PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DALAM
PENDIDIKAN TERHADAP PERKEMBANGAN POLA PIKIR ANAK SDN
TLONTO RAJA II
( Untuk memenuhi tugas Mata kuliah: penulisan karya ilmiah populer )
Oleh Dosen Pengampu: bapak yanto [Link].I.,M.A.
Oleh :
Vaizatul hasanah
NIM : 22862061A003148
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR(PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN(STKIP)
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA(PGRI) SUMENEP
2024 -2025
KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah senantiasa penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini guna
memenuhi tugas mandiri untuk memenuhi tugas mata kuliah penulisan karya ilmiah dengan
judul “pengaruh pola asuh otoriter orang tua dalam Pendidikan terhadap perkembangan pola
pikir anak sdn tlonto raja II di desa tlonto raja bara’ saba , pasean , pamekasan ” penulis
menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang
dengan tulus memberikan doa, saran dan kritik sehingga proposal ini dapat di selesaikan. Oleh
karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Yanto MA. selaku ketua STIDKIS Al-Mardliyyah yang telah memberi tempat bagi
penulis untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan dan peringatan untuk selalu
optimis dalam meraih sebuah impian, dan juga sekaligus sebagai dosen pembimbing
yang memberikan bimbingan, motivasi dan koreksi mendetail terus-menerus dan tanpa
bosan dalam kesibukannya sehingga penelitian skripsi ini lebih matang dan selesai.
2. Aasyaari [Link] selaku Pj prodi mitra
Pamekasan, 06 januari 2025
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
A. Judul.............................................................................................................1
B. Latar Belakang.............................................................................................1
C. Rumusan Masalah........................................................................................1
D. Tujuan Masalah............................................................................................3
E. Manfaat penelitian .......................................................................................3
F. Kajian terdahulu...........................................................................................4
G. Landasan teori..............................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................11
ii
A.
iii
A. JUDUL
Pengaruh Pola Asuh Otoriter Orang Tua Dalam Pendidikan Terhadap
Perkembangan Pola Pikir Anak Sdn Tlonto Raja II
B. LATAR BELAKANG
Pola pikir adalah salah satu aspek yang sangat penting di dalam hidup, dengan
pola pikir yang positif dapat membantu seseorang untuk meraih suatu tujuan, apalagi
pada masa kanak-kanak. menjaga dan mengembangkan pola pikir anak merupakan hal
yang fundamental bagi orang tua, karena orang tua adalah pengasuh pertama yang
memberikan pembelajaran dan contoh kepada anak dalam hal cara berpikir, menyikapi
masalah, dan mengelola emosi.
Pendidikan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi
perkembangan anak, terutama dalam membentuk pola pikir yang dapat berdampak pada
kesuksesan mereka di masa depan. Salah satu aspek penting dalam pendidikan anak
adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Pola asuh ini mencakup berbagai gaya
pengasuhan yang digunakan untuk membimbing dan mendidik anak, yang tentunya
berpengaruh pada karakter, perilaku, serta perkembangan mental dan intelektual mereka.
Salah satu gaya pengasuhan yang sering dibahas adalah pola asuh otoriter.
Pola asuh otoriter orangtua merupakan pola asuh orangtua yang lebih
mengutamakan, membentuk kepribadian anak dengan cara menetapkan standar mutlak
harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Pola asuh otoriter orangtua
bersifat pemaksaan, keras, dan kaku dimana orangtua akan membuat berbagai aturan
saklek harus dipatuhi oleh anak- anaknya tanpa mau tahu perasaan anak . 1 Pola asuh
otoriter, yang ditandai dengan kontrol yang ketat, disiplin yang tinggi, serta sedikitnya
ruang untuk kebebasan anak dalam mengungkapkan pendapat, dapat mempengaruhi
perkembangan pola pikir anak, khususnya anak usia Sekolah Dasar (SD). Pada anak-anak
usia SD, perkembangan kognitif dan emosi berada dalam tahap yang sangat rentan
1
Ahmad Afif Dan Fajriani Kaharuddin “ Perilaku Belajar Peserta Didik Ditinjau Dari Pola Asuh
Otoriter Orangtua ”, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Alauddin Makassar Hal. 289
1
terhadap pengaruh lingkungan, termasuk gaya pengasuhan yang diterapkan orang tua.
Penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan otoriter dapat menyebabkan anak
merasa tertekan, kurangnya rasa percaya diri, dan ketidakmampuan untuk berpikir kritis
atau mandiri.
Beberapa studi yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa anak-anak
yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter cenderung memiliki kecenderungan untuk
menerima perintah tanpa banyak mempertanyakan atau berpikir lebih jauh. Mereka lebih
pasif dalam proses pembelajaran dan lebih sulit mengembangkan keterampilan berpikir
kreatif. Misalnya, sebuah penelitian oleh Baumrind mengungkapkan bahwa anak-anak
yang dibesarkan dalam pola asuh otoriter memiliki tingkat kemandirian yang rendah,
serta kesulitan dalam mengatasi masalah yang memerlukan pemikiran kritis. Anak-anak
ini cenderung mengikuti instruksi orang tua atau guru tanpa mencari alternatif atau
mencoba pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan tugas.
Hasil observasi awal menunjukkan bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga
dengan pola asuh otoriter cenderung menunjukkan kurangnya kepercayaan diri dalam
mengambil keputusan dan kurangnya inisiatif dalam pembelajaran. Mereka juga tampak
lebih cemas dalam situasi yang memerlukan pemikiran independen atau eksplorasi ide-
ide baru. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka patuh terhadap peraturan,
mereka mungkin kekurangan keterampilan berpikir yang lebih kompleks yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan tantangan di luar peraturan yang sudah ditetapkan.
Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan karena dapat memberikan
gambaran lebih jelas tentang dampak jangka panjang dari pola asuh otoriter terhadap
perkembangan pola pikir anak, terutama dalam konteks pendidikan. Dengan memahami
dampak ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi orang
tua dan pendidik dalam menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perkembangan
pola pikir anak. Peneliti berharap bahwa hasil dari penelitian ini akan mendorong orang
tua dan pendidik untuk mempertimbangkan pendekatan pola asuh yang lebih fleksibel,
yang tidak hanya fokus pada disiplin, tetapi juga pada pembentukan keterampilan
berpikir kritis dan kreatif pada anak.
2
Penelitian ini juga akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang
bagaimana pola asuh dapat mempengaruhi cara anak belajar dan berinteraksi di
lingkungan pendidikan, serta bagaimana mereka mengatasi tantangan yang mereka
hadapi. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi upaya
pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih mendukung perkembangan
pola pikir anak secara keseluruhan.
C. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas, peneliti merumuskan masalah dalam beberapa bentuk
pertanyaan sebagai berikut.
1. Apa saja yang memengaruhi orang tua untuk menerapkan pola asuh otoriter ?
2. Bagaimana perkembangan pola pikir anak sd dengan pola asuh otoriter ?
D. TUJUAN MASALAH
Adapun tujuan dari rumusan masalah di atas adalah :
1. Untuk mengetahui hal apa saja yang memengaruhi orang tua menerapkan pola
asuh otoriter
2. Untuk mendeskripsikan perkembangan pola pikir anak dengan pola asuh otoriter
E. MANFAAT PENELITIAN
a. Manfaat teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan terhadap orang tua
agar dapat memilih pola asuh yang tepat terhadap anak- anaknya serta menambah
pengetahuan terhadap orang tua bahwa kesalahan mengambil pola asuh dapat
berdampak negative terhadap anak khususnya dalam penerapan pola asuh otoriter
yang dapat berdamapak pada perkembangan pola pikir sang anak .
3
b. Manfaat praktis
Hasil penelitian di harapkan dapat bermanfaat bagi :
1. Orang tua dn keluarga
Dengan penelitian ini orang tua maupun keluarga dapat
memperoleh wawasan yang lebih luas bahwa penerapan pola asuh otoriter
dapat berdampak pada perkembangan pola pikir anak dengan begitu orang
tua akan lebih bijak untuk memilih pola asuh yang tepat.
