TUGAS TUTORIAL III
Nama : Alisa Munawaroh
Nim : 857258982
Nama Matakuliah : Pembelajaran PKn di SD
Pokok Bahasan : Pendidikan Demokrasi di Sekolah
Pengembang Soal : Dr. Agus Suprijono, [Link]
Masa Tutorial : 2025.1
Jumlah Soal : 4
Skor Maksimal :
Jenis Tugas : Penguasaan konsep
Waktu : 60 menit
Kompetensi khusus:
Menjelaskan konsep dan praktik demokrasi serta pendidikan demokrasi demi terwujudnya
pelaksanaan prinsip demokrasi.
Tugas:
Indonesia sebagai negara penganut demokrasi seharusnya kehidupan yang demokratis
terimplementasi di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, masyarakat,
pemerintahan, dan organisasi non-pemerintahan. Tak terkecuali, praktik demokrasi di dalam
kehidupan sekolah. Sekolah harus menjadi laboratorium pendidikan demokrasi untuk
mengenal, memahami, menginternalisasi, dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi. Prinsip
demokrasi meliputi keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik ; tingkat
persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara ; tingkat kebebasan atau kemerdekaan
tertentu yang diakui dan dipakai oleh para warga negara ; penghormatan terhadap suprnemasi
hukum ; tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang; kedudukan yang sama dalam
hukum; dan Terjaminnya hak asasi manusia oleh undang-undang. Prinsip demokrasi
merupakan bahan kajian matapelajaran pendidikan kewarganegaraan
Soal no 1
Jelaskan pengertian demokrasi dalam batasan istilah dan batasan operasional !
JAWAB
A. Batasan istilah (definisi konseptual):
Demokrasi adalah sistem pemerintahan dan cara hidup bermasyarakat di mana kekuasaan
politik pada dasarnya berasal dari rakyat (kedaulatan rakyat), dijalankan melalui
mekanisme partisipasi dan perwakilan, serta didasarkan pada prinsip persamaan,
kebebasan, penghormatan hak asasi manusia, dan supremasi hukum.
B. Batasan operasional (bagaimana demokrasi diukur/diwujudkan dalam praktik):
Demokrasi dinyatakan ada bila terdapat beberapa unsur berikut secara nyata: (a)
partisipasi warga dalam pengambilan keputusan (mis. pemilu bebas, inti partisipasi
publik); (b) kesetaraan hak politik dan sosial antar warga; (c) kebebasan berekspresi,
berserikat, berpendapat; (d) supremasi hukum — hukum berlaku sama bagi semua; (e)
adanya mekanisme pengawasan dan checks and balances sehingga tidak terjadi kekuasaan
sewenang-wenang; (f) perlindungan hak asasi manusia oleh peraturan/undang-undang.
Jika unsur-unsur ini terpenuhi dalam praktik, maka secara operasional suatu
negara/lingkungan dapat disebut demokratis.
Soal no 2
Bagaimana prinsip-prinsip demokrasi diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara Indonesia ?
JAWAB
Implementasi prinsip demokrasi di Indonesia dapat dilihat lewat langkah-langkah dan institusi
berikut:
a. Pemilu dan sistem perwakilan: Pemilihan umum berkala untuk memilih presiden, DPR,
DPRD, dan kepala daerah memungkinkan partisipasi rakyat dalam memilih wakilnya—
wujud kedaulatan rakyat.
b. Kesetaraan hak warga negara: Jaminan hak pilih dan hak dasar lainnya (setidaknya
menurut konstitusi) untuk seluruh warga tanpa diskriminasi.
c. Kebebasan sipil dan politik: Jaminan kebebasan berpendapat, berkumpul, berserikat
yang memungkinkan masyarakat menyuarakan aspirasi dan mengontrol pemerintah.
d. Supremasi hukum dan mekanisme peradilan: Lembaga peradilan dan penegakan
hukum yang seharusnya bersifat independen untuk menegakkan hukum sama bagi semua.
e. Pembagian kekuasaan dan kontrol: Adanya lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif
serta mekanisme pengawasan (mis. DPR mengawasi eksekutif, KPK/MA/MAK) untuk
mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
f. Desentralisasi dan partisipasi lokal: Otonomi daerah memberi ruang bagi partisipasi
masyarakat dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal.
g. Perlindungan HAM dan aturan konstitusional: Undang-undang dan peraturan yang
menjamin hak asasi serta mekanisme perlindungan (mis. Komnas HAM).
