METODE SAMPLING
Team Teaching:
Drh. Heru Susetya, MP., Ph.D
Prof. Dr. drh. Sarmin, MP
Dr. Roza Azizah Primatika, [Link]., [Link]
Sampel dan Populasi
Populasi
(Keseluruhan bahan /data yang akan diteliti)
Sampel
(bagian dari populasi yang diambil untuk diteliti)
Sampel dan Populasi
LOGIKANYA → Perlu pengamatan tiap-tiap individu populasi
Untuk populasi besar atau tak terhingga → tidak mungkin dijalankan (perlu waktu,tenaga, biaya)
Sampel
Populasi
Harus Representatif (mencerminkan
segala pengambilannya seobyektif
mungkin → dengan cara random
Kesimpulan dari sampel
diharapkan berlaku untuk
populasi
Tehnik Pengambilan Sampel
Populasi Tehnik Pengambilan Sampel Sampel
Istilah Penting dalam Metode Sampling
▪ Sampel : Kumpulan dari unit sampling yang terpilih menjadi anggota sampel dan diambil dari populasi
(merupakan bagian dari populasi)
▪ Populasi : Kumpulan dari unit sampling yang dibatasi oleh kriteria tertentu. Ada dua jenis populasi,
yaitu populasi terbatas dan populasi tak terbatas
✓ Populasi Tak Terbatas (pop. infinite) → contohnya : Mahasiswa (Mahasiswa yang pernah ada,
Mahasiswa yang ada sekarang, Mahasiswa yang akan ada, Mahasiswa yang berada dimana saja,
diseluruh penjuru dunia
✓Populasi Terbatas (pop. Finite) → populasi yang terbatas baik untuk jumlah, tempat dan
waktunya; contohnya : Mahasiswa FKH UGM Angkatan tahun 2023
▪ Teknik sampling : Suatu cara atau Teknik atau proses pengambilan sampel dari populasinya sedemikian
hingga sampel yang diperoleh merupakan sampel yang representative terhadap populasinya (dapat
mewakili keadaan populasinya)
▪ Unit sampling : Satuan unit terkecil dalam populasi yang karakteristiknya akan diukur atau diamati
Fungsi Sampling
▪ Menghemat biaya
▪ Mempercepat pelaksanaan penelitian
▪ Menghemat tenaga
▪ Memperluas ruang lingkup penelitian
▪ Memperoleh hasil yang lebih akurat
Faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan
▪ Membatasi populasi
▪ Mendaftar seluruh unit yang menjadi anggota populasi
▪ Menentukan sampel yang akan dipilih
▪ Menentukan tehnik sampling
Prosedur pengambilan sampel
▪ Menentukan tujuan penelitian
▪ Menentukan populasi penelitian
▪ Menentukan jenis data yang diperlukan
▪ Menentukan teknik sampling
▪ Menentukan besarnya sampling (sample size)
▪ Menentukan unit sample yang diperlukan
▪ Memilih sampel
Teknik pengambilan sampel
▪ Cara Pengambilan Sampel dibagi 2 yaitu:
1. Berpeluang (probability sampling) → setiap unit dalam populasi mempunyai
kesempatan (peluang) yang sama untuk dipilih dalam sampel dan
keseluruhan sampel yang dipilih dapat mewakili populasi.
2. Tidak berpeluang (nonprobability sampling) → metode penarikan sampel
yang mengabaikan prinsip probabilitas. Sampel yang dipilih didasarkan atas
kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.
Nonprobability sampling
▪ Macam – macam Nonprobability sampling antara lain :
a. Purposive atau judgement sample yang didasarkan keahlian dari pelaksana
survei
b. Quota sample yaitu sampel yang didasarkan pada suatu kuota yang telah
ditentukan
c. Sampling untuk populasi bergerak, misalnya untuk memperkirakan
kepadatan binatang suatu area hutan
d. Snowball sampling
Probability sampling
▪ Simple Random Sampling (SRS) / Sampel Acak Sederhana
▪ Sampling Sistematik
▪ Probability Proportional to Size (PPS)
▪ Stratifikasi Random Sampling
▪ Multistage Random Sampling
Sampling Acak Sederhana
(Simple Random Sampling)
▪ Proses penarikan anggota populasi untuk terpilih kedalam sampel dilakukan
secara acak, dalam hal ini/proses penarikan sampel acak sederhana dapat
dilakukan dengan menggunakan tabel bilangan acak, kalkulator, atau komputer.
▪ Contoh :
Ada 500 peternak yang mengikuti kegiatan pelatihan dinas peternakan, kemudian
akan dilakukan pengamatan terhadap mereka mengenai efektitas kegiatan
tersebut. Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya diputuskan untuk melakukan
pengamatan secara sampel dengan n = 60 peternak yang diambil secara acak.
Tentukan peternak yang terpilih …. ?
Sampling Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
Cara Pengambilan Sampel :
a. Kerangka sampling: semua hewan diberi nomor
b. Hewan diambil menggunakan generator angka acak
c. Jumlah hewan tergantung tujuan penyidikan
d. Keuntungan: “sederhana”; penyimpangan estimasi kecil
e. Kerugian: “Kerangka sampling sulit diperoleh”
Sampling Acak Sederhana
(Simple Random Sampling)
Berikut ini diberikan salah satu contoh penyelesaian dia atas dengan menggunakan
bantuan program minitab versi 10
Data Kerangka Sampling
0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.010
0.012 0.013 0.014 0.015 0.016 0.017 0.018 0.019 0.020
0.022 0.023 0.024 0.025 0.026 0.027 0.028 0.029 0.030
.
.
.
