Studi Kelayakan Bisnis Laundry Cuci Bersih
Studi Kelayakan Bisnis Laundry Cuci Bersih
“CUCI BERSIH”
Oleh: Iffah Durrotu Sya’bana (22416261201236)
Program Studi Manajemen FEB UBP Karawang
BAB I: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era yang serba instan ini, kebutuhan akan layanan pencucian pakaian yang cepat,
bersih, dan rapi semakin penting, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Aktivitas sehari-
hari yang padat, khususnya di kota-kota besar seperti Karawang, menyebabkan banyak orang,
termasuk pekerja dan mahasiswa, mencari solusi praktis untuk mengatasi tugas rumah tangga
yang memakan waktu (Akbar et al., 2020). Dalam kondisi ini, layanan laundry tidak hanya
menawarkan kemudahan, tetapi juga memberikan hasil yang lebih bersih dan wangi
dibandingkan mencuci sendiri, dengan harga yang tetap terjangkau (Landari et al., 2021).
Saat ini, usaha laundry kiloan sudah sangat mudah ditemukan. Umumnya, usaha ini
memilih lokasi strategis di sekitar area kos atau kontrakan yang banyak dihuni oleh mahasiswa
dan karyawan. Hal ini menjadikan jasa laundry semakin dekat dan mudah diakses oleh target
pasar (Theda et al., 2019). Dalam lingkungan yang kompetitif ini, setiap usaha laundry
berlomba-lomba untuk menarik perhatian pelanggan dengan menawarkan harga bersaing dan
promosi menarik, sembari tetap mengutamakan kualitas layanan (Osebo, 2019). Dengan
adanya inovasi seperti layanan antar-jemput, pelanggan semakin dimudahkan dalam
menggunakan jasa laundry.
Alasan memilih judul "Studi Kelayakan Bisnis Jasa Laundry Cuci Bersih" adalah
karena bisnis laundry terus berkembang dan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat
modern. Studi kelayakan diperlukan untuk mengevaluasi berbagai aspek penting yang
berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha, seperti potensi pasar, biaya operasional,
proyeksi keuntungan, serta risiko yang mungkin dihadapi. Dalam dunia bisnis yang terus
berubah, pemahaman yang mendalam tentang kondisi pasar dan perilaku konsumen menjadi
sangat penting. Melalui studi ini, dapat dipastikan apakah rencana bisnis laundry yang diajukan
layak dijalankan dari segi ekonomi, teknis, dan operasional. Hal ini akan membantu pengusaha
dalam meminimalkan risiko kegagalan dan meningkatkan peluang kesuksesan di pasar yang
semakin kompetitif.
1.2 Tujuan
1. Memenuhi kebutuhan pasar.
2. Meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga pelanggan.
3. Mendukung gaya hidup modern.
4. Menciptakan lapangan pekerjaan.
5. Mengembangkan inovasi dalam layanan.
Studi Kelayakan Bisnis Laundry Cuci Bersih mencakup berbagai aspek penting untuk
menentukan kelayakan usaha.
1. Bab I Pendahuluan: Memastikan adanya latar belakang usaha, tujuan usaha, visi dan
misi usaha, dan scope bisnis.
2. Bab II Aspek Legal Bisnis: Memastikan kelengkapan izin usaha, izin lokasi, asuransi
pengiriman, dan kepatuhan terhadap regulasi terkait perlindungan data dan keselamatan
kerja untuk mendukung operasional yang sah dan berkelanjutan.
3. Bab III Aspek Pasar dan Peluang Pasar: Menganalisis potensi pasar jasa pengiriman
barang, segmen wilayah yang ditargetkan (Klari, Telukjambe & Purwasari), bauran
pemasaran, dan strategi promosi berbasis teknologi.
4. Bab IV Aspek PESTEL: Menganalisis pengaruh faktor politik, ekonomi, sosial,
teknologi, lingkungan, dan hukum terhadap operasional bisnis Cuci Bersih Laundry.
5. Bab V Aspek Teknis dan Teknologi: Mengevaluasi lokasi strategis untuk gudang, tata
letak operasional, sarana transportasi, serta pemanfaatan teknologi.
6. Bab VI Aspek Finansial: Menghitung kebutuhan modal awal, modal kerja, proyeksi
arus kas, dan indikator finansial seperti BEP, NPV, IRR, dan Payback Period.
7. Bab VII Kesimpulan: Menyimpulkan semua analisis aspek-aspek usaha.
Visi : Menjadi penyedia layanan laundry terkemuka yang dikenal atas kualitas, kecepatan,
dan kepuasan pelanggan, serta berkontribusi pada gaya hidup praktis dan modern
masyarakat.
Misi :
1. Menyediakan layanan laundry berkualitas dengan hasil bersih, rapi, wangi, dan ramah
lingkungan.
2. Mengutamakan kecepatan dan efisiensi layanan tanpa mengurangi kualitas.
3. Berinovasi secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan
mendukung gaya hidup modern.
2
BAB II: ASPEK LEGAL BISNIS
2.1 Identitas Perusahaan
1) Nama Perusahaan : Cuci Bersih Laundry
2) Pemilik Perusahaan : Iffah Durrotu Sya’bana
3) Jenis Usaha : Jasa Laundry
4) Kegiatan Usaha : Kegiatan Pencucian, pengeringan, penyetrikaan, dan
pengemasan pada pakaian pelanggan
5) Alamat Perusahaan : Jl. [Link] Waluyo, Puseurjaya, Telukjambe Timur,
Karawang, Jawa Barat 41361
6) Nama Produk :-
7) Logo Perusahaan :
Keterangan Logo
Bentuk Utama : Bulat
Warna Dasar : Biru & Putih
Gambar : Mesin Cuci, Tetesan Air & Lipatan
Kain
Huruf : Cuci Bersih Laundry
Filosofi : Logo ini melambangkan kebersihan
dan profesionalisme melalui warna biru, simbol
mesin cuci, tetesan air, tumpukan pakaian bersih, dan
tulisan "Cuci Bersih Laundry" yang menegaskan
kualitas layanan.
8) No Telepon : 0821-3009-2930
9) Email : cucibersih@[Link]
3
Berikut adalah Struktur Organisasi usaha Cuci Bersih Laundry.
4
BAB III: ASPEK PASAR DAN PELUANG BISNIS
3.1 Analisis Potensi, Peluang Pasar, dan Estimasi Permintaan Pasar
Survei terhadap target pasar di lokasi usaha menunjukkan bahwa kawasan padat penduduk ini,
yang terdiri dari perumahan, kos-kosan, dan apartemen, memiliki potensi tinggi. Mayoritas
penghuni, seperti mahasiswa, pekerja kantoran, dan keluarga, membutuhkan layanan laundry
karena kesibukan dan keterbatasan fasilitas mencuci di tempat tinggal mereka.
Tabel 3.1 : Analisis Potensi Pasar (Orang)
No Calon Konsumen Potensi Wilayah Pelanggan Jumlah
Klari Telukjambe Purwasari
1. Mahasiswa UBP 3.600 5.800 3.400 12.800
2. Mahasiswa Unsika 4.240 5.600 3.640 13.480
3. Pekerja Kantoran 4.100 5.000 3.800 12.900
4. Keluarga/Penduduk 2.400 4.200 1.860 10.320
Sekitar
5. Penghuni 2.560 3.400 2.920 8.880
Apartemen
Total 58.380
Bauran pemasaran (Marketing Mix) yang diterapkan pada bisnis laundry ini meliputi
beberapa elemen berikut.