2. Peneliti
Yaitu sebagai gambaran dalam mendidik anak-anaknya kelak agar dapat
memilih pola asuh yang tepat dengan memberikan cara terbaik agar anak
dapat memiliki pola pikir yang positif dan kepribadian yang baik.
F. KAJIAN TERDAHULU
Pada penelitian ini peneliti melakukan tinjaun pustaka dengan maksud untuk meyakinkan
bahwa penelitian ini bukan merupakan plagiat dari proposal sebelumnya . adpun
beberapa judul yang di jadikan tinjauan pustaka antara lain.
JUDUL PENELITIAN HASIL PERSAMAAN PERBEDAAN
PENELITIAN
Titin Prastyawati , Dr. Hasil dari analisis Sama -sama Perbedaanya jika
Sudi Dul Aji, [Link] , Dr.
penelitian meneliti tentang peneliti
Joice Soraya, SH, [Link].
2021 Jurnal Penelitian dan menunjukkan pola asuh sebelumnya
Pendidikan IPS (JPPI)
terdapat pengaruh terhadap anak fokus penelitian
dengan judul “Pengaruh
Pola Asuh Otoriter, antara pola asuh sd . lebih luas yaitu
Autoritatif, Permisif
orang tua mencakup pola
Orang Tua Terhadap
Perilaku Prososial Siswa terhadap perilaku asuh
Sekolah Dasar”
proposial siswa. otoriter ,autoritati
diketahui bahwa f , dan permisif
4
pola asuh otoriter, sedangkan
pola asuh peneliti saat ini
autoritatif dan pola hanya fokus pada
asuh permisif pola asuh otoriter
mempunyai saja.
kontribusi
terhadap
pembentukan
perilaku proposial
siswa. Oleh karena
itu, siswa yang
mendapatkan pola
asuh otoriter, akan
memiliki perilaku
proposial yang
buruk, siswa yang
mendapatkan pola
asuh autoritatif
akan memiliki
perilaku
propososial yang
baik dan siswa
yang mendapatkan
pola asuh permisif
akan memiliki
perilaku prososial
yang buruk.
Ahmad Afif Dan Fajriani Hasilnya Sama -sama Perbedaanya ada
Khairuddin . menunjukkan meneliti tentang pada objeknya
bahwa terdapat
“ Perilaku Belajar Peserta pola asuh otoriter yang di peneliti
pengaruh pola
Didik Ditinjau Dari Pola asuh otoriter sebelumnya
5
Asuh Otoriter Orangtua” orangtua yang khusus pada
Fakultas Tarbiyah Dan signifikan antara kelas V dan VI
pola asuh
Keguruan Uin Alauddin sedangkan
orangtua terhadap
Makassar . perilaku belajar peneliti saat ini
peserta didik. umum mencakup
semuanya tidak
di batasi.
Puji Ayu Handayani, Hasilnya Persamaannya Perbedaannya
Triana Lestari , 2021 menunjukkan adalah bahwa terletak pada
“Pola Asuh Orang Tua bahwa pola asuh kedua topik ini tingkat
terhadap Perkembangan orang tua sangat membahas peran spesifikasi dan
Moral dan Pola Pikir berpengaruh penting orang tua konteks yang
Anak” Universitas terhadap moral dalam dibahas. Pola
Pendidikan Indonesia dan perkembangan asuh orang tua
perkembangan moral dan pola terhadap
anaknya karena pikir anak, serta perkembangan
orang tua dampaknya moral dan pola
merupakan tempat terhadap pikir anak lebih
awal dari kehidupan luas dan umum,
terbentuknya mereka baik sedangkan
moral anak. Kasih secara umum pengaruh pola
sayang yang orang maupun dalam asuh otoriter
tua berikan pada konteks orang tua dalam
anak akan pendidikan. pendidikan
membantu terhadap
membangun perkembangan
sistem interaksi pola pikir anak
yang bermoral SD lebih fokus
antara anak dengan pada dampak
orang tua dan anak pola asuh otoriter
dengan orang lain. dalam setting
6
Selain itu juga pendidikan dan
anak yang dekat pada anak usia
dengan orang sekolah dasar.
tuanya akan
memiliki
kepribadian yang
seimbang, hangat,
serta ramah pada
sekitar serta anak
dapat
menunjukkan
sikap kasih sayang
dan hal ini
merupakan pupuk
bagi
perkembangan
anaknya.
