Analisis Produktivitas Alat Tambang BK
Analisis Produktivitas Alat Tambang BK
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan Undang - Undang Republik Indonesia No.3 Tahun 2020 Tentang
Perubahan Atas Undang - Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral
Dan Batubara Pasal 1 Ayat 6 mengatakan bahwa usaha pertambangan adalah kegiatan
dalam rangka pengusahaan mineral dan batubara yang meliputi tahapan kegiatan
penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan
dan/atau pemurnian atau pengembangan, dan/atau pemanfaatan, pengangkutan dan
penjualan serta pascatambang. [1]
Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang cukup banyak
memiliki potensi batuan mineral yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi ekonomis.
batuan yang ditambang dapat juga dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan
sarana prasarana lain yang menunjang lancarnya sebuah kegiatan penambnagan dan
masyarakat. [1]
PT Bumi Kejayan (BK) merupakan salah satu perusaahaan penambangan yang
sedang beroperasi di Dusun Dampol, Desa Benerwojo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten
Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. PT Bumi Kejayan (BK) juga merupakan perusahaan
afiliasi dari Gama Group yang juga bergerak dibidang logistik dan transportasi sejak tahun
1996. Bahan galian yang ditambang berupa batuan Andesit yang menggunakan metode
penambangan quarry dengan luas area mencapai 42,54 Ha. [2]
Dalam kegiatan penambangan pada PT. Bumi Kejayan (BK) meggunakan
beberapa alat-alat mekanis untuk menunjang kegiatan produksi dalam setiap harinya.
Dalam kegiatan pembongkaran atau penggalian digunakan alat Excavator Jenis Hitachi
ZX350LC-5B guna untuk mengambil bahan material, dan untuk proses pengangkutannya
menggunakan alat angkut Dump Truck Jenis Hino FM 260 JD kemudian diangkut dari
lokasi penambangan menuju area Stock Pile. [2]
Dengan metode tambang terbuka hal yang tidak bisa dihindari adalah ketika bahan
galian secara langsung bersentuhan dengan udara luar sehingga akan menimbulkan
beberapa masalah yang menghambat produktivitas alat gali muat dan alat angkut. Pertama
tentang tipe material dengan adanya pertimbangan kekerasan pada material jelas akan
menghambat proses penggalian Excavator sehingga akan berpotensi munculnya masalah
keterlambatan bagi dump truck yang sedang menunggu untuk loading material. Kedua
berkaitan dengan kondisi cuaca yang mengalami musim hujan. Hal tersebut akan
menghambat proses produktivitas karena berpengaruh pada jalan yang licin, longsor
ataupun antrian. Ketiga terkait ketidakserasian antara alat Excavator dan dump truck Juga
dapat menyebabkan lambatnya produksi. Dalam Kegiatan penambangan perusahan
memiliki target produksi yang ingin dicapai. Tercapainya target produksi harus didukung
oleh beberapa faktor penting seperti memperhitungkan keserasian alat, waktu edar alat
serta waktu kerja efektif. Hal ini sangat berpengaruh pada seberapa besar dapat
mengetahui waktu kerja efektif dan produktivitasnya. Namun demikian kenyataan yang
terjadi ketika dilapangan bisa lain. Banyak kendala yang mungkin timbul yang dapat
menyebabkan tidak serasinya alat muat dan alat angkut tersebut, sehingga waktu kerja
tidak efektif dan tidak produktif. Ini sebabkan oleh berbagai faktor yang tidak
diperhitungkan yang menjadi hambatan dilapangan. Oleh karena itu, keserasian alat muat
dan alat angkut ini dibahas cara kerja dan kemampuan kerja masing masing alat tersebut
serta hambatan-hambatan yang ditimbulkan dilapangan. Demikian juga dalam
penggunaan alat mekanis perlu dilakukan perhitungan secara cermat akan kebutuhan alat
mekanis yang akan digunakan dalam proses penambangan tersebut, sehingga kemampuan
alat dapat digunakan secara optimal serta mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi.
Namun masih rendahnya kemampuan produksi alat mekanis saat ini yang disebabkan
karena berkurangnya keefektifan waktu kerja dari alat mekanis. Kerusakan alat mekanis
menyita waktu produktivitas sehingga efesiensi kerja alat muat maupun alat angkut
menjadi menurun. maka perlu adanya pengkajian tentang keserasian dan kebutuhan dari
alat gali muat dan alat angkut karena ada kaitannya dengan target produksi yang harus
dicapai oleh perusahan. Hal ini dikarenakan berdasarkan kenyataan yang ada masih sering
terjadi ketidakserasian kerja alat muat dan alat angkut. [3]
Maka dari itu penulis mengambil judul “Analisis Produktivitas Alat Gali Muat
Dan Alat Angkut Pada Area Kegiatan Pengupasan Overburden di PT. Bumi Kejayan
Dusun Dampol, Bener Timur, Benerwojo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan,
Provinsi Jawa Timur”. [4]
B. Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dari judul penelitian di atas adalah sebagai berikut :
1. Berapakah waktu siklus (cycle time) alat Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B
dan Dump Truck Jenis Hino FM 260 JD pada kegiatan pengupasan overburden di
PT. Bumi Kejayan?
