0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan10 halaman

Pengaruh Fitur dan Kepercayaan pada BYOND BSI

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas pengaruh fitur layanan, kemudahan, dan kepercayaan terhadap minat nasabah menggunakan aplikasi BYOND by BSI di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya penggunaan aplikasi mobile banking di daerah dengan populasi muslim yang besar. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis berdasarkan teori Technology Acceptance Model (TAM).

Diunggah oleh

yetonemillion
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan10 halaman

Pengaruh Fitur dan Kepercayaan pada BYOND BSI

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas pengaruh fitur layanan, kemudahan, dan kepercayaan terhadap minat nasabah menggunakan aplikasi BYOND by BSI di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya penggunaan aplikasi mobile banking di daerah dengan populasi muslim yang besar. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis berdasarkan teori Technology Acceptance Model (TAM).

Diunggah oleh

yetonemillion
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH FITUR LAYANAN, KEMUDAHAN DAN

KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT NASABAH MENGGUNAKAN


APLIKASI BYOND BSI
(Studi Kasus di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo)

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam


Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Mengikuti Seminar Proposal Skripsi

Oleh :
RIZAL BOBY PRAYOGA
NIM. 225231198

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID
SURAKARTA
2025

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Saat ini kita sedang dalam kemajuan pesat dibidang teknologi informasi dan internet

of thing (IoT). Perkembangan tersebut membawa perubahan terhadap cara masyarakat

berpikir, beraktivitas, dan berkomunikasi dengan yang lain. Secara sederhana, revolusi

industri mengubah hal-hal yang sebelumnya sulit dilakukan menjadi lebih mudah berkat

perkembangan teknologi informasi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan

efektivitas. Era ini diitandai dengan munculnya teknologi informasi atau yang sering kita

sebut teknologi internet.

Berdasarkan data dari Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), di

tahun 2025. Tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 80,66% atau 229,43 juta

jiwa dari total penduduk 284,44 juta jiwa. Dari data tersebut menunjukkan bahwa

penggunaan internet di Indonesia sangatlah luas, sehinggga dapat mendorong

peninggkatan penggunaan layanan digital, termasuk dalam sektor keuangan.

Dengan begitu, industri perbankan dituntut untuk berinovasi dalam memberikan

layanan yang mudah, nyaman, dan efisien. Inovasi layanan pada perbankan menjadi

strategi penting agar bank dapat mempertahankan loyalitas nasabah dan tidak berpaling

dengan lembaga keuangan lainnya. inovasi teknologi keuangan mampu menciptakan nilai

jangka panjang bagi perusahaan (Nurlaela et al., 2025). Teknologi keuangan yang saat ini

sedang berkembang yaitu layanan mobile banking, layanan ini adalah salah satu bentuk

inovasi sistem pembayaran elektronik yang memberikan kemudahan dan efsiensi

pengguna dalam bertransaksi.

Menurut Eze et al. (2024) peningkatan penggunaan perangkat seluler dan akses

internet yang semakin mudah telah mendorong bank untuk mengadopsi mobile banking

2
sebagai transformasi digital layanan perbankan, sehingga nasabah dapat bertransaksi

dengan lebih cepat, efisien, dan fleksibel. Mobile banking merupakan alternatif media

untuk bertransaksi selain di kantor bank dan authomated teller machine (ATM). Bagi

nasabah yang memiliki rekening tabungan atau giro biasanya dapat mengajukan akses

layanan e-banking, yang mencakup berbagai fasilitas seperti internet banking, mobile

banking, phone banking atau sms banking.

Aplikasi layanan keuangan digital atau mobile banking memungkinkan nasabah untuk

melakukan berbagai aktivitas perbankan melalui smartphone atau handphone. Melalui

layanan digital. Nasabah tidak lagi diharuskan datang ke kantor cabang atau melakukan

pembayaran secara langsung maupun menggunakan uang tunai. Seluruh aktivitas

keuangan kini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui ponsel.