1. Produk: Menawarkan laundry kiloan, dry cleaning, dan layanan antar-jemput. Laundry
kiloan adalah layanan utama, dengan layanan ekspress dalam 4 jam.
5
2. Price: Harga ditentukan berdasarkan jenis layanan, misalnya Rp 15.000 untuk kiloan
reguler dan Rp 20.000 untuk ekspress, dengan diskon untuk pelanggan tetap.
3. Place: Lokasi strategis di Jalan HS. Ronggo Waluyo, dekat perumahan, kampus, dan
apartemen, dengan parkir memadai.
4. Promotion: Promosi melalui media sosial, brosur, dan diskon untuk pelanggan baru,
serta program referral.
5. People: Karyawan terlatih yang memberikan pelayanan ramah dan berkualitas, dengan
pelatihan berkala.
6. Physical Evidence: Tempat usaha bersih dan rapi dengan interior menarik dan informasi
layanan yang jelas.
7. Process: Proses pelayanan terorganisir mulai dari penerimaan pakaian hingga
pengembalian dengan kecepatan dan kualitas terjaga.
3.4 Analisis Pemasaran di Masa Depan
Aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk mengetahui ukuran pasar, struktur, peluang, serta
prospek pasar di masa depan. Segmen pasar yang ditargetkan untuk Cuci Bersih Laundry
adalah mahasiswa, pekerja kantoran,penduduk sekitar dan penghuni apartemen. Bauran
pemasaran yang diterapkan mengacu pada konsep 7P, yaitu: produk (layanan laundry kiloan
dan ekspres), harga (penetapan harga yang kompetitif), tempat (lokasi strategis dekat kampus
dan perumahan), promosi (media sosial dan diskon khusus), people (karyawan terlatih dan
ramah), bukti fisik (tempat usaha bersih dan nyaman), serta proses (pelayanan yang cepat dan
efisien). Strategi ini dirancang untuk menjangkau segmen pasar yang telah ditargetkan,
memastikan kepuasan pelanggan, dan memperkuat posisi bisnis di pasar yang kompetitif.
6
BAB IV: ANALISIS PESTEL
4.1 Penerapan PESTEL dalam Studi Kelayakan Bisnis
PESTEL adalah metode untuk menganalisis faktor eksternal yang memengaruhi bisnis
(Yoseffane, 2022). Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi aspek politik, ekonomi,
sosial, teknologi, lingkungan dan hukum yang relevan bagi usaha laundry (Letlow et al., 2013).
Berikut adalah analisis PESTEL dalam bentuk tabel untuk studi kelayakan bisnis
laundry di Kabupaten Karawang.
Tabel 4.1 : PESTEL Kelayakan Bisnis Laundry di Kabupaten Karawang
No. Faktor Deskripsi Contoh Implementasi di Bisnis
PESTEL Laundry
1. Politik Kebijakan pemerintah, Memastikan kepatuhan terhadap
(Political) peraturan lingkungan peraturan sanitasi dan pengelolaan
dan stabilitas politik. limbah sesuai peraturan pemerintah
daerah.
2. Ekonomi Faktor ekonomi seperti Menyesuaikan harga jasa laundry
(Economic) inflasi, suku bunga, dan dengan fluktuasi ekonomi dan daya beli
daya beli masyarakat. masyarakat, serta mempertimbangkan
kenaikan biaya operasional seperti
listrik dan bahan baku.
3. Sosial Perubahan demografi, Menyediakan layanan laundry express
(Sociocultural) gaya hidup, dan tren sesuai kebutuhan masyarakat perkotaan
konsumen. yang sibuk, dan menyesuaikan layanan
untuk konsumen yang peduli pada
lingkungan dengan opsi penggunaan
deterjen ramah lingkungan.
4. Teknologi Inovasi teknologi yang Mengadopsi teknologi mesin cuci hemat
(Technological) mempengaruhi efisiensi energi dan sistem pemesanan online
operasional. untuk meningkatkan efisiensi dan
pengalaman pelanggan.
5. Lingkungan Kepedulian terhadap isu Mengelola penggunaan air dan deterjen
(Environmental) lingkungan dan ramah lingkungan serta menerapkan
kebijakan sistem daur ulang air dalam proses
keberlanjutan. laundry.
6. Hukum (Legal) Regulasi bisnis dan Memastikan kepatuhan terhadap hukum
undang-undang tenaga ketenagakerjaan seperti upah minimun,
kerja. jam kerja, dan keselamatan pekerja,
serta mendapatkan izin usaha yang
sesuai.
4.2 Pembahasan PESTEL
1) Faktor Politik (Political)
Faktor politik mencakup kebijakan pemerintah, peraturan, dan stabilitas politik yang
dapat memengaruhi operasional bisnis laundry. Faktor-faktor ini penting karena
regulasi pemerintah terkait sanitasi, lingkungan, dan izin usaha sangat mempengaruhi
kelangsungan operasional.
Hal-hal Penting dalam Faktor Politik:
7
a. Kebijakan Sanitasi dan Lingkungan: Bisnis laundry menghasilkan air limbah dari
proses pencucian yang berpotensi mencemari lingkungan. Pemerintah biasanya
menetapkan peraturan ketat tentang pengelolaan limbah cair yang harus dipatuhi oleh
pemilik usaha.
b. Peraturan tentang Bahan Kimia: Ada regulasi mengenai bahan-bahan kimia yang
digunakan dalam proses pencucian, seperti deterjen dan pelembut. Pemilik laundry
harus mematuhi regulasi terkait penggunaan bahan berbahaya yang dapat mencemari
air tanah.
c. Stabilitas Politik dan Izin Usaha: Stabilitas politik yang baik berkontribusi pada iklim
usaha yang stabil. Selain itu, bisnis laundry memerlukan izin usaha sesuai peraturan
daerah yang berlaku.
Implementasi Terhadap Usaha:
Di Karawang, pemerintah daerah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua
usaha laundry untuk mengelola limbah cair dengan baik. Beberapa laundry yang tidak
mematuhi peraturan ini dikenakan sanksi oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Kesimpulan:
Penting bagi bisnis laundry di Karawang untuk mematuhi regulasi pemerintah terkait
sanitasi dan pengelolaan limbah. Ketaatan terhadap peraturan dapat menghindarkan
dari sanksi dan menjaga reputasi usaha.
Skor dampak yang diberikan : 4
2) Faktor Ekonomi (Economic)
Faktor ekonomi berhubungan dengan kondisi ekonomi makro dan mikro yang
memengaruhi bisnis laundry. Ini termasuk inflasi, suku bunga, dan daya beli konsumen,
yang semuanya berdampak langsung pada harga layanan dan biaya operasional.
