0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan23 halaman

Fungsi dan Komponen Panel Hubung Bagi

Dokumen ini menjelaskan tentang Panel Hubung Bagi (PHB) yang berfungsi untuk mendistribusikan, mengontrol, dan melindungi aliran listrik dari sumber ke beban. PHB dilengkapi dengan berbagai komponen seperti MCB, MCCB, voltmeter, ELCB, dan ampere meter yang masing-masing memiliki cara kerja dan pemasangan tertentu. Selain itu, dokumen ini juga memberikan langkah-langkah pemasangan dan cara kerja dari setiap komponen dalam PHB.

Diunggah oleh

putrianifvia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan23 halaman

Fungsi dan Komponen Panel Hubung Bagi

Dokumen ini menjelaskan tentang Panel Hubung Bagi (PHB) yang berfungsi untuk mendistribusikan, mengontrol, dan melindungi aliran listrik dari sumber ke beban. PHB dilengkapi dengan berbagai komponen seperti MCB, MCCB, voltmeter, ELCB, dan ampere meter yang masing-masing memiliki cara kerja dan pemasangan tertentu. Selain itu, dokumen ini juga memberikan langkah-langkah pemasangan dan cara kerja dari setiap komponen dalam PHB.

Diunggah oleh

putrianifvia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PHB

PHB
PANEL HUBUNG
PANEL HUBUNG BAGI
BAGI
ANIFVIA PUTRI
ANIFVIA PUTRI
PENGERTIAN PHB
PHB adalah Panel Hubung Bagi,
yaitu tempat percabangan sirkuit
listrik yang berfungsi untuk
mendistribusikan, mengontrol, dan
melindungi aliran listrik dari sumber
(seperti PLN) ke beban (seperti
peralatan elektronik). PHB
dilengkapi dengan alat pengaman
seperti MCB, MCCB, lampu
indikator, dan alat ukur untuk
mencegah kecelakaan dan
memastikan operasi yang aman
FUNGSI PHB

PHB juga berfungsi untuk mengendalikan


aliran listrik, menghubungkan dan
memutuskan sirkuit, serta
melindungi instalasi dari gangguan seperti
arus pendek melalui perangkat pengaman
seperti MCB atau MCCB.
CARA KERJA PHB

