BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengelolaan air limbah memerlukan sistem yang andal untuk memindahkan air kotor
dari bak penampung ke bak pengolahan. Pengoperasian pompa secara manual sering kali
kurang efisien dan rawan kesalahan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem kontrol otomatis
yang dapat bekerja berdasarkan level air untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan.
Water Level Controller (WLC) Omron Type 61F–G digunakan untuk mengontrol
pompa secara otomatis berdasarkan ketinggian air. Sistem ini memungkinkan dua
pompa bekerja bergantian atau bersamaan sesuai kondisi air, baik secara manual
maupun otomatis. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa memahami, merakit, dan
menguji sistem kontrol pompa air kotor dengan tepat.
1.2 Tujuan
Setelah selesai melakukan praktek, mahasiswa diharapkan dapat :
1. Memahami cara kerja rangkaian kontrol pompa untuk air kotor menggunakan WLC
2. Membuat rangkaian kontrol pompa untuk air kotor menggunakan WLC secara tepat
dan benar.
3. Memilih komponen yang diperlukan untuk rangkaian kontrol pompa air kotor.
4. Menginstalasi rangkaian kontrol pompa untuk air kotor menggunakan WLC.
5. Menguji coba rangkaian kontrol pompa air kotor menggunakan WLC.
6. Mencari/memperbaiki gangguan (troubleshooting) pada rangkaian kontrol pompa air
kotor menggunakan WLC.
7. Bekerja dengan desiplin, tepat waktu, rapi, inovatif serta menguasai matreri praktek.
BAB II
TEORI DASAR
2.1 Teori tentang Saklar
Saklar adalah alat untuk menyambung atau memutus arus listrik dalam rangkaian.
Dalam kontrol pompa air kotor, digunakan saklar utama untuk mengaktifkan sistem,
selector switch untuk memilih mode (auto, off, manual), serta push button NO (start) dan
NC (stop) untuk mengendalikan pompa secara manual. Saklar memegang peran penting
dalam pengoperasian dan pengamanan sistem.
2.2 Teori tentang kontaktor
Kontaktor adalah komponen elektromagnetik yang berfungsi sebagai saklar otomatis
untuk menghubungkan atau memutus arus listrik tegangan tinggi. Dalam sistem kontrol
pompa air kotor, kontaktor digunakan untuk menghidupkan dan mematikan pompa sesuai
perintah dari rangkaian kontrol, baik secara manual maupun otomatis. Kontaktor bekerja
dengan bantuan kumparan magnet dan kontak-kontak yang akan tertutup saat mendapat
arus.
2.3 Teori tentang WLC
WLC (Water Level Control) adalah alat kontrol level air yang digunakan untuk
mendeteksi dan mengatur ketinggian air dalam suatu wadah. Dalam rangkaian ini
digunakan WLC Omron type 61F-G yang berfungsi mengendalikan pompa berdasarkan
level air (LOW, MED, HIGH). WLC akan mengaktifkan atau mematikan pompa sesuai
kondisi level air melalui sinyal ke relay atau kontaktor.
2.4 Teori tentang Relay
Relay adalah komponen elektromagnetik yang berfungsi sebagai saklar otomatis
dengan pengendalian arus kecil untuk mengontrol arus yang lebih besar. Dalam sistem
kontrol pompa air kotor, relay digunakan untuk menerima sinyal dari WLC dan kemudian
mengaktifkan kontaktor. Relay yang digunakan dalam praktikum ini adalah jenis relay
220V, seperti RA, R22, R23, RH, dan R29, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda
sesuai dengan kondisi level air dan mode operasi (manual/otomatis).
2.5 Teori tentang Stapping Relay
Stapping relay adalah jenis relay bantu yang digunakan untuk mengatur kerja
bergantian antar beban, dalam hal ini dua pompa. Pada sistem kontrol pompa air kotor,
stapping relay berfungsi mengatur agar pompa 1 dan pompa 2 bekerja secara bergantian
setiap kali level air mencapai titik tengah (MED level). Dengan demikian, beban kerja
kedua pompa menjadi seimbang dan umur pemakaian lebih panjang.
2.6 Daftar alat dan bahan yang diperlukan
• Alat
1. Tang kombinasi
2. Tang Potong
3. Tang Kupas
4. Obeng Plus (+)
5. Obeng Min (-)
6. Tespen
7. Palu
8. Pisau Kupas
9. Alat ukur
• Bahan/material
2.7 Langkah kerja
1. Pelajari gambar diagram kontrol pompa yang ada di jobsheet sampai anda mengerti.
2. Order alat dan bahan yang akan digunakan dan laporkan pada teknisi jika terjadi
kerusakan.
3. Pasang komponen/alat pada panel, lakukan pengawatan sesuai gambar di jobsheet.
4. Periksa kembali rangkaian yang telah dibuat, pastikan semua sudah terhubung.
5. Laporkan pada instruktur / pengawas bahwa pekerjaan sudah selesai.
6. Uji coba semua fungsi rangkaian yang anda buat bersama-sama dengan pengawas.
7. Cari dan perbaiki kesalahan / gangguan bila ada, kemudian uji coba kembali.
BAB III
ANALISIS
3.1 Deskripsi kerja rangkaian
Rangkaian kontrol pompa air kotor ini menggunakan sistem otomatis dan manual untuk
mengoperasikan dua buah pompa yang memindahkan air dari bak penampung ke bak
pengolahan. Pengaturan level air dilakukan oleh Water Level Control (WLC) Omron
type 61F-G yang mendeteksi tiga level: LOW, MED, dan HIGH.
