0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan6 halaman

Strategi Akuntansi Biaya Ultrajaya Tbk

Dokumen ini membahas strategi akuntansi biaya yang diterapkan oleh PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, termasuk joint costing dan common costing untuk efisiensi biaya produksi. Selain itu, dijelaskan juga penerapan strategi just-in-time (JIT) untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas produk, serta strategi manajemen untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Dengan kombinasi strategi ini, Ultrajaya berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di industri susu dan minuman kemasan.

Diunggah oleh

Armandito Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan6 halaman

Strategi Akuntansi Biaya Ultrajaya Tbk

Dokumen ini membahas strategi akuntansi biaya yang diterapkan oleh PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, termasuk joint costing dan common costing untuk efisiensi biaya produksi. Selain itu, dijelaskan juga penerapan strategi just-in-time (JIT) untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas produk, serta strategi manajemen untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Dengan kombinasi strategi ini, Ultrajaya berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di industri susu dan minuman kemasan.

Diunggah oleh

Armandito Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 3

AKUNTANSI BIAYA EMBS4206

ARMANDITO DICKI PRATAMA


054525622
S1 MANAJEMEN
SURABAYA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS TERBUKA SURABAYA
TUGAS TUTORIAL SESI 3
(EMBS4206) / (AKUNTANSI BIAYA) / 3 SKS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PERIODE [Link]

Nama Penulis : Dr. Halim Dedy Perdana, S.E., [Link]., [Link]., Ak.
Nama Penelaah : Dr. Yanuar Trisnowati, S.E., M.M.
Status Pengembangan :
Tahun Pengembangan : 2025

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) bergerak dalam bidang
industri makanan dan minuman, khususnya minuman susu dan teh. Didirikan pada tahun
1958, di Bandung (Jawa Barat), sebagai industri rumah tangga yang memproduksi susu
kemasan. Berbentuk perseroan terbatas sejak tahun 1971, kemudian IPO pada tahun 1990.
Perusahaan juga memproduksi jus kemasan bernama Buavita yang diakuisisi oleh
Unilever Indonesia pada tahun 2008. Produk-produknya yang terkenal di Indonesia antara
lain Susu Ultra (induk merek perusahaan), Ultra Susu Kental Manis, Ultra Mimi, Teh
Kotak, Sari Asem Asli, Sari Kacang Ijo, dan Keju (kolaborasi antara perusahaan dan Kraft
Heinz). Produk utamanya, Ultra Milk, memimpin segmen susu cair selama bertahun-
tahun; sedangkan Teh Kotak memimpin segmen teh dalam karton siap minum.

(Sumber: [Link]
company-tbk)

Berdasarkan penjelasan di atas:


1. Menurut Anda, bagaimana strategi joint costing dan common costing yang dilakukan
PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk?
2. Menurut Anda, apakah strategi just-in time yang dilakukan oleh manajemen PT.
Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk dalam rangka efisiensi dan
efektivitas kos lebih baik dibandingkan dengan pendekatan konvensional?
3. Menurut Anda, bagaimana strategi manajemen dalam rangka meningkatkan
produktivitas karyawan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk?
Lembar Jawaban