1. Input/Penerimaan Energi: Listrik masuk ke PHB dari sumber utama seperti gardu listrik. Untuk
sistem tegangan rendah (PHB-TR), sumber listrik
ini biasanya berasal dari transformator yang menurunkan tegangan dari gardu.
2. Pembagian Sirkuit: Energi listrik kemudian didistribusikan ke beberapa sirkuit cabang melalui.
"busbar" atau rel tembaga di dalam panel.
[Link] dan Kontrol: Setiap sirkuit cabang memiliki pengaman seperti MCB (Miniature Circuit
Breaker) atau MCCB (Moulded Case Circuit Breaker).
4. Distribusi ke Beban: Sirkuit yang aman dan terkontrol tersebut kemudian menyalurkan listrik ke
beban-beban seperti lampu, peralatan listrik, atau PHB cabang lainnya.
5. Indikator dan Pengukuran: PHB juga dilengkapi dengan indikator lampu dan alat ukur (seperti
voltmeter dan amperemeter) untuk memantau kondisi dan kestabilan listrik pada setiap sirkuit.
KOMPONEN PHB
1. LED
1. Pengkabelan: Lampu LED indikator terhubung secara
paralel dengan sirkuit atau perangkat yang ingin dipantau.
2. Aliran listrik: Saat sirkuit atau perangkat tersebut dialiri
arus listrik (misalnya, saat circuit breaker dihidupkan), arus
tersebut juga akan mengalir ke lampu indikator LED.
3. Pancaran cahaya: Aliran arus listrik membuat dioda
dalam LED memancarkan cahaya, sehingga lampu indikator
menyala.
4. Sinyal visual: Operator dapat melihat cahaya tersebut
untuk memastikan bahwa sirkuit atau perangkat berfungsi
LED pada Panel Hubung Bagi (PHB) adalah
normal. Jika lampu mati, itu menandakan tidak ada aliran
lampu indikator yang berfungsi untuk listrik, bisa karena sirkuit dimatikan atau ada masalah pada
memberikan informasi visual tentang status sirkuit tersebut.
atau kondisi operasional suatu sistem 5. Peran resistor: Lampu indikator LED sering kali
kelistrikan. Fungsinya sebagai Penanda status menggunakan resistor yang terpasang di dalamnya untuk
memastikan arus yang mengalir tidak melebihi batas,
operasional,Indikasitegangan,Pemantauan sehingga LED tidak rusak.
sistem,Keamanan
CARA KERJA LED
1. Persiapan: Pastikan sumber listrik utama panel 5. Pengkabelan:
sudah dimatikan sepenuhnya. Siapkan LED Hubungkan kabel input: Sambungkan satu kabel
indikator, kabel, dan alat-alat yang diperlukan. dari LED ke sumber tegangan (misalnya, terminal
2. Penentuan lokasi: Pilih titik yang strategis di output MCB) yang akan dipantau.
bagian depan panel untuk menempatkan LED. Hubungkan kabel netral: Sambungkan kabel lain dari
Pastikan setiap LED ditempatkan di dekat sakelar LED ke terminal netral (N) yang tersedia di dalam
atau MCB yang sesuai agar mudah diidentifikasi. panel.
3. Pengeboran: Gunakan bor untuk membuat 6. Pengujian: Setelah semua kabel terpasang
lubang sesuai ukuran diameter LED indikator dengan benar, hidupkan kembali sumber listrik
yang akan dipasang. Pastikan ukuran lubang pas secara bertahap. Periksa apakah LED menyala
agar LED terpasang dengan kuat. sesuai dengan kondisi sirkuit yang dihubungkan.
4. Pemasangan LED: Masukkan LED indikator ke 7. Penyelesaian: Pastikan semua sambungan aman
dalam lubang yang sudah dibuat. Kencangkan dan tidak ada kabel yang longgar. Tutup panel
dengan mur atau penahan yang disediakan di dengan benar dan rapi.
belakang panel.
KOMPONEN PHB
2. TRAFO ARUS
1. Arus primer: Ketika arus AC mengalir melalui
kumparan primer, ia akan menghasilkan medan
magnet yang berubah-ubah pada inti besi.
2. Induksi tegangan: Medan magnet ini kemudian
menginduksi tegangan pada kumparan sekunder.
3. Arus sekunder: Tegangan yang diinduksi pada