G. LANDASAN TEORI
a) Pola asuh otoriter
Orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter cenderung menuntut
ketaatan yang ketat dari anak-anak mereka tanpa memberi banyak kebebasan.
Mereka biasanya tidak terlalu memberi penjelasan atas keputusan yang diambil,
dan lebih menekankan disiplin dan kontrol. Anak-anak yang dibesarkan dengan
pola asuh ini sering kali kurang memiliki rasa percaya diri dan cenderung
memiliki masalah dalam mengambil keputusan secara mandiri.
Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang mengacu pada pendekatan yang
mengedepankan kontrol dan aturan yang ketat dengan sedikit ruang untuk
7
negosiasi atau diskusi. Menurut Baumrind (1991), pola asuh ini sering kali
ditandai dengan ekspektasi yang tinggi dan pengawasan yang ketat tanpa banyak
memberikan keleluasaan bagi anak untuk berpendapat.
Cara keluarga mendidik dan menerapkan pola asuh otoriter terhadap anak
akan mempengaruhi perilaku belajar anak. Perilaku belajar berhubungan dengan
perubahan tingkah laku karena perubahan tingkah laku seseorang dalam proses
belajar disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu,
dan perubahan tingkah laku tersebut tidak bisa dijelaskan atas dasar
kecenderungan respons pembawaan, kematangan atau keadaan sesaat seseorang
(misalnya kelelahan, atau pengaruh obat) (Sobur, 2003: 221).2
Perilaku belajar dalam hubungannya dengan belajar adalah perubahan
tingkah laku. Salah satu faktor terjadinya perubahan tingkah laku yang tidak
sesuai dengan perubahan positif tingkah laku dalam belajar adalah keluarga.
Keluarga tentu saja mempunyai peranan penting dalam menentukan berhasil
tidaknya anak dalam menjalani proses belajarnya.
b) Pengaruh pola asuh otoriter
Pola asuh otoriter dapat memberikan dampak positif maupun negatif pada
perkembangan anak, tergantung pada bagaimana penerapannya dan karakteristik
anak yang bersangkutan. Secara umum, berikut adalah dampak yang mungkin
muncul pada anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dibesarkan dengan pola asuh
otoriter:
1) Pengaruh terhadap perkembangan social dan emosional
Rasa Takut dan Cemas
Kurangnya Keterampilan Sosial
2) . Pengaruh terhadap Perkembangan Akademik
Motivasi yang Dipengaruhi oleh Takut
2
Ibid. hal. 289
8
Stres dan Tekanan
Ketidakmampuan Menghadapi Gagal
3) Pengaruh terhadap Perkembangan Moral dan Pola Pikir
Ketergantungan pada Hukuman dan Penghargaan Eksternal
Kekurangan Kemampuan Berpikir Kritis
4) Pengaruh terhadap Perilaku Anak
Perilaku Menarik Diri
Perilaku Agresif atau Menantang
c) Pola pikir
Pola pikir adalah cara atau struktur berpikir seseorang dalam memahami,
menafsirkan, dan merespons informasi, pengalaman, atau situasi di sekitarnya.
Pola pikir mencakup cara kita memandang dunia, mengatasi masalah, membuat
keputusan, dan memahami berbagai aspek kehidupan. Pola pikir juga
mencerminkan bagaimana seseorang mengorganisasi pengetahuan dan bagaimana
mereka memproses informasi untuk menghasilkan pemahaman atau tindakan.
