0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Model Keterpaduan Pembelajaran IPA SD

Dokumen ini adalah tugas tutorial untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Terbuka, yang membahas tentang pembelajaran IPA di sekolah dasar. Tugas mencakup analisis model keterpaduan pembelajaran, identifikasi model yang tepat untuk topik tertentu, dan penerapan taksonomi SOLO dalam pemahaman konsep IPA. Mahasiswa diharapkan untuk menghubungkan berbagai konsep dalam pembelajaran yang holistik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

adudangusep1878
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Model Keterpaduan Pembelajaran IPA SD

Dokumen ini adalah tugas tutorial untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Terbuka, yang membahas tentang pembelajaran IPA di sekolah dasar. Tugas mencakup analisis model keterpaduan pembelajaran, identifikasi model yang tepat untuk topik tertentu, dan penerapan taksonomi SOLO dalam pemahaman konsep IPA. Mahasiswa diharapkan untuk menghubungkan berbagai konsep dalam pembelajaran yang holistik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

adudangusep1878
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UNIVERSITAS TERBUKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Alamat: Jalan Raya Jakarta KM. 7 Serang, Banten
Telp. 0254 282728, Whatsapp 0877-8873-1275
Website: [Link]

NAMA: IZRI SYALSABILLA


857263329
TUGAS TUTORIAL 3
MATA KULIAH PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR

Instruksi pengerjaan tugas tutorial:


1. Jangan lupa untuk mencatumkan identitas saudara saat pengumpulan tugas tutorial 3
2. Kerjakan soal berikut sebaik mungkin, saudara bisa langsung menambahkan kolom
jawaban di bawah soal.
3. Jika ada soal yang kurang jelas, saudara bisa menghubungi tutor melalui WA pribadi
atau grup mata kuliah Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
4. Tugas diupload melalui silayar pada ruang yang telah disediakan (sesi 7 bagian tugas
tutorial 3)
5. Jika ada kendala saat mengupload tugas, saudara bisa menghubungi tutor melalui WA
pribadi atau grup mata kuliah Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
6. Terima kasih sudah berjuang sampai hari ini, semangat Bapak dan Ibu semua.

1. Pembelajaran Terpadu pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang


memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali,
dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Robin Fogarty
mencetuskan sepuluh (10) model keterpaduan dalam pembelajaran. Dengan
mengabaikan fakta bahwa pembelajaran IPAS pada jenjang SD di Indonesia
menggunakan model keterpaduan webbed, analisislah, model keterpaduan yang paling
sesuai untuk mata pelajaran IPAS di SD! (Jika anda merasa webbed adalah yang paling
sesuai, maka berikan alasannya) (35 poin)
2. Seorang guru kelas IV SD mengajar topik “Perubahan Wujud Benda”. Ia ingin
menghubungkan konsep IPA tentang perubahan wujud benda, proses perpindahan kalor,
dan cuaca ekstrem.
a. Identifikasi model keterpaduan Fogarty yang seharusnya digunakan guru tersebut!
(15 poin)
b. Jelaskan alasan teoritis mengapa model tersebut tepat untuk pembelajaran topik ini!
(20 poin)
3. Taksonomi SOLO mengklasifikasikan hasil belajar ke dalam lima tingkat hierarki, mulai
dari pemahaman yang dangkal hingga yang lebih mendalam yaitu; (1) Prastruktural; (2)
Unistruktural; (3) Multistruktural; (4) Relasional; dan (5) Berpikir abstrak yang
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Alamat: Jalan Raya Jakarta KM. 7 Serang, Banten
Telp. 0254 282728, Whatsapp 0877-8873-1275
Website: [Link]

mendalam. Berikan contoh terkait pemahaman-pemahaan tersebut untuk mata Pelajaran IPA
di SD! (30 poin)

1. Alasan Mengapa Model Webbed Paling Tepat untuk IPAS SD

A. Selaras dengan Pembelajaran Tematik Terpadu di SD


Kurikulum di jenjang SD menggunakan pembelajaran berbasis tema. Model Webbed
memusatkan pembelajaran pada satu tema besar yang menghubungkan berbagai konsep
IPA dan IPS, sehingga sesuai dengan karakter mata pelajaran IPAS.
B. Menggambarkan Fenomena secara Holistik
Dalam IPAS, peserta didik mempelajari fenomena alam dan sosial secara terintegrasi.
Model Webbed memungkinkan guru merancang kegiatan yang mengaitkan berbagai
konsep tanpa batas mata pelajaran.
C. Mendorong Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)
Siswa memahami fenomena secara utuh, bukan parsial. Ini sejalan dengan pendekatan
konstruktivisme yang mendorong siswa membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman
nyata.
D. Mudah Diterapkan oleh Guru SD
Guru kelas di SD mengampu banyak mata pelajaran. Model Webbed memudahkan integrasi
beberapa kompetensi dalam satu rangkaian pembelajaran.
E. Kontekstual dan Relevan dengan Kehidupan Siswa
Pembelajaran tematik berbasis Webbed memungkinkan siswa memahami hubungan antar
peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, seperti cuaca, lingkungan, energi, dan benda.