Hal-hal Penting dalam Faktor Ekonomi:
a. Inflasi: Kenaikan harga bahan-bahan seperti deterjen, air, listrik, dan gas dapat
meningkatkan biaya operasional bisnis laundry, sehingga bisnis harus menyesuaikan
harga layanan agar tetap menguntungkan.
b. Daya Beli Konsumen: Dalam kondisi ekonomi yang baik, daya beli konsumen
meningkat, sehingga permintaan jasa laundry juga meningkat. Sebaliknya, pada masa
resesi atau daya beli rendah, pelanggan cenderung lebih memilih mencuci sendiri.
c. Ketersediaan Kredit Usaha dan Suku Bunga: Akses pembiayaan yang mudah dan
suku bunga yang rendah dapat membantu pemilik laundry memperluas bisnisnya,
misalnya untuk membeli peralatan baru atau membuka cabang baru.
Implementasi Terhadap Usaha:
Selama periode inflasi, harga deterjen dan biaya operasional lainnya meningkat di
Karawang. Banyak pelanggan mulai mengurangi frekuensi penggunaan layanan
laundry dan memilih mencuci pakaian sendiri.
Kesimpulan:
Kondisi ekonomi lokal secara langsung memengaruhi permintaan layanan laundry.
Pemilik usaha perlu menyesuaikan harga dan mungkin menawarkan paket layanan yang
lebih ekonomis untuk tetap menarik pelanggan
Skor dampak yang diberikan: 4
3) Faktor Sosial (Sociocultural)
Faktor sosial berhubungan dengan perubahan gaya hidup, preferensi konsumen, dan
tren demografi yang mempengaruhi permintaan terhadap layanan laundry. Gaya hidup
8
modern yang serba cepat dan praktis mendorong kebutuhan akan layanan laundry yang
efisien.
Hal-hal Penting dalam Faktor Sosial:
a. Gaya Hidup dan Kebutuhan Konsumen: Di kota-kota besar, konsumen semakin sibuk
dan membutuhkan layanan laundry yang cepat dan efisien. Layanan seperti laundry
express atau pengambilan dan pengantaran pakaian ke rumah menjadi solusi yang
menarik.
b. Tren Ramah Lingkungan: Meningkatnya kesadaran masyarakat akan lingkungan
mendorong permintaan untuk layanan laundry yang menggunakan deterjen ramah
lingkungan atau mesin yang hemat air.
c. Demografi dan Keluarga: Bisnis laundry harus menyesuaikan layanannya dengan
target pasar. Misalnya, di kawasan perumahan, banyak keluarga yang membutuhkan
layanan cuci sprei, selimut dan pakaian bayi.
Implementasi Terhadap Usaha:
Karawang mengalami perubahan gaya hidup, di mana masyarakat yang semakin sibuk
mencari kemudahan. Laundry yang menawarkan layanan pengantaran dan cuci express
menjadi pilihan populer di kalangan pekerja kantoran dan ibu rumah tangga.
Kesimpulan:
Mengadaptasi layanan sesuai dengan kebutuhan sosial masyarakat Karawang dapat
meningkatkan kepuasan pelanggan. Menawarkan layanan yang efisien sangat penting
untuk menarik pelanggan di era modern ini.
Skor dampak yang diberikan: 5
4) Faktor Teknologi (Technological)
Faktor teknologi mencakup adopsi inovasi terbaru yang dapat meningkatkan efisiensi
operasional dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Teknologi
memainkan peran penting dalam bisnis laundry untuk otomatisasi dan manajemen yang
lebih efisien.
Hal-hal Penting dalam Faktor Teknologi:
a. Mesin Cuci Hemat Energi: Menggunakan mesin cuci dengan teknologi hemat energi
dan air dapat mengurangi biaya operasional secara signifikan.
b. Sistem Pemesanan Online: Banyak bisnis laundry yang mulai menggunakan aplikasi
atau situs web untuk menerima pesanan dan mengatur jadwal pengambilan serta
pengantaran pakaian. Hal ini meningkatkan kenyamanan bagi pelanggan.
c. Otomatisasi Operasional: Beberapa bisnis laundry telah mengadopsi sistem
manajemen stok otomatis untuk deterjen dan bahan lainnya, sehingga mengurangi
kesalahan manusia dan meningkatkan efisiensi.
Implementasi Terhadap Usaha:
Salah satu laundry di Karawang telah mengimplementasikan sistem pemesanan online
melalui aplikasi. Hal ini membuat pelanggan lebih mudah memesan layanan tanpa
harus datang langsung ke lokasi.
Kesimpulan:
Adopsi teknologi yang mempermudah proses pemesanan dapat meningkatkan efisiensi
operasional dan memberikan pengalaman lebih baik bagi pelanggan. Bisnis laundry
perlu mengikuti perkembangan teknologi untuk tetap kompetitif
Skor dampak yang diberikan: 5
5) Faktor Lingkungan (Environmental)
9
Faktor lingkungan semakin penting seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan
keberlanjutan. Bisnis laundry harus mempertimbangkan dampak operasional terhadap
lingkungan, terutama dalam hal penggunaan air, deterjen, dan pengelolaan limbah.
Hal-hal Penting dalam Faktor Lingkungan:
a. Pengelolaan Limbah: Limbah air dari laundry harus dikelola dengan baik agar tidak
mencemari lingkungan. Bisnis laundry dapat memasang sistem penyaringan limbah
atau bekerja sama dengan perusahaan pengelolaan limbah.
b. Penggunaan Energi dan Air: Bisnis laundry mengonsumsi banyak air dan listrik. Oleh
karena itu, penggunaan mesin hemat energi dan air sangat penting untuk menjaga
keberlanjutan dan menekan biaya operasional.
c. Kesadaran Konsumen tentang Produk Ramah Lingkungan: Banyak konsumen yang
semakin sadar akan produk ramah lingkungan. Dengan menggunakan deterjen organik
dan hemat air, bisnis laundry bisa menarik pelanggan yang peduli lingkungan.
Implementasi Terhadap Usaha:
Beberapa laundry di Karawang mulai menggunakan deterjen ramah lingkungan dan
menerapkan praktik daur ulang air untuk mengurangi dampak lingkungan.
Kesimpulan:
Kesadaran terhadap isu lingkungan semakin meningkat di Karawang. Mengadopsi
praktik ramah lingkungan tidak hanya menarik pelanggan yang peduli lingkungan
tetapi juga mendukung keberlanjutan bisnis
Skor dampak yang diberikan: 3
6) Faktor Hukum (Legal)
Faktor hukum berkaitan dengan regulasi bisnis, hukum ketenagakerjaan, dan kepatuhan
terhadap undang-undang yang berlaku. Bisnis laundry harus mematuhi berbagai
peraturan hukum agar dapat beroperasi dengan legal dan menghindari masalah hukum.
Hal-hal Penting dalam Faktor Hukum:
a. Perizinan Usaha: Setiap bisnis laundry harus mendapatkan izin operasional sesuai
dengan ketentuan pemerintah daerah, termasuk izin sanitasi dan pengelolaan
lingkungan.
b. Hukum Ketenagakerjaan: Pemilik bisnis laundry harus mematuhi regulasi terkait
tenaga kerja, termasuk upah minimum, keselamatan kerja, dan jaminan sosial. Ini
penting untuk menjaga kesejahteraan pekerja dan menghindari sanksi hukum.
c. Perlindungan Konsumen: Bisnis laundry harus mematuhi undang-undang
perlindungan konsumen, seperti memastikan kualitas layanan sesuai dengan yang
dijanjikan dan memberikan ganti rugi jika terjadi kerusakan pakaian.
