksibel, memberi dukungan dana,
serta melibatkan pelatih profesional agar pembinaan berjalan lebih terarah. Dukungan
8
moral seperti apresiasi terhadap siswa berprestasi juga sangat penting untuk
menumbuhkan semangat mereka.
2.3 Solusi dan Inovasi
Beberapa Solusi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah Adalah:
a. Mengadakan pelatihan atau workshop tentang metode pemberlajaran aktif
b. Mendorong guru untuk membuat media pembelajaran inovatif(video,modul interaktif)
c. Memanfaatkan komunitas guru(MGMP atau komunitas daring)untuk berbagai
pengalaman dan strateGI
d. Membuat program Latihan bertahap sesuai kemampuan individu agar tidak
membebani siwa
e. Memberi motivasi dan pujian positif agara siswa semangat berpartisipasi
f. Sekolah menyediakan anggaran untuk perbaikan alat olahraga secara bertahap.
g. Melibatkan komite sekolah dan orang tua untuk mendukung kegiatan olahraga
ekstrakurikuler.
h. Mengadakan kompetisi internal sekolah agar siswa lebih termotivasi untuk berlatih.
9
2.4 RENCANA PROYEK
LANGKA KEGIATAN TANGGAL PENANGGUNG
H PELAKSANAAN JAWAB
1 Diskusi kelompok dan pembagian tugas 29 semptember 2025 Semua anggota
2 Studi literatur dan pengumpulan data 1 oktober 2025 Jumadi dan Fatih
3 Observasi atau wawancara guru dan 3 oktober 2025 Yenni dan Fitri
pelatih
4 Analisis data dan identifikasi akar 4 oktober 2025 Refina dan Fitri
masalah
5 Penyusunan Solusi dan laporan akhir 5-6 oktober 2025 Refina
6 Presentasi Proyek 8 oktober 2025 Semua anggota
10
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah kami lakukan dengan sedemikian rupa, dapat disimpulkan
bahwa permasalahan dalam pembelajaran PJOK dan pembinaan olahraga ekstrakurikuler masih
banyak terjadi akibat kurangnya inovasi, sarana yang terbatas, serta rendahnya kolaborasi antar
pihak terkait. Guru olahraga dan pelatih memiliki peran penting dalam mengubah kondisi
tersebut melalui pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan
penerapan model pembelajaran inovatif, pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi tenaga
pendidik, serta dukungan dari sekolah dan pemerintah, kegiatan olahraga di lingkungan
pendidikan dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan. Sinergi antara pembelajaran di kelas
dan pembinaan di lapangan akan membantu membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter,
dan berprestasi
3.2 Saran
1. Bagi Guru Olahraga: Diharapkan dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang
menarik, menanamkan nilai karakter, dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar PJOK.
2. Bagi Pelatih Ekstrakurikuler: Perlu menyusun program latihan yang terencana, memberikan
motivasi berkelanjutan kepada peserta, serta menerapkan pendekatan ilmiah dalam pembinaan
atlet
3. Bagi Sekolah dan Pemerintah: Diharapkan memperkuat dukungan terhadap kegiatan olahraga
melalui penyediaan fasilitas, pendanaan, serta kebijakan pembinaan yang berkesinambungan.
4. Bagi Peserta Didik: Diharapkan dapat mengikuti kegiatan PJOK dan ekstrakurikuler dengan
semangat, disiplin, serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan
berkarakter
11