Pertanyaan 1
Strategi Joint Costing di PT Ultrajaya
Joint costing digunakan ketika satu proses produksi menghasilkan beberapa produk sekaligus
sebelum titik pemisahan (split-off point). Industri susu dan minuman seperti Ultrajaya sangat
cocok menggunakan metode ini.
Bagaimana joint costing bekerja di Ultrajaya?
1. Proses awal pengolahan susu adalah proses bersama (joint process)
Misalnya, penerimaan susu segar – pasteurisasi – homogenisasi – standarisasi. Pada
tahap ini, biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead masih merupakan joint cost
karena belum bisa dibedakan untuk tiap produk.
2. Setelah titik pemisahan (split-off), produk diarahkan menjadi varian berbeda
Misalnya, ultra milk full cream, ultra milk low fat, ultra mimi, susu kental manis ultra,
produk campuran untuk keju (kolaborasi dengan Kraft)
3. Joint cost kemudian dialokasikan secara proporsional
Misalnya, berdasarkan volume output dan berdasarkan nilai jual relatif. Tujuannya
menghasilkan perhitungan HPP yang adil, menentukan margin tiap produk dengan
lebih akuran, dan mempermudah keputusan portofolio.
Mengapa strategi joint costing penting bagi Ultrajaya?
Karena banyak produknya berasal dari sumber bahan baku dan proses awal yang sama,
terutama susu cair. Joint costing memudahkan perusahaan menjaga efisiensi dalam skala
besar karena produksi Ultrajaya berlangsung dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Cocok
untuk perusahaan yang memproduksi multiple product lines dari satu proses utama.
Strategi Common Costing di PT Ultrajaya
Common costing berlaku untuk biaya umum yang tidak terkait langsung dengan proses
produksi tertentu, tetapi mendukung banyak lini produk secara bersamaan.
Contoh common cost di Ultrajaya :
Biaya utilitas fasilitas pabrik besar di Bandung Termasuk listrik, air, uap, dan maintenance
mesin yang digunakan bersama.
Biaya distribusi dan logistic Karena Ultra Milk, Teh Kotak, Sari Asem, dan produk lainnya
dibawa oleh jaringan distribusi yang sama.
Biaya pemasaran dan promosi korporat Misalnya kampanye brand “Ultra” yang
meningkatkan brand awareness keseluruhan.
Biaya quality control dan laboratorium Semua produk minuman UHT harus melewati standar
mutu yang sama.
Biaya manajemen pusat Termasuk gaji direksi, general manager, finance, IT, dan HR.
PT Ultrajaya menerapkan joint costing untuk memproses bahan baku (terutama susu) yang
melalui tahap pengolahan bersama sebelum dipisahkan menjadi berbagai varian produk. Hal
ini meningkatkan akurasi biaya, efisiensi, serta kontrol margin produk. Ultrajaya juga
menerapkan common costing untuk membebankan biaya umum seperti distribusi, pemasaran,
utilitas pabrik, dan biaya manajemen ke seluruh lini produk sesuai proporsinya. Ini penting
agar perusahaan mengetahui profitabilitas masing-masing produk secara lebih realistis.
Dengan kombinasi dua strategi tersebut, Ultrajaya dapat menjaga efisiensi biaya, memperkuat
daya saing produk susu dan minuman kemasan, serta mempertahankan posisi sebagai
pemimpin pasar di kategori susu cair UHT dan teh dalam kemasan.

Pertanyaan 2
1. Mengapa JIT Cocok untuk Ultrajaya
a. Produk Ultrajaya banyak yang berbasis bahan baku mudah rusak
Susu segar adalah bahan baku yang sensitif terhadap waktu dan memiliki risiko
tinggi terhadap deteriorasi. Dengan JIT, bahan baku datang sesuai kebutuhan
produksi, sehingga risiko kerusakan dapat ditekan, biaya pendinginan dan
penyimpanan berkurang, dan kualitas produk lebih terjaga.
b. Industri UHT menggunakan proses produksi yang continue
Produksi susu UHT, teh UHT, dan minuman instan dalam karton biasanya
berjalan dalam kapasitas besar, dengan ritme produksi yang stabil, menggunakan
mesin otomatis berkecepatan tinggi. JIT memberikan aliran bahan baku yang lebih
mulus dan konsisten, sehingga mesin dapat beroperasi tanpa gangguan.
c. Mengurangi biaya inventory
Pendekatan konvensional biasanya menyimpan bahan baku dalam jumlah besar.
Untuk perusahaan seperti Ultrajaya, kondisi ini bisa menimbulkan biaya gudang
besar, risiko kedaluwarsa, penurunan kualitas bahan baku (terutama susu, teh, dan
kacang hijau). JIT membantu menjaga stok pada level minimum, tanpa
mengganggu produksi. Ini meningkatkan efisiensi biaya dan mengurangi waste.
2. Dampak Efektivitas Biaya dan Operasional Jika Ultrajaya Menggunakan JIT
a. Penghematan biaya secara signifikan
JIT membantu menekan biaya penyimpanan, biaya pemeliharaan cold storage,
biaya tenaga kerja gudang, biaya kerusakan atau pembusukan bahan baku. Dengan
struktur produk Ultrajaya yang beragam, efisiensi ini sangat berarti dalam
menjaga margin.
b. Kualitas produk lebih stabil
Karena bahan baku diproses segera setelah datang, kualitas susu atau teh menjadi
lebih segar. Ini membantu Ultrajaya mempertahankan reputasinya sebagai
produsen minuman berkualitas tinggi.
c. Perputaran persediaan lebih cepat
JIT membuat Ultrajaya menghindari stok berlebih, sehingga modal tidak
mengendap di gudang, arus kas lebih sehat, ruang gudang dapat digunakan untuk
barang jadi yang siap distribusi.
3. Tantangan JIT bagi Ultrajaya
a. Ketergantungan pada pemasok local
Ultrajaya memiliki jaringan kerja sama dengan peternak sapi dan pemasok bahan
baku lainnya. Jika pasokan terganggu, produksi dapat langsung terdampak.
b. Sensitivitas terhadap cuaca dan musim
Produksi susu segar di Indonesia banyak dipengaruhi oleh musim hujan, kondisi
peternakan rakyat, fluktuasi kualitas susu. JIT membutuhkan pasokan yang
konsisten dan tepat waktu, sehingga Ultrajaya harus membina pemasoknya
dengan baik.
c. Gangguan logistic dan transportasi
Jika terdapat hambatan seperti kemacetan, banjir, atau gangguan distribusi,
produksi bisa tertunda karena perusahaan tidak menyimpan stok besar.