Implementasi Terhadap Usaha:
Laundry di Karawang yang tidak memiliki izin operasional yang lengkap berisiko
ditutup oleh pemerintah setempat. Beberapa laundry terpaksa menghentikan
operasional karena tidak mematuhi regulasi yang berlaku.
Kesimpulan:
Memastikan semua izin usaha dan mematuhi regulasi hukum sangat penting bagi
keberlangsungan bisnis laundry di Karawang. Ketaatan pada hukum akan melindungi
usaha dari masalah hukum dan menjaga kelangsungan operasional.
Skor dampak yang diberikan: 4
4.3 Kuantitatif Analisis PESTEL
10
Tabel berikut menunjukkan analisis faktor PESTEL yang mempengaruhi bisnis Cuci Bersih
Laundry berdasarkan bobot kepentingan dan kondiri riil.
Tabel 4.3 : Kuantitatif Analisis PESTEL
Faktor PESTEL Bobot % Skor Dampak Skor
Kebutuhan Kondisi ril Tertimbang
(Bobot x Skor)
Politik (20%)
a. Regulasi pengelolaan limbah 10% 4 0.40
b. Kebijakan izin usaha 10% 4 0.40
Ekonomi (25%)
a. Inflasi dan harga bahan 10% 4 0.40
b. Daya beli masyarakat 15% 5 0.75
Sosial (20%)
a. Kesadaran masyarakat akan
lingkungan 10% 5 0.50
b. Kebutuhan layanan express 10% 5 0.50
Teknologi (15%)
a. Penggunaan mesin hemat energi 10% 5 0.50
b. Adopsi sistem pemesanan online 5% 5 0.25
Lingkungan (10%)
a. Pengelolaan air limbah 5% 3 0.15
b. Kepedulian terhadap penggunaan 5% 4 0.20
deterjen
Hukum (10%)
a. Regulasi tenaga kerja 5% 5 0.25
b. Kepatuhan pada hukum sanitasi 5% 4 0.20
Total 1.0 4.50
Keterangan :
5=Sangat mendukung; 4=Mendukung; 3=Cukup mendukung; 2=Kurang mendukung;
1=Sedikit mendukung
Penjelasan:
1) Politik:
a. Regulasi pengelolaan limbah memiliki (Bobot: 0,10, Skor: 4): Karena pengelolaan
limbah yang sesuai dengan peraturan penting untuk keberlangsungan bisnis.
b. Kebijakan izin usaha juga berpengaruh penting, memiliki (Bobot: 0,10, Skor: 4):
Memastikan operasional bisnis yang sah dan lancar.
2) Ekonomi:
a. Inflasi dan harga bahan memiliki (Bobot: 0,10, Skor: 4): Karena kenaikan harga
bahan baku mempengaruhi harga layanan yang ditawarkan.
b. Daya beli masyarakat memiliki (Bobot: 0,10, Skor: 5): Menunjukkan dampak besar
pada permintaan layanan laundry saat daya beli tinggi.
3) Sosial:
a. Kesadaran masyarakat akan lingkungan memiliki (Bobot: 0,10, Skor: 5): Karena
semakin banyak pelanggan yang memilih jasa laundry ramah lingkungan.
b. Kebutuhan layanan express memiliki (Bobot: 0,10, Skor: 5): Karena pelanggan
sering menginginkan layanan cepat di tengah gaya hidup modern.
4) Teknologi:
11
a. Penggunaan mesin hemat energi memiliki (Bobot: 0,10, Skor: 5): Karena ini dapat
mengurangi biaya operasional secara signifikan.
b. Adopsi sistem pemesanan online memiliki (Bobot: 0,5, Skor: 5), Memberikan
kemudahan bagi pelanggan dan meningkatkan akses bisnis ke pasar yang lebih luas.
5) Lingkungan:
a. Pengelolaan air limbah memiliki (Bobot 0,5, Skor: 3: Karena penanganan limbah
menjadi tantangan penting bagi bisnis laundry.
b. Kepedulian terhadap penggunaan deterjen memiliki (Bobot: 0,5, Skor: 4): Karena
deterjen yang aman bagi lingkungan menjadi nilai tambah bagi bisnis.
6) Hukum:
a. Regulasi tenaga kerja memiliki (Bobot: 0,5, Skor: 5): Karena memastikan hak-hak
pekerja terpenuhi adalah hal krusial bagi keberlangsungan bisnis.
b. Kepatuhan pada hukum sanitasi memiliki (Bobot: 0,5, Skor: 4): Karena peraturan
ini terkait dengan kesehatan dan keamanan dalam operasi laundry.
Kesimpulan
Total skor tertimbang adalah 4.50, lingkungan eksternal untuk bisnis laundry sangat
positif. Faktor ekonomi, sosial, dan teknologi memberikan pengaruh yang signifikan dan
mendukung, terutama dengan tingginya daya beli masyarakat, meningkatnya kebutuhan akan
layanan cepat (express), serta adopsi teknologi seperti mesin hemat energi dan sistem
pemesanan online yang semakin populer. Faktor sosial juga mendorong pertumbuhan,
mengingat kesadaran masyarakat terhadap layanan ramah lingkungan yang terus meningkat.
Faktor politik dan hukum turut memberikan dukungan, terutama dalam hal kepatuhan
terhadap peraturan terkait pengelolaan limbah dan izin usaha, meskipun masih ada tantangan
di area lingkungan yang perlu perhatian lebih lanjut, terutama dalam pengelolaan limbah dan
penggunaan bahan ramah lingkungan.
Dengan analisis kuantitatif ini, manajemen bisnis laundry dapat lebih memahami
peluang dan tantangan yang ada, serta membuat keputusan strategis untuk memaksimalkan
pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis di masa mendatang.
12
BAB V: ANALISIS TEKNIS DAN TEKNOLOGI
5.1 Aspek Teknis
5.1.1 Pemilihan Lokasi Usaha
Pemilihan lokasi yang tepat penting untuk keberhasilan usaha laundry, memudahkan akses
pelanggan, dan mendukung pertumbuhan bisnis (Ayu & Nahry, 2021). Berikut tiga aspek
utama yang dipertimbangkan:
1. Berdasarkan Nilai
Ada tiga lokasi potensial untuk usaha laundry, dinilai berdasarkan lima faktor: target pasar,
aksesibilitas, persaingan, tenaga kerja, dan tenaga listrik. Penilaian membandingkan lokasi
aktual dengan lokasi ideal sebagaimana tercantum di tabel [Link].
Tabel [Link] : Penilaian Lokasi
Kebutuhan Nilai Lokasi Klari Telukjambe Purwasari
Cuci Bersih Yang Ideal
Laundry
Target Pasar 30 28 30 24
Aksesibilitas 25 20 25 20
Persaingan 15 12 14 8
Tenaga Kerja 20 18 17 15
Tenaga Listrik 10 9 10 8
Jumlah 100 87 96 75
Berdasarkan tabel [Link], lokasi yang dipilih untuk usaha laundry adalah Telukjambe, dengan
nilai tertinggi 96, lebih tinggi dibandingkan Klari (87) dan Purwasari (75).