Dalam mode manual, pompa dioperasikan dengan menekan tombol start dan stop
secara langsung.
Dalam mode otomatis, WLC mendeteksi level air:
• LOW level: kedua pompa OFF.
• MED level: salah satu pompa bekerja secara bergantian, diatur oleh stapping relay.
• HIGH level: kedua pompa bekerja bersamaan untuk mempercepat pengurasan air.
Relay digunakan sebagai perantara kontrol, sedangkan kontaktor menghubungkan
beban motor pompa ke sumber listrik. Seluruh rangkaian dilengkapi indikator lampu
dan proteksi melalui overload relay serta MCB.
3.2. Gambar rangkaian
3.3 Jawaban pertanyaan
1. Jelaskan cara kerja rangkaian kontrol pompa ini baik secara manual maupun
otomatis!
• Manual: Pompa dikendalikan langsung oleh push button. Tombol start (NO)
menyalakan pompa, dan tombol stop (NC) mematikannya. Operasi dilakukan secara
langsung tanpa bergantung pada level air.
• Otomatis: Pompa dikendalikan berdasarkan sinyal dari WLC (Water Level
Control).
o Saat air mencapai MED level, pompa bekerja secara bergantian (pompa 1 lalu
pompa 2) dikendalikan oleh stapping relay.
o Saat air mencapai HIGH level, kedua pompa menyala bersamaan.
o Jika air turun ke LOW level, kedua pompa berhenti.
2. Apa fungsi WLC pada rangkaian kontrol ini?
Fungsi WLC adalah untuk mendeteksi tinggi permukaan air pada bak penampungan (LOW,
MED, HIGH) dan mengirimkan sinyal ke relay/kontaktor agar pompa menyala atau mati
sesuai kondisi air.
3. Apa fungsi stapping relay pada rangkaian kontrol ini?
Stapping relay berfungsi untuk mengatur kerja bergantian antara pompa 1 dan pompa 2
setiap kali level air berada pada posisi MED. Ini dilakukan agar kedua pompa memiliki beban
kerja yang seimbang dan tidak cepat rusak.
4. Apabila pompa P1 dan P2 masing-masing 5 kW, tentukan:
a. Luas Penampang Kabel
Menggunakan rumus:
• Untuk arus ±10 A, luas penampang kabel yang aman = 2,5 mm² (mengacu ke standar
kabel NYAF dan faktor keamanan).
b. Ampere MCB F13 dan F14
• Arus kerja pompa ±10 A, sehingga disarankan MCB = 16 A, untuk mencegah trip saat
starting motor (inrush current).
c. Setting Overload Relay (OL15 dan OL17)
• Setting overload biasanya 1,1 × arus nominal:
1.1 x 10A = 11A
• Maka, setting OL15 dan OL17 = 11 A.
BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum kontrol pompa air kotor menggunakan WLC Omron type 61F–G,
dapat disimpulkan bahwa sistem ini mampu mengoperasikan dua pompa secara otomatis
maupun manual berdasarkan level air pada bak penampungan. WLC berperan penting
dalam mendeteksi level air dan mengaktifkan pompa sesuai kebutuhan. Penggunaan
stapping relay memungkinkan kedua pompa bekerja secara bergantian untuk efisiensi dan
keawetan. Sistem juga dilengkapi proteksi MCB dan overload relay agar aman terhadap
gangguan listrik. Praktikum ini membantu memahami prinsip kerja kontrol pompa dan
penerapan komponen kontrol secara tepat.
4.2 Saran
Agar sistem kontrol pompa air kotor bekerja lebih optimal dan aman, disarankan untuk:
• Melakukan pengecekan koneksi rangkaian secara teliti sebelum uji coba untuk
menghindari kesalahan fungsi.
• Memastikan semua komponen, seperti WLC, kontaktor, dan relay dalam kondisi
baik dan sesuai spesifikasi.
• Mengatur setting overload relay sesuai arus nominal motor untuk melindungi motor
dari beban lebih.
• Menambahkan indikator tambahan atau alarm sebagai penanda jika terjadi
gangguan.
• Meningkatkan pemahaman teori sebelum praktik agar instalasi lebih efisien dan hasil
lebih maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Omron Corporation. (2020). Water Level Controller Model 61F-G Instruction Manual.
Omron Asia Pacific. Diakses dari: [Link]
Nugroho, W. S. (2015). Dasar-dasar Instalasi Listrik. Yogyakarta: Andi Offset.
Sutrisno, D. (2019). Panduan Praktis Instalasi Motor Listrik Industri. Jakarta: Gramedia.
Suparno, H. (2018). Instalasi Tenaga Listrik. Bandung: CV. Yrama Widya.
Jobsheet Praktikum Instalasi Tenaga II. (2023). Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri
Bali.