Pola pikir anak sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal,
terutama pola asuh orang tua dan pengalaman hidup mereka. Anak-anak yang
dibesarkan dengan pola asuh yang mendukung dan penuh kasih cenderung
mengembangkan pola pikir positif yang membantu mereka menghadapi tantangan
dengan percaya diri dan ketekunan. Sebaliknya, pola asuh yang otoriter atau tidak
mendukung dapat menyebabkan perkembangan pola pikir negatif pada anak, yang
membuat mereka lebih cenderung merasa cemas, takut gagal, dan kurang percaya
diri. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membentuk pola pikir
yang sehat pada anak-anak mereka.
Pemikiran kritis dan inovatif sering kali saling terkait. Pemikiran kritis
membantu dalam menganalisis situasi, menemukan kelemahan atau kekurangan,
sedangkan inovasi menghadirkan ide-ide baru atau solusi yang kreatif untuk
9
mengatasi masalah atau mengembangkan ide yang telah ada. Kedua kemampuan
ini memiliki peran yang sangat penting dalam dunia modern yang terus berubah.3
Memiliki anak dengan pola pikir yang positif tentu menjadi kebanggaan
bagi orang tua. Anak dengan pola pikir positif cenderung memiliki sikap yang
optimis, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan cara yang
sehat. Hal ini bisa memberi dampak baik dalam berbagai aspek kehidupan anak,
seperti hubungan sosial, prestasi akademis, dan kemampuan mengatasi stres.
Orang tua sering merasa bangga melihat anak mereka tumbuh menjadi individu
yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan kemampuan
untuk melihat sisi baik dari setiap situasi.
Namun, jika anak memiliki pola pikir yang negatif, ini bisa menjadi
tantangan tersendiri bagi orang tua. Pola pikir negatif bisa muncul dalam bentuk
pesimisme, rasa takut berlebihan, atau kecenderungan untuk melihat kegagalan
daripada peluang. Hal ini dapat memengaruhi kesejahteraan emosional anak dan
kemampuannya untuk berkembang secara optimal. Orang tua mungkin merasa
cemas atau frustasi karena pola pikir negatif anak bisa menghambat potensi
mereka. Namun, ini juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk berperan aktif
dalam membantu anak mengembangkan pola pikir yang lebih positif melalui
dukungan emosional, komunikasi yang terbuka, dan memberikan contoh yang
baik.
Dalam hubungan dengan belajar, faktor keluarga tentu saja mempunyai
peranan sangat penting. Keadaan keluarga akan sangat menentukan berhasil-
tidaknya anak dalam menjalin proses belajarnya. Faktor keluarga salah satu
penentu yang berpengaruh dalam belajar, dapat dibagi menjadi tiga aspek yaitu:
kondisi ekonomi keluarga, hubungan emosional orangtua dan anak, serta cara
mendidik anak (Sobur: 250).4
3
Rika Wahyuni. “Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pola Pikir Orang Tua Terhadap Pola Pengasuhan
Anak”, Uin Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda,Hal. 7
4
Ibid . hal. 295
10
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Afif Dan Fajriani Kaharuddin “ Perilaku Belajar Peserta Didik Ditinjau Dari
Pola Asuh Otoriter Orangtua ”, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Alauddin Makassar Hal.
289
Rika Wahyuni. “Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pola Pikir Orang Tua Terhadap
Pola Pengasuhan Anak”, Uin Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda,Hal. 7
Titin Prastyawati , Dr. Sudi Dul Aji, [Link] , Dr. Joice Soraya, SH, [Link]. 2021 Jurnal
Penelitian dan Pendidikan IPS (JPPI) dengan judul “Pengaruh Pola Asuh Otoriter, Autoritatif,
Permisif Orang Tua Terhadap Perilaku Prososial Siswa Sekolah Dasar”
Puji Ayu Handayani, Triana Lestari , 2021 “Pola Asuh Orang Tua terhadap
Perkembangan Moral dan Pola Pikir Anak” Universitas Pendidikan Indonesia
11
12