2. Bagaimana Produktivitas alat Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B dan Dump
Truck Jenis Hino FM 260 JD pada kegiatan pengupasan overburden di PT. Bumi
Kejayan?
3. Seberapa serasinya alat Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B dan Dump Truck
Jenis Hino FM 260 JD pada kegiatan pengupasan overburden di PT. Bumi
Kejayan?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dari rumusan masalah di atas, yaitu adalah sebagai berikut :
1. Menganalisis waktu siklus (cycle time) Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B dan
Dump Truck Jenis Hino FM 260 JD pada kegiatan pengupasan overburden di PT.
Bumi Kejayan.
2. Mengetahui Produktivitas alat Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B dan Dump
Truck Jenis Hino FM 260 JD pada kegiatan pengupasan overburden di PT. Bumi
Kejayan.
3. Menghitung nilai faktor keserasian alat Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B dan
Dump Truck Jenis Hino FM 260 JD pada kegiatan pengupasan overburden di PT.
Bumi Kejayan.
D. Batasan Masalah
Yang menjadi batasan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025.
2. Penelitian ini dilakukan di PT. Bumi Kejayan (BK).
3. Peneltian ini difokuskan pada area kegiatan pengupasan overburden.
4. Penelitian ini difokuskan pada cycle time alat gali-muat dan alat angkut
5. Penelitian ini difokuskan pada produktivitas alat gali-muat dan alat angkut.
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini yang perlu diketahui adalah sebagai berikut :
1. Bagi perusahan, dengan adanya manfaat penelitian ini perusahan dapat
mengetahui faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi nilai produktivitas dari
kedua alat tersebut sehingga tidak mencapai target yang optimal.
2. Bagi Akademis, Melalui kegiatan ini akademis dapat memanfaatkan sebagai
referensi atau bahan untuk membahas ide serta refleksi. Sedangkan Bagi
mahasiswa, untuk mendapat pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu yang
dikuasai.
3. Bagi Masyarakat, dengan adanya penelitian ini masyarakat dapat mengetahui
dampak dan manfaat dari kegiatan panggalian overburden. Sehingga masyarakat
tidak salah menilai pada kegiatan penggalian tanah penutup (OB).
BAB II
TINJAUAN UMUM
A. Profil Perusahan
1. Gambaran Umum PT. Bumi Kejayan (BK)
Kabupaten pasuruan Jawa Timur merupakan daerah yang cukup banyak memiliki potensi
batuan mineral yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi ekonomis. Batuan yang
ditambang dapat juga dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasana
lain yang menunjang lancarnya sebuah kegiatan penambangan dan masyarakat. Dengan
jumlah lokasi yang cukup luas dan termasuk dalam tingkat kualitas yang memadai mineral
yang ekonomis akan ditambang dan akan diproduksi menjadi batu belah, batu split, abu
bata dan lainnya. [1]
PT. Bumi Kejayan (BK) adalah salah satu perusahan yang bergerak dibidang
Pertambangan di Kabupaten Pasuruan. Komoditas pertambangan adalah galian C,
khususnya Batu Andesit. Ijin Usaha Pertambangan terbit pada Tahun 2011 dan tetap
berjalan hingga saat ini. Luasan dari lahan yang ditambang hingga saat ini mencapai 42,54
Ha yang telah dalam Wilayah Ijin Usaha Pertambangan. Metode pertambangan yang
digunakan adalah sistem penambangan terbuka (quarry). [2]
PT. Bumi Kejayan (BK) juga merupakan perusahaan afiliasi dari Gama Group
yang juga bergerak dibidang logistik dan transportasi sejak tahun 1996. PT. Bumi Kejayan
didirikan sejak tahun 2011 dengan aktivitas pertambangan batu Andesit yang selanjutnya
diproduksi menjadi batu split yang pemasarannya untuk daerah pasuruan dan sekitarnya.
Di tahun 2015 ini telah diadakan penambahan mesin Stone Crusher dengan kapasitas 2
kali lipat dari yang sudah ada sehingga di tahun 2016 yang akan datang, akan mampu
memproduksi batu split sebesar 60 ribu sampai dengan 70 ribu ton perbulan. Dengan
didukung infrastruktur dan sumber daya yang memadai, dan sumber daya manusia yang
mumpuni serta alat Mekanis yang standar. [2]
PT. Bumi Kejayan (BK) kantornya beralamat di Jalan Bader no.01 RT 09 RW 03
Kalirejo, Bandil Pasuruan dengan NPWP [Link]-624.000 yang menggunakan
sistem quarry baik yang terletak di desa Benerwojo dan Banyuwangi. Dalam proses
produksi adapun perusahaan yang berkerjasama sebagai kostumer diantaranya PT. Beton
Indograha, PT. Brantas Abipraya, CV. Dinoyo Beton, CV. Duta Beton, PT. Focon
Indonesia, PT. Granting Jaya, PT. Hakaaston, PT. Landas Putra Cahya Perdana, PT.