2. Berdasarkan Pembiayaan
Dalam menentukan pemilihan suatu lokasi usaha, dapat digunakan metode perbandingan biaya.
Biaya-biaya atau cost yang diperbandingkan untuk pemilihan suatu lokasi usaha yaitu biaya
bahan, biaya operasi dan biaya lainnya. Sebagaimana dijelaskan pada tabel [Link] berikut ini.
Tabel [Link] : Perbandingan Biaya
Jenis Biaya Klari Telukjambe Purwasari
Biaya Bahan Baku Rp2.000.000 Rp1.045.000 Rp2.500.000
Biaya Operasi:
Berdasarkan tabel di atas, lokasi yang dipilih untuk projek usaha laundry adalah Lokasi Ke-2
yaitu di Telukjambe, karena memiliki total biaya terendah yaitu sebesar Rp34.345.000.
13
3. Berdasarkan Analisis Ekonomi
Analisis ekonomi mencakup biaya operasi seperti tenaga kerja, pajak, listrik, air, telepon, dan
wifi, serta faktor intangible yang relevan (Lukinskiy et al., 2015). Penentuan lokasi dijelaskan
dalam tabel [Link].
Tabel [Link]: Berdasarkan Analisis Ekonomi
Keterangan Klari Telukjambe Purwasari
Biaya tenaga kerja Rp26.000.000 Rp24.500.000 Rp25.500.000
Biaya pajak Rp7.000.000 Rp5.000.000 Rp6.000.000
Biaya listrik Rp4.000.000 Rp2.000.000 Rp3.500.000
Biaya air Rp2.500.000 Rp1.000.000 Rp2.000.000
Biaya internet/telepon Rp750.000 Rp500.000 Rp600.000
Penyusutan Peralatan Rp19.000.000 Rp17.939.500 Rp18.000.000
Sikap masyarakat Acuh tak acuh Menghendaki usaha ini Acuh tak acuh
Dari tabel [Link], terlihat bahwa lokasi ke-2 di Telukjambe direkomendasikan untuk pendirian
usaha laundry karna memiliki biaya operasi lebih rendah dan didukung sikap positif
masyarakat terhadap usaha laundry.
5.1.2 Tata Letak
a. Lay Out
14
b. Peta Lingkungan (Google Maps)
Di bawah ini adalah prasarana awal yang dimiliki usaha Cuci Bersih Laundry:
[Link] Sarana
Dalam membuka usaha Laundry, diperlukan peralatan dan perlengkapan untuk proses produksi
dan perdagangan. Berikut ini merupakan rincian dari beberapa peralatan dan perlengkapan
yang dibutuhkan dalam usaha ini, sebagaimana dijelaskan pada tabel 5.1.4 di bawah ini.
Tabel 5.1.4 : Peralatan Produksi
15
No Keterangan Harga Satuan Unit Total Harga Umur
Ekonomis
1. Mesin Cuci Rp7.500.000 4 Rp30.000.000 7 tahun
2. Mesin Pengering Rp6.000.000 4 Rp24.000.0000 7 tahun
Tumbler Dryer
3. Setrika Uap Rp2.500.000 2 Rp5.000.000 7 tahun
4. Rak Penyimpanan Rp1.200.000 4 Rp4.800.000 10 tahun
5. Meja Setrika Rp400.000 2 Rp800.000 10 tahun
6. Meja Kasir Rp500.000 1 Rp500.000 10 tahun
7. Kursi Kasir Rp200.000 1 Rp200.000 10 tahun
8. Keranjang Pakaian Rp20.000 10 Rp200.000 5 tahun
9. Hanger/Gantungan Rp10.000 200 pcs Rp200.000 5 tahun
Baju
10 Jepitan Baju Rp5000 200 pcs Rp100.000 5 tahun
11. Sikat Baju Rp10.000 4 Rp40.000 3 tahun
12. Selang Air Rp20.000 25 m Rp200.000 3 tahun
13. Botol Sprayer Rp20.000 2 Rp40.000 3 tahun
14. Ember Ukuran Rp60.000 3 Rp180.000 5 tahun
Besar
15. Jemuran Bulat Rp50.000 2 Rp100.000 5 tahun
16. CCTV Rp500.000 2 Rp1.000.000 8 tahun
17. Telepon Toko Rp1.000.000 1 Rp1.000.000 8 tahun
18. Tagging Pakaian Rp300.000 1 Rp300.000 5 tahun
19. Kursi untuk Setrika Rp70.000 2 Rp140.000 10 tahun
20. Kursi Tunggu Rp40.000 4 Rp160.000 10 tahun
Customer
21. Pendingin Ruangan Rp3.500.000 1 Rp3.500.000 8 tahun
(AC)
22 Spanduk Banner Rp235.000 1 Rp235.000 3 tahun
23. Timbangan Rp300.000 1 Rp300.000 5 tahun
24. Komputer Kasir Rp6.000.000 1 Rp6.000.000 8 tahun
25. Wifi Rp440.000 1 Rp440.000 5 tahun
26. Alat Tulis Rp200.000 1 Rp200.000 1 tahun
27. Motor Kurir Rp18.000.000 1 Rp18.000.000 7 tahun
28. Meja Rp200.000 2 Rp400.000 10 tahun
29. Plastik 40x60 Rp20.000 3 kg Rp60.000 2 bulan
Total Rp375.000.000
Dalam beroperasi selain peralatan yang dibutuhkan, Cuci Bersih Laundry juga memerlukan
bahan baku untuk proses produksinya. Berikut adalah rincian bahan baku yang dinutuhkan,
sebagaimana dijelaskan pada tabel 5.1.5 di bawah ini.
Tabel 5.1.5 : Bahan Baku
No. Keterangan Harga Satuan Unit Total Harga
1. Detergent Liquid Rp15.000 8 liter Rp120.000
2. Detergent Bubuk Rp20.000 28kg Rp560.000
3. Softener/Pelembut Pakaian Rp20.000 6 liter Rp120.000
4. Penghilang Noda Pakaian Rp25.000 5 liter Rp125.000
16
5. Parfume Pakaian Rp20.000 6 liter Rp120.000
Total Rp1.045.000
Ada sejumlah proses usaha yang akan dilaksanakan oleh Cuci Bersih Laundry. Pada bagian ini
akan dijelaskan secara rinci proses usaha yang akan berlaku.
Pihak eksternal yang terlibat dalam proses usaha di Cuci Bersih Laundry adalah:
1. Pelanggan/Customer.
2. Pemasok/Supplier
Pemasok yang menyediakan bahan, peralatan, dan barang-barang yang dibutuhkan untuk
proses laundry, seperti:
a. Bahan Pencuci: Supplier yang menyediakan deterjen, pelembut, dan bahan kimia
lainnya untuk proses pencucian.
b. Peralatan: Pemasok yang menyediakan mesin cuci, pengering, dan peralatan
pendukung lainnya.
c. Bahan Kemasan: Supplier yang menyediakan kantong plastik atau kemasan lainnya
untuk pengemasan laundry setelah selesai dicuci.