2. A. Identifikasi Model Keterpaduan Fogarty untuk Pembelajaran

“Perubahan Wujud Benda” (15 poin)


Topik yang diajarkan guru meliputi:
a) perubahan wujud benda

b) perpindahan kalor
c) cuaca ekstrem
Ketiganya berada dalam satu disiplin: IPA.
Model Fogarty yang tepat: Connected Model.
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Alamat: Jalan Raya Jakarta KM. 7 Serang, Banten
Telp. 0254 282728, Whatsapp 0877-8873-1275
Website: [Link]
Mengapa Connected Model?
Connected Model menghubungkan berbagai konsep dalam satu mata pelajaran agar siswa
melihat keterkaitan antar konsep yang dipelajari.
Dalam kasus ini:

a) perubahan wujud benda ↔ perpindahan kalor


b) perpindahan kalor ↔ cuaca ekstrem
c) fenomena cuaca ekstrem ↔ perubahan wujud di atmosfer (evaporasi, kondensasi)

Semua konsep saling mendukung dalam satu rumpun keilmuan (IPA), sehingga model
Connected menjadi yang paling tepat.

B. Alasan Teoritis Pemilihan Model Connected (20 poin)


A. Sesuai dengan Prinsip Konstruktivisme
Siswa membangun pengetahuan melalui pengaitan konsep. Model Connected memungkinkan
keterkaitan tersebut; siswa belajar bahwa perubahan wujud terjadi karena kalor, dan kalor
memengaruhi fenomena alam seperti cuaca ekstrem.
B. Meningkatkan Conceptual Coherence
Model ini membantu siswa melihat IPA sebagai satu kesatuan ilmu, bukan kumpulan konsep
terpisah. Keterkaitan antar konsep membuat siswa memiliki pemahaman yang lebih dalam.
C. Mendukung Pembelajaran IPA Berbasis Fenomena
Fenomena alam terjadi karena berbagai proses yang saling berhubungan. Model Connected
memfasilitasi pembelajaran berbasis fenomena nyata, seperti mencairnya es di kutub atau badai
akibat pemanasan air laut.
D. Memperkuat Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Siswa dituntut memahami hubungan sebab-akibat, bukan sekadar menghafal konsep. Misalnya:
“Air menguap karena menerima kalor, penguapan besar memengaruhi pembentukan awan dan
potensi hujan badai.”
E. Relevan dengan Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran integratif dan analitis. Connected Model
mendukung hal tersebut karena mengajak siswa menemukan hubungan antarkonsep IPA
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Alamat: Jalan Raya Jakarta KM. 7 Serang, Banten
Telp. 0254 282728, Whatsapp 0877-8873-1275
Website: [Link]
3. A. Prastruktural (Pre-structural)

Siswa memberikan jawaban yang tidak relevan atau salah konsep.


Contoh:
“Es mencair karena basah.” Siswa belum memahami konsep kalor maupun perubahan
wujud.

B. Unistruktural (Uni-structural)

Siswa memahami satu konsep dasar.

Contoh: “Es mencair karena panas.” Sudah benar, tetapi masih pada satu informasi tunggal.

C. Multistruktural (Multi-structural)

Siswa dapat menyebutkan beberapa konsep namun belum menghubungkannya.


Contoh:
“Esmencair, air menguap, dan air membeku.”Siswa mengetahui jenis-jenis perubahan
wujud tetapi tidak menjelaskan hubungan sebabakibat.

D. Relasional (Memahami Hubungan Antar Konsep Secara Utuh)


Siswa sudah bisa menjelaskan hubungan antarkomponen secara lengkap dan logis.
Contoh IPA: “Air di permukaan menguap karena panas matahari (evaporasi). Uap air
naik ke atmosfer, mendingin, lalu berubah menjadi titik-titik air membentuk awan
(kondensasi). Ketika awan jenuh, air jatuh sebagai hujan (presipitasi).”
→ Siswa menjelaskan proses dan hubungan logis antar langkah.
E . Berpikir Abstrak yang Diperluas (Extended Abstract)
Siswa mampu menggeneralisasi, menerapkan konsep pada konteks baru, atau membuat
kesimpulan lebih luas.
Contoh IPA: “Jika hutan ditebang, maka siklus air terganggu karena berkurangnya penyerapan
air oleh tanaman. Dampaknya, daerah bisa mengalami kekeringan atau banjir. Ini menunjukkan
bahwa perubahan lingkungan dapat mempengaruhi proses siklus air.”
→ Siswa menerapkan konsep siklus air ke situasi baru dan menganalisis dampaknya

Anda mungkin juga menyukai