kumparan sekunder akan menghasilkan arus
Trafo arus (Current Transformer/CT) adalah sekunder yang besarnya sebanding dengan arus
salah satu jenis trafo instrumen yang primer. Rasio antara arus primer dan arus
berfungsi untuk mengukur arus listrik AC sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah
yang sangat tinggi dan menurunkannya ke lilitan pada kedua kumparan.
nilai yang lebih aman dan terukur. Fungsinya 4. Alat ukur: Arus sekunder yang telah diperkecil
sebagai pengukuran, proteksi, isolasi inilah yang kemudian dialirkan ke alat ukur atau
relai proteksi.
CARA PEMASANGAN TRAFO ARUS
1. Persiapan: Pastikan sumber listrik utama panel sudah dimatikan
sepenuhnya. Siapkan LED indikator, kabel, dan alat-alat yang diperlukan. Penyambungan sirkuit sekunder:
2. Penentuan lokasi: Pilih titik yang strategis di bagian depan panel Sambungkan lilitan sekunder trafo arus ke terminal ammeter.
untuk menempatkan LED. Pastikan setiap LED ditempatkan di dekat
sakelar atau MCB yang sesuai agar mudah diidentifikasi.
Pastikan polaritas sambungan benar untuk menghindari
3. Pengeboran: Gunakan bor untuk membuat lubang sesuai ukuran pembacaan terbalik.
diameter LED indikator yang akan dipasang. Pastikan ukuran lubang pas Jika digunakan untuk proteksi, sambungkan lilitan sekunder ke
agar LED terpasang dengan kuat. relay proteksi.
4. Pemasangan LED: Masukkan LED indikator ke dalam lubang yang
sudah dibuat. Kencangkan dengan mur atau penahan yang disediakan di Pastikan terminal sekunder trafo arus diarde untuk alasan
belakang panelPersiapan: keamanan.
Pastikan catu daya pada PHB telah dimatikan sepenuhnya dan tidak ada Penyambungan ammeter:
tegangan yang mengalir. Hubungkan terminal sekunder trafo arus (biasanya bertanda S1
Siapkan trafo arus dengan rasio yang sesuai (misalnya, 100/5A),
ammeter, dan kabel kontrol yang diperlukan. dan S2) ke ammeter.
Periksa petunjuk instalasi dari produsen trafo arus. Tutup sirkuit sekunder saat instalasi selesai. Penting: Sirkuit
Pemasangan mekanik: sekunder trafo arus tidak boleh dibiarkan terbuka saat sirkuit
Pasang trafo arus pada busbar atau kabel utama di dalam PHB. Pastikan
posisinya kokoh dan aman.
primer beroperasi, karena dapat menyebabkan tegangan tinggi
Perhatikan arah pemasangan. Beberapa trafo arus memiliki tanda panah yang berbahaya.
yang harus mengarah ke beban (ke hilir). Pengujian:
Pastikan bagian logam trafo yang terbuka diarde dengan baik untuk Setelah semua sambungan terpasang, hidupkan kembali catu
alasan keamanan.
Penyambungan sirkuit primer:
daya dan periksa pembacaan pada ammeter. Pastikan nilainya
Lewatkan busbar atau kabel utama melalui lubang pada trafo arus. Ini sesuai dengan rasio trafo arus yang digunakan.
adalah sirkuit primer.
KOMPONEN PHB
[Link]
Cara kerja:
1.
Prinsip Termal (untuk overload): Saat arus
berlebih mengalir, sebuah strip bimetal di dalam
MCB akan memanas, melengkung, dan
melepaskan pengait yang akan memutus aliran
listrik.
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah sakelar 2. Prinsip Elektromagnetik (untuk korsleting):
pemutus arus otomatis yang dipasang di dalam Saat terjadi korsleting, arus tiba-tiba melonjak,
Panel Hubung Bagi (PHB) untuk melindungi sistem
kelistrikan dari kelebihan beban (overload) atau menarik sebuah plunger yang mengaktifkan
hubungan arus pendek (korsleting). Fungsinya mekanisme pemutus dan memutus kontak
sebagai Melindungi dari kelebihan beban (overload) secara instan.
dan korsleting (hubungan singkat), Memutus aliran
listrik otomatis.
CARA PEMASANGAN MCB