Pertanyaan 3
Strategi Manajemen untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan di PT Ultrajaya
Sebagai perusahaan manufaktur besar yang mengelola produk susu UHT, teh dalam kemasan,
dan minuman siap konsumsi lainnya, PT Ultrajaya membutuhkan tenaga kerja yang disiplin,
terampil, dan mampu bekerja dalam ritme produksi yang cepat. Untuk menjaga kualitas
produk sekaligus meningkatkan produktivitas, perusahaan memerlukan strategi manajemen
yang sistematis dan berfokus pada manusia (people-centered management). Berikut beberapa
strategi yang relevan dan selaras dengan karakter industri Ultrajaya.
1. Meningkatkan Keterampilan dan Kompetensi Karyawan
a. Pelatihan teknis berkelanjutan
Mesin UHT, filling machine Tetra Pak, dan alat pemrosesan susu membutuhkan
operator yang kompeten. Ultrajaya dapat meningkatkan produktivitas dengan
pelatihan operasional mesin secara rutin, pelatihan troubleshooting dan
pemeliharaan ringan, program sertifikasi operator produksi. Dengan skill yang
lebih baik, waktu henti (downtime) mesin dapat ditekan dan hasil produksi lebih
stabil.
b. Program peningkatan kualitas SDM
Pelatihan system mutu, pelatihan 5R dan 5S, manajemen risiko di area produksi.
Karyawan yang memahami standar mutu bekerja lebih cepat dan lebih tepat.
2. Penguatan Budaya Kerja yang Disiplin dan Efisien
Ultrajaya beroperasi dalam sistem produksi yang ketat dan berulang. Produktivitas
meningkat apabila budaya kerja diperkuat melalui,
a. Penerapan 5R/5S secara konsisten
b. Sistem reward dan recognition
c. Komunikasi internal yang terbuka
3. Optimalisasi Proses Kerja Menggunakan Teknologi dan Automasi
Sebagai perusahaan yang memproduksi dalam skala sangat besar, produktivitas dapat
ditingkatkan melalui otomasi.
a. Moderniasasi mesin produksi
b. Implementasi system digital untuk monitoring produksi
4. Pengelolaan K3 dan Kesejahteraan Karyawan
5. Peningkatan Keterlibatan Karyawan
6. Manajemen Beban Kerja dan Lingkungan Kerja yang Nyaman

Sumber Referensi :
Modul Akuntansi Biaya EMB4206
IDN Financials – Profil PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk
Hansen & Mowen – Akuntansi Manajerial.

Anda mungkin juga menyukai