Salah satu bank syariah yang memiliki layanan mobile banking adalah Bank Syariah

Indonesia. Mengacu pada ([Link],id, 2021) menyatakan bahwa BSI merupakan hasil

penggabungan dari beberapa bank syariah di Indonesia diantaranya BRIS Syariah, BNI

Syariah, dan Mandiri Syariah. hingga 7 maret 2025 jumlah pengguna layanan mobile

banking BYOND by BSI baru mencapai 3.5 juta (Bank Syariah Indonesia, 2025a) apabila

dibandingkan dengan jumlah nasabah BSI yang telah menembus 22 juta orang per kuartal

II 2025 (Bank Syariah Indonesia, 2025b), angka pengguna layanan BYOND

mengindikasikan bahwa jumlah nasabah Bank Syariah Indonesia yang memanfaatkan

layanan BYOND masih relatif rendah. Berdasarkan observasi pendahuluan, 7 dari 20

responden nasabah BSI di Kartasura sudah menggunakan BYOND by BSI. Sedangkan 13

nasabah responden belum menggunakan aplikasi BYOND. Dari data tersebut penulis

tertarik untuk meneliti di Kartasura untuk mengetahui faktor rendahnya tingkat

penggunaan mobile banking.

3
Penggunaan mobile banking dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya persepsi

kemudahan, fitur layanan, persepsi manfaat, persepsi resiko. Persepsi kemampuam akses,

persepsi kecepatan, dan persepsi kepercayaan. Pada penelitian terhadulu terdapat

inkosistensi hasil penelitian pada variabel fitur layanan, kemudahan, dan kepercayaan.

Oleh karena nya, penulis akan menguji Kembali pengaruh fitur layanan kemudahan, dan

kepercayaan terhadap minat nasabah menggunakan mobile banking. Teori yang

digunakan adalah teori Technology Acceptance Model (TAM) untuk menerangkan

penerimaan nasabah atas penggunaan sistem teknologi dalam sistem mobile banking.

Berdasarkan teori Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis

(1989), penerimaan terhadap teknologi dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu Persepsi

kegunaan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan (perceived ease of use).

Fitur layanan merupakan salah satu faktor yang berperan dalam membangun minat

konsumen untuk memutuskan apakah menggunakan internet banking atau tidak dalam

melakukan transaksi. Fitur produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting

oleh konsumen dan menjadi dasar pengambilan keputusan (Tjiptono & Diana, 2016).

Berdasarkan observasi pendahuluan pada nasabah BSI di Kartasura sebanyak 17 dari 20

responden setuju untuk menggunakan aplikasi BYOND by BSI karena kelengkapan fitur-

fitur BYOND by BSI seperti layanan ziswaf dan fitur layanan Syariah. karena dengan

kelengkapan fitur dapat memudahkan nasabah dalam bertransaksi maupun membantu

nasabah menjalankan beribadah dan memunculkan keinginann menggunakan aplikasi

BYOND by BSI.

Sejalan dengan penelitian oleh (Sodik, Zaida, & Zulmiati, 2022) dan (Iqbal, Hasan, &

Laili, 2022) menemukan bahwa fitur layanan berpengaruh positif signifikan terhadap

minat menggunakan aplikasi BSI Mobile. Namun, temuan berbeda diungkapkan oleh

(Khusna & Khoiriawati 2023), yang menyatakan bahwa fitur layanan tidak berpengaruh

4
terhadap kepuasan pengguna aplikasi. Hal tersebut karena tampilan UI (user interface)

yang rumit daripada mobile banking lainnya dan dinilai tidak menumbuhkan minat

nasabah untuk menggunakan layanan tersebut. Dari fenomena dan research gap tersebut

maka peneliti perlu meneliti lebih lanjut terkait variabel fitur layanan.

kemudahan didalam teori TAM, menurut Jogianto (2008) perceived ease of use

didefinisikan sebagai keyakinan seseorang pada penggunaan suatu teknologi dapat

dilakukan dengan mudah. Menurut penelitian Ledesman (2018) hal ini dikarenakan

semakin besar persepsi kemudahan penggunaan suatu teknologi, maka semakin besar

pula minat seseorang untuk menggunakannya. Dari observasi pendahuluan terhadap 20

responden, sebanyak 13 responden mengalami kesulitan menggunakan aplikasi BYOND

by BSI kapan saja dan dimana saja karena kendala jaringan dan kesulitan login. Selain itu

nasabah merasa aplikasi BYOND tidak efisien dan memakan waktu transaksi. hal ini

dapat mempengaruhi minat nasabah untuk

Pada penelitian variabel kemudahan penggunaan oleh (Mukhtisar, Tarigan, &

Evriyenni, 2021) serta (Amanda & Ibadillah, 2023) menunjukkan bahwa kemudahan

penggunaan berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan layanan mobile banking.