Untuk menjalankan usaha, Cuci Bersih Laundry membutuhkan tenaga kerja yang cukup. Oleh
karena itu, manajemen telah menyusun struktur organisasi yang diharapkan mendukung
kelancaran operasional usaha. Berikut rinciannya:
Tabel 5.1.7 : SDM Yang Dibutuhkan
No. Jabatan Jumlah Uraian Tugas
1. Pemilik 1 Bertanggung jawab atas keseluruhan operasional
usaha dan memastikan keuntungan yang dihasilkan.
2. Manajer/KepalaToko 1 Mengelola operasional harian laundry,
mengoordinasikan semua kegiatan dan memastikan
layanan berjalan dengan baik.
3. Kasir/Administrasi 1 Menerima pembayaran dari pelanggan dan
mengelola administrasi keuangan sehari-hari.
4. Bagian 1 Bertanggung jawab untuk perencanaan keuangan,
Keuangan/Akuntan pencatatan transaksi, dan laporan keuangan.
5. Bagian Pencucian 2 Melakukan proses pencucian pakaian dan menjaga
kebersihan serta kualitas hasil cuci.
6. Bagian Setrika & 2 Mengurus proses penyetrikaan dan pengemasan
Packing pakaian setelah dicuci, memastikan barang siap
untuk diambil pelanggan.
7. Kurir Antar-Jemput 1 Bertugas mengantarkan dan menjemput laundry dari
Laundry pelanggan, memberikan kenyamanan lebih dalam
layanan.
17
5.2.1 Sistem Teknologi Yang Akan Digunakan
Cuci Bersih Laundry akan menata area pelayanan dan ruang tunggu secara efisien dan nyaman.
Area pelayanan dilengkapi meja dan rak rapi, sementara ruang tunggu menyediakan kursi
nyaman, pencahayaan cukup, ventilasi baik, dan musik lembut untuk menciptakan suasana
menyenangkan.
Untuk mengorganisir antar bagian agar bekerja secara efektif dan efisien, manajemen Cuci
Bersih Laundry perlu menyiapkan sistem aplikasi pembantu (Software) komputer. Berikut ini
adalah bagian yang membutuhkan sistem antara lain:
18
BAB VI: ASPEK FINANSIAL
6.1 Kebutuhan Modal
6.1.1 Investasi
Investasi adalah penanaman modal jangka panjang, biasanya lebih dari 1 tahun,
terutama untuk pembelian aset tetap (Wang et al., 2015). Berikut adalah rincian investasi yang
dimiliki oleh Cuci Bersih Laundry, sebagaimana dijelaskan pada tabel 6.1.1 di bawah ini.
Tabel 6.1.1 : Investasi
No. Keterangan Harga Umur Penyusutan
Ekonomis
1. Tanah Rp.700.000.000 - -
2. Gedung/Bangunan Rp. 550.000.000 20 tahun Rp. 27.500.000
3. Mesin Cuci Rp30.000.000 7 tahun Rp. 4.285.714
4. Mesin Pengering Rp24.000.000 7 tahun Rp. 3.428.571
Tumbler Dryer
5. Setrika Uap Rp5.000.000 7 tahun Rp. 741.286
6. Rak Penyimpanan Rp4.800.000 10 tahun Rp. 480.000
7. Meja Setrika Rp800.000 10 tahun Rp. 80.000
8. Meja Kasir Rp500.000 10 tahun Rp. 50.000
9. Kursi Kasir Rp200.000 10 tahun Rp. 20.000
10. Keranjang Pakaian Rp200.000 5 tahun Rp. 40.000
11. Hanger/Gantungan Rp200.000 5 tahun Rp. 40.000
Baju
12. Jepitan Baju Rp100.000 5 tahun Rp. 20.000
13. Sikat Baju Rp40.000 3 tahun Rp. 13.333
14. Selang Air Rp200.000 3 tahun Rp. 66.667
15. Botol Sprayer Rp40.000 3 tahun Rp. 13.333
16. Ember Ukuran Rp180.000 5 tahun Rp. 36.000
Besar
17. Jemuran Bulat Rp100.000 5 tahun Rp. 20.000
18. CCTV Rp1.000.000 8 tahun Rp. 125.000
19. Telepon Toko Rp1.000.000 8 tahun Rp. 125.000
20. Tagging Pakaian Rp300.000 5 tahun Rp. 60.000
21. Kursi untuk Setrika Rp140.000 10 tahun Rp. 14.000
22. Kursi Tunggu Rp160.000 10 tahun Rp. 16.000
Customer
23. Pendingin Ruangan Rp3.500.000 8 tahun Rp. 437.500
(AC)
24. Spanduk Banner Rp235.000 3 tahun Rp. 78.333
25. Timbangan Rp300.000 5 tahun Rp. 60.000
26. Komputer Kasir Rp6.000.000 8 tahun Rp. 750.000
27. Wifi Rp440.000 5 tahun Rp. 88.000
28. Alat Tulis Rp200.000 1 tahun Rp. 200.000
29. Motor Kurir Rp18.000.000 7 tahun Rp. 2.571.429
30. Meja Rp400.000 10 tahun Rp. 40.000
Total Rp.[Link] Rp.41.373.167
19
Berikut adalah modal kerja yang dibutuhkan oleh Cuci Bersih Laundry :
1. Biaya Prainvestasi
Rp.20.000.000
2. Biaya Investasi :
3. Biaya Operasional :
Investasi [Link]
Penyusutan = =
Umur Ekonomis 5
Penyusutan = 300.000.000
Sehingga estimasi laporan laba/rugi :
Pendapatan Rp.[Link]
Biaya yang keluar
Total Biaya Rp.34.345.000
Penyusutan Rp.300.000.000
Rp.334.345.000
20
Laba Sebelum Pajak (EBIT) Rp.[Link]
Pajak 50% (Rp.667.172.500) Rp.667.172.500
Laba Setelah Pajak (EAT) Rp. 667.172.500
Aliran kas masuk bersih = EAT + Penyusutan
Aliran kas masuk bersih = Rp. 667.172.500 + Rp.300.000.000
= Rp.967.172.500
Tabel 6.2.1 : Estimasi Cash Flow Cuci Bersih Laundry
Komponen Tahun/Periode
2025 2026 2027 2028 2029
KAS
MASUK
Investasi Rp.
[Link] -
Pendapatan Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Total kas Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
masuk [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
KAS
KELUAR
Pembelian Rp.
aktiva tetap [Link] -
Gaji & upah Rp.24.500.000 Rp.26.950.000 Rp.29.645.000 Rp.32.609.500 Rp.35.870.450
Listrik Rp.2.000.000 Rp.2.200.000 Rp.2.420.000 Rp.2.662.000 Rp.2.928.200
Telepon Rp.500.000 Rp.550.000 Rp.605.000 Rp.665.500 Rp.732.050
Pajak Rp.5.000.000 Rp.5.500.000 Rp.6.050.000 Rp.6.655.000 Rp.7.320.500
Penyusutan Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
300.000.000 300.000.000 300.000.000 300.000.000 300.000.000
Biaya
pemasaran Rp.3.000.000 Rp.3.300.000 Rp.3.630.000 Rp.3.993.000 Rp.4.392.300
Biaya
administrasi Rp.800.000 Rp.880.000 Rp.968.000 Rp.1.064.800 Rp.1.171.280
Biaya
lainnya Rp.5.800.000 Rp.6.380.000 Rp.7.018.000 Rp.7.719.800 Rp.8.491.780
Total kas Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
keluar [Link] 345.760.000 350.336.000 355.369.600 360.906.560
Surplus Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
(defisit) 810.365.000 664.240.000 849.664.000 [Link] [Link]
Saldo awal Rp. Rp. Rp. Rp.
kas - 810.365.000 [Link] [Link] [Link]
Saldo akhir Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
kas 810.365.000 [Link] [Link] [Link] [Link]
21
Tabel 6.2.2 : Cash Flow Selama Umur Ekonomis
No Tahun EAT Penyusutan Proceeds Discount PV of
Faktor Proceeds
20%
1. 2025 Rp. Rp. Rp. Rp.