Merak Jaya Pratama, PT. Jayamix, PT. Semen Indogreen Sentosa, PT. Surya Marha
Utama dan PT. Waskita Karya. [2]
2. Identitas Perusahan
Sebagai pemegang izin IUP OP produksi yang telah diberikan hak untuk melakukan
kegiatan pengolahan, pengusahan, mengelolah, dan menjual bahan galian tersebut wajib
bertanggungjawab. Adapun pihak yang bertanggungjawab dalam kegiatan tersebut, maka
dari bisa dapat dilihat pada table 2.1 berikut ini.
Tabel 2.1
Identitas Perusahan PT. Bumi Kejayan (BK)
1. Nama Perusahan PT. Bumi Kejayan (BK)
2. Alamat Perusahan Desa Benerwojo, Kecamatan Kejayan,
Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
3. Telpon 085785851009
4. NPWP Perusahan [Link]-624.000
5. Direktur Drs. M. Amin Thohari
6. NIK [Link].0002
7. Lokasi Tambang Desa Benerwojo, Kecamatan Kejayan,
Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
8. Luas IUP 42,54 Ha
9. Afiliasi Gama Group
(Sumber : PT. Bumi Kejayan, 2025)
2. Geomorfologi Regional
Berdasarkan fisiografi daerah pemetaan pada wilayah Dusun Dampol, Bener Timur,
Benerwojo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur termasuk
pada peta geologi lembar malang yang berada dalam bagian lajur gunungapi bagian
tengah / gunungapi kuarter. Lajur Gunung api kuarter terdiri atas pegunungan dan kerucut
gunungapi antara lain [Link], [Link], [Link]-Welirang, Gunung
Penanggungan, dan Pegunungan Tengger Semeru. Morfologi pada lembar malang terbagi
menjadi 5 satuan, yaitu :
1. Kerucut Gunungapi
Kerucut gunungapi menempati bagian tenggara dan barat lembar Malang,
dicirikan oleh bentuk kerucut strato gunungapi. Pola aliran sungai memancar
dengan bentuk lembah V sempit.
2. Pegunungan
Pegunungan menempati daerah bagian timur juga tenggara serta barat dan barat
laut berdasarkan pada lembar yang ditunjukan dengan ciri strato yang tingginya
600 - 2000mdpl. Puncaknya antara lain Gunung Kukusan (1639 m), Gunung
Papak (1459 m), Gunung Butak (1207 m), Gunung Penanggungan (1653 m),
Gunung Kutugan (1694 m), Gunung Wedon (662 m), Gunung Tunggangan (1208
m), Gunung Pusungsoruk (1564 m), Gunung Pulosari (1450 m). Pola aliran sungai
dendritik, memancar, dan bersifat permanen hingga temporal.
3. Perbukitan
Perbukitan sebagaian bergelombang dan merupakan deretan bukit, punggungan,
atau pematang. Satuan ini menempati pada bagian utara lembar malang. Susunan
batuan pada satuan ini ditempati oleh batuan Klastika, Epiklastika, dan
Piroklastika.
4. Dataran Pasir
Dataran pasir menempati dasar Kawah Tengger yang terbentuk seperti tapal
kudadan mengelilingi kelompok Gunung Bromo.
5. Dataran Rendah
Dataran rendah menempati daerah bagian utara lembar malang dan di sekitar
pantai utara. Dataran ini berketinggian antara 0 hingga 25 meter di atas muka laut,
dan di tempati oleh endapan Aluvium yang luas. Sungainya memiliki pola aliran
semi sejajar, teranyam, berkelok putus, dan cakar ayam. Sungainya bersifat
temporal hingga permanen.
E. Stratigrafi Regional
Pada lembar malang terdapat batuan Klastika, Epiklastika, Piroklastika, dan Aluvium.
Stratigrafi regional pada lembar malang terbagi menjadi dua lajur yakni Lajur Kendeng
dan Lajur Solo-Gunungapi Kuarter.
1. Lajur Kendeng
Pada Lajur Kendeng tersingkap Formasi Kabuh, Formasi Jombang, dan Formasi
Aluvium.
2. Formasi Kabuh
Formasi Kabuh diperkirakan berumur awal-plistosen tengah, yaitu merupakan
sedimen Epiklastika bersisipan konglomerat dan berfosil foram. Formasi ini
terendapkan pada lingkungan laut hingga darat.
3. Formasi Jombang
Formasi Jombang diperkirakan berumur plistosen tengah, juga merupakan
sedimen Epiklastika dengan sisipan Batu Gamping.
4. Lajur Solo-Gunung Api Kuarter
Lajur Solo-Gunung Api Kuarter adalah salah satu stratigrafi gunung api yang di
kelompokkan berdasarkan urutan kejadian, jenis batuan, dan sumbernya.
5. Batuan Gunungapi Kuarter Bawah
Batuan Gunungapi Kuarter Bawah terdiri atas batuan Gunungapi Gendis, batuan
Gunungapi Jembangan, dan batuan Gunung api Anjasmara muda. Batuan-batuan
tersebut merupakan endapan Piroklastika bersusunan andesit piroksen dan basal
olive, diperkirakan berumur plistosen tengah.
6. Formasi Welang
Formasi Welang diduga berumur plistosen akhir, tersusun atas bahan-bahan
batuan Gunungapi Kuarter Bawah yang diendapkan pada lingkungan darat dan
tersebar secara terpencar.
7. Tuff Malang
Tuff Malang adalah endapan dari batuan Epiklastika dari batuan Gunungapi
Kuarter. Hal ini merupakan runtuhan dari berbagai Tuff. Umur pada Tuff Malang
diperkirakan Plistosen hingga Holosen.
8. Endapan Teras
Endapan Teras merupakan endapan Klastika yang bahannya berasal dari batuan
Gunungapi yang lebih tua, umumnya terendapkan pada lembah sungai, umurnya
diperkirakan Holosen hingga Resen dengan sebaran yang tidak luas.
9. Aluvium
Aluvium merupakan endapan sungai dan endapan pantai, tersebar luas
disepanjang daerah aliran sungai dan dataran pantai dengan umur Resen.
Tabel 2.2
Data Curah Hujan Kab. Pasuruan
Data Curah Hujan
Bulan 2019 2020 2021 2022 2023
Januari 534 529,6 419,2 748 23,5
Februari 789,5 611,7 878,6 681,9 14
Maret 561,6 530,7 592,9 685,5 18,7
April 120,6 763,3 389,2 222,3 15,5
Mei 48 132,5 434,7 154,7 12,4
Juni 53,5 0 15,9 285,0 4,4
Juli 5,5 7,6 0 119,8 1
Agustus 0 6,6 72,7 100,0 3
September 56,5 1 0 44,4 1,3
Oktober 30,2 6 238,6 182,4 14,1
November 275 114,4 274,2 442,8 16,6
Desembe 302 363,2 634,2 366,1 14,1
Max 789,5 763,3 878,6 748 23,5
Min 0 0 0 44,4 1
Rata-Rata 231,4 255,6 419,2 364,8 11,6
(Sumber : Badan Statistik Pasuruan)
I. Kegiatan Penambangan PT. Bumi Kejayan (BK)
Pada tahap penambangan hal ini yang menjadi tahap dimana batauan andesit dilakukan
penggalian dan pemuatan. Penambangan pada tipe tambang terbuka dengan metode
quarry dilakukan dengan penggalian terhadap topsoil, kemudian dibantu oleh breaker
untuk menghancurkan batuan Andesit. Kegiatan penambangan ini tidak menggunakan
metode peledakan untuk pembongkaran dikarenakan dekat dengan pemukiman warga.
Penambangan yang akan dilakukan selanjutnya akan dilakukan pada area seluas 42,54
Ha. Area tersebut masih belum terbuka dan masih memiliki cadangan yang banyak.
penambangan ini akan digali menggunakan excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B untuk
muat ke dumptruck Hino FM 260 JD.
3. Kemiringan Jalan
Kemiringan jalan angkut (grade) merupakan suatu faktor penting yang harus
diamati secara detail dalam kegiatan kajian terhadap kondisi jalan tambang. Hal
ini dikarenakan kemiringan jalan angkut berhubungan langsung dengan
kemampuan alat angkut, baik dalam pengereman maupun dalam mengatasi
tanjakan.
(Sumber: [Link])
Gambar 3.1
Kemiringan Jalan Tambang
4. Kemampuan Operator
Kemampuan operator sangat berpengaruh terhadap waktu yang akan digunakan.
Bagi operator yang sudah berpengalaman akan dapat memperkecil waktu yang
diperlukan dalam penggunaan alat muat maupun alat angkut.
5. Pengaruh Cuaca
Dalam cuaca panas dan berdebu akan mengurangi jarak pandang operator, tapi hal
tersebut dapat diatasi dengan penyiraman jalan. Sedangkan apabila hujan semua
kegiatan di lapangan akan di hentikan karna jalan yang licin.
6. Kondisi Alat
Kodisi alat-alat mekanis baik untuk pemuatan maupun pengangkutan
mempengaruhi waktu edarnya. Waktu daur alat muat yang baru tentunya akan
lebih kecil dibandingkan dengan waktu daur alat muat yang telah lama digunakan.
7. Pemuatan (Loading)
Pemuatan merupakan proses penumpahan material oleh alat muat kedalam bak
alat angkut sesuai dengan kedudukan alat muat terhadap material dan alat angkut,
dengan memposisikan alat muat berada lebih tinggi atau kedudukan alat muat dan
alat angkut sama tinggi. Untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan sasaran
produksi maka pola pemuatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
waktu edar alat. Pola pemuatan yang digunakan tergantung pada kondisi lapangan,
operasi pengupasan serta alat mekanis yang digunakan dengan asumsi bahwa
setiap alat angkut yang datang, mangkuk (bucket) alat gali-muat sudah terisi penuh
dan siap ditumpahkan. Setelah alat angkut terisi penuh segera keluar dan
dilanjutkan dengan alat angkut lainnya sehingga tidak terjadi waktu tunggu pada
alat angkut maupun alat gali-muatnya (Setyawan, 2019).
• Top Loading
Kedudukan alat muat lebih tinggi dari alat angkut atau alat muat berada
di atas tumpukan material. Cara ini hanya digunakan pada alat muat
back hoe. Selain itu operator lebih leluasa untuk melihat bak alat
angkut dan menempatkan material. Dari gambar 3.1 terlihat bahwa
posisi excavator lebih tinggi dari pada posisi dump truck. Bucket
excavator tepat berada di atas vessel dump truck. Hal ini akan
memudahkan pengisian yang dilakukan dan excavator akan memiliki
waktu edar yang lebih singkat.
• Bottom Loading
Pola pemuatan dimana alat gali – muat dan alat angkut terletak pada
satu ketinggian yang sama. Cara ini idealnya dipakai pada alat muat
power shovel. Pada gambar 3.1 dapat dilihat bahwa pola pemuatan
dilakukan dengan pola pemuatan bottom loading. Pola pemuatan ini
akan membuat waktu ayun isi dari alat muat lebih lama, karena sudut
putarannya lebih besar. Hal ini akan menyebabkan waktu edar alat
akan lebih lama dan membuat nilai produktivitas lebih rendah.
G. Effesiensi
Efisiensi kerja merupakan elemen produksi yang harus diperhitungkan dalam upaya
mendapatkan nilai produktivitas alat persatuan waktu yang akurat. Efisiensi kerja
merupakan perbandingan antara waktu kerja efektif dengan waktu produktif dalam suatu
shift. Sebagian besar efisiensi kerja diarahkan pada operator yaitu orang yang
menjalankan atau mengoperasikan unit alat. Walaupun demikian apabila ternyata
efisiensi kerja rendah belum tentu disebabkan oleh kemalasan operator yang
bersangkutan, tetapi juga faktor-faktor lain yang tidak dapat dihindari seperti cuaca,
kerusakan mendadak, dan kondisi fisik peralatan. Untuk menghitung besarnya efisiensi
kerja dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Waktu Efektif
𝑅𝑢𝑚𝑢𝑠 ∶ 𝐸𝑓𝑒𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎 = × 100%. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (3.5)
Total Waktu Kerja
• Produksi Perhari
P = Produksi perjam × waktu tersedia × jumlah alat.....................(3.9)
• Produksi Perbulan
P = Produksi perhari × 30 hari.......................................................(3.10)
2. Kemampuan Produksi Alat Angkut (Dump Truck)
etelah pekerjaan pemuatan selesai maka pekerjaan selanjutnya adalah
pengangkutan material dari loading point ke dumping point. Pada kegiatan
pengangkutan material tanah penutup ini digunakan alat angkut dump truck.
Pada saat pengisian material keatas truck akan bevariasi sehingga volume
yang diangkut akan bervariasi. Untuk mengetahui kemampuan produksi dapat
dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini.
• Produksi Perjam
𝑛(𝐸𝐹𝐹×𝐾𝐵×𝑆𝐹×𝐹𝐹×60 𝑀𝑒𝑛𝑖𝑡/𝐽𝑎𝑚
𝑅𝑢𝑚𝑢𝑠 ∶ 𝑃 = ................................(3.11)
𝐶𝑇𝑎
Dimana :
P = Produksi alat angkut (ton/jam)
N = Jumlah pengisian
EFF = Efisiensi Kerja (%)
KB = Kapasitas Bucket (m3)
SF = Swell Factor
FF = Fill factor/faktor pengisian (%)
CTa = Cycle time (menit)
• Produksi Perhari
P = Produksi perjam × waktu tersedia × jumlah alat….....…..(3.12)
• Produksi Perbulan
P = Produksi perhari × 30 hari….............................................(3.13)
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Metode penilitian tugas akhir ini kuantitatif dan kualitatif, penulis susun berdasarkan data
primer yang diamati secara langsung dilapangan pada saat kegiatan penelitian dan data
sekunder yang telah tersedia dari perusahan dan dari instansi lain. Data-data yang
diperoleh menggunakan rumus-rumus berdasarkan teori yang berkaitan dengan judul
penelitian. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dapat menghitung produktivitas
alat gali muat dan alat angkut pada PT. Bumi Kejayan (BK).
C. Pengumpulan Data
Data yang diambil harus benar, akurat, dan lengkap serta relevan dengan permasalahan
yang ada. Data diambil seperti berikut :
1. Data Primer
Data primer merupakan data hasil pengamatan yang diamati langsung di lapangan.
Secara umum data yang dikumpulkan dengan cara bertanya langsung kepada para
karyawan perusahaan tentang kondisi lapangan, pencatatan data yang langsung
diamati dan pengambilan foto kondisi lapangan. Beberapa data primer yang
diambil yaitu:
• Cycle time alat muat dan alat angkut
• Efesiensi Kerja Alat
• Produktivitas alat muat dan angkut
• Dokumentasi dilapangan
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai
literatur yang ada dan meminta langsung data pendukung ke perusahaan. Beberapa
data sekunder yang didapatkan yaitu:
• Jam Kerja
• Spesifikasi Alat
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan
data penelitian. Alat bantu pada penelitian ini adalah sebagai betikut :
• Stopwatch, Untuk melakukan perhitungan waktu siklus alat.
• Alat Tulis (Buku dan pulpen), Untuk mencatat waktu siklus alat.
• Alat Safety yaitu helm proyek, masker, dan kacamata pengaman, untuk menjaga
keselamatan saat penelitian dilapangan.
Tabel 5.1
Jenis Alat Mekanis PT. Bumi Kejayan
No. Jenis Alat Mekanis Kapasitas Jumlah Alat Lingkup Kerja
Bucket / Vessel
1. Excavator Jenis 2,1 m3 5 Loading OB
Hitachi ZX350LC-5B
2. Dump Truck 13 m3 1 Hauling OB
Hino 260 JD
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dalam kegiatan Pengupasan overburden,
yaitu sebagai berikut :
1. Kondisi Tempat Kerja
Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, Tempat kerja cukup luas sehingga
ada ruang gerak bagi alat angkut untuk melakukan berbagai pengambilan
posisi, seperti untuk berputar, mengambil posisi sebelum diisi muatan,
kemudian bagi alat muat juga ada ruang gerak untuk berputar agar melakukan
penumpahan material ke vessel dump truck. Pemuatan material hasil
pengupasan yang dilakukan oleh excavator menggunakan cara top loading dan
posisi pemuatan paralle cut with and back dengan single truck back up, yaitu
dilakukan dengan posisi alat angkut membelakangi alat muat untuk siap diisi
muatan.
4. Kemampuan Operator
Dari hasil pengamatan di lapangan, operator cukup professional dalam
melakukan kegiatan penambangan, Tetapi yang menjadi masalah bagi
operator yaitu kurangnya displikan dengan jam kerja, masih ada yang sering
datang terlambat, sehinggga hal ini sangat mempengaruhui produktivitas
kerja.
5. Pengaruh Cuaca
Dari hasil penelitian selama 1 bulan di PT. Bumi Kejayan kondisi cuaca sangat
baik. Yang menjadi masalah umum yaitu saat musim hujan pastinya akan
mengakibatkan jalan angkut tersebut menjadi licin dan akan berpotensi
menyebabkan tergelincirnya alat angkut.
6. Kondisi Alat
Dari hasil pengamatan di lapangan, kondisi alat muat dan alat angkut sangat
baik sehingga proses kegiatan pengupasan overburden dapat berjalan tanpa
ada kendala.
7. Pola Pemuatan
Berdasarkan pengamatan di lapangan dapat diketahui keadaan pada loading
point dimana keadaan loading point pada tiap harinya berbeda-beda hal ini
dikarenakan keadaan di lapangan yang multi seam sehingga lokasi loading
point dapat berpindah-pindah tiap harinya. Secara umum keadaan loading
point dapat dikatakan cukup baik dilihat dari permukaan dan lebarnya. Alat
yang digunakan pada loading point OB di Pit Tutupan High Wall adalah alat
gali- muat Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B dan Dump Truck Jenis Hino
FM 260 JD. Terdapat beberapa metode dalam pemuatan material ke dalam alat
angkut yang dilakukan oleh alat gali muat yaitu metode top loading dan bottom
loading. Pola pemuatan yang digunakan di lapangan berdasarkan alat gali-
muat yaitu menggunakan pola top loading dan bottom loading, dimana pada
pola top loading posisi alat gali-muat menempatkan dirinya saat pemuatan di
atas jenjang atau truck berada di bawah alat gali-muat. Sedangkan bottom
loading yaitu posisi alat gali-muat sama tinggi dengan alat angkut.
D. Swell Factor
Faktor pengembangan merupakan pengembangan suatu material setelah digali dari
tempatnya. Faktor pengembangan perlu diperhitungkan karena pada penggalian selalu
didasarkan pada bobot insitu, sedangkan material yang ditangani merupakan material
yang telah mengembang (loose). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada PT.
Bumi Kejayan perusahan menetapkan faktor pengembangan untuk material andesit
adalah sebesar 0.93. dapat dilihat pada lampiran F halaman 49.
Tabel 5.2
Hasil Waktu Edar Alat Muat Dan Alat Angkut
No. Kegiatan Jenis Alat Mekanis Waktu Rata- Rata
(menit)
1. Loading OB Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B 0,691
2. Hauling OB Dump Truck Jenis Hino FM 260 JD 33.51
G. Jam Kerja
Jam kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kegiatan penambangan
untuk mencapai target produktivitas, sebab pemanfaatan jam kerja yang efisien akan
menghasilkan waktu produktivitas yang maksimal. Kegiatan penambangan di PT. Bumi
Kejayan (BK) dalam sehari terdapat 1 shift jam kerja dengan waktu kerja 8 jam kerja
sehingga total waktu kerja dari hasil perhitungan yaitu 480 menit dalam 1 hari dan
terdapat 30 hari kerja dalam sebulan. Dapat dilihat pada tabel 5.4 dibawah ini.
Tabel 5.4
Pembagian Jam Kerja Harian
No. Kegiatan Waktu Total Waktu
(menit)
1. Persiapan dan Berangkat ke Pit 07.00 – 08.00 60
2. Kerja Produktif 1 08.00 – 12.00 240
3. Isirahat 12.00 – 13.00 60
4. Kerja Produktif 2 13.00 – 17.00 240
Rata - Rata Total Waktu Keseluruhan 600
Rata - Rata Total waktu kerja produktif 480
G. Effesiensi
Effesiensi kerja adalah perbandingan antara waktu yang dipakai untuk bekerja dengan
waktu total yang tersedia. Efisiensi kerja dapat digunakan untuk menilai baik tidaknya
pelaksanaan suatu pekerjaan. Hasil Perhitungan Effesiensi kerja alat gali-muat yaitu 73%,
Kemudian ditingkan menjadi 82%. sedangkan untuk alat angkut 79%, Kemudian
ditingkatkan menjadi 83%. dapat dilihat pada Tabel 5.5 dan 5.6 dibawah ini dan untuk
perhitungannya dapat dilihat pada lampiran C halaman 55 dan Lampiran D halaman 56.
1. Effesiensi Kerja Alat Gali-Muat (Excavator)
Tabel 5.5
Effesiensi Alat Gali-Muat
No Deskripsi Aktual Perbaikan
(menit) (menit)
1. Waktu Delay
Chek alat dan pemanasan alat 15 8
Pindah penempatan alat (relocate) 11 7
Mengisi Fuel 16 8
Rain dan Slippery 52 51
Total Waktu Delay (Wd) 94 74
2. Waktu standbay
Mulai pekerjaan, istrahat, akhir 30 9
kerja
Menunggu alat angkut 1 1
Total waktu Standby (S) 31 10
3. Waktu Repair
Perbaikan selama jam operasi - -
Total waktu repair (R) - -
Rata-Rata Waktu hambatan jam kerja 125 84
Rata-Rata Total waktu kerja (W) 480 480
Rata-Rata Waktu kerja efektif (We) 355 396
2. Effesiensi Kerja Alat Angkut (Dump Truck)
Tabel 5.6
Effesiensi Alat Angkut
No. Deskripsi Aktual Perbaikan
(menit) (menit)
1. Waktu Delay
Chek alat dan pemanasan alat 5 4
Pindah penempatan alat 4 3
Isi bahan bakar 15 14
Hujan dan licin 49 37
Total Waktu Delay (Wd) 73 58
2. Waktu standbay
Mulai pekerjaan, istrahat, akhir 25 20
kerja
Total waktu Standby (S) 25 20
3. Waktu Repair
Perbaikan selama jam operasi - -
Total waktu Repair (R) - -
G. Match Factor
Pada kegiatan penambangan, keserasian kerja antara alat gali - muat dan alat angkut perlu
diperhatikan saat kegiatan berlangsung. Dari hasil pengolahan data yang didapatkan di
lapangan nilai match factor 1,0 artinya alat gali - muat dan alat angkut dapat bekerja
dengan maksimal atau seimbang. Untuk perhitungannya dapat dilihat pada lampiran F
halaman 58.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. PT. Bumi Kejayan (BK) memiliki target produksi sebesar 181,25 ton/jam.
Berdasarkan hasil pengolahan data yang didapatkan dilapangan, Hasil
Produksi pada alat muat Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B yaitu sebesar
278,424 ton/jam sehingga dapat mencapai target produksi 181,25 ton/jam.
Sedangkan produksi pada alat angkut Dump Truck Jenis Hino 260 JD yaitu
sebesar 62,1297 ton/jam.
2. Dari hasil perhitungan Match Factor diperoleh keserasian kerja alat muat
Excavator Jenis Hitachi ZX350LC-5B dan alat angkut Jenis Hino FM 260 JD
yaitu sebesar 1,0 artinya alat muat dan alat angkut bekerja dengan maksimal
atau seimbang.
3. Dari hasil perhitungan Efesiensi kerja pada alat muat sebesar 73% kemudian
ditingkatkan menjadi 82%. Sedangkan Effesiensi alat angkut sebesar 79%
kemudian ditingkatkan menjadi 83%.
A. Saran
Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan maka peneliti dapat memberikan saran, yaitu
Sebaiknya meminimalisir waktu hambatan yang masih bisa di hindari, seperti waktu delay
pengisian bahan bakar pada alat yang dapat dilakukan pada saat diluar jam operasi kerja,
supaya tingkat effesiensi kerja alat lebih meingkat.
Firmansyah, S. (2020). Tinjauan Yuridis Pengelolaan Usaha Tambang Pasir
Beerdasarkan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun2020
Tentang Perubahan Atas Undang - Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang
Pertambangan Mineral Dan Batubara. Madani Legal Review, 4(2), 124-140.
Oemiati, N, Revisdah, R., Rahmawati (2020). Analisa Produktivitas Alat Gali Muat Dan
Angkut Pada Pengupasan Lapisan Tanah Penutup (0verburden). Bearing, Jurnal
Penilitian Dan Kajian Teknik Sipil, 6(3), 194-207.
Istiqamah, D. A., & Gusman, M. (2020). Kajian Teknis Optimasi Produksi Alat Gali Muat
dan Alat Angkut Pada Kegiatan Pengupasan Overburden Berdasarkan Efisiensi
Biaya Operasional Di Pit Barat PT. Allied Indo Coal Jaya Kota Sawahlunto. Bina
Tambang, 5(1), 61-73.
Bahar, H. (2016). Analisa Citra Satelit Penginderaan Jauh Landsat-8 Untuk Identifikasian
Kondisi Geologi Wilayah Vulkanik (Studi Kasus: Gunung Penanggungan, Jawa
Timur) (Doctoral Dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember).
Ahmad, F. H. (2022). Analisis Produktivitas, Biaya, Dan Waktu Penggunaan Alat Berat
Excavator Pada Lokasi Tambang Produksi Material Di Kecamatan kejayan Kab.
Lombok Utara (Doctoral Dissertation, Universitas_Muhammadiyah_Mataram)
Ilahi, R. R., Ibrahim, E., & Swardi, F. R. (2014). Kajian teknis produktivitas alat gali muat
(excavator) dan alat angkut (dump truck) pada pengupasan tanah penutup bulan
September 2013 di pit 3 Banko Barat PT. Bukit Asam (Persero) Tbk UPTE. Jurnal
Ilmu Teknik, 2(3).
COVER ..................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ..................................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................ xi
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 3
D. Batasan Masalah ............................................................................................. 3
E. Manfaat Penelitian .......................................................................................... 4
BAB II TINJAUAN UMUM.................................................................................... 5
A. Profil Perusahan ............................................................................................. 5
1. Gambaran Umum PT. Bumi Kejayan ...................................................... 5
2. Visi Misi PT. Bumi Kejayan .................................................................... 6
B. Lokasih Dan Kesampaian Daerah .................................................................. 6
1. Lokasi Penelitian ...................................................................................... 6
2. Kesampaian Daerah ................................................................................. 7
C. Topografi ........................................................................................................ 8
D. Keadaan Umum Lokasi Penelitian ................................................................. 9
1. Geologi Regional ..................................................................................... 9
2. Geomorfologi Regional ............................................................................ 9
E. Stratigrafi Regional ........................................................................................ 11
1. Lajur Kendang .......................................................................................... 11
2. Formasi Kabuh ......................................................................................... 11
3. Formasi Jombang ..................................................................................... 11
4. Lajur Solo-Gunungapi Kuarter................................................................. 11
5. Batuan Gunungapi Kuarter Bawah........................................................... 11
6. Formasi Welang ....................................................................................... 11
7. Tuff Malang.............................................................................................. 12
8. Endapan Teras .......................................................................................... 12
9. Aluvium ................................................................................................... 12
F. Struktur Geologi Regional ............................................................................. 12
1. Keadaan Geologi Lokal ............................................................................ 12
2. Stratigrafi Daerah Penelitian .................................................................... 13
G. Struktur Geologi Daerah Penelitian ............................................................... 14
H. Keadaan Iklim Dan Curah Hujan ................................................................... 14
1. Iklim ......................................................................................................... 14
2. Curah Hujan ............................................................................................. 15
I. Kegiatan Penambagan PT. Bumi Kejayan ..................................................... 16
J. Jenis-Jenis Alat Berat PT. Bumi Kejayan ....................................................... 16
1. Excavator Jenis Hitachi Zx350lc-5b ........................................................ 16
2. Dump Truck Jenis Hino Fm 260 Jd.......................................................... 17
K. Strategi Penambangan PT. Bumi Kejayan ..................................................... 17
BAB III DASAR TEORI ......................................................................................... 18
A. Analisis Tempat Kerja .................................................................................... 18
B. Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja ........................................... 18
1. Pemuatan (Loading) ................................................................................. 18
2. Keadaan Jalan Angkut .............................................................................. 20
3. Kemiringan Jalan...................................................................................... 20
C. Faktor Pengembangan Material ( Swell Factor) ............................................. 20
D. Bucket Fill Factor (Faktor Pengisian Baucket) .............................................. 20
E. Waktu Edar (Cycle Time) ............................................................................... 21
1. Waktu Edar Alat Gali-Muat...................................................................... 21
2. Waktu Edar Alat Angkut .......................................................................... 21
F. Efesiensi Kerja ............................................................................................... 22
G. Faktor Keserasian Kerja (Match Factor) ........................................................ 22
H. Kemampuan Produktivitas Alat Mekanis ....................................................... 23
7. 13 6.2 5.8 5 30