1. Matikan sumber listrik utama: Pastikan semua 5. Hubungkan kabel fase (line): Sambungkan kabel
sumber listrik telah dimatikan sebelum memulai fasa dari sumber listrik ke terminal masuk (input)
pemasangan.
2. Verifikasi tidak ada tegangan: Gunakan alat MCB.
ukur seperti multimeter atau voltmeter untuk 6. Hubungkan kabel keluar (output): Sambungkan
memastikan tidak ada tegangan pada sirkuit yang kabel yang menuju ke beban (misalnya lampu, stop
akan dikerjakan. kontak) ke terminal keluar (output) MCB.
3. Siapkan alat dan MCB: Siapkan alat yang
dibutuhkan seperti obeng, tang, dan MCB yang
7. Pastikan sambungan kencang: Pastikan semua
sesuai dengan kapasitasnya. sambungan kabel kencang dan tidak ada kabel
4. Pasang MCB pada rel: Pasang MCB secara yang terkelupas atau longgar.
vertikal ke rel di dalam PHB. 8. Perhatikan standar keselamatan: Pemasangan
harus dilakukan di tempat yang mudah dijangkau,
bersih, dan kering, serta harus mengikuti standar
keselamatan instalasi (seperti PUIL).
KOMPONEN PHB
[Link]
Cara kerja:
1. Voltmeter analog: Alat ini menggunakan
prinsip elektromagnetik. Sebuah kumparan
berputar yang terpasang pada jarum akan
bergerak seiring dengan besarnya tegangan
yang melewati kumparan. Semakin besar
tegangan, semakin jauh jarum menyimpang dari
titik nol.
Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk
mengukur tegangan atau beda potensial listrik pada
suatu rangkaian listrik. Fungsinya sebagai
memantau tegangan suplai,menjaga keamanan
peralatan
CARA PEMASANGAN
VOLTMETER
Pasang voltmeter: Masukkan badan voltmeter
pada lubang yang telah disiapkan di panel.
Kencangkan dengan mur atau pengait yang
tersedia di bagian belakang voltmeter.
Hubungkan terminal:
Untuk satu fase (220V): Hubungkan satu terminal
voltmeter ke kabel fasa (L) dan terminal lainnya
ke kabel netral (N).
Untuk tiga fase (380V): Hubungkan voltmeter ke
kombinasi antar fasa, misalnya antara fasa R dan S,
S dan T, atau R dan T.
KOMPONEN PHB
5. ELCB
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) adalah
perangkat pengaman listrik yang mendeteksi
kebocoran arus ke tanah dan memutus aliran
listrik secara otomatis untuk melindungi dari
sengatan listrik dan kerusakan peralatan. Cara
kerjanya adalah dengan membandingkan arus
yang masuk dari kabel fasa dan yang kembali dari
kabel netral, kemudian memutus sirkuit jika ada
perbedaan arus yang melebihi ambang batas
(misalnya 30 mA). Pemasangan ELCB pada Panel
Hubung Bagi (PHB) dilakukan dengan
menghubungkan jalur fasa dan netral dari sumber
ke input ELCB, lalu mengalirkan keluarannya ke
beban.
CARA PEMASANGAN ELCB
1. Persiapan: Pastikan sirkuit yang akan dilindungi
ELCB sudah terpasang MCB untuk proteksi
hubung singkat, dan ELCB harus diamankan oleh
MCB ini.
2. Hubungkan input: Sambungkan konduktor fasa
dan netral dari sumber listrik (sebelumnya melalui
MCB) ke terminal input ELCB (biasanya di bagian
atas).
3. Hubungkan output: Sambungkan output fasa
dan netral dari ELCB (biasanya di bagian bawah)
ke terminal untuk jalur distribusi beban atau
peralatan yang ingin dilindungi.
KOMPONEN PHB
[Link] METER
Cara kerja ampere meter PHB
Pemasangan seri: Ampere meter selalu dipasang secara
seri dengan rangkaian yang akan diukur. Ini memastikan
bahwa seluruh arus listrik yang mengalir akan melewati
alat ukur.
Penggunaan trafo arus (CT): Karena besaran arus pada
PHB seringkali sangat besar, ampere meter tidak
dihubungkan langsung. Sebagai gantinya, digunakan trafo
arus (Current Transformer/CT) yang berfungsi untuk
menurunkan nilai arus menjadi skala yang aman dan
Ampere meter pada Panel Hubung sesuai untuk ampere meter.
Bagi (PHB) adalah alat ukur yang Indikasi nilai: Ketika arus mengalir melalui kumparan trafo
berfungsi untuk memantau kuat arus arus, sinyal yang sebanding dengan arus utama akan
listrik yang mengalir dalam suatu dikirim ke ampere meter. Ampere meter kemudian