0,8333
810.365.000 300.000.000 [Link] 925.267.155
2. 2026 Rp. Rp. Rp. Rp.
0,6944
664.240.000 300.000.000 964.240.000 669.568.256
3. 2027 Rp. Rp. Rp. Rp.
0,5787
849.664.000 300.000.000 [Link] 665.310.557
4. 2028 Rp. Rp. Rp. Rp.
0,4823
[Link] 300.000.000 [Link] 696.745.242
5. 2029 Rp. Rp. Rp. Rp.
0,4019
[Link] 300.000.000 [Link] 618.561.654
Total Rp. Rp. Rp.
[Link] [Link] [Link]
Cash Flow 5 Tahun = Total Pendapatan – Total Pengeluaran – Total Laba Rugi
= Rp.[Link] – Rp [Link] - Rp. 667.172.500
= Rp.943.437.500
6.3 Analisis Kelayakan
6.3.1 Break Event Poin (BEP)
BEP (Unit) = Total Biaya/Harga Perunit
= Rp.34.345.000/Rp.20.000
= 1.717 unit
Jadi usaha kami mencapai titik impas (BEP) pada penjualan sebanyak 1.717 unit jasa,
sehingga pada penjualan hingga 3.000 unit, usaha sudah mendapat keuntungan
BEP (Rupiah) = Total Biaya/Unit
= Rp.34.345.000/3.000 unit
= Rp.11.448
Jadi usaha kami mencapai titik impas (BEP) pada saat produk dijual dengan harga
Rp.11.448, sehingga pada saat dijual dengan harga Rp.20.000 per unit jasa sudah
mendapat keuntungan.
6.3.2 Payback Periode (PP)
Tabel 6.3.2 : Perhitungan Payback Periode (PP)
Tahun ke- Proceeds Profit (Laba)
0 -Rp.[Link] -
22
1 -Rp.[Link] -Rp389.635.000
2 Rp.964.240.000 Rp574.605.000
3 Rp.[Link] Rp1.724.269.000
4 Rp.[Link] Rp3.168.899.400
5 Rp.[Link] Rp4.707.992.840
Dari perhitungan tabel 6.3.2 di atas maka dapat diartikan bahwa,
PP = 1 Tahun + (Rp389.635.000/ Rp.964.240.000 x 12 bulan
= 1 Tahun + 5 bulan
PP = 1 Tahun 5 Bulan (Baik)
Maka dapat disimpulkan bahwa payback periode dari investasi tersebut adalah 1,5 tahun.
Artinya dana yang tertanam sebesar Rp1.500.000.000 akan dapat diperoleh kembali dalam
jangka waktu 1 tahun 5 bulan, maka usulan investasi untuk rencana membuka Cuci Bersih
Laundry diterima.
6.3.3 Average Rate of Return (ARR)
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝐴𝑇 Rp. [Link]
Rata − rata EAT = = = 𝑅𝑝. 941.598.568
𝑈𝑚𝑢𝑟 𝐸𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖𝑠 (𝑛) 5
23
6.3.5 IRR-RR
𝑁𝑃𝑉 1
𝐼𝑅𝑅 = і₁ + 𝑥(i2 − i1)
𝑁𝑃𝑉 1 − 𝑁𝑃𝑉 2
Tabel 6.3.5 : Tabel Proceeds IRR
Tahun ke- Proceeds
1. [Link]
2. 964.240.000
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
Total Rp.[Link]
𝐑𝐩. 𝟔. 𝟐𝟎𝟕. 𝟗𝟗𝟐. 𝟖𝟒𝟎
𝑹𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 𝑷𝒓𝒐𝒄𝒆𝒆𝒅𝒔 = = 𝑅𝑝. [Link]
𝟓
Perkiraan Besarnya PP
𝑅𝑝. [Link]
𝑃𝑃 = = 1,208
𝑅𝑝. [Link]
Dalam Tabel Discount Factor (DF), tahun ke-5 diketahui yang terdekat dengan angka 1,208
adalah 1,346 yaitu 20%. Secara subjektif tiap diskon dikurangi 2% menjadi 18% sehingga
NPV-nya dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 6.3.5 : Perhitungan NPV dengan DF 18%
Tahun Proceeds DF (18%) PV of Proceeds
ke-
1. Rp.[Link] 0,8475 Rp.941.034.338
2. Rp.964.240.000 0,7182 Rp.692.517.168
3. Rp.[Link] 0,6086 Rp.699.685.510
4. Rp.[Link] 0,5158 Rp.745.140.360
5. Rp.[Link] 0,4371 Rp.672.737.743
Total PV of Proceeds Rp.[Link]
Nilai NPV Positif, yaitu : Rp.[Link] – Rp.[Link] = Rp.2.251.115.1119.
Kemudian untuk DF 24%, NPV-nya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.
Tabel 6.3.5 : Perhitungan NPV dengan DF 24%
Tahun Proceeds DF (24%) PV of Proceeds
ke-
1. Rp.[Link] 0,8065 Rp.895.509.373
2. Rp.964.240.000 0,6504 Rp.627.141.696
3. Rp.[Link] 0,5245 Rp.602.998.768
4. Rp.[Link] 0,4230 Rp.611.078.659
5. Rp.[Link] 0,3411 Rp.524.984.772
Total PV of Proceeds Rp.[Link]
24
Nilai NPV Positif, yaitu : Rp.[Link] – Rp1.500.000.000 = Rp.[Link]. Berikut
adalah gabungan dari perhiungan NPV dengan DF 18% dan perhitungan NPV dengan DF 24%,
sebagaimana dijelaskan pada tabel di bawah ini.
Tabel 6.3.5 : Perhitungan NPV dengan DF 18% dan 24%
Tahun Proceeds Bunga 18% Bunga 24%
ke- DF PV of DF PV of
Proceeds Proceeds
1. Rp. 0,8475 Rp. 0,8065 Rp.
[Link] 941.034.338 895.509.373
2. Rp. 0,7182 Rp. 0,6504 Rp.
964.240.000 692.517.168 627.141.696
3. Rp. 0,6086 Rp. 0,5245 Rp.
[Link] 699.685.510 602.998.768
4. Rp. 0,5158 Rp. 0,4230 Rp.
[Link] 745.140.360 611.078.659
5. Rp. 0,4371 Rp. 0,3411 Rp.
[Link] 672.737.743 524.984.772
PV of Proceeds Rp. Rp.