Namun penelitian (Putri & Arfiansyah, 2025) menyatakan bahwa kemudahan tidak

berpengaruh secara parsial terhadap keputusan menggunakan Mobile BSI. Kemudahan

berpengaruh terhadap minat pengunaan dikarenakan nasabah merasakan kemudahan

transaksi menggunakan mobile banking. Sedangkan kemudahan tidak berpengaruh

terhadap minat dikarenakan nasabah tidak merasakan kemudahan transaksi menggunakan

mobile banking, Sehingga tidak menumbuhkan minat nasabah untuk menggunakan

mobile banking.

Menurut Das & Teng (2001), Kepercayaan menciptakan keyakinan terhadap layanan

dan menumbuhkan rasa aman terhadap layanan. Seiring dengan meningkatnya kasus

5
kejahatan di dunia digital, keprcayaan menjadi faktor penting dalam penggunaan mobile

banking sebagai sarana transaksi perbankan. Berdasarkan observasi pendahuluan terhadap

20 respomden, sebanyak 16 responden setuju menggunakan aplikasi BYOND by BSI

karena kepercayaan terhadap Bank Syariah Indonesia serta keamanan data terhadap

nasabah pengguna aplikasi. Maka apabila persepsi kepercayaan meningkat maka minat

menggunakan teknologi terebut akan meningkat. Hasil penelitian (Handinisari &

Muhlisin, 2023), menemukan bahwa kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap minat

bertransaksi dan penggunaan mobile banking. Namun hasil penelitian oleh (Mahmudah,

2021), serta (Ismi, Aryani, & Wardani, 2025), menemukan bahwa kepercayaan justru

tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat penggunaan mobile banking.

Perbedaan hasil ini memperkuat kebutuhan untuk mengkaji kembali peran kepercayaan

dalam konteks layanan digital perbankan dengan pendekatan dan segmentasi pengguna

yang berbeda.

Sedangkan minat menurut Purnomo (2021) yaitu ketertarikan seseorang yang

biasanya bersifat konstan terhadap sesuatu disertai dengan rasa senang yang ditandai

dengan sikap lebih memperhatikan serta mengingat yang bersifat kontinue guna mencapai

rasa puas atas penggunaan teknologi tersebut Minat memiliki keterkaitan terhadap tingkat

penggunaan aplikasi BYOND by BSI. Berdasarkan observasi pendahuluan, penggunaan

aplikasi BYOND by BSI tergolong rendah, dengan hanya 7 dari 20 nasabah BSI di

Kartasura yang menggunakan aplikasi BYOND by BSI. Berdasarkan data BPS Sukoharjo

tahun 2023, jumlah penduduk muslim di Kecamatan Kartasura mencapai 102.417 jiwa,

menjadikannya sebagai daerah dengan populasi muslim terbanyak di Kabupaten

Sukoharjo Hal ini merupakan sebuah masalah karena Kartasura merupakan daerah yang

merupakan salah satu penganut agama islam terbanyak di Sukoharjo yang seharusnya

dapat memanfaatkan penggunaan mobile banking berbasis Syariah. maka dari itu peneliti

6
ingin meneliti di Kecamatan kartasura Kabupaten Sukoharjo terkait faktor yang

mempengaruhi minat penggunaan aplikasi BYOND by BSI.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh fitur layanan,

kemudahan, dan kepercayaan terhadap minat penggunaan aplikasi BYOND by BSI.