menampilkan nilai arus yang terukur, baik secara analog
rangkaian di dalam panel. (jarum penunjuk) maupun digital (angka pada layar).
CARA PEMASANGAN AMPERE
Cara pemasangan ampere meter PHB METER
Hubungkan ampere meter:
Pemasangan ampere meter pada PHB membutuhkan
ketelitian dan harus dilakukan oleh teknisi yang kompeten. Hubungkan terminal input ampere meter ke
Prosedurnya adalah sebagai berikut: terminal sekunder CT.
Matikan sumber listrik: Pastikan seluruh sistem panel Perhatikan polaritasnya, terutama pada sistem DC,
dalam keadaan tidak bertegangan. Ini adalah langkah
untuk menghindari kesalahan pembacaan. Untuk
keselamatan yang paling penting.
Pilih lokasi pemasangan: Tentukan posisi yang tepat di sistem AC, polaritasnya tidak terlalu sensitif.
dalam panel untuk meletakkan ampere meter dan trafo Periksa koneksi: Setelah semua terpasang, periksa
arus (CT). Pastikan posisi tersebut mudah dilihat dan kembali seluruh sambungan untuk memastikan
terjangkau. tidak ada yang kendur.
Pasang trafo arus (CT): Uji coba: Hidupkan kembali sumber listrik dan
Pasang CT pada kabel fasa yang akan diukur. CT amati pembacaan pada ampere meter. Pastikan
berbentuk cincin, sehingga kabel harus melewati lubang di
nilainya sesuai dengan beban yang sedang aktif.
tengahnya.
Kabel fasa tidak boleh dipotong, hanya dilewatkan saja.
Terminal sekunder CT (biasanya ditandai S1 dan S2)
kemudian dihubungkan ke terminal ampere meter.
KOMPONEN PHB
[Link]
Panel Hubung Bagi (PHB) adalah perangkat untuk mendistribusikan
dan mengendalikan listrik dari sumber ke beban, berfungsi sebagai
penghubung, pengaman, dan pembagi rangkaian listrik. Cara kerjanya
adalah menerima listrik dari sumber (seperti APP), lalu
menyalurkannya ke berbagai beban melalui percabangan sirkuit.
Pemasangannya memerlukan tempat yang aman, mudah dijangkau,
serta mengikuti standar keselamatan dan pemasangan yang benar.
Terminal adalah titik sambungan atau titik akhir yang berfungsi
untuk menyambungkan kabel listrik, menghubungkan data, atau
sebagai pangkalan transportasi. Fungsinya bisa untuk mengalirkan
listrik, mengamankan dan mengisolasi sirkuit, mengendalikan
perangkat, atau sebagai fasilitas perpindahan moda transportasi. Cara
kerjanya bergantung pada jenisnya; untuk listrik, ini melibatkan
pengikatan kabel dan memungkinkan aliran arus melalui konduktor,
sementara untuk transportasi, ini adalah tempat kedatangan dan
keberangkatan serta perpindahan orang dan barang. Pemasangan
terminal listrik melibatkan pengupasan ujung kabel, memasukkannya
ke dalam lubang terminal, lalu mengencangkannya, sementara
pemasangan terminal transportasi tergantung pada jenisnya dan
biasanya melibatkan infrastruktur fisik yang sesuai.
CARA PEMASANGAN
TERMINAL
Cara pemasangan (terminal block
sekrup): Kupas isolasi ujung kabel
sekitar \(0.5-1\) cm. Masukkan
ujung kabel yang sudah dikupas
ke dalam lubang terminal.
Kencangkan sekrup dengan obeng
hingga kabel terjepit dengan kuat.
Pastikan tidak ada serabut kabel
yang lepas dan semua bagian
logam tertutup.
KOMPONEN PHB
[Link]
Kabel adalah konduktor yang mengalirkan sinyal listrik atau cahaya,
berfungsi sebagai jalur transmisi dari satu titik ke titik lain. Cara
kerjanya bergantung pada jenis kabel, di mana kabel listrik
menghantarkan arus listrik melalui inti konduktor (seperti tembaga
atau aluminium), sedangkan kabel jaringan mengirimkan data dalam
bentuk sinyal listrik atau cahaya. Pemasangan kabel harus sesuai
standar keselamatan dan jenisnya, misalnya dengan menghubungkan
panel listrik ke perangkat atau menyambungkan perangkat jaringan.
Fungsi
Menghantarkan listrik: Kabel listrik berfungsi menyalurkan arus listrik
dari sumber daya ke peralatan atau lampu, seperti di rumah atau
industri.
Menghantarkan data: Kabel jaringan (misalnya kabel Ethernet)
berfungsi menghubungkan perangkat seperti komputer ke jaringan
untuk komunikasi dan transfer data.
CARA PEMASANGAN KABEL