[Link] [Link]
PV of Outlays Rp. Rp.
[Link] [Link]
NPV C1 Rp. C2 Rp.
[Link] [Link]
Interpolasi PVIFA PVIFA
18% Rp.[Link] Rp.[Link]
Initial Investmen Rp.[Link] -
24% Rp.[Link]-
Rp.489.401.851 Rp.[Link]
𝑁𝑃𝑉 1
𝐼𝑅𝑅 = і₁ + 𝑥(і2 − і1 )
𝑁𝑃𝑉 1 − 𝑁𝑃𝑉 2
Rp. [Link]
𝐼𝑅𝑅 = 18 + 𝑥 6%
Rp. [Link] − Rp. [Link]
IRR = 18 + 0,459%
IRR = 18,459% dibulatkan menjadi 18%
Dari hitungan di atas maka batas maksimal tingkat bunga yang bisa digunakan untuk
investasi tersebut adalah pada 18%.
6.3.6 Probabilitas Index (PI)
∑𝑷𝑽 𝒐𝒇 𝑷𝒓𝒐𝒄𝒆𝒆𝒅𝒔 Rp.[Link]
𝑷𝑰 = = Rp.[Link] 𝑥100% = 206,93 𝑎𝑡𝑎𝑢 207%
∑𝑷𝑽 𝒐𝒇 𝑶𝒖𝒕𝒍𝒂𝒚𝒔
PI = 206,93>1
25
Hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa kas masuk lebih besar dibandingkan dengan kas
keluar, PI >1 maka rencana untuk membuka Cuci Bersih Laundry diterima.
6.4 Simpulan Hasil Kajian Finansial
Berikut adalah simpulan dari hasil kajian finansial berdasarkan berbagai alat ukur
kelayakan usaha Cuci Bersih Laundry:
Tabel 6.4 : Simpulan Hasil Kajian Finansial
No. Alat Ukur Hasil Pengukuran Rata-rata Keterangan
Industri
1. Payback Periode (PP) 1 Tahun 5 Bulan 3 Tahun Baik
2. A.R.R 125% 40% Baik
3. N.P.V Rp.[Link] Rp.500.000.000 Baik
4. P.I 2,0 kali 1,1 kali Baik
5. I.R.R 18%. 16% Baik
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa rencana untuk membuka usaha Cuci Bersih
Laundry layak, karena dari keseluruhan perhitungan kelayakan proyek semuanya baik.
26
BAB VII: KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis di atas maka disimpulkan bahwa studi kelayakan bisnis ini layak
untuk dijalankan, dengan pertimbangan di bawah ini.
1. Aspek Hukum: Usaha ini telah mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Indonesia,
termasuk izin usaha dan pengelolaan limbah, sehingga tidak ada pelanggaran terhadap
hukum yang berlaku.
2. Peluang Pasar: Potensi pasar untuk bisnis laundry ini sangat besar, terutama karena
kebutuhan masyarakat akan layanan pencucian terus meningkat. Dengan strategi
pemasaran yang tepat, perusahaan diproyeksikan akan memiliki pangsa pasar yang
stabil dan terus berkembang.
3. Aspek Sosial dan Ekonomi: Kondisi sosial dan ekonomi mendukung keberadaan
layanan laundry. Gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin sibuk menjadikan
layanan ini sebagai kebutuhan, sehingga diharapkan terus tumbuh dalam waktu
mendatang.
4. Aspek Lingkungan: Perusahaan mengutamakan pengelolaan limbah dan penggunaan
bahan ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan
sekaligus menambah nilai positif di mata konsumen.
5. Aspek Teknis: Perusahaan telah memenuhi seluruh kebutuhan teknis untuk mendukung
operasional, termasuk pemilihan lokasi strategis, peralatan canggih, dan tenaga kerja
terlatih. Ini memastikan layanan dapat berjalan optimal.
6. Aspek Finansial: Proyeksi finansial menunjukkan bahwa usaha ini akan
menguntungkan dalam jangka panjang. Dengan perhitungan NPV yang positif, IRR
yang menguntungkan, perusahaan dipastikan memiliki prospek finansial yang sangat
baik.
27
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, R., Silvana, M., & Zikri, A. (2020). Perancangan Model Bisnis Pembayaran Non Tunai
untuk Pengelolaan Transaksi Jasa Laundry Pada Tiara Laundry Padang. Jurnal Nasional
Teknologi Dan Sistem Informasi, 5(3), 148–157.
[Link]
Awal, M., Arifudin, A., & Herdjiono, I. (2022). Study of Marketing Strategy Formulation at
Ok Clean Laundry using SWOT Analysis. SHS Web of Conferences, 149, 03027.
[Link]
Ayu, T., & Nahry. (2021). Optimizing the Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem with
Time Window on Urban Last Mile Delivery. IOP Conference Series: Earth and
Environmental Science, 830(1). [Link]
Ciswati, S., & Septayuda, I. (2023). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Laptop. Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian
Dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi, 9(2), 61–71. [Link]
Landari, Y., Meitiana, M., & Karuehni, I. (2021). Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan
Terhadap Loyalitas Pelanggan Di Wash Up Laundry Palangka Raya. Jurnal Manajemen
Sains Dan Organisasi, 2(1), 52–63. [Link]
Letlow, M., Kuykendall, D. C., & Clodfelter, C. (2013). Integrating sustainability into
environmental project management. Society of Petroleum Engineers - SPE Americas E
and P Health, Safety, Security, and Environmental Conference 2013, March, 370–377.
[Link]
Lukinskiy, V. S., Valeryevich, L. V., & Zamaletdinova, D. A. (2015). Integrated method of
analysing logistics costs in supply chain. International Journal of Supply Chain and
Inventory Management, 1(1), 48. [Link]
Osebo, D. and E. (2019). Finance and Management Scholar at Riphah International University
Islamabad, Pakistan, Faculty of Management Sciences. Research Journal of Finance and
Accounting, 10(No 1), 7–15. [Link]
Theda, R. R. W., Sarjana, I. M., & Sutama, I. B. P. (2019). Perlindungan Hukum Terhadap
Konsumen Akibat Kelalaian Pelaku Usaha Jasa Laundry Di Denpasar Utara. Kertha
Semaya : Journal Ilmu Hukum, 7(7), 1. [Link]
Wang, M., Jie, F., & Abareshi, A. (2015). A conceptual framework for mitigating supply chain
uncertainties and risks in the courier industry. International Journal of Supply Chain and
Operations Resilience, 1(4), 319. [Link]
Yoseffane. (2022). Peran Analisis PEST Dalam Perencanaan Strategi Perusahaan. 9(1), 356–
363.
28
Profil Penulis
Iffah Durrotu Sya’bana lahir di Karawang, Jawa Barat,
pada 30 September 2004. Penulis tinggal di Desa
Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.
Sebagai anak semata wayang, penulis memulai
pendidikan dari PAUD Cempaka, kemudian melanjutkan
ke SDN Tamelang 1. Setelah itu, penulis menyelesaikan
pendidikan di SMPN 1 Klari dan SMAN 1 Majalaya.
Saat ini, penulis merupakan mahasiswa Program Studi
Manajemen di Universitas Buana Perjuangan Karawang.
29