Contoh konkret: pemilu langsung untuk memilih presiden dan kepala daerah; ruang bagi
organisasi masyarakat sipil; proses legislatif yang melibatkan wakil rakyat; mekanisme
gugatan konstitusi di Mahkamah Konstitusi.
Soal no 3
Bagaimana prinsip-prinsip demokrasi diimplementasikan dalam kehidupan di sekolah ?
JAWAB
Sekolah sebagai miniatur masyarakat bisa menerapkan prinsip demokrasi melalui praktik
sehari-hari, antara lain:
Pemilihan pengurus OSIS atau perwakilan siswa secara demokratis: Siswa belajar
proses pemilu (kampanye, pemungutan suara) dan memilih wakil mereka.
Partisipasi siswa dalam pengambilan keputusan: Melibatkan siswa dalam penyusunan
peraturan kelas/sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, atau musyawarah kelas sehingga
mereka merasakan keterlibatan.
Kebebasan berekspresi yang teratur: Menyediakan ruang bagi siswa untuk
menyampaikan aspirasi, kritik, atau ide secara tertib (kotak saran, forum diskusi, debat).
Keadilan dan kesetaraan perlakuan: Guru dan staf sekolah menerapkan aturan yang
adil tanpa diskriminasi, menjamin akses pendidikan setara.
Pendidikan HAM dan penghormatan terhadap aturan: Mengajarkan nilai hukum, hak
dan tanggung jawab; menegakkan aturan yang jelas dan proporsional sehingga tidak ada
kekuasaan sewenang-wenang.
Pembelajaran partisipatif dan dialogis: Metode mengajar yang mendorong diskusi,
kerja kelompok, dan berpikir kritis sehingga siswa terlatih bersikap demokratis.
Pelibatan orang tua dan masyarakat: Melibatkan komite sekolah dan masyarakat dalam
perencanaan dan evaluasi kegiatan sekolah sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Dengan praktik-praktik ini, sekolah membentuk pengalaman konkret demokratis bagi
peserta didik.
Soal no 4
Mengapa sekolah dijadikan sebagai laboratorium pendidikan demokrasi bagi peserta didik ?
JAWAB
Alasan menjadikan sekolah sebagai laboratorium pendidikan demokrasi:
1. Tempat pembelajaran pengalaman (experiential learning): Sekolah memberi
kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai demokrasi (memilih,
berdiskusi, kompromi) dalam lingkungan yang relatif aman.
2. Pembentukan kebiasaan dan nilai sejak dini: Kebiasaan berpartisipasi,
menghormati aturan, dan menghargai perbedaan terbentuk lebih mudah ketika dilatih
secara konsisten di sekolah.
3. Lingkungan terkendali untuk latihan sosial: Kesalahan dan konflik bisa terjadi tapi
dikelola sehingga siswa belajar menyelesaikan masalah secara demokratis tanpa
konsekuensi politik besar.
4. Sosialisasi politik dan kewarganegaraan: Sekolah berperan dalam sosialisasi nilai-
nilai kewarganegaraan—identitas, tanggung jawab, hak—yang menjadi dasar warga
negara dewasa.
5. Mempersiapkan kapasitas partisipatif: Dengan pengalaman praktis di sekolah,
siswa lebih siap berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di
masa depan.
Intinya, sekolah adalah tempat ideal untuk menginternalisasi nilai demokrasi karena
menggabungkan aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan
praktik sosial) dalam proses pendidikan.
Tutor,
Jefri, [Link]