0.492 0.493 0.494 0.495 0.496 0.497 0.498 0.499 0.500
Data Sampel Terpilih
0.260 0.187 0.312 0.143 0.089 0.104 0.045 0.160 0.161
0.278 0.458 0.399 0.054 0.477 0.346 0.097 0.195 0.256
0.283 0.008 0.203 0.018 0.246 0.348 0.401 0.282 0.151
0.383 0.390 0.058 0.221 0.133 0.249 0.493 0.449 0.241
0.427 0.223 0.254 0.378 0.448 0.247 0.446 0.009 0.146
0.460 0.262 0.213 0.043 0.461 0.266 0.467 0.117 0.243
Sampling Acak Sistematis
a. Hewan dipilih pada interval tertentu (hwn ke n)
Jumlah seluruh populasi
b. I = --------------------------------
besaran sampel
c. generator angka acak untuk memilih angka pertama
d. Keuntungan: “sprti angka acak sederhana”; “kerangka sampling tidak
perlu”
e. Kerugian: “tidak dapat untuk populasi yang besar”
Sampling Sistematik
Prosedur:
1). Urutkan elemen populasi pada sampling frame
2). Hitung interval (I) = N/n
(N = banyaknya anggota populasi, n = banyaknya sampel)
3). Pilih random start (dari Tabel Angka Random) dengan nilai 1 s.d I (misalkan i)
4). Sampelnya adalah elemen ke-(i + kI), (k = 0, 1, …, (n-1))
Sampel 1 adalah no. urut ke-i
2 adalah no. urut ke-(i + I)
3 adalah no. urut ke-(i + 2I)
…
Sampel n adalah no. urut ke-(i + (n-1)I)
Sampling Sistematik
SAMPLING TAHAPAN GANDA
(Multistage Sampling)
Dilakukan jika cakupan penelitiannya (populasi) sangat besar
Misal: pemilihan kelurahan/desa di suatu propinsi,
Tahap I pemilihan kabupaten/kota,
Tahap II pemilihan kecamatan,
Tahap III pemilihan kelurahan/desa
SAMPLING TAHAPAN GANDA
(Multistage Sampling)
a. Sampel acak diterapkan pada unit organisasi, secara proporsional
b. Sampel hewan dipilih dari unit terakhir
Kabupaten
Kecamatan
Desa
Peternak
Hewan
Sampling Kluster
(Cluster Sampling)
Dilakukan jika populasinya besar/luas, dengan prinsip unit-unit observasi dalam satu cluster
heterogen dan antar cluster homogen
(misal: dalam satu wilayah harus ada petani, karyawan swata/buruh, PNS, TNI → homogen
menurut jenis pekerjaan)
Sampling Kluster
(Cluster Sampling)
a. Diambil semua hewan dalam kelompok terpilih
b. Keuntungan dan kerugian seperti sampling tahapan ganda
SAMPLING ACAK STRATIFIKASI
(Stratified Random Sampling)
a. Populasi dikelompokan dalam strata,tergantung tujuan kajian:
“sifat lingkungan”
“pembagian geografis”
b. Jenis sampling lain yang digunakan untuk memilih sampel setiap
stratum
c. semua unit dalam stratum tercakup
SAMPLING ACAK STRATIFIKASI
Suatu teknik penarikan sampel dimana unit-unit populasi
dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok yang homogen
Dilakukan jika populasinya tidak homogen dan populasi
dapat dibagi dalam beberapa lapisan/strata
Misal: Kelompok Kelas Ekonomi
I. Atas, pendapatan > 10 jt rupiah
II. Menengah, pendapatan 1 - 10 jt rupiah
III. Bawah, pendapatan < 1 jt rupiah
SAMPLING ACAK STRATIFIKASI
Prinsip Pembentukan Strata:
a. Pembentukan strata dalam populasi tidak boleh
terjadi overlapping
b. Setiap strata dalam populasi harus homogen
Penentuan jumlah sample (sample size)
▪ Menentukan besarnya atau jumlah sampel suatu penelitian tergantung pada 2
hal, yaitu
▪ Adanya sumber – sumber yang dapat digunakan untuk menentukan batas maksimal
dari besarnya sampel.
▪ Kebutuhan dari rencana analisis yang menentukan batas minimal dari besarnya sampel.
Rumus Sederhana Penentuan Jumlah Sampel
▪ Untuk populasi kecil atau lebih kecil dari 10000, dapat menggunakan formula
yang lebih sederhana lagi, yaitu :
▪ N = besar populasi
▪ n = besar sampel
▪ d = tingkat kesalahan yang diinginkan
Rumus Sederhana Penentuan Jumlah Sampel
▪ Besarnya sampel untuk mengukur proporsi dengan derajat akurasi pada tingkatan statistik yang bermakna :
▪ d = penyimpangan terhadap populasi atau derajat ketepatan yang diinginkan, biasanya 0,05 atau 0,01
▪ Z = standar deviasi normal, biasanya ditentukan 1,95 atau 2 yang sesuai dengan tingkat kepercayaan 95%.
▪ P = proporsi untuk sifat tertentu, apabila tidak diketahui proporsinya, maka dianggap p = 0,5
▪ Q = 1 – 0,5 = 0,5
▪ N = besarnya populasi
▪ n = besarnya sampel.
Yang perlu diperhatikan
▪ Sampel yang lebih besar akan memberikan hasil yang lebih akurat, tetapi
memerlukan lebih banyak waktu, biaya, tenaga dan fasilitas – fasilitas lain.
▪ Pengambilan sampel acak memberikan data kuantitatif yang lebih representatif
▪ Besar/kecilnya sampel bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan
representatif atau tidak representatifnya terhadap populasi. hal ini tergantung
pada sifat-sifat populasi yang diwakilinya.
Terima Kasih