Peneliti menggunakan objek di kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Maka dari itu

peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Fitur Layanan,

Kemudahan, dan Kepercayaan Terhadap Minat Penggunaan Aplikasi BYOND by BSI

(Studi Pada Masyarakat Kecamatasn Kartasura Kabupaten Sukoharjo)”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini

diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Tingkat penggunaan aplikasi BYOND by BSI di Kartasura masih rendah

2. Adanya kendala kemudahan penggunaan seperti kesulitan login, masalah jaringan,

dan waktu transaksi yang kurang efisien

3. Potensi pengguna layanan di daerah kartasura yang merupakan daerah dengan

salah satu populasi penduduk beragama islam terbesar di Sukoharjo

1.3 Batasan Masalah

Penulis membatasi masalah pada pengaruh fitur layanan, kemudahan, dan

kepercayaan terhadap minat menggunakan mobile banking Bank Syariah Indonesia (Studi

pada masyarakat di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo)

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan Permasalahan tersebut, maka peneliti menyimpulkan beberapa rumusan

masalah sebagai berikut:

1. Apakah ketersediaan Fitur layanan berpengaruh terhadap minat penggunaan

aplikasi BYOND by BSI di Kecamatan Kartasura?

7
2. Apakah Kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap minat penggunaan

aplikasi BYOND by BSI di Kecamatan Kartasura?

3. Apakah Kepercayaan pada keamanan dan keandalan aplikasi BYOND by BSI

berpengaruh terhadap minat penggunaan aplikasi BYOND by BSI pada

masyarakat Kartasura?

4. Apakah Fitur layanan, kemudahan, dan kepercayaan secara simultan berpengaruh

terhadap minat menggunakan aplikasi BYOND by BSI?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini memliki tujuan sebagai

berikut:

1. Mengetahui pengaruh fitur layanan terhadap minat penggunaan aplikasi BYOND

by BSI di Kartasura

2. Mengetahui pengaruh kemudahan terhadap minat penggunaan aplikasi BYOND

by BSI di Kartasura

3. Mengetahui pengaruh kepercayaan terhadap minat penggunaan aplikasi BYOND

by BSI di Karasura

4. Mengetahui pengaruh fitur layanan, kemudahan, dan kepercayaan terhadap minat

penggunaan aplikasi BYOND by BSI di Kartasura secara simultan.

1.6 Manfaat penelitian

Penulis berharap agar hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dari sisi

akademis maupun praktis. Adapun manfaat penelitiana ini adalah sebagai berikut:

1. Secara akademis

Meningkatkan wawasan mengenai pengaruh fitur layanan, kemudahan, dan

kepercayaan terhadap keputusan menggunakan layanan mobile banking Bank

8
Syariah Indonesia. Hasil riset ini dijadikan rujukan bagi peneliti berikutnya yang

memiliki topik penelitian yang sejalan.

2. Secara Praktis

Hasil kajian ini dapat digunakan oleh stakeholder Bank Syariah Indonesia

yang dalam pengambilan kebijakan sebagai penyempurna terhadap pelayanan

mobile banking.

1.7 Sistematika Penulisan Penelitian

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab I ini menjelaskan secara singkat terkait gambaran

umum permasalahan penelitian ini yang terdiri dari latar

belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah,

rumusan masalah, tujuan, dan manfaat dari penelitian yang

dilakukan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab kedua akan mencakup tinjauan pustaka yang meliputi

ringkasan dari penelitian-penelitian terdahulu serta kerangka

teori yang relevan dan terkait dengan topik skripsi.

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ketiga akan menggambarkan secara rinci metode penelitian

yang digunakan oleh penulis, termasuk alasan di balik

pemilihan metode tersebut, jenis penelitian, desain penelitian,

lokasi penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan

data, serta definisi konsep dan variabel yang relevan. Bab ini

juga akan menjelaskan tentang metode analisis data yang

digunakan dalam penelitian.

9
BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini, akan dipaparkan terkait hasil penelitian beserta

pembahasannya. Penyajian materi akan disesuaikan dengan

pendekatan, sifat penelitian, dan fokus permasalahan yang

diteliti

BAB V : PENUTUP

Bab penutup akan memuat kesimpulan dari penelitian yang

telah dilakukan serta saran-saran. Kesimpulan akan merangkum

seluruh temuan penelitian yang masih relevan dengan

permasalahan penelitian yang telah diajukan. Saransaran akan

dicatat atas dasar dari temuan hasil penelitian dan akan

disertakan sebuah rekomendasi tindakan yang perlu diambil

bagi pihak yang terkait berdasarkan temuan penelitian tersebut

10

Anda mungkin juga menyukai