0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan22 halaman

Prinsip Kerja Generator AC dan Komponennya

Dokumen ini membahas tentang generator AC, termasuk prinsip kerja, komponen, dan cara menentukan arah arus listrik menggunakan aturan tangan Fleming. Arus listrik AC bersifat bolak-balik dan menghasilkan gelombang sinusoidal, dengan frekuensi yang bergantung pada kecepatan rotor dan jumlah kutub magnet. Selain itu, dijelaskan juga tentang skema sambungan bintang pada alternator tiga fase dan hubungan antara tegangan fase dan tegangan garis.

Diunggah oleh

6rfc6wgkf4
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan22 halaman

Prinsip Kerja Generator AC dan Komponennya

Dokumen ini membahas tentang generator AC, termasuk prinsip kerja, komponen, dan cara menentukan arah arus listrik menggunakan aturan tangan Fleming. Arus listrik AC bersifat bolak-balik dan menghasilkan gelombang sinusoidal, dengan frekuensi yang bergantung pada kecepatan rotor dan jumlah kutub magnet. Selain itu, dijelaskan juga tentang skema sambungan bintang pada alternator tiga fase dan hubungan antara tegangan fase dan tegangan garis.

Diunggah oleh

6rfc6wgkf4
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GENERATOR AC

EFFENDI ADI SAPUTR0 [Link], [Link] .E


A. USES FLEMING'S HAND RULES TO DETERMINE
THE DIRECTIONS OF MAGNETIC FIELD, MOTION
AND CURRENT (Menggunakan aturan tangan fleming
untuk menentukan arah gerak arus medan magnet}
Memahami hukum Faraday, kita tidak dapat lepas
dengan kaidah tangan kanan yang diperkenalkan oleh
John Ambrose Fleming. Kaidah tangan kanan fleming
adalah sebuah metode mneumonik untuk memudahkan
kita menentukan arah vektor dari ketiga komponen
hukum Faraday, yakni arah gaya gerak kumparan
kawat, arah medan magnet, serta arah arus listrik. Jika
Anda menirukan posisi jari tangan kanan Anda seperti
pada gambar di samping, maka ibu jari akan
menunjukkan arah gaya (torsi), jari telunjuk
menunjukkan arah medan magnet, dan jari tengah

menunjukkan arah arus listrik.


Arus listrik AC (Alternating Current) merupakan arus listrik yang arahnya bolak-balik
pada sebuah rangkaian listrik. Jika pada rangkaian listrik DC arus listrik mengalir dari
kutub positif ke kutub negatif, lain halnya dengan rangkaian listrik AC dimana arus
listrik bergerak secara periodik berbolak-balik arah dari kutub satu ke yang lainnya
Berbolak-baliknya arah arus listrik AC menghasilkan nilai arus yang secara
periodik akan bernilai positif dan negatif. Jika digambarkan pada sebuah
grafik, maka nilai arus listrik AC akan membentuk gelombang sinusoidal
yang memiliki nilai frekuensi tertentu

Diagram Arus Listrik Bolak-Balik (AC)


Bentuk arus listrik AC yang sedemikian rupa berkaitan dengan
generator listrik yang membangkitkannya. Generator listrik AC
memiliki prinsip kerja yang serupa dengan generator DC yakni
menggunakan prinsip elektromagnetik (baca artikel Prinsip
Kerja Generator DC berikut), hanya saja ada satu komponen
yang membuat arus listrik yang terbangkitkan berupa arus
bolak-balik
AC menggunakan slip ring dengan bentuk lingkaran penuh yang berbeda dengan slip ring pada
generator DC yang berupa cincin belah. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan komponen-
komponen utama generator listrik AC berikut ini.

Komponen-Komponen Generator Listrik AC


Pada skema komponen-komponen generator AC di samping,
rotor generator diskemakan dengan sebuah kawat angker
penghantar listrik (armature) yang membentuk persegi
panjang. Masing-masing ujung kawat angker terhubung
dengan cincin logam yang biasa kita kenal dengan
sebutan slip ring. Slip ring ini termasuk bagian dari rotor,
sehingga ia ikut berputar dengan rotor. Komponen slip
ring inilah yang membedakan antara generator AC dengan
DC. Jika pada generator DC digunakan cincin belah sebagai
penyearah arus, pada generator AC slip ring berbentuk
lingkaran penuh dan terhubung dengan masing-masing
ujung armature.
Untuk sisi stator generator tersusun atas dua magnet dengan kutub berbeda yang saling berhadapan.
Pada bagian yang kontak langsung dengan slip ring, stator dilengkapi dengan sikat karbon yang
berfungsi untuk menghubungkan arus listrik yang dibangkitkan pada kawat angker ke rangkaian listrik
di luar generator

Skema prinsip kerja generator AC


Gambar di samping adalah skema sederhana proses kerja generator
AC. Kawat angker ABCD dapat berputar terhadap sumbu a-b, dan
berada di tengah-tengah medan magnet N-S. Kawat angker sedang
dalam kondisi diputar oleh sumber dari luar, dengan arah yang
berlawanan arah putaran jarum jam sesuai pada gambar. Putaran ini
memberikan gaya torsi dengan arah yang selalu tegak lurus dengan
kawat angker.