Cara pemasangan:
Kabel Listrik:
Hubungkan kabel dari sumber
listrik (misalnya MCB) ke
perangkat atau lampu sesuai
fungsinya (fasa, netral, grounding).
Pastikan semua sambungan
terisolasi dengan baik dan kabel
terpasang aman untuk
menghindari bahaya.
KOMPONEN PHB
9. SEKERING
Cara kerja sekering
Prinsip kerja sekering sangat sederhana, yaitu
menggunakan panas yang dihasilkan oleh arus listrik.
Arus normal: Saat arus mengalir dalam batas normal,
kawat di dalam sekering tetap utuh.
Arus berlebih: Ketika terjadi lonjakan arus (misalnya
karena korsleting), kawat akan memanas dengan cepat.
Memutus sirkuit: Kenaikan suhu yang drastis
menyebabkan kawat meleleh dan putus. Terputusnya
Sekering (atau fuse) adalah sebuah komponen kawat ini akan memutus aliran listrik, sehingga
pengaman dalam rangkaian kelistrikan yang berfungsi mencegah kerusakan pada komponen lain.
melindungi komponen listrik dari kerusakan akibat arus Penggantian: Setelah terputus, sekering tidak dapat
berlebih. Bagian utamanya adalah kawat atau strip
digunakan lagi dan harus diganti dengan yang baru.
logam tipis yang akan meleleh saat dialiri arus yang
melebihi batas amannya.
CARA PEMASANGAN
SEKERING
Cara pemasangan sekering pada PHB
Proses pemasangan sekering pada PHB harus dilakukan dengan Pasang sekering baru: Masukkan sekering
hati-hati dan memperhatikan keselamatan. Berikut adalah langkah-
langkah umumnya: baru dengan hati-hati ke dalam
Peringatan: Sebelum memulai, pastikan aliran listrik utama di PHB
sudah dimatikan sepenuhnya. Gunakan alat pelindung diri yang
dudukannya.
sesuai. Pasang kembali dudukan: Pasang kembali
Identifikasi lokasi: Cari dudukan atau kotak sekering yang akan
dipasangi atau diganti di dalam PHB. Di PHB, sekering biasanya dudukan sekering dengan rapat dan aman
ditempatkan pada dudukan khusus (fuse holder). Pada PHB-TR, jenis ke tempatnya.
sekering yang umum digunakan adalah NH-Fuse.
Pilih sekering yang tepat: Pastikan sekering pengganti memiliki nilai Uji coba: Setelah semua sekering
ampere (ampere rating) yang sesuai dengan kebutuhan rangkaian
yang dilindungi. Memasang sekering dengan nilai yang terlalu tinggi terpasang dengan benar, nyalakan kembali
dapat membahayakan peralatan, sementara nilai yang terlalu rendah aliran listrik dari sumber utama dan
akan mudah putus.
Lepaskan sekering lama (jika ada): Gunakan alat yang sesuai untuk pastikan semua peralatan berfungsi
melepaskan dudukan sekering (biasanya memerlukan obeng atau
alat khusus).
normal.
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai