0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan19 halaman

Rencana Pembelajaran Harga Jual-Beli

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran mendalam untuk mata pelajaran Matematika di SMP Sinar Swasembada Hadakewa, berfokus pada konsep harga jual-beli. Pembelajaran ini mengintegrasikan pengalaman sehari-hari siswa dengan konteks transaksi nyata, serta melibatkan berbagai metode dan pendekatan untuk mencapai pemahaman yang mendalam. Tujuan akhir adalah agar siswa dapat menghitung dan menganalisis harga jual, beli, untung, dan rugi dalam situasi kontekstual.

Diunggah oleh

Yohanes Geba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan19 halaman

Rencana Pembelajaran Harga Jual-Beli

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran mendalam untuk mata pelajaran Matematika di SMP Sinar Swasembada Hadakewa, berfokus pada konsep harga jual-beli. Pembelajaran ini mengintegrasikan pengalaman sehari-hari siswa dengan konteks transaksi nyata, serta melibatkan berbagai metode dan pendekatan untuk mencapai pemahaman yang mendalam. Tujuan akhir adalah agar siswa dapat menghitung dan menganalisis harga jual, beli, untung, dan rugi dalam situasi kontekstual.

Diunggah oleh

Yohanes Geba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kurikulum Merdeka

Fransiska Rovita Ruing

RPM
RENCANA PEMBELAJARAN
MENDALAM

Sekolah : SMP Sinar Swasembada Hadakewa


mata pelajaran : Matematika
kelas/ semester : VII/II
Materi : Harga Jual-Beli
Alokasi waktu : 2 x 40 Menit
Tahun Ajaran : 2025/2026
Identitas peserta didik
komponen deskripsi

Murid di kelas VII telah banyak mengalami interaksi dengan dunia transaksi dan perdagangan di
lingkungan sekitar mereka. Pengalaman ini menjadi fondasi penting untuk memahami konsep harga jual
beli secara matematis:Konteks 1: Belanja di Pasar/WarungMurid sering menemani orang tua berbelanja di
pasar atau warung tradisional. Mereka melihat langsung proses tawar-menawar, pembayaran, dan
penghitungan uang kembalian. Mereka mendengar percakapan tentang "harga murah" atau "harga
mahal". Di kota/desa tertentu, mereka melihat adanya diskon atau potongan harga (misalnya, "Beli 2
dapat 1 gratis" atau "Diskon 20%")Konteks 2: Toko Online dan E-commerceBanyak murid atau keluarga
mereka melakukan belanja online. Mereka melihat sistem harga, ada harga original, ada harga promo, ada
diskon bertingkat, ada ongkos kirim. Ini memberikan pengalaman tentang variasi harga dalam transaksi
modernKonteks 3: Pengalaman Berjualan PribadiBeberapa murid mungkin pernah menjual sesuatu
latar belakang (makanan ringan, mainan bekas, hasil kerajinan) kepada teman atau keluarga. Mereka berpikir tentang
berapa harga yang harus diminta agar mendapat keuntunganKonteks 4: Bisnis KeluargaDi lingkungan Bali
khususnya, banyak keluarga yang menjalankan usaha kecil (warung, toko kelontong, penjualan hasil
pertanian, souvenir turis, layanan jasa). Murid melihat orang tua atau keluarga berbicara tentang "harga
beli", "harga jual", "keuntungan", "kerugian"Konteks 5: Promosi dan IklanMurid sering melihat iklan
tentang harga barang di TV, media sosial, atau baliho. Mereka mendengar istilah seperti "hemat hingga
50%", "beli sekarang", "stok terbatas", dll. yang berkaitan dengan perubahan hargaPemahaman
InformalMurid sudah memiliki pemahaman kasar tentang "harga beli" (berapa penjual mengeluarkan
uang untuk membeli barang) dan "harga jual" (berapa pembeli harus membayar). Namun, pemahaman ini
masih informal dan belum sistematis secara matematis.

Sebelum mempelajari Harga Jual Beli, murid sudah memahami materi berikut:
1. Bilangan Bulat dan Operasinya: Menguasai penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pada
bilangan bulat (terutama bilangan positif untuk konteks harga) 2. Konsep Persentase Dasar: Memahami
persentase sebagai bagian dari 100, dapat menghitung persentase sederhana (50%, 25%, 10%) 3. Pecahan
dan Desimal: Dapat mengubah pecahan menjadi desimal dan sebaliknya, memahami hubungan antara
keduanya 4. Operasi dengan Pecahan Desimal: Mampu melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian
pengetahuan awal pada bilangan desimal yang relevan dengan nilai uang. 5. Perbandingan dan Rasio: Memahami konsep
perbandingan dua besaran, dapat membuat perbandingan sederhana 6. Konsep Nilai Uang: Mengenal
berbagai satuan mata uang, memahami penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari. 7. Konsep
Untung dan Rugi Informal: Memiliki pemahaman umum tentang istilah "untung" dan "rugi" dari
pengalaman sehari-hari (meskipun belum formal)

Visual• Tabel harga dan transaksi dengan data nyata dari warung/toko lokal• Grafik perubahan harga
dari waktu ke waktu (garis/batang)• Infografis tentang persentase diskon dan promo • Poster atau
banner dengan contoh perhitungan untung-rugi• Gambar atau foto barang-barang dengan label harga
(beli vs jual)• Video animasi tentang proses jual-beli dan perhitungan untung-rugi.

Kinestetik• Simulasi permainan "Penjual-Pembeli" dengan menggunakan uang mainan atau kertas
bernilai• Aktivitas membuat label harga untuk barang simulasi • Role-playing sebagai pemilik warung
yang menghitung keuntungan/kerugian• Membuat daftar harga barang lokal dan menghitung untung-
rugi berdasarkan harga berbeda• Aktivitas "Negosiasi Harga" antar kelompok (sebagai pembeli vs
penjual)• Permainan kartu dengan kartu harga beli-jual untuk mencari pasangan untung-rugi.

Auditori• Diskusi kelompok tentang pengalaman berbelanja dan berjualan• Presentasi dari kelompok
Kebutuhan Belajar tentang analisis harga dari toko/warung pilihan • Penjelasan verbal dari guru tentang proses
perhitungan untung-rugi• Lagu atau jingle yang mudah diingat tentang rumus (Untung = HJ - HB)•
Sharing pengalaman dari pemilik warung lokal atau orang tua yang berjualan• Podcast atau video
pembelajaran dengan narasi yang jelasKontekstual• Menggunakan data harga dari warung, toko, atau
pasar lokal• Menganalisis harga barang yang sering dibeli murid (makanan ringan, seragam, buku, dll.)•
Membandingkan harga produk yang sama di berbagai tempat• Menggunakan contoh promosi dari
toko/online yang sering dikunjungi murid• Analisis untung-rugi dari usaha keluarga (jika ada)• Studi
kasus tentang "mengapa harga berbeda di tempat berbeda"Pendampingan Khusus• Murid dengan
kesulitan perkalian/pembagian: Menyediakan kalkulator atau tabel perkalian untuk membantu• Murid
kesulitan belajar: LKPD dengan langkah-langkah jelas, contoh yang banyak, rumus yang ditekankan•
Murid yang maju: Soal-soal HOTS tentang analisis kasus kompleks (diskon bertingkat, bunga, dll.)•
Murid dengan gangguan pemusatan perhatian: Aktivitas yang interaktif dan dinamis, hindari ceramah
panjang• Murid dengan kebutuhan khusus lainnya: Kolaborasi dengan guru pendamping untuk adaptasi

1. Penalaran Kritis - Pembelajaran harga jual-beli melatih murid untuk menganalisis keputusan ekonomi,
membandingkan berbagai strategi, dan memberikan justifikasi logis. Murid belajar bertanya "mengapa harga
berbeda" dan memverifikasi apakah keputusan bisnis menguntungkan
Dimensi profil lulusan 2. Kreativitas - Dalam merancang strategi penjualan atau menganalisis pasar, murid didorong untuk berinovasi,
mencari peluang bisnis baru, dan mengembangkan ide-ide kreatif tentang penetapan harga yang menarik
3. Kolaborasi - Melalui simulasi jual-beli, negosiasi harga, presentasi hasil analisis, dan diskusi strategi bisnis,
murid belajar berkomunikasi efektif, bernegosiasi, dan bekerja sama dalam tim
Desain Pembelajaran

Pada akhir Fase D, peserta didik dapat:


• Memahami konsep harga beli, harga jual, untung, rugi, dan impas • Menentukan harga jual jika diketahui
harga beli dan keuntungan/kerugian yang diinginkan • Menentukan harga beli jika diketahui harga jual dan
keuntungan/kerugian • Menghitung persentase keuntungan dan kerugian • Menerapkan diskon, pajak, dan
bunga dalam transaksi • Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan jual-beli.
Capaian Pembelajaran • Mengamati: Mengidentifikasi harga jual-beli dalam konteks nyata di warung/toko • Menanya: Merumuskan
pertanyaan tentang mengapa harga berbeda, bagaimana menghitung untung-rugi • Mengumpulkan Informasi:
Mengumpulkan data harga dari berbagai sumber (pasar, toko, online) • Mengasosiasi: Menganalisis pola
harga, hubungan harga beli-jual-untung, membuat generalisasi • Mengomunikasikan: Menyajikan hasil
analisis dalam bentuk laporan, tabel, grafik, dan presentasi

Matematika (Aritmetika & Aljabar)Fondasi utama: operasi hitung, persentase, persamaan linear satu
variabel, analisis data
IPS (Ekonomi/Bisnis)Konteks utama: sistem ekonomi, pasar, perdagangan, konsep modal, omzet,
laba/rugi, strategi bisnisBahasa IndonesiaKeterampilan komunikasi bisnis: negosiasi, presentasi hasil
analisis, penulisan laporan, argumentasi
Lintas disiplin ilmu Geografi : Perbedaan harga antar daerah, faktor transportasi, pasar lokal vs nasional vs internasional
Seni & BudayaVisualisasi data (infografis harga), desain kemasan dengan label harga, budaya tawar-
menawar lokal
Teknologi/TIKSpreadsheet untuk analisis harga, aplikasi e-commerce, data analytics, tool visualisasi
data

TP 1: Pemahaman Dasar (Unistructural)


Peserta didik dapat mengidentifikasi dan membedakan antara harga beli, harga jual, untung, rugi, dan
impas serta menghitung besar keuntungan atau kerugian dari suatu transaksi dengan tepat.
TP 2: Relational (Relational)
Peserta didik dapat menganalisis hubungan antara harga beli, harga jual, dan persentase
keuntungan/kerugian serta menggunakan hubungan ini untuk menyelesaikan berbagai masalah jual-
beli (mencari salah satu variabel jika variabel lain diketahui)
Tujuan Pembelajaran TP 3: Extended Abstract (Extended Abstract)
Peserta didik dapat merancang strategi transaksi yang menguntungkan dengan mempertimbangkan
berbagai faktor (diskon, pajak, bunga, perubahan harga, dll.) dan mengevaluasi keputusan jual-beli
dalam konteks bisnis nyata dengan memberikan justifikasi matematis

TP 1• Dapat membedakan HB, HJ, untung, rugi, impas dengan benar pada minimal 5 contoh • Dapat
menghitung besar untung/rugi dengan akurasi 90% pada soal-soal sederhana• Dapat menyebutkan rumus
untung/rugi dan menggunakannya dengan tepat skor 75
Kriteria Ketercapaian Tujuan TP 2• Dapat menjelaskan hubungan antara HB, HJ, dan %untung/rugi dengan contoh nyata • Dapat
menyelesaikan minimal 3 jenis soal berbeda (cari HJ, cari HB, cari %)• Dapat menganalisis pengaruh
Pembelajaran (KKTP) perubahan harga terhadap keuntungan dengan akurasi 85%75
TP 3• Dapat menyelesaikan minimal 2 masalah kontekstual kompleks yang melibatkan diskon, pajak, atau
perubahan harga • Dapat merancang strategi jual-beli yang menguntungkan dengan justifikasi • Dapat
mengevaluasi berbagai skenario transaksi dan memberi rekomendasi berdasarkan analisis matematis 75

1. Dari Harga Beli ke Harga Jual: Bagaimana Penjual Mendapat Untung?"Eksplorasi tentang bagaimana
penjual menentukan harga jual berdasarkan harga beli dan keuntungan yang diinginkan. Observasi di
warung/toko lokal, pengalaman berjualan, bisnis keluarga
2. Untung atau Rugi? Menghitung Keberuntungan Transaksi"Pembelajaran tentang cara menghitung
keuntungan/kerugian dan persentasenya, memahami dampak berbagai skenario hargaSimulasi
penjualan, analisis transaksi sehari-hari, pelajaran dari kegagalan bisnis
3. Promosi, Diskon, dan Pajak: Ketika Harga Bukan Hanya Angka Pokok"Memahami bagaimana diskon,
Topik Pembelajaran promosi, dan pajak mempengaruhi harga jual dan keuntunganDiskon di toko, promosi online, penetapan
harga produk wisata/souvenir
4. Strategi Jual-Beli Cerdas: Kapan Membeli dan Kapan Menjual?"Analisis tentang kapan waktu terbaik
untuk membeli/menjual agar keuntungan maksimal, pertimbangan berbagai faktorFluktuasi harga
pertanian, musim liburan, tren pasar, strategi pedagang
5. Bisnis Kecil, Keuntungan Besar: Studi Kasus Warung/Toko Lokal"Kasus nyata tentang bagaimana usaha
kecil mengatur harga untuk tetap kompetitif namun tetap untungWarung makan, toko kelontong, penjual
buah-sayuran.
Desain Pembelajaran
PRAKTIK PEDAGOGI

• Pendekatan Saintifik (5M): Mengamati harga nyata, Menanya mengapa berbeda,


Mengumpulkan data, Mengasosiasi pola, Mengomunikasikan hasil<br>• Konstruktivisme:
Pendekatan Murid membangun pemahaman melalui pengalaman jual-beli simulasi dan analisis
nyata<br>• Kontekstual: Pembelajaran dimulai dari masalah nyata di warung/pasar/toko lokal

• Problem Based Learning (PBL): Pembelajaran dimulai dengan masalah nyata (Bagaimana
pedagang menentukan harga?)
Model • Cooperative Learning: Kerja kelompok untuk analisis pasar dan simulasi jual-beli
• Project Based Learning: Proyek membuat bisnis simulasi atau analisis usaha nyata

• Diskusi & Tanya Jawab: Menggali pemahaman awal tentang harga


• Simulasi/Role Playing: Simulasi penjual-pembeli dengan negosiasi harga
Metode • Demonstrasi: Guru menunjukkan perhitungan untung-rugi dengan contoh nyata
• Studi Kasus: Analisis bisnis nyata di warung/toko lokal

• Think-Pair-Share: Murid berpikir individual tentang strategi, diskusi berpasangan, berbagi ke


kelas
Teknik • Gallery Walk: Menampilkan analisis harga dari kelompok berbeda
• Peer Assessment: Murid saling menilai strategi bisnis teman
• Self Assessment: Refleksi diri tentang pemahaman strategi jual-beli

• Mindful (Kesadaran): Observasi penuh kesadaran terhadap mekanisme harga, memahami


"mengapa" penjual menetapkan harga tertentu
• Meaningful (Bermakna): Mengaitkan setiap konsep dengan konteks bisnis nyata,
Strategi membuat pembelajaran relevan dengan kehidupan
• Joyful (Menyenangkan): Permainan simulasi jual-beli, kompetisi strategi, reward positif,
suasana kelas yang positif dan engaging

Guru Matematika Lain: Berbagi best practices, kolaborasi dalam pembuatan soal/kasus,
diskusi tentang kesulitan murid
Guru IPS /Ekonomi: Kolaborasi dalam konteks sistem ekonomi, pasar, strategi bisnis •
Menyediakan data/kasus nyata tentang penetapan harga
Guru Bahasa Indonesia: Kolaborasi dalam presentasi, negosiasi, penulisan laporan bisnis
Pemilik Warung/Toko Lokal: Narasumber tentang bagaimana menentukan harga, margin
Kemitraan pembelajaran keuntungan • Menyediakan data harga nyata untuk studi kasus
Orang Tua/Keluarga• Berbagi pengalaman berjualan atau berbisnis<br>• Mendukung
dengan memberikan data harga barang yang dibeli di rumah
Mahasiswa Bisnis/Ekonomi: Tutor atau fasilitator dalam simulasi bisnis dan analisis pasar
Perpustakaan Sekolah: Menyediakan buku tentang kewirausahaan dan pengendalian
biaya

1. Ruang Fisik
• Ruang Kelas yang Fleksibel: Meja dapat diatur untuk diskusi kelompok, simulasi pasar, atau
presentasi • Area "Pasar Simulasi": Sudut kelas yang dirancang seperti miniatur warung/toko
dengan label harga • Display Analisis Harga: Poster hasil analisis harga dari pasar/toko lokal
(perbandingan harga) • Pojok Referensi: Area dengan data harga nyata, kalkulator, lembar
kerja • Ruang Presentasi: Area untuk presentasi simulasi bisnis atau analisis pasar.

2. Platform Virtual
• Google Classroom: Berbagi data harga, tugas, dan umpan balik • Spreadsheet Online
(Google Sheets): Kolaborasi dalam pembuatan tabel harga dan analisis data • Padlet: Berbagi
foto label harga dari warung/toko, diskusi tentang penetapan harga • Video Pembelajaran:
Konsep untung-rugi, cara menghitung persentase • Geogebra/Desmos: Visualisasi pengaruh
Lingkungan Pembelajaran harga terhadap keuntungan (grafik).

3. Budaya Belajar
• Suasana Inkuiri: Mendorong rasa ingin tahu tentang "mengapa harga berbeda", pertanyaan
dihargai • Keamanan Emosional: Simulasi jual-beli tidak ada yang dianggap "kalah", semua
adalah belajar • Kolaboratif: Saling membantu dalam analisis, berbagi strategi • Reflektif:
Waktu untuk murid merefleksikan strategi yang berhasil atau gagal • Menghargai
Keberagaman: Mengakui berbagai strategi harga yang berbeda (ada yang untung besar, ada
yang customer service bagus)

1. Google Sheets: Platform kolaboratif untuk membuat tabel harga, melakukan perhitungan
untung-rugi, membuat grafik perubahan harga. Memudahkan analisis data bersama-sama,
visualisasi langsung, akses dari mana saja, gratis.
2. Nearpod: Kuis real-time tentang konsep harga jual-beli, polling tentang strategi, pengumpulan
respons murid. Memantau pemahaman murid secara real-time, engagement tinggi, immediate
Pemanfaatan Digital feedback
3. Padlet: Papan digital untuk berbagi foto label harga dari warung/toko, diskusi tentang strategi
penetapan harga, portofolio analisis. Kolaborasi visual, dokumentasi pembelajaran, murid dapat
belajar dari berbagai perspektif
Pengalaman Belajar
Kegiatan Langkah Kegiatan Alokasi Waktu

1. Salam & Doa


Guru: "Assalamu'alaikum, selamat pagi anak-anak! Semoga hari ini kalian siap belajar dengan penuh
semangat!"

2. Yel-yel Semangat
Guru dan murid: "Harga naik turun, keuntungan kami analisa! Bisnis sehat, untung maksimal!". Murid
memberikan tepuk tangan antusias

3. Presensi Interaktif
Saat nama dipanggil, murid menjawab: "Hadir dengan ... (satu barang yang mereka beli minggu lalu dan
harganya)". Contoh: "Hadir dengan membeli sepatu 150 ribu!"

4. Pertanyaan Pemantik - Mindful


Guru menampilkan gambar atau cerita: "Nia membeli sepatu seharga 100 ribu. Dia menjualnya kepada
temannya seharga 120 ribu. Apa yang kita sebut dengan 100 ribu dan 120 ribu itu?"Biarkan murid
Pendahuluan berpikir dan berdiskusi
10 menit

5. Apersepsi - Meaningful
Guru: "Kalian sudah belajar penjumlahan, pengurangan, perkalian. Hari ini kita akan menggunakan
kemampuan itu untuk memahami harga dan keuntungan"<br>Hubungkan dengan pengalaman murid
tentang berbelanja.

6. Penyampaian Tujuan
Guru: "Hari ini tujuan kita: (1) Mengenal harga beli, harga jual, untung, rugi; (2) Menghitung keuntungan
atau kerugian"<br>Tulis di papan atau tampilkan di slide.
7. Motivasi - Joyful
Guru: "Dengan belajar ini, kalian akan bisa: memahami mengapa warung menjual 5000, menganalisis
promosi toko, bahkan suatu hari bisa membuka usaha sendiri! Mau coba?"

INTI

Tahap Memahami
20 menit

Aktivitas 1: Permainan "Label Harga"Guru membagikan kartu kepada setiap murid berisi: satu barang
dengan harga (contoh: "Buku tulis 5000", "Pensilin 2000", "Tas 150000"). Murid mencari teman yang punya
label harga untuk barang YANG SAMA namun dengan harga berbeda. Kelompok dibentuk dari teman-teman
yang menemukan barang sama. Joyful - Permainan interaktif membuat pembentukan kelompok
menyenangkan.
Aktivitas 2: Observasi Konteks NyataSetiap kelompok menerima FOTO LABEL HARGA dari warung/toko
lokal atau daftar harga dari kios. Tugas: "Lihat label ini! Ada harga? Ada lebih dari satu harga? Apa
perbedaannya?" Murid berdiskusi dan mencatat temuan mereka di kertas. Mindful - Observasi penuh
kesadaran. Meaningful - Konteks nyata dari lingkungan
Aktivitas 3: Presentasi & Pembahasan GuruGuru meminta 2-3 kelompok menyampaikan temuan mereka.
Guru membimbing diskusi: "Kalian menemukan ada dua harga? Itu disebut apa? Mungkinkah satu adalah
harga untuk pembeli, satu adalah harga penjual?" Guru mengenalkan istilah HARGA BELI dan HARGA JUAL
secara formal

TAHAP MENGAPLIKASIKAN 30 menit

Aktivitas 4: Demonstrasi Perhitungan - Mindful


Guru menampilkan contoh nyata: "Budi membeli buku seharga Rp5.000 (HARGA BELI). Kemudian dia
menjualnya dengan harga Rp7.000 (HARGA JUAL). Berapa keuntungan yang didapat Budi?"Guru
menunjukkan cara menghitung: UNTUNG = HARGA JUAL - HARGA BELI. UNTUNG = 7.000 - 5.000 = 2.000.
Guru membuat visual di papan atau slide dengan warna berbeda untuk HB dan HJ. Mindful - Pemahaman
mendalam tentang konsep. Meaningful - Contoh konkret
Aktivitas 5: Praktik Kelompok Terbimbing
Guru memberikan 3-4 kasus sederhana kepada setiap kelompok:1. Ani membeli boneka seharga Rp20.000,
menjualnya Rp25.000. 2. Rudi membeli pensil seharga Rp1.000, menjualnya Rp800. 3. Siti membeli tas
seharga Rp50.000, menjualnya Rp50.000. Kelompok diminta:- Tentukan HB dan HJ dari setiap kasus - Hitung
keuntungan/kerugian - Tentukan apakah untung, rugi, atau impas. Guru berjalan berkeliling membantu
kelompok yang kesulitan. Gunakan LKPD untuk mencatat jawaban. joyful - Pembelajaran melalui aktivitas
berkelompok. Meaningful - Praktik langsung dengan rumus

Aktivitas 6: Pameran & Diskusi HasilSetiap kelompok menampilkan hasil kerja mereka (LKPD atau
poster di dinding). Kelompok lain melingkari jawaban yang benar atau yang mereka pelajari. Guru
memandu diskusi: "Kasus 2 tadi bagaimana? Apakah Rudi untung atau rugi? Kenapa?"(Jawaban:
RUGI 200, karena HJ < HB). "Kasus 3 bagaimana? Untung atau rugi?"Jawaban: IMPAS, karena HJ = HB,
untung 0). Joyful - Pembelajaran visual dan kolaboratif. Meaningful - Penguatan konsep melalui diskusi

TAHAP MEREFLEKSIKAN 10 menit


Pengalaman Belajar
Kegiatan Langkah Kegiatan Alokasi Waktu

Aktivitas 7: Refleksi Pemahaman - Mindful


Guru memandu refleksi dengan pertanyaan:"Apa perbedaan antara harga beli dan harga
jual?""Kapan kita mendapat untung? Kapan kita rugi?""Apa artinya IMPAS?"Murid menjawab
secara individual terlebih dahulu (Think) Kemudian diskusi berpasangan (Pair)Lalu bagikan
ke kelas (Share) - Think-Pair-Share. Mindful - Kesadaran tentang konsep yang dipelajari.

Aktivitas 8: Koneksi Kehidupan Nyata - Meaningful


Guru bertanya:"Siapa di sini pernah melihat warung menjual barang? Apakah harga di
warung itu harga beli atau harga jual?""Apa yang kalian bayar adalah HJ. Berapa kira-kira
HB-nya?"Murid berbagi pengamatan dan estimasi mereka. Guru menekankan bahwa dalam
kehidupan nyata, HB selalu lebih kecil dari HJ agar penjual mendapat untung. Meaningful -
Koneksi dengan kehidupan nyata

Penutup 10 Menit

1. Rangkuman Pembelajaran: Guru merangkum poin-poin utama: • Harga Beli (HB) = harga
yang dibayar pembeli untuk membeli barang dari produsen/pedagang • Harga Jual (HJ) =
harga yang diterima dari penjual • Untung = HJ - HB (ketika HJ > HB) • Rugi = HB - HJ
(ketika HB > HJ) • Impas = HJ = HB (ketika HJ = HB). Tulis ringkasan di papan atau
bagikan handout.
2. Refleksi Emosional - JoyfulGuru bertanya:"Apakah hari ini kalian menikmati
pembelajaran? Bagian mana yang paling menyenangkan?""Apakah ada yang sulit
dipahami? Jangan malu untuk bertanya!"Dengarkan respons murid dengan aktif.
3. Praktik Rumah: Guru memberikan tugas rumah:"Pergi ke warung/toko dengan orang tua
kalian. Pilih satu barang. Coba tebak berapa HB-nya dan berapa keuntungan yang didapat
penjual (tanpa bertanya langsung). Catat di buku kalian!"Alternatif: "Jika kalian punya
pengalaman jual-beli (misalnya, jual barang bekas), ceritakan kepada orang tua. Hitung
berapa untung/rugi kalian!"
4. Apresiasi & MotivasiGuru: "Kalian sudah belajar dengan baik hari ini. Semangat kalian
luar biasa! Minggu depan kita akan belajar cara menghitung persentase keuntungan.
Semakin seru!" Berikan pujian spesifik kepada kelompok/murid yang aktif.
5. Doa Penutup & Salam: Berdoa bersama dengan khidmat. Salam penutup dari guru dan
murid
Penilaian (asesmen)

Jenis
instrumen deskripsi
instrumen

• Pertanyaan tertutup tentang pengalaman belanja murid (Pernah lihat harga


berbeda di tempat berbeda?)• Pertanyaan terbuka tentang pemahaman untung-rugi
informal (Menurut kalian, apa itu "untung"?)
• 5 soal tentang operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan) yang relevan
dengan harga • 3 soal tentang persentase dasar (50%, 25% dari suatu nilai) Contoh:
1. Kuesioner Pengetahuan Awal
ASESMEN AWAL "Jika harga barang Rp100.000, berapa 20% dari harga itu?"
2. Tes Tulis Singkat
(DIAGNOSTIK) • Amati: Apakah murid dapat menggunakan kalkulator? • Amati: Apakah murid dapat
3. Checklist Observasi
membaca label harga dengan benar? • Amati: Apakah murid dapat membedakan
besaran uang (ribu, puluh ribu, ratus ribu)?

Lembar refleksi: "Apakah aku sudah memahami apa itu HB dan HJ?
(Ya/Tidak/Ragu)"• "Bagian mana yang masih membingungkan aku?"• Diisi setiap akhir
ASESMEN
1. Self Assessment (Refleksi Diri) pertemuan untuk melacak perkembangan pemahaman
FORMATIF - AS
2. Peer Assessment (Penilaian Antar Teman) • Saat simulasi jual-beli: Kelompok lain menilai apakah harga yang ditetapkan rekan
LEARNING
mereka logis• Rubrik sederhana: "Apakah harga jual lebih tinggi dari harga beli?
Ya/Tidak"• Murid memberikan feedback positif dan konstruktif

Checklist saat murid mengerjakan soal latihan:- Apakah murid dapat


mengidentifikasi HB dan HJ? (Ya/Tidak) - Apakah murid dapat menghitung dengan
rumus yang benar? (Ya/Tidak) - Apakah murid dapat menyebutkan istilah
"untung/rugi/impas" dengan tepat? (Ya/Tidak)
1. Observasi Kinerja • Lembar kerja dengan soal-soal graded (mudah → sedang → sulit) • Guru
2. LKPD (Lembar Kerja) mengecek LKPD untuk menilai pemahaman dan memberi masukan • Soal
3. Kuis Formatif mencakup: identifikasi HB/HJ, perhitungan untung/rugi, analisis kasus
ASESMEN
4. Simulasi/Role-Playing • Kuis singkat (5-10 menit) setiap akhir pembelajaran topik• Menggunakan
FORMATIF - FOR
5. Presentasi Hasil Analisis Nearpod untuk real-time feedback • Murid segera tahu jawaban benar/salah dan
LEARNING
dapat berdiskusi
• Observasi saat murid melakukan simulasi jual-beli • Amati: Apakah murid
menerapkan konsep dengan benar? Bagaimana komunikasinya?• Rubrik:
Ketepatan konsep, komunikasi efektif, kerja sama
• Kelompok mempresentasikan hasil analisis harga dari kasus nyata• Rubrik
penilaian: Ketepatan analisis, kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab
pertanyaan

• Pilihan Ganda (25% bobot): 10 soal tentang konsep dasar HB, HJ, untung, rugi.
Contoh: "Harga beli barang Rp50.000. Harga jual Rp60.000. Berapa
keuntungannya?" a. Rp10.000 b. Rp60.000 c. Rp110.000 d. Rp50.000 • Benar-Salah
(15% bobot): 6 soal tentang konsep. Contoh: "Untung terjadi ketika HJ > HB"
(Benar) • Isian Singkat (10% bobot): 5 soal perhitungan langsung. Contoh: "HB =
ASESMEN Rp20.000, HJ = Rp25.000, Untung = ___?" • Esai Terstruktur (20% bobot): 2 soal
1. Tes Tertulis Komprehensif
SUMATIF (OF analisis. Contoh: "Jelaskan mengapa penjual di warung menetapkan harga jual
2. Proyek/Studi Kasus
LEARNING) lebih tinggi dari harga beli! Berikan 2 alasan!"
• Analisis Pasar Nyata (30% bobot): Kelompok menganalisis harga barang dari 2
tempat berbeda (pasar tradisional vs toko modern) - Bandingkan harga yang
sama - Analisis faktor perbedaan harga - Diskusi: Mana yang lebih murah dan
mengapa? Perhitungan keuntungan penjual jika margin tertentu. Dibuat dalam
bentuk laporan tertulis + presentasi
Lampiran

Berikut Lampiran Pada Rencana Pembelajaran Mendalam di Bawah:


Bahan Bacaan
LKPD (Asesmen Formatif)
Rubrik Penilaian
Instrumen Penilaian Karakter
Glosarium
Daftar Pustaka
lAMPIRAN 1
Bahan Bacaan
A. Pengenalan Harga Jual-Beli

Apa itu Harga?Harga adalah nilai tukar suatu barang atau jasa yang dinyatakan dalam satuan uang. Harga ditentukan oleh
penjual untuk membayar modal mereka dan mendapat keuntungan. Jenis-Jenis Harga dalam Transaksi:1. Harga Beli (HB)
= Harga yang dibayarkan pembeli kepada penjual (atau harga yang dikeluarkan penjual untuk membeli barang dari
produsen). 2. Harga Jual (HJ) = Harga yang diterima penjual dari pembeli. Contoh Praktis:Pak Ahmad membeli beras dari
petani dengan harga Rp12.000 per kg (HB untuk Pak Ahmad). Kemudian Pak Ahmad menjual beras itu di warungnya
dengan harga Rp15.000 per kg (HJ untuk pelanggan).

B. Untung, Rugi, dan Impas


Ketika Transaksi Menguntungkan:Ketika HARGA JUAL > HARGA BELI, maka terjadi UNTUNG. UNTUNG = HJ - HB.
Ketika Transaksi Merugikan:Ketika HARGA JUAL < HARGA BELI, maka terjadi RUGI. RUGI = HB - HJ. Ketika Transaksi
Seimbang:Ketika HARGA JUAL = HARGA BELI, maka terjadi IMPAS (tidak untung dan tidak rugi). Contoh Kasus:• Kasus
1: Ibu membeli barang seharga Rp100.000 dan menjualnya seharga Rp120.000. Untung berapa? UNTUNG = 120.000 -
100.000 = Rp20.000 • Kasus 2: Ayah membeli mobil seharga Rp200.000.000 tetapi karena rusak parah hanya bisa dijual
Rp150.000.000. Rugi berapa? RUGI = 200.000.000 - 150.000.000 = Rp50.000.000
C. Persentase Keuntungan/Kerugian
Mengapa Perlu Menghitung Persentase? Persentase keuntungan atau kerugian membantu kita membandingkan
keuntungan dari berbagai transaksi yang berbeda [Link]:UNTUNG = (Untung / HB) × 100%. RUGI = (Rugi /
HB) × 100%. Contoh: Jika HB = Rp50.000 dan HJ = Rp60.000. Untung = Rp60.000 - Rp50.000 = Rp10.000. % Untung =
(10.000 / 50.000) × 100% = 20%
D. Faktor yang Mempengaruhi Harga
Mengapa Harga Berbeda-Beda?
1. Biaya Produksi: Jika biaya membuat barang tinggi, harga jualnya juga tinggi
2. Transportasi: Barang yang jauh tempat produksinya lebih mahal karena ongkir
3. Permintaan & Penawaran: Ketika banyak orang membeli, harga naik. Ketika sedikit pembeli, harga turun.
4. Musim: Buah mangga lebih mahal pada musim di luar musim panen
5. Kualitas: Barang berkualitas premium dijual lebih mahal
6. Lokasi: Harga di pusat kota biasanya lebih mahal dari desa
7. Margin Keuntungan Penjual: Setiap penjual menginginkan keuntungan berbeda

E. Strategi Penetapan Harga


Berbagai Strategi Penjual dalam Menetapkan Harga:
1. Strategi Harga Tinggi: Menjual dengan margin besar, cocok untuk barang premium atau barang langka
2. Strategi Harga Rendah: Menjual dengan margin kecil, cocok untuk menarik banyak pembeli (volume penjualan tinggi)
3. Strategi Diskon/Promosi: Memberikan potongan harga untuk menarik pembeli atau menghabiskan stok
4. Strategi Harga Bertingkat: Semakin banyak beli, semakin murah per item. Contoh Kasus:Toko A menjual pensil dengan margin Rp500
per pensil (HB Rp1.000, HJ Rp1.500). Mereka menjual 1000 pensil per hari = untung Rp500.00. Toko B menjual pensil dengan margin
Rp200 per pensil (HB Rp1.000, HJ Rp1.200). Mereka menjual 3000 pensil per hari = untung Rp600.000. Mana lebih untung? Toko B,
karena volume penjualannya lebih besar.
ASESMEN FORMATIF (LKPD)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
HARGA JUAL-BELI DAN PERHITUNGAN UNTUNG-RUGI
Nama Murid:............................
Mata Pelajaran:Matematika
Kelas:VII SMP
Tahun Ajaran:2025/2026
BAGIAN A: PILIHAN GANDA (5 soal × 1 poin = 5 poin)
Petunjuk: Pilih jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada
pilihan a, b, c, atau d!
1. Budi membeli sebuah barang seharga Rp80.000. Kemudian dia menjualnya
dengan harga Rp100.000. Apa yang kita sebut dengan Rp80.000?
a. Harga jual
b. Harga beli
c. Keuntungan
d. Kerugian
2. Apa yang disebut keuntungan dalam transaksi jual-beli?
a. Harga yang dibayar pembeli
b. Selisih antara harga jual dan harga beli ketika HJ > HB
c. Harga barang sebelum dipajak
d. Harga barang setelah didiskon
3. Ibu membeli barang seharga Rp50.000. Karena kondisinya menurun, dia hanya
bisa menjualnya seharga Rp35.000. Berapa kerugian ibu?
a. Rp15.000
b. Rp35.000
c. Rp50.000
d. Rp85.000
4. Ketika harga jual sama dengan harga beli, kondisi transaksi disebut...
a. Untung
b. Rugi
c. Impas
d. Modal
5. Seorang penjual membeli kaos seharga Rp30.000 dan menjualnya Rp45.000
per piece. Berapa keuntungan dari satu kaos?
a. Rp15.000
b. Rp30.000
c. Rp45.000
d. Rp75.000
BAGIAN B: BENAR-SALAH (4 soal × 2 poin = 8 poin)
Petunjuk: Beri tanda (B) jika pernyataan benar dan (S) jika pernyataan salah!
6. (...) Harga beli selalu lebih rendah dari harga jual di setiap transaksi
7. (...) Rugi terjadi ketika harga beli lebih tinggi dari harga jual
8. (...) Keuntungan dihitung dengan rumus: Untung = Harga Jual - Harga Beli
9. (...) Seorang penjual selalu mendapatkan keuntungan dari setiap penjualan

BAGIAN C: ESAI (3 soal × 5 poin = 15 poin)


Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan lengkap!
10. Jelaskan apa perbedaan antara harga beli dan harga jual! Berikan masing-masing
satu contoh dari kehidupan sehari-hari.
11. Pak Rinto membeli beras 10 kg dengan harga Rp120.000. Kemudian dia
menjualnya seharga Rp150.000 untuk 10 kg.
a. Berapa keuntungan yang didapat Pak Rinto?
b. Apakah Pak Rinto mengalami untung atau rugi? Jelaskan alasannya!

12. Di desa, harga barang X adalah Rp50.000 per unit. Di kota, barang X yang sama
dijual Rp75.000 per unit. Analisislah kemungkinan faktor-faktor yang menyebabkan
perbedaan harga ini!

BAGIAN D: STUDI KASUS & ANALISIS (Rubrik penilaian: 20 poin)


Instruksi: Bacalah kasus berikut, kemudian jawab pertanyaan!
Kasus: Seorang pelajar ingin berjualan snack di sekolah. Dia membeli snack dari
produsen dengan harga Rp5.000 per kemasan. Dia merencanakan menjualnya dengan
harga Rp8.000 per kemasan. Rencana penjualan dia adalah 50 kemasan per hari.
Pertanyaan:
a. Berapa keuntungan yang didapat dari satu kemasan snack?
b. Berapa total keuntungan yang diharapkan dari penjualan sehari (50 kemasan)?
c. Jika dia menjual 30 kemasan saja, berapa keuntungannya?
d. Berapa keuntungan dalam persentase?
(Gunakan rumus: % Untung = (Untung/HB) × 100%)
e. Apa saran kalian agar penjualan snack ini lebih menguntungkan?

BAGIAN E: PRESENTASI
Instruksi Presentasi: Berdasarkan jawaban kalian pada Bagian D, buatlah presentasi
singkat (3-5 menit) yang mencakup:
[Link] Kasus: Jelaskan singkat tentang rencana bisnis pelajar tersebut
[Link] Keuntungan: Tampilkan perhitungan dengan jelas
[Link]: Bagaimana kalian mengevaluasi rencana bisnis ini?
[Link]: Apa saran kalian untuk membuat bisnis lebih menguntungkan?
Tabel Hasil Observasi:
nama Harga Beli
NO Harga Jual Untung/rugi Ket.
Barang (modal)

Pertanyaan Observasi:
[Link] ketiga barang yang kalian amati, barang
mana yang memberikan keuntungan paling
besar? Mengapa?
[Link] apa yang digunakan penjual untuk
menarik pembeli?
[Link] penjual menentukan harga jual?
(Tanyakan kepada penjual)
Kriteria Penilaian Presentasi:
Kejelasan penyampaianKetepatan perhitungan
Kreativitas dalam strategi
Kerja sama kelompok
Kemampuan menjawab pertanyaan

LAMPIRAN 3: RUBRIK PENILAIAN


KUNCI JAWABAN DAN RUBRIK PENILAIAN
KUNCI JAWABAN
Pilihan Ganda (5 × 1 = 5 poin):
1.b.Rp80.000 adalah harga yang dibayar Budi untuk
membeli barang (HB)
2.b. Keuntungan adalah HJ - HB ketika HJ > HB
3.a. Rugi = HB - HJ = 50.000 - 35.000 = Rp15.000
4.c. Ketika HJ = HB, disebut Impas (break even point)
5.a. Untung = HJ - HB = 45.000 - 30.000 = Rp15.000
Benar-Salah (4 × 2 = 8 poin):

6. S (Salah)Tidak selalu. Ada kalanya penjual mengalami


rugi, HJ < HB
7. B (Benar)Rugi terjadi ketika HB > HJ
8. B (Benar)Rumus untung: Untung = HJ - HB
9. S (Salah)Kadang penjual rugi jika HJ < HB

10. Perbedaan: HB adalah harga untuk membeli/modal, HJ


adalah harga untuk menjual/penerimaan.
Contoh HB: Ibu membeli beras dari petani seharga
Rp12.000/kg. Contoh HJ: Ibu menjual beras itu seharga
Rp15.000/kg (poin 5)
[Link] = HJ - HB = 150.000 - 120.000 = Rp30.000
(poin 2)
11.b. Pak Rinto mengalami UNTUNG karena HJ > HB
(150.000 > 120.000) (poin 3)
12. Faktor perbedaan harga: (1) Biaya transportasi lebih
tinggi ke kota, (2) Biaya sewa tempat di kota lebih mahal,
(3) Permintaan di kota lebih tinggi, (4) Margin keuntungan
penjual di kota lebih besar, (5) Lokasi strategis
memungkinkan harga lebih tinggi5
RUBRIK PENILAIAN ESAI, PRESENTASI, DAN
PRAKTIKUM
KONVERSI NILAI
Total Skor = (Pilihan Ganda × 1) + (Benar-Salah ×
2) + (Esai × 5) + (Praktikum × Rubrik) + (Presentasi
× Rubrik)
Distribusi Poin:
Pilihan Ganda: 5 poin (5%)
Benar-Salah: 8 poin (8%)
Esai: 15 poin (15%)
Praktikum: 36 poin (36%)
Presentasi: 36 poin (36%)
Total: 100 poin
Kategori Nilai:
90-100: Sangat Baik (A)
80-89: Baik (B)
75-79: Cukup (C) - Memenuhi KKTP
< 75: Perlu Remidi
LAMPIRAN 4: INSTRUMEN PENILAIAN KARAKTER
DIMENSI PROFIL LULUSAN
INSTRUMEN PENILAIAN KARAKTER/SIKAP
DIMENSI PROFIL LULUSAN
CARA PENILAIAN:
Amati perilaku siswa selama pembelajaran
(observasi)
Beri skor 1-4 sesuai rubrik untuk setiap indikator
Hitung rata-rata skor per dimensi
Tentukan kategori perkembangan berdasarkan
rata-rata skor

Anda mungkin juga menyukai