Perhatikan bagian kawat angker sisi C-D pada gambar sebelah kiri.
Kawat tersebut bergerak ke atas (keluar bidang gambar) sesuai
dengan torsi arah putaran gaya luar. Gerakan kawat angker ini
memotong garis gaya magnet sehingga akan timbul gaya gerak listrik
di kawat angker tersebut.
Gelombang Sinusoidal Arus AC

Gambar sebelah kiri adalah ilustrasi penampang generator AC dengan berbagai


posisi kawat angker rotor. Sedangkan gambar yang sisi kanan adalah grafik
sinusoidal arus listrik AC dengan sumbu Xadalah waktu, dan sumbu Y adalah
nilai arus listrik.
Grafik arus listrik AC disebut dengan grafik sinusoidal karena nilai
arus listrik sesuai dengan prinsip trigonometri fungsi sinus (x(t) =
[Link]θ).
Frekuensi Listrik AC
Frekuensi menjadi salah satu karakter arus listrik AC, tentu saja hal ini
dikarenakan bentuk grafik arus listrik yang berupa gelombang sinusoidal.
Frekuensi adalah jumlah gelombang yang terjadi di setiap satu detik, dengan
satuan frekuensi yaitu Hertz. Pada gambar di atas satu gelombang voltase listrik
AC dihasilkan oleh satu putaran penuh kawat angker rotor lilitan single, di dalam
medan magnet kutub utara-selatan. Putaran rotor yang konstan akan menghasilkan
frekuensi listrik AC

nilai frekuensi listrik AC juga berbanding lurus dengan jumlah


pasangan kutub magnet ( ƒ ∝ P ), dimana P = jumlah pasangan
kutub magnet stator generator.
Dengan ini dapat kita simpulkan bahwa nilai frekuensi listrik AC
sebuah generator AC dapat kita hitung menggunakan rumus
sederhana berikut :
f = N x P dengan f= gelombang / menit

atau f = N x P Hz
60

Dimana N adalah kecepatan rotor dalam rpm, P adalah jumlah pasang kutub magnet

rotor, sedangkan 60 adalah konversi ke detik.

B. SKETCHES A GRAPH SHOWING THE VARIATION OF E.M.F. WHEN A


SIMPLE LOOP GENERATOR COIL IS ROTATED BETWEEN TWO
POLES ( seketsa grafik yang menunjukan variasi E.M.F ketika kumparan
generator loop sederhana diputar antara kutub )

Sebuah Generator listrik adalah sebuah alat yang menghasilkan Angkatan Electromotive
(e.m.f.) dengan mengubah jumlah Magnetic Flux Lines (Garis Force), Φ, melewati
sebuah kawat Coil.
Gambar di atas adalah salah satu jenis Generator. Ketika Coil diputar
antara Polandia dari Magnet dengan cranking pegangan, AC Voltage
Waveform dihasilkan
prinsip pengoperasian Generator yang didasarkan pada elektromagnetik
Induksi, yang didefinisikan oleh Hukum Faraday, yang menyatakan:

The Electromotive Force, Eemf, diinduksi dalam Coil sebanding dengan


jumlah putaran, N, di Coil dan Rate of Change, dΦ / dt, dari jumlah
Magnetic Flux Lines, Φ, melewati permukaan (A) tertutup oleh Coil.
Dalam Generator, Coil adalah di bawah Medan Magnet Stationary. The Flux Density
Magnetic, B, adalah konstan dan Φ = B x Aeff, sehingga Φ sebanding dengan area
Efektif, Aeff, dari Loop. Sebagai Loop berputar di sudut yang berbeda, ada perubahan
di Aeff yang ditunjukkan pada Gambar

Gambar 2: Lokasi Efektif dari kawat loop di Berbagai


Rotasi Angles
Rate of Change of Φ, dΦ / dt, adalah yang terbesar di poin nol dari gelombang dan
adalah yang terkecil di puncak gelombang, oleh karena itu Terimbas Eemf adalah
maksimum pada nol poin dan minimum di puncak, Gambar 3 . The Terimbas Eemf
output dengan Generator merupakan Voltage AC dan yang gelombang ditunjukkan pada
Gambar 4.
C . DESCRIBES IN SIMPLE TERMS AN A.C. GENERATOR WITH
THREE-PHASE WINDINGS, STATING THE PHASE DIFFERENCE (
Menjelaskan secara sederhana sebuah generator AC dengan lilitan 3 phase yang
menyatakan beda phase )

ada tiga macam bentuk kumparan

Dasar gulung dinamo 3 phase

ada tiga macam bentuk kumparan


ada tiga macam bentuk kumparan

1. Kumparan Gelung.
2. Kumparan sisir
3. Kumparan gelombang
D . SKETCHES A SCHEMATIC ARRANGEMENT OF A
THREE-PHASE ALTERNATOR WITH STAR
CONNECTION ( Seketsa susunan skema alternator tiga
fase dengan sambungan bintang )
Pada hubungan bintang (Y, wye), ujung-ujung tiap fase dihubungkan menjadi satu
dan menjadi titik netral atau titik bintang. Tegangan antara dua terminal dari tiga
terminal a – b – c mempunyai besar magnitude dan beda fasa yang berbeda dengan
tegangan tiap terminal terhadapa titik netral. Tegangan Va, Vb dan Vc disebut
tegangan “fase” atau Vf.
Dengan adanya saluran / titik netral maka besaran tegangan fase
dihitung terhadap saluran / titik netralnya, juga membentuk sistem
tegangan 3 phase yang seimbang dengan magnitudenya (akar 3 dikali
Gambar Hubungan Bintang (Y, wye)
magnitude dari tegangan phase).
Vline = akar 3 Vphase = 1,73Vphase

Sedangkan untuk arus yang mengalir pada


semua phase mempunyai nilai yang sama,
ILine = Iphase
Ia = Ib = Ic
Thanks
See u soon

Anda mungkin juga menyukai